Saturday, 11 April 2026
Home Blog Page 8946

Begini Jurus Bos PDJT Pulihkan Bus Transpakuan

BOGOR DAILY– Demi menyelamatkan Perusahaan Daerah Jasa Transportasi (PDJT) Kota Bogor yang sudah kolaps, Pelaksana Tugas (Plt) Direktur Utama PDJT Rakhmawati punya banyak jurus. Salah satunya memanfaatkan pengusaha di Kota Bogor untuk memperbaiki bus TransPakuan agar bisa kembali beroperasi.

Sudah lebih dari tujuh bulan, bus Trans­Pakuan yang dikelola PDJT tidak mengas­pal di jalanan Kota Bogor. Selain bangkrut, sejumlah bus mengalami kerusakan se­hingga tidak dapat dioperasikan. Sebagai orang yang dipercaya Wali Kota Bogor Bima Arya untuk menjadi bos PDJT, Rak­hmawati harus berpikir keras untuk dapat mengoperasikan kembali sejumlah bus yang rusak tersebut.

Rakhmawati mengaku sudah ada be­berapa perusahaan yang sedang mem­bantu PDJT dalam memperbaiki bus TransPakuan. “Ada perusahaan yang prihatin melihat bus PDJT tersebut, se­hingga mereka membantu memper­baiki sejumlah bus yang ada,” ujarnya.

Dari seluruh bus yang dimiliki PDJT, kata Rakhmawati, lima bus sudah dip­erbaiki salah satu perusahaan transpor­tasi dan satu bus diperbaiki Komunitas Bogor Sahabat. Perbaikan bus ini diharapkan bisa menghidup­kan PDJT kembali beroperasi untuk melayani sejumlah ma­syarakat di Kota Bogor.

“Bantuan yang kita terima bisa menjadi titik awal. Untung­nya bantuan ini kita tidak harus memberikan kompensasi apa pun kepada perusahaan atau komunitas tersebut,” terang perempuan yang juga kepala Dinas Perhubungan (Dishub) Kota Bogor itu.

Setelah diperbaiki, pihaknya akan menerima iklan dari ber­bagai perusahaan. Keuntung­an tersebut nantinya akan menjadi dana operasional bagi PDJT. Sebab, selama ini PDJT tidak mempunyai dana apa pun, begitu juga pemkot yang belum dapat memberikan Penyertaan Modal Pemerintah (PMP) karena belum diang­garkan. “Nanti konsepnya, di bodi-bodi bus itu akan ada sejumlah iklan-iklan dan pem­bayarannya nanti akan diguna­kan untuk dana operasional,” paparnya.

Selain itu, lanjut Rakhmawati, bus yang saat ini sedang diper­baiki akan diubah secara meny­eluruh. Konsep kursi bus nanti­nya akan berhadapan, sehingga dapat menampung penumpang yang lebih banyak. Begitu juga dengan konsep pembayarannya akan diterapkan secara elektro­nik. “Warna busnya juga nanti berubah, tapi masih ada sentu­han warna biru menandakan Kota Bogor. Sistem pembayaran­nya akan kita alihkan menjadi sistem elektronik untuk menutup sejumlah kebocoran,” katanya.

Konsep yang saat ini dijalani Rakhmawati, membuat Wakil Wali Kota Bogor Usmar Hariman angkat bicara. Menurut dia, dalam mengelola PDJT harus benar-benar profesional se­hingga perusahaan berpelat merah tersebut dapat melay­ani masyarakat Kota Bogor.

Usmar mempunyai pandangan yang lain, karena dana ban­tuan yang didapatkan PDJT seharusnya melalui perjanjian kerja sama dan tidak dilakukan begitu saja. “Harusnya sih ada MoU dan perjanjian kerja sama, tidak begitu saja,” jelasnya.

Dengan adanya perjanjian tersebut, lanjut Usmar, se­muanya menjadi transparan bahkan publik dapat menge­tahuinya. “Kalau caranya se­perti itu tidak ada yang jamin kalau ada apa-apa. Tapi kalau konsepnya PKS semua jelas tertulis,” ungkap Usmar.

Terseret 50 Meter, Jasad Bocah Nyangkut di Bebatuan Sungai

BOGOR DAILY-Kewaspadaan orang tua harus ditingkatkan. Pasalnya, sifat penasaran anak sering kali membayakan. Seperti dialami Muhammad Fahmi (12), warga Perumahan Villa Nusa Indah, Desa Bojongkulur, Sabtu (26/8/17).

Lantaran luput dari pengawasan orangtuanya, korban bermain ke sungai dan tenggelam. Jasad baru diketemukan Tim Rescue Tagana Bojongkulur, kemarin. Perisitwa naas itu terjadi sekitar pukul 13:30.

Saat itu, korban bermain di sungai Cileungsi usai pulang sekolah. Penasaran dengan kondisi air yang tenang, korban mengajak tiga rekannya berenang. Korban tidak menyadari kedalaman kali tak merata. Walau berada di pinggir kali, korban terjermbab ke lokasi dalam.

Meski diketahui temannya yang bisa berenang dan mencoba menolong, korban tetap terbawa arus hingga tidak bisa diselamatkan. Panik, ketiga tekannya minta bantuan warga sekitar.

Tim Rescue Tagana tiba ke lokasi untuk mencari jasad korban. “Setelah setengah jam kejadian kami tiba di lokasi untuk mencari korban,” ujar Ketua Tim Rescue Desa Bojongkulur, Mardi Ugay.

Kondisi arus sungai yang deras, serta medan dipenuhi bebatuan sempat menghambat pencairan. Proses pencarian memakan waktu dua hari. “Setelah malam (Sabtu, red) kami hentikan pencarian. Kami mulai lagi Minggu pukul 7:00,” terangnya.

Pencarian kali ini, tim membuahkan hasil. Jasad korban ditemukan tersangkut di bebatuan tidak jauh dari pakaian korban. “Kami temukan jasad korban 50 meter dari titik awal ditemuknya pakaian korban,” terangnya.

