Sunday, 12 April 2026
Home Blog Page 9042

Dua Remaja Cikaret Berkeliaran Bawa Senjata, Begini Nasibnya

BOGOR DAILY– Dua dari belasan remaja ditangkap petugas kepolisian yang sedang melakukan patroli di sekitar Simpang Cikaret, Kabupaten Bogor, Rabu (7/6/2017) dinihari.

Dari tangan kedua remaja itu, polisi menyita sejumlah senjata tajam yang bentuknya sudah dimodifikasi.

Diduga, para remaja itu hendak melawan tawuran dengan kelompok remaja lainnya.

Kasubag Humas Polres Bogor, AKP Ita Puspitalena menjelaskan dua remaja itu diamankan petugas patroli sekitar pukul 00.30 WIB.

“Saat itu, anggota melihat ada sekelompok remaja berkumpul disekitaran simpang Cikaret, Kabupaten Bogor,” katanya.

Menurutnya, sekelompok remaja tanggung itu diduga akan melakukan aksi tawuran lantaran sudah mempersiapkan senjata tajam.

“Sebagian berhasil kabur saat anggota datang, hanya dua orang yang berhasil diamankan,” ujarnya

Din Syamsuddin Dicopot dari Daftar Dewan Pengarah UKP-PIP

BOGOR DAILY– Presiden Joko Widodo mencabut nama Muhammad Sirajuddin Syamsuddin atau Din Syamsuddin dari daftar dewan pengarah Unit Kerja Presiden Pembinaan Ideologi Pancasila (UKP-PIP). Din Syamsuddin akhirnya diganti oleh Said Aqil Siradj.

Pencabutan ini dilakukan sebelum Keputusan Presiden (Keppres) Nomor 31/M/2017 tentang pengangkatan pengarah dan kepala Unit Kerja Presiden Pembinaan Ideologi Pancasila diterbitkan.

Pencabutan nama Din Syamsuddin dibenarkan Ketua UKP-PIP, Yudi Latief. Yudi mengatakan, Din Syamsuddin sengaja dicopot dari daftar dewan pengarah UKP-PIP karena akan mendapat tugas lain dari Kepala Negara.

“Pak Din akan diberi tugas lain oleh Presiden. Karena selain ada unit Presiden (UKP-PIP), rencananya juga akan dibentuk lembaga lain kayak Dewan Kerukunan Nasional,” katanya di Kompleks Istana Kepresidenan, Jakarta, Rabu (6/6).

Jika Din Syamsuddin masuk dalam struktur UKP-PIP, maka akan terjadi penumpukan tokoh Islam dari organisasi Muhammadiyah. Sebab selain Din Syamsuddin, Mantan Ketua Umum Pengurus Pusat Muhammadiyah Ahmad Syafi’i Ma’arif juga masuk dalam daftar dewan pengarah UKP-PIP.

“Jadi tokoh agama lain mungkin supaya tidak overlapping. Sebagian di unit ini, sebagian di rencana-rencana yang lain,” terangnya.

Ketika ditanya apakah Din Syamsuddin akan dimasukkan dalam struktur Dewan Kerukunan Nasional, Yudi mengaku belum tahu.  “Belum ada penjelasan, tapi konon ada ini tersendiri lah, tugas tersendiri,” tutupnya.

Berdasarkan susunan acara pelantikan pengarah dan kepala UKP-PIP yang diterima merdeka.com, Selasa (5/6), sembilan nama calon pengarah UKP-PIP adalah Megawati Soekarnoputri, Jenderal TNI (Purn) Try Sutrisno, Muhammad Mahfud MD, Syafi’i Ma’arif, Ma’ruf Amin, Muhammad Sirajuddin Syamsuddin, Andreas Anangguru Yewangoe, Jenderal TNI (Purn) Wisnu Bawa Tenaya, Sudhamek dan Kepala UKP-PIP adalah Yudi Latief. Namun saat pelantikan di Istana Negara pagi tadi, posisi Muhammad Sirajuddin Syamsuddin diisi oleh Said Aqil Siradj

Jual Produk Ilegal, Kominfo Blokir 363 Situs Online

BOGOR DAILY–  Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM) turut mengawasi penjualan makanan dan kosmetik di dunia maya. Ada 363 situs yang akhirnya diblokir karena diduga menjual makanan, obat dan kosmetik ilegal.

