Monday, 6 April 2026
Home Blog Page 8988

Hasil Rebut Suami Orang, Jennifer Dunn Dapat Mobil Mewah

BOGOR DAILY– Sarita Abdul Mukti sudah memaafkan sang suami, Haris yang selingkuh dengan Jennifer Dunn. Meski begitu, Sarita mengakui kalau Haris belum kembali seutuhnya.

Sarita mengungkapkan, ada beberapa barang miliknya yang masih berada di tangan Jennifer Dunn. Dari mobil sampai rumah mewah masih ada di Jennifer.

“Mobil Range Rover Evo keluaran terbaru. Itu warna hitam, terus warna putih ada juga kata orang rumah yang bilang, cuma saya belum ada buktinya. Kalau yang hitam saya ada buktinya,” tutur Sarita ditemui di kawasan Bintaro, Tangerang Selatan, akhir pekan kemarin.

“Saya pernah mendapat info dari suatu bank, suami saya beli rumah seharga 5 miliar. Rp 2 miliar dari rekening suami saya, Rp 3 miliar dari rekening cewek itu,” lanjutnya.

Menurut Sarita, semua barang tersebut masih termasuk harta milik bersama, karena dibeli Haris dengan status masih sebagai suaminya. Ibu empat anak itu pun tak tahu berapa total rupiah yang sudah dikeluarkan suaminya untuk Jennifer Dunn.

“Saya nggak tahu tapi yang jelas cukuplah untuk perempuan ini hidup bergelimpangan harta,” ujar Sarita dengan sinis.

Selain itu, dikatakan Sarita, Jennifer Dunn pernah diajak oleh suaminya ke rumahnya. Meski saat itu, lanjutnya, Jennifer hanya menunggu di depan pagar rumahnya. Kehadiran Jennifer itu pun, diakui Sarita, telah diketahui oleh satpam komplek rumahnya.

“Jadi ada saksi mengatakan perempuan itu sering diajak di luar pagar. Misalnya Haris masuk ke rumah, ngambil sesuatu, perempuan itu ada di mobil di parkir di ujung jalan. Satpam komplek semua lihat. Jadi setelah keluar mobilnya, sampah rokok bergelimpangan di bawah mobilnya,” tandas Sarita.

Ini Jadwal Operasi Ter­padu Tertib di Kabupaten Bogor Sampai Agustus

BOGOR DAILY–  Bagi pengendara bermotor se­baiknya berhati-hati saat ber­pergian di wilayah Kabupaten Bogor. Hingga akhir Agustus nanti Polres Bogor bekerja sama dengan Dinas Penda­patan Daerah (Dispenda) Ka­bupaten Bogor bakal meng­gelar kegiatan Operasi Ter­padu Tertib Kendaraan Ber­motor. Kegiatan tersebut dilakukan untuk menindak pengendara bermotor tanpa surat-surat berkendara.

Kepala Subbagian Humas AKP Ita Puspita Lena menga­takan, Operasi Ter­padu Tertib dilakukan untuk menekan jumlah ting­kat kecelakaan yang kerap terjadi di jalanan sekaligus hadapi kendaraan yang tidak tertib administrasi bersama Dinas Perhubungan (Dishub) Kabupaten Bogor. “Kita akan cek setiap kendaraan bekerja sama dengan dispenda, dishub serta Jasa Raharja,” katanya. ­

Melalui kegiatan ini, lanjut dia, aparat kepolisian mem­bantu peran pemerintah dalam meningkatkan penda­patan daerah di sektor per­pajakan, dalam hal ini menge­depankan petugas dispenda. “Kami akan kerja sama antar-stakholder dalam proses peningkatan pendapatan daerah seperti kendaraan yang belum bayar pajak dan tidak tertib administrasi,” ujarnya.

Sementara itu, Kepala Unit Turjawali Satlantas Polres Bo­gor Ipda Vino Lestari mengatakan, kegiatan ini akan dila­kukan sejak Selasa (11/7) hingga Kamis (31/8). Ope­rasi akan dilakukan di bebe­rapa titik yang sudah diten­tukan. “Iya, hingga akhir Agustus nanti,” katanya.

Vino meminta masyarakat, khususnya pengguna ken­daraan, memeriksa terlebih dulu kelengkapan surat-surat sebelum berkendara. Di antaranya seperti pengen­dara roda empat lebih harus memakai sabuk pengamanan dan pengendara sepeda mo­tor mengenakan helm SNI. “Paling penting lengkapi surat-surat kendaraan dan patuhi peraturan lalu lintas,” ujarnya.

