Monday, 6 April 2026
Home Blog Page 8989

Ini Lho Jemputan Gratis Khusus Pelajar di Sukajaya Bogor

BOGOR DAILY- Guna mendukung penera­pan Wajib Belajar (Wajar) 12 Tahun, Pe­merintah Desa Kiarapandak bersama pihak sekolah menerapkan sistem untuk mem­permudah administrasi bagi masyarakat dengan mengajak masyarakat agar putra-putrinya bisa melanjutkan sekolah ke jen­jang tingkat SLTA di wilayah Kecamatan Sukajaya maupun di luar wilayah Sukajaya.

Kepala Unit Plaksana Teknis (UPT) Pen­didikan Sukajaya Udin mengatakan, pro­gram pendidikan Wajar 12 Tahun meru­pakan program pemerintah sebagai program pendidikan wajib diambil bagi siswa dan siswi setelah lulus dari jenjang pendidikan SMP dan wajib melanjutkan ke jenjang SLTA. ”Sebagai upaya men­dukung para siswa meneruskan pendi­dikannya sampai tamat pendidikan 12 tahun. Sebab, pemerintah memberi ban­tuan biaya operasional seperti Bantuan Operasional Sekolah (BOS),” ujarnya.

Sementara Sekdes Kiarapandak Cepy Wafidin Rahman menambahkan, dengan menggunakan bantuan mobil Mitsubishi L 300 minibus dari Kementerian Keuangan Pemerintah Pusat, pemerintah desa (pem­des) sudah mengimplementasikan untuk bantuan operasional angkutan antar jem­put anak-anak sekolah secara gratis, se­hingga dapat meringankan beban eko­nomi masyarakat lemah.

Dinyinyir Karena Baju Ormas, Ketua DPRD Kota Bogor Minta Maaf

BOGOR DAILY–  Ketua DPRD Kota Bogor Untung Ma­ryono angkat bicara terkait salah kostum yang dikenakannya saat rapat paripurna di DPRD Kota pada pengesahan dua peraturan daerah (perda) di gedung dewan, menetapkan Perda tentang Perumahan Kumuh dan Bank Pasar, Rabu (5/6).

Untung menyampaikan permintaan maaf karena penggunaan kostum ormas bukan disengaja. “Secara aturan tata tertib saya paham. Karena itu, saya minta maaf. Tapi, karena waktu yang mendesak dan saat itu juga ada acara yang sama dan kondisi jalan macet, jadi saya tidak ada pi­lihan hadir dengan kostum (ormas, red) tersebut,” ungkap­nya saat diwawancarai di gedung dewan, kemarin.

Dia menceritakan, sebelumnya rapat paripurna yang dimulai pukul 11:00 WIB itu semula akan dipimpin wakil ketua dewan karena dia harus hadir di aca­ra berbeda. “Tapi, karena harus menandatangani dua perda, akhirnya terpaksa saya hadir. Saya sadar, salah kostum. Niat ingin ganti pakaian, namun kondisi perjalanan macet. Akhir­nya saya datang dengan ter­lebih dulu menyampaikan permohonan maaf kepada anggota dewan, karena saya sadar salah menggunakan kos­tum sebagaimana yang dia­manatkan tatib dewan,” lanjut­nya.

Untung juga kembali meny­ampaikan permintaan maaf. Awalnya Untung mengaku tidak akan hadir saat rapat paripur­na dewan hanya karena tidak membawa pakaian ganti. Namun, niat tersebut akhirnya dibatalkan.

Untung juga menceritakan, pada hari yang sama pukul 14:00 WIB sebagai sekretaris Pemu­da Panca Marga (PPM) Jawa Barat, ia menghadiri acara pe­nerimaan anugerah piagam penghargaan dari Padepokan IPSI Sangsakabuana. “Namun karena rapat paripuna adalah prioritas, saya terpaksa harus mendahulukan dan menerima risiko diprotes soal kostum di dewan. Sekali lagi saya sam­paikan mohon maaf. Dan, saya tidak ada unsur kesengajaan serta tidak ada maksud apa pun,” ujarnya.

