Sunday, 12 April 2026
Home Blog Page 8928

Gerindra Jabar Bahas Koalisi Baru Bareng 3 Parpol di Sentul

BOGOR DAILY- Gerindra Jabar makin serius menggencarkan komunikasi politik dengan poros koalisi baru. Rencananya, Gerindra bersama Demokrat, PPP dan PAN menggelar pertemuan tertutup di Bogor.

“Iya, saya akan bertemu koalisi poros baru malam ini jam tujuh di Aston, Sentul Bogor,” kata Ketua DPD Gerindra Jabar Mulyadi saat dihubungi via pesan singkat, Kamis (14/9/2017).

Ia menyebut pertemuan ini bakal membahas koalisi. Sebab, sambung dia, setelah mencabut dukungan terhadap pasangan Deddy Mizwar – Ahmad Syaikhu, Gerindra buka peluang merapat ke Demokrat cs.

“Kemungkinan (bahas) koalisi,” ucap Mulyadi.

Ketua DPD Demokrat Jabar Iwan Sulandjana mengatakan sengaja mengatur pertemuan dengan Gerindra di Bogor. Sebab pimpinan partai yang ada di poros koalisi baru ini asal Bogor. “Kebetulan pak Mulyadi orang Bogor, saya juga, pak Hasbullah dan bu Ade juga,” tutur Iwan.

Iwan berharap pertemuan malam nanti bisa menghasilkan kesepakatan yang positif untuk poros koalisi baru.”Doakan saja ada kesepakatan yang baik dari pertemuan nanti malam,” kata Iwan.

Sekadar diketahui, Ketua DPD Gerindra Jabar menyatakan mencabut dukungan terhadap pasangan Deddy-Syaikhu. Bukan hanya itu, Gerindra berpotensi meninggalkan PKS dan merapat ke Demokrat cs.

Ayah dari Santri Bogor Militan ISIS Dibawa ke PN Jaktim

BOGOR DAILY- Narapidana teroris bernama Syaiful Anam alias Mujadid alias Brekele alias Idris alias Joko, mengakui bocah Indonesia yang tewas di Suriah sebagai militan ISIS adalah anaknya. Brekele merupakan pria yang diduga memegang peranan dalam aksi teror di Jalan MH Thamrin, Jakarta, Kamis 14 Januari 2016 lalu.

Pria yang kerap disapa Brekele itu mendadak dibawa Tim Densus 88 Antiteror ke Pengadilan Negeri Jakarta Timur. Sedikit informasi yang bisa didapat terkait kedatangannya di lokasi tersebut.

“Berita anak saya (yang tewas) lagi booming ya,” ujar Brekele di Pengadilan Negeri (PN) Jakarta Timur, Rabu (13/9/2017).

Sebelumnya, bocah 12 tahun yang bernama Hatf Saiful Rasul dikabarkan tewas oleh serangan udara di Suriah pada 1 September lalu.

Brekele ditangkap personel Tim Densus 88 Antiteror Polri atas serangan teror bom rakitan di Pasar Tentena, Poso, Sulawesi Tengah, pada 28 Mei 2005.

Dia kemudian diduga melakukan komunikasi dan ikut mendanai aksi teror di Sarinah, Jalan MH Thamrin, Jakarta.

Densus 88 Antiteror yang terdiri dari 15 personel lantas mendatangi blok khusus yang dihuni Brekele pukul 13.45 WIB di Lembaga Pemasyarakatan (LP) Kembang Kuning Pulau Nusakambangan, Cilacap, Jawa Tengah, pada Senin, 18 Januari 2016.

Berdasarkan informasi yang dihimpun, Hatf sempat menjenguk ayahnya di penjara. Dia meminta izin untuk berangkat ke Suriah dan bergabung dengan ISIS.

“Foto (anak saya angkat senjata) itu ya dapat dari Suriah sana,” jelas Brekele.

Brekele lantas mengatakan hal yang tidak pasti konteks pembicaraannya. Belum sempat diperjelas, pihak Densus 88 langsung meminta dia untuk masuk sel sementara yang berada di basement PN Jakarta Timur.

