Monday, 13 April 2026
Home Blog Page 8927

Ramai Soal Pil PCC, Seorang IRT Diamankan

0

BOGOR DAILY- Badan Narkotika Nasional (BNN) mengamankan satu orang yang diduga sebagai penyuplai pil Paracetamol, Cafein, Carisoprodol (PCC) ke puluhan murid Sekolah Dasar dan Menengah Pertama di Kendari, Sulawesi Tenggara.

BNN bersama aparat setempat mengamankan satu orang terduga pelaku, seorang ibu rumah tangga (IRT) dengan inisial ST (39).

“Satu sudah diamankan. Ini sedang dalam pengembangan,” ujar Deputi Pemberantasan BNN Inspektur Jenderal Arman Depari di Kantor BNN, Cawang, Jakarta Timur, Kamis (14/9/2017).

Arman mengatakan, status ST masih terperiksa, dan belum ditetapkan sebagai tersangka. Akan dilakukan pemeriksaan 1×24 jam terlebih dulu untuk menetapkan status yang bersangkutan.

“Itu yang menjual. Tapi akan kita dalami lebih jauh lagi,” ujar Arman.

ST diduga menjual pil PCC ke anak-anak sekolah.

Tidak hanya satu, melainkan beberapa sekolah di wilayah Kendari, Sulawesi Tenggara.

Saat ini, penyidik masih mendalami modus ST menjual PCC ke puluhan murid, hingga menyebabkan 53 di antaranya kejang-kejang, dan harus mendapatkan perawatan intensif di Rumah Sakit.

“Ini kita dalami. Karena sementara para korban ini masih di rumah sakit. Dan satu di antaranya meninggal. Yang jelas asal mereka berbeda-beda, ini berarti ada di beberapa tempat kejadian,” ujar Arman.

Heboh! Pil PCC Bikin 50 Orang Mengamuk, Satu Tewas

0

BOGOR DAILY- Kemunculan pil merek PCC belakangan membuat heboh. Di Kendari, Sulawesi Tenggara, sejumlah remaja jadi korban, setelah menenggak obat berbahaya tersebut. Bahkan, mereka mengalami gejala mirip orang gila, mulai dari mengamuk hingga bicara ngelantur.

Kepala Badan Narkotika Nasional (BNN) Kota Kendari, Sulawesi Tenggara Murniati menyebutkan korban penyalahgunaan obat dalam satu hari bertambah menjadi 50 orang.

“Kemarin pagi dalam pendataan kami hanya sekitar 30 orang, malam ini sudah bertambah menjadi 50 orang,” kata Murniati, di Kendari, Kamis (14/9).

Dia bersama unsur terkait terus melakukan pendataan di beberapa rumah sakit ketika ada pasien yang masuk dengan gejala kelainan yang sama.

“Para korban ini mengalami gejala kelainan seperti orang tidak waras, mengamuk, berontak, ngomong tidak karuan setelah mengkonsumsi obat yang mengandung zat berbahaya itu, sehingga sebagian harus diikat,” katanya.

Menurut Murniati, pengakuan beberapa korban yang sudah ditangani dan dikembalikan ke rumahnya bahwa mereka mendapatkan obat itu dari orang yang mereka tidak kenal.

“Obat itu ada yang dalam bentuk cair dan juga dalam bentuk tablet. Yang cair dicampur ke dalam minuman. Sampai saat ini kami belum bisa pastikan jenis obat apa yang dikonsumsi para korban itu,” katanya.

Dia mengatakan sebagian besar dari korban itu adalah anak usia sekolah atau remaja mulai pelajar sekolah dasar, SMP dan SMA, kemudian ibu rumah tangga dan pegawai.

“Bahkan satu orang korban yang masih kelas VI SD meninggal karena mengkonsumsi jenis obat tersebut, setelah sebelumnya mendapat perawatan di rumah sakit,” katanya.

Murniati menganggap kondisi itu adalah kejadian luar biasa karena hanya dua hari maka ada 50 korban pengaruh obat terlarang dengan gejala yang sama dan berasal dari beberapa titik di Kota Kendari.

“Kami masih terus melakukan pemantauan di sejumlah rumah sakit, terutama di Rumah Sakit Jiwa Kendari, karena tidak menutup kemungkinan masih akan terus bertambah orang yang datang membawa keluarganya karena mengalami gejala yang aneh,” katanya

Ini 5 Nama Hakim Agung Pilihan DPR

0

BOGOR DAILY- Komisi III DPR RI telah menyetujui calon hakim agung yang telah melakukan uji kelayakan dan kepatutan. Dari lima calon hakim agung, seluruhnya dinyatakan lolos untuk selanjutnya dilantik menjadi hakim agung.

