Sunday, 12 April 2026
Home Blog Page 8932

Guru SMA Asal Caringin Hilang di Gunung Gede

BOGOR DAILY- Yusuf Iskandar (40) dikabarkan hilang dan tersesat di kawasan Taman Nasional Gunung Gede Pangrango (TNGGP), Sukabumi, Jawa Barat. Pria berprofesi guru SMA ini diketahui tengah berwisata ke Curug Ciheulang di Resort Cimungkad yang berada di area TNGGP.

Guru pelajaran Basa Inggris itu berdomisili di Kampung Kongsi, RT 1 RW 1, Desa Caringin Wetan, Kecamatan Caringin, Kabupaten Sukabumi. Dia masuk kawasan gunung bersama sejumlah rekannya dari Blok Cihamur, Desa Sukamulya, Kecamatan Caringin, pada Sabtu (9/9/2017).

Saat berangkat ada 12 orang bertujuan ke Curug Ciheulang. Namun hanya lima orang yang mencapai Curug, tujuh lainnya menunggu di Ciodeng Saat

“Saya dan kakak saya bersama tiga warga lainnya berhasil tiba di Curug Ciheulang, saat kami perjalanan menuju tempat rombongan lainnya yang berada di Ciodeng kakak saya terpisah,” tutur Abdul Fatah (28), adik Yusuf, di Resort Cimungkad, Senin (11/9/2017).

Proses pencarian sempat berlangsung, namun Yusuf belum diketahui keberadaannya. Karena khawatir, Abdul bermalam dengan harapan kakaknya bertemu rombongan. Tetapi tidak ada kabar soal posisi Yusuf hingga pagi ini.

Informasi hilangnya Yusuf itu dibenarkan Kasi PTN Wilayah IV Situgunung Sudjoko. “Informasinya betul, wisatawan itu diketahui bernama Yusif Iskandar berusia 40 tahun, berprofesi sebagai guru Bahasa Inggris di salah satu SMA,” ujarnya

Menurut Sudjoko, Yusuf diketahui tidak mengantongi perbekalan karena seluruh tas ransel dan ponsel korban dititipkan ke rekannya. “Tim SAR akan mulai melakukan pencarian pagi ini dengan membawa logistik,” ucap Sudjoko.

Jangan Ada Pungli di PTSL

Oleh: Hj. Ade Yasin, SH, MH
(Calon Bupati Bogor 2018)

Saat ini sedang berlangsung proses sertifikasi tanah secara gratis terhadap 80.000 bidang tanah di empat kecamatan di Kabupaten Bogor. Di antaranya, Kecamatan Cibinong, Sukaraja, Bojonggede dan Tajurhalang. Program sertifikasi gratis ini dikenal dengan istilah Pendaftaran Tanah Sistematis Lengkap (TPSL). Menurut Ketua Tim Pelaksana (PTSL) BPN Kabu¬paten Bogor Mahfud, proses sosialisasi sudah dilakukan, dan Agustus 2017 lalu mulai dilakukan pengukuran.

Saya mengimbau masyarakat tidak menyia-nyiakan kesempatan tersebut. Sebab, sertifikasi tanah itu penting. Apalagi kalau melihat harga tanah di empat kecamatan tersebut yang diperkirakan akan terus melonjak. Selain merupakan daerah yang akan menjadi pusat pertumbuhan Kabupaten Bogor, empat kecamatan itu pun berdekatan dengan pusat pemerintahan Kabupaten Bogor. Wilayah Cibinong, Sukaraja, Bojonggede dan Tajurhalang juga mudah dijangkau oleh moda transportasi dari Jakarta, baik moda transportasi jalan raya, maupun kereta api.

Ruas jalan dari Jalan Tegar Beriman nantinya juga akan tembus ke Jampang daerah Parung. Jalan inilah yang akan membuat keempat daerah tersebut semakin strategis. Bukan cuma mudah dijangkau dari Tol Jagorawi, tapi juga mudah diakses dari daerah Parung.

Penuh sesaknya Jakarta ditambah semakin mahalnya biaya hidup di Jakarta, diperkirakan akan mendorong pengusaha properti mengincar lahan atau tanah di empat kecamatan ini, baik untuk membangun perumahan, pertokoan, apartemen, hotel dan lain sebagainya.

