Saturday, 11 April 2026
Home Blog Page 9031

Jangn Asal Pilih Bus Mudik, Dishub: Pastikan Ada Stiker Birunya

BOGOR DAILY– Lebaran segera tiba. Ritual mudik pun tak luput dari perayaan Hari Raya Idul Fitri. Untuk memastikan kenyamanan dan keamanan berkendara, Kementrian Perhubungan (Kemenhub) serentak melakukan pengecekan terhadap armada bus yang dipakai mudik. Seperti yang dilakukan di wilayah Kota/Kabupaten Bogor, kemarin.

Bagi masyarakat yang hendak mudik lebaran memakai jasa bus,patut memperhatikan kealaiakan bus. Ini ditandai dari adanya stiker biru yangs engaja dipasang di badan bus.

“Kalau naik bus, carilah yang menggunakan stiker biru. Kalau tidak menggunakan stiker biru, jangan dinaiki, ya. Karena apa, kami sudah sepakat dengan kepolisian, bus yang tidak berstiker artinya tidak dilakukan ramp check. Kita akan hentikan di mana pun ia berada,” kata Menhub Budi Karya Sumadi

Di Kota Bogor, terminal Baranangsiang salah satu yang jadi sasaran pengecekan.  Kali ini, Badan Pengelola Transportasi Jabodetabek (BPTJ) ikut turun memeriksa kesiapan bus untuk mengangkut penumpang yang hendak mudik.

Pantauan di lapangan, petugas menyasar bus Antar Kota Antar Provinsi (AKAP) yang sedang menunggu penumpang di jalur keberangkatan Terminal Baranangsiang. Petugas tidak hanya memeriksa kelengkapan surat-surat kendaraan setiap bus, tetapi juga mengecek seluruh alat kelengkapannya seperti lampu dekat, lampu jauh, lampu rem, lampu sein, lampu mundur, ban, pintu darurat, dongkrak, dan peralatan lainnya.

Plt Kepala BPTJ Kemenhub Bambang Prihartono mengatakan, bus yang diizinkan berangkat harus memenuhi kriteria dokumen perjalanan maupun teknis kendaraannya. Pemeriksaan terhadap bus akan diintensifkan menjelang masa angkutan lebaran karena masyarakat membutuhkan angkutan yang aman dan nyaman. “Jika ditemukan kendaraan yang tidak layak maka bus tersebut tidak boleh jalan, dan harus memenuhi persyaratan,” ujarnya kepada Metropolitan.

Selain itu menurut Bambang bus-bus yang telah layak jalan akan mendapatkan stiker angkutan lebaran. Bus ini diperbolehkan jadi bus mudik. Sedangkan, untuk bus yang belum mendapatkan stiker angkutan akan diminta melengkapi persyaratannya. “Mulai dari kesiapan teknis bus dan dokumen yang diperlukan,”sebutnya.

Di tempat yang sama Wali Kota Bogor Bima Arya menjelaskan, pihaknya sudah mengecek kelaikan bus dan sementara ini kondisinya baik semua. Dan semua bus yang sudah memiliki stiker angkutan lebaran menurutnya bus yang benar layak jalan karena sudah dilakukan pemeriksaan secara menyeluruh oleh petugas. “Tetapi kami juga akan cek lagi secara rutin menjelang arus mudik lebaran, dimulai dari H-7, H-5 sampai H-2,”tandasnya

Sopir Pertamina Demo 7 Hari, Buruan Isi Bensin!

BOGOR DAILY – Distribusi Bahan Bakar Minyak (BBM) ke sejumlah Stasiun Pengisian Bahan Bakar Umum (SPBU) bakal terganggu. Ini menyusul adanya aksi mogok sopir tangki mulai Senin (19/6) pekan depan. Selama tujuh hari berturut-turut, awak mobil tangki (AMT) menyetop distribusinya ke sejumlah wilayah. Termasuk, Bogor Jawa Barat.

Seruan aksi mogok massal disebarkan lewat media sosial. Dalam selebarannya para sopir yang tergabung di AMT menyatakan kekecewaannya akibat adanya PHK massal yang dilakukan PT Pertamina Patra Niaga.

