Monday, 6 April 2026
Home Blog Page 9013

Sidak Lagi, Bima Arya Cek Harga Sembako Hingga Daging

BOGOR DAILY– Wali Kota Bogor Bima Arya, Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperindag), Perusahaan Daerah Pasar Pakuan Jaya (PDPPJ), Dinas Pertanian (Distan) dan Ditjen Peternakan dan Kesehatan hewan Kementrian Pertanian (Kementan) melakukan inspeksi mendadak (sidak) ke pasar modern (Supermarket) di jalan Pajajaran dan pasar tradisional pasar Bogor. Senin kemarin.

Sidak dilakukan untuk memantau daging dan kebutuhan pokok menjelang Idul Fitri 1.438 hijriah yang beredar memenuhi persyaratan layak jual dan tidak kedaluwarsa.

Di supermarket petugas gabungan langsung menyasar tempat penjualan daging sapi, daging ayam dengan mengecek tanggal kadaluarsa hingga diuji dengan cara rapid test untuk mengetahui keaslian daging. Untuk parsel pihaknya juga mengecek secara acak dan tidak ditemukan parsel kadaluarsa.

“Kami telah memeriksa bahan-bahan makanan produk daging, dilihat tanggal kedaluarsanya, bahan-bahan yang digunakan, termasuk kehalalannya, apakah dicampur daging babi atau tidak, mengandung unsur daging celeng atau tidak, apakah ada formalin atau boraksnya atau ada bahan kimianya atau tidak. Sejauh ini tidak ditemukan,” kata Bima, Senin (19/6).

Di Pasar tradisional Pasar Bogor Bima juga melakukan pengecekan terhadap ketersedian sembako, daging dan sayuran. Sementara ini masih terbilang aman untuk kebutuhan masyarakat menjelang Lebaran.

Bima menekankan dengan jajarannya akan terus mengawasi perkembangan pasokan dan harga-harga bahan pokok untuk menjaga agar tidak terjadi kelangkaan dan juga kenaikan harga menjelang Idul Fitri.

Sementara, Kepala Disperindag Kota Bogor Achsin Prasetyo menuturkan, kegiatan sidak ini memang rutin dilakukan sebagai bentuk pembinaan dan pengawasan terhadap produk-produk kebutuhan yang diperjualbelikan di pasar, baik itu pasar modern maupun pasar tradisional.

“Hasil sidak hari ini untuk sementara ini belum ada temuan,” jelasnya.

Achsin menyebut, untuk harga daging beku, minyak goreng dan gula pasir memang ada sedikit kenaikan, namun tidak signifikan sekitar 10-20 persen, untuk harga gula pasir yang awalnya per kilogram Rp 12.500 menjadi Rp 14.000.

“Tahun ini harga-harga kebutuhan relatif stabil dibandingkan dengan tahun lalu karena pemerintah gencar melakukan operasi pasar, kepolisian pun membentuk satgas pangan sehingga harga relatif aman,” tambahnya.

Emosi, Giliran Penjual Wortel Buang Dagangan ke Istana Bogor

BOGOR DAILY– Setelah ramai soal tendangan Walikota Bogor Bima Arya karena emosi terhadap parkir liar, giliran penjual wortel yang marah lantaran diusir petugas. Seorang wanita  melemparkan daganganya ke area Istana Bogor. Penyebabnya, ia kesal lantaran dilarang berjualan wortel di pedestrian di sekeliling pagar Istana Bogor.

Dalam video yang beredar, ibu muda yang belum diketahui identitasnya tampak berjalan bersama anak perempuannya. Ia diikuti anggota Satpol PP wanita dari belakang.

Pelaku lantas mengeluarkan wortel dagangannya dari dalam plastik, lalu membuangnya ke area Istana Bogor.

Wortel tersebut sedianya dijual di pedestrian untuk makanan rusa di Istana Bogor. Namun, pemkot Bogor telah melarang keras pedagang kaki lima (PKL) berjualan di pedestrian. Bahkan, Pemkot Bogor menyiapkan Satpol PP cantik untuk mengawasi kawasan pedestrian.