“Masalahnya kita dihalangi buat wawancara dengan media, makanya di luar tidak tahu apa yang sebenarnya terjadi,” Brekele menandaskan.

Terungkap!Pasutri yang Dibunuh Sadis Punya Pesantren di Parung

BOGOR DAILY- Bercak darah yang tercecer di lantai rumah Husni Zarkasih (57) dan Zakiyah (52) jadi saksi bisu pembunuhan sadis pasangan suami istri (pasutri) di Bendungan Hilir, Jakarta Pusat. Keduanya tewas dihabisi anak buahnya sendiri.  Kematian tragis pasutri ini mencuat setelah polisi menemukan mayat terbungkus bedcover di sungai di daerah Purbalingga.

Warga di Jalan Pengairan No. 21 RT 11 RW 6, Kelurahan Bendungan Hilir, Kecamatan Tanah Abang, Jakarta Pusat dibuat heboh dengan kasus pembunuhan yang menimpa Husni dan Zakiyah, Minggu (10/9) lalu.

Tak disangka, karyawan yang selama puluhan bekerja bersama paustri itu tega menghabisi nyawa keduanya dengan cara sadis. Tak hanya dihantam besi, korban juga diikat dan diseret serta digullung bedcover. Sedangkan, mayatnya dibuang ke sungai di daerah Purbalingga..

Kematian tragis ini terbongkar setelah polisi menemukan jasad yang mengambang di  Sungai Klawing Desa Desa Plumbungan Kecamatan Bobotsari Kabupaten Purbalingga, Senin (11/9) pagi. Hingga akhirnya polisi melakukan pengusutan.

Di rumah Pasutri polisi  menemukan banyak bercak darah berceecran di lantai rumah hingga kamar. Penggeledahan ini dilakukan setelah pihaknya mendapatkan laporan soal penemuan mayat di Purbalingga Jawa Tengah

“ Dari sana dulu memberikan informasi ke Tanah Abang polsek, dicek ternyata bener ada kasus ini, ada bekas darah. Itu (bercak darah) dari mulai pintu masuk itu sudah ada darah, di ruang tamu sampai mulai kamar,” ujar Kapolres Metro Jakarta Pusat Kombes Suyudi Ari Seto.

Dari hasil olah TKP dan meminta keterangan sejumlah saksi, polisi menemukan adanya dugaan keterlibatan orang dalam. Tim lalu mengembangkan kasus tersebut dan penyidikan mengarah pada tiga mantan karyawan korban, yakni Zul, Eka, dan St.

Tim lalu mengejar pembunuh pasutri itu hingga ke Grobogan. Dari pencarian, tim yang dipimpin Kasubdit Ranmor Polda Metro Jaya AKBP Antonius Agus dibantu jajaran Jatanras Polda dan Resmob Grobogan menangkap tiga tersangka saat bersembunyi di hotel.

“Pelaku sedang mabuk saat dilakukan penangkapan,” ucap Kasubdit Ranmor Polda Metro Jaya AKBP Antonius Agus Rahmanto

Salah seorang pelaku merupakan sopir korban dan dua orang lainnya pegawai di pabrik milik Husni.

“Tersangka Zul ini mantan sopir korban yang bekerja 20 tahun. Tersangka ST ini pekerja garmen di pabrik korban selama 30 tahun. E pernah menjadi karyawan korban. Ini termasuk sadis, tega, sudah ikut dengan korban puluhan tahun,” kata AKBP Antonius Agus, Rabu (13/9/2017)

KORBAN PUNYA PESANTREN DI PARUNG

Di mata tetangga, Pasutri yang dibunuh sadis itu dikenal  sebagai sosok agamais. Saban hari, Husni rajin memimpin salat di Musala al-Ma’ruf, Bendungan Hilir, Jakarta Pusat.

Dia juga didapuk sebagai ketua musala di lingkungan rumahnya. Tak hanya itu, Husni juga berprofesi sebagai dosen di Universitas Al-Azhar, Jakarta Selatan. Dia memang ustad. Suka ceramah di sini. Dosen juga,” kata Mirah, salah satu tetangga Husni.

