Sunday, 12 April 2026
Home Blog Page 8929

Kekeringan Mulai Mengancam Warga Bogor

0

BOGOR DAILYDebit air di Bendung Katulampa, Kelurahan Katulampa, Kecamatan Bogor Timur, Kota Bogor, semakin hari makin berkurang. Bencana kekeringan ini mengancam warga di sejumlah wilayah bakal menjadi ancaman seiring jarang terjadinya hujan lokal di kawasan Puncak.

Kekeringan di Bendung Katulampa sudah terjadi sejak Agustus. Bahkan debit air sempat 0 sentimeter (cm).

Menurut petugas Bendung Katulampa saat ini (11/9) debit air hanya 29 cm, kurang dari 1.224 liter per detik. Padahal normalnya 2.248 liter per detik. Semua pintu sudah ditutup dan dialihkan ke satu pintu saja.

Kekeringan diperkirakan akan terus terjadi selama tidak ada hujan di kawasan Puncak. Kekeringan telah berdampak kepada masyarakat, di antaranya sawah petani menjadi kering, begitu juga dengan gagalnya sejumlah usaha peternakan ikan.

Dampak kekeringan Bendung Katulampa tak hanya terjadi di Bogor, tapi juga di beberapa kota lantaran aliran air mengalir ke Depok dan Jakarta. Kekeringan juga mengancam pasokan air untuk PDAM Bogor yang memiliki pelanggan jutaan rumah tangga di Bogor hingga Depok.

Imbas Politik Jabar, Koalisi Gerindra-PKS di Bogor Pecah?

0

BOGOR DAILY-Sinyal pencabutan dukungan Partai Gerindra terhadap pasangan Deddy Mizwar dan Ahmad Syaikhu dalam Pemilihan Gubernur dan Wakil Gubernur (Pilgub) Jawa Barat 2018 mencuat. Ini menyusul keluarnya pernyataan Ketua DPD Gerindra Jawa Barat Mulyadi yang akan menarik dukungannya.

Menurut Mulyadi, penarikan dukungan itu lantaran hingga kini belum ada perkembangan lebih lanjut tentang kesiapan calon dan kerja sama dalam koalisi.

“Buat DPD Gerindra Jabar, pasangan yang diberitakan 17 Agustus lalu untuk mengusung pasangan Demiz-Syaikhu, sejauh ini menjadi sulit untuk direalisasikan karena pertimbangan atas kesiapan kandidat dan PKS,” kata Dedi

Rupanya gonjang-ganjing pecahnya kongsi Gerindra-PKS di Pilgub Jabar juga sudah sampai ke daerah. Dinamika politik di Jabar tak dipungkiri turut berimbas pada politik lokal, hingga membuat hubungan dua partai tersebut terancam pecah kongsi.

Kini, sejumlah pengurus partai di tingkat Kota/Kabupaten Bogor masih menunggu instruksi Dewan Pimpinan Pusat (DPP) soal kelanjutan koalisi Gerindra-PKS untuk Pilkada 2018.

Ketua DPC Gerindra Kota Bogor Sopian Ali Agam mengaku jika hubungannya dengan PKS Kota Bogor cukup baik. Namun, untuk kepastian koalisi, pihaknya pun belum memutuskan. Karena, tergantung dari restu DPP.

“ Nanti serahkan saja ke DPP, yang penting kita Sudah silahturahmi dengan PKS. Masalah itu nanti ada perubahan, ya bisa saja (tidak sepaket,red),”kata Sopian.

Sebab, meski sudah sepaham dengan PKS Kota Bogor, pihaknya masih menyerahkan pada keputusan DPP.

“Sejauh ini hubungan baik, tapi kan antara kami dengan PKS juga belum menentukan F1 dan F2 jadi masih bisa berubah,”terangnya.

Sementara itu, Ketua DPC PKS Kota Bogor, Atang Trisnanto mengaku masih menunggu sikap resmi dari DPC Kota Bogor. Karena, sejauh ini situasi antara PKS dan Gerindra tidak ada masalah.

“Kita hormati keputusan sikap politik Gerindra Jabar. Tapi kita menunggu sikap resmi DPD. Karena mereka yang memiliki keputusan,” kata Atang saat dihubungi, kemarin.