Sikap arogan wanita muda yang membuang dagangannya ke Istana Bogor direkam anggota Satpol PP. Video tersebut lantas diunggah di Instagram satpolpp_kota_bogor beberapa waktu lalu.

“Kami selalu berharap mampu mengayomi dan mengajak masyarakat untuk bersama2 menjaga ketertiban umum melalui senyuman, namun terkadang senyuman tak mampu membuat sebagian orang jera untuk melanggar ketertiban,” tulisnya di keterangan video.

“Seperti yg terjadi siang ini, berkali2 kami ingatkan untuk tidak berjualan di area pedestrian, ibu penjual wortel ini malah melawan dan mengancam untuk melemparkan daganganya ke dalam pagar istana Bogor,” pungkasnya

https://www.instagram.com/p/BVd9e1mA2RY/?taken-by=satpolpp_kota_bogor

Pingin Lhat Interior Istana Bogor, Nih Catat Tanggalnya

BOGOR DAILY– Selama lima hari, masyarakat umum bisa mengunjungi Istana Bogor pada perhelatan Istana Open di Hari Jadi Bogor (HJB). Ajang tahunan ini memang kerap menjadi kesempatan emas masyarakat umum untuk lebih dekat dengan Istana Presiden.

“Istana Open atau Istana Untuk Rakyat dijadwalkan lima hari yakni dari tanggal 24 hingga 28 Juli mendatang,” kata Kabid Pariwisata pada Dinas Pariwisata dan Kebudayaan (Disparbud) Kota Bogor, Susilowati.

Susi, biasa dia disebut menyebutkan, pendaftaran Istana Open telah dibuka sejak 15 Juni lalu hingga 28 Juli mendatang, dengan menyediakan dua lokasi pendaftaran yakni di kantor Disparbud Jalan Pandu Raya Nomor 45, Bangbarung, Kecamatan Bogor Utara dan di Gedung Kemuning Gading, belakang gedung DPRD Kota Bogor.

“Ada ketentuan yang harus dipatuhi peserta Istana Open. Mulai dari harus memiliki tiket, dilarang membawa barang-barang bawaan, baik itu tas maupun makanan,” kata dia.

Selain itu, sambung Susi, panitia tidak menyediakan penitipan barang dan tidak bertanggung jawab pula atas kehilangan barang. Dan batas usia minimal peserta 10 tahun keatas. Bagi peserta diperbolehkan berpakaian bebas, rapi tapi sopan.  “Tidak menggunakan kaos oblong, sendal jepit juga celana jeans. Juga dilarang bagi peserta untuk membawa kamera, atau mengambil gambar Istana Bogor,” jelasnya.

Susi menyebut, berbeda dari Istana Open sebelumnya, tahun ini akan terintegrasi dengan lokasi lainnya, semisalnya ke museum-museum juga Kebun Raya Bogor (KRB).  “Yang beda kalau sekarang sudah diperboleh keluar ke kebun raya. Tapi teknis masih baru mau dikoordinasikan,” tandasnya

Siswa SMA Pukul Gurunya Pakai Kursi Kayu, Ini Penyebabnya

BOGOR DAILY– Seorang siswa SMA Negeri 1 Kubu Raya, EY (20) dilaporkan ke polisi oleh gurunya sendiri Puji Rahayu (34). EY dilaporkan karena diduga menganiaya sang guru seusai pembagian rapot kenaikan kelas, Sabtu (17/6/2017).

Kaur Litprodok Bid Humas Polda Kalbar, AKP Cucu Safiyuddin mengatakan, peristiwa tersebut berawal dari pembagian rapot kenaikan kelas. Pelaku beranggapan, nilai yang diberikan guru berstatus honorer tersebut kurang, sehingga menyebabkan pelaku tidak naik kelas.

“Pelaku menjadi emosi karena salah satu nilai mata pelajarannya kurang dan melakukan pemukulan terhadap korban dengan menggunakan kursi yang terbuat dari kayu,” ujar Cucu, Selasa (20/6/2017).

