Monday, 13 April 2026
Home Blog Page 8917

Bos Situs Lelang Perawan Ambil Untung 20 Persen dari Kliennya

0

BOGOR DAILY- Pemilik situs nikahsirri.com yang menyediakan lelang perawan, Aris Wahyudi, mengaku ambil untung 20% untuk operasional. Dirinya mengklaim sebagai fasilitator peserta lelang.

“Klien memberikan koin mahar sebanyak 500 (setara Rp 5 juta) ke mitra, kami hanya ambil 10% sampai 20% dari nilai mahar, sedangkan sisanya 80% diserahkan ke pihak mitra. Ini untuk operasional,” ujar bos lelang perawan, Aris Wahyudi di kediamannya, Jatimekar, Jatiasih, Sabtu (23/9/2017).

Ada istilah mitra dan klien dalam relasi komodifikasi pernikahan ini. Mitra adalah perawan atau perjaka yang berminat dikonteskan dalam lelang. Mitra bakal menetapkan nominal mahar, dan 20 persen dari mahar akan diserahkan ke pihak nikahsirri.com. Adapun klien yakni pihak yang berminat mendapatkan perawan atau perjaka lewat mekanisme lelang. Klien bakal membayar mahar sesuai nominal yang disyaratkan mitra.

Aris mengatakan uang operasional digunakan untuk mencari penghulu dan saksi. Sedangkan soal tempat, pihaknya menyerahkan urusan itu ke peserta lelang.

“Kami hanya sekedar memfasilitasi penghulu dan saksi, untuk tempatnya terserah dari mereka mau di hotel atau di mana, mereka yang tentukan,” kata Aris.

Dia mengaku telah menerima ratusan surat elektronik, Mereka yang mengirim e-mail ada yang ingin menjadi mitra dan klien. “Belum saya hitung, tapi kira-kira ada ratusan e-mail yang masuk. Ponsel saya sering berdering karena banyak yang menanyakan program ini ,”terangnya.

Aris mengatakan pro kontra yang terjadi di masyarakat hal yang wajar. Niatnya membuat lelang perawan dipikirnya untuk membantu masyarakat.

“Kami melihat ini ada permasalahan kecil, rakyat kecil urusannya perut buat makan,” pungkasnya.

Godok Aturan Baru, Jalur Rumpin Siap-siap Diportal

0

BOGOR DAILY-Kerusakan jalan di Ke­camatan Rumpin, Kabupaten Bogor, seakan tak ada habisnya. Banyaknya kendaraan besar milik pengusaha tambang galian C yang hilir-mudik dituding jadi penyebab kerusakan jalan di wilayah Janala-Cicangkat dan Pangkalan Asem-Gunungsindur. Ini pula yang memaksa Dinas Pekerjaan Umum dan Perumahan Ra­kyat (DPUPR) Kabupaten Bogor menggelon­torkan wacana penggunaan portal di jalur tambang tersebut.

Sekadar diketahui, para pengusaha tambang galian C diultimatum selama 14 hari untuk memberikan jawaban soal kesiapan mereka dalam membangun hingga memelihara jalan- jalan di Kecamatan Rumpin, Kabupaten Bogor. Jika melampaui batas waktu yang diten­tukan, peraturan daerah (perda) untuk pemberlakuan portal segera dimatangkan pihak DPUPR. Sedangkan jika pen­gusaha tambang menyanggupi tuntutan yang diinginkan ma­syarakat itu, Pemerintah Kabu­paten (Pemkab) Bogor tak akan lagi menganggarkan dana pembangunan ataupun peme­liharaan di beberapa ruas jalan di Kecamatan Rumpin.­

Kepala Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) Kabupaten Bogor Yani Hasan menjelaskan, nanti­nya tak akan ada anggaran untuk jalan di Rumpin, teru­tama yang dilalui truk tambang. ”Kecuali tahun ini karena su­dah dianggarkan jadi disele­saikan dulu,” kata Yani usai rapat bersama MPB, pengu­saha galian hingga transporter.

Menurut dia, rata-rata truk tambang yang melintas di wi­layah Rumpin memiliki to­nase hingga mencapai 40 ton, sementara kekuatan yang di­miliki jalan Kabupaten Bogor yang sudah dibeton hanya memiliki kekuatan menampung beban kendaraan 8 ton. ”Itu sudah paling tinggi kelasnya untuk kabupaten dengan ke­kuatan 8 ton,” ujarnya.

