Sunday, 12 April 2026
Home Blog Page 9041

Edaran Bupati Dicueki, Rumah Makan Tetap Buka Selama Puasa

BOGOR DAILY- Surat edaran Bupati Bogor, yang melarang rumah makan buka siang hari selama bulan suci ramadan, tak sepenuhnya dipatuhi. Terutama rumah makan di daerah perbatasan Kabupaten Bogor dengan Depok.

Seperti Soto Bogor Cipta Rasa di Jalan Baru, Desa Cikeas Udik. Sejak awal Ramadan, rumah makan ini tetap buka siang hari. Untuk menghindari razia, tempat usaha ini memakai alamat Jalan Baru Leuwinanggun, Kota Depok.

Tempat itu pun ramai pengunjung setiap harinya. Para pengunjung bebas makan di area terbuka itu. Menurut pengelola, mereka tidak mendapat pemberitahuan dari pemerintah terkait imbauan penutupan usaha selama Ramadan.

Pedagang Soto, Jamal mengatakan, pihaknya tidak mendapat pemberitahuan dari Pemerintah Kabupaten Bogor, terkait penutupan usaha atau memasang tirai selama Ramadan ini.

“Kami pasang spanduk saja karena belum ada pemberitahuan dari pemerintah,” ujarnya..

Menanggapi hal itu, Kepala Unit Satpol PP Kecamatan Gunungputri, Nurhaida menerangkan, pihaknya segera melayangkan surat teguran kepada pemilik usaha. Mereka berharap para pengusaha kuliner dan rumah makan dapat menghormati orang yang berpuasa.

“Kalau tidak bisa menghormati yang puasa. Biar kami tegur dan surat edaran Bupati Bogor akan saya berikan,” tegasnya. Dia mengaku, sudah melakukan penyebaran surat edaran sejak lama. Namun, ada saja pengelola rumah makanan yang terlewat.

Kades Tamansari Ditangkap Satreskrim Polres Bogor, Ini kasusnya

BOGOR DAILY– Jajaran Satuan Reserse dan Kriminal (Satreskrim) Polres Bogor menangkap Kepala Desa Tamansari, Kecamatan Tamansari, Kabupaten Bogor, Gumilar Suteja (GS), Selasa malam (6/6/2017). Sekitar pukul  12.00 WIB. GS dijemput di rumahnya dan langsung diamankan ke Mapolres Bogor.

Dari informasi yang dihimpun, Kades GS ditangkap karena diduga terlibat kasus penipuan, pemalsuan, dan penggelapan sebidang tanah di Kecamatan Tamansari.  Kades GS disebut-sebut telah menyewakan sebidang tanah ke pihak perusahaan provider untuk mendirikan Base Transceiver System (BTS) atau tower pemancar telekomunikasi.

“Padahal, tanah tersebut sudah ada pemilik sahnya. Bahkan si pemilik sudah punya bukti sertifikat tanah tersebut. Si pemilik tanah tak tahu menahu tanahnya disewakan oleh Kades GS. Modusnya, GS diduga memalsukan surat-surat tanah tersebut termasuk letter c,” ungkap sumber.

Kasatreskrim Polres Bogor, AKP Bimantoro Kurniawan, yang dikonfirmasi membenarkan bahwa pihaknya telah melakukan penangkapan Kades GS. “Ya, sedang dalam pemeriksaan. Selanjutnya silakan bisa menghubungi Kabag Humas Polres Bogor Ibu Ita,” tegasnya singkat, Kamis (8/6/2017).

Sementara itu, Kabag Humas Polres Bogor, AKP Ita Puspita Lena, belum memberikan keterangan resmi saat dikonfirmasi.

Pembuat Situs Baladacintarizieq ada di Amerika

BOGOR DAILY- Polisi masih melacak dalam dari tersebarnya chat porno yang melibatkan ulama kondnag Habib Rizieq  Shihab dengan seorang wanita bernaam Firza Husein. Hasilnya, diketahui jika pembuat situs ‘baladacintarizieq’ yang menjadi heboh berada di Amerika Serikat. .

“Itu dari luar, dari Amerika, Anonymus. Kami sedang lakukan penyelidikan,” kata Kapolda Metro Jaya Irjen POl Mochamad Iriawan di Mapolda Metro Jaya, Semanggi, Jakarta Selatan, Kamis (8/6/2017).

Situs tersebut memuat konten pornografi. Terdapat foto seorang perempuan telanjang serta percakapan tak senonoh antara orang diduga Rizieq dan Firza.

Menurut Iriawan, untuk melacak pembuat situs itu tidak mudah bagi polisi. Sebab, pembuatnya berada di luar negeri.