Koordinator aksi Asep M Idris mengatakan, ada tiga tuntutan yang akan diserukan dalam aksi mogok nasional nanti. Yakni, pekerjaan kembali kawan-kawan AMT yang di PHK secara sepihak, angkat AMT menjadi karyawan tetap PT Pertamina Patra Niaga serta bayarkan upah lembur para AMT. “Paling penting angkat kembali 414 orang AMT yang dipecat secara sepihak,”

Menurutnya, aksi mogok ini akan dilakukan di 10 depot yang tersebar di wilayah Pelumpang, Ujung Berung, Padalarang, Tasik, Banyuwangi, Surabaya, Merak, Makasar, Tegal serta Lampung. “Mogok kerja akan dilaksanakan di setiap depot. Untuk Bogor dan Sukabumi masuk ke depot Pelumpang Jakarta,”sebutnya.

Dirinya menambahkan, adapun rincian jumlah AMT yang akan melakukan aksi mogok nasional ini. Diantaranya, dari wilayah Pelumpang sebanyak 980 orang, Ujung Berung sebanyak 350 orang, Padalarang sebanyak 120 orang, Tasik sebanyak 70 orang, Banyuwangi sebanyak 195 orang, Surabaya sebanyak 300 orang, Merak sebanyak 150 orang, Makasar sebanyak 190 orang, Tegal sebanyak 70 orang serta Lampung sebanyak 179 orang. “Total keseluruhan pendemo diperkirakan mencapai 2.604 orang,” ujarnya.

Ia tak menapik jika aksi ini akan turut berpengaruh pada ketersediaan bbm di sejumlah wilayah Jabodetabek “Ya mending isi bensin banyak-banyak dari sekarang,”sebutnya

Sementara itu, pantauan Metropolitan di SPBU 34-16926 yang berlokasi di Jalan KSR Dadi Kusmayadi, Kelurahan Tengah, Kecamatan Cibinong, aktifitas pembelian BBM masih berjalan seperti biasanya. Tidak ada pengantrian yang begitu berarti di SPBU tersebut. “Itukan baru rencana ya. Tapi kalau ada info kita sudah antisipasi duluan kok dengan cara membeli BBM lebih,” kata Penanggungjawab SPBU 34-16926, Joko Purwanto.

Menurutnya, setiap hari distribusi BBM yang dikirimkan Pertamina kepada SPBU yang dikelolanya berkisar sebanyak 8.000 ton atau 8 KL. Terdiri dari, BBM jenis pertamax, pertalite, premium serta solar. Sehingga, kalaupun rencana aksi mogok nasional ini jadi dilaksanakan, pihaknya akan menyesuaikan dengan stok yang ada. “Tergantung nanti, seperti contohnya kalau memang stok pertalite nanti belum habis ya kita sesuaikan. Jumlah kapasitas kita hanya bisa menampun 45 KL saja,”

Adapun permintaan BBM perharinya di SPBU 34-16926. Diantaranya, pertalite sebanyak 4 KL, pertamax sebanyak 3 KL, premium sebanyak 5 sampai 6 KL serta solar sebanyak 200 sampai 300 liter. “Paling tinggi disini permintaan premium soalnya ini perlintasan angkot. Biasa, kalau sopir angkot tahu ada premium pasti menyebar ke sopir lainnya juga,”tandasnya (metropolitan)

ADV: Meluasnya KTR Terus Diperjuangkan

BOGOR DAILY– Tahun 2009 di Kota Bogor terbit Peraturan Daerah Nomor 12 tahun 2009 tentang Kawasan Tanpa Rokok (KTR). Perda ini diterbitkan dengan tujuan mengatur masyarakat perokok agar tidak melakukan kebiasaannya di sembarang tempat. Pengaturan seperti itu dipandang perlu, antara lain supaya tempat-tempat umum terbebas dari pencemaran asap rokok.

Juga peraturan ini ditujukan agar masyarakat yang tidak merokok, terlindung dari pencemaran asap rokok. Mereka bisa berada di ruang-ruang publik atau tempat-tempat umum tanpa perlu khawatir terpapar asap rokok dan menjadi perokok pasif. Berbagai hasil penelitian memang menunjukan, orang yang terpapar pencemaran asap rokok atau sebagai perokok pasif dapat mengalami gangguan kesehatan yang lebih buruk daripada para perokok.

Sebagai bentuk konsistensi sikap terhadap berlakunya perda tersebut, terhitung tahun 2009, Pemerintah Kota Bogor juga melarang setiap bentuk promosi rokok. Baik melalui display iklan-iklan maupun melalui kegiatan sponsorship. Juga kerap kali melakukan kegiatan razia perokok di ruang-ruang publik yang telah ditetapkan sebagai kawasan tanpa rokok.