Sementara itu, pembahasan kedua ini dihadiri tujuh pela­ku usaha tambang galian C dan satu transporter. Kedua belah pihak akan menyampaikan hasil pembahasan ini ke pim­pinan masing-masing.

”Kan katanya harus sharing anggaran untuk pembangunan jalan itu. Tapi, kami akan coba duduk bersama dengan trans­porter mengenai besaran uang­nya dan seperti apa nanti pelaks­anaannya,” kata perwakilan pengusaha galian C Saeful.

Sedangkan Koordinator MPB Atiek Yulis Setyowati mengaku akan mengawal hasil pemba­hasan kali ini. Dia juga akan berkoordinasi dengan DPRD Kabupaten Bogor untuk me­nyiapkan perda penggunaan portal itu. ”Harapannya, truk tambang yang melintas tak lebih dari 8 ton. Jadi, kalau pakai portal ada payung hukum dan bisa dikontrol,” pungkas­nya.

Tersangka Gladiator Didampingi 13 Pengacara

0

BOGOR DAILY-Empat tersangka kasus duel ‘gladiator’ yang meenwakan Hilarius Christian Event Raharjo resmi ditahan. Tak tanggung-tanggung, sebanyak 13 pengacara diturunkan dari Perhimpunan Advokasi Indonesia (Peradi) Cibinong Bogor untuk mendampingi pelaku, BV yang merupakan lawan Hilarius saat insiden maut terjadi 2016.

Kuasa hukum BV, Parsiholan mengatakan untuk membela BV pihaknya akan mendampingi dengan 13 pengacara lainnya yang tergabung dalam PBH Peradi Cibinong. Dan setiap ada pemeriksaan yang dilakukan kepada BV, ia mengaku akan mendampinginya. “Untuk saat ini hanya BV yang sudah menyediakan surat kuasa, untuk beberapa tersangka lainnya belum,” ujarnya kepada Metropolitan.

Kondisi BV pasca digelandang ke Mapolresta Bogor Kota, terlihat sehat namun karena usia BV yang baru meranjak dewasa ia memang sedikit manja dengan ibunya. Sehingga ia pun terus didampingi oleh pamannya ketika penangkapan di Sleman Yogjakarta. Dan ketika ditangkap pun BV sangat kooperatif. “Mulai dari awal dia mengikuti apa yang diminta oleh para penyedik dari Polresta ini, sehingga memudahkan penyidikan juga,” terangnya.

Ketika ditanya soal kejadian perkelahian ala Gladiator yang menewaskan Hila, Parsiholan mengaku bahwa BV sudah sedikit lupa atas kejadian tersebut. Hal itu karena kejadian tersebut sudah terjadi cukup lama, sehingga BV lupa-lupa ingat ketika ditanya penyidik.

Sementara itu Kapolresta Bogor Kombes Polisi Ulung Sampurna Jaya menjelaskan,pihaknya masih terus mencari motif peraturangn Gladiator tersebut. Terlebih dari beberapa tersangka ini merupakan para senior dari salah stau sekolah yang sebelumnya sudah pernah mengalami kejadian serupa. “Empat tersangka sudah ditahan. Kami masih dalami materinya, sehingga untuk sekarang belum diketahui motifnya apa,” paparnya.

Setelah menetapkan empat tersangka, pihaknya juga masih mengejar beberapa tersangka lainnya yang merupakan parasenior dari tempat sekolah BV. “Ada beberapa tersangka yang masih di kejar, dan beberapa tersanga yang kita kerja ini mempunyai peranan dalam duel gladiator ini,” kata dia.

Kasus duel gladiator ini juga menyita perhatian Kapolda Jabar Irjen Agung Budi Maryoto. Petinggi di Polda Jabar itu angkat bicara soal duel gladiator yang menewaskan Hilarius Christian Event Raharjo di Bogor. Menurutnya, duel semacam itu tidak manusiawi.”Tentunya saya sangat prihatin dengan adanya fenomena bom-boman seperti itu,” ucap Agung

Dalam insiden maut yang terjadi pada 2015 itu, Hilarius dan BV terlibat duel. Praktik kekerasan itu malah ditonton oleh rekan-rekannya.”Fenomena budaya itu tentu sangat tidak manusiawi, sekali lagi tidak manusiawi. Diadu di depan teman-temannya,” katanya.