“Ya itu kan’ dari luar, kami tidak gampang. Kalau di dalam (negeri) enak, kami bisa langsung. Kalau luar kan’ kami mesti koordinasi dengan mereka,” kata Iriawan.

Iriawan menyatakan pihaknya sudah berupaya berkoordinasi dengan Federal Bureau of Investigation (FBI) dan Pemerintah Amerika Serikat.

“Kan’ saya bilang, ini mesti koordinasi dengan pemerintah setempat. Tak segampang itu. Yang jelas kami lakukan terus,” katanya.

Persija Main di Pakansari, 1.800 Polisi Siaga Tawuran

BOGOR DAILY– Jelang pertandingan liga 1 Gojek Traveloka di Stadion Pakansari Cibinong, Kabupaten Bogor pada Kamis (8/6/2017) hari ini, antara Persija Jakarta melawan PS TNI , Polres Bogor agar menyiagakan ribuan personel.

Menurut Kapolres Bogor, AKBP Andi M Dicky, ribuan personel gabungan itu akan berjaga di sejumlah titik.

Mengingat dari beberapa kejadian, supertor Persija atau The Jak terlibat kericuhan di wilayah Bogor. “Ya, pengamanan akan melibatkan 1800 personil,” ujarnya

AKBP Dicky melanjutkan, pengamanan juga melibatkan BKO Brimob dan Shabara Polda Jabar yang akan disebar dititik rawan tawuran suporter.

“Titik rawan sudah kami waspadai, nanti juga ada anggota yang tidak berseragam berjaga dilokasi rawan tawuran,” tandasnya.

Usai Makan Gorengan, Jokowi Salat di Pos Polisi Jagorawi

BOGOR DAILY– Rabu (7/6), Presiden Joko Widodo sempat berbuka puasa dan shalat Maghrib di pos polisi KM 10 Tol Jagorawi. Rombongan sang presiden tiba-tiba berhenti di pos polisi tersebut untuk berbuka puasa.
Presiden Jokowi sendiri diketahui sempat berbuka seadanya dalam perjalanan menuju ke Bogor dalam Mobil Kepresidenannya. Namun ia kemudian memutuskan untuk singgah di sebuah pos polisi demi menjalankan sholat Maghrib.

Kehadiran Jokowi tersebut tak pelak membuat petugas yang berada di pos terkaget-kaget. Apalagi pada saat itu, sang presiden mengenakan pakaian jas lengkap dengan pinnya.

Saat tiba, Presiden Jokowi langsung disuguhi teh hangat dan gorengan sederhana. Ia kemudian mengambil wudhu untuk sholat berjamaah dengan beberapa orang.

Dalam foto yang diunggah, Jokowi tampak bertindak sebagai imam. Sedangkan makmumnya adalah Komandan Paspampres Brigjen Suhartono, Komandan Grup A Paspampres Kolonel Inf Mohamad Hasan dan Danden Pampri Pasmpapres Letkol Dwi Yanu.

Usai menjalankan sholat Jokowi juga sempat menyapa aparat yang ada dan berfoto bersama. Sang Presiden kemudian melanjutkan perjalannya ke Istana Bogor untuk beristirahat.

Kejadian menarik itu tak pelak langsung menjadi sorotan masyarakat luas. Kesederhanaan Jokowi dan keramahannya sekali lagi menuai pujian.

Lama Belajar Siswa di Sekolah Ditambah, Sehari 8 Jam

BOGOR DAILY– Menteri Pendidikan dan Kebudayaan (Mendikbud) Muhadjir Effendy mengatakan, pihaknya sedang menggodok Permendikbud sebagai dasar kebijakan sekolah lima hari dalam sepekan.

Namun, Muhadjir belum bersedia menjelaskan secara rinci isi draft Permendikbud tersebut. ”Sabar, dalam waktu dekat akan dikeluarkan,” tuturnya.

Dalam beberapa kesempatan, Muhadjir sudah menyampaikan rencana sekolah lima hariitu. Sebagai konsekuensi dari pengeprasan jumlah hari, lama tinggal di sekolah lebih panjang.

Dari rata-rata pulang jam 14.00 siang, bisa menjadi pukul 16.00 sore.

Muhadjir juga menyebutkan bahwa sekolah selama lima hari dalam sepekan itu diberlakukan secara nasional. Meski begitu penerapannya bertahap.

Pengurus Federasi Serikat Guru Indonesia (FSGI) dan Wakil Kepala SMAN 1 Gunungsari, Lombok Barat, Mansur sangat menunggu kejelasan kebijakan sekolah lima hari itu.

“Sampai sekarang kami belum menyusun jadwal pelajaran. Menunggu keputusan Kemendikbud,” katanya kemarin.