Terbitnya perda tersebut menjadikan Kota Bogor sebagai kota pertama di Indonesia yang menerapkan perda KTR. Tidak heran jika kemudian berbagai pihak datang ke Kota Bogor untuk mempelajari perda tersebut beserta tata cara mengimplementasikannya.

Setelah delapan tahun berlaku, peraturan daerah tersebut dinilai berhasil diimplementasikan. Penilaian itu disampaikan Walikota Bogor, Bima Arya pada peluncuran parade kampanye angkot sehat dalam rangka  Hari Tanpa Tembakau Sedunia (HTTS), akhir Mei lalu di Balaikota Bogor. “Kini semakin banyak tempat umum yang sudah mematuhi aturan ini. Dua pertiga dari warga Kota Bogor sekarang sudah mematuhinya,” kata Bima.

Sejauh ini berbagai pihak memang menilai penerapan KTR di Kota Bogor sudah cukup baik. Hal itu membuat Kota Bogor berpeluang menjadi tuan rumah dari konferensi internasional Asia Pasifik dalam upaya Pengendalian Tembakau. Selain itu, Wali Kota Bogor telah terpilih sebagai Ketua Pengendalian Tembakau se-Asia Pasifik
Untuk terus menguatkan kebijakan perihal KTR, Pemerintah Kota Bogor hingga saat ini tetap konsisten melakukan berbagai upaya. Diantara upaya itu, Pemerintah Kota Bogor saat ini sudah mengajukan kepada DPRD Kota Bogor untuk melakukan perubahan terhadap Perda Nomor 12 Tahun 2009 tentang KTR.

Perubahan ini antara lain ditujukan untuk memperluas kawasan tanpa rokok di wilayah Kota Bogor. Berdasarkan ketentuan tersebut, nantinya ada beberapa kawasan yang sebelumnya tidak termasuk kategori KTR, akan ditetapkan sebagai kawasan tanpa rokok karena dipandang perlu ditetapkan.

Kawasan seperti itu diantaranya adalah Taman Ekspresi dan Taman Sempur. Walaupun kedua tempat tersebut merupakan ruang publik terbuka, namun karena pemanfaatannya sebagai ruang publik terbuka hijau untuk kepentingan kesehatan masyarakat, maka kawasan itu dipandang perlu ditetapkan sebagai KTR.

Penetapan kawasan tersebut sebagai KTR nantinya akan dilakukan berdasarkan Keputusan Walikota Bogor, untuk menambah 8 kawasan tanpa rokok yang telah ditetapkan di dalam Perda nomor 12 Tahun 2009.

Keberadaan perda ini nantinya juga akan mengatur soal pemanfaatan rokok elektrik dan menghisap sisha sebagai salah satu jenis kegiatan merokok sebagaimana merokok jenis kretek dan sebagainya, sehingga karena itu menghisap rokok elektrik digolongkan kedalam kegiatan terlarang di Kawasan Tanpa Rokok.

Produk rokok elektrik dan sisha dinilai sebagai produk inovatif dari pengembangan produk rokok biasa. Keduanya sama-sama memiliki bahaya pencemaran asap rokok yang membahayakan kesehatan masyarakat, karena diramu dari hasil olahan tanaman nicotiana tabacum, nicotiana rustica dan spesies lainnya.

Selain itu kampanye KTR juga terus dilakukan. Bertepatan dengan peringatan Hari Tembakau Sedunia, akhir Mei lalu, Pemerintah Kota Bogor melancarkan kampanye KTR inovatif. Sebanyak 16 unit angkot dimanfaatkan sebagai media kampanye dengan membuat mural pada badan angkot. Mural itu berisi pesan untuk menjauhi kebiasaan merokok dan mengingatkan tentang bahaya merokok.

Kampanye lain akan dilakukan dengan menggelar festival mural pengendalian tembakau, hingga kampanye di media sosial (medsos) lewat hastag #suaratanparokok. Festival mural akan digelar di pedestrian lingkar Kebun Raya Bogor dengan melibatkan Komunitas Grafiti atau sedikitnya diikuti 10 tim. Para peserta akan membuat grafiti di selembar triplek.

