Monday, 6 April 2026
Home Blog Page 8987

Cemburu Ada Pria Lain, Mantan Istri Langsung Dianiaya

BOGOR DAILY–  Entah setan apa yang merasuki Ogi Anggriawan (25). Warga Cibongas, Desa Cibuniasih, Kabupaten Tasikmalaya, Jawa Barat itu tega menganiaya mantan istrinya, Santi Adiyati (27).

Penyebabnya sepele, Ogi terbakar cemburu dan sakit hati lantaran melihat Santi dibonceng pria, plus tengah membawa anaknya.

“Pelaku langsung mengambil pisau dan akhirnya menganiaya mantan istri,” papar Wakapolres Tasikmalaya Kompol Bobby Indra saat konferensi pers, Senin (10/7).

Setelah melukai korban, pelaku sempat melarikan diri dan mencoba bunuh diri dengan meminum racun tikus. Namun aksi pencobaan bunuh diri tersebut gagal.

“Tapi nyawanya tertolong dan selamat,” tambah Indra.

Setelah diketahui titik pelaku bersembunyi, kurang dari 5 jam pelaku dapat ditangkap petugas kepolisian tanpa perlawanan.  “Akhirnya pelaku berhasil kita tangkap dengan barang bukti satu buah pisau raut yang digunakan pelaku untuk menganiaya korban,” tambah Bobby.

Pelaku sendiri terancam Pasal 5 Huruf a Junto Pasal 44 Ayat 2 UU RI Nomor 23 Tahun 2004, tentang Penghapusan Kekerasan dalam Rumah Tangga dengan ancaman kurungan penjara selama 10 tahun.

“Korban sendiri saat ini kondisinya masih kritis dan di rawat di RS SMC Kabupaten Tasikmalaya,” pungkas Bobby

Aktor Ganteng Ammar Zoni Simpan Ganja di Toples

BOGOR DAILY– Aktor Ammar Zoni alias AZ, dibekuk Satres Narkoba Polres Jakarta Pusat lantaran kedapatan memiliki ganja seberat di dalam toples kaca seberat 39,1 gram. Pemain sinetron 7 Manusia Harimau New Generation ini diamankan polisi pada Jumat (7/7) lalu di Perumahan Pesona Khayangan, Sukmajaya, Depok Jawa Barat.

Kapolres Metro Jakarta Pusat, Kombes Suyudi, menuturkan penangkapan ini berawal dari hasil pengembangan tersangka MT. Kepolisian lalu menuju kediaman Ammar Zoni di Depok. Aktor tersebut langsung diringkus saat asyik bersantai di rumahnya.

“Penggeledahan itu diamankan dua orang atas nama MAA atau AZ yang diduga mengonsumsi ganja,” kata Suyudi di Polres Jakarta Pusat, Senen, Jakarta Pusat, Senin (10/7).

Saat penangkapan juga dilakukan penggeledahan. Polisi menemukan sejumlah barang bukti, salah satunya toples kaca berisi ganja kering. Hasil pemeriksaan tes urine, Ammar Zoni dinyatakan positif menggunakan narkoba jenis ganja dan sabu.

“Waktu ditangkap lagi tidur-tiduran dan tes urine positif konsumsi ganja dan sabu,” terangnya.

Menurut Suyudi, berdasarkan pengakuan, Zoni mengonsumsi barang haram tersebut hanya untuk bersenang-senang. Selain itu, juga karena susah tidur.

” Berdasarkan keterangan yang berdasangkutan dia pakai kalau susah tidur,” ucap Suyudi

Atas perbuatannya, para tersangka terancam pasal 111 (1) jo pasal 132 (1) UU RI No 35 tahun 2009 tentang narkotika dengan ancaman penjara paling lama 12 tahun penjara

Tito Karnavian Ogah Jadi Kapolri Lama-lama

BOGOR DAILY– Pernyataan mengejutkan terlontar dari Kapolri Jenderal Tito Karnavian. Disela-sela acara peringatan HUT ke-71 Bhayangkara, Tito mengatakan bakal pensiun dini.

Tito memilih mengesampingkan peluang menjadi Kapolri terlama, lantaran masih memiliki waktu lima tahun lagi untuk pensiun.

