Monday, 13 April 2026
Home Blog Page 8918

Kantongi 2 Alat Bukti, KPK Yakin Status Tersangka Novanto Sah

0

BOGOR DAILY-Setya Novanto meminta status tersangkanya digugurkan melalui sidang praperadilan. KPK menegaskan penetapan tersangka terhadap Novanto adalah sah karena memiliki dua alat bukti yang cukup.

“Penetapan tersangka sudah memenuhi sekurangnya dua alat bukti. Dalil pemohon keliru, tidak beralasan dan tidak berlandasan hukum,” kata Kabiro Hukum KPK, Setiadi, di Pengadilan Negeri Jakarta Selatan (PN Jaksel), Jl Ampera Raya, Jakarta Selatan, Jumat (22/9/2017).

Hal itu disampaikan KPK saat menjawab dalil permohonan Setnov yang menilai KPK tidak memiliki alat bukti untuk menetapkan Novanto sebagai tersangka.

Setiadi mengatakan, proses penemuan dua alat bukti telah didapat pada saat proses penyelidikan sehingga saat dinaikkan statusnya menjadi penyidikan, penyidik telah memiliki bukti permulaan yang cukup. Dengan demikian, dalil pemohon yang menyatakan KPK tidak memiliki alat bukti yang cukup adalah salah.

“Proses temukan sekurangnya dua alat bukti bukan dilakukan penyidikan tapi di tahap penyelidikan. Itu lah sebabnya dalam menaikkan tahap penyelidikan ke penyidikan, harus diperoleh dulu sekurangnya dua alat bukti yang menunjukkan adanya peristiwa pidana dan siapa calon tersangkanya. Sehingga ketika dinaikkan ke penyidikan telah diketahui tersangkanya,” ujar Setiadi.

“Oleh karena itu, sangat berdasar pada tahap akhir penyelidikan, termohon punya calon tersangka karena sudah temukan peristiwa pidana dan temukan minimal dua alat bukti,” ujarnya.

KPK menjelaskan, Novanto ditetapkan sebagai tersangka atas sebelumnya telah melakukan pemeriksaan terhadap beberapa orang saksi dan saksi ahli. KPK juga memiliki alat bukti berupa dokumen dan elektronik.

“Pemohon ditetapkan sebagai tersangka oleh termohon setelah dilakukan pemeriksaan saksi, pemeriksaan pemohon, dan pengumpulan bukti dokumen serta elektronik. Dikuatkan adanya fakta yang terkuak dalam persidangan Irman dan Sugiharto dan Andi Agustinus,” ujarnya.

KPK menjelaskan, proses penyelidikan dugaan kasus korupsi e-KTP telah dimulai sejak 2013. Proses penetapan tersangka Novanto adalah pengembangan terdakwa Irman dan Sugiharto. Selanjutnya Novanto juga diduga melakukan korupsi bersama Irman dan Sugiharto serta Andi Agustinus dalam proyek pengadaan e-KTP. Saat ini sidang Andi Agustinus masih berlangsung di Pengadilan Tipikor.

“Keterangan saksi keterlibatan pemohon dalam kasus e-KTP berkesuaian dan konsisten disampaikan dalam penyidikan. Adanya pertemuan pemohon dengan pihak Kemendagri yang dilakukan sehubungan penganggaran e-KTP jadi fakta persidangan dan diambil alih jadi fakta hukum,” ucap Setiadi.

KPK menegaskan penyidikan dan penyelidikan telah sesuai dengan prosedur sebagaimana telah terbukti di sidang materi di Pengadilan Tindak Pidana Korupsi.

“Penyelidikan, penyidikan yang dilakukan termohon sudah sesuai dengan peraturan perundangan, UU KPK dan SOP yang berlaku. Atas pengembangan penyidikan telah teruji di sidang peradilan dalam perkara lainnya,” kata Setiadi.

Ridwan Kamil Enggak Kaget ‘Dikawinkan’ dengan Anak Yance

0

BOGOR DAILY- Wali Kota Bandung Ridwan Kamil mendapat dukungan dari Partai Golkar. Dalam surat dukungan tersebut disebutkan jika dia akan dicalonkan bersama kader Golkar, Daniel Mutaqien Syafiuddin. Kumaha, Kang Emil, setuju?