Hingga akhir Agustus nan­ti, kegiatan ini akan dilakukan dengan tujuh kali sesi. Di mana di setiap sesi dilakukan dengan tingkatan Polres hingga Polsek. Jadwal ope­rasi sendiri di antaranya, sesi pertama Selasa hingga Kamis (11-13/7) dilakukan tingkat polres. Sesi kedua Selasa hingga Kamis (18-20/7) dila­kukan tingkat Polsek Zona I. Sesi ketiga, Selasa hingga Kamis (25-27/7) dilakukan tingkat Polsek Zona IV. Sesi keempat, Selasa hingga Kamis (8-10/8) dilakukan tingkat Polsek Zona VI. Sesi kelima, Selasa hingga Kamis (14-16/8) dilakukan tingkat Polsek Zona III. Sesi keenam, Selasa hingga Kamis (22-24/8) dila­kukan tingkat Polsek Zona II. Terakhir, sesi ketujuh Selasa hingga Kamis (29-31/8) dila­kukan tingkat Polsek Zona V.

5 Tahun Jemaat GKI Yasmin Ibadah di Depan Istana Negara

BOGOR DAILY–  Lima tahun sudah jemaat Gereja Kristen Indonesia (GKI) Yasmin, Bogor melakukan ibadah di depan Istana Negara. Kemarin, mereka pun kembali menagih janji Wali Kota Bogor Bima Arya untuk menyelesaikan sengketa rumah ibadah, yang membuat jemaat tidak bisa beribadah di gereja milik mereka.

Juru bicara GKI Yasmin Bona Sigalingging mengatakan, politisi Partai Amanat Nasional (PAN) itu pernah hadir dalam perayaan Natal jemaat GKI Yasmin pada 2016.

Dalam perayaan Natal tersebut, Bima Arya berjanji akan menyelesaikan perkara GKI Yasmin pada tahun ini.

“Janji Bima Arya itu disampaikan 25 Desember 2016. Jadi, Natal tahun kemarin. Dan kami masih tagih janji dia itu,” kata Bona.

Menurut Bona, saat perayaan Natal tahun lalu, Bima berjanji untuk membuka GKI Yasmin agar para jemaat bisa beribadah di sana.

Namun, hingga saat ini belum ada pertemuan apapun atau tindak lanjut dari janji yang disampaikan.Bona mengatakan, selain bertemu dengan Bima Arya, pihaknya juga telah bertemu dengan Teten Masduki, Kepala Staf Presiden.

Namun, sama halnya dengan Bima, hingga kini belum ada kabar dari KSP.

“Saya berharap Bima Arya maupun pemerintah pusat melalui KSP dapat segera membuka dua gereja (GKI Yasmindan HKBP Filadelfia), karena dua gereja itu sah dan punya putusan pengadilan yang tetap,” jelas Bona.

Bona menambahkan, para jemaat khawatir, apabila sudah memasuki periode Pemilu 2018 dan 2019, maka pertimbangan politik akan lebih dijadikan rujukan dibanding pertimbangan hukum dan konstitusi.

Bona pun mendesak Presiden Joko Widodo untuk mengingatkan pemerintahan Bogor dan Bekasi untuk segera menyelesaikan kasus GKI Yasmin dan HKBP Filadelfia sebelum masuk periode Pemilu.

“Kami berharap Pak Presiden Joko Widodo melalui Kantor KSP dapat menyegerakan agar Bapak Wali Kota Bogor Bima Arya dan Bupati Bekasi dapat segera membuka dua gereja ini,” ujarnya.

“Dan kita sebagai negara tidak boleh tunduk pada kelompok intoleran yang justru menghendaki tidak dilindunginya kebebasan beragama di republik kita ini,” pungkas Bona.

Ini Seruan Habib Rizieq dari Arab Soal Kasus Hermansyah

BOGOR DAILY- Lima orang tidak dikenal melakukan pengeroyokan dan penusukan terhadap Pakar IT dari Institut Teknologi Bandung (ITB) Hermansyah pada Minggu (9/7) kemarin. Akibat aksi brutal tersebut, Hermansyah pun mendapatkan luka serius.

Lewat rekaman yang beredar di kalangan wartawan, Imam Besar Front Pembela Islam (FPI) Habib Rizieq Shihab meminta‎ kepada seluruh Laskar FPI memberikan bantuan tenaganya kepada kepolisian.