“Saya sampaikan. Kalau saya boleh pilih, saya tidak ingin selesai sampai tahun 2022. Kenapa? Terlalu lama, tidak baik bagi organisasi, tidak baik bagi saya sendiri. Bayangin, saya jadi Kapolri 6 tahun, anggota organisasi bosen,” ungkap Tito usai upacara HUT Bhayangkara di Monas, Jakarta Pusat, Senin (10/7).

Organisasi Polri, kata Tito, butuh penyegaran. Artinya, perlu calon pemimpin baru. Amanah sebagai Kapolri, lanjutnya, memberikan tekanan yang berat. Sehingga memicu tingkat stres yang tinggi (stressfull).

“Saya katakan, jadi Kapolri itu penuh dengan kehidupan stressfull. Banyak persoalan-persoalan. Nah, saya juga punya hak menikmati hidup bersama keluarga dalam kehidupan less stress full,” ungkap peraih Adhi Makayasa lulusan Akpol 1987 itu.

Pensiun dini, kata Tito, masih awam bagi masyarakat Indonesia. Bahkan, Jadi bahan tertawaan. Mengingat, banyak pihak yang justru ingin memperpanjang masa pensiun.

Namun, lanjut jenderal asal Palembang itu, di luar negeri merupakan hal yang diinginkan banyak orang.

“Di luar negeri justu kalau dia sudah kerja keras, dia pengen menikmati sisa hidupnya. Banyak yang pensiun dini dan itu tidak masalah. Bagi saya yang pernah sekolah di luar negeri, melihat kultur pensiun dini itu biasa,” papar mantan Kepala BNPT itu.

Pamer Rumah Mewah di Bogor,Nassar Disebut Cuma Ngontrak

BOGOR DAILY– Pedangdut Nassar belum lama ini memamerkan rumah barunya yang begitu megah di kawasan Bogor, Jawa Barat. Rumah megah tersebut bahkan digadang-gadang bernilai Rp 7 miliar.

Pedangdut Nassar panen pujian setelah memamerkan rumah barunya di media sosial baru-baru ini. Netizen kagum melihat mewahnya rumah berlokasi di Bogor yang kabarnya dibeli Nassar dengan nilai Rp 7 miliar.

Namun, kini rumah Nassar kembali jadi pembicaraan netizen karena hal negatif. Beredar kabar bahwa rumah tersebut bukan milik sang pedangdut, melainkan seorang pria bernama Wawan.

Adalah @lambe_turah yang mengawali gosip ini dengan sebuah post di Instagram. Akun gosip tersebut menyebut Nassar hanya mengontrak rumah mewah itu selama 2 tahun.

“Wuihhhh hebat yaksss babang nastarrr bisa beli dan bangun rumah ampe 7 EM.. Minceu mana bisa ????????????????????.. Jadi pengen Ngumpulin receh ahhhh… Bang bang dapat salam dari pak wawan ya bang.. Assalamualaikum babang,” tulis akun @lambe_turah di kolom caption post, Senin (10/7).

Kemunculan kabar mengejutkan tersebut tentu saja mengundang komentar nyinyir netizen. Meski ada pula yang meragukan kabar tersebut.

“Ngibul ny yg hebat.. coba geser,” komen @teh_angiez

“Hahaha,, nggk perlu artis,, org biasa jg ada yg pamer property org lain dan bangga,” ujar @indrapradipto.

“Siapa tau udh dijual ke nassar..positive thinking say,” bela @nindya_zaina

Festival Tanaman Hias di Bogor Digelar Akhir Juli, Yuk Datang!

BOGOR DAILY– Akhir bulan Juli, tepatnya 29-30 Juli 2017, akan diselenggarakan acara Flori Indonesia 2017 di Kampus IPB Baranangsiang, Bogor, Jawa Barat. Dengan tajuk ‘Kebangkitan Florikulturan Indonesia’, akan ada banyak rangkaian kegiatan menarik untuk para pecinta tanaman hias.

“Tujuan Florikultura untuk memberi informasi kepada masyarakat mengenai potensi dari florikultura atau tanaman hias yang ada di Indonesia. Ini tahun pertama diadakannya Florikultura, setelah tahun lalu kami melaksanakan Fruit Indonesia,” jelas Koordinator Mahasiswa, Rofi’uddin.

