Sunday, 12 April 2026
Home Blog Page 9039

Manjakan Pemudik, Jasa Raharja Siapkan 12 Posko

BOGOR DAILY– Menghadapi arus mudik Lebaran 2017, PT Jasa Raharja (Persero) Jawa Barat akan menyiagakan 12 posko pengamanan (Pospam) yang akan disebar di beberapa titik jalur darat.

“Itu dipergunakan untuk masyarakat yang menggunakan jalur darat, terutama pengguna kendaraan roda dua,” ujar Kepala Cabang PT Jasa Raharja Jabar Eri Martajaya

Dikatakannya, Pospam akan berada di wilayah Tasikmalaya, Cikopo, Bekasi dan di beberapa rest area Jawa Barat. Selain itu, akan disiapkan pula beberapa kebutuhan pemudik ketika mereka singgah.

“Ada pengobatan gratis, dan yang paling penting posko tersebut bisa digunakan untuk mempercepat pembayaran santunan,” jelas Eri.

Eri menambahkan, sampai saat ini belum ada instruksi lebih lanjut dai Jasa Raharja pusat terkait posko pengamanan selama arus mudik. Menurutnya, ia masih menunggu untuk mendapatkan arahan lebih lanjut.

“Bantuan kepada polisi akan disediakan, namun setelah ada instruksi dari kantor pusat. Ambulance pun akan disiapkan nantinya,” tandasnya

Leher Balita Rancabungur Dicekik, Perut Dipukul Sampai Tewas

BOGOR DAILY–  Sejak penangkapan Jaya (33), pembunuh balita Rancabungur bernama Siti Anggun (3) polisi berhasil mengungkap motif pelaku yang tak lain pamannya sendiri. Kepada polisi, pelaku mengaku sengaja menghabisi nyawa Anggun lantaran kesal dengan orang tuanya.

Jaya telah dilangkahi adiknya sendiri, Majen yang lebih dulu menikahi seorang janda bernama Eni. Sebelum pernikahan, ia dijanjikan akan mendapat uang pelangkah, namun hal itu tak kunjung diterima. Demi meluapkan kekesalannya, ia pun gelap mata hingga nekat menghabisi nyawa Anggun, anak Eni dari suaminya terdahulu.

. “Pelaku menenggelamkan korban sebanyak tiga kali. Korban sempat menangis namun tak dihiraukan pelaku. Sampai akhirnya korban lemas tidak berdaya namun masih hidup,” lanjutnya.

Bak orang kesetanan, Jaya pun kembali membawa korban ke semak-semak dan menganiaya dengan tangan kosong. “Di semak-semak itulah korban mengembuskan napas terakhirnya. Korban dicekik mendapatkan pukulan di bagian leher kanan sebanyak tiga kali, perutnya satu kali serta paha kanan dan kiri satu kali,” imbuhnya.

Dirinya menambahkan, setelah memastikan korban sudah tak bernyawa lagi. Pelaku langsung menutupi seluruh badan korban dengan tanah bertujuan agar tidak terlihat atau ditemukan orang lain. “Pelaku sengaja menghabisi nyawa korban di semak-semak supaya tidak diketahui siapapun,” ujarnya.

Sementara itu, Kasat Reskrim Polres Bogor AKP Bimantoro Kurniawan menuturkan, tersangka berhasil diamankan setelah melarikan diri ke salah satu pondok yang ada di Jasinga. Penangkapan ini sendiri tak mendapatkan perlawanan berarti dari pelaku. “Kita berhasil mengamankan pelaku tadi Subuh (kemarin). Dari hasil pemeriksaan pelaku mengakui perbuatannya,” kata Bimantoro.

Guna mempertanggungjawabkan perbuatannya, sambung dia, pelaku dijerat dengan Kitab Undang-undang Hukum Pidana (KUHP) dilapis dengan Undang-Undang Perlindungan Anak, dengan ancaman maksimal 20 tahun penjara. “Maksimal 20 tahun penjara,” tutupnya.