Dilibatkannya anak-anak muda dalam kampanye KTR adalah bagian dari upaya menyadarkan mereka tentang bahaya merokok. “Kegiatan kampanye ini merupakan upaya untuk melindungi generasi di masa yang akan datang. Kami tahu bahwa dukungan terhadap kebijakan ini cukup tinggi,” kata Rubaeah, Kepala Dinas Kesehatan Kota Bogor.

Dukungan dari semua pihak dan sinergi antar pemerintah dengan semua pihak, jelas dibutuhkan untuk mewujudkan Kota Bogor bisa bebas asap rokok sepenuhnya. Dukungan dari Anda pribadi bisa diberikan melalui cara Anda mengurangi konsumsi rokok dan membatasi kebiasaan rokok dimana pun berada. (Advertorial)

 

Orang Gila Bakar Rumah 3 KK di Sukadamai

BOGOR DAILY- Tiga rumah di Kampung Situ Pete, Kelurahan Sukadamai, Kecamatan Tanah Sareal, Kota Bogor, Jawa Barat hangus terbakar pada Rabu malam sekitar pukul 22.30 WIB.

Seluruh bagian rumah yang berlokasi di tengah permukiman padat penduduk itu hangus dilalap si jago merah. Beruntung, tidak ada korban jiwa maupun luka dalam  kebakaran tersebut.

Saat peristiwa terjadi, semua penghuni sedang berada di dalam rumah masing-masing. Warga sekitar yang mengetahui peristiwa itu segera bergotong royong memadamkan api.

Namun, banyaknya material yang mudah terbakar membuat api cepat membesar dan merembet ke bangunan rumah yang ada di sekitar. Api baru berhasil dipadamkan satu jam kemudian setelah empat unit mobil pemadam kebakaran dikerahkan.

“Kejadiannya saat lagi hujan deras. Saya lihat ke atas genteng taunya ada api, saya langsung keluar dan teriak,” kata Saeful Hidayat (24), warga sekitar di lokasi kejadian, Rabu 14 Juni 2017 malam.

Dari informasi yang dihimpun kebakaran itu bermula dari seorang laki-laki bernama Sanim (45), yang diduga mengidap gangguan jiwa, membakar kain dan sampah dari dalam rumahnya.

Api kemudian membakar seisi rumahnya serta rumah orangtua dan pamannya. Warga sekitar menyebutkan Sanim dikenal kurang waras. Pria yang sehari-hari sebagai sopir angkot ini sering membakar sampah di dalam rumah. “Waktu itu juga rumahnya hampir terbakar,” kata Saeful.

Jika sedang kambuh, jelas dia, Sanim kerap berkeliling kampung sambil membawa pisau dan linggis. “Kalau lagi waras ya biasa narik angkot,” ungkap Saeful. Akibat ulah Sanim, warga yang geram langsung menangkapnya. Dia ditemukan warga sedang bersembunyi di pelataran rumahnya.

Saat ditangkap, Sanim terlihat sedang memegang sebilah pisau. Warga yang kesal langsung menghakimi dan nyaris membakar pria tersebut.

Beruntung, petugas kepolisian dari Polsek Tanah Sareal dibantu petugas BPBD Kota Bogor  yang tiba di lokasi langsung mengamankan Sanim ke salah satu rumah pengurus RT. Setelah itu petugas langsung membawanya ke Polsek Tanah Sareal sambil memborgol kedua tangannya.

Heboh, Perempuan Ini Mau Bangkitkan Jupe Lagi

BOGOR DAILY– Seorang paranormal perempuan berkerudung, bernama Ulfa mengaku mengaku bisa membangkitkan almarhumah Julia Perez dari dalam kubur.

Dalam sebuah video yang beredar di kalangan netizen, dia mengklaim bahwa sejauh ini Jupe tak ada berada di alam arwah.  Ulfa juga mengklaim bahwa dirinya bisa menembus alam arwah.  Makanya, selain Jupe, dia juga pernah bertemu dengan almarhum Olga Syahputra yang lebih dulu meninggal dunia.

“Saya ke alam arwah pun tidak bertemu dengan Jupe, saya ketemu sama Olga, makanya saya bilang sama Olga, Jupe mana Ga?, Olga bilang belum sampai, dan memang tidak ada, sampai detik ini Jupe tidak ada di alam arwah,” katanya dalam sebuah video yang beredar di sosial media belum lama ini.