Oleh sebab itu, program sertifikasi gratis terhadap 80.000 bidang tanah milik masyarakat menjadi sangat penting. Selain untuk kepastian hukum menghindari penyerobotan oleh tangan-tangan yang tidak bertanggung jawab, juga dapat dijadikan agunan ke perbankan apabila pemilik ingin memperoleh modal untuk membangun usaha.

Dengan adanya sertifikat, harga lahan juga semakin meningkat. Program PTSL ini berlaku bagi seluruh masyarakat. Program ini mirip dengan PRONA atau Proyek Operasi Nasional Agraria yang juga program sertifikasi tanah secara gratis. Bahasa resmi PRONA adalah kegiatan legalisasi aset yang pada hakekatnya merupakan proses administrasi pertanahan meliputi adjudikasi, pendaftaran tanah sampai dengan penerbitan sertifikat/tanda bukti hak atas tanah, diselenggarakan secara massal sejak tahun 1981 berdasarkan Keputusan Menteri Dalam Negeri Nomor 189 Tahun 1981 tentang PRONA.

Seperti PRONA, PTSL juga merupakan program sertifikasi tanah secara gratis. Bedanya, PRONA hanya melakukan sertifikasi secara gratis terhadap tanah milik masyarakat yang tidak mampu. Sedangkan PTSL merupakan program sertifikasi tanah secara gratis terhadap seluruh masyarakat. Melalui program PTSL, masyarakat non-miskin pun bisa mengurus sertifikat tanah secara gratis.

Sertifikasi secara gratis tersebut dilandaskan pada keputusan bersama tiga menteri, yakni Menteri Agraria dan Tata Ruang/Kepala Badan Pertanahan Nasional, Menteri Dalam Negeri, dan Menteri Desa Daerah Tertinggal dan Transmigrasi, Nomor 25/SKB/V/2017, Nomor 590-3167A Tahun 2017, Nomor 34 Tahun 2017 Tentang Pembiayaan Persiapan Tanah Sistematis.

Dalam Keputusan Bersama Tiga Menteri tersebut memang dirinci mengenai pembiayan yang ditanggung oleh masyarakat meliputi penyiapan dokumen sertifikat, penyediaan patok tanah, materai, biaya pemasangan dan pengangkutan patok, biaya transportasi petugas kelurahan atau desa dan lain sebagainya.

Biayanya berbeda antara satu daerah dengan daerah lainnya. Untuk daerah Jawa dan Bali biayanya sangat kecil yakni Rp150.000. Jadi sebetulnya ada biaya, tetapi karena sangat kecil, disamakan dengan gratis.

Untuk ikut dalam program PTSL tersebut , pemilik tanah cukup mendaftar ke BPN dengan melengkapi syarat-syarat sebagai berikut: 1. Mengisi formulir permohonan; 2. Foto copy pemohon dan atau Surat Kuasa Bermaterai (apabila diurus pihak ketiga), disertai foto copy KTP Penerima Kuasa; 3. Bukti girik, segel, dan lainnya yang dibuat sebelum tahun 1960, kwitansi, SPPT PBB tahun berjalan; 4. Surat Keterangan dari Kepala Kelurahan yang diketahui oleh dua orang saksi disertai foto copy KTP para saksi tentang status kepemilikan tanah. 5. Surat pernyataan penguasaan fisik bidang tanah bermaterai dari pemohon yang dibenarkan/dikuatkan oleh dua orang saksi disertai foto copy KTP para saksi; 6. Surat pernyataan dari pemohon bermaterai tentang tanah milik adat yang disaksikan oleh Ketua RW dan Ketua RT; 7. Akta PPAT (Bukti Perolehan Tanah); 8. Bukti setor Pajak Penghasilan (PPH) dan Bea Perolehan Hak Atas Tanah dan Bangunan (BPHTB)/Surat Pernyataan BPHTB Terhutang.

Dalam praktiknya di lapangan mungkin saja terjadi pungutan liar. Jika  hal itu terjadi, masyarakat bisa menunjukkan surat keputusan bersama tiga menteri dengan cara mengunduh dari internet dan mencetaknya.

Saya mengimbau masyarakat memanfaatkan kesempatan ini dengan sebaik-baiknya. Saya sebagai calon Bupati Bogor dan Ketua DPW PPP Jawa Barat akan mencermati proses sertifikasi tanah secara gratis tersebut. Saya berharap, tidak ada pungli. [*]

Kiper Filipina Doakan Timnas U-19 Sampai ke Semifinal

0

BOGOR DAILY-Quincy Julian Kammeraad sudah merasakan keganasan Timnas Indonesia U-19 saat Filipina menyerah dengan skor telak 0-9 dari Tim Garuda Nusantara di Stadion Thuwunna, Yangon, Kamis (7/9/2017). Kiper klub Global Cebu FC itu pun tak segan memuji permainan Feby Eka Putra dan kawan-kawan.

