Sunday, 12 April 2026
Home Blog Page 8934

Wow! 1000 Warga Bogor Siap Jadi Relawan Jihad Rohingya

BOGOR DAILY- Hari ini aksi solidaritas Rohingya akan berlangsung besar-besaran di Masjid An-Nur Kompleks Kantor Pemerintah Kabupaten Magelang. Bersamaan dengan itu, warga Bogor juga sudah siap bergabung dengan Front Pembela Islam (FPI) Bogor Raya menjadi relawan jihad Rohingya. Sejak tiga hari proses pendaftaran berlangsung, sudah seribu warga yang menyatakan kesiapannya bertolak ke Myanmar. FPI di daerah membuka pendaftaran calon relawan yang akan dikirimkan untuk membantu etnis Rohingya yang sedang dilanda krisis. Tak terkecuali di wilayah Bogor.

Ketua Badan Antiteror FPI Kabupaten Bogor Iye Al Jufri mengatakan, saat ini di tiap wilayah se-Kabupaten Bogor sudah melakukan pendaftaran. Menurutnya, pembukaan pendaftaran relawan ini bentuk kepedulian FPI terhadap saudara-saudara muslim Rohingya. “Sampai saat ini sudah dilakukan pendaftaran di berbagai wilayah di Kabupaten Bogor. Jumlah pastinya sampai saat ini memang belum pasti, tapi bisa lebih dari seribu,” katanya saat dikonfirmasi Metropolitan, kemarin.

Meski begitu, lanjut Iye, pemberangkatan relawan jihad dari Bogor akan disesuaikan dengan pendanaan. Apalagi ada instruksi dari pusat untuk membuka pendaftaran sebanyak-banyaknya. “Tidak dipatok harus sekian, karena ini kan dari hati menyangkut keinginan relawan uang peduli terhadap saudara-saudara muslim Rohingya. Kalau seribuan sih sudah pasti ya, melihat geliat kepedulian di wilayah kan yang memang cukup masif,” terangnya.

Jubir FPI Slamet Maarif Slamet menyebutkan, setiap relawan jihad Rohingnya dari tiap-tiap daerah akan diseleksi. Namun, secara garis besar syarat pendaftarannya yakni pria 17-20 tahun, mendapatkan surat izin orang tua dan menyerahkan fotokopi KTP. “Yang terpenting siap mati syahid di sana, itu yang terpenting. Kalau nggak siap mati syahid, jangan berangkat ke Rohingya,” ujar Slamet.

FPI di pusat nantinya akan menerima rekapitulasi pendaftar dari daerah. Slamet menjelaskan, DPP FPI akan menyeleksi serta menginformasikan teknis keberangkatan relawan. “Sekarang yang di daerah sedang buka pendaftaran,” katanya.

Sementara sesuai rencana, pada Jumat (8/9) sejumlah massa akan berkumpul di Masjid An-Nur Kompleks Kantor Pemerintah Kabupaten Magelang. Aksi solidaritas ini akan diisi kegiatan doa, salat gaib, istigasah hingga penggalangan dana.

Disinggung soal aksi tersebut, Ketua Badan Antiteror FPI Iye Al Jufri mengaku belum mendapatkan informasi soal massa yang bergerak. Sebab, saat ini pihaknya hanya fokus membuat pendaftaran relawan jihad untuk diberangkatkan ke Myanmar. “Soal itu belum ada data pasti soal berapa relawan FPI di Bogor yang akan ikut ke Magelang,” ujarnya.

Sementara sejak kemarin, Polres Brebes mulai menyiapkan langkah penyekatan untuk mengantisipasi pergerakan massa dari Jawa Barat yang akan menuju Magelang. Langkah penyekatan ini akan diprioritaskan pada titik-titik perbatasan antara Jawa Tengah dengan Jawa Barat yakni Kaligangsa, Paguyangan dan Cisanggarung.