Ditemui di Pendopo Kota Bandung, Emil merasa tidak kaget jika ‘dikawinkan’ dengan Daniel. “Nggak kaget karena dari awal siapapun wakil saya, saya tidak masalah,” ucapnya kepada wartawan, Jumat (22/9/2017).

Dia menuturkan terakhir kali berkomunikasi dengan Daniel yang merupakan anak mantan terpidana kasus korupsi lahan PLTU Indramayu Irianto MS Syafiuddin alias Yance itu adalah saat melakukan kunjungan ke Kabupaten Indramayu sekitar satu bulan lalu.

“Terakhir dulu waktu kunjungan,” katanya.

Emil menyebut komunikasi dengan nama-nama selain Daniel, seperti Uu Ruzhanul Ulum dan Asep Maosul yang merupakan Bakal Calon Wakil Gubernur (Balon Wagub) dari PPP juga dilakukan dengan intensitas yang sama.

“Kalau ke Golkar kadernya pengen (jadi wakil), saya ngobrol. PPP juga kadernya pengen ketemu saya, ngobrol. Begitu juga PKB. Jadi intensitas saya dengan Pak Daniel, sama dengan Pak Asep atau Pak Uu,” katanya.

Dalam hal ini, Emil memposisikan diri hanya sebagai calon yang menunggu dukungan. Sementara untuk siapa wakil yang akan mendampinginya diserahkan pada koalisi partai pendukung.

“Saya mah penganten. Kalau keluarga mempelai belum memberikan surat resmi terus keburu geer, tahunya tidak berjodoh. Jadi saya tahu diri,”ujar Emil.

Seperti diketahui Daniel merupakan kader Partai Golkar yang kini duduk di DPR RI. Daniel lahir dari keluarga politisi Golkar. Ayahnya Irianto MS Syafiuddin merupakan mantan Bupati Indramayu dan mantan Ketua DPD I Golkar Jabar. Sementara ibunya Anna Sophanah kini meneruskan karir sang suami sebagai Bupati Indramayu.

Beredar Surat Penetapan Ridwan Kamil Jadi Cagub dari Golkar

0

BOGOR DAILY-Partai Golkar mengesahkan dan menetapkan Ridwan Kamil berpasangan dengan Daniel Muttaqien maju ke Pilgub Jabar 2018. Keputusan tersebut sudah direstui oleh Ketum Golkar Setya Novanto.

Dalam surat yang beredar, surat tersebut ditujukan kepada Ketua DPD Golkar Jabar Dedi Mulyadi. Namun, surat tersebut belum ada nomornya beserta tanggal. Namun, surat tersebut sudah dibubuhi tanda tangan Novanto dan Sekjen Golkar Idrus Marham.

Wasekjen Golkar Ace Hasan tak membantah soal penunjukkan Ridwan Kamil jadi Cagub Jabar yang diusung Golkar. Namun, dia tak mau bicara detail soal isi surat.

“Pertama, bahwa DPP Partai Golkar mengeluarkan surat tersebut memang harus secara resmi melakukan rapat, dengan melibatkan semua unsur di dalam DPP Partai Golkar. Juga termasuk di dalamnya Ketua DPD Provinsi Jawa Barat,” ujar Ace, Jumat (22/9).

Berikut isi surat penetapan Kang Emil jadi Cagub Jabar oleh Golkar:

Nomor: R- /GOLKAR/IX/2017
Klasifikasi: Rahasia
Lampiran: –
Perihal: Pengesahan Pasangan Calon Kepala Daerah Provinsi Jawa Barat

Jakarta, September 2017
Kepada Yth,
Ketua DPD Partai GOLKAR Provinsi Jawa Barat di Bandung

Dengan Hormat,
Berdasarkan:
1. Petunjuk pelaksanaan DPP Partai GOLKAR Nomor: Juklak-6/DPP/GOLKAR/VI/2016 tanggal 15 Juni 2016 tentang Penetapan Pasangan Calon Gubernur, Bupati, dan Wali Kota dari Partai Golongan Karya.
2. Laporan dari DPD Partai GOLKAR Provinsi Jawa Barat yang disampaikan dalam rapat Tim Pilkada Pusat pada tanggal 1 Juli 2017, 1 Agustus 2017 dan 4 September 2017 tentang proses Pilkada Provinsi dan Kabupaten/Kota di Provinsi Jawa Barat.
3. Hasil rapat Tim Pilkada pusat Partai GOLKAR yang dilaksanakan pada tanggal 1 Juli 2017, 1 Agustus 2017 dan 4 September 2017 yang dihadiri unsur Pimpinan DPD Partai GOLKAR Provinsi Jawa Barat.