Ketua Komisi III DPR Bambang Soesatyo mengatakan, kelimanya diputuskan secara aklamasi sebab saat ini terjadi kekosongan hakim agung di kamar pidana, perdata, agama, militer, dan tata usaha.

“Lima-limanya kita ambil keputusan secara aklamasi dengan pertimbangan bahwa memang kamar-kamar hakim minim sekali. Sekarang ini dikhawatirkan akan banyak menumpukan kasus-kasus yang ada di MA,” kata Bambang usai melakukan fit and proper test di Gedung Parlemen, Jakarta, Rabu (13/9).

Dia juga menilai, calon-calon tadi yang melakukan fit and proper test cukup mempuni. Walaupun, kata dia, ada beberapa yang kurang saat sesi tanya jawab. Bambang pun berpesan kepada lima calon yang lolos dan akan dilantik oleh Joko Widodo pada minggu depan akan membuat citra MA lebih baik.

“Pesan kami calon yang kita putusan dan dipilih dan akan kami tetapkan pada paripurna minggu depan jangan lagi nodai MA dengan korupsi,” tutup Bambang.

Ditemui terpisah, calon hakim agung tepilih untuk kamar pidana Gazalba Saleh yang saat ini menjabat sebagai Hakim Ad Hoc Tipikor pada pengadilan Negeri Bandung akan melakukan terobosan untuk membuat putusan sebaiknya bersama empat hakim agung terpilih.

Dia juga menekankan, akan membuat putusan yang seadil-adilnya. Kemudian terkait banyaknya kalangan di MA yang tertangkap tangan oleh KPK, dia ingin memperbaiki citra tersebut.

“Jelas, jadi komitmen enggak korup dan adil seadilnya,” pungkas dia.

Berikut lima nama yang lolos jadi hakim agung :

1. Hidayat Manao, Kepala Pengadilan Militer Tinggil II, Jakarta

2. Yodi Martono Wahyunandi, Direktur Pembinaan Tenaga Teknis dan Administrasi Tata Usaha Negara Mahkamah Agung RI

3. Gazalba Saleh, Hakim Ad Hoc Tipikor pada pengadilan Negeri Bandung

4. Yasardi, Wakil Ketua Pengadilan Tinggi Agama Banten

5. Muhammad Yunus Wahab, Hakim Tinggi Pengadilan Tinggi Palembang

Innalillahi… 25 Guru dan Siswa Terpanggang

0

BOGOR DAILY-Sebuah sekolah agama Islam atau madrasah di Malaysia mengalami kebakaran hebat pada Kamis (14/9/2017). Dalam waktu kurang dari satu jam, 25 siswa dan guru tewas terpanggang.

Musibah ini terjadi di Kuala Lumpur. Para pejabat setempat mengatakan, insiden ini merupakan salah satu bencana kebakaran terburuk di Malaysia dalam beberapa tahun terakhir.

Api berkobar sebelum fajar di sebuah tahfiz—sebutan untuk madrasah—di jantung ibu kota Kuala Lumpur. Petugas pemadam kebakaran bergegas ke lokasi kejadian dan kobaran api bisa dipadamkan dalam waktu satu jam. Kendati demikian, kehancuran yang mengerikan telah terjadi.

Sejumah video dan foto yang dilansir media lokal menunjukkan, gedung madrasah tertutup api. Sejumlah siswa mencoba melarikan diri dari sekolah saat api berkobar. Sedangkan beberapa tetangga terdekat mengaku mendengar teriakan minta tolong.

”Anak-anak itu dengan putus asa berusaha membebaskan diri dari api,” kata Menteri Wilayah Federal Tengku Adnan Tengku Mansor dalam sebuah wawancara di televisi.

”Ada pemotong logam yang mencegah mereka keluar dari gedung yang terbakar,” imbuh  Kepala Polisi Kuala Lumpur Amar Singh.”Jasad-jasad itu terbakar total,” ujarnya, seperti dilansir The Star.

“Sayangnya hanya ada satu pintu masuk, jadi mereka tidak bisa lepas. Semua jasad ditemukan saling menyatu,” paparnya.