Ajang Flori Indonesia 2017, disebutkan Rofi’uddin, juga diharapkan dapat mengundang stakeholder terkait untuk mendukung perkembangan florikultura di Indonesia.

Ada banyak rangkaian acara di Flori Indonesia 2017. Seperti lomba merangkai bunga, bursa pertanian dan kuliner, karnaval dengan pawai, lomba mobil hias, lomba marching band, lomba fashion show, dan acara bincang-bincang seputar florikultura.

Waktu penyelenggaraan Flori Indonesia selama dua hari, dari hari Sabtu 29 Juli 2017 hingga Minggu, 30 Juli 2017 akan dimulai sejak pukul 07.00-17.00 WIB di Lapangan IPB Baranangsiang dan di sekeliling Kebun Raya Bogor.

Sektor agribisnis khususnya florikultura (tanaman bunga hias) selama periode 2010-2016 tercatat memiliki peningkatan produksi, produktivitas, luas area tanam, dan penyerapan tenaga kerja yang terus meningkat di Indonesia.

Dari Flori Indonesia menyebutkan produksi dan produktivitas berbagai komoditas florikultura rata-rata meningkat sekitar 27 persen per tahun, luas tanam meningkat 15 persen per tahun, nilai PDB florikultura meningkat 12 persen. Nilai ekspor mencapai lebih dari 20 juta dollar AS, dan penyerapan tenaga kerja mencapai lebih dari 0,75 juta orang.

Namun perkembangan tersebut tak terlepas dari masalah, sehingga ajang Flori Indonesia diharapkan dapat menjadi gerbang kebangkitan florikultura Indonesia.

Assiik, Makan Gratis di Makodim 0606 Bogor Kota

BOGOR DAILY– Puncak peringatan HUT ke-71 Bhayangkara tingkat Kota Bogor, Jawa Barat berlangsung semarak dengan suguhan jajanan kuliner gratis bagi masyarakat yang ikut menyaksikaan perayaan di Makodim 0606, Jalan Sudirman, Senin (10/7/2017).

Polresta Bogor Kota khusus mengundang 20 pedagang kaki lima di Kota Bogor untuk menyuguhkan jajanan bagi masyarakat dan tamu upacara. Masyarakat dapat menikmati berbagai jajanan mulai dari ketoprak, bakso, bubur ayam, siomai, dan jajanan lainnya sepuasnya secara gratis sampai habis.

“Total ada 20 pedagang yang kami undang untuk menyediakan hidangan bagi masyarakat gratis,” kata Wakil Perwira Upacara HUT ke-71 Polri, Polresta Bogor Kota, Kompol Nono Darsono.

Nono menjelaskan, pedagang menyuguhkan hidangan gratis sebanyak 200 porsi bagi masyaraakat dan tamu yang hadir dalam Upacara HUT ke-71 Polri tingkat Polresta Bogor Kota.

“Ini baru pertama kali kami lakukan, tujuannya agar masyarakat bisa bersinergi dengan Polri dalam menjaga Kamtibmas,” katanya.

Pada peringatan HUT ke-71 Polri ini, lanjut Nono, Polresta Bogor Kota akan terus membangun kedekatan dengan masyarakaat dalam menciptakan ketertiban, keamanan dan kenyamanan masyarakat.

Puncak peringatan HUT ke-71 Polri tingkat Kota Bogor berlangsung semarak dengan suguhan berbagai atraksi di antaranya atraksi Polisi Cilik, atraksi Mojak Jajaka Moge Polresta Bogor Kota, dan atraksi defile yang melibatkan 1.300 personel gabungan dari jajaran Polri, TNI, DLLAJ, Brimob, dan Ormas yang dipusatkan di Jalan Sudirman

Tahun Pilkada, Duit Belanja Pemkot Bogor Naik 18 Persen

BOGOR DAILY- Tahun depan anggaran belanja Pemerintah Kota (Pemkot) Bogor bakal naik. Hal itu diketahui saat Wali Kota Bogor Bima Arya menyerahkan Kebijakan Umum Anggaran dan Plafon Prioritas Anggaran Sementara (KUA-PPAS) 2018, belum lama ini. Kabarnya, ada ‘uang belanja’ khusus yang disiapkan pada tahun politik tersebut.