Saat jasad berhasil dievakuasi, keluarga langsung mengurus untuk dimakamkan dekat kediamannya. “Saya pasrah. Keluarga semua sudah pasrah. Ini jadi pelajaran bagi saya untuk lebih mengawasi anak,” ujar ayah korban, Jayadi

Naik Daun, Dovizioso Rajai Silverstone

0

BOGOR DAILY– Andrea Dovizioso kembali tampil bril­ian. Selain memenangi Mo­toGP Inggris, ia juga menodai rekor Grand Prix ke-300 milik Valentino Rossi. Sementara Marc Marquez gagal finis.

Pertarungan klasik, drama dan insiden tersaji dalam balapan yang berlangsung sebanyak 20 lap di Silverstone, Minggu (27/8).

Tak seperti biasanya, Rossi melakukan start bagus. Ia langsung melesat ke depan mening­galkan Marc Marquez, Cal Crutchlow, Maverick Vinales dan Dovizioso.

Memasuki lap 4, The Doc­tor mulai membuat jarak dan menjauh dari kejaran para rivalnya. Ia juga sempat mencetak rekor baru sirkuit, walau kemudian dipatahkan Vinales dan setelah itu diper­tajam Marquez.

Meski memimpin di depan, posisi Rossi tak sepenuhnya aman. Ancaman datang dari Marquez dan Dovizioso serta Crutchlow.

Pada lap 11, usai meny­alip Marquez, Dovizioso berduel melawan Vinales untuk posisi kedua. Berha­sil mengatasi perlawanan Vinales, pebalap Ducati itu mulai memburu Rossi. Dual sesama pebalap Italia pun tak terhindarkan.

Terus menempel dan me­mangkas jarak setiap lap, Dovizioso menyalip Rossi pada tiga lap terakhir. Sial bagi The Doctor. Belum usai kehilangan posisi pertaman­ya, ia lalu disalip Vinales. Rossi pun turun pada posisi ketiga. Dovizioso akhirnya melenggang keluar sebagai juara MotoGP Inggris di Sil­verstone.

Elit Politik Bahagia Dana Parpol Naik 10 Kali Lipat

0

BOGOR DAILY-Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati telah mengirimkan surat kepada Menteri Dalam Negeri (Mendagri) Tjahjo Kumolo terkait angga­ran dana partai politik (parpol) Rp1.000 per suara sah.

“Di dalam surat Men­teri Keuangan kepada Mendagri tanggal 29 Ma­ret 2017 telah ditetapkan usulan untuk bantuan kepada parpol dapat dipertimbang­kan adalah sebesar Rp1.000 per suara sah,” kata Sri, Min­ggu (27/8). Ini berarti anggaran dana parpol naik dari sebelumnya hanya Rp100-108 per suara sah. Kata Sri, kenaikan ini menjadi nyaris 10 kali lipat sejak 2009 hingga 2017.

Meski demikian, hal ini belum sesuai anggaran yang diusulkan Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK), yaitu Rp1.071. Namun, pemerintah akan terus melaku­kan evaluasi setiap tahunnya.

“KPK merekomendasikan ini karena KPK menganggap bah­wa parpol ini harus berfungsi tanpa melakukan berbagai kegiatan korupsi,” tutur Sri.

Sri menyadari anggaran parpol yang terlalu kecil sering menjadi salah satu alasan bagi politisi melakukan korupsi. Ini berseberangan dengan tujuan parpol yang dimaksudkan un­tuk menjadi jembatan tujuan bernegara.

“Jangan sampai kita men­coba untuk mencapai tujuan bernegara bahkan dengan mengkhianatinya,” kata Sri.

Dengan penambahan ang­garan ini, kata Sri, parpol harus melaksanakan fungsinya yang tercantum dalam Peraturan Pemerintah Nomor 5 Tahun 2009 atau Undang-Undang Partai Politik.

“Pertama, parpol menyusun dan melaksanakan program rekrutmen dan kaderisasi yang baik. Kedua, menyusun dan melaksanakan kode etik politisi. Ketiga, melaksanakan pendidi­kan politik kepada masyarakat dan keempat melakukan pem­benahan kelembagaan serta tata kelola keuangan supaya partai politik menjadi transpar­an dan akuntabel,” kata Sri.

Adanya kebijakan ini pun sontak membuat sejumlah partai bergembira. “Sebagai parpol, selain senang, ini juga kan pertanggungjawabannya juga kami harus lebih ber­tanggung jawab. Artinya kita bertanggung jawab mening­katkan kualitas parpol, harus lebih banyak yang dilakukan untuk masyarakat. Kalau kita ada keterbatasan memer­juangkan masyarakat karena partai oposisi,” kata Wakil Ketua Umum Gerindra Sufmi Dasco Ahmad.

Ungkapan bahagia juga diutarakan Sekretaris Jenderal (Sekjen) PPP Arsul Sani. “PPP tentu berterima kasih atas konfirmasi Menteri Keuangan untuk merealisasikan kenaikan dana banpol,” kata Arsul Sani.

Sementara pengurus partai di tingkat daerah belum men­getahui soal adanya kenaikan dana ini. Untuk dana tahun ini, Sekretaris DPD Partai Golkar Kota Bogor Heri Cahyono mengaku pihaknya pernah mengajukan kenaikan terse­but namun belum terealisasi.

“Setiap tahun kami memang dapat banpol. Tapi terakhir dapat itu besarannya masih sama. Belum ada kenaikan. Saya nggak tahu apakah ini berlaku di daerah atau hanya di pusat. Jadi belum bisa komentar,” tegas Heri

Kemarau Tiba, Tiga Kebakaran Melanda Bogor Sampai Makan Korban

BOGOR DAILY– Kasus kebakaran lahan mulai marak terjadi memasuki musim kemarau. Di Kabupaten Bogor bencana ini juga berujung maut. Akibat kebakaran lahan, seorang petani meregang nyawa. Sampai-sampai tubuhnya gosong termakan api yang melahap lahan pertanian di Kampung Ciheranglame, RT 01/06, Desa Pabuaran, Kecamatan Sukamakmur, Kabupaten Bogor, Sabtu ( 26/8).

Adalah Karim bin Karna (70). Petani yang biasa berakti­vitas di kebun mengalami luka bakar, hingga saat ditemukan wajah dan sekujur tubuhnya gosong. Informasi yang dihim­pun, kejadian ini berawal saat korban membakar rumput kering di kebunnya. Tanpa di­sangka, angin bertiup kencang hingga api yang semula kecil makin membesar dan men­jalar ke kebun sebelah milik tetangganya, Remon.

