Saturday, 11 April 2026
Home Blog Page 9032

Sabar, Gaji ke-13 PNS dan Pensiunan Baru Cair Pekan Depan

BOGOR DAILY– Kementerian Keuangan (Kemenkeu) memastikan gaji ke-13 Pegawai Negeri Sipil (PNS) dan pensiunan cair pada pekan. Presiden Joko Widodo sudah meneken Peraturan Pemerintah (PP) mengenai hal ini.

Meski PP sudah ada, Direktur Jenderal Anggaran Kementerian Keuangan Askolani mengatakan, masih ada beberapa tahapan sebelum gaji ke-13 PNS bisa dicairkan.

“Peraturan Menteri Keuangan (PMK) akan ditetapkan lalu Pak Marwanto (Dirjen Perbendaharaan) mencairkan anggarannya,” ujarnya di Jakarta, Rabu (14/6/2017).

“Nanti Satker (satuan kerja) ajukan usulan anggaran ke KPPN (Kantor Pelayanan Perbendaharaan Negara). Baru bisa di follow up KPPN minggu depan atau mungkin awal minggu depan,” sambung ia.

Terkait besarannya, Askolani mengatakan bahwa besaran gaji ke-13 PNS sama dengan satu kali gaji.

Sebelumnya, Kepala Badan Kebijakan Fiskal Kementerian Keuangan Suahasil Nazara mengatakan, anggaran gaji ke-13 PNS  tahun ini sekitar Rp 7 triliun-Rp 8 triliun.

Namun ia mengatakan pencairannya tidak bersamaan dengan pencairan THR. Sebab tujuan gaji ke-13 PNS lebih untuk membantu biaya anak sekolah, adapun THR untuk keperluan Lebaran

Evan Dimas Terancam Dicoret dari Timnas U 22

BOGOR DAILY– Jordi Alba sudah menunjukkan kemampuan yang hebat saat usianya masih belia. Tidak heran jika Luis Milla yang enam tahun lalu masih menangani timnas Spanyol U-21 memasukkan nama Alba dalam daftar skuad asuhannya. Namun, jelang keberangkatan ke Denmark yang menjadi host Euro U-21 kala itu, Alba malah berulah. Fullback Barcelona itu dinilai indisipliner sehingga Milla terpaksa mencoretnya.

Nah, sikap tegas juga bakal ditunjukkan Milla saat menangani timnas U-22 proyeksi SEA Games 2017 dan Asian Games 2018. Ada beberapa nama yang dinilai indisipliner dan menunjukkan attitude buruk. Ironisnya, mereka adalah pemain yang mempunyai prospek dan masa depan panjang di timnas. Antara lain, Hansamu Yama, Paulo Sitanggang, Evan Dimas Darmono, dan Muhammad Hargianto.

Evan, Hansamu, dan Sitanggang bahkan sudah tidak masuk skuad saat timnas beruji coba melawan Kamboja dan Puerto Rico. Salah satu sumber di internal PSSI mengungkapkan, para pemain tersebut sengaja tidak dipanggil karena memiliki sikap yang kurang bagus sebagai pemain profesional. ’’Atittude mereka bermasalah. Sering tidak disiplin saat datang latihan,’’ kata sumber yang tidak mau identitasnya dituliskan.

Sikap kurang bagus yang dimaksudkan adalah respek mereka yang kurang terhadap Milla. Sitanggang, misalnya. Dia sempat marah-marah saat timnas U-22 melawan Bali United pada laga uji coba akhir Mei lalu. Mantan penggawa timnas U-19 tersebut juga menolak bersalaman dengan Milla yang menunggunya di pinggir lapangan.

Saat dikonfirmasi, Wakil Direktur Timnas PSSI Fanny Riawan tidak mengiyakan, tetapi sekaligus tak mau membantah informasi itu. ’’Kalian tahu sendiri lah. Semoga mereka mau berubah dalam waktu dekat ini. Tapi, yang aku tahu, Milla orangnya tidak mau berkompromi soal masalah disiplin,’’ ungkapnya.