Dewan Pimpinan Pusat Partai GOLKAR menetapkan dan mengesahkan:
Sdr. H. MOCHAMAD RIDWAN KAMIL, S.T., M.U.D sebagai calon Kepala Daerah berpasangan dengan Sdr. H. DANIEL MUTTAQIEN SYAFIUDDIN, S.T., sebagai calon Wakil Kepala Daerah Provinsi Jawa Barat yang diusung Partai GOLKAR dalam Pilkada serentak Putaran ke-3 tahun 2018.

Diinstruksikan kepada Saudara Ketua DPD Partai GOLKAR Provinsi Jawa Barat untuk:
1. Menindaklanjuti keputusan tersebut di atas sesuai dengan ketentuan organisasi dan peraturan perundang-undangan yang berlaku.
2. Mendaftarkan pasangan calon yang sudah ditetapkan ke Komisi Pemilihan Umum Daerah setempat sesuai jadwal yang ditetapkan.
3. Keputusan ini bersifat final dan mengikat bagi seluruh jajaran Pengurus/Fungsionaris/Kader dan Anggota Partai GOLKAR.
4. Segala Tindakan yang bertentangan dengan hasil keputusan ini akan dikenakan sanksi sesuai dengan keputusan organisasi yang berlaku.

Demikian disampaikan untuk dilaksanakan, dan atas perhatian Saudara diucapkan terima kasih.

Ketua Umum Sekretaris Jenderal

Setya Novanto Idrus Marham

Satu Tersangka Duel Gladiator Masih Diburu

0

BOGOR DAILY-Polisi berjanji mengusut kasus tewasnya Hilarius Christian Event Raharjo yang berduel ala gladiator di Bogor. Satu pelaku lain masih diburu polisi.

“Pelakunya sudah kita tangkap empat orang. Tinggal satu lagi,” ujar Kapolda Jabar Irjen Agung Budi Maryoto usai kegiatan HUT ke-62 Polantas di Jalan Diponegoro, Kota Bandung, Jabar, Jumat (22/9/2017).

Agung mengatakan saat ini tim dari Satreskrim Polresta Bogor tengah mengejar pelaku. Identitas pelaku sudah diketahui polisi.

“Kita sedang kejar. Mudah-mudahan enggak terlalu lama bisa tertangkap,” kata Agung.

Empat pelaku yang ditangkap polisi yaitu berinisial BV, HK, MS dan TB. Polisi menciduk mereka di tempat terpisah. BV diringkus aparat di Yogyakarta, MS di Bandung, HK dan TB di Bogor.

Mereka memiliki peran berbeda. BV selaku orang yang berduel dengan Hilarius. Sementara MS bertugas mencari lokasi duel sekaligus menjadi wasit.

Hilarius yang merupakan siswa kelas X SMA Budi Mulia Bogor tewas setelah berduel dengan BV siswa SMA Mardi Yuana. Keduanya dipaksa berkelahi ala gladiator di Taman Palupuh, Tegal Gundil Bogor.

Siapkan Rp9 Miliar, 4 Jalur Alternatif Puncak Dibikin Mulus

BOGOR DAILY-Jelang pelebaran Jalan raya Puncak, pemerintah kabupaten (Pemkab) Bogor menyiapkan anggaran sebesar Rp9 miliar untuk perbaikan jalur alternatif yang bisa dilalui warga. Sedikitnya ada empat jalur altyernatif yang tersebar di empat kecamatan. Meliputi Cisarua, Ciawi, dan dua jalur Megamendung.

Kepala DPUPR Kabupaten Bogor, Yani Hasan mengatakan, empat titik tersebut telah disiapkan infrastrukturnya untuk dilalui warga. Yakni dengan melakukan pengaspalan jalan.

“Kami belum buka jalur baru. Hanya memanfaatkan jalur yang ada dengan memperbaikinya agar lebih nyaman,”ungkap Yani.