Disinggung jika DPD gerindra Kota Bogor melakukan hal yang sama dengan Gerindra Jabar, menurutnya, politik bisa saja seperti itu dan pihaknya harus siap apakah sejalan atau tidak sejalan. Terpenting, saat ini pihaknya tetap membangun terus komunikasi dengan Gerindra, sebab sejauh ini komunikasi yang dijalin sudah sangat baik.

“Saya tidak mau berandai-andai, kita serahkan lagi kepada mereka (Gerindra),” ujarnya.

Hal senada diungkapkan, Ketua DPD Gerindra Kabupatan Bogor, Iwan Setiawan. Menurutnya, pihaknya belum bisa komentar lebih jauh mengenai hal itu. Karena, mengusung secara resmi saja belum dan apa yang dibatalkan. “Ini kan dinamika saja. Kecuali sudah ada hitam di atas putih,” kata Iwan.

Apalagi, sambung Wakil Ketua DPRD Kabupaten Bogor ini, masalah Jabar belum final secara pasti. Sehingga, ia tetap meyakini Gerindra dan PKS akan tetap berdomisili. “Termasuk di Kabupaten Bogor, peluang koalisi saya yakin tetap solid,” ucap dia.

Ia pun mengaku, untuk di Kabupaten Bogor tidak ada intruksi secara tegas, seperti harus dengan partai tertentu. Karena, semuanya diserahkan sesuai dengan keadaan di daerah. “Tidak ada. Target kita menang dan nanti bisa sama-sama mendukung Prabowo di Pilpres,” ujarnya.

Tes Keperawanan Pra Nikah Jadi Polemik

0

BOGOR DAILY-Hakim Binsar Gultom mengusulkan tes keperawanan sebelum menikah untuk menekan tingkat perceraian di Indonesia. Dalam bukunya berjudul ‘Pandangan Kritis Seorang Hakim’, Binsar mengatakan banyak perkawinan yang kandas akibat dimulai dengan terpaksa, termasuk karena hamil di luar nikah

Badan Peradilan Agama Mahkamah Agung (Badilag MA), sejak 2010 hingga 2014, dari 2 juta pasangan yang mencatatkan pernihakan, 300 ribu di antanya bercerai dengan berbagai alasan.

“Untuk itu, harus ada tes keperawanan. Jika ternyata sudah tidak perawan lagi, maka perlu tindakan preventif dan represif dari pemerintah. Barangkalai, pernikahan bisa ditunda dulu. Mengapa harus demikian? Karena salah satu yang membuat terjadinya perpecahan dalam rumah tangga karena perkawinan dilakukan dalam keadaan terpaksa, sudah hamil terlebih dahulu,” ujar Binsar.

Bahkan, Binsar juga meminta kepada lelaki untuk melakukan hal yang sama: tes keperjakaan.

“Tidak adil kalau wanita yang tes keperawannya. Bagaimana si lelaki? jika bukan perjaka lagi? Ini berkembang pengetahun kita. Kewajiban pemerintah untuk bisa mendeteksi sejauh mana seorang pria masih perjaka atau tidak, harus diangkat fokus berita ini,” kata Binsar, Senin (11/9/2017).

Hakim tinggi pada Pengadilan Tinggi (PT) Bangka Belitung itu meminta para ahli kedokteran meneliti dan membuat kajian cara mendeteksi mengetes keperjakaan seseorang. Dengan teknologi kedokteran yang sudah sangat canggih saat ini, Binsar yakin cara itu bisa ditemukan.

“Sekarang dokter atau ahli kandungan, (masak)tidak bisa mendeteksi soerang pria sudah tidak perjaka? Itu harus bisa, jaman canggih,” tegas Binsar.

Tak cuma tes keperawanan, ia pun mengusulkan lima hal untuk menekan angka perceraian di Indonesia.

Di antaranya, menaikkan syarat usia calon pengantin, mewajibkan pasangan memiliki pekerjaan, poligami bersyarat, sanksi hukum bagi suami poligami yang tidak memenuhi keadilan, serta merevisi aturan soal penjara lima  tahun bagi pasangan suami istri.