Fanny menuturkan bahwa Milla merupakan sosok pelatih yang disiplin. Jordi Alba adalah salah satu korban ketegasan pelatih 51 tahun tersebut. ’’Sebab, saat itu Alba juga bermasah dengan attitude-nya,’’ jelasnya.

Lantas, apakah para pemain tersebut akan dipanggil saat timnas U-22 menjalani kualifikasi Piala Asia U-23 di Bangkok ? Fanny hanya bisa mengangkat bahu. ’’Itu bukan kewenangan saya. Tapi, sepertinya, pelatih sudah punya sebelas pemain terbaik. Siapa saja mereka, sabar saja, nanti dirilis dalam waktu dekat,’’ tuturnya.

Sementara itu, Evan Dimas memutuskan tidak mau berbicara banyak terkait dengan isu miring yang menimpanya. ’’Maaf, nanti ada waktu yang pas untuk saya bicara,’’ kata Evan seperti dilansir Jawa Pos. ’’Tapi, kalau lebih jelas, sebaiknya hubungi pelatih saja. Sebab, mereka yang lebih tahu semuanya,’’ imbuh pemain Bhayangkara FC tersebut.

Jangan Ketipu, Ini Informasi Resmi Soal Penerimaan CPNS

BOGOR DAILY– Hingga saat ini pemerintah hanya menerima calon pegawai negeri sipil (CPNS) dengan formasi khusus.  Kepala Biro Hukum Komunikasi dan Informasi Publik Kementerian Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi (PAN RB) Herman Suryatman menegaskan, untuk saat ini pemerintah masih konsisten melakukan moratorium dan penataan PNS.

Hanya saja terdapat penerimaan CPNS yang berasal dari formasi khusus yang sesuai dengan program prioritas Nawacita Presiden Joko Widodo (Jokowi).

Herman menjelaskan formasi khusus yang dibuka seperti Guru Garis Depan (GGD) yang nantinya ditugaskan untuk mengajar di wilayah terluar dan terpencil di seluruh wilayah Indonesia. Hal tersebut dilakukan mengingat masih banyak daerah di pedalaman yang kurang tersentuh pendidikan.

“Nantinya guru tersebut diberi jangka waktu untuk menetap di wilayah tersebut hingga beberapa tahun mendatang,” ujar Herman, Rabu (14/6).

Penerimaan CPNS dari formasi khusus selanjutnya adalah penyuluh pertanian. Karena memang tidak dapat dipungkiri keberadaan penyuluh pertanian sangat penting untuk mendorong petani meningkatkan produktivitasnya. Kemudian ada dokter dan bidan pegawai tidak tetap (PTT) Kementerian Kesehatan yang jumlahnya masih dirasa kurang untuk meningkatkan kualitas pelayanan kesehatan.

Oleh sebab itu, hingga saat ini pemerintah tetap konsisten melakukan moratorium, namun terdapat beberapa penerimaan CPNS yang berasal dari formasi khusus.

“Formasi tersebut bisa dikatakan khusus karena hanya orang yang memiliki keahlian tertentu yang dapat mengisi formasi tersebut, contohnya seperti GGD, dokter dan bidan PTT Kemenkes, lalu penyuluh pertanian,” katanya.

Selanjutnya ia mengatakan formasi khusus lainnya yang dibuka adalah formasi yang ada di lingkup Kementerian Hukum dan Hak Asasi Manusia (Kemenkumham) seperti penjaga lapas dan imigrasi. Hal tersebut dirasa penting mengingat jumlah warga binaan yang ada setiap lapas cukup banyak namun SDM penjaga lapas terbilang sedikit. Kemudian petugas imigrasi untuk mengantisipasi jumlah kunjungan wisatawan mancanegara ke Indonesia yang terus meningkat.

Selanjutnya calon hakim, merupakan formasi khusus yang disetujui oleh Kementerian PAN RB. Hal itu menimbang jumlah hakim baik di pusat maupun di daerah yang jumlahnya masih sedikit. Setidaknya ada sekitar 1.684 calon hakim yang disetujui oleh Menteri PAN RB Asman Abnur.