Tak hanya menggunakan kursi, pelaku juga meninju gurunya menggunakan tangan sebelah kanan ke arah kening dan kepala bagian belakang korban, sehingga korban kesakitan.

“Usai kejadian, korban kemudian melaporkan kejadian tersebut kepada pihak Kepolisian Sektor Kubu,” ungkap Cucu.

Menindaklanjuti laporan tersebut, polisi kemudian mengamankan pelaku. Polisi juga mengamankan barang bukti di antaranya satu lembar baju batik warna merah lengan panjang tanpa merk, satu buah kursi kayu warna coklat dalam kondisi tanpa sandaran.

Atas perbuatan tersebut, pelaku dijerat pasal 351 ayat 1 KUHP.

Diduga Begal, Teror Hantu Pocong Resahkan Warga Bojonggede

BOGOR DAILY– Warga Perumahan Pura Bojonggede, Kecamatan Tajurhalang, Kabupaten Bogor, Jawa Barat, digegerkan oleh penemuan sesosok hantu pocong yang kerap bergentayangan pada malam hari. Pocong itu diduga palsu alias jadi-jadian untuk menakuti korbannya.

Seorang warga Perumahan Pura Bojonggede, Adhitya Kurniawan Pujianto (24) menceritakan, pocong itu kerap muncul di pinggir jalan sebelum memasuki wilayah perumahannya untuk menakut-nakuti pengendara motor yang sedang melintas.

“Karena penerangan jalan sebelum memasuki Perumahan Pura terbilang gelap maka pocong jadi-jadian itu kerap muncul untuk menakuti warga yang sedang melintas. Kejadian pertama pocongnya berbentuk boneka. Kedua bentuknya orang karena pocongnya bisa kabur,” kata Adhitya, Selasa (20/6/2017).

Ia menduga hantu pocong yang kerap membuat resah warga Perumahan Pura Bojonggede itu muncul untuk merampas barang atau kendaraan pengendara yang tengah melintas. Pasalnya, jalan masuk menuju perumahan terbilang gelap dan sepi.

“Kalau saya sih menduganya modus begal atau perampokan. Ketika pengendara motor (korban) jatuh akibat kaget, maka khawatirnya motor atau barangnya diambil. Ya intinya dugaannya perbuatan kriminal,” terang pria yang akrab disapa Didit.

Ia menceritakan bahwa beberapa temannya menjadi korban atas peristiwa tersebut. Ketika temannya hendak pulang pada malam hari, tiba-tiba pocong itu muncul dan sontak korban pun hampir terjatuh dari kendaraannya.

“Teman saya pernah jadi korban dari kasus pocong-pocongan ini. Teman saya yang pertama diperlihatkan dengan sosok pocong boneka yang terikat tali. Lalu teman saya berikutnya dikagetkan dengan penampakan pocong manusia, karena pocong itu berada di tengah jalan untuk menghalangi korbannya,” tutur Didit.

“Pocong itu kemudian sempat kabur. Ya untungnya teman saya tidak menjadi korban. Hanya saja kaget dan hampir terjatuh dari motornya,” sambung dia.

Atas peristiwa itu, Didit berharap petugas Kepolisian Sektor Bojonggede dapat menindaklanjuti dan mengusut kasus ini. Sebab bila dibiarkan akan sangat berbahaya bagi warga sekitar yang hendak pulang ke rumahnya.

“Tentu kami berharap petugas dapat mengusut kasus ini karena sangat bahaya bagi warga yang hendak berjumpa dengan keluarganya di rumah,” pungkas dia.

Tiap Mau Lebaran, Pemkot Sediakan 40 Lubang Kubur

BOGOR DAILY– Pemerintah Kota (Pemkot) Bogor melalui Dinas Perumahan dan Pemukiman (Disperumkim) menyiapkan sejumlah kuburan untuk mengantisipasi kebutuhan pemakaman pada Hari Raya Idul Fitri 1438 Hijriyah. Setidaknya ada 40 liang lahat yang disediakan Pemkot Bogor untuk mengantisipasi para pemudik atau masyarakat yang meninggal ketika Lebaran.