Diduga korban mening­gal karena kelelahan dan pingsan saat hendak mema­tikan api yang kadung mem­besar. Sehingga, tubuhnya terpanggang kobaran api yang melahap lahan tersebut. Menantu korban, Jaing men­gungkapkan, mertuanya biasa beraktivtas di kebun sampai pukul 12:00 WIB. Namun saat kejadian, mertuanya justru tidak tampak di rumah karena tengah menjemput anaknya.

“Kebetulan saya lagi jemput anak saya sekolah, saya dika­sih kabar oleh warga bahwa di kebun milik korban ada kebakaran. Lalu saya pulang ke rumah mengecek bapak, ternyata belum pulang,” ujar Jaing. Akhirnya ia bersama saudaranya mencari korban. “Pas ditemukan, bapak sduah meninggal. Itu sekitar jam 16:30 WIB tragis terbakar, korban meninggal dunia di TKP,” ungkap Jaing.

Ketua RT 01 Asep membenar­kan bahwa korban adalah warg­anya. Menurutnya, kejadian ini adalah benar-benar musibah dan takdir Allah. Harapannya warga harus selalu berhati-hati dan tidak diperbolehkan mem­bakar kebun walaupun lahan sendiri. Selalu antisipasi hal-hal yang tidak diinginkan.

Sementara di Kecamatan Ciampea kebakaran juga melanda lahan seluas lima hektare dekat permukiman warga. Tepatnya di Kampung Tegalwaru, RT 05/03, Desa Tegalwaru, Kecamatan Ci­ampea. Lahan milik Zakaria, warga Jakarta itu sudah lama tidak dirawat. Hanya ilalang yang tumbuh memenuhi ka­wasan tersebut. Hingga Min­ggu (27/8) sekitar pukul 11:45, kebakaran seketika melanda.

Beruntung kebakaran itu tak sampai merambat ke rumah warga. Namun, api yang membakar lahan rumput alang-alang kering ini sempat membuat warga sekitar panik.

Warga Tegalwaru, Jalal (40) mengatakan, kebakaran yang terjadi di lahan milik warga Jakarta itu sudah terjadi lima kali. “Yang parah itu sekitar dua tahun lalu, apinya sampai merambat ke rumah warga yang bersebelahan,” katanya.

Informasi yang dihimpun, kejadian itu berawal saat Bayah (36) mendengar suara rumput kering terbakar dari bengkel­nya. Ia pun langsung terkejut begitu melihat api berkobar. “Bayah pada saat bekerja di bengkelnya mendengar bunyi rumput terbakar. Setelah melihat ke depan, ternyata ada rumput yang terbakar hingga menjalar dan membakar perkebunan ko­song itu,” ujar Kapolsek Ciampea Kompol Nyoman Yudhan.

Beruntung api berhasil di­padamkan tiga jam kemudian setelah mobil pemadam ke­bakaran tiba di lokasi. Menurut keterangan saksi, titik api ber­asal dari rumput kering terbakar yang berada di bawah pohon bambu dan menjalar ke selu­ruh kebun kosong. “Tidak ada korban jiwa dalam kebakaran lahan kosong tersebut. Warga diminta lebih berhari-hati lagi ketika pembakaran sampah kemudian menjalar. Apalagi se­lama kemarau, angin kencang dan kering,” tutupnya.

Sebelumnya kebakaran ini juga melanda lahan sawit di Desa Sukaharja, Kecamatan Su­kamakmur, Kabupaten Bogor, Kamis (24/8). Peristiwa tersebut terjadi usai Magrib sekitar pukul 18:30 WIB. Sementara dua unit mobil pemadam kebakaran dari Pos Cibinong sudah meluncur ke lokasi kejadian sejak pukul 22:43 WIB.

Menurut petugas Dinas Pemadam Kebakaran Kabu­paten Bogor, lokasi kebakaran berada di atas gunung. “Kami dapat info via telepon dari warga. Setelah dipastikan langsung meluncur ke lokasi,” kata salah seorang petugas.

Jelang Penggusuran, Perwakilan Pedagang Ngadu ke Repdem

BOGOR DAILY– Harap-harap camas. Begitulah perasaan sejumlah pedagang di Puncak. Kios-kios yang berdiri di daerah miliki jalan (Damija) sudah ditandai. Mereka tinggal menunggu waktu penggusuran. Sementara, mereka juga belum mendapat kepastian relokasi. Bersamaan dengan itu, perwakilan pedagang di Kampung Ciburial mengadakan pertemuan untuk membicarakan nasib mereka pasca didepak dari jalan Raya Puncak.

Sekitar  150 perwakilan Pedagang Kaki Lima (PKL) dari 1.300 pedagang di sepanjang Jalan Raya Puncak, Cisarua, Kabupaten Bogor, berkumpul di Sekretariat Pengurus Anak Cabang (PAC) Repdem Kabupaten Bogor, baru-baru ini.

Mereka membahas surat edaran yang dikeluarkan Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) yang minta mengosongkan tempat usaha karena akan dilakukan penggusuran besar-besaran pada Senin (5/8).

“Hasil pembahasan rapat dengan para perwakilan PKL sepanjang jalur Puncak, Cisarua, kami menyatakan menolak penggusuran,” ujar pedagang kuliner Tugu Utara, Cisarua, Pepen (45).

Menurutnya, selama ini pemerintah daerah justru gagal memandirikan masyarakat kecil. Sehingga, yang terjadi hanya mampu mematikan usaha mandiri rakyat dengan penggusuran.

“Kami para PKL merasa tidak dimanusiakan. Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Bogor cuma jadi tukang gusur dan membunuh kami mencari nafkah. Semestinya kalau dalih pembangunan, kami para PKL diberikan relokasi terlebih dahulu. Tapi ini tidak. Surat edaran Satpol PP hanya menyebutkan penggusuran. Di mana peran Pemkab Bogor mengentaskan kemiskinan warga gakin?” kesalnya.

Saat PKL gelar rapat tentang penggusuran Satpol PP, hadir Ketua DPC Repdem Kabupaten Bogor Dody Achdi Suhada dan jajaran pengurus. Para aktivis Repdem ini juga coba meredakan emosi para PKL agar tidak menggelar unjuk rasa, tetapi mendahulukan dialog dengan Pemkab Bogor.