Berkenaan dengan hal tersebut disampaikan, hingga kini penerimaan CPNS dari jalur umum belum dibuka. Untuk mengetahui informasi lebih lanjut, masyarakat dapat memperoleh informasi dari instansi terkait.

“Jangan sampai terkecoh informasi tidak benar atau hoax. Kalau ingin tau perkembangan, silahkan konfirmasi langsung ke kami atau up date melalui menpan.go.id,” pungkas Herman‎.

Meninggal Saat Sujud, Pesan Terakhir Izhar Bikin Merinding

BOGOR DAILY– Para netizen dihebohkan dengan sebuah video salat tarawih berjamaah di Masjid Ittihaad, Tebet, Jakarta Selatan. Di sana terdapat satu jamaah yang tutup usia ketika tengah bersujud salat tarawih.

Hal ini terlihat dari akun Instagram Ustaz Yusuf Mansyur @yusufmansurnew, dia mengunggah video ketika jemaah yang diketahui bernama Izhar itu sujud. Tapi ketika jemaah lainnya berdiri, Izhar tetap sujud.

Ternyata Izhar tutup usia ketika tengah bersujud. Hal ini terekam oleh CCTV masjid hingga akhirnya viral di media sosial. “Innalilahi wa inna ilahi rajiun. Malam ini di Masjid Ittihaad Tebet, meninggal dalam keadaan sujud,” tulis Ustaz Yusuf Mansur, Selasa (13/6) malam.

Video itu telah ditonton 400 ribu lebih para netizen. Banyak yang mendoakan Izhar agar meninggal dalam keadaan husnul khotimah. Sementara yang mengomentari video itu ada lebih dari 4.000 komentar.

Dari informasi dihimpun, Izhar adalah warga berdomisili Bandung, Jawa Barat. Ketika meninggal, dia sempat dibawa ke RS Tebet untuk diperiksa, sebelum dimakamkan pihak keluarga.

Angga, salah seorang keponakannya yang ditemui di  rumah duka, mengungkapkan semacam firasat sebelum pamannya meninggal.

Menurutnya, beberapa hari sebelum pamannya meninggal pada Selasa (13/6), beredar video orang-orang yang meninggal saat sedang salat. Atas video yang ada di group whatsapp keluarga itu, lanjut Angga, pamannya spontan mengatakan ingin meninggal seperti itu.

“Saya ingin meninggal dalam keadaan husnul khotimah,” ujar Angga membacakan postingan WA pamannya. Tak hanya itu, Izhar tanpa alasan yang jelas juga sempat menyampaikan permintaan maaf kepada seluruh keluarganya.

“Kita juga nggak tahu kenapa (tiba-tiba minta maaf). Semua keluarga terhenyak dan merasa seolah-olah Pak Izhar akan pergi jauh. Ternyata beliau benar-benar meninggalkan keluarga besarnya,” lanjut Angga.

Pada malam saat pamannya meninggal, Angga juga melihat Izhar seperti terburu-buru pergi ke masjid saat adzan isya sedang berkumandang. Bahkan menurutnya setengah berlari Izhar berangkat ke masjid, seperti sudah terlambat saja (bd)

 

Mudik Pakai Mobil Dinas Siap-siap Kena Sanksi Gubernur Aher

BOGOR DAILY– Gubernur Jabar Ahmad Heryawan melarang pegawai negeri sipil (PNS) mudik Lebaran 2017 menggunakan kendaraan dinas. Para PNS yang tetap membandel atau nekat memakai mobil dinas untuk aktivitas mudik akan kena sanksi sesuai aturan berlaku.

Larangan penggunaan mobil dinas ini diatur dalam Peraturan Menteri Pendayagunaan Aparatur dan Reformasi Birokrasi (Menpan RB) Nomor 87/2005 tentang Pedoman Peningkatan Pelaksanaan Efisiensi, Penghematan dan Disiplin Kerja. “Kita ikuti saja seperti apa yang dikatakan Menpan,” kata Aher, sapaan Heryawan, saat ditemui di Gedung Sate, Jalan Diponegoro, Kota Bandung, Rabu (14/6/2017).