“Indonesia tim bagus. Meski saya baru sekali bertemu Indonesia, saya merasa para pemain Indonesia sudah saling memahami dengan baik. Mereka terlihat bersiap sangat bagus untuk turnamen ini,” ujarnya.

Kammeraad lantas membandingkan dengan  situasi di Timnas Filipina U-18. “Kami hanya bersiap selama satu bulan. Itu pun tak semua pemain yang dipanggil datang, sehingga kami hanya  berlatih intensif selama satu minggu. Bisa dibilang tim ini bersiap pada saat-saat akhir,” lanjutnya.

“Filipina dihuni pemain-pemain muda kisaran 16-17 tahun yang berasal dari tim-tim kampus. Sementara itu Indonesia sepertinya diperkuat pemain yang sudah punya level  profesional,” imbuhnya.

Kammeraad menyadari bila level Filipina berada di bawah Indonesia. Namun, ia mendadak berpikir serius  saat ditanya apakah tim asuhan Indra Sjafri bisa menjuarai Piala AFF U-18 2017.

“Saya belum melihat semua tim di Grup B. Saya juga tidak tahu apa yang terjadi di Grup A. Tapi, saya tahu di sana ada grup kuat seperti Malaysia dan Thailand. Yang bisa saya katakan, Indonesia punya peluang lolos ke semifinal dan bahkan tampil di final. Tapi, apakah Timnas Indonesia U-19 bisa jadi juara? Saya harus melihat permainan tim-tim peserta yang lain dulu,” jawab kiper 16 tahun itu.

Beli Kartu Tol Elektronik Sekarang Lebih Murah

0

BOGOR DAILY- Mulai 31 Oktober seluruh ruas jalan hanya melayani transaksi non tunai. Artinya, seluruh kendaraan yang meelwati jalan tol diwajibkan membeli kartu tol elektronik.

Kepala Badan Pengatur Jalan Tol (BPJT) Herry Trisaputra Zuna menyatakan, sosialisasi dilakukan sejak beberapa bulan lalu. Perbankan juga telah melakukan penjualan dan pengisian ulang uang elektronik.

’’Tanggal 31 Oktober itu, migrasi keseluruhan jadi nontunai. Jadi, semua gerbang tol tak lagi melayani transaksi tunai. Kalau mau lewat tol, harus beli kartu,’’ katanya kemarin (8/9).

Vice President Digital Banking and Financial Inclusion Bank Mandiri Nandan Sandaya menyebutkan, di antara 5 juta transaksi di jalan tol setiap hari, baru ada 1,5 juta transaksi nontunai. Artinya, ada 3,5 juta transaksi tunai yang harus dikonversi menjadi nontunai.

’’Kami sudah melipatkan produksi kartu e-Money menjadi 2,5 juta kartu sampai Oktober. Padahal, umumnya, itu kuota produksi kartu untuk setahun,’’ ujarnya.

Saat ini, uang elektronik bisa dibeli di minimarket dan kantor cabang bank. ’’Ada juga diskonnya. Kalau beli sekarang, harganya lebih murah daripada kalau beli Oktober,’’ tambah Nandan.

Deputi Gubernur BI Sugeng menambahkan, titik penjualan kartu uang elektronik telah ditambah dari 21 titik menjadi 30 titik. Pengisian ulang kartu akan lebih mudah dengan ponsel yang sudah dilengkapi fitur NFC (near field communication).

Penjualan kartu uang elektronik di gerbang tol pun terus dilakukan. Per hari, 1.100 kartu dari berbagai bank disediakan di setiap gerbang tol. ’’Targetnya, awal Oktober, persentase yang menggunakan uang elektronik sudah mencapai 90 persen,” pungkasnya.

Begini Nasib Anak PNS Cantik Pasca Ibunya Dibunuh…

BOGOR DAILY-Keluarga besar korban pembunuhan Indria Kameswari, 37 tahun, punya rencana sendiri untuk mengurus dua anak Indria buah pernikahan pertama dan ketiga.