Polisi Palsu Dibekuk, Ternyata Pekerjaan Aslinya Ini…

0

BOGOR DAILY- Karyawan sebuah leasing mobil ditangkap polisi lantaran menggunakan seragam Polri dengan pangkat perwira pertama (Iptu) saat melakukan penarikan mobil bermasalah.

Dalam menjalankan aksinya, pelaku DS (46 tahun) warga Desa Tajurhalang, Kecamatan Cikeruh, Kabupaten Bogor, dilengkapi dengan kartu anggota Polri palsu serta pistol jenis softgun.

“Pelaku melakukan itu agar masyarakat yang bermasalah dalam angsuran mobilnya takut,” kata Kabid Humas Polda Jabar, Kombes Pol Drs Yusri Yunus kepada para wartawan, Sabtu (23/9).

Seragam Polri yang dipakai pelaku mengunakan atribut dari kesatuan Brimob Kelapa Dua Bogor. Selain itu identitas KTP dan kartu keluarga pelaku juga mencantumkan pekerjaan sebagai anggota Polri.

Aksi yang dilakukan pelaku dengan mengaku sebagai anggota Polri sudah dilakukan selama lima tahun lebih. Namun aksi pelaku akhirnya terbongkar setelah seorang warga curiga dengan aksi pelaku.

Warga kemudian melaporkan hal tersebut ke Polres Bogor dan dilakukan penangkapan pada Kamis (22/9) sekitar pukul 16.00 WIB di rumahnya.

Saat ditangkap pelaku masih menggunakan seragam Polri namun tak melakukan perlawanan. Kepada penyidik pelaku menggunakan segaram Polri saat melakukan penarikan mobil bermasalah agar warga takut.

“Pelaku sebenarnya karyawan Leasing Arjuna deengan alamat Jalan Raya Tajur, Kecamatan Bogor Selatan, Kota Bogor,” kata Yusri.

Heboh Situs Lelang Perawan, Daftar Member Rp100 Ribu

0

BOGOR DAILY-Situs lelang perawan mendadak ramai dibicarakan. Ini menyusul adanya peluncuran website besutan kelompok yang mendeklarasikan diri sebagai ‘Partai Ponsel’, (19/9) lalu.Bahkan, situs yang aplikasinya segera dirilis Oktober nanti juga terang-terangan menyediakan layanan lelang perawan dan keperjakaan dengan tarif member dipatok minimalRp100 ribu. Situs ini pun jadi bahan pergunjingan sampai ke telinga menteri.

Dari informasi yang dihimpun, situs tersebut dikelola pemilik nama lengkap Aris Wahyudi. Pada 19 September lalu, lewat Partai Ponselnya ia menggagas program ‘Nikah sirri & Lelang Perawan’. Melalui situs nikahsirri.com yang rencananya akan muncul digoogle playstore 19 Oktober, pengelolanya menyediakan lima layanan andalan. Meliputi layanan lelang perawan danperjaka, layanan mencari istri, mencari suami, mencari penghulu dan mencari saksi. Dari situs tersebut, pengelolanya mengklaim bahwa lelang perawan atau perjaka dapat membantu pemerintah mengentaskan kemiskinan.

Sehingga jika ada perawan atau janda tapi miskin yang memerlukan penghasilan hingga ratusan juta rupiah, bisa mengikuti program tersebut. Sementara berdasarkan posting-an yang diunggah pemilik akun Facebook Jamhari dengan judul‘Melacurkan Diri Itu Ibadah, Benarkah?’ dituliskan bahwa pengelola situs lelang perawan bernama Aris Wahyudi menawarkan penghasilan ratusan juta dengan melelangkan keperawanan ataupun keperjakaannya sesuai kontrak waktu.

“Jadi bila ada perawan atau janda tapimiskin yang memerlukan penghasilanhingga ratusan juta rupiah, bisamengikuti program tersebut. Dalam kontraknya nanti bisa diatur waktunya, apa hanya 1,2,3 hari atau mingguan atau jugabisa bulanan sesuai kemampuan financialcalon mempelai,” demikian bunyi yang tertulisdalam postingan tersebut.

