Monday, 13 April 2026
Home Blog Page 8926

Siswa SMAN 7 Bogor Dibully, Orang Tua Lapor Polisi

0

BOGOR DAILY-Dugaan bullying terhadap siswa baru yang dilakukan oleh kakak kelas terjadi di Sekolah Menengah Atas (SMA) Negeri 7 Kota Bogor, dikeluhkan orang tua siswa. Saeful Anam, warga Sinargalih RT 2/7, Kelurahan Loji, Kecamatan Bogor Barat, Kota Bogor, membuat laporan Kepolisian Resor Kota Bogor Kota, karena anaknya dibully seniornya.

“Saya sudah membuat laporan resminya di Polresta Bogor, ” kata Saeful di Polresta Bogor Kota, Kamis malam, 14 September 2017. Menurut Saeful, putranya berinisial LA, 16 tahun, merupakan siswa kelas X, bersama dengan tiga orang rekannya menjadi korban bully yang dilakukan oleh puluhan senior yang merupakan kakak kelasnya yang duduk di bangku kelas XI dan XII.

Dugaan bullying terhadap siswa baru yang dilakukan oleh kakak kelas terjadi di Sekolah Menengah Atas (SMA) Negeri 7 Kota Bogor, dikeluhkan orang tua siswa. Saeful Anam, warga Sinargalih RT 2/7, Kelurahan Loji, Kecamatan Bogor Barat, Kota Bogor, membuat laporan Kepolisian Resor Kota Bogor Kota, karena anaknya dibully seniornya.

“Saya sudah membuat laporan resminya di Polresta Bogor, ” kata Saeful di Polresta Bogor Kota, Kamis malam, 14 September 2016. Menurut Saeful, putranya berinisial LA, 16 tahun, merupakan siswa kelas X, bersama dengan tiga orang rekannya menjadi korban bully yang dilakukan oleh puluhan senior yang merupakan kakak kelasnya yang duduk di bangku kelas XI dan XII.

Saeful juga menuliskan pengalaman anaknya itu di media sosial facebook dengan alasan agar menjadi perhatian bagi semua orang tua siswa. “Ini sudah tindakan criminal, bukan lagi kenakalan remaja, sehingga kejadian ini pun saya laporkan ke polisi, bahkan saya pun sudah mengeluhkan ini pada KPAI,” kata Saeful.

Ini Deretan Artis yang Dipinang Pakai Mahar Termurah, Ada Rp2.000

0

BOGOR DAILY-Jika membahas masalah pernikahan, pastinya nggak jauh-jauh dari yang namanya mahar atau mas kawin. Yap, mahar memang merupakan salah satu syarat dari sebuah pernikahan.

Beberapa artis Tanah Air menganggap nilai mas kawin menjadi sesuatu yang sangat penting. Jadi jangan heran jika ada yang memberikan mahar hingga ratusan juta rupiah.

Namun, tak sedikit pula pasangan artis yang ternyata menikah dengan mahar yang sangat sederhana. Penasaran siapa saja? Yuk simak daftarnya di bawah ini.

1. Sonny Septian dan Fairuz Rafiq.

Aktor Sonny Septian dan Fairuz Rafiq naik pelaminan pada 21 Mei 2017. Uniknya, mereka menikah dengan mahar Rp 999.999. Menurut Fairuz, angka tersebut adalah keinginanannya karena suka dengan angka sembilan dan 99 merupakan jumlah asmaul husna.

2. Irfan Wahyudi dan Andien Aisyah

Penyanyi Andien resmi menikah dengan Irfan Wahyudi atau yang akrab dipanggil Ippe pada 27 April 2015. Mereka melangsungkan pernikahan secara tertutup di tengah hutan pinus di kawasan Lembang, Bandung.

Mahar yang diberikan Ippe kepada pelantun Moving On itu terbilang sederhana untuk ukuran artis. Ippe hanya memberikan mahar 5 gram emas dan seperangkat alat salat.

 

 

3. Andhika Pratama dan Ussy Sulistiawaty.

Andhika Pratama dan Ussy Sulistiawaty resmi menjadi suami istri pada 21 Januari 2012. Ussy mendapat mahar dari Andhika berupa uang senilai USD 21, 1 Real, dan Rp 2.012. Meski terkesan kecil, namun angka-angka tersebut punya makna tersendiri. Nilai mahar itu bermakna tanggal, bulan, dan tahun pernikahan mereka.

4. Stuart Collin dan Risty Tagor.

Stuart Collin dan Risty Tagor naik pelaminan pada 19 April 2015. Saat itu Stuart Collin memberikan mahar berupa uang senilai Rp 19.415. Angka tersebut sesuai dengan tanggal pernikahan mereka. Sayangnya, rumah tangga pasangan ini hanya bertahan satu tahun. Mereka bercerai pada 24 Maret 2016.