Selain itu, dia mengungkapkan Julia Perez meninggal dalam keadaan tak wajar, karena ada yang tak ingin Jupe sukses di dunia hiburan. “Ya ada yang menginginkan Julia Perez untuk sakit, supaya dia tak dipakai di produser mana pun, supaya habis hartanya, ujungnya ya ingin Jupe mati” sambungnya.

Ulfa juga mengatakan pada saat mantan istri Gaston Castano itu meninggal, malam itu dia langsung ke RSCM guna memastikan kabar Jupe. Ketika sampai di Rumah Sakit, almarhum saat itu telah di pindahkan ke kamar jenazah. Saat itu, Ulfa mengklaim Julia Perez masih hidup ketika berada di kamar jenazah.

“Bahwa Jupe memang masih hidup pada saat dimasukkan ke dalam kamar jenazah, kondisinya masih hidup, sampai sekarang masih hidup,” cetusnya.

Ulfa juga klaim dirinya mengetahui hal-hal yang gaib. Maka itulah Ia ingin membangunkan Jupe dari alam kematian. “Saya berusaha untuk membangunkan Jupe, saya suruh Jupe untuk masuk ke keluarganya, ke teman-temannya, tunjukan bahwa kamu tidak mati,” tambanya.

“Kebetulan saya mengerti tentang ghoib, sebab dari usia 9 tahun saya mengenal ghoib, sebab orang yang tidak menerima kematian Jupe itu saya, maka saya akan berjuang.” tutupnya.

Seperti diketahui, Julia Perez meninggal dunia pada Sabtu, 10 Juni 2017 atas penyakit kanker serviks yang dideritanya masih terus membekas. Julia Perez meninggal dunia sekira pukul 11.12 WIB. Di hari yang sama pada waktu sore, jenazah almarhumah di makamkan di TPU Pondok Rangon, Jakarta Timur.

Ponpes di Bogor Keberatan Soal Full Day School

BOGOR DAILY– Kebijakan sekolah lima hari atau full day school yang ditetapkan Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemendikbud) menuai kritik.

Aturan tersebut dinilai bakal memberikan dampak luar biasa kepada siswa. Terlebih pada pelajar yang juga peserta didik di pondok-pondok pesantren.

Seperti para santri di Pondok Pesantren Nurul Imdad, Kota Bogor. Lurah Pondok Pesantren Nurul Imdad, Asep Hermawan, mengatakan banyak santrinya yang juga sebagai siswa-siswi di sekolah konvensional.

Maka, full day school dianggapnya akan mengganggu aktivitas siswa yang juga sebagai santri. Mengganggu dalam artian sama sekali tidak menyisakan waktu senggang untuk santrinya.

“Santri kita kebanyakan bersekolah di luar. Banyak di antaranya yang masih duduk di bangku SMP. Kalau benar diberlakukan, tidak akan ada celah untuk beristirahat,” jelasnya

Rata-rata santri dari pondok pesantren yang berlokasi di Kelurahan Tegallega Kecamatan Bogor Tengah itu pulang sekolah pukul 15.00 WIB.

Sehingga menurut Asep, masih ada jeda waktu untuk santrinya beristirahat sebelum beraktivitas di Pondok Pesantren. “Biasanya, pulang sekolah dia pakai untuk beristirahat sampai mennggu waktu magrib,” terangnya.

Hals enada juga diutarakan orang tua murid. Seperti yang diungkapkan Siti Romlah (30). Warga Kampung Kalong Dagul, Desa Kalong Sawah, Kabupaten Bogor  itu menilai full day school akan mengganggu kegiatan anaknya yang duduk di bangku madrasah diniyah. “Karena kegiatan anak sudah padat pagi hari sampai siang sekolah biasa, jika fullday seperti kurang istirahat,” ujarnya.

Harga Tiket Mudik di Agen Bus Naik Dua Kali Lipat

BOGOR DAILY– Memasuki mudik lebaran harga tiket jurusan Jawa Tengah naik hingga 50 persen. Seperti yang dialami Agen Bus Susi yang berlokasi di Jalan Jakarta Bogor, Kecamatan Cibinong, Kabupaten Bogor.