Tragis, Balita Rancabungur yang Tewas Juga Diperkosa Pamannya

BOGOR DAILY– Di balik pembunuhan sadis balita Rancabungur, Siti Angun (3), terkuak fakta mengejutkan. Sebelum Anggun tewas dibunuh, paman tirinya, Jaya (33) sudah lebih dulu memerkosa keponakannya di rumah korban di Kampung Bantarkambing, RT 01/10, Desa Bantarjaya, Kecamatan Rancabungur.

Kepada polisi, Jaya mengaku pernah menyetubuhi Anggun pada Februari lalu saat kedua orang tuanya tidak di rumah. Kapolres Bogor AKBP AM Dicky menuturkan, pelaku dengan tega menghabiskan nyawa korban karena ketakutan korban akan memberitahukan tindak pemerkosaan itu kepada kedua orang tuanya.

Pemerkosaan ini juga dilakukan pelaku dengan alasan ingin membalas kekesalan atas pernikahan adiknya, Majen dengan ibu kandung Anggun, Eni.  “Dari situlah pelaku berniat melakukan pembunuhan atau menghabisi nyawa korban,” kata Dicky.

Menurutnya, pembunuhan ini bermula saat pelaku sedang berada di kediamannya. Pelaku mencari keberadaan korban yang diketahui sedang berada di luar rumah. Ketika itu, korban yang sedang bermain dengan ketiga teman-temannya akhirnya dipanggil pelaku.

“Pelaku melambaikan tangan kepada korban dan memanggil korban agar menghampirinya. Setelah korban datang pelaku langsung menggendong korban sampai membuatnya menangis,” ucapnya.

Setelah membawa korban, dilanjutkan dia, pelaku langsung membawa ponakannya itu ke selokan yang jaraknya kurang lebih seratus meter dari rumahnya.

Di lokasi itulah pelaku langsung menganiaya korban. “Tubuh korban diceburkan ke dalam selokan. Jaya juga dengan buasnya mencekik leher korban,” terang Dicky.

 

 

 

Bolak Balik Jadi Residivis, Dua Kurir Sabu Diringkus Lagi

BOGOR DAILY– Seolah tak kapok jadi penghuni sel tahanan, dua residivis, yakni Khaerudin alias Douglas (36) dan Heri (46) kembali berurusan dengan polisi. dari tanganya, polisi mendapatkan barang bukti narkoba berupa sabu.

“Mereka ditangkap di dua wilayah berbeda,”ungkap  Kompol Siswanto Kapolsek Bojonggede.

Keduanya merupakan pemain lama yang sudah dua kali masuk Lapas. Tersangka diamankan di kontrakannya di Kelurahan Pabuaran Desa Bojonggede.

Sedangkan tersangka, Heri (46) ditangkap di Kampung Sawah Desa Bojonggede pada saat akan mengirimkan barang pesanan kepada seseorang, ungkap Siswanto.

Keberhasilan Polsek Bojonggede ini merupakan kerjasama yang baik antara masyarakat dengan pihak Kepolisian, dimana Polisi mendapatkan informasi dari masyarakat tentang maraknya peredaran Narkoba di wilayah Bojonggede, imbuhnya.

Dari hasil penggerebekan, Polsek Bojonggede mengamankan 6 paket shabu berikut 2 tersangka,”kegiatan tersebut dipimpin langsung oleh Kanit Reskrim Polsek Bojonggede Iptu Ade Ahmad Sudrajat, SH beserta anggota Buser Polsek Bojonggede, terangnya.

Untuk mempertanggung jawabkan perbuatan nya, kedua tersangka di jerat Pasal 112 dan pasal 114 Undang-undang RI No 35 tahun 2009 tentang Narkotika dengan ancaman hukuman kurang lebih 7 tahun penjara. Keduanya diduga sebagai Kurir Narkoba, pungkasnya,

Kabur ke Ponpes, Pembunuh Balita Rancabungur Ditangkap

BOGOR DAILY– Pelaku pembunuhan sadis bocah tiga tahun Siti Anggun di Kampung Bantar Jaya RT01/10, Desa Bantar Jaya, Rancabungur, berhasil ditangkap, Jumat (9/6/2017) pagi sekitar pukul 06.20 WIB. Saat ditangkap Jaya tengah tertidur disebuah kamar di area Pondok Pesantren di Kampung Sidak 04/04, Kecamatan Jasinga.

