Saturday, 11 April 2026
Home Blog Page 9030

Mandi di Kali Cilebut, Dua Bocah Dimangsa Predator Seks

BOGOR DAILY– Kasus pelecehan seksual terhadap anak di bawah umur kembali terjadi di Kabupaten Bogor. Kali ini dialami dua bocah di Cilebut Bogor, ML (10) dan AS (9). Keduanya dimangsa predator seks.

Warga Cilebut, Kecamatan Sukaraja, Bogor ini menjadi korban sodomi ID (29), warga Sukabumi. Keduanya disodomi saat tengah mandi di kali di Kelurahan Cilebut Timur, Kecamatan Sukaraja, Senin (12/6) lalu.

Pelaku yang diketahui sebagai penjual ikan turut mandi di tempat yang sama. Setelah itu, pelaku menghampiri dan mengajak kedua korban bermain di batu kali yang cukup besar hingga tak terlihat orang dari kejauhan.

Setelah berada di batu besar, pelaku melancarkan niat jahatnya kepada kedua bocah tersebut. Kedua korban yang pada saat itu masih menggunakan celana tiba-tiba dibuka oleh pelaku. Selanjutnya, pelaku langsung memasukkan kemaluannya ke dalam lubang anus korban. Namun hanya sedikit yang masuk.

Kasubag Humas AKP Ita Puspita Lena membenarkan kejadian tersebut. Menurut Ita, pelaku yang masih lajang ini berhasil diamankan Unit Perlindungan Perempuan dan Anak (PPA) Polres Bogor. “Sedang kita periksa lebih lanjut,” kata Ita, seperti dilansir metropolitan.id, Sabtu (17/6/2017).

Guna mempertanggungjawabkan perbuatannya sebagai pemangsa predator seks, pelaku dijerat Undang-Undang Nomor 35 Tahun 2014 tentang Perlindungan Anak, dengan ancaman hukuman maksimal lima tahun penjara. “Pelaku diancam pidana selama lima tahun penjara,” tutupnya.

Sementara itu, Ketua Umum Komnas Perlindungan Anak Arist Merdeka Sirait meminta aparat kepolisian cepat menangani persoalan ini hingga tuntas. Karena tindak pelecehan seksual terhadap anak merupakan bentuk kejahatan yang sudah tidak bisa ditoleransi lagi.

“Sudah saatnya polisi menghukum pelaku pelecehan seksual atau predator seks ini sesuai UU No 17/2016 tentang Perlindungan Anak, dengan ancaman hukuman 10 sampai 20 tahun penjara. Biar ada efek jera,” kata Arist.

Arist juga berharap pemerintah daerah dan Unit PPA Polres Bogor dapat memberikan perhatian terhadap kedua korban melalui pemulihan, dengan tujuan agar psikologis mereka dapat pulih dari kejadian dimangsa predator seks yang mereka alami.

“Supaya adil juga pelaku ini harus diancam hukuman maksimal dan dikenakan denda untuk biaya pemulihan korban,” ujarnya

Bupati Tolak Larangan Mobil Dinas Dipakai Mudik, Ini Alasannya

BOGOR DAILY- Pemerintah Kabupaten Bogor memerbolehkan Pegawai Negeri Sipil (PNS) menggunakan mobil dinas untuk mudik Idul Fitri 2017. “Tahun lalu juga kan ada larangan dari pemerintah pusat. Tapi, saat saya mengizinkan kendaraan-kendaraan itu dipakai mudik, tidak ada masalah. Karena kami juga tidak punya pul khusus untuk menyimpan kendaraan-kendaraan itu,” alasan Nurhayanti, Bupati Bogor.

Terdapat 3.678 unit kendaraan dinas yang dimiliki Pemerintah Kabupaten Bogor.  Sejumlah 2.387 unit di antaranya merupakan kendaraan roda dua, 1.092 unit kendaraan roda empat, 35 unit kendaraan roda tiga dan 164 unit kendaraan roda enam.