Kapolres Brebes Ajun Komisaris Besar Sugiarto mengatakan, di setiap titik perbatasan akan ditempatkan sekitar 50 personel gabungan dari Satuan Lalu Lintas, Reserse Kriminal (Reskrim) dan Samapta Bhayangkara (Sabhara) serta dibantu anggota TNI dari Kodim Brebes. “Kami tempatkan sekitar 50 personel gabung antarsatuan di titik-titik perbatasan,” kata Sugiarto usai menggelar apel pasukan di Mapolres Brebes, Jawa Tengah, Kamis (7/9).

MAHASISWA KECAM PENINDASAN ROHINGYA

Aksi solidaritas terhadap etnis Rohingya tak cuma akan berlangsung hari ini. Kemarin sejumlah massa dari perwakilan mahasiswa juga menyuarakan aspirasinya di depan Kedutaan Besar (Kedubes) Myanmar di Jalan Agus Salim, Menteng, Jakarta Pusat. Salah satunya dari kawan-kawan Himpunan Mahasiswa Indonesia (HMI) dan Kesatuan Aksi Mahasiswa Muslim Indonesia (KAMMI)

Massa tiba pukul 14:04 WIB, Kamis (7/9). Mereka longmarch dari kawasan Bundaran Hotel Indonesia menuju Kedubes Myanmar, Jalan Agus Salim, Menteng, Jakarta Pusat.

“Ini adalah kejahatan kemanusiaan. Maka dari hari ini kita peringatkan kepada Kedubes Myanmar untuk angkat kaki dari Indonesia. Kita juga minta Myanmar dikeluarkan dari ASEAN,” kata Ketum PB HMI Mulyadi P Tamsir.

Langkah itu pun didukung penuh perwakilan HMI Bogor. Sekretaris Umum HMI Komisariat Hukum Cabang Kota Bogor Amarullah Surbakti menilai aksi solidaritas yang dilakukan kalangan masyarakat Indonesia, baik ormas Islam maupun gerakan lainnya, memang harus dilakukan karena mencederai Declaration of Human Rights Persatuan Bangsa-Bangsa (PBB) 10 Desember 1948.

Aksi masyarakat Indonesia, khususnya HMI, membuktikan kalau kita sudah geram atas tragedi yang justru menghilangkan nilai-nilai kemanusiaan di dunia. Apa pun sebabnya, hak untuk hidup tidak boleh dicederai,” ujarnya saat dihubungi wartawan koran ini, kemarin.

Dalam tragedi ini, lanjut Amarullah, Pemerintah Myanmar-lah yang harus bertanggung jawan penuh karena tidak bisa menjaga hak asasi warganya sendiri. “Kita lihat sendiri bagaimana mereka memperlakukan etnis Rohingya, meskipun minoritas kan tetap warga mereka. Harus ada tindakan tegas dari PBB kepada Myanmar karena sudah mencederai pakta perdamaian PBB,” tandasnya. (ryn/c/feb/run)

 

Tersangka Pembunuhan PNS Cantik Sakit Jiwa

BOGOR DAILY- Di balik kasus pembunuhan pegawai BNN Indria Kameswari yang dilakukan suaminya sendiri, memunculkan fakta baru. Mochamad Akbar (39), pelaku tunggal pembunuhan istrinya itu dikabarkan mengidap kelainan jiwa. Keterangan yang tidak konsisten diberikan kepada aparat kepolisian jadi penguat anak dari ibunda Asiyah ini mengidap kelainan jiwa.

Kasat Reskrim Polres Bogor AKP Bimantoro Kurniawan mengatakan, memang tersirat kabar bahwa pelaku mengalami gangguan kejiwaan. Namun, hingga kini pihaknya belum menerima surat pendukung kondisi kejiwaan tersangka. “Kita belum menerima surat pendukung,” kata Bimantoro.

Namun demikian, lanjutnya, pihaknya sudah melakukan pemeriksaan kesehatan dan kejiwaan dari tersangka di Rumah Sakit (RS) Kramatjati. Hal ini dilakukan untuk mendapatkan keterangan yang valid terkait kondisi tersangka. “Hasilnya masih kita tunggu,” ujarnya.