Ia menyatakan, tidak akan segan memberi sanksi bila terbukti ada anak buahnya membawa mobil dinas atau mobil operasional pemerintah daerah untuk mudik. Aher mengingatkan adanya sanksi jika aturan tersebut dilanggar PNS.

“Urusan sanksi mah tinggal diatur, kita ikuti saja karena setiap tahun saya ditanya soal ini. Tahun ini jawabannya sudah dijawab terlebih dulu oleh Pak Menpan, kalau dulu kan beragam jawabannya tergantung keadaan,” ucap Aher.

Sah! PPP Milik Kubu Romahurmuziy

BOGOR DAILY– Pengadilan Tinggi Tata Usaha Negara (PT TUN) Jakarta membalik keadaan soal kepengurusan PPP. PT TUN menyatakan PPP yang sah adalah di bawah kepengurusan Romahurmuziy sesuai SK Kemenkum HAM.

Kasus bermula saat Surat Keputusan Menteri Hukum dan HAM Nomor: M.HH-06.AH.11.01 Tahun 2016 tentang pengurus DPP PPP 2016-2021. Dalam SK itu ditetapkan Ketua Umum PPP adalah Romahurmuziy.

Kubu Djan Faridz tidak terima dengan keputusan Kemenkum HAM tersebut dan menggugatnya ke PTUN Jakarta. Gugatan Djan Faridz dikabulkan pada 22 November 2016. PTUN Jakarta membatalkan SK Kemenkum HAM itu.

Atas hal itu, Menkum HAM dan PPP kubu Romahurmuziy mengajukan banding. Gayung bersambut. Permohonan banding itu dikabulkan.

“Membatalkan putusan Pengadilan Tata Usaha Negara Jakarta Nomor 97/G/2016/PTUN.JKT, tanggal 22 November 2016 yang dimohonkan banding. Menyatakan gugatan Penggugat/Terbanding tidak diterima,” putus majelis hakim sebagaimana dikutip dari website MA, Rabu (13/6/2017).

Vonis itu diketok oleh ketua majelis Kadar Slamet dengan anggota Riyanto dan Slamet Suparjoto.

“Oleh karena yang dipersoalkan Penggugat/Terbanding adalah isi atau substansi dari obyek sengketa, yaitu tentang Pengesahan Susunan Personalia DPP PPP hasil muktamar islah di Pondok Gede, maka sebagaimana telah dipertimbangkan, penyelesiannya mestinya mengacu pada ketentuan dasar yang mengatur tentang penyelesaian perselisihan partai politik dalam UU Nomor 2 Tahun 2011,” demikian pertimbangan majelis

Lima Bocah Tanggung Salat Sambil Berlagak Mabuk Jadi Viral

BOGOR DAILY– Entah apa dipikiran bocah-bocah tanggung ini. Karena ulahnya mempermainkan salat, mereka dikecam oleh berbagai kalangan. Dengan bertelanjang dada, mereka menampilkan gerakan  salat namun berlagak bak seorang yang sedang mabuk.

Kelakuan tak pantas itu seperti terlihat dalam foto yang diunggah Rusli Gemboz di akun facebooknya. Pemuda itu beralamat di Kelurahan Salo, Kecamatan Watang Sawitto, Kabupaten Pinrang, Sulawesi Selatan.

Foto itu mendadak sontak menuai kecaman dan kritikan dari warganet. Pemilik akun Facebook Iswandi Haris mengomentari foto tersebut itu dengan meminta polisi mengamankan para pemuda itu karena dianggap telah melecehkan salat yang menjadi salah satu rukun Islam.

Ini seperti di dalam masjid. Penistaan agama ini, pak Polisi mana ini? Kenapa tidak diamankan?” tulis Iswandi Haris di kolom komentar.

Senada dengan komentar para warganet, Ketua Majelis Ulama Indonesia (MUI) Kabupaten Pinrang, AGH Yunus Samad, juga mengecam tingkah tak etis para pemuda lewat foto yang diunggah tersebut. Ia meminta aparat hukum untuk mencari dan menangkap para pemuda tersebut.