5. Opick dan Dian Rositaningrum.

Aunur Rofiq Lil Firdaus atau yang lebih dikenal dengan nama Opick menikahi Dian Rositaningrum pada 15 Juli 2002. Pernikahan mereka berlangsung sangat sederhana. Lokasinya berada di sebuah gang sempit yang dihadiri sekitar 1.000 orang. Penyanyi lagu religi itu menyerahkan uang sebesar Rp 15.702 sebagai mas kawin. Angka tersebut sesuai dengan tanggal pernikahan mereka

Usmar Hariman Setuju Lapas Paledang Dibongkar

0

BOGOR DAILY-Wakil Wali kota Usmar Hariman mengatakan tidak mempersoalkan rencana pemerintah pusat membongkar Lembaga Pemasyarakatan Paledang dan memindahkannya ke lokasi lain. Khususnya terkait pembangunan kawasan strategis dengan konsep Transit Oriented Development (TOD) di Stasiun Bogor. Pembangunan Transit Oriented Development (TOD) di Stasiun Bogor itu menyebabkan Lapas Klas IIA di Paledang harus dipindah.

Pemerintah Kota Bogor telah melakukan Nota Kesepahaman atau Memorandum of Understanding (MoU) dengan Kementerian Perhubungan, Kementerian BUMN, PT Kereta Api Indonesia (PT KAI), dan PT Waskita Karya Realty terkait pembangunan Transit Oriented Development (TOD) di Stasiun Bogor, Senin (11/9). Kesepakatan ini dipastikan Lapas Klas IIA Bogor akan terdampak pembangunan TOD.

Kan katanya setelah MOU kemarin soal pembangunan TOD, Lapas itu harus dipindahkan,” kata Usmar di Bogor, Kamis (14/9).

Usmar menambahkan pemerintah kota sebenarnya sudah lama mendukung Kementerian Hukum dan Hak Azasi Manusia (Kemenkumham) untuk membangun lapas baru. Dia menerangkan Pemkot Bogor telah proaktif membantu pemerintah pusat seperti menghibahkan lahan seluas 1,9 hektare di Pasir Jambu untuk pembangunan lapas baru tersebut. “Lapas Klas IIA Bogor ini dinilai sudah tak kondusif ya. Jadi kami dari tahun 2012 itu hibahkan lahan di pasir jambu itu,” kata dia.

Usmar menambahkan, terkait teknis pembangunan dan anggaran ditangani langsung oleh pihak Kemenkumham.

Kepala Lembaga Pemasyarakatan Kelas II A Bogor, atau Lapas Paledang, Gunawan Sutrisnadi mengatakan, Pemkot Bogor memang sudah menghibahkan lahan seluas dua hektare untuk pembangunan lapas baru di Pasir Jambu. Namun, Gunawan mengatakan, kendala utama realisasi Lapas Pasir Jambu adalah persoalan teknis.

Kendala teknis yang dimaksudkan adalah persoalan sertifikat tanah yang belum bisa diproses di BPN. “Kendalanya soal teknis ada di sertifikat saja, kita akan komunikasikan dengan BPN agar segera terselesaikan,” katanya.

Menurutnya, Lapas Pasir Jambu yang lokasinya berbatasan dengan wilayah Kabupaten Bogor akan dibangun dengan kapasitas untuk 1.000 orang. Luas lahan yang dihibahkan Pemkot Bogor dua hektare, akan ditambah satu hektare lagi untuk kelengkapan sarana prasarana lapas.

“Jadi totalnya ada 3 hektare, satu hektare dibeli oleh Kemenkum HAM,” kata dia dilansir Antara, 18 Agustus 2017.

Dia menargetkan, pembangunan Lapas Pasir Jambu mulai 2018. “Target kami, 2018 proses sudah dimulai, karena anggaran untuk pembangunannya sudah diploting,” kata Gunawan.

Pemindahan Lapas Kelas II Bogor ke Pasir Jambu menjadi keharusan, karena kondisi Lapas Paledang saat ini sudah tidak representatif lagi. Selain lokasinya yang berada di pusat kota dan permukiman warga, kapasitas Lapas Paledang juga tidak memadai. “Daya tampung lapas hanya untuk 634 warga binaan, tapi jumlah warga binaan yang ada sekarang mencapai 909 orang,” kata Gunawan.

Selain itu, Lapas Paledang juga minim sarana prasarana seperti tempat ibadah seperti masjid dan gereja. Sementara pembinaan mental dan spiritual masing-masing warga binaan hanya dapat dilakukan di aula kecil secara bergiliran.