“Kami ada petugas yang mengawasi penjualan online, kemudian diverifikasi apakah menjual obat ilegal, apabila ditemukan, kita lakukan gelar kasus,” kata Kepala Pusat Penyidikan Obat dan Makanan BPOM Hendri Siswadi dalam sebuah diskusi di Hotel Grand Mercure, Jl H Benyamin Sueb Kav 86, Kemayoran, Jakarta Pusat, Rabu (7/6/2017).

Hendri mengatakan kecenderungan penjualan terhadap makanan dan obat ilegal semakin masif. Saat operasi Pangea (operasi internasional pemberantasan produk ilegal), ditemukan peningkatan perdagangan obat dan makanan ilegal secara online.

“Rata-rata pertahun sejak 2014-2015 BPOM RI menemukan hampir 200 website yang mengedarkan obat dan makanan online ilegal yang belum melalui evaluasi tentang mutu dan manfaat produk tersebut. Begitu sampai di tangan konsumen banyak ditemukan komplain terkait mutu ataupun keamanan,” ujar Hendri.

Kasi Direktorat Keamanan dan Informasi Kominfo Albert Aruan, yang juga hadir di diskusi tersebut, mengatakan pihaknya sudah memblokir ratusan situs yang menjual makanan dan kosmetik.

“Situs yang diblokir terkait makanan dan kosmetik sebanyak 363 situs dari 24 juni 2015 sampai April 2017. Dan mendapatkan 459 email aduan, per 1 januari 2017-Juli 2017,” ujar Albert.

Situs-situs tersebut diblokir atas permintaan BPOM. Jika nantinya dinyatakan situs-situs tersebut legal, maka Kominfo akan melakukan normalisasi.

Kembali ke Hendri, dia mengatakan saat ini sedang dibentuk Satgas Siber Pemberantasan Kejahatan Obat dan Makanan Ilegal.

“Satgas ini agar koordinasi antara BPOM dengan lintas sektoral lebih jelas dan proses penindakan lebih cepat,” kata Hendri.⁠⁠⁠⁠

Ogah Balik, Habib Rizieq Perpanjang Izin Tinggal di Arab Saudi

BOGOR DAILY– Pengacara Habib Rizieq Syihab, Sugito Atmo Prawiro, mengatakan kliennya kemungkinan tidak jadi pulang ke Indonesia pada 17 Ramadan atau 12 Juni nanti. Rizieq disebut sedang mengurus perpanjangan visa

“Ada dua opsi, pertama, sekarang lagi urus perpanjang visa untuk long stay, long stay kan bisa karena undangan Arab Saudi atau alasan tertentu,” kata Sugito saat dihubungi, Rabu (7/6/2017).

Menurut Sugito, Arab Saudi mengetahui kasus ini sudah menjadi isu nasional dan internasional. Pihak Saudi, disebut Sugito, juga mengetahui kasus ini sudah dikondisikan ke arah yang bersifat politis, bukan yuridis.

“Kemungkinan bisa Arab Saudi keluarkan visa long stay,” ujarnya.

Kata Sugito, Rizieq sebelumnya memang pernah menyampaikan akan pulang ke Indonesia pada 17 Ramadan nanti. “Tapi tadi Habib saya tanya, ‘Pak Gito nunggu situasi dan keadaan terbaik. Saya sepertinya tanggal 12 Juni atau 17 Ramadan ini belum’,” kata Sugito, menirukan ucapan Rizieq.

Polisi sebelumnya telah menaikkan status Rizieq dari saksi menjadi tersangka dalam kasus percakapan via WhatsApp berkonten pornografi yang diduga melibatkan dirinya dan Firza Husein.

Menurut Sugito, Rizieq menghadapi penetapannya sebagai tersangka dengan ‘sangat santai, nggak ada beban’.

“Ini adalah fitnah dan harus dihadapi. Dan tidak ada yang dikhawatirkan sedikit pun karena ini adalah rekayasa hukum, bukan fakta hukum,” tutur Sugito.

Balita 3,5 tahun yang Hilang di Rancabungur Ditemukan Tewas

BOGOR DAILY–  Duka masih menyelimuti keluarga Majen dan Eni. Tadi malam, ruang tamu di rumahnya ramai dikunjungi warga. Sudah tiga hari ini warga di Desa Bantarjaya, Kecamatan Rancabungur, geger atas hilangnya Anggun (3) secara misterius. Berembus kabar, Anggun diculik pamannya sendiri yang kini batang hidungnya pun tak lagi tampak di kampung.