“Anak sulung Bn rencana tinggal di sini atau ikut ayah kandungnya di Aceh. Kalau anak bungsu, Mu akan dirawat di Bekasi atau Ciamis,” kata kakak almarhumah Indria yang menolak dikutip namanya.

Wanita kelahiran 1977 itu pernah bekerja sebagai anggota Staf Diklat Badan Narkotika Nasional di Lido, yang juga tempat kerja Indria terakhir sebelum wafat pada Jumat, 1 September 2017. Indria tewas ditembak suaminya, Abdul Malik alias Mochamad Akbar, 38, di rumah kontrakan mereka di Perumahan River Valley, Cijeruk, Kabupaten Bogor.

Dia menceritakan, sebelumnya Bn, yang kini berusia 17 tahun dan siswa kelas XI di Jakarta Utara, tinggal bersama orangtua Abdul di Jalan Warakas I, Jakarta Utara. Sedangkan Mu, 4, tinggal di Cijeruk bersama orangtuanya.

Ayah Bn adalah suami pertama Indria yang berprofesi sebagai dokter di Aceh. Saat itu Indria dijodohkan dengan ayahnya Bn. “Walaupun telah bercerai komunikasi ayah Bn dengan Indria dan keluarga tetap baik,” ucap perempuan berkerudung tersebut.

Sebelum menikah dengan Abdul, menurut dia, Indria menikah lagi satu kali tapi tak dikaruniai anak. “Jadi tidak benar bahwa Indria pernah menikah empat kali,” ujarnya membantah penjelasan keluarga Abdul.

Adapun Mu rencananya tinggal di rumahnya di Bekasi atau di kediaman ibunda Indria di Ciamis, Jawa Barat. “Mu disebut anak yang mandiri dan supel dengan ibu yang bekerja formal dan ayah yang jarang di rumah. “Nggak rewel,” ujar ibu rumah tangga ini.

Anak bungsu tersebut sekarang dalam kondisi fisik yang baik dan normal. Tapi, menurut bibinya itu, kondisi kejiwaannya masih butuh pemeriksaan lebih lanjut setelah Mu melihat langsung penembakan ibunya. “Tim dari KPAI juga sudah ke Ciamis untuk melihat kondisi MU.”tandasnya.

Sumber: Tempo

Divonis Tak Bisa Hamil, Rey Utami Dapat Keajaiban. Ini Kisahnya

0

BOGOR DAILY-Kabar bahagia datang dari pasangan fenomenal Rey Utami dan Pablo Putera Benua. Rey diketahui sedang hamil muda lewat video yang diunggahnya di vlog pribadinya.

Dalam video itu awalnya Rey tak percaya kalau sedang hamil. Pasalnya gejala mual dan pusing sering dialami Rey sebelumnya.

“Aku ini lagi nggak enak badan, nggak bisa tidur kayak masuk angin. Mau muntah tapi nggak keluar-keluar. Aku sempat berpikir apa ini karena sedang hamil? Tapi sempat tak percaya karena aku divonis dokter tak bisa hamil,” ujar Rey Utami seperti dilihat dari Vlog pribadinya, Sabtu (9/9/2017).

Apalagi pengakuan Rey dalam vlog itu dirinya sempat divonis oleh dokter sulit untuk bisa hamil lantaran posisi rahimnya yang terbalik. Kondisi rahim terbalik, berdasarkan referensi dari berbagai sumber, menyebabkan sperma lebih sulit masuk ke dalam rahim. Daripada hanya berspekulasi, Rey akhirnya memberanikan diri mengeceknya menggunakan “test pack”.

Hasil “test pack” ternyata menunjukan kalau Rey hamil, karena ada dua garis yang timbul di “test pack”. Rey pun memberitahu Pablo yang sedang tertidur, meski awalnya ragu-ragu.

“Ya ampun, sempat nggak percaya, ini beneran apa nggak. Sempat mikir “test pack” nya error apa nggak. Akhirnya aku kasih tahu Bang Pablo, dan dia senang banget,” ucap Rey.

Hal itu kemudian dibenarkan oleh dokter yang mengatakan Rey sedang hamil kecil. Ia diminta untuk kembali memeriksakan diri dua minggu ke depan.

“Ibu balik lagi dua minggu ke depan. Sekarang bener sudah hamil kecil,” tutur dokter yang memeriksanya.