Tak hanya itu, pria berusia 57 tahun ini juga aktif dalam kegiatan keagamaan di universitas tempatnya bekerja. Menurut Mirah, Husni memiliki pondok pesantren di kawasan Parung, Bogor.

Kendati kaya raya, Husni tetap rendah hati. Dia selalu menyisihkan uangnya untuk kegiatan lingkungan rumahnya. “Walaupun kaya dia enggak suka pamer. Suka kasih sumbangan kalo ada kegiatan apa pun,” ungkapnya

Sang istri, Zakiyah juga pernah mengajak ibu-ibu di lingkungan tempat tinggalnya untuk berkunjung ke pesantren miliknya. “Ayo-ayo mau ikut enggak ke pesantren?,” timpal Fatah tetangga lainnya (50) menirukan ajakan Zakiya

Sementara, seorang satpam bernama Novi Feriawan (37) mengatakan bahwa rumah yang jadi tempat pembantaian pasutri itu juga ditempati 4 orang anak kos yang semuanya perempuan. Sedangkan, keempat anak kandungnya tinggal jauh dari orang tua.

“Pak Husni ini anaknya ada 4 orang, yang pertama Gilang sudah bekeluarga, kedua Suci juga sudah nikah, ketiga Putri, dia tinggal di London sama suaminya, yang keempat Dimas masih kuliah Undip, Semarang. Jadi rumah ini hanya 2 korban sama anak kost 4 orang,” Novi.

Polisi: Indra J Piliang Positif Narkoba

0

BOGOR DAILY- Politikus Golkar Indra J Piliang ditangkap aparat Direktorat Reserse Narkotika Polda Metro Jaya di sebuah tempat karaoke di Taman Sari, Jakarta Barat. Urine Indra Piliang positif mengandung narkoba.

“Tes (urine) awal positif,” kata Kabid Humas Polda Metro Jaya, Kombes Argo Yuwono, kepada detikcom, Kamis (14/9/2017).

Indra ditangkap bersama dua rekannya Romi Fernando dan M Ismail Jamani pada Rabu 13 September 2017 malam.

Polisi menyita satu set bong dan cangkong bekas pakai serta satu plastik kosong diduga bekas tempat menyimpan narkoba.

Argo sebelumnya mengatakan tidak ada barang bukti narkoba yang ditemukan aparat di lokasi penangkapan. Saat ini jenis yang diduga dikonsumsi ketiganya sedang didalami oleh penyidik. “Barang buktinya kan tidak ditemukan. Jadi sekarang penyidik sedang mendalami,” jelas Argo.

Ini Dia Politisi Golkar yang Ditangkap Gara-gara Sabu

0

BOGOR DAILY– Direktorat Reserse Narkoba Polda Metro Jaya  telah menangkap politisi partai Golkar, Indra J Piliang (IJP). Indra ditangkap usai mengkonsumsi narkoba jenis sabu. Polisi juga meringkus dua orang lainnya, RF (32), dan MIJ (35).

Kepala Bidang Hubungan Masyarakat Polda Metro Jaya, Komisaris Besar Polisi Argo Yuwono mengatakan, IJP diringkus pihak kepolisian pada Rabu (13/9) sekitar pukul 19.30 malam.

Penangkapan dilakukan disalah satu tempat hiburan malam di kawasan Taman Sari, Jakarta Barat.

“Ya betul (Indra Jaya Piliang), politisi Partai Golkar,” kata Argo saat dikonfirmasi di Jakarta, Kamis (14/9).

Saat ini pihak kepolisian masih memeriksa IJP untuk mendapat hasil lanjutan. Saat dirungkus polisi telah menyita satu buah bong bekas dan korek gas.

“Sementara masih kami kembangkan,” tandasnya.

Polisi Temukan Golok dan Anak Panah di Dalam Wisma Latimojong

0

BOGOR DAILY– Ada hal yang menarik saat dilakukan ekskusi asrama mahasiswa Sulewesi Selatan Latimojong di Jalan Semeru, Rabu (13/9/2017). Tak hanya mendapati pagar betis dari bambu, Satpol PP juga menemukan puluhan senjata tajam di dalam asrama.