 

Di Kampung Bedeng Bogor, Warganya Hidup Menantang Maut

BOGOR DAILY– Sebuah jalan setapak men­gantarkan langkah kaki menu­ju Kampung Bedeng. Sambil menuruni tebingan yang ma­sih berupa tanah dan batu, terlihat jajaran rumah warga sudah menumpuk. Mereka membuat hunian tepat di bantaran Sungai Cipakancilan.

Sementara, tebingan set­inggi sepuluh meter yang sewaktu-waktu longsor terus membayang-bayangi hiruk-pikuk warga. Namun, sejak 1980 mereka justru nekat menantang maut dengan membangun rumah semi per­manen di bantaran sungai di RT 01/13, Kelurahan Kedung Badak, Kecamatan Tanah Sar­eal, Kota Bogor.

“Mau gimana lagi, di sini sudah terbiasa. Kalau longsor ya nanti dibangun lagi,” ung­kap Gita (26) pemilik warung kelontong yang sudah ikut orang tuanya sejak 1989.

Tak hanya ancaman long­sor, bahkan warga di sana masih sering mendapati ular yang masuk ke dalam rumah. “Pernah ada rumah dimasuki ular sanca karena ini kan dekat rawa,” ujar dia.

Gita tak sendiri. Masih ada 76 Kepala Keluarga (KK) yang menempati Kampung Bedeng bernasib sama.

Menurut cerita, awalnya kampung itu mulai ditempati empat KK pada 1978. Namun lama kelamaan banyak pen­datang yang ikut menem­pati Kampung Bedeng yang aslinya merupakan Kampung Kedung Badak Sentral.

“Tadinya hanya ada empat rumah, asli warga sini. Tapi sekarang sudah 76 KK dan satu rumah bisa diisi tiga KK. Kita juga tidak tahu tiba-tiba sudah banyak rumah,” ung­kap Ketua RT 01 Kampung Kedung Badak Sentral, Joko Supeno (63).

Warga di sana tak punya pilihan selain menempati pemukiman di bawah jurang. Alasannya klise, yakni untuk tempat berlindung.

“Berhubung pada perlu rumah, jadinya ngebangun. Rata-rata warga pendatang dari Cianjur, Sukabumi, Jakarta dan Jawa. Bahkan ada orang Bogor juga,” ucapnya.

Jika hujan deras mengguyur atau angin besar menerjang warga pun mulai waswas. Bersiap munculnya longsor susulan yang dari tahun ke tahun selalu menghampiri.

“Mereka sudah biasa, apa­lagi sudah ada sejak puluhan tahun yang lalu dan rumahnya tidak kenapa-napa. Walau begitu mereka tetap siap-siap kalau cuaca lagi buruk,” tuturnya.

Joko menjelaskan, sebagian banyak warganya yang sudah lanjut usia bekerja sebagai pemulung hingga buruh kasar. Sedangkan, untuk anak mu­danya lebih memilih bekerja dengan orang lain seperti menjadi sopir, penjaga toko hingga lainnya. “Kalau anak mudanya ada perubahan, ti­dak menjadi pemulung seperti orang tuanya. Namanya za­man, mereka juga pada seko­lah jadi pada pintar,” jelas dia.

Joko berharap, Pemkot Bo­gor menyediakan tempat re­lokasi untuk warganya. Sebab, tempat tinggal barulah yang sangat didambakan warga Kampung Kedung Badak Sentral. Mengingat, keadaan tanah semakin lama semakin terkikis. “Kami harap pemer­intah bisa menyediakan. Kami khawatir terjadi hal yang ti­dak diinginkan. Mau bantu juga tak bisa dana dari mana,” ujarnya.