Wakil Wali Kota Bogor Usmar Hariman mengatakan, dalam penyampaian nota keuangan Pemkot Bogor kepada DPRD Kota Bogor beberapa waktu lalu, nilai belanja Pemkot Bogor memang naik hingga 18 persen. Ia menyebut kenaikan bukan berkaitan adanya agenda Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada) namun lantaran anggaran belanja langsung yang cukup besar. Seperti pembangunan sejumlah infrastruktur jalan yang pada tahun 2017 ini belum dapat terealisasikan.

“Banyak sekali pembangunannya belum dapat terselesaikan, seperti pembangunan flyover di Jalan RE Martadinata padahal DED-nya sudah kita perbaiki kembali,” ujarnya kepada Metropolitan.

Gagalnya pembangunan flyover RE Martadinata, menurut Usmar, memang adanya ketidaksesuaian didalam DED. Namun pihaknya langsung mengevaluasi kekurangan yang ada didalam DED tersebut, sehingga menurutnya pembangunan flyover tersebut masuk kedalam anggaran 2018. “Selain flyover RE Martadinata sejumlah DED juga sudah kita buat seperti pembangunan undespass di Kebon Pedes. Dan semuanya itu tinggal direalisasikan,” terangnya.

Untuk flyover RE Martadinata, lanjut dia, Pemkot Bogor sudah membebaskan 20 bidang tanah di Kelurahan Cibogor, Kelurahan Kebonpedes dan Kelurahan Pabaton. Bahkan pembebasan lahannya sudah hampir 100 persen, karena didalam evaluasi dalam DED memang diperlukan lahan tambahan. “Dalam DED yang baru ini akan ada pembebasan lahan kembali, karena memang kajiannya tidak dilakukan di Bogor saja dari pusat juga ikut mengkajinya,” paparnya.

Sementara itu, Kepala Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) Kota Bogor Chusnul Rozaqi menjelaskan, pembebasan lahan menghabiskan Rp10 miliar dari anggaran pendapatan dan belanja daerah (APBD) Kota Bogor. Namun, untuk pembangunan fisik flyover dari dana alokasi khusus (DAK) yang bersumber dari anggaran pendapatan dan belanja negara (APBN) yang jumlahnya sekitar Rp70 miliar.

“Informasi di akhir tahun lalu, anggaran itu hilang karena ada pemangkasan rasionalisasi di pusat,” jelasnya.

Alhasil, proses pembangunannya hingga kini belum sempat berjalan. Dan program pembangunan kembali diluncurkan pada tahun anggaran 2018. “Kita hanya membuat DED dan melakukan pembebasan lahan. Sedangkan untuk pembangunannya nanti diambil alih oleh pemerintrah pusat karena anggrannya bersumber dari APBN,” katanya.

Sementara itu di Kabupaten Bogor, tahun depan merupakan tahun akhir periode Perencanaan Jangka Menengah Kabupaten Bogor Tahun 2013-2018.  Oleh karena itu, dalam penyusunan KUA dan PPAS Tahun Anggaran 2018 telah disiapkan serangkaian program dan kegiatan yang akan menuntaskan seluruh target pencapaian penciri termaju Kabupaten Bogor yang menjadi rangkaian dari pelaksanaan Visi dan Misi Pemerintah Kabupaten Bogor Tahun 2013-2018.

Bupati Bogor Nurhayanti mengatakan, pendapatan daerah ditargetkan sebesar Rp5.020.838.306.786 dan belanja daerah ditargetkan sebesar Rp6.715.463.845.115. Total belanja ini, dialokasikan untuk belanja tidak langsung sebesar Rp3.277.742.314.300 dan belanja langsung sebesar Rp3.437.721.530.815 . “Kondisi sementara target pendapatan dan belanja daerah, masih terdapat defisit belanja sebesar Rp1.694.625.538.328 atau sebesar 33,75 persen,” katanya.