Rey dan Pablo menikah 23 Juli 2016 di sebuah hotel di kawasan Depok, Jawa Barat. Pernikahan keduanya cenderung fenomenal karena mereka baru saling kenal selama tujuh hari lewat aplikasi pencarian teman kencan, Tinder.

Miris! Bayi Debora Ditolak Rumah Sakit Sampai Tewas

0

BOGOR DAILY-Bayi bernama Debora meninggal dunia setelah tak bisa mendapatkan pelayanan terbaik karena rumah sakit yang didatangi tidak bekerjasama dengan Badan Penyelenggara Jaminan Sosial (BPJS).

Kedua orangtuanya tak cukup punya uang, sehingga bayi yang masih berumur empat bulan itu tak mendapatkan pelayanan maksimal.

Ayah Debora, Rudianto, begitu terpukul atas nasib yang menimpa buah hatinya. Kala itu, bayinya sesak napas dan dibawa ke RS Mitra Keluarga, Kalideres, Jakarta Barat.

“Bayi saya harus masuk ruang PICU untuk perawatan. Tapi tidak mendapatkan pelayanan itu, karena uang saya tidak cukup membayarnya,” ungkap Rudianto saat ditemui Warta Kota (Tribunnews.com, network)

Rudianto menceritakan kisah pilunya ini saat ditemui di kediamannya, Jalan Husein Sastranegara, RT 02/01, Kampung Baru, Kecamatan Benda, Kota Tangerang, Sabtu (9/9/2017).

Kedua orangtua bayi Debora memang dari kalangan tak berada. Rumah yang mereka tinggali pun mengontrak.

“Memang kasihan, cuma karena enggak punya uang, enggak dapat pelayanan. Mereka mengontrak di sini sudah satu tahun lebih,” ucap Dahlia, pemilik kontrakan yang ditempati Rudianto dan Henny serta anak-anak mereka.

Menurut Dahlia,orangtua Debora sangat baik dan pekerja keras. Sedari pagi hingga malam, Rudianto banting tulang untuk menghidupi keluarganya itu.

“Ayahnya Debora kerjaannya tukang galon isi ulang. Suka ngantar galon ke rumah-rumah,” katanya.

Sementara, Indra, paman Debora, sangat kecewa terhadap pelayanan Rumah Sakit Mitra Keluarga.

Padahal, orangtua bayi sudah berusaha ke sana ke mari untuk mencari uang pinjaman, agar pihak rumah sakit dapat memberikan pelayanan yang baik untuk Debora.

“Bapaknya keponakan saya ini sudah ke mana-mana itu naik motor bututnya cari pinjaman. Motor butut Legenda ini memang biasa digunakannya untuk mengantar galon, tapi dia berhenti kerja dulu demi perawatan anaknya,” papar Indra.

TNI Ikut Siaga ‘Serbu’ Myanmar

0

BOGOR DAILY- Panglima TNI Jenderal Gatot Nurmantyo mengaku siap mengirimkan pasukan ke wilayah konflik etnis Rohingya di Rakhine State, Myanmar.

Hanya saja, bantuan militer itu bergantung dengan permintaan dari Perserikatan Bangsa-bangsa (PBB). “Kami siap, sehingga setiap saat PBB minta kapan pun kami siap,” kata Gatot di Mabes TNI Cilangkap, Jumat 8 September 2017.

Sejauh ini, Gatot mengaku memang belum ada permintaan dari PBB untuk pengiriman bantuan militer kepada korban konflik etnis Rohingya di Myanmar. “Kemungkinan itu pasti ada (pengiriman bantuan militer). Karena, undang-undang kita mewajibkan,” kata Gatot.

Konflik etnis terhadap minoritas muslim Rohingya di Rakhine State Myanmar telah terjadi sejak Agustus lalu. Ratusan ribu orang telah mengungsi dan ratusan orang dikabarkan tewas.

Upaya bantuan kemanusiaan masih terus dilakukan. Indonesia pun masih menegosiasikan bantuannya, agar bisa masuk ke dalam perbatasan Bangladesh.

Besok, Pendaftaran CPNS Dibuka. Catat Dokumen yang Diperlukan!

0

BOGOR DAILYPendaftaran penerimaan CPNS akan dibuka pada Senin (11/9) yang akan datang. Namun sebelum melamar, ada beberapa hal yang perlu diperhatikan pelamar agar proses pendaftaran dapat berjalan dengan lancar. Apa saja?