Menanggapi hal itu, Lurah Kedung Badak Maulana Yusuf mengaku tak bisa berbuat apa-apa jika berbicara menge­nai relokasi untuk warganya. Sebab, kewenangan relokasi tersebut berada di Pemkot Bo­gor. “Kalau mindahin kita tidak punya kewenangan, apalagi sampai ganti rugi,” kata Yusuf.

Ia hanya berharap ma­syarakat tak menempati atau membuat rumah baru di kawasan tersebut. Karena, la­han di sekitar itu merupakan milik Balai Pendayagunaan Sumber Daya Air (BPSDA) Wilayah Sungai Ciliwung- Cisdane, yang sewaktu-wak­tu bisa mereka gunakan. “Sebaiknya jika sudah punya rejeki mending cari rumah yang lebih aman, kita juga akan bantu melalui pelatihan kegiatan pekerjaan untuk mereka,” tutupnya. (metropolitan)

Kantor Desa Sekelas Hotel Telan Biaya Capai Rp3 Miliar

BOGOR DAILY– Berapa dana yang wajar untuk membangun sebuah kantor kepala desa di Provinsi Jawa Barat? Tentu jawabanya tidak akan mencapai angka miliaran rupiah.

Karena, sebagaimana kantor kepala desa, pastinya hanya diisi puluhan belasan pegawai, tidak sampai puluhan sebagaimana kantor Satuan Kerja Perangkat Daerah (SKPD).

Tapi itu tidak berlaku untuk salah satu desa di Indramayu. Yakni Desa Cipancuh, Kecamatan Haurgeulis.

Pembangunan kantor kuwu (kepala desa) di desa itu menelan biaya hingga Rp 3 miliar. Tentunya ini angka yang fantastis untuk sebuah kantor perangkat desa.

Gedung berwarna krem berlantai dua itu diklaim sebagai kantor pemerintahan termegah se-Bumi Wiralodra (Indramayu).

Didesain bergaya arsitektur modern, yang menyerupai bangunan hotel mewah. Bangunan ini juga dihiasi ornamen berciri khas Indramayu.

Gedung pusat pelayanan masyarakat ini tak hanya menjadi kebanggaan penduduk setempat. Tapi juga layak dijadikan ikon di wilayah Kabupaten Indramayu bagian barat (Inbar).

“Diharapkan bisa menjadi ikon Indramayu barat. Pembangunan gedung baru ini sebagai wujud komitmen kami, kepada masyarakat Cipancuh,” kata Kuwu Cipancuh Wawan.

Sebagaimana dilansir dari Radar Cirebon (Jawapos Grup), Sejauh ini, lanjut Wawan, progres pembangunannya sudah mencapai sekitar 75 persen.

“Doakan saja tinggal finishing, semoga segera rampung,” imbuh Wawan.

Bangunan ini Memiliki 12 ruang kerja dilengkapi dengan kamar kecil setara hotel bintang lima, nantinya gedung ini tak hanya sebagai pusat pelayanan pemerintahan.

Tapi pula berbagai fasilitas yang dapat dimanfaatkan untuk kepentingan publik. Seperti halaman parkir luas, taman, sarana bermain anak, lapangan olahraga serta ruang aula besar yang representative untuk tempat pertemuan.

“Fasilitas publik baru sebagian yang dibangun. Kita fokus ke interior dulu mudah-mudahan bisa secepatnya dituntaskan,” jelas suami Rismayanti ini.

Dengan berbagai fasilitas yang tersedia, pihaknya tidak keberatan jika rencana pemekaran daerah terwujud, ke depannya gedung Pemdes Cipancuh dijadikan sebagai kantor sementara Bupati Indramayu Barat.

“Siap. Silahkan saja, jika nanti Indramayu Barat sudah jadi kabupaten sendiri,” ucapnya.

Kuwu Wawan pun berharap Bupati Indramayu Hj Anna Sophanah dapat meresmikan pembangunan kantor Desa Cipancuh, sekaligus menyematkan nama gedung baru itu.