Sekedar diketahui angka perceraian Kota Bogor enam bulan peratam di 2017 terbilang cukup tinggi. Tercatat sebanyak 796 pasangan baik dari pihak istri maupun suami mengajukan perkara perceraian Pengadilan Agama Bogor Kelas I A. Sedangkan di Kabupaten Bogor.

Menurut Ketua KNPI Kota Bogor, Bagus Maulana, wacana tes keperawanan dan keperjakaan pra nikah tidak tepat. Karena, untuk menekan perceraian tidka harus dengan melakukan cara yang kini masih dianggap tabu.

“Sangat tidak tepat. Banyak hal yang bisa meminimalisir perceraian selain dari tes yang sangat amoral dan melawan ketentuan agama itu. Bahkan, harus dipertanyakan kredibilitas personal yang telah menggulirkan wacana tersebut,” kata Bagus.

Dirinya menyarankan, untuk mengurangi jumlah perceraian sebaiknya pemerintah melalui KUA dapat dapat mengintenskan pelatihan atau bimbingan pra nikah. Serta, materi dan kurikulumnya harus lebih berbasis religius. “Sebaiknya hal itulah yang harus dikedepankan. Berikan pelatihan atau bimbingan untuk pasangan yang akan menikah,” tutupnya

Sementara itu, dokter spesialis kandungan Rumah Sakit Angkatan Darat (RSPAD), Jakarta, dr. Toto Imam Soeparmono, SPoG, K. Onk menyatakan, tes keperawanan
biasa dilakukan oleh para calon istri tentara yang ingin menikah, di mana mereka akan direkomendasikan untuk melakukan serangkaian tes kesehatan.

“Jadi calon istri tentara itu memang harus bertemu komandan dulu, kemudian komandan merekomendasikan tes kesehatan. Nah, hasil tesnya, akan disampaikan ke anggota tentara maupun calon istrinya,” papar Toto.

Namun, istilah tes keperawanan itu lebih populer disebut dengan tes kewanitaan. Dalam pemeriksaan tanda-tanda kewanitaan, lanjut Toto, dokter atau ahli akan mendeskripsikan hasilnya, di antaranya, keberadaan rahim, keberadaan alat kelamin keluar, termasuk selaput perawan.

“Secara umum, sebetulnya tesnya itu adalah tes menentukan apakah dia wanita atau bukan. Itu yang benar. Bahwa nanti di dalam deskripsi laporannya disebut tentang kondisi selaput perawannya, itu masuk dalam deskripsi lengkap,” ungkap Toto.

Sementara itu, Ketua Pengurus Cabang Nahdlatul Ulama (PCNU), Kabupaten Bogor, Romdoni mengaku tak sependapat dengan langkah itu. Karena, tes tersebuit tidak menjamin bisa menurunkan tingkat “Saya fikir usulan itu hanya mengada-ada aja. Perceraian masih tetap tinggi. Hanya masalah penyadaran saja untuk meminimalisir perceraian,” kata Romdoni saat dihubungi, kemarin.

Hal senada diungkapkan Anggota Komisi IV DPRD Kabupaten Bogor, Amin Sugandi. Ia malah mempertanyakan, wacana itu merupakan kebijakan siapa, dari mana asalnya, aturan dan pedoman yang dimaksud seperti apa. Karena, tidak bisa dilakukan hanya secara sepihak. “Apalagi tidak ada kajian dan standarnya. Itu tidak mungkin diterapkan,” kata Amin.

Menurutnya, wacana itu pun bukan salah satu faktor untuk mengurangi jumlah perceraian. Melainkan, lebih ditanyakan niat awal kedua pasangan menjalin rumah tangga, tujuannya seperti apa dan apa penyebab perceraian terjadi, bisa karena faktor batin tidak terpenuhi, fisik, ekonomi dan lingkungan.

“Kalau menurut saya lebih baik benahi mental pasangan suami istri untuk mengurangi tingkat perceraian. Apalagi terhadap pasangan pernikahan dini, karena kebanyakan perceraian terjadi terhadap pasangan muda,” ujarnya.

Terpisah, Psikolog dari Rumah Sakit Mata Jakarta Eye Center Ine Indriani, menyebutkan untuk membangun sebuah pernikahan, yang paling utama adalah kepercayaan dan loyalitas masing-masing pasangan. “Komitmen setelah menikah yang dibutuhkan. Kalau penting tidaknya tes keperawanan itu tergantung value atau nilai yang dipegang tiap-tiap pasangan,” kata Ine.