Hal pertama yang perlu diperhatikan adalah jadwal pendaftaran CPNS. “Pendaftaran akan dibuka mulai Senin tanggal 11 September 2017 dan ditutup tanggal 25 September 2017,” kata Kepala Biro Hukum, Komunikasi, dan Informasi Publik Kementerian Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi (PANRB) Herman Suryatman, Sabtu (09/09).

Persyaratan pelamar terdiri dari beberapa dokumen yang jumlahnya cukup banyak. Syarat-syarat yang harus dipenuhi berbeda-beda untuk setiap instansi dan jabatan.

“Pelamar bisa menyiapkan dokumen-dokumen tersebut sebelum tanggal pendaftaran,” ujarnya.

Proses pendaftaran akan dilakukan secara online melalui situs BKN, yaitu sscn.bkn.go.id. Pelamar harus memasukkan Nomor Induk Kependudukan (NIK), nomor KK, dan NIK kepala keluarga.

Namun, selama ini banyak pelamar yang cukup bermasalah saat mengisi NIK dan nomor KK. Calon peserta dihimbau untuk memastikan terlebih dahulu NIK dan nomor KK sebelum diinput melalui situs.

“Kalau bermasalah, segera hubungi Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil setempat,” imbaunya.

Karena banyaknya instansi pemerintah yang membuka penerimaan CPNS, para pelamar diharapkan agar benar-benar teliti memilih jabatan yang sesuai dengan latar belakang pendidikan dan keinginan. Sebab, pelamar hanya bisa mendaftar pada satu instansi dan hanya bisa memilih satu jabatan. Jika salah memilih, maka pelamar tidak dapat mengubah pilihan.

“Jangan sampai salah memilih. Karena pelamar tidak dapat mengubah pilihan jika sudah mendaftar,” tegasnya.

Bagi pelamar yang sudah mendaftar pada penerimaan putaran pertama, yaitu untuk Kementerian Hukum dan HAM dan Mahkamah Agung, diperbolehkan mendaftar kembali dengan menggunakan akun SSCN yang telah dibuat sebelumnya. Jika ada pendaftar pada penerima putaran pertama yang sudah dinyatakan lulus, diimbau untuk tidak mendaftar lagi pada penerimaan putaran kedua.

Sadis! Sedang Tidur, Ayah Tega Bacok Anaknya

0

BOGOR DAILY– Seorang bapak berinisial BUR (43) tega membunuh putri kandungnya di Indragiri Hilir (Inhil), Riau. Putrinya yang berusia 13 tahun itu pun akhirnya tewas dengan luka bacokan.

“Barang bukti sebilah parang bercak darah turut diamankan,” kata Kapolres Inhil AKBP Dolifar Manurung, Minggu (10/9/2017).

Peristiwa itu terjadi di Desa Surraya Mandiri, Kecamatan Kateman. Pelaku pun telah ditangkap Polsek Mandah.

Kejadian itu awalnya diketahui istri pelaku, Amah (40), dini hari. Saat itu Amah terbangun karena mendengar suara gaduh di kamar anaknya. Dia pun bergegas masuk ke dalam kamar anaknya.

Begitu masuk ke dalam kamar anaknya, Amah mendapati anaknya terbaring dengan posisi miring. Sedangkan, pelaku tampak menggenggam parang dan berdiri di depan anaknya.

“Ibu korban melihat suaminya lagi emosi sembari mengatakan kalimat setan berulang kali,” kata Doli.

Melihat hal itu, Amah berusaha mencegah pelaku agar tidak melukai anaknya. Amah berupaya melindungi anaknya dengan cara membentangkan tangannya sembari mengingatkan pelaku bila bocah itu adalah anak kandungnya.s

“Upaya perlindungan terhadap korban gagal. Karena suaminya tambah marah dan mengayunkan parang ke anaknya dan dihalangi ibunya. Ibu korban pun mengalami luka di jari tangannya,” kata Doli.

Amah pun merasa ketakutan dan sempat meninggalkan rumah untuk mengobati luka. Tak lama kemudian, dia kembali ke rumah dan mendapati putrinya telah tewas dengan luka di leher, tangan, dan dada.

“Dari hasil pemeriksaan sementara, diduga tersangka mengalami gangguan jiwa. Karena 3 tahun yang lalu kepala tersangka tertimpa buah kelapa. Sejak peristiwa itu, perangai tersangka berubah. Namun demikian kita akan mengobservasi kejiwaan pelaku,” ucap Doli.