Lahan untuk tempat pelatihan dan pembinaan kreativitas warga binaan juga terbatas. Walau saat ini Lapas Paledang memiliki pelatihan pembinaan bercocok tanam, hanya dilakukan di lahan yang terbatas. “Di Pasir Jambu lahannya sangat luas, bisa dibangun tempat pelatihan pertanian, untuk program keterampilan,” katanya.

Menurut Gunawan, jika Lapas Pasir Jambu selesai dibangun, keberadaan Lapas Paledang tetap dipertahankan, hanya saja fungsinya berubah menjadi rutan (rumah tahanan). “Karena Lapas Paledang ini juga masuk sebagai benda cagar budaya, tidak bisa segampangnya merombak. Keberadaannya tetap ada, tapi fungsinya lebih ke rutan,” katanya.

Menteri Badan Usaha Milik Negara (BUMN) Rini Soemarno menuturkan adanya rencana untuk memindahkan lapas Paledang, Bogor, dalam kesempatan penandatanganan nota kesepakatan pembangunan kawasan strategis dengan konsep Transit Oriented Development (TOD) di Stasiun Bogor di Kementerian BUMN, Senin (11/9).

Rini mengatakan sebelumnya sudah berbicara dengan Kementerian Hukum dan Ham (Kemenhumham) soal pemindahan lapas tersebut. Saya sudah bicara dengan Menkumham, di situ (Bogor) ada penjara yang sebetulnya tidak tepat (lokasinya), kata Rini di Kementerian BUMN, Senin (11/9).

Sebab, lokasi lapas tersebut cukup berdekatan dengan Istana Negara Bogor dan juga dekat dengan lokasi yang ramai aktivitas transportasi. Rini menegaskan, sejak rencana tersebut muncul, Kemenkumham sama sekali tidak keberatan.

Menurutnya, rencana pemindahan tersebut tidak masalah selama ada lahan yang tersedia. “Pak Menkumham tidak ada masalah kalau ada tempat lain dan dibangunin di tempat lain,” ujar Rini menjelaskan.

Ini Jawaban Disdik Soal Siswa Bogor yang Tewas Diadu Duel

0

BOGOR DAILY-Sekretaris Dinas Pendidikan Kota Bogor Jana Sugiana membenarkan kasus kekerasan yang merenggut nyawa siswa kelas sepuluh di SMU Budi Mulia, Kota Bogor, Hilarius Christian Event Raharjo. Namun, menurut dia, kasus tersebut telah terjadi pada tahun 2015 yang lalu.

Jana menanggapi curahan hati orang tua murid SMA Budi Mulya Bogor yang viral di media sosial Facebook. Dalam ceritanya, orang tua murid bernama Maria mengisahkan kematian putranya akibat terlibat dalam perkelahian antarsekolah. “Ya benar itu terjadi, pada tahun 2015, dan sudah selesai kasusnya,” kata Jana, Kamis (14/9).

Jana mengatakan, saat kasus tersebut terjadi, baik pihak orang tua, SMA Budi Mulya, maupun SMA Mardi Yuana yang terlibat kekerasan, telah sepakat untuk menyelesaikan persoalan tersebut secara kekeluargaan. Jana tak tahu atas dasar apa, Ibu korban mengangkat kembali kejadian tersebut ke media sosial, terlebih ditujukan kepada Presiden Joko Widodo.

“Saya pun tidak tahu kenapa orang tua murid itu justru kembali mengangkat persoalan itu ke publik,” kata dia.

Maria mengunggah tulisan yang mengisahkan kronogis hingga pascakejadian itu pada Senin (12/9). Menurut Maria, ketika itu putranya yang bernama Hilarius Christian Event Raharjo diajak untuk berkelahi dengan salah satu siswa SMA swasta di Kota Bogor. Dalam perkelahian tersebut, Maria menjelaskan putranya yang saat itu duduk di kelas 10 mendapatkan pukulan beberapa kali dan tubuh bagian ulu hatinya diinjak oleh lawan kelahinya.

Siswa Bogor Tewas Diadu Duel, Ibunya Ngadu ke Jokowi

0

BOGOR DAILY- Seorang Ibu dari Bogor menulis curahan hatinya mengenai peristiwa yang merenggut nyawa anaknya, Hilarius Christian Event Raharjo (15), kepada Presiden Joko Widodo. Melalui akun Facebook Maria Agnes, dia menceritakan kronologi hingga putranya meninggal dunia.

Maria juga meminta agar keadilan bisa ditegakkan seadil-adilnya. “Kepada Bapak Presiden RI Joko Widodo yang saya hormati,” tulis Maria mengawali catatan yang diunggahnya pada 12 September 2017.