Media setempat melaporkan, orang-orang di sekitar lokasi kejadian telah terbangun untuk Salat Subuh. Mereka mendengar teriakan minta tolong dan melihat api menelan lantai atas bangunan, tempat anak-anak tidur di asrama.

Khirudin Drahman, Direktur Departemen Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan Kuala Lumpur mengatakan kepada AFP bahwa ini adalah salah satu tragedi kebakaran terburuk di negara tersebut dalam 20 tahun terakhir.

Menurutnya, para korban tewas adalah 23 siswa dan dua guru. Para siswa yang jadi korban adalah siswa laki-laki berusia antara 13 dan 17 tahun.

Imbas Kereta Anjlok, Perjalanan KRL Bojongede-Manggarai 2 Jam

0

BOGOR DAILY-Anjloknya satu  KRL di dekat Stasiun Jakarta Kota membuat laju relasi kereta lainnya terganggu. Hampir seluruh relasi perjalanan kerta tersendat, bahkan pihak PT KAI Commuter Jabodetabek (KCJ) mengimbau penumpang untuk mencari moda transportasi lain.

Perasaan jengah, kesal, hingga lelah terlihat dari raut muka beberapa penumpang KRL. Bagaimana tidak, waktu tempuh perjalanan menuju Manggarai dari Stasiun Bojonggede hampir dua jam. Padahal, normalnya perjalanan hanya berkisar 45 menit.

Perjalanan sudah terganggu di dekat Stasiun Citayam. KRL sempat tersendat sekira 10 menit sebelum masuk stasiun tersebut, sementara penumpang pada saat itu masih memaklumi karena kereta memang sering tersendat jika sampai stasiun transit tersebut.

Kemudian KRL melaju normal, namun kembali tersendat di antara Stasiun Pondok Cina-Universitas Indonesia. Penumpang saat itu mulai resah, terlebih pemberitahuan perihal adanya gangguan teknis telah disampaikan pengeras suara di dalam kereta.

Puncaknya tiba saat KRL melaju menuju Stasiun Pasar Minggu dari Tanjung Barat. Tercatat, kereta mengalami tiga kali berhenti melaju sebelum masuk stasiun. Lebih parahnya lagi, kereta hampir berhenti 20 menit di Stasiun Pasar Minggu. “Ayah ini kereta kapan sampainya?” ujar seorang anak bernama Syifa kepada ayahnya.

Penumpang dibuat kesal ketika KRL berhenti melaju dua kali sebelum masuk Stasiun Manggarai, sekira 15 menit kereta tersendat menuju stasiun transit itu. Penumpang pun kehabisan kesabaran, saat tiba di Stasiun Manggarai banyak di antara mereka yang langsung memilih moda transportasi lain.

KRL berangkat dari Stasiun Bojonggede pada pukul 09.40 WIB, dan sampai di Stasiun Manggarai pada pukul 11.35 WIB. Sebuah perjalanan yang melelahkan.

Kerumunan Vespa Diseruduk Truk, Satu Tewas

0

BOGOR DAILY- Hilang kendali saat berada di jalur lambat, sebuah truk menyeruduk kerumunan sejumlah pengemudi sepeda motor Vespa di kawasan Pantura, Kabupaten Subang, Jawa Barat. Satu orang tewas akibat kecelakaan ini.

“Tiga unit kendaraan Vespa ditabrak truk tersebut. Satu orang meninggal dunia atas nama Faisal usia 27 tahun,” kata Kabid Humas Polda Jabar Kombes Pol Yusri Yunus via pesan singkat, Kamis (14/9/2017).

Insiden maut itu berawal saat truk tronton nopol B 9752 PU yang dikemudikan Dyanto melaju dari arah Jakarta menuju Cirebon di jalur Pantura pagi tadi sekitar pukul 07.30 WIB. Truk tiba-tiba oleng saat berada di kawasan Desa Kotasari, Kecamatan Pusakanagara, Kabupaten Subang tepatnya di depan rumah makan Mapinah.

“Di jalur lambat, truk itu oleng ke kiri. Di jalur itu juga kebetulan sedang berkumpul kelompok motor Vespa,” kata Yusri.

Truk yang kehilangan kendali tersebut tiba-tiba menyeruduk kerumunan bikers motor Vespa. “Selain korban tewas, ada dua orang lainnya yang mengalami luka berat,” kata Yusri.