“Senin besok kami Repdem Kabupaten Bogor dan para wakil PKL Cisarua akan menggelar dialog terlebih dahulu menanggapi seruan penggusuran Satpol PP. Tuntutan kami, harus ada relokasi, bukan asal menggusur saja,” katanya.

Sebab dari 1.300 pedagang, tidak semua pedagang diakomodasi pemerintah. Ini yang membuat pedagang geram dan meminta Repdem agar mendampingi para pedagang. “Kenapa rakyat kecil yang memberdayakan ekonomi sendiri malah mau dirampas haknya? Jadi harus ada relokasi terlebih dahulu,” tegas Dody Achdi Suhada.

Dia juga mempertanyakan dalih Pemkab Bogor melakukan penggusuran mengatasnamakan pemerintah. Dodi mencontohkan riwayat Joko Widodo (Jokowi) saat menjadi kepala daerah Solo dan DKI Jakarta. Dalam penataan PKL, dirinya mendahulukan relokasi atau tempat usaha baru gratis.

“Nah, ini sangat beda dengan yang dilakukan Pemkab Bogor. Bisanya cuma menggusur, tapi solusi relokasi tidak disampaikan kepada PKL. Pemkab pun mengatasnamakan pemerintahan Jokowi. Kami Repdem Kabupaten Bogor yang juga mengawal dan mendukung Jokowi, meragukan alasan penggusuran PKL atas nama pemerintah pusat,” tegasnya.

Sebelumnya, pemerintah daerah telah meminta Perhimpunan Hotel dan Restoran Indonesia (PHRI) untuk menampung pedagang Puncak. Sekjen PHRI Kabupaten Bogor Junaedi mengatakan, pihaknya hanya menyanggupi menampung dua pedagang per hotel yang bergabung di PHRI.

Artinya, dengan jumlah keanggotaan PHRI yang mencapai 300 hotel, maka hanya 600 pedagang yang bisa tertampung. “Itu pun harus mereka yang ber-KTP Bogor yang bisa kami terima,” kata Junaedi.

Doa Sahabat Dari Mekkah

Oleh: Hj. Ade Yasin, SH, MH

(Calon Bupati Bogor 2018)

Senang rasanya dapat titipan doa dari para sahabat warga Kabupaten Bogor yang sedang melaksanakan ibadah haji ke Tanah Suci. Salah satunya dari Arfinaldo Rusa’ad (58 tahun), bapak tiga anak yang sehari-hari bekerja di sebuah perusahaan yang bergerak di bidang jasa dan perdagangan. Niat saya mencalonkan pada kontestasi Pemilihan Bupati 2018, rupanya memantik simpatinya untuk mendoakan di Baitullah.

“Ya Allah Jadikanlah Ade Yasin Bupati Bogor 2018,” begitu tulisan kecil dalam secarik kertas yang dibawa Bapak Arfinaldo, warga Kabupaten Bogor yang saat ini tengah melaksanakan ibadah haji.  Kertas tersebut kemudian di foto dan dikirim melalui Whatapps saya. Mendapat kiriman doa itu, tentu bahagia sekali rasanya hati ini.

 

 

 

 

 

 

 

 

Di tahun-tahun sebelumnya, beberapa sahabat juga melakukan hal yang sama. Ujang Maturidi, seorang petani sukses di kawasan Cijeruk dan Rachmanto Srie Basuki, pengacara yang juga pengusaha PT. Nugroho Ardhana Reswari.

Tahun 2017, berdasarkan data Kementerian Agama, sebanyak 221.000 warga Indonesia berbondong-bondong melaksanakan ibadah di bulan Dzulhijjah ini.  Dari 221 ribu jamaah, 3.278 di antaranya adalah warga Kabupaten Bogor. Pemerintah Jawa Barat memang menetapkan kuota haji sebanyak 38.852 untuk 27 kabupaten/kota. Kabupaten Bogor mendapatkan kuota paling besar yakni 3.478 jamaah, sedangkan kuota paling kecil didapat kota Banjar yang mendapatkan 178 jamaah.

Ibadah haji memang merupakan peristiwa penting dalam kehidupan seorang muslim. Sebab ibadah ini berkaitan dengan sejarah kemanusiaan yang direkam lewat ibadah perjalanan dan berkurban.  Ibadah haji yang terdiri dari umrah dan haji merupakan titik kulminasi dari proses pencarian kesempurnaan hidup baik secara individu dan sosial.

Ibadah umrah adalah gambaran tahapan yang harus ditempuh seseorang untuk mencapai tingkat kesempurnaan diri sebagai seorang muslim, dan ibadah haji adalah tahapan dan proses yang harus dilakukan umat Islam untuk mencapai kesempurnaan hidup secara berjamaah.

Itulah sebabnya dalam Alquran, perintah haji dan umrah diawali kalimat: “Dan sempurnakanlah ibadah haji dan umrah karena Allah” (QS. Albaqarah: 196). Hal ini berbeda dengan perintah salat dengan ucapan: “Dirikanlah” atau perintah zakat dengan “Tunaikanlah”.

Dalam haji, mengapa perintahnya “sempurnakan”? bukan “tunaikan” dan atau “dirikan”. Ini karena dalam ibadah ini ada nilai-nilai kesempurnaan hidup yang dapat diambil baik secara individu maupun secara sosial, sehingga dengan ibadah haji dan umrah setiap muslim menjadi individu terbaik dan menjadi umat terbaik (khairu ummah).

Proses pelaksanaan haji di Tanah suci sendiri melalui dua tahapan yaitu umrah dan haji. Umrah adalah ibadah yang dilakukan secara berturut-turut dari Ihram (ditandai dengan memakai pakaian ihram), tawaf berkeliling Kabah, Sai yaitu berjalan antara bukit Safa dan Marwa dan Tahallul (menggunting rambut). Sedangkan haji dilakukan dengan melaksanakan prosesi Wukuf di Arafah, mengambil batu di Muzdalifah pada malam hari, melontar jumrah di Mina, serta Tawaf Ifadah diikuti dengan menyembelih hewan kurban.