“Bapak, izinkan saya mengadu dan bicara apa adanya tentang kekerasan yang merenggut nyawa anak saya Hilarius Christian Event Raharjo kelas X di sekolah SMU BM,” sambungnya.

Saat didatangi  ke kediamannya di Jalan Cipaku, Bogor, Kamis (14/9/2017). Menurut Maria, sejumlah pelaku tidak dihukum.

Maria menceritakan lebih dari 50 orang yang menonton anaknya, Hilarius, disiksa hingga tewas. Menurut dia, penyiksaan tersebut bahkan direkam dalam video oleh siswa-siswa dari salah satu SMU di Bogor.

“Hilarius diadu seperti binatang di arena sorak-sorai anak MY dan BM. Meninggal sebentar karena dalam kondisi jatuh ditarik kakinya, diinjak ulu hatinya, jantungnya diinjak, mata memutih,” tulis Maria.

Putranya sempat ingin mundur dan tidak mau berkelahi namun pinggangnya ditendang oleh Ketua OSIS di tempatnya bersekolah.

Hilarius, kata dia, berusaha bangkit dan mengalami kejang-kejang tapi terus dipukul kepalanya hingga meninggal. “Hila meninggal di TKP. Di lapangan SMU Negeri 7 Indrapasta Bogor. (Pukulan di kepala) atas suruhan promotor dari MY, DO-an untuk pukul Hila yang belum KO, katanya,” ujar Maria.]

Maria menyayangkan mereka yang dihukum hanya yang saat itu sedang berkelahi. “Sementara promotor acara BOM BOM AN dari DO-an BM ini masih bebas berkeliaran,” ucapnya.

Dia mengaku hatinya tersiksa oleh syarat otopsi yang harus dilakukan terhadap jenazah putranya. “Dan harus disiksa lagi dengan otopsi. Bukankah saya berhak untuk menolak otopsi,” kata Maria.

Maria berharap Presiden Jokowi bisa membantunya menunjukkan keadilan agar setiap orang yang berperan hingga menghilangkan nyawa putranya bisa dihukum setimpal.

“Bapak Presiden, saya memohon, Pak. Supaya ada penyempurnaan peraturan hukum untuk kekerasan yang mengakibatkan tunas bangsa harapan negara dan orangtuanya, nyawanya hilang tanpa belas kasih,” ujar Maria.

“Biar mereka pembunuhnya masih di bawah umur tapi akibatnya tetap sama. Hilang nyawa orang lain. Saya sedih dan hancur, Bapak Presiden. Mohon Bapak membantu saya untuk solusi keadilan,” kata Maria mengakhiri catatan tersebut.

Catatan Maria yang diunggah ke media sosial tersebut mengundang banyak respons dan empati masyarakat. Pemilik akun Radiah Abdullah, misalnya, mengungkapkan bahwa dirinya ikut merasakan hal yang dirasakan Maria.

“Turut berduka cita, Ibu. Setiap orangtua khususnya ibu pasti akan merasakan duka yang luar biasa jika mengalami seperti (yang) Ibu alami,” tulis dia.

Beberapa masyarakat yang berkomentar juga berharap Maria dan keluarga diberi ketabahan serta pelaku mendapatkan hukuman yang setimpal.

“Turut berduka cita Ibu. Saya sangat setuju pelaku dihukum seberat-beratnya. Semoga surat itu sampai dibaca Pak Presiden. Hati saya miris membacanya. Anak saya laki-laki. Yang tabah ya, Bu,” tulis pemilik akun Linda’s Irwan.

Si Cantik Joget Sambil Lepas Pakaian, Begini Akhirnya…

0

BOGOR DAILY– Seorang perempuan keturunan Vietnam diamankan kepolisian Singapura. Pasalnya, perempuan berkulit putih ini nekat menari sambil lepas pakaian hingga telanjang di tengah jalan.

Wanita yang berusia 39 tahun itu diduga mengalami gangguan jiwa dan terpaksa diamankan karena sudah dianggap mengganggu ketertiban, setelah lepas lepas pakaian di depan umum.

Sebagaimana dilansir dari pojoksatu (JawaPos Group) Wanita tersebut terlihat tengah menari-nari selama delapan jam di bawah hujan deras. Aksinya semakin menggila ketika ia membuka satu-persatu pakaiannya.

Saksi mata, Lianhe Wanbao, wanita yang semula dianggap sebagai tokoh jenaka tersebut memulai tariannya sejak pukul 07.00 pagi waktu setempat.

Seorang saksi lain bahkan mengatakan bahwa gerakan yang ia tampilkan sama sekali tak indah. Namun, aksinya tersebut justru mendapat perhatian banyak orang.

Wanita itu mengayunkan kedua tangan dan kakinya seperti kegirangan. Pada pukul 15.00, wanita itu masih saja menari meski hujan semakin lebat.

