Sunday, 12 April 2026
Home Blog Page 8931

Penjara Paledang Bakal Dipindah ke Pasirjambu Bogor

0

BOGOR DAILY-Di tengah rencana pembangunan Transit Oriented Development (TOD) alias rumah susun (rusun) di Stasiun Bogor, PT Waskita Karya Tbk (WSKT) juga diminta membangun Lembaga Permasyarakatan (Lapas) baru di Bogor.

Menteri BUMN Rini Soemarno juga menjelaskan, Waskita selaku kontraktor juga membangun Stasiun Sukaresmi hingga menyelesaikan perlintasan sebidang. Menurut Rini, guna menunjang kinerja perusahaan harus ada proyek lain bagi Waskita Karya.

“Jadi nanti di TOD kami minta ada sinergi BUMN lagi yakni menyiapkan kantor PLN bagaimana bangun jadi satu kesatuan. Kemudian membangun penjara baru di Bogor,” kata Rini di Kementerian BUMN, Jakarta, Senin (11/9/2017).

Lebih lanjut dirinya menjelaskan, pembangunan lapas baru untuk menggantikan lapas yang telah ada di Bogor, yakni Lapas Paledang. Menurutnya, tata letak Lapas Paledang yang ada saat ini kurang sesuai karena berdekatan dengan Istana Bogor.

“Saya juga bicara dengan Menkumham di situ juga ada penjara yang sebetulnya tidak tepat penjara ada di situ sangat dekat dengan istana dan Pak Menkumham enggak ada masalah kalau ada tempat lain dan dibangunin di tempat lain terus saya bilang Pak Walikota ada lahan yang bisa diberikan mungkin nanti kita bisa bantu bangun dan itu (lapas lama) kita bisa pakai untuk yang lain, jadi ada tambahannya sehinga lintas sebidang bisa hilang,” terangnya.

Sementara itu Wali Kota Bogor, Bima Arya, mengatakan pihaknya sudah menyiapkan lahan untuk memindahkan Lapas Paledang. Walau demikian, dirinya belum bisa merinci berapa luas lahan yang akan menjadi lapas baru tersebut.

“Lahan sudah disiapkan itu ada di wilayah Pasir Jambu, tapi luasnya belum tahu,” tukasnya.

Rem Mendadak, 4 Kendaraan Tabrakan Beruntun

BOGOR DAILY– Empat kendaraan terlibat tabrakan beruntun di Tanjakan Cinangneng, Kam­pung Cinangneng, RT 03/06, Desa Ci­banteng, Kecamatan Ciampea, di Jalan Raya Dramaga-Ciampea sekitar pukul 12:00 WIB, Jumat (8/9). Tiga mobil rusak berat dan sopir pikap dibawa ke rumah sakit ka­rena mengalami luka. Tak hanya itu, ke­macetan panjang pun terjadi di dua arah hingga satu kilometer.

Warga sekitar, Yana (43) mengatakan, kecelakaan itu bermula saat sebuah mo­bil Yaris ngerem mendadak di Tanjakan Cinangneng dari arah menurun. Tak lama kemudian diikuti truk Fuso yang spontan ngerem mendadak. Tabrakan beruntun pun tak terelakkan.

Mobil Datsun, pikap dan minibus yang biasa digunakan antarjemput anak sekolah rusak berat. Beruntung tidak ada korban jiwa, hanya sopir pikap mengalami luka akibat pecahan kaca namun sudah dibawa ke puskemas terdekat. “Diduga akibat ng­erem mendadak, truk dan tiga mobil lainnya saling tabrak,” katanya.

Yana menambahkan, Tanjakan Cinang­neng memang rawan kecelakaan dan yang paling banyak sepeda motor. Kecelakaan terjadi akibat jalan menanjak dan saling salip antar kendaraan. “Kebanyakan aki­bat saling salip antar kendaraan dan kurang berhati-hati saat berkendara,” katanya.

Sementara Kapolsek Ciampea Kompol I Nyoman Yudhana mengatakan, ke­celakaan lalu lintas ini melibatkan empat kendaraan roda empat yaitu truk Fuso B 9293 TYU yang dikemudikan Mulyadi (22) serta kernet Eka (17), Datsun Go Panca B 1707 TYR yang dikemudikan Imron Rosyadi, Suzuki Carry F 1364 LM yang dikemudikan Didi Hasanudin dan Toyota Yaris yang melarikan diri.