Hilangnya Anggun hing­ga kini masih jadi tanda tanya. Sosoknya sudah hilang se­jak Minggu (4/6) lalu. Nama sang paman, Jaya (32), pun disebut-sebut telah menculik dan menghilangkan nyawa keponakannya.

Informasi yang dihimpun, seorang warga bernama Adang yang hendak memancing sempat memergoki Jaya tengah bersama Anggun di kali. Ke­tika itu, tubuh Anggun tampak ditenggelamkan tak jauh dari rumahnya di RT 01/10.

Karena curiga bercampur rasa takut, akhirnya Adang me­manggil warga. Namun begitu sampai di dekat kali, sosok Jaya tak lagi tampak. Hanya sandal bocah 3,5 tahun itu yang ter­tinggal di dekat kali.

Saat itu pula warga ramai-ramai mencari Anggun dan Jaya, paman korban. Dan hari ini, Bogordaily.net mendapati kabar kalau jasad anaknya telah ditemukan tak bernyawa, Kuat dugaan sang paman yang telah menghabisi nyawa keponakannya. Namun, hal ini belum diketahui kebenarannya lantaran masih dalam upaya konfirmasi pihak kepolisian.

“Mayat bocahnya sudah ditemukan, dekat saung di kali,”begitu tulis seorang warga yang melaporkan.

Sementara itu kerabat korban, Dadang membenarkan adanya informasi soal aksi Jaya, paman korban yang menenggelamkan Anggun.

“Iya memang benar seperti itu. Waktu kejadian di rumah, orang tua korban sudah panik karena anaknya nggak pulang-pulang sejak jam sepuluh. Akhirnya sekitar jam empat sore, baru si Jaya ditemukan warga sedang ter­tidur,” ungkap kerabat korban, Dadang.

Saat itulah Jaya diinterogasi warga dan tubuhnya sempat diikat tali. Namun di hari yang sama saat ia diminta menunjuk­kan keberadaan Anggun, Jaya justru berhasil melarikan diri.

Sampai saat ini batang hid­ung lelaki yang masih bu­jangan itu tidak tampak di kampung. Sementara, di rumahnya tadi malam, Majen bersama tokoh masyarakat tengah berunding soal ka­sus yang menimpa keluarga.

Dikonfirmasi tadi malam, Kapolsek Rancabungur IPTU Gatot Sarwoko membenarkan adanya laporan keluarga atas hilangnya balita bernama Anggun. Namun, kasus ini langsung ditangani Unit Perlindungan Perempuan dan Anak (PPA) Polres Bogor. “Iya, ada laporan dugaan penculikan, Minggu. Tetapi itu langsung ditangani PPA Polres Bogor,” kata Gatot.

Sementara dari keterangan tetangga sekitar, sosok Jaya yang pengangguran itu dik­etahui pendiam. “Orangnya memang suka emosian. Gila sih nggak ya,” kata Ketua RW 10, Desa Bantarjaya, Jejen.

Pihaknya bersama warga juga telah melakukan pencar­ian bersama warga hingga ke rumah teman-teman pelaku di daerah sekitar Rancabungur seperti di Gang Rukun, Babakan dan Sukajadi. “Kemarin begitu banyak warga yang membantu, sekitar ratusan nya,” tandasnya.

Ada Pasar Murah di Bogor, Bawang Putih Cuma Rp25 Ribu/kilo

BOGOR DAILY – Kementerian Perdagangan dan Dinas Perindustrian Perdagangan (Disperindag) didam­pingi PD Pasar Pakuan Jaya (PD PPJ) Kota Bogor menggelar Operasi Pasar (OP) bawang putih di Pasar Bogor. Delapan ton bawang putih dijual murah, yakni berkisar antara Rp23 ribu-Rp25 ribu dari harta rata-rata di Kota Bogor yang mencapai Rp44 ribu per kilogram.

Kabid Sarana, Komoditi dan Perda­gangan pada Disperindag Kota Bogor Teddy Setiadi mengatakan harga bawang putih mencapai Rp51 ribu per kilogram namun sudah berangsur turun menjadi Rp44 ribu per kilogram. Dengan dilakukan OP, di­harapkan dapat menurunkan harga dengan cepat, bahkan dapat menjadi Rp35 ribu per kilogram sebelum Idul Fitri. ­

“Mudah-mudahan dengan OP menurunkan harga bawa­ng putih sebelum Idul Fitri. Harga saat OP Rp25 ribu per kilogram untuk konsumen eceran dan untuk pedagang Rp23 ribu per kilogram den­gan pembelian seorang peda­gang tidak dibatasi,” ujarnya kepada Metropolitan.