Kepala Unit Pelaksana Teknis Daerah (UPTD) Pemakaman Toto Guntoro mengatakan, ke-40 makam tersebut tersebar di delapan Tempat Pemakaman Umum (TPU). Di antaranya TPU Kayumanis, TPU Blender, TPU Dreded, TPU Cimahpar, TPU Mulyaharja, TPU Situgede, TPU Cipaku dan TPU Gununggadung.

Masing-masing TPU menyiapkan lima liang lahat atau lubang makam. “Jadi masing-masing TPU disiapkan lima liang lahat. Pembuatan liang lahat sendiri mulai dikerjakan lima hari sebelum Lebaran. Begitu juga nanti ada sepuluh petugas siaga 24 jam di masing-masing TPU,” ujarnya kepada Metropolitan.

Liang lahat tersebut disiapkan untuk mengantisipasi adanya hal-hal yang tak diinginkan seperti korban meninggal kecelakaan lalu lintas saat mudik atau warga yang meninggal saat Lebaran dan korban meninggal lainnya. Hal tersebut menurutnya sudah rutin dilaksanakan setiap tahunnya.

“Persiapan liang lahat juga dibutuhkan untuk mengantisipasi minimnya petugas atau penggali kubur yang libur Lebaran. Tetapi dari liang lahat yang disiapkan, melihat tahun-tahun lalu yang terpakai itu tidak banyak,” terangnya.

Selain itu dari delapan TPU tersebut, menurut Toto, lahan makam di Kota Bogor masih tersedia cukup luas yakni 20 hektare. Namun khusus TPU Dreded dan Blender, hampir terisi semua karena tingginya jumlah permintaan pemakaman di kedua lokasi tersebut.

“Ya kalau di TPU Dreded dan Blender saat ini lahan makam yang tersisa tinggal sepuluh persen. Upaya pengendalian, kami sarankan untuk menggunakan alternatif TPU lain,” katanya.

sumber: Metropolitan.

Haji Lulung Incar Kursi Bupati, Ini Kata Politisi Bogor

BOGOR DAILY– Nama Abraham Lunggana alias Haji Lulung, anggota DPRD DKI Jakarta belakangan jadi obrolan di Kabupaten Bogor. Ini menyusul beredarmnya spanduk dan baliho yany bertebaran di wilayah Bogor. Seperti ucapan yang bertengger di lampu merah perempatan Stadion Pakansari di Jalan Raya Jakarta Bogor.

Mencuat kabar soal adanya keinginan Lulung mencalonkan diri dalam bursa Pemilihan Bupati (Pilbup) 2018. Hingga mengundang komentar dari politisi Bogor. Salah satunya datang dari Ketua DPC Gerindra Kabupaten Bogor Iwan Setiawan. Ia  merasa tidak heran jika ada tokoh nasional yang turun ke Kabu­paten Bogor. Secara geografis, Bogor merupakan penyangga ibu kota dan memiliki jumlah pemilih yang sangat banyak. “Kabupaten Bogor ini strategis, Daerah Pemilihan (Dapil) nya saja sendiri dan banyak tokoh yang tinggal di sini. Jadi tidak heran kalau banyak tokoh na­sional yang turun,” kata Iwan.

Sebagai putra daerah yang juga siap maju di Pemilihan Bupati (Pilbup) Bogor 2018, Iwan mengaku tidak gentar. “Tetap saja  kedekatan den­gan masyarakat jadi hal  penting disamp­ing ketokohan.”ujar dia.

Wakil Ketua DPRD DKI Jakarta itu didorong maju Pilkada Bupati Bogor pada 2018 mendatang. Ia pun ma­sih menimbang-nimbang. “Itu teman-teman dan ada beberapa para ulama di sana minta saya maju di Kabupaten Bogor. Sebelum ada banyak spanduk, banner, saya nggak tahu tuh tiba-tiba ada banner, siapa yang pasang. Tetapi saya selidiki sudah tahu siapa,” jelas Lulung. ­

Sayangnya, Lulung tak mau membuka siapa yang men­dorongnya maju. Untuk maju bupati, Lulung masih melihat situasi. “Tapi kita lihat saja ya, karena faktanya baru juga selesai kan,” beber dia.