Sementara itu keluarga bersama kuasa hukum tersangka kembali mendatangi Mako Polres Bogor, kemarin. Kedatangannya ini untuk menjenguk Mochamad Akbar yang sudah berhasil diamankan aparat kepolisian beberapa hari lalu. “Iya, hari ini (kemarin, red) datang. Jam sebelasan. Mau jenguk pelaku tapi pelaku ada di RS Kramatjati,” kata Kabag Humas Polres Bogor AKP Ita Puspita Lena.

Ia mengatakan, di RS Kramatjati pelaku tengah menjalani tes kesehatan dan kejiwaan. Kepergiannya ini sudah berselang sejak Rabu (6/9). “Sudah dari kemarin (Rabu, red) perginya. Keluarga juga sudah menyusul ke sana. Termasuk sama MT yang akan kita minta keterangannya,” ucapnya.

MT adalah orang terakhir yang dihubungi tersangka sebelum melarikan diri ke Batam untuk bersembunyi. “MT diduga melakukan pemesanan tiket pesawat atas nama dirinya. Namun digunakan tersangka AM untuk melarikan diri ke Batam,” terang Bimantoro.

Sedangkan, sambung dia, pemeriksaan MT diagendakan dilaksanakan hari ini. Pemeriksaan akan dilakukan Kanit 2 Reskrim Polres Bogor. “Ditangani Iptu Asep. Keluarga ke sini juga tadi kita arahkan ke kanit,” pungkasnya.

Lahan Relokasi PKL Puncak Cuma untuk Warga Bogor

BOGOR DAILY- Para pedagang kaki lima (PKL) mulai mulai berbenah. Pasca perobohan mereka sudah mulai menempati lahan relokasi di Taman Wisata Matahari (TWM), Selasa(5/8/17) malam. Namun tak sedikit dari mereka yang tidak mendapatkan lahan relokasi.

Di antaranya para pemilik rumah toko (ruko) bangunan. Mereka juga sempat melakukan aksi ke Cibinong untuk berunjuk rasa, Rabu (6/9/17).

Ketua Kelompok Penggerak Pariwisata (Kompepar) Puncak Teguh Mulyana menyebut, PKL hampir seluruhnya sudah tertampung di TWM. Aada sekitar 150 kios yang disewa dengan harga RP750 ribu perbulan.

Nominal itu cukup terjangkau dari harga pasaran kios antara Rp1-2 juta perbulan. “Sebanyak 221 PKL telah menempati lokasi baru. 150 kios di lahan relokasi, dan sisanya ditampung di hotel.

Jadi yang demo itu bukan lapak PKL. Tapi pedagang di rumah dan warung. Mereka bukan lapak lagi tapi tempat tinggal,” katanya

Hal itu dibenarkan Kepala Bidang Perdagangan pada Dinas Perdagangan dan  Perindustrian (Disperdagin) Kabupaten Bogor Jona Sijabat. “Kami memang memilih pedagang asli Kabupaten Bogor dibandingkan pendatang,” tegasnya.

Terkait jumlah lahan relokasi, menyediakan beberapa lahan. Pertama, Taman Matahari 160 kios. Lokasi kedua yakni The Ranch dengan 200 kios. Pemerintah juga telah mengandeng Persatuan Hotel dan Restoran Indonesia (PHRI) Kabupaten Bogor.

Besok, Polisi Periksa Kakak Pembunuh PNS Cantik

BOGOR DAILY- Polisi menjadwalkan pemeriksaan terhadap MT, kakak dari AM, tersangka kasus pembunuhan pegawai Badan Narkotika Nasional (BNN) Indria Kameswari (38). Penyidik akan memeriksanya pada Jumat (8/9/2017) pagi.

Pemeriksaan tersebut dilakukan menyusul dugaan keterlibatan MT dalam upaya membantu tersangka melarikan diri ke Batam, Kepulauan Riau. “MT akan diperiksa besok di Polres Bogor,” kata Kasubag Humas Polres Bogor AKP Ita, di Mapolres Bogor, Kamis (7/9/2017).