Banyak orang menyangka bahwa ibadah ini hanya bersifat ritual saja. Padahal Alquran menyuruh kita mencari hikmah dibalik haji dan umrah sehingga dapat dijadikan model hidup yang sempurna. Dalam Alquran tertulis: “Dan serukanlah kepada manusia untuk melakukan haji, niscaya mereka akan datang kepadamu dengan berjalan kaki dan mengendarai unta dari segenap penjuru yang jauh, agar supaya mereka menyaksikan manfaatnya,” (QS. Alhajj: 27-28).

Dalam ayat ini Allah menyuruh umat manusia untuk melakukan haji dan memperhatikan manfaat dan hikmah daripada prosesi ibadah haji tersebut. Diharapkan dalam prosesi ini, manusia harus dapat mengambil pelajaran, pendidikan, strategi dan falsafah hidup. Sehingga meraka dapat menjadi individu sempurna (perfect personality) dan menjadi umat yang mabrur secara berjamaah. Untuk itu, dalam sejumlah referensi yang saya baca, maka manusia harus memenuhi delapan syarat dan rukun untuk mencapai “Mabrur” yaitu:

1. Ihram atau mengontrol keinginan dan nafsu.

Langkah pertama untuk menjadi manusia sempurna adalah usaha diri untuk mengontrol nafsu dari keinginan yang berlebih. Dalam ihram, seseorang diharamkan dari memakai sesuatu yang halal. Ini merupakan gambaran bahwa seorang individu harus dapat mengontrol antara keperluan dan keinginan.

Seorang yang sukses adalah individu yang dapat melihat antara keperluan dan keinginan. Berarti Ihram adalah bagaimana seseorang dapat mengontrol dari memakai kekayaan yang berlebihan, memakai sesuatu milik dengan tidak berguna. Mubazir. Dan lain sebagainya.

Pemimpin dan pejabat “ihram” adalah pemimpin atau penguasa yang dapat memakai wewenang kekuasaan hanya untuk kemaslahatan rakyat. Anggota dewan yang “ihram” adalah anggota dewan yang mengeluarkan undang-undang dan peraturan untuk kepentingan rakyat bukan untuk kepentingan diri, partai atau kelompok tertentu. Konglomerat “ihram” adalah konglomerat atau orang kaya yang memakai kekayaan untuk selalu berbagi.

Pribadi yang “ihram” adalah pribadi yang selalu memakai waktu dengan sebaik-baiknya dan juga mempergunakan kekayaan dengan sebaik-baiknya. Selalu memperhatikan mana yang merupakan keperluan dan mana yang bersifat keinginan. Terhindar dari sifat “mubazir” dan “lagha” (perbuatan, perkataan sia-sia). Inilah kunci dan syarat pertama untuk menjadi manusia “mabrur”, manusia sempurna.

2. Tawaf atau hidup dalam lingkaran ibadah.

Tawaf adalah mengelilingi Kabah tujuh kali. Ini merupakan gambaran dari setiap individu yang ingin mencapai titik kesempurnaan hidup agar dapat menjadikan seluruh kegiatan dan aktivitasnya dalam rangka ibadah. Tawaf juga bermakna bahwa segala gerak dan langkah hanya dilakukan dalam kerangka syariah, hukum-hukum dan perintah Tuhan.

Manusia adalah bagian daripada alam semesta dan alam dengan seluruh planetnya melakukan tawaf. Demikian juga malaikat melakukan tawaf di Baitul Makmur. Maka manusia juga secara fisik, rohani, pemikiran, kejiwaaan dan sistem kehidupan harus tawaf kepada Allah SWT.

Tawaf dalam tujuan mencari petunjuk Ilahi untuk meniti kehidupan. Tawaf juga bermakna selalu melihat dan memperhatikan (muhasabah) diri apakah seluruh aktifitas keduniaan kita dari belajar, mengajar, berniaga, berpolitik, berbudaya, sudahkah dalam kerangka hukum-hukum Allah dan bertujuan untuk mendekatkan diri kepada Allah.

Apakah setiap langkah yang kita lakukan selama tujuh hari tujuh malam, baik di atas bumi ataupun di atas langit semuanya mengacu kepada mencari keridhaan Allah? Individu yang dapat melakukan tawaf kehidupan ini merupakan manusia sempurna dihadapan Allah.

Politikus yang “tawaf” adalah politikus yang melakukan segala langkah politik untuk tujuan yang suci, sehingga politik merupakan ibadah. Pengusaha “tawaf” adalah peniaga yang mengembangkan ekonomi dalam sistem syariah dan menjadikan kegiatan bisnis bagian daripada ibadah. Pendidik dan ilmuwan yang “tawaf” adalah mereka yang melakukan aktivitas keilmuan sebagai ibadah kepada Allah.

3. Sai atau meningkatkan etos kerja sebagai khalifah.

Manusia mendapat tugas menjadi khalifah di muka bumi, sehingga seluruh kekayaan alam dapat menjadi modal yang berguna bagi kehidupan manusia. Khalifah adalah menguasai bumi dengan kerja keras. Itulah yang digambarkan dalam ibadah Sai yakni berjalan dan berlari-lari kecil dari bukit Safa menuju bukit Marwa.

Sudah menjadi sunatullah, siapa yang mempunyai etos kerja yang tinggi maka dia akan menguasai dunia, baik dia itu seorang muslim, non muslim atau atheis sekalipun. Penguasaan dunia (khalifah) tidak mungkin di dapat dengan beribadah, berzikir, dan berdoa semata-mata. Akan tetapi harus dilakukan dengan penguasaan ilmu, kerja yang profesional, konsisten, disiplin dengan manajemen yang rapi, dan semangat pantang menyerah. Hal ini juga terpancar sebagaimana Siti Hajar berusaha untuk menaklukkan bukit Safa dan Marwa seorang diri di tengah padang pasir yang tandus.

Insan Sai adalah insan yang berusaha dengan sungguh-sungguh, disiplin tinggi, semangat membara, pantang menyerah dalam bidang dan profesi masing-masing, sebagaimana dicontohkan para nabi dan rasul.

Nabi Adam menjadi khalifah sebagai pembuat roti yang handal. Nabi Nuh menjadi khalifah sebagai pembuat kapal. Nabi Idris menjadi khalifah sebagai perancang dan penjahit baju. Nabi Musa menjadi khalifah sebagai peternak profesional. Nabi Daud sebagai khalifah dalam industri baju besi, sehingga dia dapat memproduk 25 baju besi dalam sehari. Nabi Isa menjadi khalifah dalam bidang perobatan. Nabi Sulaiman menjadi khalifah dalam bidang komunikasi, sebab beliau dapat berkomunikasi dengan semua makhluk. Nabi Muhammad menjadi khalifah dalam semua bidang baik dalam pendidikan, ekonomi, sosial, politik dan militer.