Jika memang dia ditakdirkan maju menjadi Bupati Bogor, Lulung punya keinginan me­nyejahterakan masyarakat. “Ya artinya kan sekarang setiap warga negara punya hak yang sama dalam pemerintahan. Kalau ada orang daerah nya­lon di Jakarta, boleh dong kita ke sana,” ujarnya.

Menurutnya, dengan men­jadi pemimpin, tujuannya untuk memajukan masyara­kat. “Masyarakat di mana saja barang kali ya. Ikut mencer­daskan bangsa, memberikan kesejahteraan, memberikan rasa aman. Dapat bekerja sama dan membangun ko­munikasi dengan baik dengan seluruh stakeholder, terutama DPRD,” tutupnya.

Kepalang Emosi, Tendangan Bima Arya Kini Jadi Kontroversi

BOGOR DAILY- Di tengah mengularnya kendaraan di Jalan Dewi Sartika, suasana berubah tegang, kemarin. “Angkut semua motornya. Saya tidak mau lihat seperti ini lagi,” pekik seorang lelaki berseragam Pegawai Negeri Sipil (PNS) sambil menjuruskan tendangan ke arah motor yang diparkir di badan jalan. Siang itu, Wali Kota Bogor Bima Arya mengamuk hingga dua motor jadi korban.

Video Bima Arya yang naik pitam di depan anak buahnya di Pasar Kebon Kembang beredar luas. Dalam video itu, Bima terlihat kesal melihat banyak motor yang parkir di Jalan MA Salmun.

Bukan hanya kesan semrawut, jalan itu pun jadi macet hingga kendaraan padat merayap. Kondisi ini sontak membuat orang nomor satu di Kota Bogor itu geram dan tersulut emosi. Sampai-sampai Bima mengeluarkan tendangan ke arah motor-motor warga yang memakan bibir jalan. “Angkut semua motornya. Saya tidak mau lihat seperti ini lagi. Harus kosong,” pekik Bima.

Siang itu, petugas Dinas Perhubungan (Dishub), Satpol PP juga juru parkir, diperintahkan memindahkan jajaran motor hari itu juga.

Amukan Bima saat inspeksi mendadak (sidak) ke Pasar Kebon Kembang kini jadi obrolan hangat. Pro kontra pun bermunculan. Aksinya kini jadi polemik. Di satu sisi langkahnya dianggap tegas, namun ada pula yang menyayangkan sikapnya yang arogan.

Bahkan, warganet juga ikut mengomentari aksi sang wali kota. “Kalau yg parkir melanggarm terus yg marah pakai acara tendang segala, kemudian motor lecet , yg punya motor ngerti hukum, pasti kena toe pasal tindakan tidak menyenangkan, mulai deh urusan lagi,” tulis warganet.

“Mungkin walikota nya lupa kalo dia lagi dipasar… sebagai pernyataan sikap saya tidak setuju dengan cara Bima Arya menendang motor milik rakyat, ada baik anda memimpin dengan bersikap lebih bijaksana… ingat norma ingat dogma itulah salah satu bagian jadi manusia,” timpal warganet lainnya.

“Baguuus bersihkan parkir liar dan berjualan di bahu jalan dan trotoaaaar pak… Jalanan trotoar jd bersih dr PKL dan pedagang tertibkan jgn jualan di trotoar dan di jalan…,” bela lainnya.

Karena kesalnya dengan sejumlah motor yang parkir sembarangan, Bima menendang motor tersebut hingga terguling. Bahkan, ia meminta kepada juru parkir yang berseragam oranye merapikan dan memindahkan motor yang menjadi penyebab kemacetan tersebut.

Bima mengaku emosi karena maraknya parkir liar di dekat pasar. Padahal, kawasan itu sudah diminta dikosongkan dan bersih dari Pedagang Kaki Lima (PKL). “Siapa yang tidak emosi melihat karena ada pembiaran dan parkir liar di sini. Parkir liar ini menjadi biang macet di sepanjang jalan ini,” terangnya.