Ita menambahkan, hari ini, MT bersama kuasa hukumnya sempat mendatangi Polres Bogor untuk menjenguk tersangka. Namun dirinya tidak dapat bertemu dengan adiknya itu lantaran saat ini tersangka masih menjalani cek kesehatan dan kejiwaan di Rumah Sakit Polri Kramat Jati.

“Mereka niat menjenguk tersangka, tapi karena masih di rumah sakit, ya mereka pulang lagi,” tuturnya.

Sementara itu, Kepala Satuan Reskrim Polres Bogor Ajun Komisaris Bimantoro mengungkapkan, MT adalah orang terakhir yang dihubungi oleh tersangka sebelum melarikan diri ke Batam untuk bersembunyi. “MT diduga melakukan pemesanan tiket pesawat atas nama dirinya. Namun digunakan tersangka AM untuk melarikan diri ke Batam,” ucap Bimantoro.

Lanjutnya, sejauh ini, polisi masih menyelidiki tersangka. Ia menyebut, selama diperiksa, tersangka kerap memberikan keterangan yang berbelit-belit. “Tersangka ini sangat tidak kooperatif. Keterangannya suka berubah-ubah. Makanya, kita lakukan cek kejiwaan terhadap dia,” pungkasnya.

KPU Kota Bogor Buka Lowongan Tenaga Kontrak

0

BOGOR DAILY- Komisi Pemilihan Umum (KPU) Kota Bogor berencana menambah tenaga kerja untuk menunjang persiapan penyelenggaraan Pemilihan Wali Kota (Pilwalkot) tahun 2018 mendatang.

Ketua KPU Kota Bogor, Undang Suryatna menjelaskan, rencana penambahan tenaga pendukung di lingkungan Sekretariat KPU Kota Bogor tertuang dalam pengumuman nomor 197/SDM.02-PU/3271/KPU.Kot/VIII/2017 tentang seleksi penerima calon tenaga pendukung. “Bagi yang berminat, dapat mengakses laman website http://kpu-bogorkota.go.id, rencananya akan menjadi tenaga pendukung (kontrak),” kata Undang, Kamis (7/9).

Menurutnya, KPU Kota Bogor bakal merekrut untuk delapan jenis pekerjaan yang akan membantu pekerja inti di KPU Kota Bogor. Undang merinci delapan jenis pekerjaan tersebut melingkupi tenaga administrasi keuangan dan logistik, tenaga administrasi teknik kepemiluan, tenaga administrasi hukum. Selain itu, tenaga arsip dan resepsionis, tenaga komputer dan multimedia, tenaga jurnalis, tenaga pembantu umum dan terakhir perekrutan untuk tenaga keamanan. “Untuk persyaratan hampir sama pada umumnya, hanya saja kita menekankan usia minimal yakni 21 tahun,” ujarnya.

Sedangkan untuk surat lamaran, kata dia, dapat ditujukan langsung kepada Ketua KPU di Jalan Loader Nomor 7, Kelurahan Baranangsiang, Kecamatan Bogor Timur, Kota Bogor.

Undang menambahkan, surat lamaran dapat diantar langsung ke Kantor KPU Kota Bogor. “Kami buka mulai 4 September sampai dengan 8 September 2017 sejak pukul 08.00 WIB,” terangnya.

Setelah proses penerimaan pendaftaran ditutup, proses selanjutnya seleksi administrasi pada 9 September 2017. “Pengumuman hasil seleksi administrasi diumumkan tanggal 12 September.

Selain mengunjungi kantor KPU, juga dapat melihat laman www.kpu-bogorkota.go.id.

Kasus Suap Hakim, KPK OTT di Bogor

0

BOGOR DAILY- Tim dari Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) juga mengamankan sejumlah pihak di Bogor, Jawa Barat terkait operasi tangkap tangan kepada hakim dan penitera pengadilan Tipikor Bengkulu, kemarin (Rabu 6/9) petang.

urubicara KPK, Febri Diansyah, setidaknya ada tujuh orang yang diamankan dalam OTT di dua kota tersebut. Salah satu pihak yang diamankan adalah hakim ad hoc Tipikor PN Bengkulu, Dewi Suryana.