Para pengguna jalan dan warga sekitar semakin terganggung dengan aksi wanita tersebut ketika ia berniat membuka celana dalamnya.

Untuk itu, warga sekitar segera memanggil polisi untuk mengamankannya. Saat petugas keamanan tiba, wanita itu segera dibawa ke kantor polisi untuk dimintai keterangan.

Polisi yang menangkap wanita itu mengidentifikasi bahwa pelaku adalah keturunan Vietnam. Setelah melakukan pemeriksaan wanita itu langsung dibawa ke Institute of Mental Health (IMH) untuk mendapat perawatan

Wow, Pil Zombie Juga Dipakai PSK untuk Obat Kuat

0

BOGOR DAILY- Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM) bereaksi atas maraknya peredaran pil zombie yang memiliki merek dagang PCC.

Kejadian itu menyebabkan 3 orang meninggal dunia dan 60 orang lainnya harus dirawat di beberapa rumah sakit di Kendari. Hasil uji laboratorium terhadap tablet PCC menunjukkan positif mengandung Karisoprodol.

Berdasarkan rilis yang disampaikan Menteri Kesehatan (Menkes), puluhan korban tersebut dirawat di tiga rumah sakit yang ada di provinsi di Indonesia yang terletak bagian tenggara pulau Sulawesi ini. Di RS Jiwa Kendari ada 46 korban, lalu di RS Kota Kendari ada 9 korban serta di RS Provinsi Bahteramas ada 5 korban. Dari 60 korban, sebanyak 32 orang menjalani rawat jalan, 25 orang rawat inap, dan 3 orang lainnya dirujuk ke RS Jiwa

BPOM menegaskan, kasus ini tengah ditangani oleh pihak kepolisian bersama BPOM guna mengungkap pelaku peredaran obat tersebut serta jaringannya.

Dalam kasus ini, BPOM juga berperan aktif memberikan bantuan ahli serta uji laboratorium dalam penanganan kasus yang membuat geger masyarakat Indonesia ini.

Sebagaimana tertera di dalam laman website resmi BPOM, Kamis (14/9), secara serentak telah menurunkan tim untuk menelusuri kasus ini lebih lanjut dan melakukan investigasi apakah ada produk lain yang dikonsumsi oleh korban. Karisoprodol digolongkan sebagai obat keras.

Mengingat dampak penyalahgunaannya lebih besar daripada efek terapinya, seluruh obat yang mengandung Karisoprodol dibatalkan izin edarnya pada tahun 2013.

Obat yang mengandung zat aktif Karisoprodol memiliki efek farmakologis sebagai relaksan otot namun hanya berlangsung singkat.

Obat itu di dalam tubuh akan segera dimetabolisme menjadi metabolit. Yaitu berupa senyawa Meprobamat yang menimbulkan efek menenangkan (sedatif).

Penyalahgunaan Karisoprodol digunakan untuk menambah rasa percaya diri. Bahkan digunakan sebagai obat penambah stamina. Karena itu sering digunakan oleh pekerja seks komersial (PSK) sebagai “obat kuat” dalam berhubungan intim.

Badan POM sedang dan terus mengefektifkan dan mengembangkan Operasi Terpadu Pemberantasan Obat-Obat Tertentu yang sering disalahgunakan. BPOM juga memastikan tidak ada bahan baku dan produk jadi Karisoprodol di sarana produksi dan sarana distribusi di seluruh Indonesia.

Pil Zombie Makan Banyak Korban, 8 Orang Ditangkap

0

BOGOR DAILY– Polisi beerggerak cepat usai insiden puluhan anak dan remaja di Kendari, Sulawesi Tenggara (Sultra) yang jadi korban usai mengkonsumsi obat-obatan ilegal dan berbahaya. Tak sampai 24 jam, polisi berhasil membekuk delapan pengedar obat-obatan olegal pil zombie alias PCC (Paracetamol Carisoprodol, dan Cafein) seperti jenis Somadril dan Tramadol.

Mereka ini diduga menjadi ‘dalang’ yang menyebabkan puluhan remaja di Kota Kendari berubah menjadi “gila”. Polisi masih mendalami motif pelaku. Para pelaku ditangkap di tiga tempat berbeda beserta barang buktinya, Rabu malam (14/9).