Susi pemilik agen tiket mengatakan, pesanan tiket mudik lebaran saat ini sudah mulai ramai. Menurutnya, harga tiket bus jurusan luar kota mengalami kenaikan harga. “Harga mulai hari ini naik 50 persen, sekitar Rp 300 ribuan untuk tujuan Jawa Tengah,” ujarnya

Menurutnya, harga tiket normal untuk tujuan Jawa Tengah biasanya hanya di bandrol Rp 180 ribu perorang. Namun, karena ini memasuki sehingga harganya mengalami kenaikan. “Apalagi pada H-7, harganya bisa naik 100 persen,” terangnya.

Kendati demikian, kata dia, pesanan tiket di lebaran tahun ini berbeda dengan tahun lalu. Menurutnya, ditahun lalu ia sudah kebanjiran pesanan tiket mudik sejak satu minggu memasuki bulan puasa.

“Lebih ramai tahun lalu, soalnya pesanan baru mulai ramai hari ini,” kata wanita yang sudah 15 tahun membuka usaha agen penjualan tiket itu.

Menurutnya, hingga saat ini tiket tujuan Jawa Tengah dan Jawa Timur masih tersedia ditempatnya. “Kami juga melayani rute tujuan padang, harga tiketnya Rp 630 ribu,” tandasnya.

Catat! Ini 12 Titik Rawan Macet di Bogor

BOGOR DAILY– Satlantas Polresta Bogor Kota mengidentifikasi adanya 12 titik rawan macet dan kecelakaan dari hasil pemetaan di kota tersebut dalam rangka menghadapi libur Hari Raya Idul Fitri 1438 Hijriah.

“Kota Bogor merupakan kota perlintasan yang rawan macet dan kecelakaan lalu lintas. Kami melakukan pemetaan beberapa bulan lalu, terdapat 12 titik rawan kemacetan,” kata Kasat Lantas Polresta Bogor Kota Komisaris Bramastyo Priaji di Bogor, Rabu (14/6).

Bram menyebutkan 12 titik rawan kemacetan tersebut paling banyak terdapat di seputar pasar seperti Pasar Medeka, Pasar Bogor Jalan Otista, pasar tumpah Jalan Ma Salmun, Pasar Anyar, Jalan Dewi Sartika, Pasar Gunung Batu, Jalan Siliwangi.

Kemacetan juga terjadi di Jalan Tajur karena banyaknya hambatan di kiri-kanan jalan, terutama adanya proyek pembangunan Tol Bocimi, dan di Jalan Sholis Iskandar karena adanya proyek pembangunan Tol BORR.

“Kemacetan di pasar sudah terjadi sejak dua minggu terakhir,” kata Bram.

Menurut Bram, kepolisian telah menyiapkan langkah-langkah antisipasi kemacetan. Seperti di Jalan Tajur, pengalaman pada 2016 terjadi penguncian arus terutama saat puncak mudik dan arus balik. Penguncian terjadi karena terlambat mengantisipasi.

Sebelum dan sesudah lebaran, pergerakan motor di Jalan Raya Tajur berbarengan dengan pergerakan roda empat yang hendak ke Puncak sehingga jalur tersebut cukup padat.

“Perlu diantisipasi, prediksikan kapan arus puncak berangkat dan kembali,” kata Bram.

Selain Tajur, Jalan Sholis Iskandar dan seputar Tugu Adipura, atau keluar gerbang Tol Jagorawi juga cukup padat sehingga perlu dilakukan penambahan dan memperjelas rambu-rambu yang ada.

Selain pengamanan arus mudik sepeda motor yang melintasi Kota Bogor, pada saat libur lebaran, Kota Bogor juga dipadati kendaraan wisatawan yang ingin berlibur ke Kebun Raya dan sejumlah objek wisata lainnya.

“Situasi saat ini Kebun Raya Bogor tidak memiliki area parkir, pusat kota sudah ada rekayasan lalu lintas dengan sistem satu arah, kita antisipasi titik-titik hambatan,” ujar dia.

Bram menambahkan saat lebaran anggota Satlantas Polresta Bogor tidak libur, semua turun melakukan pengaturan arus lalu lintas dan membantu masyarakat.

18 Titik di Kota Bogor Jadi Objek Pengamanan 1.440 Polisi

BOGOR DAILY– Polresta Bogor Kota menyiagakan 1.440 personel dalam pengamanan Idul Fitri 1438 H. Para personel gabungan tersebut disiagakan dalam Operasi Ramadaniya Lodaya 2017, dengan melibatkan unsur TNI dan Pemerintah Kota (Pemkot) Bogor.