Masyarakat muslim terdahulu juga menjadi “masyarakat khalifah” karena menguasai ilmu dan teknologi yang dicontohkan oleh Ibnu Sina dalam bidang kedokteran, Al-Khawarizmi dalam bidang Matematika, Ibnu Haytam dalam bidang optik, Ibnu Majid dalam bidang Maritim, Ibnu Khaldun dalam sosiologi, Al-Mawardi dalam bidang politik, Ibnu Baitutah dalam bidang pariwisata, Abu Hasan Asyari dan Fakhrurazi dalam bidang teologi, serta Imam Syafii, Maliki, Hanafi, Hambali dalam bidang fiqih.

Ini semua disebabkan beliau semua mempunyai semangat dan etos kerja yang tinggi, semangat ibadah Sai, semangat untuk menguasai kehidupan dunia sebagai aplikasi tugas khalifah Allah di muka bumi.

4. Tahalul atau pelayanan sosial secara individual.

Tahalul adalah menggunting rambut bagi jamaah yang telah melakukan prosesi Sai dalam umrah. Sai adalah bagaimana seorang individu dapat mencapai prestasi tertinggi di dalam bidang masing-masing. Seorang ilmuwan yang Sai adalah ilmuwan yang dapat terus berprestasi dalam disiplin ilmunya sehingga menemukan teori-teori yang baru. Seorang teknokrat yang Sai adalah teknokrat yang dapat melakukan inovasi teknologi. Seorang pengusaha yang Sai adalah perniaga yang dapat sukses dalam terobosan baru dalam bidang ekonomi. Politisi yang Sai adalah politisi yang handal dan maslahat dalam bidangnya. Itu semuanya harus dapat di ” tahalul “kan.

Dalam arti: seluruh kepandaian, keilmuan, pemikiran, kerja politik, kerja ekonomi, harus dapat menjadi sumbangsih kepada individu yang lain. Kepada kemaslahatan masyarakat yang lain. Sehingga seorang ilmuwan akan mendapat pahala jariyah dari teori keilmuan yang dihasilkan. Seorang teknokrat dapat pahala jariyah dari inovasi teknologinya. Seorang politisi dapat pahala jariyah dari terobosan politik dan kebijakannya. Dan seorang peniaga dapat pahala jariyah dari sumbangan sedekah, infak kepada orang yang memerlukan dari kekayaan yang dimilikinya. Inilah yang dimaksudkan dengan “tahalul” profesi dan keilmuan dalam berbagai bidang kehidupan. Karena itu, Rasulallah bersabda: “Sebaik-baik manusia adalah mereka yang hidupnya berguna dan bermanfaat bagi manusia yang lain”.

5. Wukuf atau menggalang potensi, menyusun dan mengatur strategi.

Wukuf adalah berhenti. Wukuf berarti individu muslim yang telah berprestasi dalam bidang masing-masing diharapkan dapat berhenti sejenak. Bukan berhenti untuk tidak berkarya, tetapi berhenti untuk menyatukan langkah. Menggalang jaringan dan potensi. Menyusun program untuk menghadapi tantangan dan masa depan.

Wukuf berarti membentuk jaringan inter disiplin dan antar disiplin. Wukuf berarti membangun kerjasama antar kelompok umat, antar jamaah, antar firqah. Menyusun program bersama untuk satu tahun mendatang. Wukuf adalah sebuah “kongres umat” dalam profesi masing-masing.

Dengan wukuf, maka setiap individu dapat mengenal bagaimana hubungan dirinya dengan Allah. Dengan wukuf, berarti setiap muslim harus mengenal dirinya, mengadakan refleksi kehidupan dalam profesi masing-masing. Dengan wukuf, berarti setiap orang dapat mengenal kelebihan orang lain, sehingga dia dapat menjalin kerjasama. Dengan wukuf juga berarti antar kelompok dan jamaah umat dapat duduk bersama menyusun program terpadu. Itulah sebabnya wukuf tersebut berada di bumi Arafah.

Arafah dalam bahasa Arab artinya “mengenal”. Diharapkan dengan wukuf, setiap muslim dalam melakukan analisa “SWOT” sebagaimana dilakukan dalam bidang manajemen. Dengan adanya kerjasama antar individu dan kelompok, dengan mengenal diri, mengenal kawan, mengenal musuh, mengenal potensi, maka barulah setiap individu menjadi “rahmat” bagi suatu umat.

Seorang ilmuwan dapat menjadi rahmat bagi umat, dengan ilmunya. Seorang konglomerat dapat menjadi rahmat dengan kekayaannya. Seorang teknokrat dapat menjadi rahmat bagi umat dengan inovasi teknologinya. Seorang politisi dapat menjadi rahmat bagi umat dengan terobosan dan kebijakannya. Inilah yang dimaksudkan dengan adanya Jabal Rahmah di Arafah.

Dengan wukuf, setiap individu dapat menjadi rahmat (bukan musibah) bagi kelangsungan kemanusiaan. Dengan wukuf, setiap kelompok masyarakat, mazhab, firqah, menjadi “sparing partner” bagi kelompok yang lain untuk berlomba dalam kebaikan (fastabiqul khairat).

Dengan wukuf, setiap kelompok berbagi tugas dalam membangun umat, bukan berebut mencari jamaah dengan menghina dan merendahkan kelompok yang lain. Wukuf adalah pertemuan tahunan yang dihadiri oleh utusan berbagai profesi, dan kelompok umat untuk menganalisa situasi umat dan menyusun langkah-langkah strategis dalam menghadapi tantangan masa depan. Inilah kekuatan haji dan keutamaan wukuf sehingga dalam sebuah hadits Rasulallah SAW telah bersabda: “Haji itu adalah Wukuf di Arafah”. (Hadits Riwayat Muslim)

6. Muzdalifah atau persiapan menghadapi ancaman dan tantangan.

Dari prosesi wukuf maka umat Islam harus dapat melihat apa saja tantangan baik secara internal maupun eksternal. Ancaman dan tantangan tersebut harus dihadapi dengan kekuatan lahir dan batin. Kekuatan jiwa dan batin dengan mendekatkan diri kepada Allah, melakukan qiyamul lail, bermunajat kepada-Nya. Itulah sebabnya mengambil batu di Muzdalifah dilakukan di malam hari lewat tengah malam, bukan di siang hari.