Ajang Miss Waria Tingkat Nasional Diprotes

0

BOGOR DAILY– Ajang Miss Waria tingkat nasional yang digelar di Golni, Palu Sulawesi Tengah (Sulteng) baru-baru ini membuat mahasiswa yang tergabung dalam aliansi mahasiswa IAIN marah.

Puluhan calon generasi penerus bangsa itu mendatangi kantor DPRD Provinsi Sulteng dan Mapolda Sulteng kemarin (12/9). Mereka menuntut pimpinan dewan memanggil pihak yang memberikan perizinan kegiatan tersebut.

Sementara itu, kepada pihak Polda Sulteng, para mahasiswa mendesak untuk mengusut tuntas aktor yang terlibat dalam kegiatan yang telah dilaksanakan belum lama ini di Golni.

Koordinator aksi Moh. Arif menyatakan, Sulteng merupakan salah satu provinsi yang kebanyakan jumlah penduduknya menganut agama Islam. Agama tersebut menjadi mayoritas di semua kabupaten dan kota. Hal itu menjadi data real bahwa warga Sulteng mayoritas muslim.

“Kami dari mahasiswa IAIN Palu mengecam keras pemilihan miss waria tingkat nasional. Apalagi, kegiatan yang diselenggarakan di Golni berada di wilayah yang ditunjuk sebagai daerah religius. Di sebelah gedung itu juga terdapat kampus kami sehingga mereka (waria) telah menginjak harga diri kampus,” ujarnya di depan massa aksi.

Dalam aksi tersebut, tiga anggota DPRD Sulteng menerima para aksi, yaitu Halima dari Fraksi Hanura, Faizal Iskandar Golkar, dan I Nyoman Slamet. Mereka berjanji melakukan hearing dengan mendatangkan dinas yang telah memberikan izin penyelenggaraan miss waria itu.

Jalan Semeru Bogor Ditutup, Ini Penyebabnya

0

BOGOR DAILY-Ruas Jalan Dr Semeru, Kota Bogor ditutup sejak pagi Rabu (13/9/2017). Hal tersebut lantaran adanya eksekusi Wisma Latimojong yang ada di lokasi tersebut.

Wisma tersebut ditinggali oleh sejumlah mahasiswa dari Sulawesi Selatan. Akibat ditutupnya jalan tersebut, warga yang berada di lokasi terganggu aktifitasnya.

“Saya mau berangkat kerja jadi sulit karena jalannya ditutup,” kata salah satu warga Semeru, Laras (23).

Sehingga ia harus mencari jalan yang dapat dilaluinya untuk dapat tetap sampai ke tempat kerja. Bukan hanya mengganggu aktifitas, ditutupnya jalan Dr Semeru membuat jalan Merdeka menjadi macet. Sebab, lalu lintas dialihkan ke jalan tersebut.

“Ya terpaksa harus lewat situ (Merdeka). Mau gimana lagi daripada saya nggak sampai kantor,” tuturnya.

Mata Kiri Novel Baswedan Belum Bisa Melihat Sempura

0

BOGOR DAILY Kondisi mata penyidik KPK Novel Baswedan yang disiram air keras beberapa waktu lalu sedikit ada perkembangan. Terutama di mata kananya. Hal ini dikatakan juru bicara KPK Febri Diansyah.

“Mata kanan ada kabar baik. Pertumbuhan lapisan luar sudah seluruh terjadi,” kata Febri di Gedung Merah Putih KPK, Kuningan, Jakarta, kemarin, Selasa (12/9).

Kini, yang menjadi fokus penyembuhan yakni mata sebelah kiri. Novel masih belum bisa melihat dengan mata kirinya secara maksimal. Dokter pun harus memantau pertumbuhan jaringan gusi yang ditempel saat operasi lalu.

“Dokter harus terus memastikan, melakukan pengecekan apakah jaringan yang ditempel mata kiri kemudian sudah sesuai dan tumbuh menggantikan fungsi organ atau bagian yang ada di mata,” jelas Febri.