Kabagops Polresta Bogor Kota Komisaris Fajar Harikuncoro menuturkan, sebanyak 1.440 personel tersebut terdiri dari 2/3 kekuatan personel Polresta Bogor Kota, KBO Polda Jabar 1 SSK Brimob, unsur TNI dan Pemerintah Kota Bogor.

“Dalam operasi Ramadniya akan didirikan 11 pos pengamanan tersebar di wilayah Kota Bogor. Selain itu terdapat 1 pos pelayanan terpadu dan 83 pos Gatur,” ungkapnya usai rapat koordinasi lintas sektoral Operasi Ramadniya Lodaya 2017 di Makopolresta Bogor, Selasa (13/6).

Ia melanjutkan, seluruh petugas akan di sebar di pos pelayanan terpadu yang dipusatkan di terminal Baranangsiang. Dijelaskan juga, bahwa pos-pos tersebut dengan penempatan para personel ini bertujuan untuk memberikan respons cepat bagi masyarakat baik yang hendak mudik maupun tinggal di Kota Bogor.

“Kota Bogor sebagai merupakan kota penyangga jalur perlintasan mudik juga destinasi tempat wisata dan kuliner sehingga berpotensi menimbulkan kepadatan arus lalu lintas. Sementara ini baru terdapat 18 titik yang menjadi perhatian utama kami satu diantaranya pengamanan objek vital Istana Kepresidenan Bogor,” terangnya.

Berkaca pada pada tahun lalu, Sekretaris Daerah Pemkot Bogor Ade Syarif menilai, memasuki momentum hari raya, bukan hanya dilakukan ritual keagamaan, tapi juga dilakukan dengan silaturahmi melalui mudik. Ini menyebabkan meningkatnya mobilisasi masyarakat, serta terjadinya konsentrasi masyarakat di tempat tempat tertentu.

“Kota Bogor akan menjadi rawan kemacetan dan kecelakaan lalin. Pertambahan kendaraan yang tidak diimbangi dengan bertambahnya fasilitas jalan menjadi hambatan, ” terangnya.

Ia menjelaskan, Hal-hal yang menjadi fokus adalah, penyelesaian sarana dan prasarana pendukung jalan yang disiapkan paling lambat H-7 sehingga tidak menghambat.

“Ini kegiatan dari tahun ke tahun yang sudah dilaksanakan. Ini akan menjadikan pengetahuan, maka diharapkan menjadi perbaikan ke depan. Pasar tumpah dan pasar modern juga jadi perhatian dan pengamanan. Selain itu SPBU juga jadi perhatian, karena Bogor menjadi wilayah perlintasan,” tambahnya

Janda di Bogor Ini Enggak Kapok Jualan Ganja di Kontrakan

BOGOR DAILY– Yuniar alias Niar (47), seorang janda di Bogor, tertangkap jajaran Satreskrim Polsek Bojonggede usai kedapatan mengedarkan ganja. Yuniar ditangkap bersama seorang rekannya bernama Hendri alias Cupes (27), bandar ganja di wilayah Bojonggede.

Kanit Reskrim Polsek Bojonggede Iptu Ade Ahmad Sudrajat mengatakan, keduanya ditangkap di dua lokasi berbeda pada Senin (12/6) lalu.

Yuniar ditangkap di rumah kontrakannya di Kampung Kelapa, Desa Rawa Panjang, Kecamatan Bojonggede, Kabupaten Bogor. Sedangkan Hendri ditangkap saat sedang menunggu pembeli ganja di Kampung Utan, Kelurahan Cipayung, Depok, Jawa Barat. “Kedua pelaku masih kita periksa. Saat ini pelaku ditahan di Polsek Bojonggede,” kata Ade, Rabu (14/6).

Ade menjelaskan, pelaku atas nama Yuniar juga seorang residivis atas kasus narkoba dan pernah ditahan di Lembaga Pemasyarakatan Paledang, Kota Bogor, pada tahun 2008. Selain menemukan dua buah linting ganja di kontrakannya, polisi juga menemukan alat isap sabu.

“Pelaku pernah terlibat atas kasus yang sama dan ditahan dari tahun 2008 sampai tahun 2010. Suaminya, juga seorang mantan bandar narkoba tapi sudah meninggal,” jelasnya.

Saat ini, polisi masih mengembangkan kasus tersebut. Keduanya kini mendekam di sel tahanan Polsek Bojonggede.