Namun, pembiayaan daerah netto ditargetkan sebesar Rp380.000.000.000, sehingga silpa pembiayaan untuk tahun anggaran berkenaan yang masih dibutuhkan untuk menutupi defisit belanja sebesar Rp1.314.625.538.328. Nurhayanti berharap, 2018 dapat dilalui dengan pencapaian hasil pembangunan yang baik sesuai dengan visi dan misi yang telah disepakati bersama.

“Saya berharap agar dapat dihasilkan kesepakatan bersama antara Pemerintah Kabupaten Bogor dengan DPRD Kabupaten Bogor, sehingga hasilnya dapat ditindaklanjuti oleh Perangkat Daerah dalam penyusunan Rencana Kerja dan Anggaran (RKA) Perangkat Daerah Tahun 2018 sebagai bahan pembahasan RAPBD Tahun Anggaran 2018,” pungkasnya.

Ini Kronologi Tabrakan Beruntun di Jembatan Ciamande Bogor

BOGOR DAILY-Diduga tidak kuat menanjak, sebuah truk pengangkut tanah menabrak 5 kendaraan yang ada di belakangnya di Jalan Raya Bogor-Sukabumi, Kelurahan, Kecamatan Caringin, Bogor, Jawa Barat.

Menurut salah satu saksi, Alan (24), peristiwa tersebut terjadi saat truk bernomor polisi B 9199 BYU melaju dari arah Sukabuko menuju Bogor sekira pukul 9.30 WIB. Setibanya di lokasi dengan jalan yang menanjak, mendadak mobil tersebut berhenti dan mundur.

“Saya kebetulan lagi naik motor, terus saya lihat di depan ada truk besar mundur, orang-orang langsung teriak ‘awas awas’. Saya kaget langsung berhentiin motor,” katanya, saat ditemui di lokasi kejadian, Senin (10/7/2017).

Truk pengangkut tanah itu menabrak lima kendaraan di belakangnya yakni tiga unit mobil dan dua truk. Salah satu mobil bernomor polisi B 1604 CER yang ditumpangi satu keluarga mengalami rusak parak karena terhimpit badan truk.

“Dua mobil sama satu truk sempat menghindar tapi tetap kena. Ada mobil isinya enam orang yang parah enggak sempet ngehindar jadi kejepit truk yang mundur sama truk Aqua di belakangnya,” jelasnya.

Hingga saat ini, belum diketahui jumlah pasti korban akibat kejadian tersebut. Polisi juga belum dapat mengevakuasi keenam bangkai kendaraan dan masih mengumpulkan keterangan saksi-saksi di lokasi kejadian.

“Kalau setahu saya tadi pas lihat mobil yang kejepit itu ada dua anak kecil parah lukanya, sama sopirnya juga langsung dibantu sama warga keluar dari mobil terus dibawa pakai ambulans ke rumah sakit,” tutupnya.

Pilbup 2018, Partai-partai di Cibinong Jajaki Koalisi Jakarta

BOGOR DAILY- Koalisi Gerindra-PKS yang ikut didukung PAN, PPP dan PKB, sukses mengantarkan Anies Baswedan dan San­diaga Uno sebagai Gubernur dan Wakil Gubernur DKI Jakarta dalam pilkada  putaran kedua, April lalu. Rupanya, sinyal Koalisi Jakarta itu juga menguat di Bumi Tegar Beriman, Cibinong, untuk menyambut Pemilihan Bupati (Pilbup) 2018.

Partai-partai di Cibinong mulai menjajaki Koalisi Jakarta. Terbukti dari Gerindra-PKS yang sudah lebih dulu mengikat komit­mennya bersama merebut kursi F1 Kabupaten Bogor. ­

Ketua Bidang Pemenangan Pemilu dan Pilkada DPD PKS Kabupaten Bogor Eko Syaiful Rohman mengakui bahwa partainya dan Gerindra sejak awal sudah menjalin komu­nikasi untuk berkoalisi dalam Pilbup 2018.

Apalagi jika melihat kursi di DPRD, PKS dengan lima kursi dan Gerindra dengan enam kursinya sudah memenuhi syarat mengusung calonnya sendiri. “Kalau dengan Gerindra memang intens sejak awal dan saling memahami. Makanya kami sudah MoU dan memiliki tiket untuk maju. Yang pent­ing itu dulu,” kata Eko kepada Metropolitan, kemarin.