Menurutnya, keempat titik ini memiliki panjang jalan sekitar 8 Km, dibangun melalui dana APBD 2017 sebesar Rp9 miliar. Ditargetkan, pembangunan akan rampung pada akhir tahun ini. “Tahun ini beres. Progresnya saat ini sudah di angka 30 sampai 40 persen,” terangnya

Sementara itu, Kapolda Jawa Barat (Jabar) Irjen Agung Budi Maryoto juga ikut menanggapi soal keberadaan jalur alternatif saat melakukan pengecekan jalur Bogor-Puncak-Cianjur (Bopuncur).

Menurut Kapolda, memang kalau jalur alternatif diperlebar, kemacetan yang biasa terjadi di kawasan Puncak dapat terurai. Akan tetapi, hal tersebut tidak semudah yang dibayangkan, karena melebarkan jalan tentu membutuhkan biaya yang tinggi, belum lagi kendaraan-kendaraan akan melewati rumah-rumah penduduk. “Tidak mungkin sepertinya. Belum ketika mau dilebarkan akan berbenturan dengan rumah-rumah warga. Maka inilah kesulitannya,” katanya.

Dengan itu, ia berharap, masyarakat dapat mematuhi aturan pada saat aparat kepolisian melakukan penutupan jalur sementara. Hal ini dilakukan agar kendaraan tidak berebut saat melintas, dalam artian pelan namun aman. “Selain kita juga mengingatkan jajaran agar terus layani masyarakat. Kita minta masyarakat agar bersabar ketika ada one way atau ada buka tutup jalur,” harap dia.

6 Petugas Dishub Kena OTT Polda Jabar, Ini Lho Kasusnya

BOGOR DAILY-Satu buah mobil milik Dinas Perhubungan Kabupaten Bogor kini sedang berada di Polresta Bogor Kota.

Hal itu berkaitan hasil operasi tangkap tangan (OTT) yang dilakukan Polda Jabar terhadap beberapa anggota Dinas Perhubungan Kabupaten Bogor.

Menurut informasi ada 13 orang yang ditangkap yang terdiri dari, 6 orang pegawai Dishub  dan 7 orang warga sipil (calo). Penangkapan sendiri tersebut berlangsung saat Dinas Perhubungan Kabupaten Bogor melakukan uji KIR keliling di Kantor Kecamatan Ciampea.

Saat itu puluhan pemilik kendaraan mengantri untuk memperpanjang uji KIR kendaraannya. Namun, karena biaya yang dikenakan terhadap pemilik kendaraan tidak sesuai dengan persyaratan administrasi, pihak Polda Jabar mengamankan sebanyak 13 orang.

Hingga sampai saat ini belum ada keterangan resmi dari pihak kepolisian dari mulai Polda Jabar maupun Polresta Bogor Kota maupun Polres Bogor.

Karena  masih dalam tahap pemeriksaan dan melengkapi berkas BAB.Di Mako Polresta Bogor Kota, satu unit kendaraan milik Dishub Kabupaten Bogor terparkir di depan ruangan Satreskrim Polresta.

Kendaraan dengan nopol F 8519 F yang diperuntukan untuk menguji KIR atau unit kendaraan pemeriksaan dijalan dengan diberikan garis line oleh aparat kepolisian.

Pelaku Duel ‘Gladiator’ Dijebak Pakai Cewek Cantik

0

BOGOR DAILY-Kamis (21/9) dini hari, seorang pemuda dengan jaket biru dongker dan celana jeans keluar dari sedan putih di halaman Mapolresta Bogor Kota. Sambil menutup sebagian wajahnya, lelaki itu tertunduk memasuki ruang penyidik. MS yang baru seminggu kuliah di Bandung terpaksa diseret ke kantor polisi bersama tiga rekannya yang terlibat duel gladiator setahun silam. Mahasiswa Universitas Komputer Indonesia (Unikom) itu akhirnya berhasil dijebak dengan wanita cantik.

Kantor Mapolresta Bogor Kota mendadak ramai sejak Kamis (21/9) dini hari. Sejumlah awak media sudah menanti kedatangan empat pelaku yang terlibat duel gladiator yang menewaskan Hilarius Christian Event Raharjo, siswa SMA Budi Mulya yang tewas secara tragis pada 29 Januari 2016.