Pertumbuhan jaringan yang ditempel itu katanya harus diamati. Setelah itu baru lah akan dilakukan operasi tahap kedua.

Nah, operasi tahap dua tersebut dikabarkan akan dilakukan sekitar dua bulan lagi. “Kita berharap operasi tahap kedua berhasil, sehingga organ mata Novel bisa semakin pulih hari per hari,” terang mantan aktivis Indonesia Corruption Watch itu.

Soal kapan pengobatan itu rampung, Febri belum bisa memastikannya. Termasuk kepulangan Novel. Sebab, masih ada serangkaian pemeriksaan yang harus dijalaninya.

“Ada saran dokter pemeriksaan rutin. Kalau harus balik ke Indonesia kebutuhan pemeriksaan rutin tentu biaya akan besar dan ada risiko proses pengobatan mata,” tuturnya.

Diketahui, pada 11 April 2017, Novel disiram air keras. Akibatnya, penyidik senior KPK itu mengalami kerusakan mata yang serius. Dia pun diterbangkan ke Singapura untuk menjalani perawatan.

Pada pertengahan Agustus 2017, Novel menjalani operasi mata kiri, yang mengalami kerusakan lebih parah dari mata kanannya. Operasi berjalan lancar, dan kini Novel menjalani perawatan sebelum dilakukan operasi tahap kedua.

Sementara itu, pelaku maupun otak penyiraman air keras itu belum juga ditemukan pihak Polri. Padahal sudah lima bulan sejak penyiraman air keras terhadap Novel terjadi.

 

Ketum MUI Soroti Soal Pembekuan Masjid Imam Ahmad di Bogor

0

BOGOR DAILY– Pro kontra soal keberadaan Masjid Imam Ahmad Bin Hanbal ternyata mendapat perhatian dari Ketua Umum Majelis Ulama Indonesia (MUI), KH Maruf Amin.

Menurut Maruf, terkait pembekuan izin IMB oleh Wali Kota Bogor maupun protes masyarakat, dirinya meminta diselesaikan secara baik, alias win-win solution. Dia menyebut mereka yang menekan wali kota untuk membekukan IMB masjid Imam Ahmad bin Hanbal, merupakan kalangan intoleran.

“Kalau misalnya ada masyarakat bersikap kurang baik menghantam atau menekan wali kota, itukan sikap intoleran dan memang harus dicegah dan harus diperingatkan. Jika memang tidak bisa masih juga bersikap intoleran, ya harus dihentikan dan wali kota harus juga tegas,” ucapnya.

Maruf menambahkan, Izin pembangunan tempat ibadah tersebut sudah berjalan lama dan hanya memperluas bangunan yang sudah ada. Pun dengan kegiatan peribadatan juga sudah berjalan lebih dari lima tahun.

“Kenapa baru sekarang dipermasalahkan, jangan digunakan untuk momentum tahun politik buat kepentingan pribadi,” tandasnya

Kapolda Baru Jabar Ikut Kawal Kasus Pembunuhan PNS Cantik

BOGOR DAILY-Kasus pembunuhan terhadap pegawai negeri sipil (PNS) di BNN bagian Diklat Badan Narkotika Nasional (BNN) Lido, Bogor mendapat tanggapan dari Kapolda Jawa Barat yang baru, Irjen Pol Drs. Agung Maryoto.

Menurutnya pihaknya akan memback Up kasus-kasus yang menjadi perhatian publik termasuk kasus pembunuhan yang menimpa PNS cantik BNN yang dilakukan oleh suaminya.

“Polda Jabar Akan terus lakukan back up termasuk kasus-kasus yang menjadi sorotan,” ujarnya di sela – sela kunjungan di Kampung Cijujung Rt 05 Rw 08, Kecamatan Sukaraja, Kabupaten Bogor, Selasa (12/09/2017).

Ia pun mengatakan bahwa kasus tersebut masih dalam tahap pemeriksaan dan penyelidikan. “Masih dalam Pemerikasaan dan penyelidikan,” Singkatnya.

Seperti diketahui kasus pembunuhan  Indria Kameswari menjadi perhatian masyarakat luas, bahkan sampai saat ini kasus ini masih dalam tahap penyelidikan Polres Bogor.