Bima juga mengaku akan mengevaluasi dengan dinas terkait atas penataan pasar yang baru dengan dinas terkait. Hal itu karena ia sering mendapat laporan dari warga bahwa jika melintas di pasar tersebut sangat sulit melintas. “Awal puasa saya sering menerima keluhan dari warga tentang kondisi Pasar Anyar yang macetnya luar biasa. Bahkan warga bisa tertahan satu sampai dua jam bila melintasinya,” kata dia.

Namun lagi-lagi meski memiliki niat baik, aksinya menendang-nendang motor justru berubah jadi polemik. Apalagi itu dilakukan saat Ramadan. “Tegas bukan berarti keras, apalagi disertai dengan emosi sehingga khawatir malah menambah masalah,” ujar anggota Komisi C DPRD Kota Bogor Zaenul Mutaqin.

Meski begitu, politisi Partai Persatuan Pembangunan (PPP) ini menilai bahwa Bima Arya memang orang biasa. “Wajar juga ketika dia kecewa dan marah-marah dengan anak buahnya di lapangan yang tidak tegas dalam menegakkan aturan,” tuturnya.

Sementara Pengamat Hukum Ujang Sujai menganggap aksi Bima Arya terkesan berlebihan. Seharusnya segala sesuatunya dikembalikan ke mekanisme penegakan peraturan daerah (perda), bukan atas dasar emosional pribadi. “Kalau bicara hukum, namanya sudah ada perda, ikuti dong mekanismenya. Bukan justru mengamuk tidak karuan seperti itu. Kalau puasa maka batal itu ibadahnya,” ujar Ujang.

Ia pun menyayangkan sikap arogan Bima Arya. Mantan Ketua PCNU Kota Bogor itu menilai aksinya bisa menghilangkan rasa simpatik warga. “Dia itu pengambil kebijakan, jadi tidak perlu pakai cara emosional. Orang bisa tidak senang,” tuturnya.

Sekretrais GP Ansor Kota Bogor Badri Al Asy’asri menilai tindakan yang dilakukan Wali Kota Bogor tersebut mempunyai dampak buruk bagi masyarakat. Apalagi ketika Bima Arya menendang motor yang sedang diparkir sampai terjatuh. Walaupun hal itu merupakan bentuk kekecewaan Bima Arya atas buruknya penataan pasar yang mengakibatkan kemacetan. “Memang menjadi pemimpin itu tidak mudah. Tetapi cara yang ia lakukan di tengah bulan puasa ini sangat salah. Namun, cara yang dilakukan seharusnya tidak seperti itu,” sindirnya.

Usai kejadian tersebut, Satpol PP Kota Bogor langsung diinstruksikan menertibkan kawasan Dewi Sartika jelang Lebaran. Selain itu juga di sekitar Pasar Anyar, khususnya di ruas Jalan Dewi Sartika, Jalan MA Salmun. Hal itu karena dengan semrawutnya kondisi pasar, membuat masyarakat tidak nyaman. Bahkan banyak masyarakat yang terjebak macet akibat kondisi jalan yang menyempit. “Kita akan lakukan penertiban kepada lapak-lapak yang ada di tengah jalan, karena ini mengganggu masyarakat yang melintas,” tutur Kasatpol PP Kota Bogor Heri Karnadi. (feb/run)

Ariel Tatum Pamit dari TV dan Media Sosial, Mau Kemana?

BOGOR DAILY– Keputusan Ariel Tatum istirahat dari dunia hiburan Indonesia membuat publik terkejut. Sebab hingga saat ini belum diketahui apa alasan aktris seksi itu akhirnya memutuskan untuk rehat.

Berbagai asumsi pun berdatangan dari sejumlah netizen atau warganet. Pengumuman rehat Ariel Tatum itu disampaikannya lewat akun media sosial Instagram miliknya.

Pemain film Kawin Laris itu juga mengunggah tulisan yang berisikan kata-kata bahwa dia mengambil pilihan akan istirahat dari tayangan televisi. Termasuk untuk vakum juga dari media sosial.