Setiap individu, seorang pemimpin dalam menghadapi tantangan dan problematika kehidupan harus mendekatkan diri kepada Tuhan meminta pertolongan, petunjuk, dan kekuatan. Tetapi kekuatan batin harus diikuti dengan kekuatan lahir, yaitu mempergunakan senjata apapun yang mungkin dapat dipakai sesuai dengan bentuk tantangan dan serangan. Batu melambangkan manusia harus berinisiatif mencari alat untuk melawan kekuatan lawan, baik dengan inovasi teknologi dan sistem.

Serangan ekonomi harus dilawan dengan kekuatan ekonomi. Serangan teknologi dengan kekuatan teknologi. Serangan budaya dengan kekuatan budaya. Serangan keilmuan dengan kekuatan keilmuan. Dan lain sebagainya. Melawan musuh dengan strategi yang tepat itulah yang disebut dalam Alquran: “Dan persiapkanlah dirimu dengan kekuatan apa saja untuk menghadapi musuh”. (QS. Al-Anfal: 60). Dengan semangat batu di Muzdalifah berarti umat harus mempersiapkan diri dengan kekuatan  ilmu dan teknologi, ekonomi, kekuatan budaya, kekuatan politik dan kekuatan militer.

7. Melontar jumrah di Mina atau semangat perjuangan.

Setelah dari Muzdalifah, jamaah haji akan berangkat menuju Mina untuk melontar Jumrah. Sebaik sampai, jamaah melontar Jumrah Aqabah dan hari-hari selanjutnya melontar Jumrah Ula, Jumrah Wustha, dan Jamrah Aqabah.

Apakah maksud dan hikmah dari melontar Jumrah tersebut? Melontar Jumrah adalah lambang perjuangan yang harus dilakukan oleh umat secara bersama, baik dengan profesi atau kepakaran masing-masing dengan memakai kekuatan yang dimiliki. Semuanya harus ikut berperan dalam perjuangan umat dengan profesi masing-masing.

Perjuangan tersebut harus dilakukan dengan teratur dan berkesinambungan, sebagaimana melontar Jumrah dilakukan dengan teratur dari Jumrah Ula, Jumrah Wustha dan Jumrah Aqabah. Perjuangan juga dilakukan dengan terus berkesinambungan sebagaimana melontar Jumrah tersebut dilakukan pada hari pertama, kedua dan ketiga.

Dalam perjuangan pun harus mempersiapkan generasi pelanjut, sebagaimana melontar jumrah dapat dilakukan dengan Nafar Awwal (melakukan pada 10, 11, 12 Dzulhijjah saja) atau juga dengan Nafar Tsani (melakukan lontar sampai 13 Dzulhijjah). Sehingga ini menunjukkan setiap perjuangan harus memiliki estafet yang berkesinambungan dari satu generasi kepada generasi selanjutnya.

Dengan melontar Jumrah di Mina juga berarti bahwa kekayaan yang dimiliki, kepakaran teknologi, kekuatan ekonomi, budaya dan politik setiap individu dan kelompok, harus dapat dipakai sebagai alat perjuangan umat, dan bukan sebaliknya.

8. Menyembelih kurban atau pengorbanan.

Perjuangan yang dilakukan secara individu apalagi secara kolektif, maka memerlukan pengorbanan yang tinggi. Tanpa pengorbanan yang tinggi, mustahil suatu perjuangan akan berhasil. Sebagaimana diungkapkan dalam surah Al-Kautsar: “Sesungguhnya Kami telah memberikan kepadamu nikmat yang banyak. Maka lakukanlah salat dan berqurbanlah. Sesungguhnya (dengan pengorbanan tersebut) maka musuh engkau akan hancur ,” (QS. Alkautsar: 1-3).

Dari ayat di atas dapat dilihat bahwa pengorbanan merupakan syarat untuk dapat mengalahkan pertahanan dan kekuatan musuh. Contoh: jika seorang bekerja tiga jam, maka jika seseorang yang lain ingin mengalahkannya, dia harus dapat bekerja lebih dari orang tersebut, yakni empat atau lima jam. Inilah pengorbanan yang dapat mengalahkan pertahanan lawan.

Demikian juga umat Islam. Jika ingin menang, maka mereka harus melakukan pengorbanan dalam setiap bidang perjuangan. Pengorbanan tersebut bukan untuk kepentingan pribadi, bukan untuk kepentingan kelompok, mazhab dan partai, tetapi untuk kepentingan umat seluruhnya.

Itulah sebabnya dalam hukum fiqih, daging korban tidak boleh di makan sendiri atau untuk keluarga saja. Akan tetapi juga harus kepada semua orang. Baik itu faqir miskin atau kepada tetangga, sanak saudara, malahan juga boleh dibagikan untuk penganut agama lain.

Demikianlah nilai-nilai ibadah umrah dan haji yang saya baca dari berbagai referensi.  Ini harus menjadi pedoman umat Islam dalam proses mencapai kesempurnaan hidup. Khususnya untuk saya secara individu maupun secara berjamaah.

Sebab, jika seorang individu dapat berkualitas secara pribadi, dan dapat bekerja sama dalam jamaah, maka suatu umat akan mencapai kegemilangan. Jika umat Islam secara individu berkualitas, kemudian dapat bekerja bersama-sama dalam satu jamaah dalam segala bidang dan profesi, baik kerjasama antar individu dan antar kelompok, barulah kita semua menjadi umat yang teladan.

Semoga ibadah haji dan kurban ini dapat membuat kita lebih tercerahkan. Menjadi alat untuk muhasabah diri. Menilai kembali kerja dan langkah yang telah dilakukan. Dan mempersiapkan program-program untuk menghadapi tantangan di masa depan, lengkap dengan “action plan” perjuangan dan pengorbanan.