Faktor keamanan menjadi pertimbangan Nurhayanti memilih tidak mengikuti imbauan pemerintah pusat dan Pemerintah Provinsi Jawa Barat. Nurhayanti mengungkapkan, meski kendaraan dinas merupakan aset daerah, penggunaan dan pertanggungjawaban atas penggunaannya ada dini Satuan Kerja Perangkat Daerah (SKPD) masing-masing.

“Kasihan juga kalau sehari-hari mereka pakai mobil dinas tapi tidak boleh dipakai mudik. Lagi pula, kalau mobilnya ditinggal di rumah, justru malah rawan pencurian,” ujar Nurhayanti.

Wakil Ketua DPRD Kabupaten Bogor, Ade Yasin tidak memermasalahkan jika mobil dinas digunakan mudik. Ia beralasan untuk mengantisipasi rusaknya kendaraan ataupun hilang saat ditinggalkan mudik oleh penggunanya.  “Kalau ditinggalkan di rumah justru rawan hilang. Lagi pula Pemkab Bogor tidak punya tempat parkir khusus untuk mobil dinas ini,” kata Ade Yasin.

Adapun, larangan penggunaan mobil dinas diatur dalam Peraturan Menteri Pendayagunaan Aparatur dan Reformasi Birokrasi (Menpan RB) Nomor 87 tahun 2005 tentang Pedoman Peningkatan Pelaksanaan Efisiensi, Penghematan dan Disiplin Kerja.

Mayat Lelaki Misterius Tergeletak di Pinggiran Sungai Cisadane

BOGOR DAILY– Jasad pria tanpa identitas ditemukan tepat di bawah jembatan di Jalan KH Abdullah bin Nuh, Kelurahan Bubulak, Kecamatan Bogor Barat, Kota Bogor, Sabtu.

Saat ditemukan oleh salah satu petani penggarap, korban dalam posisi telentang dengan kedua kaki dan tangan kirinya menekuk di semak-semak pinggir Sungai Cisadane.

Seorang warga yang melihat sosok jasad tersebut, kemudian melaporkannya ke satpam Rumah Potong Hewan (RPH) Bubulak, yang letaknya beberapa meter dari lokasi temuan mayat. “Kalau dilihat posisinya seperti terjun dari jembatan,” ujar Rifai, satpam Rumah Potong Hewan (RPH) Bubulak di lokasi kejadian, Sabtu (17/6/2017).

Rifai menyebutkan, jasat itu mengenakan celana panjang warna hitam dan kemeja kotak-kotak lengan pendek. Guna penyelidikan polisi, jenazah korban langsung dibawa ke RS Bhayangkara Kota Bogor.

Kapolsek Bogor Barat Komisaris Indraningtyas mengatakan, belum diketahui penyebab dari kematian laki-laki misterius itu. Polisi masih menyelidiki penyebab kematian korban. “Masih diselidiki,” kata Indrianingtyas.

Dugaan sementara, pria yang diperkirakan berusia 40 tahun ini meninggal belum lama sebelum mayatnya ditemukan. Tidak ditemukan bekas penganiayaan atau kekerasan dalam tubuh korban. Namun, ada bekas luka sobek di kaki kiri serta benjolan di kening korban.

Indraningtyas mengimbau kepada masyarakat untuk segera melapor polisi jika ada yang merasa kehilangan anggota keluarganya.”Di saku celana korban tidak ditemukan kartu identitas,” ujar dia.

Udah Mau Lebaran, Gaji Pemain Persikabo Malah Ditahan

BOGOR DAILY– Persoalan yang dihadapi Persikabo Bogor, sepertinya tidak ada habisnya. Peralihan manajemen dari PT Cikeas Putera ke PT Aksikom, sepertinya belum mampu menyelesaikan berbagai masalah persoalan.

Salah satunya soal pembayaran gaji pemain. Kabarnya, gaji sejumlah pemain belum dibayarkan manajeme, sementara sepekan lagi hari raya lebaran. Hal itu tidak dibantah manajer Persikabo, Patrick Tarigan. Menurutnya, tertundanya masalah gaji, karena ada beberapa rekening pemain yang bermasalah. Sehingga, manajemen belum berani melakukan transfer gaji tersebut.