“Agar dapat mencari, memburu, menangkap semua para pelaku kejahatan tersebut,” ujar Habib Rizieq Shibab, Senin (10/7).

Sementara, apabila ada aparat kepolisian yang tidak ingin mengungkap kasus tersebut. Maka Laskar FPI harus melakukan tindakan untuk mencari, mengejar memburu, menangkap, memproses mereka secara hukum.

“Mereka harus dihukum dengan berat, karena mereka merusak stabilitas nasional, merusak keamanan negara, menghancurkan dan mengadu domba antara elemen anak bangsa,” katanya.‎

Selain itu, Habib Rizieq juga meminta kepada seluruh komponen Aksi Bela Islam di mana pun berada, harus ikut peduli dan bersuara untuk mendorong aparat penegak hukum untuk mencari mengejar, memburu, menangkap, memproses hukum secara benar.

‎”Mari jaga Bapak Herman dan keluarganya, kita bela dan kita lakukan yaitu langkah-langkah hukum yang jelas untuk mengungkap dan mengusut secara tuntas persoalan ini,” pungkasnya.

Saksi Ahli Habib Rizieq Digorok di Tol Jagorawi, Ini Kondisinya

BOGOR DAILY– Polisi masih mengusut siapa orang yang membacok kepala dan leher pakar telematika dari Institut Teknologi Bandung, Hermansyah, di pinggir jalan tol Jagorawi, kilometer 6, Cipayung, Jakarta Timur, Minggu (9/7/2017), dini hari.

Kepala Bagian Biro Penerangan Masyarakat Mabes Polri Brigadir Jenderal Rikwanto mengatakan saat ini Satuan Reserse Kriminal Polres Jakarta Timur sedang mengumpulkan keterangan dari para saksi, termasuk istri Hermansyah. Istri Hermansyah ketika itu berada dalam satu mobil.

Hermansyah merupakan tokoh yang pernah menjadi narasumber penting di Indonesia Lawyer Club di stasiun TV One ketika membahas topik tentang pornografi yang menjerat Habib Rizieq Syihab dan Firza Husein.

“Kami memeriksa saksi-saksi dan mengumpulkan bukti-bukti. Saksi utamanya adalah istri korban,” kata Rikwanto melalui keterangan tertulis.

Ketika itu, Hermansyah dan istri menumpang mobil Toyota Avanza nomor polisi B 1086 ZFT. Mereka melakukan perjalanan ke arah Depok, Jawa Barat.

“Sekitar jam 04.00 WIB, korban, istri, dan adiknya menggunakan dua mobil dari arah Jakarta bermaksud pulang ke Depok,” kata Argo.

Kedua mobil berjalan beriringan. Tiba-tiba, di tengah jalan, mobil yang dikendarai adik Hermansyah terlibat kejar-kejaran dengan mobil sedan.

Melihat mobil adiknya tersenggol, Hermansyah ikut mengejar untuk membantu adik.

“Dari arah belakang, ada mobil Honda Jazz yang merupakan teman dari pengendara mobil sedan yang memepet mobil korban,” kata dia.

Pengendara yang berada di Jazz, kata Rikwanto, kemudian meminta Hermansyah berhenti di kilometer 60. Setelah itu, pelaku meminta Hermansyah turun dari kendaraan.

“Setelah korban turun langsung diserang oleh para pelaku yang berjumlah sekitar lima orang. Dan seorang di antaranya menggunakan sajam (membacok korban). Setelah itu para pelakunya melarikan diri,” kata dia.

Hermansyah mengalami luka serius pada kepala, leher, dan tangan. Korban yang mengalami luka parah mendapatkan bantuan petugas Jasa Marga yang sedang melintas di lokasi. Korban pun akhirnya dilarikan ke Rumah Sakit Hermina Depok untuk menjalani perawatan medis.

Kondisi Hermansyah kini dinyatakan mulai stabil. Hal itu dikatakan anggota tim dokter RS Hermina, dr Irfansyah yang ikut mengoperasi Hermansyah dan menanganinya, Minggu sore.

“Kondisinya sudah siuman namun masih tetap di ruang ICCU. Operasi berjalan lancar dan berlangsung selama satu jam,” katanya, Minggu sore.

Tebingan Longsor, Ratusan Rumah Terendam Banjir di Bantarjati

BOGOR DAILY- Ratusan rumah di Kampung Bantarjati Kaum, RT 5 RW 10, Kelurahan Bantarjati, Kecamatan Bogor Utara, Kota Bogor, terendam banjir, Minggu (9/7/2017).