Kecelakaan ini diduga pengemudi Yaris ngerem mendadak yang diikuti kendar­aan lainnya, Datsun Go Panca, Suzuki Carry dan truk Fuso yang tak terkendali. “Kecalakaan beruntun tersebut tidak ada korban jiwa dan kejadiannya telah di­tangani Unit Laka Lantas Dramaga,” pungkasnya.

Usai Digusur, Pedagang Puncak Wajib Setor Rp20 Juta

BOGOR DAILYPersoalan baru muncul pada pembongkaran pedagang kaki lima (PKL) di Puncak Bogor. Para PKL mengeluhkan harga sewa tempat relokasi yang ternyata tidak semurah yang dibayangkan.

Seperti yang dirasakan PKL Cisarua, Iis. Ia mengatakan pedagang minimal harus menggelontorkan uang muka sebesar 20 juta rupiah kepada pengelola.

“Uang dari mana sebanyak itu. Yang di depan Kecamatan Cisarua sampai 30 juta bayarnya,” katanya.

Menanggapi hal tersebut, Ketua Komisi II DPRD Kabupaten Bogor, Yuyud Wahyudin mengatakan sebenarnya wajar jika pihak ketiga memungut biaya untuk menampung PKL. Sebab, ada pengorbanan dari investor untuk memberikan ruang bagi PKL.

Namun, kalau pedagang masih keberatan dengan dengan harga sewa, sebaiknya didiskusikan kembali. Mulai melalui Paguyuban masing-masing, tim penataan relokasi PKL hingga pihak ketiga.

“Kita juga tahu kalau pedagang mungkin tidak bisa bayar sekaligus. Sebaiknya diperbincangkan lagi sampai ada titik temu,” tuturnya

Rumah di Cariu Jadi Gudang Motor Curian

BOGOR DAILY-Aparat kepolisian Polsek Cariu menggerebek tempat penyimpanan sepeda motor diduga hasil curian di Kampung Karangsari RT14/04, Desa Mekarwangi, Kecamatan Cariu, Kabupaten Bogor.

Tiga pemuda berinisial SA (29), PH (18) dan AS (27) turut dibekuk polisi dari dalam rumah yang dijadikan tempat penyimpanan sepeda motor hasil curian itu.

Kasubag Humas Polres Bogor, AKP Ita Puspitalena menjelaskan, penangkapan tersebut bermula dari kecurigaan warga sekitar terhadap aktifitas penghuni rumah.

“Warga curiga kalau rumah itu jadi tempat penyimpanan motor curian,” ujarnya, Minggu (10/9/2017).

Polisi yang menerima informasi tersebut pun langsung melakukan penyelidikan hingga kemudian menggerebek rumah yang diduga menjadi tempat penyimpanan kendaraan hasil curian.

Polisian juga berhasil mengamankan barang bukti yakni tiga unit sepeda motor vixion yang tidak dilengkapi surat kendaraan, satu unit sepeda motor honda blade, dan satu unit Honda Cb 150 dari lokasi tersebut.

“Tiga orang berhasil kami amankan, saat ini masih menjalani pemeriksaan di Polsek Cariu,” tukasnya

Lagi! Bocah 5 Tahun jadi Korban Pencabulan di Bogor

BOGOR DAILY-Kasus pencabulan terhadap anak di bawah umur kembali terjadi di Kabupaten Bogor. Bocah lima tahun berinisial K di Desa Rawakalong, Kecamatan Gunungsindur, menjadi korban­nya. Sang ibu Vinda mendesak aparat kepolisian segera meny­elesaikan kasus ini. Sebab, anaknya kini trauma berat.

K menjadi korban pencabulan Wardi yang masih kerabat orang tuanya. Akibat keja­dian itu, K enggan bertemu orang-orang yang ada di luar rumah. “Anak saya trauma berat,” kata Vinda saat jumpa pers, kemarin.

Vinda menjelaskan, aksi bejat yang di­duga dilakukan Wardi diduga terjadi 28 Juli 2017. Kejadian bermula saat korban bermain di rumah temannya, kemudian korban dipaksa ma­ke kamar pelaku. Saat itu mata anaknya ditutup pakai tangan pelaku. Korban lalu dicabuli. “Dia merasa sakit di bagian intimnya. Saat ditanya, dia bilang Wardi yang melakusuk kan,” ujarnya. ­

Atas kejadian tersebut, Vinda berinisiatif memeriksakan putri sulungnya ke rumah sakit. Bak disambar petir, dia merasa kaget atas hasil visum yang diterimanya. Hasil visum menunjukkan bahwa bagian intim putrinya sobek. “Saya tidak terima anak saya men­jadi korban pencabulan. Saya minta tersangka dihukum se­timpal bahkan seberat-beratnya,” terangnya.