“Kami mulai penangkapan sejak menghilangnya Anggun. Petugas menyisir ke teman-teman korban dan tempat korban biasa bergaul mulai pasar TU, Mawar, sampai pagi hari,” ujar Kapolsek Rancabungur Iptu Gatot Sarwoko.

Setelah melacar=k jejak keberadaan Jaya, polisi berhasil menemukan persembunyian korban. Selepas sahur sekitar pukul 04.30 WIB, petugas meluncur ke sebuah wilayah pedalaman Jasinga.

“Baru satu hari dia di tempat itu. Waktu kami tangkap sedang ada di dalam obong santri (kamar). Dia pernah nyantri di situ,” terang Gatot.

Berdasarkan pengakuan Jaya kepada polisi, setelah membunuh keponakannya itu ia sempat ketakutan. Jaya merasa bersalah dan hatinya tidak tenang. Akhirnya, ia pun pergi ke beberapa tempat. Sampai pemuda itu memutuskan kembali ke sebuah pesantren tempat di mana ia menimba agama dulu.

“Dia lupa pergi kemana ajanya. Akhirnya dia inget saya mau nyantri lagi dan pergi ke Jasinga,” ucapnya.

Atas perbuatannya, Jaya diancam Pasal 338 atau Pasal 340 KUHP atas perbuatan pembunah atau direncanakan serta dijerat Undang-Undang Perlindungan Anak nomor 35 tahun 2014.

“Ancaman bisa lebih dari 15 tahun penjara saat ini proses hukum diserahkan ke Unit (PPA) Perlindungan Perempuan dan Anak,” tandasnya.

Santainya Gaya Jokowi Pakai Jeans dan Sepatu Kets

BOGOR DAILY– Presiden Joko Widodo atau Jokowi  melakukan kunjungan kerja ke Tasikmalaya, Jawa Barat. Ada yang berbeda dari penampilan Jokowi. Kali ini Jokowi memilih gaya yang lebih santai.

Dia tetap mengenakan kemeja putih lengan panjang yang biasa digunakannya. Bedanya, kemeja putih kali ini tidak dipadukan dengan celana panjang hitam, melainkan celana jeans panjang warna biru.

Kesan santai dari penampilan Jokowi ini semakin terlihat dengan kakinya yang dibungkus sepatu kets. Sepatu abu-abu berlambang centang itu menggantikan sepatu pantofel yang biasa melekat di kaki Jokowi.

Penampilan seperti ini memang bukan pertama kali digunakan Jokowi. Saat berkunjung ke Natuna, Kepulauan Riau, Jokowi  juga menggunakan pakaian santai.

Saat itu, dia menggunakan kemeja putih, celana jeans biru, dan sepatu pantofel hitam. Jaket hijau khas tentara melengkapi penampilannya saat itu.

Gaya pakaian yang berbeda juga ditunjukkan ketika berangkat ke Semarang, Jawa Tengah, 8 Januari 2017. Kala itu Jokowi akan menghadiri Maulid Nabi Muhammad SAW bersama Habib M Lutfi Bin Yahya di Gedung Kanzus Sholawat.

Ketika itu, Jokowi tampak mengenakan kemeja putih lengan panjang dan jas hitam. Yang berbeda, Jokowi mengenakan sarung.

Di Ciamis dan Tasikmalaya, Jokowi  akan menyerahkan Kartu Indonesia Pintar (KIP) kepada ribuan siswa. Kegiatan dilanjutkan dengan penyerahan sertifikat hak atas tanah serta program bantuan sosial lainnya seperti Pemberian Makanan Tambahan dan Program Keluarga Harapan

Ada Aksi Bela Ulama 96, Polisi : Silahkan Saja, Tapi…

BOGOR DAILY– Meski dilarang polisi, massa alumni 212 tetap akan menggelar Aksi Bela Ulama 96. Polisi siaga melakukan pengamanan mengantisipasi aksi tersebut.