Tiga anggota Satreskrim Polresta Bogor Kota dengan pakaian preman ikut menggandeng para pelaku, yakni MS, HK, BV dan TB. Keempatnya digelandang ke ruang penyidik untuk diinterogasi terkait motif di balik aksi duel gladiator yang sudah turun-temurun.

Sejak kasus tewasnya Hilarius siswa kelas sepuluh SMA Budi Mulya mencuat di media soial (14/9/17), polisi bergerak cepat mengusutnya. Termasuk mengumpulkan keterangan 17 saksi dan melakukan pelacakan terhadap para tersangka yang tersebar di tiga kota yang meliputi Kota Bogor, Yogyakarta dan Bandung.

Hasilnya, Rabu (20/9) polisi berhasil meringkus empat dari enam tersangka dalam tewasnya Hilarius di Taman Palupuh, belakang SMAN 7, Kota Bogor. Salah satu caranya dengan menjebak MS lewat seorang mahasiswi cantik di Unikom, sebut saja Mira (nama samaran, red). Lewat bantuan cewek cantik itu, polisi berhasil meringkus MS di kos-kosan. Penangkapan ini berawal dari hasil pelacakan polisi tentang keberadaan pelaku.

Kasat Reskrim Polresta Bogor Kota Kompol Achmad Choerudin mengatakan, pihaknya telah mengintai pelaku selama tiga hari. Polisi sengaja menggunakan jasa wanita untuk memudahkan proses penangkapan. “Awalnya memang cukup sulit, tetapi kita meminta bantuan temannya (Mira, red) yang masih satu kampus walaupun berbeda fakultas. Mereka berkenalan di salah satu media sosial sampai akhirnya dekat,” ujarnya kepada Metropolitan.

Saat ditangkap di kos-kosan MS, pelaku tidak memberi perlawanan. Ia akhirnya dibawa ke Bogor untuk dilakukan pemeriksaan atas perannya sebagai wasit saat duel gladiator berlangsung setahun silam antara Hilarius dengan BV.

Dari informasi yang dikumpulkan, MS bukan cuma menjadi wasit, teapi juga sebagai promotor yang ikut melegalkan pertarungan maut. Saat itu MS duduk di bangku kelas 12 SMA. “MS ini memang berperan juga sebagai wasit dan yang mencari lokasi untuk bertarungnya,” paparnya.

Selain MS, polisi juga meringkus tiga tersangka lainnya. Termasuk menangkap siswa yang saat itu menjadi lawan korban gladiator. Adalah BV, siswa yang kini bersekolah di Daerah Ibu Kota Yogyakarta (DIY) akhirnya harus berurusan dengan kasus pidana.

Polisi mengaku telah mengumpulkan informasi tentang keberadaan BV hingga pada akhirnya mengarah ke Sleman DIY. “Kita bekerja cepat dan langsung mengumpulkan data terlebih dahulu hingga akhirnya mengarah ke Sleman, di mana BV berada,” katanya.

Ketika akan ditangkap, keluarga BV di Sleman sempat menutupi keberadaannya. Namun dengan alat yang digunakan Satreskrim, keluarga pun tidak dapat berbohong. Hingga akhirnya BV pun digelandang ke Bogor untuk dilakukan pemeriksaan atas perbuatannya. “Memang tidak ada perlawanan dari BV maupun keluarganya, walapun pihak keluarga sempat menutup-nutupinya. Tetapi tetap akhirnya pihak keluarga pun mengakuinya,” tuturnya.

Pasca dikeluarkan dari sekolahnya, BV pun langsung melanjutkan sekolah di Sleman. Ia tinggal bersama eyangnya. BV pun saat ini duduk di kelas tiga SMA. “Ketika ditangkap, ia sedang berada di kamar nonton tv. Tapi setelah diberikan penjelasan, BV pun kooperatif untuk dibawa ke Bogor,” katanya.

Sementara untuk penangkapan dua tersangka lainnya yakni HK dan TB, pihak kepolisian harus menunggu cukup lama. Terlebih sejumlah pemberitaan tentang pihak kepolisian yang sedang memburu para pelaku membuat para pelaku tidak pulang ke rumahnya masing-masing.