“Salat ini tiangnya agama dan sakral dalam Islam. Ini sama saja melecehkan agama,” kata Yunus saat dikonfirmasi pada Selasa, 13 Juni 2017.

Dihubungi terpisah, Kapolres Pinrang AKBP Adhi Purboyo mengaku belum mengetahui perihal foto yang menjadi viral tersebut. Meski begitu, ia menegaskan pihaknya akan segera menyelidiki kasus tersebut. Jika terbukti ada indikasi pelecehan, polisi akan menangkap para pemuda tersebut.

“Akan segera kami lakukan penyelidikan dan jika terbukti kami akan tindak tegas sesuai hukum yang berlaku,” kata Adhi.

Belakangan dengan banyaknya warganet yang mengecam, pemilik akun Facebok tersebut telah menghapus foto gerakan salat kontroversial itu

Gagal Menyalip, Pengendara Motor Jatuh ke Kolong Tronton

BOGOR DAILY– Pengendara sepeda motor, Ronal Ivand Situmorang (45) tewas seketika setelah terlindas truk tronton. Kecelakaan maut yang merenggut nyawa pegawai salah satu bank swasta ini terjadi di ruas Jalan Siliwangi, Kecamatan Cicurug, Kabupaten Sukabumi, Jawa Barat, Rabu (14/6/2017) pagi.

Insiden maut ini terjadi ketika warga Kampung Lebak Sinyar RT 03/06, Kelurahan/Kecamatan Cicurug ini mengendarai sepeda motor bernopol F 6955 QV, melaju dari arah Sukabumi-Bogor menuju kantornya.

Sampai di Jalan Siliwangi, dia berusaha menyalip tronton bermuatan air minum dalam kemasan (AMDK) bernopol B 9813 TEU di sebelah kanan. Sial baginya, motornya oleng hingga terjatuh tepat di ban belakang truk, hingga badannya tergilas. Akibat kejadian itu, arus lalu lintas sempat tersendat. Namun, setelah sejumlah petugas kepolisian mengatur lalin, arus kendaraan kembali terurai.

“Kasus kecelakaan ini tengah dalam penyelodikan. Sopir dan truk, termasuk beberapa saksi dibawa ke Unit Laka Lantas untuk dimintai keterangan. Untuk jasad korban sudah dievakuasi ke RSUD Sekarwangi,” terang Anggota Satlantas Polres Sukabumi Aiptu Tugino.

Pantang Menyerah, Polri Siapkan Blue Notice Cari Habib Rizieq

BOGOR DAILY– Kepolisian Republik Indonesia telah memastikan akan mengeluarkan blue notice kepada Interpol untuk meminta bantuan mencari dan melacak keberadaan Rizieq Syihab. Karena Pimpinan FPI itu menjadi tersangka kasus chat pornografi yang tengah berada di Arab Saudi.

“Jadi kita terbitkan blue notice untuk kita mintakan yang bersangkutan untuk dicari,” kata Karopenmas Divhumas Mabes Polri Brigjen Rikwanto di lapangan Bhayangkara Polri, Jakarta Selatan, Rabu (14/6).

Rikwanto menjelaskan, mekanisme blue notice hanya untuk memastikan keberadaan dan kegiatan pimpinan FPI itu selama di Arab Saudi. “Blue notice itukan isinya menanyakan di mana dia, kegiatannya apa? Posisi di mana dan kegiatannya apa,” tuturnya.

Dia mengungkapkan, pihaknya terus menjalin komunikasi dengan kepolisan Arab Saudi dan instansi terkait di sana. Menurutnya, komunikasi police-to-police lebih efektif dalam penanganan kasus tersebut.

“Lebih efektif police to police, semua yang diduga di mana keberadaannya ada kita jalin komunikasi,” tuturnya.

Meskipun demikian, Rikwanto mengaku, akan mengikuti semua aturan perundangan dan hukum internasional yang berlaku untuk mengupayakan kepulangan Rizieq ke Indonesia. “Kita harus tunduk kepada perundangan dan juga kepada hukum internasional mana yang bisa mana yang tidak,” imbuhnya.