Dengan bukti yang dimili­kinya, Vinda melaporkan Wardi ke pihak berwajib. Tak lama Wardi akhirnya ditang­kap. Namun setelah dua bulan berkas perkara Wardi belum juga disidangkan. Itulah yang menjadi tanda tanya besar Vinda. “Kejadiannya Juli, tapi sampai sekarang belum juga disidangkan kasusnya. Ini kenapa, apakah polisi takut melimpahkan berkas perkara Wardi?” terangnya.

Sementara itu, Direktur Ek­sekutif Lembaga Bantuan Hu­kum (LBH) Linnus Gery Per­mana membenarkan adanya kedatangan keluarga korban yang mengajukan permohonan bantuan hukum secara cuma-cuma terkait kasus tersebut. Menurut dia, keluarga korban telah menyerahkan beberapa lampiran berkas foto kopi dan menandatangani kuasa khu­sus untuk melakukan pendam­pingan serta memberikan bantuan hukum.

Pimpinan sekaligus salah satu pendiri LBH Lintas Nu­santara ini mengaku akan memberikan pendampingan dan bantuan hukum pada setiap kali proses pemeriksa­an yang dilakukan Polres Bogor. Dia berjanji akan mengawal kasus ini sampai tuntas.

Tak hanya itu, Linnus juga bakal mengadukan dan me­minta bantuan ke Komisi Perlindungan Anak Indonesia (KPAI) melalui surat resmi. “Siapa yang tidak geram jika mengetahui seorang anak berusia 5 tahun harus menda­pat perlakuan biadab seperti ini. Menurut hemat saya kasus ini bukan delik aduan (Klacht delict) tapi melainkan delik biasa,” katanya.

Sementara hingga berita ini diturunkan, Kasat Reskrim Polres Bogor AKP Bimantoro Kurniawan belum dapat dikon­firmasi.

Mengerikan! 12 Penumpang Avanza Terseret KRL. Nih Penampakannya

BOGOR DAILY– Sebuah mobil Avanza warna silver B 1832 PFQ ditabrak Commuterline jurusan Rangkas Bitung. Tak tanggung-tanggung, sebanyak 12 penumpang di dalamnya ikut terseret sepanjang dua meter hingga kereta tersebut berhenti.

Informasi yang dihimpun, kejadian tersebut terjadi di perlintasan kereta api (KA) tanpa palang pintu di Kampung Salimah Rt 02 Rw 01 Desa Gintung Cilejet Kecamatan Parungpanjang, Kabupaten Bogor, Sabtu, 9/9/2017, sekitar pukul 17.45 Wib.

Salah satu warga Cilejet Desa Gintung Cilejet Nurta (45) mengatakan, di perlintasan kereta api (KAI) tidakada palang pintu ataupun penjaga. Namun dirinya, tida tau pasti penyebab terjadi nya kecelakaan tersebut.

Menurut Nurta dari informasi warga lainnya, saat melintas pengemudi mobil avanza tidak menengok kanan  kiri saat melintas rel kereta api. “Sontak keret datang dan mobil yang di kemudikan korban mengalami mesin mati, pada saat ban depan menginjak rel, akhirnya ketabrak kereta api.

Padahal saat kejadian, warga juga sudah berteriak memperingatkan. “Sebelumnya, warga yang melihat sempat berteriak, awas kereta ,awas kereta awas  kereta,” jelasnya

Sementara Kapolsek Parungpanjang, Kompol Lusi Satiningsih mengatakan, seluruh korban terseret hingga dua meter. Namun, tidak ada korban jiwa. “Korban hanya mengalami luka-luka lecet dan memar akibat benturan,” kata Kapolsek

Adapun korban, Mulyadi (39) warga Jalan Gading Raya 1 RT 10/14 no 63 Kelurahan Pisangan Timur Jaktim, mengalami luka ringan di bagian kening sebelah kanan. Sedangkan Akbar (8) mengalami luka ringan di paha sebelah kanan.

“Korban langsung dibawa ke klinik Helika salimah kancil,”kata dia.

Lusi menjelakan, kendaraan minibus tersebut hendak melintas rel kereta api namun tanpa diketahui korban tiba-tiba Commuterline menabrak kendaraan minibus tersebut hingga terseret 2 meter.