“Namanya masih dipikirkan, yang pasti berciri khas Desa Cipancuh sebagai desa tertua yang berdiri tahun 1913,” ungkap dia.

Wawan menuturkan, pembangunan kantor desa sengaja dibuat modern. Tujuanya supaya kerja aparaturnya dalam memberikan pelayanan kepada masyarakat juga ikut modern.

“Modern yang dimaksud adalah aparatur desanya mau menerima keluhan dari masyarakat secara langsung dan melayani masyarakat dengan baik,” jelasnya.

Karena itu, kata dia, sejak lama Pemdes Cipancuh sudah melakukan terobosan dalam pengelolaan dan pelayanan adminstrasi desa yang sudah menerapkan Teknologi Informasi (IT).

Ditambah pula dengan penerapan Sistem Pelayanan Satu Atap (SPSA) guna memberikan kemudahan bagi warga untuk mendapatkan pelayanan prima, mudah dan cepat didukung oleh SDM pamong desanya yang mumpuni dibidang teknologi.

Sehingga tidak mengherankan, memasuki periode kedua kepemimpinannya, Kuwu Wawan berhasil menghantarkan Desa Cipancuh menyabet sejumlah prestasi membanggakan.

Salah satunya menjadi Juara II Lomba Desa Tingkat Kabupaten Indramayu 2016 atau belum genap dua tahun setelah dilantik menjadi Kuwu Cipancuh periode 2015-2021.

Prestasi ini diperoleh karena desa berpenduduk sebanyak 9.803 jiwa serta luas wilayah 686 Hektare ini dinilai memiliki kemajuan cukup signifikan dan masuk dalam kategori desa yang cepat berkembang.

Kemajuan yang paling kentara adalah hasil pembangunan yang menunjukkan peningkatan drastis dibanding sebelumnya sehingga dirasakan oleh masyarakat setempat.

Seperti infrastruktur jalan desa, gang, jembatan, fasilitas umum serta pengairan yang membuat kesejahteraan mayoritas petani di Desa Cipancuh meningkat.

Pelaku Bom Panci Pernah Insyaf Jualan Ganja

BOGOR DAILY– Agus Wiguna (22) ditangkap polisi lantaran diduga merakit bom panci yang meledak di kontrakannya sendiri di Buahbatu, Bandung. Agus pun sempat menceritakan kehidupan masa lalunya kepada warga.

Ketika bom panci itu meledak pada Sabtu (8/7) kemarin, warga langsung mencari keberadaan Agus. Pria yang berprofesi sebagai tukang bakso itu lalu dibawa ke rumah Ketua RT setempat dan diinterogasi warga.

“Saat di rumah Pak RT kita tanya-tanya sambil nunggu kedatangan polisi,” ujar seorang warga bernama Haris Abdullah (30) saat ditemui di dekat kontrakan Agus, Minggu (9/7/2017).

Menurut Haris, Agus mengaku hidupnya berantakan dan baru-baru ini bertobat. Haris menyebut Agus mengaku dulu sering minum minuman keras.

“Dia katanya sejak SMA pas di Garut suka mabuk-mabukan, sering minum,” kaya Haris.

Selain itu, Haris mengatakan Agus mengaku sempat pula menjadi pengedar narkoba. Namun, menurut Haris, Agus tidak sampai ditangkap polisi dan malah menyerahkan diri.

“Sewaktu datang ke Bandung juga dia sempat mengedarkan ganja. Cuma tidak ketangkep polisi, dia menyerahkan diri ke panti rehabilitasi,” kata dia.

Haris mengatakan bila warga sekitar tidak terlalu mengenal dekat sosok Agus. Menurutnya, Agus baru mengontrak rumah itu beberapa bulan yang lalu.

“Baru kemarin saja kita tahu soal sosoknya saat dia bercerita,” ucap Haris.

Di tempat yang sama, Wakapolda Jawa Barat Brigjen Bambang Purwanto mengaku belum mengetahui sejauh mana latar belakang Agus. Namun dia memastikan nantinya dari hasil interogasi dan olah tempat kejadian perkara (TKP) akan diketahui bagaimana kehidupan Agus sebelumnya.