Tak sampai di situ, tempat pelampiasan nafsu juga boleh pilih, bisa di hotel, kosan, mal,rumah dansebagainya.Bahkan dibawah naungan PartaiPonsel, pihaknya menjamin akan menjaga kerahasiaanbagigadisyang telahmenjual keperawanannya atau janda yang nikah kontrak tidak terpublikasi.Sontak, postingan itu akhir- nya dibanjiri komentar. Kebanyakan warga internet (warganet) mengecam munculnya situs tersebut karena dianggap sesat.

“Ini orang gak da iman ny …..kaya itu koq d bilang hallal,” tulis Rupi Dipi. “Semoga allah lindungi bangsa ini dr kehancuran,” timpalRoniyus Dewan Putra. “Astagafirullah, koq semacam ini bisa hidup di negara kita. Ayo pemerintah turun tangan. Blokir akun2 syiah,” imbuh Al Matakoi.

Sementara hasil penelusuran Metropolitan di laman situs, benaradanya bahwa situs ter- sebut terang-terangan menyediakan jasa lelang perawan yang diklaim ikut menggandeng petugas medis. Sedangkan untuk mendaftar, calon anggotanya cukup membuat akun di situs tersebutdan menyetorkan uang pendaftaran yang dikenal istilah ‘koin mahar’ minimal Rp100 ribu. Tak hanya wanita, untuk lelaki juga ada lelang keperjakaan. Untuk menjaminnya, pengelola situsakan memberlakukan sumpah pocong memastikan keperjakaannya
sebagai pengganti tes medis.

“Sedangkan untuk lelang perjaka, karena tidak bisa di buktikan keperjakaannya lewat tes medis, maka akan dilakukan ‘sumpah pocong’ bagi perjaka yang menjadi mitra kami dan dilakukan oleh tim ulama. Ini semua kami lakukan demi memberikan garansi keyakinan 100%kepada client (pelamar),” sebut pengelola dalam situsnya.

Munculnya situs ini pun jadi pembicaraan selevel menteri. Menteri Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (PPPA) Yohana Susana Yembise mengatakan, program yang ditawarkan laman nikah sirri.com mengarah pada tindakan eksploitasi perempuan.

“Program ini sama hal- nya dengan pelacuran terselubung yang dibalut dengan prosesi lelang perawan dan kawin kontrak dengan modus agama,” kata Yohana dalam keterangan tertulisnya. Yohana mendesak kepolisian dan Kementerian Komunikasidan Informasi (Kemenkominfo) menindak lanjuti

laman ini. Sebab, laman nikahsir ri.com diduga mengandung unsur penyesatan informasi. “Apakah dalam kasus ini terbukti adanya unsur eksploitasi sehingga melanggar pidana dan unsur pelanggaran norma kesusilaan dalam Undang-Undang Informasi dan Transaksi Elektronik,” ucapnya.

Yohana menyebut masih banyak cara mengentaskan kemiskinan. Misalnya pemberdayaan ekonomi dan politik bagi perempuan. “Saya tidak membenarkan program mengentaskan kemiskinanmelalui lelang keperawanan dan kawin kontrak. Program ini sudah merendahkan harkat martabat kaum perempuan sebagai manusia,” ujarnya.

Yohana mengimbau agar seluruh perempuan tidak mudah terperdaya ajakan kawin kontrak. Dia meminta perempuan jangan pernah terlibat dalam praktik prostitusi. Sementara di Bogor, situs itu juga tak luput dari sorotan para tokoh dan sesepuh. Salah satunya jadi sorotan Ketua Majelis Ulama Indonesia (MUI) Kabupaten Bogor KH Mukri Aji. Mukri Aji menilai bahwa website tersebut seharusnya ditindak aparat. Sebab, menurutnya, manusia bukanlah barang mati yang dapat dilelangkan.

“Tidak boleh adanya lelang-lelang tersebut, karena manusia merupakan makhluk yang mulia yang tidak dapat diperjualbelikan,” ujarnya kepada Metropolitan. Sebagaimakhluk hidup yang memiliki derajat mulia, harusnya tidak ada orang yang mau melakukan haltersebut. Sebab secara hukum agama tidak memperbolehkan adanya jual beli tubuh. Sebab, arti dilelang ini diperjualbelikan.