“Menurut saksi Amanah (45)  di TKP Commuterline tersebut tidak membunyikan klakson,” pungkasnya.

2 Bulan Sebelum Ultah Ke-13, Santri Bogor Tewas di Suriah

BOGOR DAILY- Kematian Hatf Saiful Rasul, bocah asal Bogor yang bergabung dengan militan Negara Islam Irak Suriah (ISIS) hingga kini masih jadi perbincangan. Tekadnya terbang ke negara Suriah dan ikut berperang sepertinya mewarisi pemikiran sang ayah, Syaiful Anam pelaku teroris yang telah divonis 18 tahun sejak 2007 lalu.

Lewat sebuah tulisan Essai 12.000 kata, Syaiful Anam banyak menuangkan kesaksiannya soal kisah perjalanan putranya menjadi militan ISIS.

Meski hanya setahun sepak terjak Hatf menjadi militan ISIS, namun Syaiful mengaku bangga dengan putranya. Syaiful yang terlibat dalam kasus Bom Tentena, Poso, Sulawesi Tengah pada 2005 yakin jika anaknya mati sahid. Saat itu, sedikitnya 22 orang tewas dan puluhan luka-luka. Bom dirakit sehari sebelumnya.

“Saya bangga karena anak saya telah mampu berjihad, InshaAllah.”ujar dia.

Syaiful menyebut kalau keinginan bertempur Hatf menemui akhir tak menyenangkan pada 1 September 2016 kemarin. Ia tewas akibat serangan udara di kota Jarabulus, Suriah.

“Hanya dua bulan sebelum ulang tahunnya yang ke-13,”urainya.

Sekedar diketahui, Syaiful Anam  divonis di Pengadilan Negeri Jakarta Selatan, Desember 2007,saat usianya masih 26 tahun. Dia divonis 18 tahun penjara, dari tuntutan jaksa 20 tahun penjara. Dia dijerat Undang-Undang Nomor 15 Tahun 2003 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Terorisme.

Tak hanya itu, Syaiful juga sempat dibawa Densus 88 ke Jakarta karena diduga terlibat dalam kasus bom Thamrin.

Penjemputan terhadap Syaiful dilakukan karena dia diduga terlibat dalam aksi di sekitar Sarinah itu. Polisi mengendus keterlibatan pelaku bom Tentena, Poso, Sulawesi Tengah, itu melalui teknologi informasi. Syaiful diduga melakukan komunikasi dan ikut mendanai aksi teror itu.

Saat membawa Syaiful dari LP Nusakambangan, Densus 88 juga menyita sejumlah telepon seluler, router penguat sinyal beserta adaptor, untaian kabel panjang dan juga sejumlah uang.

Tarif Tol Jagorawi Dipukul Rata, Sopir Angkot Siap-siap Demo

BOGOR DAILY – Tarif tol Jagorawi yang mulai dipukul rata sejak Jumat (8/9) pekan lalu rupanya menimbulkan gejolak di masyarakat. Tak cuma warga Bogor saja  yang merasa dirugikan. Kebijakan ini juga berimbas pada sejumlah sopir angkutan umum perkotaan (angkot) hingga muncul desakan untuk aksi.

Langkah pemerintah menetapkan tarif tol ‘jauh dekat sama’ menuai polemik. Banyak warga yang akhirnya merasa dirugikan oleh kebijakan pemerintah yang membawa misi mengurangi titik penumpukan dalam tol tersebut.

Seperti diketahui, sesuai dengan Keputusan Menteri Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PU-PR) Nomor 692/KPTS/M/2017 tentang Penetapan Tarif dan Perubahan Sistem Transaksi Pembayaran Tol pada Jalan Tol Jakarta-Bogor-Ciawi (Jagorawi), maka pemerintah telah menetapkan tarif baru tol jagorawi.

Yakni, Rp 6.500 (Golongan 1), Rp9500 (Golongan II), Rp 13.000 (Golongan III), Rp16.000 (Golongan IV) dan Rp 19.500 (Golongan V).

Bukannya dianggap mengurai masalah, penetapan tarif itu justru membawa masalah baru bagi warga Bogor. Karena, biaya transportasi yang jadi membengkak. Ini pula yang dirasakan sopir angkot yang sering bolak-balik keluar tol untuk menarik penumpang.

Sebut saja beberapa trayek angkot yang setiap harinya harus keluar masuk tol Jagorawi seperti T05 jurusan Cileungsi-Laladon dan T02 jurusan Cileungsi-Ciawi.