Dua pengendara Vespa yang luka, Andi (30) dan Lasdi (31) diboyong ke Klinik Wijaya. Jenazah pengemudi Vespa, Faisal, dibawa ke RS Sentot Indramayu. Ketiga korban berdomisili di Pedongkelan, RT 13 RW 16, Kapuk, Cengkareng, Jakarta Barat.

Kendaraan yang terlibat kecelakaan telah diamankan di Polsek Pusakanagara, Subang.

Rencana Pembubaran Pesantren Ibnu Mas’ud di Bogor Diprotes

BOGOR DAILY– Ratusan santri pondok Pesantren Ibnu Mas’ud, Desa Sukajaya, Kecamatan Tamansari, Kabupaten Bogorterancam kehilangan pondok mereka pada tanggal 17 September 2017.

Pesantren yang fokus pada pengajaran hafalan Al-quran tersebut terancam dibubarkan, lantaran dituding sabagai sarang teroris dan mengajarkan ideologi pendukung terorisme.

Tim advokasi Pesantren Ibnu Mas’ud meprotes ancaman tersebut, karena dikhawatirkan menimbulkan traumatis pada santi dan pengajar. Tim advokasi itu terdiri dari Pusat Bantuan Hukum Dompet Dhuafa; Social Movement Institute; Amnesty Internasional Indonesia; dan, Lembaga Bantuan Hukum Jakarta.

“Tim advokasi pondok pesantren Ibnu Mas’ud menolak pembubaran Pesantren Ibnu Mas’ud,” kata Direktur Amnesty Internasional Indonesia Usman Hamid di Gedung HDI Hive, Menteng, Jakarta Pusat, Rabu (14/9/2017).

Menurut Usman, upaya pembubaran Pesantren Ibnu Mas’ud dipicu oleh peristiwa pembakaran umbul-umbul Merah Putih oleh seorang pengasuh santri berinisial MS, pada tanggal 16 Agustus 2017. MS diduga sedang dalam tekanan psikologis.

Merespons tindakan MS, massa lalu mendesak para pimpinan kecamatan supaya menutup pondokpesantren Ibnu Masud.

Berdasarkan hasil dari musyawarah pimpinan kecamatan, tiga orang pengurus pesantren menandatangani pernyataan akan membubarkan pesantren pada tanggal 17 September 2017.

Ia mengatakan, tim advokasi telah mendalami peristiwa tersebut dan berpendapat aksi pembakaran adalah tindakan individual dan di luar sepengetahuan pengurus pondok.

“Karenanya, tidak bisa diganti dengan hukuman kolektif kepada seluruh pengurus dan semua murid berupa pembubaran pesantren,” ujar Usman.

“Terlebih MS ini juga telah mengakui kesalahannya dengan alasan khilaf, karena kondisi psikologis dan dia ini memang merasa kecewa terhadap pemerintah karena banyaknya hal-hal ketidakadilan, korupsi,” Usman menambahkan.

Selain itu, kata Usman, tim advokasi juga telah mencermati pasal perusakan bendera yang dikenakan kepada MS adalah kekeliruan.

Sebab, umbul-umbul tidak memenuhi kualifikasi bendera sebagaimana Pasal 4 Undang-Undang Nomor 24 Tahun 2009 tentang Bendera, Bahasa dan Lambang Negara serta Lagu Kebangsaan.

Instrumen HAM internasional tidak memberikan kewenangan negara untuk melakukan upaya pemidanaan berdasarkan konsep penghinaan, penodaan atau pencemaran suatu simbol-simbol abstrak.

“Terduga pelaku pembakaran umbul-umbul seharusnya hanya diancam pasal-pasal pidana umum seperti perusakan barang milik orang lain atau publik,” tandasnya

Lihat! Begini Kalau Bos TransJ Jadi Sopir dan Kasir…

0

BOGOR DAILY- Dewan direksi PT Transportasi Jakarta punya cara tersendiri dalam merayakan Hari Pelanggan Nasional. Mereka ikut ambil peran melayani para penumpang TransJakarta.

“Manajemen TransJakarta hari ini turun melayani. Kami bisa seperti ini karena Bapak-Ibu sekalian. Kami berharap bisa menjadi lebih baik,” ujar Direktur Utama PT TransJakarta Budi Kaliwono dalam sambutan di Halte Harmoni Sentral, Jakarta Pusat, Kamis (14/9/2017).

Sejumlah pejabat TransJ ikut bekerja menjadi petugas tiket hingga sopir bus. Mereka yang berganti peran pagi ini di antaranya Direktur Teknik dan Fasilitas Wijanarko, yang menjadi sopir bus. Ada juga petugas on board yang dilakoni Direktur Operasional Daud Joseph.