Nantinya jika menikah pun, menurutnya, motivasinya hanya karena keperawanannya atau keperjakaannya saja, tidak ada unsur suka sama suka. “Menikah ini untuk menyatukan dua keluarga menjadisatu dan jika seperti itu tidak akan terjadi penyatuan keluarga tersebut,” terangnya.

Wangi Harum Tercium dari Makam Ini Saat Dibongkar, Ini Kisahnya

BOGOR DAILY- Makam Etong bin Asman yang berlokasi di RT 6/1 Desa Cimande Hilir, Kecamatan Caringin, Kabupaten Bogor membuat warga heran. Penyebabnya, makam yang usianya sudah puluhan tahun itu saat digali untuk dipindahkan oleh warga tercium wewangian yang cukup harum.

“Dari sekian banyak makam yang dipindahkan, saya baru satu menemukan makam yang wangi banget,” kata tokoh masyarakat Kampung Tenggek, H Syrojudin.

Lebih lanjut dia mengatakan, jasad almarhum Etong bin Asman memang hanya menyisakan tulang berulang sama halnya seperti ratusan jasad lainnya. “Kain kafannya mah sudah habis dimakan tanah, tapi tengkorak kepalanya masih utuh terus kapasnya juga masih ada dan wangi banget,” ungkapnya.

Menurutnya, kapas yang masih tersisa itu menempel dibagian tengkorak belakang kepala almarhum Etong bin Asman yang tidak lain masih ada hubungan keluarga dengannya. “Almarhum paman dari istri saya, tapi saya juga belum kenal sama almarhum. Karena saat saya menikah dengan istri saya, almarhum sudah meninggal dunia,” kata dia.

Ia pun menanyakan kepada kerabat serta saudara terkait semasa hidup alamarhum Etong bin Asman. Etong hanya dikenal sebagai orang yang tingkat kesabarannya cukup tinggi ketika menghadapi permasalahan dalam hidupnya.

“Kalau menurut keluarga dari istri saya, almarhum itu semasa hidupnya orangnya paling sabar banget, mungkin itu kelebihan yang jarang dimiliki orang lain,” terangnya.

Saat ini, jasad Etong sudah dipindahkan ke pemakaman umum yang berada di Kampung Tenggek RT 4/1 Desa Cimande Hilir, Kecamatan Caringin, Kabupaten Bogor. Pemindahan makam ini karena lokasinya akan digunakan untuk proyek pembangunan Tol Bocimi.

Obat-obat Ini Dilarang Beredar, Nih Daftarnya

BOGOR DAILY – Kasus tewasnya penenggak pil ‘gila’ di Sulawesi menjadi peringatan. Satuan Narkotika dan Obat-obatan Terlarang (Satnarkoba) Polres Bogor dan Badam Nasional Narkotika Kabupaten (BNNK) Bogor melakukan beberapa lankah pencegahan. Salah satunya turun ke lapangan mencari obat-obat yang izinnya sudah dicabut Badan Pengawasan Obat dan Makanan (BPOM).

Ketujuh jenis obat-obatan yang izin edarnya telah dibatalkan BPOM antara lain  obat-obat jenis Paracetamol Caffein Carisopradol (PCC), Magadon dengan Zat Aktif Nitrazepam, Rohypnol dengan Zat Aktif Flunitrazepam, Calmet 2 mg dengan Zat Aktif Alprazolam 2 mg, Dekstrometorfan, Tramadol produksi PT. Promedrahardjo serta obat-obat tersebut mengandung Carisoprodol.

Kepala Satnarkoba Polres Bogor AKP Andri Alam Wijaya mengatakan, pencegahan dengan cara turun ke lapangan sudah dilakukan sejak tiga hari yang lalu. Selain melakukan pengecekan, pihaknya juga menyebarkan selebaran imbauan larangan tujuh jenis obat-obat  yang sudah dilarang BPOM. “Beberapa toko sudah kita tindak (datangi dan berikan solusi). Razia dilakukan bersama BNNK dan Dinkes Bogor,” kata Andri.