“Benar bahwa operasi tangkap tangan kita lakukan mulai dari kemarin malam di Bengkulu dan di Bogor. Jadi ada sejumlah pihak yang kita amankan. Ada sekitar tujuh orang informasinya sejauh ini yang kita dapatkan,” kata dia kepada wartawan di Gedung KPK, Kuningan, Jakarta, Kamis (7/9).

Dalam operasi senyap itu, KPK juga mengamankan sejumlah uang sebagai barang bukti. Meski begitu, Febri tidak menyebutkan berapa total uang yang diamankan tim KPK.

“Informasi lebih lanjut nanti bisa kita sampaikan di konferensi pers sore atau malam ini yang juga kita lakukan bersama Mahkamah Agung,” kata dia.

“Kita lakukan koordinasi juga ada dukungan informasi yang disampaikan pihak MA.”

Astaga! Anggota DPRD Jadi Otak Pembakaran 10 Sekolah

0

BOGOR DAILY– Kepala Bagian Penerangan Umum Divisi Humas Polri Kombes Pol Martinus Sitompul mengatakan, rencananya anggota DPRD Palangkaraya Yansen Binti memerintahkan sejumlah orang untuk membakar 10 sekolah dasar.

Namun, baru tujuh sekolah yang dieksekusi. “Karena keburu ditangkap. Ada yang dari awal Juli sudah ada yang ditangkap,” ujar Martinus di kompleks Mabes Polri, Jakarta, Rabu (6/9/2017).

Menurut polisi, pembakaran dilakukan sejak 4 Juli hingga 30 Juli 2017. Adapun sekolah dasar yang terbakar yaitu SD Negeri 1 Palangka, SD Negeri 4 Menteng, SD Negeri 4 Langkai, SD Negeri 1 Langkai, SD Negeri 5 Langkai, SD Negeri 8 Palangka, dan SD Negeri 1 Menteng.

Selain itu, ada juga sekolah lain yang terkena imbas kebakaran itu, yakni SMK YPSEI Palangkaraya. Pada 30 Juni 2017, Yansen mengumpulkan sejumlah orang di Gedung KONI. Ia diduga sebagai aktor intelektual yang menggerakkan delapan tersangka lainnya untuk membakar sejumlah sekolah.

Motifnya, ia ingin mendapatkan perhatian dari Gubernur Kalimantan Tengah Sugiarto Sabran berupa proyek. “Dalam prinsipnya yaitu agar punya perhatian dan memohon dan supaya dapat proyek,” kata Martinus.

Dalam kasus ini, polisi menetapkan sembilan tersangka, termasuk Yansen. Para tersangka diterbangkan dari Palangkaraya ke Bareskrim Mabes Polri untuk pemeriksaam lebih lanjut.

Mereka dijerat Pasal 187 jo Pasal 55 KUHP karena melakukan pembakaran secara bersama-sama.

Kilas Balik Perjalanan Cinta Bella Sebelum Dipinang Duda Emran

0

BOGOR DAILY- Sebentar lagi, Laudya Cynthia Bella akan segera mengikat janji suci dengan pria pujaannya asal Malaysia, Engku Emran. Akhirnya, perempuan yang akrab disapa Bella itu melaju ke pelaminan setelah sebelumnya sempat gagal meraih mimpi untuk menjadi seorang istri.

Meski perempuan berusia 29 tahun ini tertutup soal kehidupannya, Bella diketauhi pernah menjalin hubungan dengan beberapa selebriti Tanah Air. Beberapa di antaranya cukup membekas.

  1. Raffi AhmadRaffi adalah cinta pertama Bella. Mereka pernah menjalin asmara kala menjadi personel Bukan Bintang Biasa (BBB). Bahkan, perkenalan mereka sudah dimulai sejak mereka masih kecil dan sama-sama tinggal di Bandung.