“HK dan TB ini keduanya adalah promotor pertarungan. Mereka menyuruh adik kelasnya untuk melakukan pertarungan. Ketika menangkapnya, kedua tersangka ini memang tidak ada di rumahnya karena menginap di rumah temannya. Hingga setelah menunggu lama, para tersangka ini pulang dan kita langsung menangkapnya,” bebernya.

Untuk diketahui, HK ditangkap di Cijeruk, Kabupaten Bogor. Sedangkan TB diringkus di Kebonpedes, Kota Bogor.

Kapolresta Bogor Kota Kombes Pol Ulung Sampurna mengatakan, atas kesalahannya, keempat tersang terjerat Pasal 80 jo 76c Undang-Undang (UU) Nomor 35/2014 tentang perubahan UU 23/2002 tentang Perlindungan Anak. “Karena masih di bawah umur maka kami mengikuti UU Perlindungan Anak,” jelasnya.

Ulung menambahkan, saat ini pihaknya masih melakuan upaya pengembangan kasus tersebut. “Yang belum tertangkap sementara ini ada dua, yakni PR dan TT. Keduanya berperan menyuruh atau menunjuk,” tandasnya. (mam/d/feb/run)

 

Terganjal Restu DPP, Pencalonan Dedi Mulyadi Batal?

0

BOGOR DAILY-Pencalonan Dedi mulyadi sebagai Gubernur Jawa Barat terancam batal. Dedi masih terganjal restud ari dewan Pimpinan Pusat (DPP) yang baru baru ini justru memberikan sinyal dukungan pada pengusungan terhadap Ridwan Kamil (RK).

Sehingga keputusan resmi dari DPP Golkar untuk mengusung Dedi Mulyadi nya di Pemilihan Gubernur (Pilgub) Jabar. Ketua DPD Partai Golkar Jawa Barat Dedi Mulyadi menyatakan pihaknya masih terbuka untuk berkoalisi dengan semua partai dalam pemilihan umum kepala daerah (pilkada) serentak 2018.

“Dengan semua (partai) kita berkomunikasi, hanya yang paling intens itu dengan PDIP dan Hanura. Kami terbuka dengan semua partai politik yang ada di Jawa Barat,” kata Dedi.

Walaupun begitu, pria yang juga menjabat sebagai Bupati Purwakarta itu mengakui sejauh ini yang permanen adalah format koalisi dengan PDIP dan Hanura.

“Jadi, koalisi itu tidak hanya untuk kepentingan pilgub (pemilihan gubernur). Tapi juga untuk kepentingan pilkada di kabupaten/kota,” ujar Dedi.

Pada pilkada serentak 2018, selain pilgub Jabar juga ada pilkada di 16 kabupaten/kota provinsi tersebut.

Terlepas dari dinamika yang saat ini berkembang, Dedi mengatakan saat ini pihaknya menekankan pada konsolidasi internal dan penguatan basis secara eksternal.

Ia menyatakan, langkah tersebut diambil agar elektabilitas Partai Golkar di Jawa Barat terus meningkat.

“Kita utamakan soliditas, sehingga output yang dihasilkan adalah Partai Golkar di Jawa Barat saat ini lebih baik dibandingkan dengan daerah lain di Indonesia. Elektabilitas partai tetap terjaga, daerah lain ada penurunan tajam,” katanya.

Sehari sebelumnya, Dedi membantah DPD Golkar Jabar membantah isu terkait kemungkinan partai berlambang beringin menyatakan dukungannya terhadap Wali Kota Bandung, Ridwan Kamil, pada pemilihan gubenur Jawa Barat 2018 mendatang.

“Coba baca lagi tidak ada pernyataan dukungan, yang ada hanya membuka komunikasi kan,” ujar Dedi.

Di sisi lain, Dedi yang menjabat sebagai Bupati Purwakarta itu mengakui Golkar sampai saat ini belum memutuskan calon gubernur yang akan diusung di Pilgub Jabar. Ia mengatakan, partainya lebih fokus membahas Pilkada di 16 Kabupaten/Kota di Jawa Barat.

“Belum ada keputusan apapun hari ini, di DPP sendiri belum membahas pilkada Jabar, tapi lebih dulu membahas pilkada kabupaten dan kota,” ujar Dedi.

Sebelumnya, Sekjen Partai Golkar Idrus Marham memberi sinyal akan mendukung Ridwan Kamil dalam perhelatan Pilgub Jawa Barat. Ia mengatakan salah satu pertimbangannya adalah Ridwan Kamil masih menjadi top survey.