Mansur mengatakan, penghapusan belajar di hari Sabtu itu sejatinya tidak perlu diisi banyak kegiatan. Aturan yang berlaku saat ini adalah, lama belajar 40 jam dalam sepekan.

Jadi jika Sabtu dihapus, maka 40 jam itu dibagi lima hari (Senin-Jumat). “Hasilnya sama saja, siswa pulang jam 15.30 sampai 16.00,” jelasnya.

Sehingga lamanya siswa di sekolah tidak perlu diisi aneka kurikulum, sudah habis untuk jam pelajaran.

Kecuali jika nanti Kemendikbud mengurangi beban belajar 40 jam dalam sepekan menjadi 38 jam atau bahkan lebih sedikit lagi

Geramnya Lorenzo Sering Ditikung Rossi

BOGOR DAILY– Pembalap Ducati Corse, Jorge Lorenzo, tampaknya maish geram dengan Valentino Rossi di MotoGP Italia. Dia menuduh kalau pembalap Movistar Yamaha itu sengaja menghalangi lanjunya.

Dalam balapan di Mugello itu, Lorenzo memang harus puas finis di urutan kedelapan. Padahal, dia sempat tampil apik di awal balapan dan bahkan sempat ada di urutan pertama pada lap kedua.

Akan tetapi, dia sempat terlibat pertarungan sengit dengan Rossi. Hingga akhirnya Lorenzo harus puas finis di urutan kedelapan.

“Saya sempat meimpin untuk kali pertama dan melakukan dnegan baik di lap pertama. Namun, semuanya buyar karena Rossi tak membiarkan saya untuk dapat ruang,” ungkap Lorenzo dikutip Sportfair.

Ada alasan soal tuduhan Lorenzo ini. Menurutnya, Rossi sering menyalip di tikungan yang membuatnya kalah.

“Dia sepertinya tahu kalau lebih cepat dari saya di tikungan. Saya akui kalau Ducati belum terlalu bagus di tikungan,” tandas dia.

Waspada! Penodong Berpistol Berkeliaran. Ini Titik-titiknya

BOGOR DAILY– Tindak penodongan dengan menggunakan senjata api (senpi) di wilayah Cibinong, Citereup dan Cileungsi belakangan ini ramai dibahas pengguna media sosial (medsos). Penodongan yang dilakukan pada saat malam hari ini dikabarkan tak mengenal korban dari kaum laki-laki hingga perempuan.

Seperti yang disampaikan pengguna medsos IG dengan akun, hryninjas_kumis mengatakan, di himbau untuk lebih berhati hati yang memiliki kendaraan atau barang2 berharga yang berada di sekitar cibinong citeureup cileungsi & sekitarnya. Kemarin malam hari kamis jam 22.30 saya bersama 2 orang teman sedang berada di kamurang (citeureup) didatangi pria tak dikenal,lalu di todong kurang lebih oleh 5 pelaku dengan menggunakan senjata api pistol.

“Pelaku mengancam dengan menodongkan pistol ke arah kepala saya, Kemudian pelaku berusaha membobol kendaraan bermotor saya, namun pelaku gagal membawa sepeda motor kawasaki ninja 250fi saya,tetapi handphone 4 unit, dompet beserta uang milik saya dan teman-teman berhasil dibawa kabur,” kata dia.

Menurutnya, kejadian ini bisa dikatakan sebagai aksi perampokan. Dengan dasar itu juga, ia sengaja mempublis peristiwa ini untuk diinfokan kepada rekan-rekannya agar bisa dijadikan pelajaran dan dapat lebih berhati-hati. “Sengaja saya share biar semua lebih meningkatkan kewaspadaan, karena bulan ramadhan ini semakin banyak & marak tingkat kriminalitas semoga tidak ada korban selanjutnya lagi,” ucap dia.

Dirinya pun tak lupa berucap syukur karena tak mengalami luka sedikit pun. Ia hanya berharap, kejadian yang menimpanya tidak dialami oleh orang-orang lainnya. “Alhamdulillah saya masih di lindungi allah swt & sehat walafiat beruntung tidak ada luka serius,” ujarnya.

Menanggapi hal itu, Kasat Reskrim Polres Bogor AKP Bimantoro Kurniawan mengaku belum menerima laporan mengenai kejadian tersebut. Namun, ia pun tak menampik jika kejadian tersebut memang ada, akan tetapi lokasi kejadiannya berada di perbatasan Bogor – Depok. “Belum ada laporan untuk itu. Kebanyakan terjadi di Cileungsi pas perbatasan dengan Depok,” kata Bimantoro.