    Namun, setelah dua tahun menjalin asmara, hubungan mereka kandas. Kini, Raffi telah menikah dengan aktris Nagita Slavina dan memiliki seorang putra, yakni Rafathar Malik Ahmad. Meski demikian, Bella sangat akrab dengan Nagita dan Rafathar

  2. Ananda MicolaDi tahun 2007, Bella menjalin hubungan dengan pebalap Ananda Mikola. Meski berbeda 8 tahun, hubungan mereka cukup serius saat itu.

    Pada akhirnya, hubungan cinta mereka kandas. Ananda pun menikahi aktris Marcella Zalianty di tahun 2010 dan kini telah memiliki dua orang anak

  3. Chico JerichoHubungan Bella dan Chicco adalah hubungan asmara Bella yang paling disorot. Keduanya pun tampak sebagai pasangan yang terlihat sangat serasi.

     

     

     

     

    Awalnya, mereka terlibat cinta lokasi di sinetron ‘Cinta Bunga’. Mereka pun berpacaran selama 5 tahun hingga akhirnya, keyakinan menjadi masalah dan memisahkan mereka. Padahal, banyak penggemar yang mendoakan hubungan mereka agar melaju ke jenjang pernikahan

  4. Afif KallaBeberapa waktu lalu, sebelum Bella menjalin kasih dengan Engku Emran, ia berpacaran dengan seorang pengusaha bernama Afifudin Suhaeli alias Afie. Afie diketahui sebagai keponakan Jusuf Kalla dan putri dari Elok Suhaimy Kalla.

    Hubungan Bella dan Afie sendiri mulai terendus sejak Mei 2016, dan mereka tak pernah mengumbar asmara ke hadapan publik. Afie kemudian melamar Bella pada Minggu (29/1) malam di kawasan Pejaten Barat, secara tertutup

 

Nyambi Jadi Sopir Go-Jek, Mahasiswa UNJ Tewas Ditabrak Truk

0

BOGOR DAILY-Kecelakaan di Jalan Karet, Jakarta Pusat, pada Rabu (6/9) sore merenggut nyawa Abdul Qadir Jaelani. Driver ojek online itu menghembuskan nafas terakhirnya setelah tertabrak truk.

Abdul sebenarnya merupakan mahasiswa jurusan Sastra Arab Universitas Negeri Jakarta. Dia menjadi driver Go-Jek sejak 1,5 tahun belakangan ini.

“Korban bergabung menjadi anggota ojek online sudah lumayan lama sejak 1,5 tahun yang lalu. Motivasi korban menjadi driver ojek untuk berlatih mandiri, mencari uang tambahan juga,” ungkap Andika Dwiputra, rekan Abdul, saat ditemui di rumah duka di Kampung Melayu, Jakarta, Rabu (6/9) malam.

Selain berusaha hidup mandiri, Abdul juga sering membantu orang tuanya berjualan ikan di pasar.

Andika menuturkan masih belum percaya akan kepergian Abdul. Banyak kenangan baik akan sosok teman yang berusaha ingin mandiri tersebut.

“Semasa hidup korban merupakan orang yang baik, lucu dan perhatian, serta suka menolong,” kata dia.

Abdul tercatat sebagai mahasiswa UNJ angkatan 2014. Di kampus, Andika mengatakan Abdul juga dikenal sosok seorang yang aktif berorganisasi.

Abdul pernah dipercaya menajadi ketua kegiatan masa pengenalan akademik (MPA) untuk mahasiswa baru. Dia juga menduduki jabatan wakil ketua mahasiswa Satra Arab angkatan 2014 serta Wakil Ketua BEM.

“Organisasi yang korban ikuti Majelis Remaja Masjid Kampus, korban juga cukup aktif dalam berorganisasi,” ujar Andika

Heboh Guru Sadis Bikin Muridnya Tenggak Racun

0

BOGOR DAILY– Guru honor berinisial BB di SMP Negeri 2 Satu Atap Waiwaru, Desa Todanara, Kecamatan Ile Ape Timur, Kabupaten Lembata, Nusa Tenggara Timur (NTT) terkenal garang oleh siswanya. Hal ini terkuak setelah siswa SMP Kelas 3, FK (16) nekat menenggak racun rumput karena merasa malu dihina sang guru tersebut.