Dua tersangka ditangkap tim Sat Res Narkoba Polres Kolaka, dengan total barang bukti somadril 1.449 butir, satu tersangka ditangkap Polres Konawe dengan barang bukti 1 set somadril. Kemudian tiga tersangka diamankan jajaran Polres Kendari, dengan barang bukti 2.631 butir tramadol. Sedangkan Polda Sultra menangkap dua pelaku dengan barang bukti 1.112 butir somadril.

informasi penangkapan pelaku disampaikan Direktur Ditresnarkoba Polda Sultra, Kombes Pol Satria Adhi Permana didampingi Kabid Humas AKBP Sunarto bersama Kepala Bidang Pemberantasan BNNP Sultra AKBP Bagus Hari, saat menggelar konferensi pers di Polda Sultra, Kamis (14/9) kemarin.

Menurut Satria, pelaku berasal dari profesi berbeda-beda. Mulai pengangguran, ibu rumah tangga hingga apoteker.

Dari delapan terduga pelaku, satu diantaranya seorang apoteker berinisial WYK (32) bersama asistennya AL (27). Keduanya diamankan tim dari Polda Sultra di Apoteknya, QIQA FARMA yang terletak di Kelurahan Bende, Kecamatan Kadia.

“Dari apotek itu, kami amankan 1.112 butir tramadol. Bentuknya kapsul berwarna kuning hijau. Kami amankan dan tangkap apotekernya bersama asisten apotekernya, karena menyimpan dan memperjual belikan obat tersebut tanpa resep dokter. Apalagi obat golongan G ini, sudah dicabut izin edarnya,” beber Satria.

Lebih jauh Satria menjelaskan, para pelaku berhasil dibekuk setelah menindaklanjuti beberapa keterangan yang diperoleh dari pengguna obat-obatan tersebut. “Setelah kami dapat informasi, tim langsung bergerak cepat. Hasilnya, Polres Kolaka, Konawe, Kendari dan Polda Sultra berhasil menangkap mereka,” kata Satria.

Meski belum dipastikan, apakah Somadril dan Tramadol yang dikonsumsi puluhan anak dan remaja di Kendari, namun Satria menduga ini sangat berkaitan sekali. Sebab, beberapa keterangan yang diperoleh dari pengguna yang sudah sadar, bahwa seperti itulah bentuk obat-obatan yang mereka konsumsi.

Satria menegaskan, obat-obatan ini tidak bebas diperjual belikan di luar. “Kalau mau beli, harus dengan persyaratan khusus. Itupun harus sesuai resep dokter,” katanya.

Hasil tangkapan ini, lanjut dia, akan diuji ke BPOM untuk memastikan, obat tersebut masuk dalam kategori golongan G. Sementara delapan tersangka akan diproses sesuai hukum berlaku. Dia menambahkan, jumlah pelaku kemungkinan masih bisa bertambah. Sebab, polisi masih akan terus melakukan pengembangan.

Polisi akan menerapakan pasal 197 Jo pasal 106 ayat (1) sub Pasal 196 Jo pasal 98 ayat (2) dan (3) UU RI No. 36 tahun 2009 tentang Kesehatan. Para tersangka ini dijerat dengan unsur pidana karena menyimpan, memperjual belikan dan mengedarkan obat-obatan tanpa hak. Ancaman hukumannya 15 tahun penjara.

Comeback Gemilang The Gunners

0

BOGOR DAILY– Sejak kick off babak pertama, Arsenal yang bertindak sebagai tuan rumah mencoba untuk langsung memberikan tekanan.

Alih-alih ingin mendapatkan gol lebih dulu, mereka justru kebobolan. Berawal dari serangan balik yang digencarkan FC Koln, kiper Arsenal, David Ospina yang mengetahui lini pertahanan timnya sudah kosong berlari meninggalkan gawangnya untuk membuang bola.

Sayangnya, bola hasil tendangannya justru tepat di kaki striker FC Koln, Jhon Cordoba yang tanpa pikir panjang langsung menendang bola tersebut dari jarak jauh ke gawang Arsenal yang kosong. Gol pun tak dapat dihindarkan karena Ospina tak mampu menghalau bola tersebut.

Meski tertinggal 0-1, Arsenal belum menyerah. Berkali-kali mereka menggencarkan serangan, namun usaha mereka tak ada yang membuahkan hasil karena solidnya lini pertahanan tim tamu.

FC Koln juga bukannya tanpa serangan. Unggul satu gol membuat mereka tampak lebih bersemangat untuk menggandakan keunggulan, ditambah banyaknya fans mereka yang hadir membuat tim besutan Peter Stoger ini mampu beberapa kali melepaskan ancaman.

Memasuki menit-menit akhir, Arsenal terus-menerus melepaskan ancaman. Melalui pergerakkan dari Alexis Sanchez, Theo Walcott, dan Olivier Giroud membuat Arsenal tiada henti menggencarkan serangan.

Sayangnya hingga wasit meniup peluit tanda berakhirnya babak pertama. Arsenal tidak mampu menyamakan kedudukan. Skor 1-0 sementara menjadi milik FC Koln atas Arsenal di babak pertama.