“Setelah melalui pertimbangan panjang, saya memutuskan untuk istirahat muncul di TV dan aktif di media sosial. Sampai jumpa lagi,” tulis Ariel Tatum dalam bahasa Inggris.

Aktris muda yang masih menginjak usia 20 tahun itu, kemudian menyampaikan salam perpisahan kepada penggemar dan para netizen.

“Sampai bertemu nanti, jaga diri kalian. Jangan lupa untuk terus menyebarkan kasih sayang. Selalu,” ungkapnya pada keterangan foto

Laga Perdana Piala Konfederasi 2017, Jerman Tekuk Australia

BOGOR DAILY– Jerman meraih kemenangan pada laga perdananya di Grup B Piala Konfederasi 2017. Menghadapi Australia di Stadion Fisht Olympic, Senin (19/6), Die Mannschaft menang 3-2.

Jerman, yang turun dengan banyak pemain muda, sempat menggebrak pada awal laga. Pertandingan baru berumur lima menit, Larst Stindl sudah mampu membuka keunggulan Jerman setelah bola sepakannya mengoyak gawang Australia yang dikawal Matthew Ryan.

Selepas gol itu, Jerman semakin mendominasi permainan. Berbagai peluang emas lanjutan mampu diciptakan anak asuh Joachim Loew. Namun, justru Australia yang bisa membalas pada menit ke-41 melalui gol Tom Rogic.

Akan tetapi, Jerman akhirnya bisa kembali unggul semenit jelang jeda. Sebuah pelanggaran di kotak penalti Australia memaksa wasit Mark Geiger asal Amerika Serikat menunjuk titik putih. Julian Draxler yang dipercaya menjadi algojo dengan mudah menaklukkan Ryan. Babak pertama berakhir dengan skor 2-1 untuk keunggulan Jerman.

Selepas jeda, Jerman kembali memulai dengan inisiatif serangan. Permaian tempo tinggi diperagakan juara Piala Dunia 2014 itu. Hasilnya, Leon Goretzka berhasil menambah keunggulan Jerman usai bola tendangan kaki kanannya melesak ke gawang pada menit ke-48.

Meski tertinggal 1-3, Australia tak patah arang. Sebuah kemelut di kotak penalti Jerman pada menit ke-56 akhirnya bisa dimanfaatkan oleh Socceroos. Memanfaatkan bola muntah hasil tepisan kiper Bernd Leno, Tomi Juric dengan leluasa menceploskan bola ke gawang dari jarak dekat.

Skor yang kembali menipis membuat Pelatih Australia, Ange Postecoglou, coba mengubah taktik dengan melakukan pergantian pemain. Setelah memasukkan Robbie Kruse pada awal babak kedua, dia juga menghadirkan dua penyerang senior, James Troisi dan Tim Cahill.

Namun, upaya Australia mencetak gol penyeimbang tak berbuah hasil sampai peluit akhir pertandingan berbunyi. Jerman menuntaskan perlawanan Australia dengan kemenangan 3-2. Hasil ini membawa Jerman menyamai poin Cile, yakni 3, di klasemen Grup B. Sementara, Australia dan Kamerun sama-sama belum meraih poin.

SUSUNAN PEMAIN:

Australia (3-4-2-1): 1-Mathew Ryan; 2-Milos Degenek, 20-Trent Sainsbury, 8-Bailey Wright; 7-Matthew Leckie, 21-Massimo Luongo (10-Robbie Kruse 46′), 5-Mark Milligan, 16-Aziz Behich, 13-Aaron Mooy, 23-Tom Rogic (14-James Troisi 71′), 9-Tomi Juric (4-Tim Cahill 87′)

Pelatih: Ange Postecoglou

Jerman (3-5-2): 12-Bernd Leno, 18-Joshua Kimmich, 2-Shkodran Mustafi, 16-Antonio Ruediger; 20-Julian Brandt (17-Niklas Suele 63′), 7-Julian Draxler, 21-Sebastian Rudy, 8-Leon Goretzka, 3-Jonas Hector; 9-Sandro Wagner (11-Timo Werner 57′), 13-Lars Stindl (14-Emre Can 78′)

Pelatih: Joachim Loew