FK mengatakan perlakuan kasar baik secara fisik maupun psikis kerap dilakukan sang guru. Dia mengatakan pula, pernah beberapa siswa di SMP tersebut dipukuli menggunakan ekor pari pada betis hingga berdarah.

Bahkan, dia sendiri sering menerima hinaan sejak masih di kelas 1. Tak sampai di situ saja, guru tersebut pernah menyiksa mereka memungut sampah menggunakan mulut.

“Saya sering dihina makanya malu dengan teman-teman,” ujar FK kepada Liputan6.com di RSUD W.Z Yohanes Kupang, Selasa, 5 September 2017.

Sebelum minum racun, FK mengaku hendak menanyakan ke ayahnya apa benar seperti yang dikatakan guru bahwa dirinya anak dari keturunan yang tidak jelas.

“Saya sampai di rumah tetapi ayah masih di kebun sehingga saya nekat minum racun,” kata FK yang mengaku bercita-cita menjadi polisi ini.

Ayah korban, Yosep Lango (61) mengaku anaknya merasa malu karena sering dihina gurunya.

Menurut Yosep, racun yang ditelan anaknya tidak banyak karena sebagian di sembur keluar. Proses pengobatan anaknya sudah menelan banyak biaya dan ditanggung sendiri. Dia meminta, guru yang menghina anaknya turut bertanggungjawab.

“Saya minta dipecat karena tidak pantas jadi guru. Dia juga harus kembalikan seluruh biaya pengobatan anak saya,” imbuh Yosep.

Sebelumnya, kasus bullying atau perisakan nyaris membuat nyawa seorang siswa SMP Negeri 2 Satu Atap Waiwaru, Desa Todanara, Kecamatan Ile Ape Timur, Kabupaten Lembata, Nusa Tenggara Timur (NTT). Siswa berinisial (FK) itu dilarikan ke rumah sakit setelah melakukan percobaan bunuh diri dengan minum racun.

FK nekat menenggak cairan racun rumput karena merasa malu dihina oleh gurunya berinisial BB selama pelajaran Bahasa Indonesia berlangsung.

“Sudah dua kali dia menghina saya. Pertama waktu saya bawa handphone ke sekolah. Kejadian ini dilakukan juga di depan kelas, di hadapan teman-teman,” ucap FK.

Puncaknya pada 31 Agustus 2017, guru Bahasa Indonesia tersebut kembali merisak atau menghina. Sasarannya tetap pada FK. Sang guru mengeluarkan kalimat hinaan yang membuat siswa kelas III SMP Satap Waiwaru tersebut merasa malu.

“Dia bilang saya punya rumah seperti kandang babi. Lalu, saya keturunan atau anak dari orangtua tidak jelas,” tutur korban.

Tak hanya itu, sang guru juga menghina makanan yang dikonsumsi muridnya tersebut. “Makanan saya seperti makanan babi. Dia hina saya di depan murid lainnya dalam kelas. Selama pelajaran Bahasa Indonesia berlangsung,” FK membeberkan.

Bahkan, saat pelajaran Bahasa Indonesia, guru itu bukan menjelaskan tentang materi pelajaran, melainkan terus menghina FK. Akibatnya, saat jam pelajaran usai, FK langsung kembali ke rumah dan nekat menenggak racun.

Beberapa siswi yang datang menjenguk FK di rumah sakit, mengatakan bahwa saat guru tersebut menghina korban, mereka semua ikut menangis. “Penghinaan itu terlalu sadis. Karena kasihan, kami ikut nangis dalam kelas,” tutur salah seorang siswi yang meminta namanya tidak ditulis.

Terkait kasus perisakan yang berujung siswa nekat minum racun, Kepala Sekolah SMPN 2 Satap Waiwaru, Bernadus Atawadan mengatakan, guru tersebut berstatus honorer. Dia pun pernah menegur guru itu karena kerap berperilaku kasar terhadap siswa.

“Yang bersangkutan pernah saya tegur, tetapi tidak diindahkan. Buktinya, salah satu siswa dirawat rumah sakit karena ulah dia,” Bernadus memungkasi.