Petugas menemukan senjata tajam seperti golok, pisau hingga anak panah saat proses eksekusi pembongkaran.

Belum jelas untuk apa senjata ini disimpan para mahasiswa ini, namun belasan senjata ini ditemukan di tas dan tempat duduk mahasiswa yang tengah nongkrong menunggu eksekusi.

Eksekusi lahan seluas 986 meter persegi di Jalan Dr Semeru No 27  itu merupakan akhir dari sengketa antara Yayasan Islamic Center (YIC) Al Ghazaly Bogor dengan penghuni Wisma Mahasiswa Latimojong Sulawesi Selatan (Sulsel).

Hasil putusan Mahkamah Agung memutuskan Wisma Latimojong merupakan milik YIC Al-Ghazaly.

Ruas Jalan Dr Semeru, Kota Bogor ditutup sejak pagi. Wisma tersebut ditinggali oleh sejumlah mahasiswa dari Sulawesi Selatan.

Akibat ditutupnya jalan tersebut, warga yang berada di lokasi terganggu aktifitasnya.

Ibunya Dihina, Gibran : “Yo orapopo mas. Maafkan wae…”

0

BOGOR DAILY– Meme yang dianggap menghina Ibu Negara Iriana Joko Widodo viral beredar di beragam platform media sosial di Indonesia.

Dalam meme yang beredar, Iriana dihina memakai kata kesusilaan lantaran kekinian tak memakai jilbab. Padahal, dalam masa kampanye Jokowi pada Pemilu 2014, dirinya memakai jilbab.

Meme tersebut kontan membuat mayoritas warganet marah. Mereka lantas beramai-ramai mengadukan akun Instagram warga_biasa ke akun resmi Mabes Polri di Twitter, yakni @DivHumasPolri dan @CCIPolri.

Tak hanya mengadukan ke akun polisi, warganet juga mengadukan meme tersebut kepada dua putra Iriana dan Presiden Joko Widodo, yakni Gibran Rakaningbumi Raka dan Kaesang Pangarep.

Pengaduan itu dilakukan warganet berakun HomeMarchel. Ia mengadukan kepada akun Twitter Gibran,

“Mas @Chilli_Pari ini ada Instagram seperti ini. Beliau ibu negara lho mas. Terlebih, beliau juga ibu sampeyan. Tolong ditindak mas,” tulis @HomeMarchel sembari mengunggah meme tersebut. Ia juga menuliskan hal yang sama kepada Kaesang.

Namun, reaksi Kaesang dan Gibran cukup tenang dan santai menanggapi meme tersebut.

“Biarin. Dimaafkan saja,” tulis @Chilli_Pari. Sementara Kaesang menjawab memakai bahasa Jawa, ”Yo orapopo mas. Maafkan wae.”

Warganet menduga, akun Instagram warga_biasa adalah pembuat dan yang kali pertama menyebar meme tersebut.

Kepala Bagian Penerangan Umum Humas Polri Komisaris Besar Martinus Sitompul menegaskan, bakal mengusut peredaran meme tersebut.

“Kami akan menyelidiki, siapa yang membuat dan kali pertama menyebar meme tersebut,” kata Martinus ketika dikonfirmasi soal kasus itu, Jumat (8/9/2017).

Mantan Penjual Nasi Padang Ini Jadi Presiden Singapura

0

BOGOR DAILY- Tidak banyak yang tahu jika Presiden-terpilih Singapura Halimah Yacob hidup pas-pasan di masa kecilnya. Mantan Ketua DPR Singapura ini lahir 23 Agustus, tepatnya 63 tahun silam di Queen Street yang terletak di area Bugis.

Masa kecil seorang Halimah tidaklah mudah. Ayahnya meninggal ketika dia baru berusia delapan tahun. Dia tinggal di rumah susun yang hanya memiliki satu kamar, bersama saudara-saudaranya.

Demi menghidupi kelima anaknya, ibu Halimah berjualan nasi padang, mula-mula dengan sebuah gerobak kecil. Usaha itu kemudian berpindah ke Hawker, setelah mereka diberikan izin.