“Ada banyak yang bisa kita improve dari seorang on board. Saya ngangkat papan tadi lumayan berasa pegel juga. Mungkin salah satu halnya saya nggak biasa. Tapi on board yang setiap hari mengangkat itu mungkin bisa dicarikan alternatif lain untuk dia lebih mudah lagi,” katanya.

Hari Pelanggan juga dirayakan PT TransJ dengan menyuguhkan hiburan di Halte Harmoni Sentral sejak pukul 08.00 WIB.

Hubungan Gerindra-PKS Makin Tegang, Begini Kata Mulyadi

0

BOGOR DAILY-Ketua DPD Gerindra Jawa Barat Mulyadi mengaku heran atas sikap PKS seusai pernyataannya mencabut dukungan untuk pasangan Deddy Mizwar-Ahmad Syaikhu di Pilgub Jabar 2018. Mulyadi heran petinggi PKS kalang kabut akibat pernyataannya.

“Pernyataan pencabutan dukungan itu harus dari saya, karena yang mengeluarkan pernyataan dukungan juga kan saya. Coba cek ulang,” kata Mulyadi dalam keterangannya, Kamis (14/9/2017).

“Padahal pesan (pencabutan dukungan) ini saya sampaikan untuk mengingatkan DPW PKS Jawa Barat, kenapa Presiden (Sohibul Iman) yang jadi repot,” imbuh Mulyadi.

Mulyadi juga mengkritik pernyataan Sohibul yang menyatakan dia akan dipanggil Prabowo lantaran pencabutan dukungan ini. Menurut Mulyadi, ucapan Sohibul tak usah dipercaya.

“Panglima tertinggi saya bukan Presiden PKS, tapi Pak Prabowo. Saya akan patuh dan tunduk ke beliau. Kalau ‘kata’ Presiden PKS, saya tidak percaya! Karena saya tidak ada hubungan apa pun dengan beliau,” tegas Mulyadi.

Dalam Pilgub Jabar mendatang, prioritas Gerindra ialah kemenangan. Karena itu, Gerindra masih membuka peluang koalisi dengan partai lain.

“(Namun) kebersamaan dengan PKS tetap kami prioritaskan,” sebutnya.

Soal pencabutan dukungan, Gerindra Jabar masih pada pendirian mereka. Mulyadi menegaskan sikap DPD Gerindra Jabar masih sama.  “Saya tetap konsisten untuk mencabut pernyataan mendukung pasangan Demiz-Syaikhu di Pilgub Jabar 2018,” pungkas Mulyadi.

Pengacara Pelaku Sebut Pistol Milik PNS Cantik

BOGOR DAILY-Tim pengacara keluarga MA (39), tersangka dalam kasus pembunuhan pegawai BNN berhasil menemui MA di Mapolres Bogor, Rabu (13/9/2017) sore tadi.

Krisna Murti dan Khaerudin sebagai tim kuasa hukum yang ditunjuk oleh keluarga MA sempat berbincang panjang dengan tersangka.

Kepada kedua kuasa hukumnya MA menceritakan apa yang terjadi pada tanggal 1 September 2017 itu dirumah tempat ia beserta keluarganya tinggal.

“MA bilang ke kami tidak pernah melakukan pembunuhan itu dan tidak pernah tahu soal pistol itu,” kata Krisna Murti kuasa hukum keluarga MA, Rabu (13/9/2017).

Malahan, MA menuding jika pistol tersebut milik almarhum Indria Kameswari yang merupakan istri MA sejak enam bulan lalu.

“Tadi saya tanyakan soal senjata itu, kata MA pistol itu punya istrinya dan sudah enam bulan berada dirumah,” tambahnya.

Terkait soal senjata, sambung Krisna, kliennya itu tetap bersikukuh mengatakan tidak tahu menahu soal senjata itu dan tidak melakukan pembuhan kepada istrinya Indria Kameswari.

Sementara itu, Kapolres Bogor AKBP Andi M Dicky menegaskan akan tetap memproses MA sesuai aturan hukum meskipun hingga kini senjata yang digunakan MA belum diketemukan.

“Yang jadi permasalahan itu kan perbuatannya telah menghilangkan nyawa orang lain, kalau tersangka tetap tidak mau mengatakan dimana senjata itu maka akan memberatkan dia sendiri dipersidangan,” tegas Kapolres Bogor.