Dua jurusan tersebut terpaksa harus merogok kocek dalam-dalam untuk biaya tol.. Sekali narik, sopir angkot T05 yang biasanya hanya mengeluarkan uang Rp12.500, kini harus membayar hingga Rp19.500. Kenaikannya mencapai 52 persen dari harga awal.

Sementara, jurusan T 02 jurusan Cileungsi-Ciawi justru mengalami kenaikan hingga 162,5 persen. Dari semula hanya Rp7500, dengan tarif baru menjadi Rp. 19.500.

“Tinggal dikalikan dua saja pulang pergi, sudah habis berapa,”kata Jufri (35).

Sementara, sewa yang didapatnya tak melulu penuh. “ya kalau begini kami yang rugi.Mau enggak mau nanti biaya angkotnya yang dinaikan,”kata Jufri.

Sekretaris Oganisasi Angkutan Daerah (Organda) Kabupaten Bogor M Yusuf mengakui jika penyamaan tarif yang diberlakukan pemerintah terasa memberatkan. Senin (11/9) hari ini rencananya pihak Oerganda akan membahas imbas penerapan tarif tersebut dengan para sopir angkot yang terkena imbas.

“Ya memang ini memberatkan. Makanya dalam waktu dekat kami juga akan minta untuk penyesuaian tarif,”ujar Yusuf.

Jika tidak, maka kebijakan ini sama dengan membunuh para sopir angkot yang sehari-hari mengais rezeki dari para penumpang. Sedikitnya ada 100 armada angkutan T05 dan T02 yang beroperasi.

“Jadi begini, kami enggak mau sampai demo yang justru bikin suasana enggak kondusif, tapi pemerintah juga harus mau memenuhi aspirasi sopir untuk penyesuaian tarif,”tutur dia.

Sementara itu, sumber di internal KKSU T02 menyebutkan kalau para sopir angkot akan siap melakukan unjuk rasa. Karena, penyamaan tarif tersebut sama telah menjadi beban sopir.

“Pemerintah enggak bisa main samain tarif jarak jauh-dekat dong. Itu enggak adil. Harusnya disesuaikan kebutuhan saja, kalau begini kami yang rugi,”ujar dia.

Menurutnya, para sopir sudah mulai gerah dengan kebijakan yang diambil pemerintah. Belum lagi soal kebiajakn angkutan daring yang hingga kini main tak jelas.

“Jangan sampai kami demo lagi,”ketusnya.

Tak hanya sopir angkot, warga Bogor yang banyak beraktivitas di wilayah dalam kota juga merasa dirugikan.

Anggota Komisi II DPRD Kabupaten Bogor Rifdian Surya Darma menilai kebijakan ini hanya untuk kepentingan masyarakat Jakarta saja, tanpa melihat dampak yang ditimbulkan di wilayah Bogor. Karena dipastikan menambah kemacetan di ruas-ruas jalan wilayah Bogor akibat perubahan tarif ini. “Ini kebijakan yang merugikan masyarakat Bogor, dampaknya orang akan malas lewat tol karena tarifnya jauh lebih mahal,” katanya saat dihubungi wartawan koran ini, kemarin.

Rifdian menambahkan, tarif tol jagorawi yang kini jauh dekat sama, bakal memicu kemacetan baru di wilayah Bogor. “Misalnya orang dengan kendaraan golongan I masuk dari tol Ciawi dan akan keluar di pintu exit Bogor, kini harus bayar Rp 6.500, yang tadinya hanya seribu rupiah saja. Otomatis orang akan memilih lewat jalan tajur, daripada harus membayar lebih mahal. Pasti Jalan Tajur hingga Sukasari akan krodit parah,” imbuhnya.

Kini, sambungnya, pihaknya akan melayangkan surat kepada Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PU-PR) terkait kebijakan ini. “Wilayah Bogor akan semakin macet, tentu ini bukan hal yang kami harapkan sebagai wakil rakyat,” tuntasnya.

Terpisah,  Pakar Transportasi dan Forum Warga Kota Jakarta (Fakta) Azas Tigor Nainggolan mengatakan kalau kebijakan pemerintah pusat tidaka dil. . “Jadi dia mau keluar di Cibubur, dia mau keluar di Cimanggis nantinya di pintu kecil itu mereka bayarnya tetap Rp6.500. Nah memang itu kelihatan kurang pas ya, dipukul rata soalnya,” katanya.