Di sisi lain tersiar kabar tentang penangkapan Rizieq di Turki, menurut Rikwanto pihaknya belum memvalidasi kebenaran kabar tersebut. “Saya belum dapat informasi kita pikir tidak benar,” tutupnya.

Mau Nikah, Saldo Tunangan Cuma Rp700 Ribu. Asworo Nekat Bunuh

BOGOR DAILY– Asworo (33), masih menjalani pemeriksaan intensif oleh penyidik Subdit III Jatanras Direktorat Reserse Kriminal Umum Polda Sumsel setelah ditangkap di Lampung. Asworo diduga merupakan pembunuh tunggal calon istrinya, Chatrina Wiedyawati alias Wiwit (30).

Dari sumber yang dilansir merdeka.com, motif pembunuhan itu diduga karena Asworo bingung tidak punya uang untuk persiapan pernikahannya dengan korban pada September 2017. Apalagi dirinya baru mengetahui saldo di rekening milik korban hanya sekitar Rp 700-an ribu saja.

Pusing dengan saldo uang yang tak diharapkan karena di luar dugaan, Asworo mulai kesal dan akhirnya merencanakan pembunuhan. Dia pun berpura-pura mengajak tunangannya terbang ke Yogyakarta untuk melakukan pre-wedding.

Rencana jahat mulai dia lancarkan saat itu. Asworo menjemput korban di indekosnya kawasan Prabumulih, Minggu (7/5). Sebelum terbang, Asworo mengajak korban menginap di Hotel Aza Palembang.

Namun Asworo tidak ikut menginap di kamar itu. Namun, dia justru pulang ke mess tempatnya bekerja di kawasan Ilir Timur II Palembang.

Keesokan harinya, Asworo kembali ke hotel untuk menjemput Wiwit menggunakan mobil yang disewanya. Lantas, dia mengajak korban ke Bandara Sultan Mahmud Badaruddin II Palembang untuk terbang ke Yogyakarta.

Ternyata, Asworo belum memesan tiket pesawat. Padahal, mereka rencanakan ke Yogyakarta pada hari itu juga. Akhirnya mereka memutuskan menuju ke Bandara Sultan Mahmud Badaruddin II Palembang dengan mengendarai mobil Innova hitam yang disewanya di kawasan Kebun Sayur, Kecamatan Sukarami, Palembang, (8/5).

Sambil mengemudi, Asworo menonjok wajah tunangannya yang duduk di sampingnya. Dengan emosi, Asworo mengambil kunci setir dan memukuli korban berkali-kali.

Dalam kondisi kritis dan terluka parah, korban sempat mengingatkan Asworo dengan menyebut nama seorang Romo (panggilan pemuka Katolik). Namun, Asworo justru brutal memukuli tunangannya itu.

“Ingat Romo mas,” demikian kata korban saat berlumuran darah seperti ditirukan sumber di kepolisian.

Kapolda Sumsel Irjen Pol Agung Budi Maryoto mengungkapkan, Asworo kini masih menjalani pemeriksaan intensif untuk mengetahui kronologis dan motif pembunuhan.

“Sekarang lagi diperiksa intensif tentang motifnya,” ungkap Agung, Selasa (13/6).

Untuk diketahui, jasad Wiwit ditemukan di semak-semak kawasan Jalan Sukabangun II, Kelurahan Sukajaya, Sukarami, Palembang, Kamis (11/5). Jenazah korban telah membusuk dan sulit dikenali. Di tubuhnya terdapat luka di kepala, bagian depan dan belakang akibat benda tumpul. Ada juga luka di wajah dan langit-langit mulut.

Wiwit rencananya akan menikah dengan Asworo pada September 2017. Mereka menjalin hubungan asmara saat bertemu di gereja satu tahun lalu.

Wiwit sempat menghubungi keluarga untuk datang ke Yogyakarta bersama calon suaminya dengan tujuan menggelar preweding sehari sebelum hilang kontak. Dia meminta dijemput di bandara jika telah tiba. Namun begitu dijemput, Wiwit tak terlihat dan tidak masuk dalam manifes penumpang pesawat (merdeka)