“Kita belum selidiki sampai sejauh itu. Nanti hasil interogasi dan dari TKP, barang bukti, sedang akan didalami,” sebut Bambang.

Gempa 5,5 SR Terasa Sampai ke Bogor

BOGOR DAILY–  Pagi tadi wilayah Banten dan sekitaran Jawa Barat diguncang gempa bumi berkekuatan 5,5 skala Richter pada pukul 05.48 WIB.

Gempa dengan kekuatan 5,5 SR itu terjadi di 7.66 LS 105.85 BT dengan kedalaman 10 KM di Provinsi Banten dan Jawa Barat.

“Gempa dirasakan di Kabupaten Lebak dan dirasakan kuat di Sukabumi-Bogor selama tiga detik. Getaran juga terjadi di Kabupaten Bogor dan Serang,” kata Kepala Pusat Informasi Data dan Humas BNPB, Sutopo Purwo Nugroho dalam keterangan tertulisnya, Minggu (9/7/2017).

Perihal korban dan kerugian, BPBD di tiap kabupaten lokasi gempa masih melakukan pendataan dan monitoring.

“Masih dimonitoring, gempa juga tidak berpotensi tsunami,” tandasnya.

Ini Lho Rahasia Bill Gates Jadi Kaya Raya

BOGOR DAILY- Selain karena perkembangan perusahaan Microsoft yang terus melesat tiap tahun, alasan lain adalah jaringan yang sudah mengakar kuat di berbagai bidang.

Namun Apakah rahasia kesuksesan Bill Gates hanya terbatas ada alasan di atas? Tentunya tidak. Dan berikut ini kita akan membahas tentang alasan sebenarnya bagaimana seorang Bill Gates mampu konsisten menyandang title hartawan nomor wahid di dunia.

Kekuatan Hak Paten
Dalam sebuah ulasan dari penulis buku Wealth Secret Of The One Percent, Sam Wilkin menyatakan banyak orang yang berpikir bahwa Bill Gates adalah manusia super yang kemampuannya sulit ditandingi oleh manusia pada umumnya. Karena selain kekayaan melimpah yang dimiliki, Gates juga dipandang sebagai salah satu orang paling penting dalam perkembangan teknologi umat manusia.

Namun Sam berpendapat apa yang telah diraih oleh Bill Gates saat ini sama sekali bukan karena dirinya adalah manusia super. Ada beberapa alasan lain yang dirasa jauh lebih masuk akal ketimbang stereotip di atas.

Alasan yang pertama adalah kejelian Gates dalam memaksimalkan fungsi hak paten. Sam melanjutkan bahwa pada awal perkembangan perusahaan Microsoft, Gates sudah mempunyai visi yang jelas tentang bagaimana melindungi temuan teknologi miliknya. Langkah terbaik tentu melalui pemberian hak paten.

Pada masa tersebut, konsep hak paten memang sudah banyak dikenal. Namun yang menjadi masalah adalah masih banyak pengusaha besar yang belum menaruh prioritas tinggi terhadap pengakuan hak kekayaan intelektual tersebut.

Lebih dalam, pada tahun 1970-an kala itu Microsoft masih menjadi perusahaan rintisan. Namun dengan besarnya potensi produk yang dihasilkan, Bill Gates merasa bahwa perlindungan hak paten adalah hal yang sangat diperlukan. Alasannya yang pertama untuk melindungi ciptaan dari kompetitor lain. Di samping itu dengan adanya hak cipta sebenarnya sudah sama seperti menjalankan investasi jangka panjang bagi Gates.

Cita-Cita Kaya Raya Sejak Kecil
Menurut Sam hal lain yang mempengaruhi kesuksesan Bill Gates saat ini adalah, karena Gates sudah mempunyai cita-cita untuk dapat meraih kesuksesan besar sejak masih anak-anak. Impian tersebut secara tidak langsung menjadi pendorong serta peta arahan yang mampu mengantarkan dirinya menuju kesuksesan besar.