Tak hanya dengan Gerindra, ia pun masih membuka pelu­ang lebar bagi partai politik (parpol) lainnya untuk mem­bangun hubungan seperti Ko­alisi Jakarta yang sudah lebih dulu sukses mengantarkan Anies-Sandi. Di antaranya PPP, PAN dan PKB.

Hal itu meski diakuinya tidak ada instruksi partai untuk mengikuti apa yang terjadi di Pilkada DKI Jakarta. “Ya, makanya koalisi kami ma­sih sangat terbuka dan me­mungkinkan untuk parpol lain. Waktu pendaftaran juga masih cukup lama, jadi masih ada waktu untuk penjajakan dan komunikasi PKS den­gan parpol lain berjalan baik hingga saat ini,” terangnya.

Senada, Ketua DPC Gerindra Kota Bogor Iwan Setiawan tidak menutup kemungki­nan mengajak parpol lain bergabung tanpa terkecu­ali. DPD Gerindra Jawa Barat menyerahkan sepenuhnya keputusan koalisi kepada DPC di masing-masing wilayah karena mereka yang paling paham situasi masing-masing. “Kami bebas berkoalisi den­gan siapa pun. Kalau dengan PKS memang sejak awal sudah seirama, bukan semata karena Jakarta,” ujar Iwan.

Meski demikian, dirinya ti­dak memungkiri Pilkada DKI berdampak ke Kabupaten Bogor, khususnya ke Gerindra sendiri. Sebab, kemenangan di DKI menjadi pemicu Gerindra Kabupaten Bogor mengikuti jejak yang sama. “Sebetulnya lebih memungkinkan koalisi itu searah dengan koalisi di tingkat Provinsi Jawa Barat. Soalnya kali ini pilkada dilaku­kan serentak dengan pilgub. Jadi kalau sama akan lebih mudah,” ungkapnya.

Sementara Pengamat Politik Universitas Djuanda Bogor Beddy Irawan mengatakan, kecenderungan koalisi yang akan dibangun di Kabupaten Bogor lebih melihat kepada akseptabilitas atau peneri­maan masyarakat. Parpol akan mencari mitra koalisi yang par­tai atau figur yang diusungnya memiliki tingkat penerimaan di masyarakat.

“Karakter masyarakatnya memang berbeda, makanya koalisinya pun cair tidak ikut ke Jakarta. Mungkin ada beberapa yang tetap seirama dengan Ja­karta memang sudah solid dari atasnya. Selebihnya saya rasa parpol mencari yang tingkat penerimaan masyarakatnya tinggi,” ungkap Beddy.

Jika melihat kondisi saat ini, Beddy belum melihat peta koalisi secara pasti. Sebab, se­jumlah partai masih malu-malu dalam menentukan mitra koalisi karena waktu pendaftaran juga terbilang masih cukup lama.

“Semua masih memungkink­an dan sangat cair. Saya rasa di akhir tahun jelang pendaft­aran parpol baru mulai keluar dan menentukan langkah ko­alisi. Kalau sekarang masih mengamati karena semuanya pasti ingin berkoalisi dengan yang menang,” pungkasnya.

Kecelakaan Maut di Jembatan Cimande Bogor, Ini Foto TKP-nya

BOGOR DAILY- Kecelakaan beruntun terjadi di Jembatan Cimande, Caringin Kabupaten Bogor, Senin (10/7) pagi.  Informasi yang dihimpun, empat kendaraan bertabrakan di antaranya truk pengangkut minuman kemasan, truk tronton, mobil avanza dan suzuki carry.

Menurut saksi mata, Dani Nurdiansyah yang melaporkan kejadian itu melalui Facebook, peristiwa ini terjadi sekitar pukul 09:57 wib di Jalan Sukabumi aarah ke Bogor.

“Persisnya di Jembatan Cimande,”tulis Dani.

Saat ini, petugas kepolisian masih melakukan evakuasi terhadap korban. Termasuk dua orang yang tewas dalam insiden berdarah tersebut. Belum ada petugas yang bisa dimintai keterangan soal kecelakaan ini.

Sementara akibat kejadian nahas ini, Jalan Sukabumi menuju Bogor mengalami kemacetan panjang. Berikut foto penampakan di lokasi kejadian