Ia berharap, seluruh apotek, toko obat, pedagang serta apoteker tidak lagi mendistribusikan, mengedarkan hingga meracik ketujuh jenis obat-obatan yang sudah dicabut izinnya tersebut. Karena, jika larangan dan pamplet sudah disebar. Namun bila masih ditemukan ada yang dengan sengaja menjual, maka ada sanksi hukumnya. “Saat ini kita berikan sosialisasi dan himbauan terlebih dahulu. Kalau masih membandel kita kenakan sanksi hukum,” harapnya.

Andri menambahkan, memang untuk pendistribusian, pengedaran, penjualan dan peracikan obat-obatan psikotropika Golongan I, II, III dan IV masih bisa dilakukan. Akan tetapi, itu pun wajib mendapat persetujuan terlebih dahulu dari Dinkes dan di bawah pengawasan Balai POM. “Sedangkan penjualan Langsung Kepada Konsumen harus berdasarkan Resep dari Dokter yang berkompeten sehingga dapat dipertanggungjawabkan secara medis dan hukum,” tutupnya.

Sementara itu di Kota Bogor, Dinas Kesehatan Kota Bogor mewaspadai peredaran obat keras merek PCC atau Paracetamol-carisoprodol-caffeine. Sebab, PCC merupakan obat keras yang tidak boleh dijual sembarangan atau harus seizin dokter. Namun, obat ini dipasarkan dengan harga murah kepada siswa di Kendari, Sulawesi Tenggara yang menyebabkan 25 remaja dilarikan ke Rumah Sakit, dan satu lainnya tewas.

Menyikapi hal ini, Kepala Seksi Perbekalan Kesehatan, Pengawasan Obat dan Makanan Dinas Kesehatan (Dinkes) Kota Bogor Nurhaeda mengimbau masyarakat untuk tidak sembarangan meminum obat. “PCC ini dulunya obat untuk penyakit jantung dan tidak boleh dikonsumsi sembarangan, karena banyak yang menyalahgunakan obat ini izin edarnya ditarik dan tidak boleh dijadikan sebagai obat lagi,” ujar Nurhaeda.

Menurut Nurhaeda, PCC yang ada di Kendari kemungkinan di produksi dan dijual secara ilegal untuk orang-orang yang biasa mengkomsumsi obat-obatan. Tujuannya bisa jadi untuk mendapatkan euforia effect, pleasure effect atau dalam bahasa mereka bisa bikin nge fly. Efek nge fly tersebut terjadi karena obat bekerja di susunan syaraf pusat yang membuat pain killer, membuat rileks dan tidur menjadi nyaman. “Kalau dikomsumsi secara berlebihan serta dicampur dengan obat lain bisa mempengaruhi susunan saraf pusat dan segala sesuatu yang mempengaruhi saraf pusat akan menimbulkan halusinasi,” terangnya.

Terkait peredaran PCC di Kota Bogor, lanjut Nurhaeda, karena itu merupakan barang ilegal keberadaanya tidak bisa terpantau atau terdeteksi, terkecuali jika ada razia dari kepolisian dan ditemukan obat tersebut. Namun, sejauh ini Dinkes Kota Bogor belum mendapatkan laporan kasus dari masyarakat terkait PCC ini. “Kami belum dengar ada laporan kasus ini dari masyarakat atau dari puskesmas ada korban penyalahgunaan PCC,” imbuhnya.

Ia menambahkan, Dinkes bersama Disperindag selalu melakukan penyuluhan ke sekolah-sekolah terkait cara memilih obat dan menjadi konsumen cerdas. Sebelum memilih obat, masyarakat harus terlebih dahulu memperhatikan izin edarnya, membeli di tempat yang resmi, perhatikan tanda lingkaran warna pada obat dan jangan sembarangan menerima obat dari orang asing.

“Sosialisasi dan penyuluhan selalu dilakukan untuk meminimalisir penyalahgunaan obat,” katanya.

Sementara itu, Kepala Seksi Pencegahan Penanggulangan Penyakit Menular dan Survailens Dinkes Kota Bogor Sari Chandarwati mengatakan, sejauh ini pihaknya belum mendapatkan laporan korban PCC, karena biasanya yang memakai obat-obatan tersebut dilakukan sembunyi-sembunyi. Melihat kejadian di Kendari yang korbannya didominasi anak remaja, dirinya menyarankan agar kepolisian melakukan razia dan sekolah melakukan pemeriksaan kepada siswanya agar jangan sampai ada korban PCC di Kota Bogor.