Kendati demikian, Bimantoro menghimbau, bagi masyarakat yang memang mengetahui ataupun menjadi korban penodongan sebainya melapor kepada aparat kepolisian. “Sebaiknya laporkan ke Polsek terdekat,” saran dia.

Kalau berbicara mengenai tren aksi penodongan yang terjadi di wilayah Kabupaten Bogor saat bulan suci Ramadhan, dijelaskan dia, memang kejadian seperti itu tak dipungkiri masih ada di wilayah Kabupaten Bogor. Namun, untuk pihak yang merekap ada di bagian Kabag ops Polres Bogor. “Kami belum tahu tren saat ini bagaimana. Kejadian itu ada saja di bulan Ramadhan,” tutupnya

Balita Rancabungur Tewas Mengenaskan, Begini Penampakan di TKP

BOGOR DAILY– Anggun, balita berusia 3,5 tahun, ditemukan tewas di semak-semak sekitar persawahan tak jauh dari rumahnya, Kampung Bantarkambing RT 01/10, Desa Bantarjaya, Kecamatan Rancabungur, Bogor. Diduga anak pasangan Eni dan Majan yang sempat dilaporkan hilang ini tewas dibunuh.

“Korban ditemukan Rabu pagi. Ada luka di lehernya. Diduga korban meninggal karena dibunuh,” kata Kapolsek Rancabungur Iptu Gatot Sarwoko.

Jasad korban pertama kali ditemukan Jaenal, warga sekitar, yang sedang melintas di lokasi. Curiga karena mencium bau tak sedap, Jaenal dan rekannya Asdi mencari asal bau tersebut hingga akhirnya menemukan jasad SA.

“Korban ditemukan di semak-semak. Saat ditemukan, jasad korban tertutup semak dan sampah daun kering,” imbuh Gatot.

SA sempat dilaporkan hilang oleh orang tuanya pada Minggu (4/6) lalu. Orang tua korban bahkan menduga korban diculik.

“Korban sempat dilaporkan hilang hari Minggu (4/6) lalu. Kita juga sedang melakukan pencarian. Tapi kemudian korban ditemukan dalam keadaan meninggal tadi pagi,” kata Gatot.

Saat ditemukan, jasad Anggun dalam kondisi mengenaskan, Tubuhnya terkubur lumpur yang berada dekat area persawahan dalam kondisi telungkup. Sementara,  saat ditemukan jenazah sudah dalam keadaan membusuk dengan kulit wajah mengelupas dan badan membengkak.

Guna memastikan penyebab pasti kematiannya, jasad SA dibawa ke RSUD Ciawi untuk diautopsi.

“Sejauh ini luka yang terlihat dengan kasatmata cuma di leher, ada luka memerah di lehernya, seperti lebam atau bekas cekikan. Untuk memastikan penyebab kematiannya, kita tunggu hasil autopsi, termasuk apakah korban sempat mengalami pelecehan seksual atau tidak,” kata Gatot.

Berikut foto penampakan di lokasi ditemukannya jasad Anggun oleh warga,

 

 

Catat! Desa Wajib Pasang Baliho APBDes

BOGOR DAILY– Demi mengusung aspek trasparansi, Dinas Pemberdayaan dan Masyarakat Desa (DPMD) Kabupaten Bogor mendesak agar setiap desa mau mempublikasikan rincian alokasi Anggaran Pendapatan Belanja Desa (APBDes) melalui baliho-baliho.

Hal ini sesuai dengan surat edaran yang telah dikeluarkan oleh Sekretariat Daerah (Setda) Kabupaten Bogor Nomor 147 / 686 / -DPMD perihal Pengelolaan Keuangan Desa. Sekaligus amanat Undang-Undang Nomor 14 Tahun 2008 tentang keterbukaan Informasi Publik (KIP),

“Pemasangan Baliho APBDesa menjadi keharusan yang haus dilaksanakan oleh semua Desa,”ungkap Tenaga Ahli Pembangunan patisipatif (TA-PP) Daud Muslim.

Dia mengatakan,  dengan dipasangnya baliho maka masyarakat dapat mengetahui dan mendapatkan akses informasi seluas-luasnya tentang pengelolaan keuangan Desa.

“Bisa juga lewat papan pengumuman, radio komunitas, website Desa dan media informasi lainnya,”urainya.

Untuk itu, bagi desa yang belum melakukan upaya mengarah pada transparansi keuangan desa,  maka DPMD Kabupaten Bogor akan terus mengawasi serta menindaklanjutinya melalui pelaoran khusus ke Kementerian Desa, PDT dan Transmigrasi dan Institusi-institusi yang berkepentingan.

“Desa yang tidak memasang Baliho atau pengumuman di tempat-tempat umum kedepannya mungkin akan diproses melalui jalur hukum,”tandasnya