Banjir dipicu hujan deras sejak sore hingga malam yang mengakibatkan tebing setinggi 7 meter longsor. Akibatnya, aliran air Sungai Cibagolo meluap dan merendam rumah warga di sana.

Salah satu warga yang terdampak banjir, Sudrajat (40) mengatakan, kejadian tersebut terjadi sekitar pukul 18.00 WIB. Sudrajat menuturkan, banjir sempat surut, namun tak berselang lama banjir kembali terjadi.

” Banjir sempat surut, tapi terus banjir lagi akibat longsor di tebing. Ada sekitar 100 rumah yang kena banjir,” ucap Sudrajat.

Ia menambahkan, warga sudah menghubungi Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kota Bogor. Namun hingga malam hari, belum ada satu pun petugas yang datang ke lokasi.

“Ketinggian air yang masuk ke rumah warga setinggi satu meter. Pak RW sudah menghubungi BPBD dan Wali Kota Bogor, tapi belum ada yang datang,” katanya.

Sementara itu, Ketua RW setempat, Hamdani mengaku, daerahnya kerap mengalami banjir jika hujan deras turun. Pemicunya, Sungai Cibagolo sudah sangat dangkal sehingga diperlukan normalisasi.

“Tadi bersama-sama warga membuka jalur yang menghambat Sungai Cibagolo dengan alat seadanya,” tuturnya seraya mengatakan warga diminta untuk mengungsi ke tempat aman

Tenggelam di Sungai Cigede Citeureup, Jasad Diki Masih Hilang

BOGOR DAILY–  Seorang pemuda yang tenggelam di Sungai Cigede, Citeureup hingga MInggu (9/7) sore belum juga ditemukan.  Sebelum peristiwa nahas itu terjadi, pemuda bernama Diki ini mengaku pada kakak dijemput oleh dua sosok ini. Pengakuan Diki, pemuda 20 tahun yang hingga kini belum ditemukan itu sempat membuat keluarga bingung.

Darusalam (29), paman Diki, bertutur pada Sabtu (8/7/2017) Diki mengaku dijemput oleh dua orang untuk pergi ke Curug Leuwi Asih.

“Pas dirumah itu sebelum berangkat korban bilang dijemput sama dua orang yang lagi bersamanya, namun adiknya tidak melihat siapun bersama korban,” kata dia.

Kelurga korban sebelumnya sempat tidak percaya jika yang tenggelam di sekitar jembatan PSP atau lebih dikenal air terjun Leuwi Asih merupakan Diki, warga Kampung Tegal Eksel RT 06/16, Desa Hambalang, Kecamatan Citeureup, Kabuapten Bogor.

Namun, setelah diberitahukan oleh petugas dengan ciri-ciri korban, akhirnya keluarga Diki pun mendatangi lokasi tempat tenggelamnya pemuda tersebut. “Kami keluarga juga baru sadar saat adiknya Diki bilang kalau korban pamit untuk main ke sungai leuwi asih,” kata Darusalam (29) paman korban.

Kelurganya pun masih bingung dengan perkataan Diki sebelum ia pergi ke air terjun Leuwiasih. Menurutnya, putra kedua dari pasangan Maman (43) dan Fatimah (38) ini memang dikenal sebagai sosok yang pendiman dilingkungan keluarganya.

Sehingga, ia tidak pernah bercerita ketika ada masalah apapun yang tengah dihadapinya. Kendati demikian, sambungnya, Diki menang ada sedikit ganguan mental yang terkadang suka kumat.

“Kalau lagi sadar itu orang baik banget, sholat nasihatin adik-adiknya. Tapi kalu lagi kumat suka marah-marah sama ibunya,” ungkapnya.

Saat ini, kelurga berharap jasad korban bisa segera ditemukan dari dasar Sungai Cigede. “Saya bersama kelurga yang lain dari kemaren sore disini nunggu perkembangan, mudah-mudahan hari ini jasadnya bisa ditemukan,” tukasnya.

Remaja Ini Nekat Bikin Video Adegan Ranjang

BOGOR DAILY– Ada-ada aja tingkah laku anak muda sekarang ini. Hanya karena hubungan percintaannya tak direstui orang tua, pasangan ini nekat merekam adegan dewasa.

Tersangkanya adalah Subianto warga Desa Waton, Lamongan. Pria berusia 32 tahun ini mengakui apa yang telah dilakukannya.