Wakil Kapolres Metro Jakarta Pusat, AKBP Asep Guntur, mengatakan pihaknya akan melakukan pengamanan jika aksi tersebut benar terjadi.
“Iya pengamanan, pengamanan saja” ujar Asep saat ditemui detikcom, di Tugu Proklamasi Kemerdekaan, Jalan Proklamasi, Pegangsaan, Menteng, Jakarta Pusat, Jumat (9/6/2017)

Menurut dia, tidak masalah jika aksi diisi dengan kegiatan ibadah dari salat Jumat hingga tarawih. Asep menuturkan tidak ada larangan warga untuk menjalankan ibadah di rumah ibadah.

“Mereka akan menjalankan ibadah ya tidak masalah, itu kan hak mereka. Tugas kami hanya menjaga keamanan saja asal tidak orasi politik, karena kalau mau orasi politik ya jangan di masjid harusnya di Monas atau DPR,” tuturnya.

Ketua Presidium Alumni 212 Ustaz Ansufri Idrus Sambo sebelumnya memastikan acara bertema ‘Aksi Bela Ulama’ ini akan tetap digelar di Masjid Istiqlal karena merupakan hak konstitusional.

Aksi Bela Ulama tersebut akan diisi tablig akbar, lalu zikir dan doa. Dalam acara ini juga akan disampaikan pernyataan sikap dari Presidium Alumni 212 mengenai kasus dugaan konten porno yang tengah melibatkan imam besar FPI Habib Rizieq Syihab.

Sementara itu,, Protokoler Masjid Istiqlal Abu Hurairah memastikan tidak memberi izin ‘Aksi Bela Ulama 96’. Abu mengatakan Masjid Istiqlal telah mempunyai agenda rutin yang tidak bisa diganggu pada Jumat hari ini. Namun, Abu Hurairah tidak memberikan penjelasan lebih lanjut kegiatan apa saja yang dilakukan tersebut.

Video: Satpol PP Bubarkan Paksa Pengunjung Biliar di Dramaga

BOGOR DAILY– Petugas Satpol PP Kota Bogor membubarkan paksa pengunjung yang asik bermain Biliar di kawasan Dramaga Kota. Ini sesuai dengan adanya larangan bagi Tempat Hiburan Malam (THM) untuk beroperasi. Adanya pembubaran ini membuat para pengunjung berhamburan.

Sementara pihak pengelola pun terpaksa menutup tempat bisnisnya lebih awal. Dalam pembubaran itu, Satpol PP juta mengultimatum agar pengelola Biliar tidak lagi beroperasi selama Bulan Ramadan.

Anggota Satpol PP Kota Bo­gor diterjunkan untuk menutup paksa THM yang masih bero­perasi selama Ramadan. Ke­pala Seksi Urusan Keamanan dan Ketertiban pada Satpol PP Kota Bogor Hermawan men­gatakan, selama bulan puasa, sejumlah THM memang dilarang beroperasi di siang maupun malam hari. Tujuannya untuk menjaga ketenteraman masy­arakat yang melaksanakan puasa di wilayah Kota Bogor.

“Kita sudah melakukan pa­troli di sejumlah wilayah Kota Bogor dan akhirnya kita me­nemukan THM yang masih buka. Padahal sesuai SK Wali Kota, THM di Kota Bogor tidak boleh beroperasi hingga tiga hari setelah Lebaran,” ujarnya

Berikut Videonya:

Galang Dukungan Jadi Bupati, Begini Aktivitas AY Selama Puasa

BOGOR DAILY– Puasa jadi momentum bagi Ade Yasin (AY) untuk memperkuat dukungan terhadap dirinya yang bakal mencalonkan diri jadi Bupati Bogor.  Selama Bulan Ramadan, AY pun sering menggelar buka bersama (bukber) sekaligus tarawih keliling (tarling).