Selamat menunaikan Ibadah Haji. Terima kasih kepada seluruh sahabat dan warga Kabupaten Bogor. Saya dan kita semua mendoakan Anda kembali ke tanah Air dengan selamat dan mendapat peringkat “Mabrur”. (*)

4 Bulan Menikah, Dian Baru Tahu Suaminya Ternyata Wanita

0

BOGOR DAILY- Dian tidak menyangka perkawinan dirinya dengan Eriq Prakarsa berujung petaka. Lelaki yang menikahinya ternyata perempuan. Malu tak bisa ditolak, harga diri terkoyak.

“Setelah menikah, Eriq selalu menolak ketika hendak melakukan hubungan intim sehingga saya merasa curiga dan mencari tahu tentang Eriq,” kata Dian sebagaimana dikutip dari website Mahkamah Agung (MA), Minggu (27/8/2017).

Jarak antara penikahan hingga muncul kecurigaan sudah berjalan 4 bulan lamanya. Dian dan keluarganya menelusuri siapa sesungguhnya Eriq dengan mendatangi ibu kandung Eriq di Desa Tanjung Karang, Tamiang Layan, Aceh. Apa nyana, kekhawatirannya terbukti yaitu ibu Eriq menceritakan bila anaknya seorang perempuan dengan nama Sri Sunarsi.

“Eriq telah mempermalukan keluarga besar saya,” tutur Dian.

Keluarga Dian ramai-ramai melaporkan kasus ini ke Polres Tamiang Layang setempat dan polisi memproses Eriq alias Sri secara hukum. Untuk menguatkan proses hukum, dilakukanlah visum luar terhadap Eriq alias Sri.

Ternyata ditemukan jakun kecil pada titik leher, payudara dengan ukuran kecil, dan memiliki kemaluan layaknya perempuan. Hasil observasi, wawancara dan kepribadian psikolog menunjukan Eriq alias Sri mengalami penyimpangan seksual (lesbian).

“Saya menyesali perbuatan saya,” kata Eriq alias Sri.

Eriq mengakui berbohong saat ditanya identitas KTP dan dokumen lain dengan mengatakan terbakar di Batam. Lalu ia meminta keluarga Dian mengurus KTP dan dokumen yang diperlukan agar bisa menikah dengan Dian. Ternyata hal itu awal dari semua malu yang harus ditanggung keluarga Dian.

Majelis sepakat menilai Sri melakukan serangkaian perbuatan pemalsuan akta otentik yaitu menulis laki-laki dalam Surat Nikah sehingga melanggar Pasal 266 ayat 1 KUHP. Menurut majelis, perbuatan Sri alias Eriq telah melecehkan harga diri Dian sebagai seorang wanita sehingga menimbulkan trauma bagi Dian dan keluarganya.

“Menjatuhkan hukuman 9 bulan penjara,” ujar majelis hakim yang diketuai Sunoto. Duduk sebagai anggota majelis Pranata Subhan dengan anggota Safwanuddin Siregar.

Jelang Idul Adha, 56 Ekor Kambing Mati Misterius

0

BOGOR DAILY– Setelah dilakukan pengecekan, jumlah kambing yang mati misterius bertambah. Tidak hanya 32 ekor, tetapi jumlah itu bertambah menjadi 56 ekor. Dan tidak hanya di Desa Sumberkerang, tetapi juga di Desa Banyuanyar Lor.

Sebelumnya 32 ekor kambing milik Hasan, warga Dusun Krajan, Blok Dawuhan, Desa Sumberkerang, Kecamatan Gending, Kabupaten Probolinggo mati secara misterius. Sekarang, Tikman (40) juga warga Desa Sumberkerang mengalami nasib yang sama.

“Kambing Hasan mati 32 ekor, kalau kambing saya mati 4 ekor. Saya dengar kambing warga Desa Banyuanyar Lor juga mati, jumlahnya 20 ekor,” ujar Tikman, Minggu (27/8/2017).

Ronda semalam yang dilakukan warga belum berbuah hasil. Tikman meyakini anjing jadi-jadian yang diduga menjadi penyebab kematian kambing beraksi menjelang subuh, karena warga yang melakukan ronda sudah mulai beristirahat.

“Padahal semalam warga berjaga-jaga ingin menangkap anjing yang diduga jadi-jadian itu. Herannya, anjing itu gak muncul tapi masih memakan korban lagi,” kata Tikman.

Kapolsek Gending AKP Sunaryo mengatakan, untuk mmengantisipasi kejadian serupa ke depannya, pihaknya telah membentuk tim untuk menanggulangi peristiwa tersebut. Ia mengungkapkan, selama dua hari ini jumlah kambing yang mati misterius semakin bertambah.

“Ya, kami baru dapat info bahwa jumlah kambing yang mati hari ini menjadi 56 ekor. Semalam tim kami dan warga telah melakukan ronda untuk menangkap pelaku yang dikatakan warga adalah anjing jadi-jadian itu,” terang Sunaryo.

Sunaryo mengimbau agar warga tidak resah dengan kejadian ini. Masyarakat harap tenang agar peristiwa ini cepat terselesaikan dengan baik.

“Kalau itu memang mati karena dimakan binatang jadi-jadian, atau binatang buas lainnya, bagaimana caranya untuk mengatasinya atau jika itu memang diserang penyakit bagaimana juga cara menyikapinya,” tutup Sunaryo

Ada Kebakaran Lahan di Ciampea, Nih Fotonya

BOGOR DAILY- Kebakaran lahan terjadi di Kampung Tegalwaru RT5/RW3, Desa Tegalwaru, Kecamatan Ciampea, Kabupaten Bogor.

Informasi yang dihimpung, inisiden kebakaran terjadi sekitar pukul 11:45 WIB. Menurut penuturan warga, Sambas kebakaran lahan seluas 4 hektar ini sudah lima kali terjadi di wilayahnya. Hal ini yang membuat warga setempat resah.

“Udah sering kejadian begini,”kata Sambas yang memberikan informasi tersebut.

Menurutnya, lokasi antara tempat kejadian perkara (TKP) hanya dipisahkan tembok pagar pembatas.

“tadi sih warga sudah berusaha padamkan api pakai alat seadanya,”kata dia. Hingga berita ini diterbitkan, petugas kebakaran dari Dinas Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan (DPKP) Kabupaten Bogor masih berusaha dikonfirmasi.

Berikut foto yang dikirimkan dari lokasi kejadian.