Babak Kedua

Usai turun minum, pelatih Arsenal, Arsene Wenger memberikan suntikan motivasi kepada anak-anak asuhannya di ruang ganti sekaligus merubah gaya bermainnya.

Pada awal babak kedua, Wenger menggantikan Rob Holding dengan memasukkan bek sayap anyarnya, Sead Kolasinac.

Menariknya lagi, Kolasinac langsung berhasil menyamakan kedudukan saat pertandingan di babak kedua belum berjalan lima menit.

Skor 1-1 membuat Arsenal mulai merasa tenang. Gaya permainan mereka pun berbeda dengan babak pertama. Jika sebelumnya mereka bermain menyerang, pada babak kedua ini The Gunners mencoba untuk memainkan penguasaan bola.

Hasilnya pun cukup terbukti, di mana beberapa kali mereka lebih banyak melepaskan ancaman. Usaha tim London Merah ini untuk mengembalikan kedudukan kembali berhasil.

Berawal dari kesalahan yang dilakukan oleh para pemain FC Koln yang ingin membangun serangan, lini tengah Arsenal langsung merebut bola dan memberikan umpan panjang ke Alexis Sanchez yang telah menunggu di depan.

Sanchez tanpa pikir panjang langsung berlari dan merusak lini pertahanan FC Koln dan kemudian sukses melepaskan tendangan terukur tanpa mampu dihalau oleh kiper FC Koln, Timo Horn.

Unggul 2-1 membuat Arsenal semakin di atas angin, sementara FC Koln mencoba untuk bermain bertahan sambil sesekali melepaskan ancaman.

Memasuki menit akhir pertandingan, Arsenal yang mampu mendominasi pertandingan kembali berhasil memperlebar keunggulan. Kali ini, gol datang dari Hector Bellerin yang memanfaatkan bola mentah hasil sepakan dari Theo Walcott. Skor 3-1 untuk Arsenal.

Hasil ini membuat permainan Arsenal semakin menjadi-jadi, sementara mental FC Koln mulai mengendur. Untuk menjaga staminanya, para pemain tim tuan rumah mencoba untuk menurunkan tempo permainan mereka, namun tetap melepaskan serangan tajam.

Hingga akhirnya, wasit meniup peluit tiga kali tanda berakhirnya pertandingan, tidak ada lagi gol yang tercipta. Arsenal berhasil meraih kemenangan atas FC Koln dengan skor 3-1.

Jihad Al-Ghazali

0

Oleh: Sugeng Teguh Santoso, SH
(Calon Walikota Bogor 2018)

Sebagai sahabat Kiai Musthopa bin Abdullah bin Nuh, Ketua Majelis Ulama Indonesia (MUI) Kota Bogor, saya beberapa kali diundang rapat dengan beliau. Kiai Toto begitu saya memanggilnya. Dalam pertemuan itu, kami membahas tentang upaya pemilik Yayasan Pendidikan Islam Al Ghazali Bogor untuk mendapatkan kembali hak milik atas tanah seluas hampir 1.000 m2 di Jalan Semeru, Kecamatan Bogor Tengah.

Saya paham betul bagaimana kekecewaan kiai Toto atas gagalnya eksekusi hukum yang pernah dilakukan pada 27 April 2017. Keinginan untuk mendapatkan kembali hak atas tanah tersebut terpaksa batal karena mendapatkan perlawanan.

Padahal, Pengadilan Negeri (PN) Bogor telah bekerja sama dengan pihak kepolisian dan unsur lainnya untuk mengamankan jalannya eksekusi. Tapi, hasilnya justru nihil. Tim gabungan yang terdiri dari unsur polisi, TNI dan Satpol PP gagal mengeksekusi pengosongan lahan yang saat itu ditempati mahasiswa asal Sulawesi Selatan.

Malahan, muncul perlawanan dari pihak yang tidak berhak atas tanah a quo. Sampai-sampai muncul korban jiwa dari aparat dan pihak yang melawan. Saya menduga, insiden itu terjadi karena adanya intervensi politik dari Jakarta pada pelaksana eksekusi dan aparat keamanan.

Padahal dari kacamata hukum, eksekusi putusan berkekuatan hukum tetap semestinya tidak boleh dihalangi apa pun. Sebab, eksekusi adalah pelaksanaan perintah hukum yang sah berdasarkan putusan pengadilan yang berkekuatan tetap. Sebagaimana putusan Mahkamah Agung (MA) yang menyatakan bahwa tanah sengketa yang diklaim sebagai asrama mahasiswa Sulsel Latimojong adalah milik Yayasan Pendidikan Islam Al-Ghazali Bogor.