Seperti yang dilakukannya bersama warga di Kampung Lebak Jaya, RT 002/006 Desa Sukaresmi, Kecamatan Tamansari, Kabupaten Bogor, Kamis (08/06) kemarin.

Dua kegiatan yang masuk dalam rangkaian kegiatan safari ramadhan 2017 yang digagas langsung tim Rahmat Yasin Center (RYC) ini, dihadiri sejumlah tokoh penting di Kabupaten Bogor di antaranya Ketua DPC PPP Kabupaten Bogor, Elly Halimah, Direktur RYC, Jaenal Syafrudin, tim sukses AY, Jamaah Perempuan RYC, tokoh serta unsur kemasyarakatan lainnya.

Pada kesempatan itu, AY dan Ketua DPC PPP Kabupaten Bogor menyempatkan diri menyapa dan berbincang-bincang dengan ibu-ibu pengajian.

“Semoga saja, pertemuan ini dapat menjadi momentum untuk lebih menjalin silaturahmi, sekaligus menjadi gerbang pembuka tujuan kita untuk membangun Kabupaten Bogor yang jauh lebih baik dan lebih maju lagi,” ujarnya.

Sementara itu, Ketua DPC PPP Kabupaten Bogor, Elly Halimah menambahkan, kegiatan yang digagas langsung RYC ini selain sebagai ajang memperkenalkan figur AY kepada masyarakat, juga sebagai media silaturahmi antara PPP dengan semua lapisan masyarakat.

“RYC ini bukan hanya sebagai wadah PPP, namun sebagai ajang silaturahmi masyarakat dengan latar belakang partai atau status sosial yang berbeda-beda. Jadi lewat tarling ini, kami akan mengusung AY sebagai Bupati Bogor tahun 2018, yang semoga saja sosoknya mampu membawa Kabupaten Bogor menjadi kabupaten termaju,” paparnya.

Diakuinya, kegiatan ini sangat efektif dan bisa dijadikan tolak ukur untuk mengetahui sejauh mana antusias atau dukungan masyarakat terhadap AY yang juga menjabat Ketua DPW PPP Jawa Barat tersebut.
“Alhamdulillah, dengan banyaknya warga yang hadir dalam kegiatan ini, menjadi sebuah tolak ukur, bahwa dukungan untuk AY kian mengalir,”tambahnya.

Bayi Raksasa Ini Gemparkan Dunia

BOGOR DAILY– Bayi pada umumnya berukuran mungil dan imut. Tetapi tidak bagi bayi yang baru saja dilahirkan Chrissy Corbitt. Masih imut tetapi besar. Bagaimana tidak, Corbitt yang tinggal di Florida melahirkan bayi perempuan cute yang beratnya mencapai 6,12 kilogram pada 15 Mei lalu.

Beratnya hampir dua kali lipat berat bayi pada umumnya. Dilahirkan di Orange Park Medical Center di Florida, bayi imut tapi besar itu diberi nama Carleigh. ”Saat dokter menarik dia dari tubuh saya, saya hanya mendengar semua tim medis tertawa di kamar operasi,” kata Chrissy kepada ABC News.

”Mereka kemudian menebak-nebak berat bayi. Ketika mereka menunjukkan kepada saya beratnya mencapai 6,12 kg, saya tidak percaya. Dia sangat besar. Seperti menarik anak kecil dari perut saya,” tambahnya.

Carleigh sangat besar sampai-sampai dokter menganggap dia mengandung anak kembar. ”Pipinya sangat gembul dan dia diselimuti lemak. Dia cantik sudah pasti,” kata sang ayah Larry. Besarnya bayi perempuan raksasa Carleigh sangat tidak terduga dan bikin terkejut. Pasalnya, di bulan-bulan terakhir kehamilannya, berat badan Chrissy sama sekali tidak naik. (Jawa Pos)