“Setiap hari pasti ada saja jenis obat baru yang berbahaya, maka yang terpenting saat ini peningkatan pengawasan dan penguatan kepada anak dari dalam keluarga atau bisa juga dilakukan pengecekan tes urine,” pungkasnya.

Catat! Tarif Resmi Uji KIR Cuma Rp70 Ribu

BOGOR DAILY-Penangkapan enam Pegawai Negeri Sipil (PNS) dan tujuh calo kir dalam Operasi Tangkap Tangan (OTT) oleh petugas Polda Jawa Barat membuat Dinas Perhubungan (Dishub) Kabupaten Bogor berbenah. Kepala Seksi Keselamatan Dishub Kabupaten Bogor Dadang mengatakan layanan uji KIR bakal segera diperbaiki. Ia juga memastikan jika enam stafnya tidak ditangkap namun hanya dimintai keterangan sebagai saksi.

Menurutnya, OTT  itu tidak ada urusan sama sekali. Karena hanya sebatas menjadi saksi terkait OTT. Sehingga, dapat disimpulkan kejadian kemarin untuk pegawai Dishub clear atau bersih. “Kalau kita hanya dimintai keterangan saja terkait apa saja kegiatan yang dilakukan disana,” kata Dadang.

Dadang juga menjelaskan, untuk pernyataan pemilik kendaraan yang membayar retribusi Uji KIR mencapai sebesar Rp220 ribu bukan ditetapkan dishub. Karena, sesuai dengan aturan, retribusi Uji KIR kendaraan tidak lebih dari Rp70 ribu. “Kalau kita hanya Rp60 sampai 70 ribu. Itu yang meminta pengurusnya atau di luar kita (pegawai dishub, red),” jelasnya.

Ia menuturkan, memang pada saat pemeriksaan yang dilakukan aparat kepolisian tercetus pertanyaan kenapa harus ada koordinator dalam proses Uji KIR ini. Alasannya, karena memang pihaknya akan mengalami kesulitan jika tidak ada koordinator yang menghubungi ketika ada kendaraan mau melakukan Uji KIR. “Jadi gini, minimal kita berikan pelayanan ke lapangan itu harus ada 15 unit kendaraan. Fakta di lapangan, kan tidak semua langsung mengajukan, sehingga dikumpulkan dulu lah sama koordinatornya biar mencapai batasan minimalnya. Koordinator ini ada untuk mempermudah pengurusan,” tutur dia.

Dadang juga mengimbau masyarakat pemilik kendaraan yang mau melakukan Uji KIR dapat mengurus sendiri tanpa melalui perantara. “Jangan dikasih atau menyuruh ke orang lain, tentu itu akan membengkak biayanya dan tidak mungkin ada yang gratis kalau lewat perantara,” yakinnya.

Sedangkan, untuk unit kendaraan dinas milik Dishub Kabupaten Bogor yang sempat diberikan garis line oleh aparat kepolisian, saat ini sudah kembali ke kantor. Namun, belum dioperasionalkan karena memang belum ada permintaan dari masyarakat. “Kalau ada permintaan tentu kita akan operasionalkan. Kita ke lapangan karena memang sesuai permintaan masyarakat, melalui koordinatornya. Itupun koordinator yang memiliki surat kuasa dari pemilik kendaraan,” ujarnya.

Sebelumnya, OTT terhadap Pegawai Negeri Sipil (PNS) terjadi di wilayah Bumi Tegar Beriman. Kali ini menimpa petugas Uji KIR Dinas Perhubungan (Dishub) Kabupaten Bogor. Aparat Kepolisian dari Polda Jabar berhasil mengamankan sebanyak 13 orang di Desa Warung Borong, Kecamatan Ciampea, Rabu (20/9).

Informasi yang dihimpun, penangkapan ini bermula saat Dishub Kabupaten Bogor melakukan uji KIR keliling di Kantor Kecamatan Ciampea. Puluhan pemilik kendaraan mengantri untuk memperpanjang uji KIR kendaraanya. Namun, karena biaya yang dikenakan terhadap pemilik kendaraan tidak sesuai dengan persyaratan administrasi, pihak Polda Jabar mengamankan sebanyak 13 orang yang terdiri dari, 6 orang pegawai Dishub dan 7 orang warga sipil yang diketahui sebagai calo. Pemeriksaan sendiri dilakukan Polda Jabar di Mako Polresta Bogor Kota, kemarin.