Semua perbuatan bejat dilakukan di rumah tersangka di Desa Waton saat libur dan atas seizin pacaranya, yaitu SSI (16), siswi SMK warga Desa Nogo.

Perbuatan bejat dilakukan lebih dari sepuluh kali. Tersangka merekam perbuatan tersebut juga seizin korban SSI.

Subianto nekat mengedarkan video mesum tersebut lewat media sosial, Facebook karena pihak orang tua korban menolak anaknya dinikahi.

Tentu saja, karena aksi nekatnya itu, warga Kecamatan Mantup dan Sambeng Lamongan, Jawa timur sempat dibuat heboh.

Beruntung pelaku pengedar video itu telah berhasil dibekuk anggota Sat Reskrim Polres Lamongan.

Video yang berdurasi hampir 4 menit itu sempat beredar di daerah Mantup dan Sambeng. Dalam tayangan itu Subianto dan SSI melakukan hubungan badan layaknya suami istri di sebuah kamar.

Terungkapnya peredaran video porno berawal dari pihak keluarga SSI melihat video keponakan mereka itu beredar luas. Merasa anak gadisnya dinodai, keluraga akhirnya melapor ke pihak ke  Polres Lamongan.

Polisi yang mendapatkan laporan berhasil membekuk tersangka di Jalan Desa di Kawasan Waton

Ada Minibus Tabrak Gerbang Tol Citeureup

BOGOR DAILY– Sebuah kendaraan minibus oleng saat melintas gerbang tol Citeureup 4, Kecamatan Citeureup Kabupaten Bogor pada Minggu (9/7/2017) siang tadi.

Informasi yang dihimpun, kendaraan berplat nomor Jakarta itu hendak keluar dari jalan Tol Jagorawi menuju arah Citeureup.

Namun, saat mendekati gerbang tol, tiba – tiba kendaraan tersebut oleng dan menabrak gardu gerbang tol Citereup 4. Beruntung tidak ada korban jiwa dalam insiden kecelakaan tunggal ini.

Saat dikonfirmasi, Kanitlaka Lantas Polres Bogor, Iptu Asep Saepudin membenarkan adanya insiden kecelakaan tunggal diruas Tol Jagorawi itu.

Menurutnya, saat ini kendaraan yang terlibat kecelakaan itu sudah dilakukan evakuasi dari lokasi kejadian. “Kecelakaan tunggal nabrak beton pengaman gardu tol, ditangani PJR,” katanya

Tragis! Bayi Tewas di Dalam Tas Ransel

BOGOR DAILY-Warga sekitar jembata Sekolah Islam Sari Bumi kawasan lingkar timur, Desa Bluru Kidul. Kecamatan/Kabupaten Sidoarjo digegerkan penemuan mayat bayi laki-laki yang didguga berusia setelah 4 jam sebelum ditemukan, diduga bayi ini sengaja di buang orang tuanya lantaran kelahirannya tidak di harapkan.

Saat ditemukan bayi ini diletakkan di dalam tas yang ditaruh di semak-semak Kawasan Lingka Timur Jembatan Sekolah Islam Sari Bumi. Penemuan ini membuat warga yang penasaran mendatangi lokasi untuk memastikan dan melihat kondisi bayi itu.

Awalnya, janin bayi ini kali pertama di temukan Paidi (55) warga Desa Bluru Kidul yang berprofesi menjadi nelayan sekitar pukul 09:00 WIB. Saat itu, saksi yang baru pulang dari mencari ikan melihat sebuah tas ransel yang berwarna abu-abu yang masih bagus. Karena curiga tas yang di buang itu didekatinya dan dibuka.

“Saat itu saya hanya berniat mengambil tas itu. Tapi saat saya angkat tas itu kok sangat berat. Kemudian saya buka tas itu. Saya langsung menghubungi perangkat desa, ” kata bapak Paidi (06/07/2017)

Kepala Desa (kades) Bluru Kidul, Dasim mengaku pihaknya akan mengecek ke seluruh klinik bersalin atau puskesmas terdekat apakah ada warga yang dengan kondisi hamil dan terakhir memeriksa diri dengan usia kandungan sekitar 6 bulanan.

“Rencana informasi ini akan kami tindaklanjuti dengan mencari siapa orang tua bayi yang telah tega membuang bayinya di pinggir sungai ini, “Kata Dasim Kepala Desa (Kades) Bluru Kidul.