Pengaruh impian sejak kecil terhadap hasil pencapaian ketika dewasa bahkan telah terungkap dari hasil riset yang dilakukan oleh Sam. Yang menyatakan bahwa banyak miliarder dunia yang dulunya bermula dari mimpi untuk bisa meraup kekayaan yang berlimpah ruah.

“Memiliki tujuan sejak muda untuk memiliki uang adalah pemicu utama orang-orang ini menjadi super kaya,” jelas Sam Walkin.

Pakai Baju Ormas, Ketua DPRD Kota Bogor Dipanggil PDIP Pusat

BOGOR DAILY–  Insiden salah kostum (saltum) yang dilakukan Ketua DPRD Kota Bogor Untung W Maryono berbuntut panjang. Gara-gara memimpin sidang menggunakan baju organisasi masyarakat (ormas), Untung langsung dipanggil Ketua DPC PDIP Kota Bogor Dadang Danubrata. Bahkan, ulahnya yang jadi viral membuat pengurus pusat meminta penjelasan kepada kadernya itu.

Dadang mengaku tak secara langsung menyaksikan Untung mengenakan seragam ormas saat memimpin sidang paripurna yang membahas laporan penyampaian pertanggungjawaban pelaksanaan APBD 2016 hingga penetapan perda tentang perumahan kumuh. Namun, ia mendapatkan banyak  pemberitahuan kalau Untung salah memakai kostum. Dadang pun langsung berkomunikasi dengan Untung untuk meminta penjelasan. “Pak Untung sudah menjelaskan bahwa memang dia sudah meminta izin dan maaf kepada walikota dan anggota yang lain dalam persidangan. Tetapi di tengah berjalannya sidang ada sejumlah anggota yang mempermasalahkannya,” ujarnya.

Meski begitu, Dadang meminta Untung dan sejumlah anggota PDIP lainnya tidak menggulangi hal serupa. Sebab kejadian tersebut menjadikan pelajaran bagi seluruh anggota DPRD Kota Bogor yang lainnya. “Setelah meminta penjelasan, saya ingin semua kader PDIP tidak melakukan lagi hal  seperti itu, karena bukan hanya pak Untung yang malu tetapi partai, DPRD dan pihak yang lainnya merasa malu atas kejadian tersebut,” terangnya.

Tidak hanya DPC, Dewan Pengurus Pusat (DPP) PDIP pun memanggil Untung untuk meminta penjelasan atas insiden saltum tersebut. “DPP juga kemarin memanggil untuk meminta penjelasannya. Karena memang informasi ini langsung menjadi viral,” paparnya.

Sementara itu, Pengamat Kebijakan Publik Yus Fitriadi angkat bicara. Menurut dia, secara regulasi tidak diatur secara detail pakaian yang harus digunakan ketua DPRD dalam memimpin sidang-sidang termasuk sidang paripurna. Namun sangat tidak etis ketua DPRD yang merupakan wakil semua masyarakat itu memimpin sidang paripurna menggunakan pakaian atau atribut ormas atau kelompok tertentu.

Selain itu, kata dia, permasalahan ini adalah urusan etika karena kondisi tersebut mencerminkan upaya keberkaitan ketua DPRD Kota Bogor. Sehingga dihawatirkan ada motif dan orientasi politik tertentu yang sedang diagendakan Untung terhadap ormas yang dikenakan atributnya tersebut. “Karena pakaian dan atribut tertentu syarat akan penyampaian pesan-pesan tertentu dan tersirat,” katanya.

Jika ketua DPRD mampu bertindak sehat dan cerdas serta menggambarkan wakil dari seluruh masyarakat Kota Bogor, lanjut Yus, bukan sesuatu hal yang sulit, sebelum memimpin rapat paripurna ganti pakaian terlebih dahulu karena tidak akan memakan waktu banyak juga kalau hanya sekedar ganti pakaian.“Harapannya minimal BKD bisa melayangkan surat teguran tertulis atas ketidak profesionalan ketua dewan tersebut, apalagi pake adegan marah-marah,”ungkapnya.