Walau menjadi anak yang termuda, Halimah tidak sungkan untuk membantu ibunya berjualan. Dia rajin membantu dengan membersihkan lokasi berjualan, mencuci sendok garpu, merapikan meja-meja tempat duduk pelanggan. Halimah juga rajin melayani pelanggan.

Halimah secara luar biasa berhasil diterima di dua sekolah bergengsi di tingkat SMP dan SMA. Dia merupakan segelintir suku Melayu yang bersekolah di SMP Chinese Girls’ School yang mayoritasnya adalah pelajar wanita beretnis China.

Tingkat SMA ditempuhnya di Tanjong Katong Girls’ School. Namun Halimah hampir saja dikeluarkan dari sekolah karena sering membolos.

Alasan utama dia bolos tidak lain adalah untuk membantu ibunya berjualan. Halimah menceritakan bagaimana momen dia hampir dikeluarkan itu sebagai masa terburuk dalam hidupnya.

Memang masa SMP dan SMA ini sangatlah sulit. Uang sekolahnya sering tertunggak karena keterbatasan ekonomi. Dia juga harus mengerjakan tugasnya sambilan dengan membantu ibunya berjualan.

Halimah berhasil melewati masa sulit itu, dan puncaknya masuk ke Fakultas Hukum Universitas Singapura (sekarang National University of Singapore) yang sangat bergengsi.

Kecerdasannya membuat Halimah dianugerahi beasiswa dari Islamic Religious Council of Singapore. Ibu dari lima anak ini menyelesaikan perkuliahannya di tahun 1978. Dia kemudian bergabung dengan National Trades Union Congress (NTUC) atau organisasi perburuhan Singapura.

Dia memulai karirnya di divisi hukum NTUC memperjuangkan hak-hak pekerja. NTUC menjadi tempat Halimah merangkak dari bawah hingga dipilih menjadi Deputi Sekretaris Jenderal, posisi kedua terkuat di NTUC.

Tidaklah mengagetkan jika Halimah populer di kalangan buruh, karena dia memang menghabiskan karir selama 30 tahun di NTUC.

Tahun 2001 setelah dibujuk oleh Perdana Menteri ketika itu Goh Chok Tong, Halimah memutuskan terjun ke dunia politik.

Dia terpilih mewakili konstituensi Jurong serta mengukir sejarah sebagai wanita pertama yang menjadi anggota parlemen dari Suku Melayu.

Istri dari Mohamed Abdullah Alhabshee itu kemudian ditunjuk menjadi anggota kabinet dengan posisi menteri muda di berbagai kementerian.

Januari 2013 Halimah terpilih sebagai Ketua DPR, lagi lagi menjadi perempuan pertama yang dipercaya menduduki posisi itu.

Kini, lagi-lagi Halimah mengukir sejarah. Kemenangannya di pemilihan umum menghantarkannya menjadi wanita presiden pertama Singapura.

Sosok Halimah terkenal sangat sederhana. Dia tetap tinggal di rumah susun di kawasan Yishun, di utara Singapura walau sudah menjabat sebagai Ketua DPR.

Halimah melontarkan rencananya untuk tetap tinggal di rumah susun itu setelah menjabat sebagai Presiden.

Halimah dijadwalkan akan diambil sumpahnya sebagai Presiden kedelapan Singapura di Istana Kepresidenan, Rabu malam (13/9/2017) (Kompas.com)

Foto Bareng Selena Gomes, Cinta Laura Bikin Fans Mupeng

0

BOGOR DAILY- Cinta Laura Kiehl makin serius meniti kariernya di panggung internasional. Selebriti kelahiran Jerman, 17 Agustus 1993 ini pun sudah membintangi beberapa film produksi Hollywood.

Kiprahnya di dunia hiburan internasional tentu saja membuatnya berkesempatan untuk bertemu dengan selebriti dunia lainnya. Salah satunya adalah penyanyi hits, Selena Gomez.

Yups, baru-baru ini bintang film ‘The Ninth Passenger’ itu terlihat bertemu dengan Selena Gomez. Momen tersebut tentu saja dibagikan Cinta di akun media sosialnya.