Indria Kameswari sendiri dibunuh oleh suami berinisial MA di rumah kontrakan di Perumahan River Valley di Blok B2 Nomor 31 RT 01/08 Desa Palasari, Kecamatan Cijeruk, Kabupaten Bogor.

Kini suaminya pun sudah ditangkap dan telah dijadikan tersangka.

Usai Pertandingan, Kabomania vs Jakmania Bentrok

BOGOR DAILY– Suporter Persikabo diamankan polisi lantaran terlibat bentrok dengan suporter Persija (Jakmania).  Peristiwa itu terjadi usai dibantai Lampung Sakti di penyisihan grup 2 Liga 2 di stadion Pakan Sari Cibinong, Kabupaten Bogor, mereka malah diserang suporter The Jack Mania (Persija).

Beruntung, kejadian tawuran antar suporter itu berhasil dibendung jajaran Polresta Bogor Kota. Petugas menyisir di sejumlah titik di Kota Bogor seperti underpass Jalan Sholeh Iskandar, Pertigaan Yasmin.

Selain itu wilayah Kecamatan Bogor Barat, dan Kecamatan Bogor Utara.  Suporter yang melintas langsung diperiksa barang bawaannya.

Alhasil, polisi menemukan senjata tajam berupa samurai dan gir di titik Yasmin. “Kami Antisipasi pasca pertandingan di pekan sari Kabupaten Bogor antara Lampung Sakti dan Persikabo. Di mana suporter ini berasal dari wilayah Kecamatan Cibungbulang, Leuwiliang,” ujar Kapolsek Tanah Sareal Kompol Muis Effendi kepada Pojokjabar, Selasa (12/9/2017).

Muis mengatakan, kepolisian akan megantisipasi baik terbuka maupun tertutup di titik simpul keramaian masyarakat.

Terutama suporter yang melintas di wilayah kecamatan di Kota Bogor menuju ke Kabupaten Bogor. “Bila ada kerumunan suporter kami akan melakukan penggeladahan guna mengantisipasi membawa barang-barang berbahaya seperti sajam,” terangnya.

Sementara menurut pengakuan salah satu Kabomania asal Cibungbulang, Agus Suhendi (19), mengaku selama dalam perjalanan kerap kali diserang suporter The Jack Mania. “Mereka cari masalah duluan pak. Kami dikejar dari Cibinong,” cetusnya.

Untuk mengantisipasi terjadinnya tawuran, para Kabomania itu dipulangkan dengan menggunakan bis yang diberhentikan Kepolisian.

Hari Ini Wisma Mahasiswa Dibongkar, Begini Penampakan di Lokasi

0

BOGOR DAILY- Ratusan personel kepolisian lengkap dengan peralatan berjaga di depan Wisma Latimojong, Jalan Sumeru, Kota Bogor, Rabu (13/9/2017).

Hal itu merupakan bentuk antisipasi, mengingat akan dilakukannya eksekusi lahan Wisma Latimajong yang sudah dibeli oleh Yayaysan Al Ghazali Bogor.

Sejak pukul 07.00 WIB, tampak arus kendaraan dari arah Jalan Merdeka menuju Jalan Semeru Kota Bogor pun ditutup.

Kepadatan kendaraan bahkan tak bisa dihindari mulai dari Pasar Merdeka sampai Simpang Jalan Mawar. Sementara itu, aktivitas warga hingga lalu lalang kendaraan di sekitar lokasi pun tak terlihat sejak pukul 05.00 WIB subuh tadi.

Barisan polisi yang berdiri tepat di depan SMP YKTB tampak menghadang beberapa pejalan kaki yang hendak berjalan menuju arah Wisma Latimojong. “Mau ke mana mas, jangan lewat sini,” ucap seorang petugas polisi kepada warga.

“Harus steril dulu, bisa putar arah ke jalan lain,” tambahnya.

Hingga berita ini diturunkan, tampak ratusan aparat kepolisiam masih berada di lokasi untuk memastikam situasi tetap aman terkendali

Di sudut lain, tampak pula sejumlah petugas Dinas Perhubungan dan Satpol PP Kota Bogor mengangkut perabotan seperti lemari, meja, dan lain sebagainya dari Wisma Latimojong ke atas truk