Sebelum Ledakan Bom Panci, Pedagang Basreng Dibaiat ISIS

BOGOR DAILY-  Usai melakukan olah Tempat Kejadian Perkara (TKP) di lokasi ledakan bom panci di Buahbatu, Bandung, Jawa Barat, polisi berhasil menemukan sejumlah barang bukti.

Salah satunya ditemukan catatan yang diduga ditulis tangan oleh Agus Wiguna (AW) sang pelaku yang masih berusia 21 tahaun sebagai bukti baiatnya kepada ISIS.

Pelaku diduga merencanakan peledakan bom di Cafe Bali, Jalan Braga Kota Bandung pada Jumat (16/7) mendatang. Rencana ini diketahui polisi dari buku harian yang ditemukan di lokasi kejadian.

Peristiwa ledakan ini terjadi pada hari ini sekitar pukul 16.00 WIB. Tak ada korban dari peristiwa yang terjadi di Kampung Kubang Beureum RT 07/11, Sekejati, Buahbatu, Kota Bandung, Jawa Barat.

Saat bom meledak Agus yang dikenal jarang bersosialisasi dengan warga sekitrar itu, sedang berjualan basreng alias Baso Goreng di daerah Cidurian.

Sementara isi surat yang ditulis Agus Wiguna pertanggal 10 Juni 2017 itu berisi sebagai berikut:

Demi Allah dan Rasulullah

Dan bangkitnya agama Allah di bumi Allah. Saya selaku hamba Allah dan umat Rasulullah, bertekad untuk ikut serta dalam tegaknya dinn Allah yang kaffah sesuai sunah Rasulullah menumpas kedzaliman dan kesyirikan.

Dengan ini saya bersikeras untuk selalu

Bertakwa kepada Allah dalam menjalankan tauhid ini. Baik dalam susah, senang, semangat, malas, lapang, maupun sempit.

Saya berbaiat kepada Khilafah Daulah Islamiyah Abu Bakar Al Bagdadi untuk patuh dan taat kepada perintahnya baik dalam keadaan senang, sedih, susah, lapang, ataupun sempit.

Dalam waktu ini saya bertekad untuk:

– Selalu berlatih menghafal dalil hadist dan Quran.

– Berlatih beladiri yang dikuasai.

– Olahraga jasmani dan rohani, berusaha menjalani sunnah Rasul

– Membantu keluarga

Ridwan Kamil Rancang Sirkuit Keren di Bandung

BOGOR DAILY– Wali Kota Bandung, Ridwan Kamil berencana membuat sirkuit balap. Hal itu dilakukan untuk mengakomodir mereka yang selama ini berkecimpung di dunia otomotif. Di antaranya komunitas motor balap.

Saat ini, kata dia, pihaknya tengah menjalin kerjasama dengan pihak investor.

“Dari pada membahayakan nyawa sendiri dan orang lain di jalanan umum, juga mengganggu jalanan akhirnya kita berencana akan membangun sirkuit,” ungkap Emil di Bandung, Sabtu, (8/7).

Dikatakannya, pembangunan sirkuit balapan akan mengambil lokasi di Gedebage dengan luas sekitar 16 hektare.

“Sekarang lagi proses perizinan, kalau gak ada halangan tahun depan selesai. Berarti saya kumpulkan aja semua komunitas motor disitu dan lakukan balap disana,” jelas salah satu Cagub Jabar ini.

Selain untuk tujuan balapan, Emil juga akan membangun museum otomotif di sekitar sirkuit sebagai ajang daya tarik wisata Kota Bandung kedepannya.

“Lokasinya deket jalan tol, jadi pas lah. Intinya sirkuitnya modern nanti,” pungkasnya