“ Tapi kami akan menyelesaikan dengan cepat. Untuk detailnya itu ada di pimpinan manajemen,” terangnya.

Sementara itu, peralihan manajemen Persikabo juga disoroti anggota Asosiasi Kabupaten (Askab) PSSI Kabupaten Bogor, Adi Suwardi. Menurut dia, ,manajemen yang barus harus memiliki konsep yang jelas untuk memajukan persikabo.

Di satu sisi, ia mendukung penuh langkah peralihan manajemen tersebut. “ Manajemen baru harus punya tero¬bosan baru dan kreatif demi menelurkan talenta muda lokal di wilayah Bogor,”sebutnya.

Menurut dia, talenta pemain sepak bola di Kabupaten Bogor tidak kalah dengan daerah lain. Bahkan, ia menyebut, banyaknya pemain lokal yang masuk di Persikabo, akan membuat bangga warga bumi Tegar Beriman.

Setidaknya ini membuktikan keberadaan Persikabo di kancah sepak bola nasional,” tambahnya

Waspada! Penembak Bos Roti Bakar Kabur ke Bogor

BOGOR DAILY– Polisi menembak mati salah satu pelaku sadis di SPBU Daan Mogot, Jakarta Barat, berinisial IR. IR merupakan wakil kapten dari kelompok sadis yang menewaskan Davidson Tantono (30).

Kabid Humas Polda Metro Jaya, Kombes Raden Prabowo Argo Yuwono mengatakan, IR beserta kawanannya merupakan perampok asal Lampung yang mengetahui keberadaan kaptennya. Selain itu, IR juga berperan membagikan hasil kejahatannya kepada rekan yang lain.

“Jadi peran IR ini membagi hasil rampokannya. Semua yang ikut di sini dikasih 14 juta, jadi pelaku IR adalah wakil kapten,” kata Argo di Rumah Sakit Polri Kramat Jati, Jakarta Timur, Sabtu (17/6).

Selain itu, IR ini berperan menggambarkan situasi dan mengawasi korban. IR juga yang memilih Davidson sebagai target aksi itu. “Usai ia (IR) temukan target, lalu mengabari pelaku lainya dengan handphone kalau sudah ada target dengan ciri-cirinya ini itu,” jelasnya.

Namun sayang, lanjut Argo, IR tewas saat petugas meminta menunjukkan lokasi keberadaan rekan-rekannya, termasuk si eksekutor yang menembak Davidson.

“IR ini ditembak mati di Bogor, pada Jumat, (16/6). Dia (IR) mengatakan penembak Davidson ada di Bogor, dan akhirnya IR kami bawa ke Bogor untuk menangkap eksekutor. Tapi karena melawan petugas akhirnya kita tembak, dan meninggal dunia,” pungkasnya.

Rampok Sadis Bos Ganteng Roti Bakar Sering Beraksi di Bogor

BOGOR DAILY– Komplotan perampokan sadis yang mengakibatkan korban Davidoson Tantono (30), bos ganteng roti bakar di di SPBU, Daan Mogot , Cengkareng, Jakarta Barat (9/6) lalu ternyata terkenal ulung.

Berdasarkan catatan kepolisian, sejak April 2017-Juni 2017, komplotan ini sudah malang melintang melakukan aksinya di lintas provinsi.

Kabid Humas Polda Metro Jaya, Kombes Argo Yuwono  ‎mengatakan komplotan ini memang dikenal sadis dan kerap melukai para korbannya.

“Komplotan ini biasanya hanya melukai korbannya, tapi saat Davidson yang kemarin ini baru mereka membunuh sampai akhirnya mereka bubar, kabur masing-masing ke Lampung dan Bogor,” ujar Agro, Sabtu (17/6/2017) di RS Kramatjati, Jakarta Timur.

Tidak tanggung-tanggung, setiap kali beraksi komplotan ini bisa membawa hasil puluhan hingga ratusan juta rupiah. Seperti saat merampok di T‎angerang, komplotan ini mengantongi uang Rp 60 juta, di Cidahu Rp 60 juta, di Pesing, Jakarta Barat Rp 80 juta.