Menanggapi hal itu, Kasat Reskrim Polresta Bogor Kota, Kompol Achmad Choerudin membenarkan pemeriksaan yang dilakukan petugas Polda Jabar diruangannya. Namun, ia tidak bisa memberikan komentar lebih terkait OTT ini. “Itu mah Polda. Tunggu aja,” kata Choerudin saat ditemui di kantornya sekitar 01:00 WIB.

Beton 140 Ton Timpa Pekerja Jembatan Tol Bocimi, 1 Tewas

BOGOR DAILY- Sebuah jembatan beton sepanjang 34 meter ambruk dan mengakibatkan seorang pekerja tewas dan 2 lainnya luka berat.

Peristiwa tersebut terjadi pukul sekitar 17.30 WIB, Jumat (22/9/2017) di Kampung Tenggek, RT 04/01, Desa Cimande Hilir, Kecamatan Caringin, Kabupaten Bogor.

Saat kejadian tersebut korban langsung dilarikan ke RSUD Ciawi dan dibantu pekerja lain yang juga berada di sekitar. Pantauan di lokasi, Jembatan selebar 2,30 meter dan berat 140 ton tersebut hancur dengan lima patahan.

Saat dikonfirmasi, Kapolsek Caringin AKP Fitra Zuanda mengatakan, saat ini ketiga korban yang tertimpa jembatan pembangunan tol bocimi sudah berhasi dievakuasi.

“Satu orang atas nama Maman (28) meninggal dunia dan dua orang lainnya luka-luka,” terangnya kepada TribunnewsBogor.com.

Dari data kepolisian, Maman merupakan warga Kuningan yang tewas tertimpa reruntuhan jembatan yang berlokasi Kampung Tenggek, Desa Cimande hilir, Kecamatan Caringin, Kabupaten Bogor.

Sementara itu, korban luka atasnama Saripudin (35) kakinya remuk sebelah kanan dan umur kira2 35 tahun luka kaki Darwin (30) kaki kanan luka sobek.

Sampai saat ini masih dalam penyelidikan serta PT Waskita selaku pengelola proyek belum bisa memberikan komentar.

Niat Nyalip, Pengendara Ini Malah Tewas Terlindas Tronton

BOGOR DAILY- Hendak menyalip tronton, Inda Supriyatna (46), warga Kampung Muruharja RT 02/03, Kelurahan Ciapus, Kecamatan Ciomas,  Kabupaten Bogor meninggal di tempat. Ia terlindas setelah sepeda motor Suzuki Skywave dengan nopol F-9627-QC yang dikendarai terjatuh di Jalan Raya Legok-Parung Panjang, Jumat (22/9/2017).

Korban sekitar pukul 06.00 WIB sedang memacu motornya dari arah Parung Panjang. Saat hendak menyalip sebuah truk tronton nopol B-9627-QC yang dikemudian oleh Saripudin, ternyata dari arah berlawanan melaju angkot kecepatan tinggi.

“Korban menghindari tabrakan dengan angkot, kemudian terjatuh ke sisi kiri,” terang Kasat Lantas Polresta Tangsel, AKP Lalu Hedwin Hanggara, Jumat (22/9/2017).

Naas, saat terjatuh, posisi korban tepat di ban kanan belakang tronton tubuh tersebut. Padahal menurut Hedwin, tronton tersebut sedang melaju dengan kecepatan rendah.

“Korban tewas karena mengalami luka berat pada bagian kepala dan punggung,” tambahnya.

Sementara angkot yang nyaris bertubrukan dengan korban tidak terlacak karena tetap melaju dengan kecepatan tinggi. Korban kemudian dievakusi tim laka lantas Polres Tangsel ke RSUD Tangerang. Sementara sepeda motor korban pun mengalami kerusakan pada bagian bodi sebelah kanan, dan spion samping kanan copot.

“Sopir berikut truk trontonnya sudah kami amankan untuk proses penyelidikan,” tutupnya.