Pihaknya, kata dia, juga sudah melakukan pembicaraan dengan Jasa Marga mengenai kebijakan penyamaan tarif Tol Jagorawi jarak dekat dan jauh. Menurut dia, ketika besok diterapkan, maka dapat menjadi bahan evaluasi, apakah kebijakan itu cocok diterapkan atau perlu diperbaiki lagi.

Dia pun menyarankan sebaliknya, ketimbang tarif Tol Jagorawi dipukul rata, lebih baik tarifnya dibuat sesuai kebutuhan jarak yang ditempuh pengguna tol. “Sehingga orang akan membayar sesuai dengan keperluan perjalanannya tidak dipukul rata seperti itu,” lanjutnya.

Total Mualaf Az-Zikra Mencapai 674 Orang

BOGOR DAILY-Jumlah orang non-Muslim yang berikrar menjadi Muslim (mualaf) melalui Majelis Az-Zikra terus bertambah dari waktu ke waktu. Salah satu momentum yang paling sering diisi dengan pengucapan ikrar dua kalimat syahadat itu adalah saat Tausiyah Zikir yang digelar di Masjid Az-Zikra Sentul, Bogor, Jawa Barat.

Seperti yang terjadi pada Tausiyah Zikir di Masjid Az-Zikra, Sentul, Ahad (10/9). Pada kesempatan tersebut ada dua wanita yang mengucapkan dua kalimat syahadat. “Allahu Akbar walillaahilhamdu kembali gemuruh takbir membahana waktu Dhuha Ahad ini di Masjid Az Zikra Sentul Bogor sebagai rasa syukur bahagia atas masuk Islamnya dua  saudari kita,” kata Pimpinan Majelis Az-Zikra Ustaz Muhammad Arifin Ilham.

Ia menambahkan, kedua mualaf itu adalah Fransisca Agnes, Vique Que (35 tahun), Kristen Katolik, dengan  nama Islam Siti Khodijah. Kedua, Mocica Ratna Ayu Larasati, Tegal, 24 tahun, Kristen Katolik, dengan nama Islam Siti Aisyah.

“Subhanallah walhamdulillah kini mualaf  Az-Zikra  bertambah lagi  menjadi 674 orang.  Insya Allah akan terus bertambah saudara saudari Muslim kita karena hidayah Allah. Aamiin,” tutur Arifin.

Arifin juga menginformasikan kepada kaum Muslmin, insya Allah kembali Tawshiyah Zikir bulan depan akan digelara pada  Ahad 11 Muharam / 1 Oktober 2017. Acara tersebut digelar di Masjid Az-Zikra Sentul, Bogor, pukul 07.00-10.00 WIB.

Syahrini Juga Buka Toko Kue di Puncak

BOGOR DAILY-Setelah sukses dengan gerai Princess Cake by Syahrini di Kota Bandung dan Bogor, Syahrini memperluas jangkauan bisnisnya dengan membuka gerai ketiga di kawasan Puncak, Jawa Barat, pada tanggal 2 September 2017.

Syahrini menyatakan, wilayah Bogor sendiri terkenal sebagai salah satu destinasi kuliner yang sering dikunjungi oleh banyak orang.

“Kehadiran Princess Cake by Syahrini diharapkan dapat memperkaya oleh-oleh khas di kota hujan ini,” kata Syahrini, Minggu (10/9).

Keistimewaan cake yang dijual di Princess Cake by Syahrini, ‎lanjut dia, ada pada kekayaan jenis varian yang unik dan berbeda di setiap gerai. “Inilah yang menjadi kekuatan diferensiasi Princess Cake by Syahrini,” terangnya.

Sebagai contoh, di gerai Princess Cake by Syahrini Bandung, beberapa varian yaitu mango dan matcha tidak di jual di gerai Bogor. Begitu juga dengan varian talas dan caramel cheese hanya tersedia di gerai Bogor dan Puncak.

Untuk memenuhi kebutuhan varian cake yang sesuai dengan lidah ‎pelanggan, Princess Cake Syahrini memiliki tim riset khusus yang terus berinovasi untuk melengkapi berbagai varian yang ada sehingga pelanggan juga memiliki lebih banyak pilihan nanti.

Ke depan, Syahrini mengaku tengah menyiapkan program kejutan berhadiah spesial lainnya demi memanjakan sekaligus memperkuat loyalitas pelanggan Princess Cake by Syahrini.

“Saya ingin Princess Cake by Syahrini tidak sekadar sebagai produk kuliner yang disukai oleh masyarakat melainkan juga menjadi kebanggaan di setiap daerah di mana kami hadir di sana,” tandasnya