Selanjutnya di Pemda Bogor Rp 60 juta, di Kampung Melayu Rp 60 juta, di Taman Topi Bogor Rp 40 juta, Pasar Minggu Rp 70 juta, Kalimalang Rp 50 juta, Cikarang Rp 150 juta, hingga Kedung Halang Rp 100 juta.

Seperti diketahui dalam pengungkapan perampokan terhadap Davidson, polisi baru berhasil menangkap empat pelaku yakni DTK, IR, TP dan M.

Satu pelaku yakni IR, wakil kapten terpaksa ditembak mati petugas karena melawan saat hendak ditangkap di Bogor, Jawa barat. Hingga kini, eksekutor atau kapten yang menembak Davidson masih diburu polisi.

Bocah Bojonggede Ini Idap Penyakit Langka, Tubuhnya Kaku

BOGOR DAILY– Nama Bintang Rizki Rahmawati, bocah delapan tahun asal Bojonggede belakangan jaid viral. Ini mneyusul informasi yang beredar di media sosial soal kelainan yang diidapnya sejak usia tiga bulan. Tubuhnya melengkung dan kaku.

Informasi mengenai Bintang mencuat di media sosial setelah ada akun Instagram yang mengunggah foto kondisi bocah perempuan tersebut.

Di kontrakannya,  Kampung Rawa Panjang, Bojong Gede, Kabupaten Bogor, Bintang sudah diabwa orang tuanya ke RS PMI. Menurut tantenya, Milla (35), Bintang sudah dibawa ke Kantor PMI Bogor sejak Jumat siang.

Viralnya informasi mengenai kondisi Bintang membuat beberapa orang tergerak membantunya. “Alhamdulillah ternyata banyak yang merespons juga,” kata Milla.

Milla adalah sepupu dari Ria Rahmawati (20) yang merupakan ibu kandung Bintang. Bintang merupakan anak pertama Ria dan Sugi (48). Dalam kesehariannya, Sugi mencari nafkah sebagai pengumpul barang bekas, sedangkan Ria sebagai pembantu rumah tangga.

Menurut Milla, Bintang masih dalam kondisi normal saat dilahirkan. Penyakit yang dideritanya muncul saat dia berusia tiga bulan. Anggota keluarganya tidak mengetahui persis penyakit yang dialami Bintang.

Seingat Milla, dia pernah diberi tahu petugas kesehatan bahwa penyakit yang diidap bintang adalah hydrocephalus.”Yang kepalanya bisa gede gitu. Tapi ini kepalanya enggak gede, tapi badannye melengkung, kaku gitu,” tutur Milla.

Milla menuturkan bahwa pada bagian telinga kanan Bintang dipasangi selang sejak dia berusia tiga bulan. Selang itu seharusnya sudah diganti setelah pemakaian selama lima tahun.

Namun, karena kondisi keuangan keluarga yang kekurangan membuat selang itu tidak pernah diganti sampai akhirnya Bintang menginjak usia delapan tahun. Karena itu, Milla menyatakan pihak keluarga bersyukur ada pihak yang akhirnya ingin menolong Bintang. “Alhamdulillah mudah-mudahan bisa cepat sembuh,” ucap Milla

VIDEO: Nyebrang Rel, Pemuda Cibuluh Tewas Dihantam KRL

BOGOR DAILY– Seorang pemuda tewas mengenaskan setelah tertabrak kereta comuterline jurusan Bogir-Jakarta  di kawasan Pejagalan/ Tanah Sareal Kota Bogor, Kamis (15/6) malam.

Informasi yang dihimpun, nasib nahas menimpa Tyo Kusuma Atmaja (21, warga Kampung Cibuluh Rt 06/03, Kelurahan Kedung Badak, Tanah Sareal Kota Bogor.

Korban tewas seketika dengan kondiai mengenaskan setelah tertabrak kereta comuterline jurusan Bogor-Jakarta.