“Kita melihat pada hasil survei terakhir ini kelihatannya siapa itu, RK, kelihatannya surveinya masih tetap (tinggi), tapi lihat nanti,” ujar Idrus

Sadis! Sopir Ojek Online Bekap dan Cekik Cewek Cantik

0

BOGOR DAILY- Di usia yang masih muda, 19 tahun, Dini Oktaviani tewas di tangan seorang sopir ojek online. Fakta kasus Dini mulai terungkap, dia mati dicekik oleh Peri Sugianto alias Peri (27), yang diduga kenalannya.

Jasad Dini ditemukan oleh kakaknya dan ibunya saat berkunjung ke unit apartemen huniannya, Apartemen Laguna, Pluit, Penjaringan, Jakarta Utara, Selasa (19/9) 2017 lalu. Awalnya, keluarga Dini khawatir karena korban selama tiga hari tidak dapat dihubungi.

Keduanya lalu mendapati pintu unit kamar korban saat itu tertutup. Mereka mencoba memanggil korban, tetapi tidak ada jawaban. Gagang pintu pun kemudian dibuka dan ternyata tidak terkunci.

“Ada bekas cekikan atau jeratan. Kemudian saat kami lakukan olah TKP, di atas wajah korban ada bantal, kemungkinan korban dibekap,” kata Kapolsek Penjaringan AKBP Anwar Haidar menerangkan kematian Dini.

Sementara itu, Direktur Reskrimum Polda Metro Jaya Kombes Pol Nico Afinta menyebut pelaku bernama Peri Sugianto alias Peri (27) mengaku sebagai sopir ojek online. Menurut pengakuan pelaku, dirinya membunuh korban pada tanggal 13 September 2017 lalu. Pelaku mengaku datang ke apartemen korban karena diundang oleh korban.

Peri ditangkap tim Subdit Ranmor dan Subdit Resmob Ditreskrimum Polda Metro Jaya serta Polsek Penjaringan, di Pasar Karang Anyar, Jakarta Barat pada Kamis 21 September pagi tadi. Warga Tamansari, Jakarta Barat itu tidak melawan saat ditangkap.

“Pelaku mengaku sebagai driver sebuah ojek online,” ujar Nico.

“Pelaku ditangkap saat sedang di atas motor Honda Kharisma bernopol B 6584 UIW,” imbuh Nico.

Di tempat kejadian perkara, sejumlah barang milik korban seperti televisi dan handphone raib digondol Peri. Meski demikian, polisi masih mencari tahu motif pembunuhan keji yang dilakukan Peri.

“Untuk motifnya masih kami gali,” tandas Nico.

Harry Kane Dibidik Real Madrid

0

BOGOR DAILY-Striker Tottenham Hotspur Harry Kane dilaporkan menjadi target transfer Real Madrid andai mereka gagal menggaet Alexis Sanchez ke Santiago Bernabeu.

Hanya mengandalkan Karim Benzema sebagai penyerang tengah, jelas tidak akan membuat puas Zinedine Zidane. Hal itu juga membuat pelatih asal Prancis ini butuh tenaga tambahan menyempurnakan lini serang.

Don Balon mengklaim Sanchez masih menjadi opsi nomor satu di mata Florentino Perez untuk menajamkan lini depan skuat asuhan Zinedine Zidane.

Masalahnya, bintang asal Cile milik Arsenal tersebut juga diminati Manchester City. Tetapi Real Madrid selalu punya rencana kedua dan Kane jadi bidikan berikutnya.

Ketajaman Kane di Liga Primer Inggris sudah terbukti dan Zidane bersama Perez dikabarkan telah jatuh hati pada performa anggota the Three Lions itu.

Sejauh ini Cristiano Ronaldo selalu diandalkan el Real dalam urusan mencetak gol. Namun andai Kane yang merupakan seorang striker murni bisa didatangkan, daya ledak tim ibu kota Spanyol tersebut dipastikan bakal semakin besar.

Membayangkan Kane berkostum Los Blancos untuk sekarang memang sulit, tetapi sejarah juga membuktikan tim ibu kota Spanyol itu sukses memboyong Luka Modric dan Gareth Bale dari London