Dalam foto yang diunggah pada Rabu (13/9) Cinta tampil menawan dalam balutan mini dress berwarna hitam. Sedangkan, mantan kekasih Justin Bieber itu terlihat mengenakan kaos berwarna hitam yang dipadukan dengan jaket kulit berwarna cokelat dan celana jeans cutbray.

Melihat unggahan tersebut sontak saja penggemar Cinta dan Selena di Indonesia heboh.

“Omg…ngefans berat sm mereka berdua..” ujar akun @filbertanastasia.

Siswa SMAN 7 Dicekoki Miras, Begini Jawaban Pihak Sekolah

0

BOGOR DAILY-Kasus bullying kembali terjadi. Kali ini di SMA Negeri 7 Kota Bogor. Korban yang masih duduk di kelas X dipaksa menenggak minuman beralkohol, diajar­kan cara tawuran hingga di­pukuli kakak kelasnya yang duduk dibangku XII. Bahkan, kerap terjadi aksi pemalakan oleh beberapa oknum kakak kelas dan ujaran kebencian untuk memerangi SMA Ne­geri 6 Kota Bogor.

Orang tua korban, Samsul Anam, mengatakan, sejauh ini dirinya melaporkan ke pihak sekolah untuk men­gusut siapa yang melakukan bullying terhadap anaknya LJ beserta sepuluh rekannya.

“Saya masih menunggu langkah pihak sekolah, belum melaporkan ke kepolisian karena masih menghargai pihak sekolah. Harus ada langkah terhadap anak-anak yang terduga melakukan bul­lying,” ujar warga Sinargalih, RT 02/07, Kelurahan Loji, Kecamatan Bogor Barat itu.

Awalnya, kata Samsul, pada Senin (11/9) pukul 21:00 W IB LJ belum juga pulang ke rumah yang biasanya jarang pulang telat dan paling telat pukul 17:00 WIB ada di rumah dari waktu bubar sekolah pukul 15:30 WIB. Lalu, dia menelepon LJ. Nah, saat telepon diangkat ada nada ketakutan sehingga dia curiga ada masalah yang me­nimpa LJ.

“Setelah pulang LJ berce­rita, anak saya dipaksa kakak kelasnya minum minuman keras, ditendang dan dipukul. Anak saya ditahan sampai pukul 21:00 sampai rumah pukul 22:00. Ini satu hal yang perlu direspons masyarakat, karena mengarah ke kriminal berat,” terangnya.

Untuk tempat kejadiannya, Samsul mengatakan, di Taman Palupuh LJ dipukuli sesaat sebelumnya dicegat depan sekolah. Samsul mengaku sudah lama mendengar ada pemalakan dan bullying di SMAN 7, tetapi dia percaya anaknya bisa menjaga diri sendiri. Tetapi ternyata tidak.

“Ini anak saya tidak mau sekolah, syok berat. Aksi bul­lying dilakukan sekitar 20 kakak kelasnya. Saya ingin pelaku bullying diberi tinda­kan yang membuat jera,” paparnya.

Sementara itu, Wakil Kepsek Bidang Humas Agus Setiadi mengatakan, orang tua korban sudah diundang resmi pukul 10:00WIB, kemarin. Kepsek juga sudah mengumpulkan jajaran sekolah untuk ber­temu orang tua murid, ter­masuk bhabinkamtibmas dan bhabinsa.

“Intinya tadi orang tua melaporkan, pihak sekolah mengkroscek. Saya akan me­nemui ketua RT untuk menge­cek apakah anak-anak seko­lah ada di Taman Palupuh pada malam hari. Saya akan ke rumah korban dan menga­jak ngobrol anaknya kalau semua langkah kroscek sudah dilakukan dan aksi bullying terbukti,” katanya.

Soal sanksi, lanjut dia, se­kolah mempunyai aturan. Anak-anak yang terlibat akan dipanggil serta diberikan tindakan tegas. Para siswa SMAN 7 pulang pada pukul 15:30 WIB, kemudian dibe­rikan toleransi sampai 17:00 WIB dengan pengawasan sekuriti.