Saksi mata menuturkan, korban yang turun dari motor bersama seorang temannya langsung menyebrang sambil memainkan ponsel miliknya. Dalam waktu bersamaan, kereta comuterline dari arah Bogor melaju kencang menuju Jakarta hingga peristiwa ini terjadi//

“Warga udah teriak kasih tahu, tapi enggak dengar,”ungkap warga, Bambang Sutrisno.

Sementara pihak keluarga yang dikabari petugas, hanya bisa meratapi jasad korban dilokasi kejadian. Jasad korban kemudian dibawa petugas ke Rumah Sakit Bhayangkara Polresta Bogor Kota guna identifikasi lebih lanjut.

Lihat Videonya:

 

Habis Lebaran, Sahrul Gunawan Nikahi Perawan 18 Tahun di Bogor

BOGOR DAILY– Sahrul Gunawan akhirnya mengungkap tanggal pernikahan dengan Amanda. Mantan suami Indriani Hadi itu akan menikah setelah Lebaran.

“Lamaran akan dilakukan di hari ketiga Lebaran,” kata artis yang akrab disapa Alul ini. “Insya Allah bulan depan (menikah).” ujarnya

Nantinya, pernikahan akan digelar 22 Juli. Pasangan yang beda usia 22 tahun itu akan menggelar akad dan resepsi pernikahan di Bogor. “Konsep pernikahan kami sederhana. Yang penting hubungan ini tidak menimbulkan fitnah,” kata penyanyi berusia 41 tahun tersebut.

Walau Amanda baru berusia 18 tahun, Alul tetap percaya kalau pernikahannya nanti akan berjalan baik. Ia merasa kalau Amanda adalah penyeimbang dalam hidupnya.

“Saya percaya, apapun itu Allah sudah atur. Nyatanya, kehadiran dia bisa melengkapi hidup saya,” kata Alul. “Dia penyeimbang dalam hidup saya. Pun, saya tidak bisa lama-lama hidup sendiri.” tandasnya

 

Tim Gegana Siaga di Gedung Tegar Beriman, Ternyata …

BOGOR DAILY– Ada pemandangan berbeda di Gedung Tegar Beriman Cibinong, kemarin. Sejumlah tim Gegana sudah bersiaga di pintu masuk menuju ruang pertemuan Kapolri Jendral Polisi Tito Karnavian.

Tak sembarangan orang bisa menembus petugas berseragam dan bersenjata lengkap itu. Sebab, mereka akan memeriksa satu per satu tamu undangan yang ikut hadir dalam Safari Ramadan, kemarin.

Kasubag Humas Polres Bogor, AKP Ita Puspitalena pemeriksaan terhadap para tamu undangan dilakukan untuk mengantisipasi segala kemungkinan yang tidak diharapkan.”Yang pake jaket dan bawa ransel memang harus diperiksa, meskipun mereka pegang undangan,” katanya

Sementara, dalam pertemuan singkat itu, Tito ikut menyinggung soal kegaduhan politik sat pesta Pilkada DKI Jakarta lalu. Ia tak berharap hal serupa terjadi di Kabupaten Bogor yang sebentar lagi akan menggelar hajat politik.

“Makanya kita harus genjot dan dukung dengan menciptakan situasi yang aman, agar pembangunan yang dilaksanakan pemerintah pusat dan daerah dapat terus berkembang,”terangnya

Ia menyebut ada sedikitnya 171 daerah Kota dan Kabupaten se Indonesia, termasuk Jawa Barat akan melaksanakan berbarengan. Sehingga, diharapkan dia, pelaksanaan politik ini tetap berjalan dengan damai untuk mencari pemimpin yang terbaik. Akan tetapi, jangan sampai terjadi kegaduhan ataupun kekisruhan apalagi kerusuhan sehingga menyebabkan ekonomi di Indonesia staknan.

“Masyarakat ini intinya bagaimana ekonomi dan kesejahteraan mereka dapat meningkat. Karena, mereka (masyarakat) tidak terlalu memikirkan siapa pimpinannya dan yang paling penting siapa yang bisa bermanfaat untuk mereka. Jadi kita harus memperkuat komitmen itu dan memperkuat persatuan dan kesatuan kita,”pesannya