Putusan itu juga memerintahkan pihak mana pun yang berada di atas tanah tersebut agar mengosongkannya. Sekaligus menyerahkan dalam keadaan kosong tanah sengketa pada pemilik yang sah, yakni Yayasan Pendidikan Islam Al-Ghazali Bogor.

Keluarnya putusan itu bukan cuma-cuma, melainkan lewat perjuangan panjang. Selama 17 tahun, kiai Toto memperjuangkan hak yayasan tersebut melalui jalur legal. Mulai dari menggugat di Pengadilan Tinggi Usaha Negara (PTUN) hingga dengan berkekuatan.

Tak hanya itu, kiai Toto juga menggugat pengosongan melalui pengadilan umum sampai berkekuatan tetap di Mahkamah Agung (MA). Semua prosesnya dilakukan secara benar dan legal. Tidak pernah ada upaya yang dilakukan di luar jalur legal, apalagi dengan kekerasan.

Kiai Toto percaya pada sistem. Ia yakin kalau sebagai negara hukum, pemerintah akan memberikan perlindungan hukum pada warga negara yang berhak. Upaya jalur hukum yang memakan waktu panjang itu juga memberikan teladan sebagai pemimpin masyarakat agar taat pada hukum.

Kiai Toto tetap berlapang dada ketika komitmennya taat pada hukum justru berujung kecewa saat eksekusi pertama gagal. Ia akhirnya menyerahkan proses ini pada aparaturnya. Hingga muncul keputusan bersama untuk pelaksanaan eksekusi kedua pada Rabu, 13 September 2017.

Sebagai sahabat, saya wajib memberikan dukungan moril di tengah kekecewaan dan kegelisahan kiai. Setelah beberapa kali pertemuan makan malam sebelum eksekusi kedua dilakukan (12/9/17), saya ikut berkumpul bersama warga Bogor. Terdiri dari tokoh-tokoh Bogor dan organisasi masyarakat (ormas) yang bersimpati meliputi Banser, BBRP dan Garis.

Selain itu, kami juga mempersiapkan perencanaan. Termasuk di dalamnya upaya melakukan eksekusi dengan kekuatan sendiri, bila eksekusi kedua kembali gagal dilaksanakan petugas. Bahkan ditetapkan sikap jika pada 13 September 2017 pukul 09:00 WIB eksekusi tidak selesai, maka warga dan gabungan ormas akan menggelar sendiri pengosongan lahan tersebut.

Malam itu (12/9) sejak pukul 21:30 WIB, saya bersama beberapa kawan, di antaranya Bagus Blacknight, Rommy ketua GP Ansor, Ki Kemal Salim dan Banser, pimpinan ormas serta seluruh tokoh masyarakat menginap di pesantren menunggu saat eksekusi tiba.

Ada yang tidur-tidur ayam, namun lebih banyak yang tidak tidur. Suasana tegang mengambang di udara. Pekikan jihad berkumandang. Jihad sebagai jalan perjuangan di jalan Allah bergema, takbir bersahut-sahutan dan doa dilantunkan.

Sampai-sampai ada ritual pemberian kekebalan tubuh pada seluruh anggota ormas yang akan menjadi ujung tombak. Ritual tersebut dilakukan Ustadz Syamsudin, seorang pria yang sudah sepuh tapi tetap menunjukkan sikap tegas dan berani. Dasar kami adalah hak berdasarkan hukum dan keadilan. Memperjuangkan hak adalah wajib.

Saya baru lihat kiai Toto adalah seseorang yang bertutur lembut, rendah hati, tegas bahkan kata-kata keras. Saya tahu, kalau eksekusi kedua ini tidak main-main. Deadline telah disampaikan pada pengadilan dan kepolisian. Kalaupun gagal, jangan salahkan warga dan ormas yang bersimpati melakukan pengosongan paksa sendiri. Potensi konflik fisik tak terhindarkan dengan kemungkinan ada korban.

Respons pengadilan dan aparat di luar dugaan, yakni cepat dan tepat. Dengan diadakannya eksekusi pengosongan pukul 05:00 WIB, eksekusi akhirnya berjalan lancar. Meski ada sedikit perlawanan, sebelum jam 09:00 WIB berita acara serah terima lahan tereksekusi sudah selesai ditandatangani pihak terkait.

Semua berjalan lancar, tidak terjadi konflik fisik. Alhamdulillah. Apresiasi pada Pengadilan Negeri Bogor, Kapolres Bogor Kombes Ulung, Satpol PP Kota Bogor, Dandim Kota Bogor Letkol Dody, Dandenpom Kota Bogor dan Dansat Brimob AKBP Sianipar dll.

Salam sang Pembela,

Pesantren Al Ghazali, 13 September 2017.