OP juga melayani pem­beli eceran meski target penjualan untuk para peda­gang. Eceran dibatasi lima kilogram, sedangkan untuk pedagang bawang putih se-Kota Bogor bisa satu sampai tiga karung dengan harga di bawah harga pasaran saat ini. “Bawang ini harganya harus turun karena harga standar Rp30 ribu per kilogram,” terangnya.

Sementara Kabag Umum Sekretariat Dirjen Perdagan­gan Dalam Negeri Krisna Ariza mengatakan, kali ini dijual bawang putih sebanyak dela­pan ton dengan target peda­gang di Kota Bogor. Meskipun belum ada penurunan harga, pihaknya akan menggelar OP kembali tapi dari permintaan Disperindag.

“Terlihat antusias warga dan pedagang banyak yang ber­minat. Ini ada dua antrean, yang satu untuk pedagang dan satu untuk pembeli ecer­an. Saya menargetkan harga di pasaran di bawah Rp30 ribu per kilogram. Jangan sam­pai di atas Rp35 ribu karena memberatkan konsumen. Bagaimanapun caranya ha­rus bisa turun harganya,” pa­parnya.

Di tempat yang sama, Di­rektur Operasional PD PPJ Kota Bogor Syuhaeri Nasu­tion mengatakan, pihaknya mendampingi Disperindag Kota Bogor menyediakan tempat untuk menjual bawa­ng putih dari truk.

“Nah, untuk pedagang yang dari pasar di Kota bo­gor dipersilakan, tergantung dari Disperindag untuk per­mintaan. Tetapi PD PPJ siap mendampingi dan menye­diakan tempat untuk OP ini. Kemungkinan bisa diadakan di Pasar Kebon Kembang,” katanya.

Sedangkan untuk produk lain yang harganya masih cukup tinggi adalah cabai jablay atau rawit merah masih Rp65 ribu per kilogram. Harga daging lokal saat ini stabil, bahkan cenderung turun di pasaran menjadi Rp110 ribu per kilogram. Biasanya harga daging lokal mencapai Rp120 ribu. (Metropolitan)

Bulan Puasa, Polsek Cibinong Banjir Kepingan Film Porno

BOGOR DAILY– Peredaran VCD porno di wilayah Cibinong masih cukup tinggi. Polsek Cibinong berhasil mengamankan sebanyak 300 keping lebih vcd porno. Pengungkapan ini hasil dari giat Operasi Pekat (Penyakit Masyarakat) Lodaya 2017 yang dilakukan menjelang bulan suci Ramadan pada Sabtu (27/5)

Kapolsek Cibinong Kompol Hida Tjahyono mengatakan, kegiatan ini dilaksanakan menjelang dan memasuki bulan puasa tahun ini dengan sasaran seperti peredaran minuman keras (miras), petasan, prostitusi, VCD porno dan perjudian. “Kita akan terus melaksanakan kegiatan seperti ini. Tujuannya untuk menjaga kekhusyukan umat muslim melaksanakan ibadah di bulan puasa,” kata Hida usai melaksanakan press release di Mapolsek Cibinong, kemarin.

Menurutnya, hasil operasi pekat ini didapat dari seluruh wilayah hukum Polsek Cibinong, Kabupaten Bogor. Diantaranya, pasar-pasar tradisional, Pedagang Kaki Lima (PKL) serta titik-titik lain yang sudah dilaksanakan penyelidikan. “Untuk peredaran VCD porno kita amankan dari PKL yang ada di Cibinong. Ada tiga pelaku dengan tiga lapak yang berhasil kita amankan. Mereka belanja sendiri ke Glodok Jakarta,” ucap dia.

Hida menuturkan, untuk operasi penjualan yang dilakukan pelaku terhadap pembelinya dilakukan dengan cara kedekatan. Biasanya, pelaku tidak pernah memajang VCD porno ini secara gamblang namun tetap disediakan. “Jadi manakala ada pembeli yang minta baru diperlihatkan. Tapi, itu juga hanya orang tertentu saja yang pelaku yakini bahwa pembelinya bukan petugas. Biasanya dijual satu kepingnya sebesar Rp6 ribu,” tuturnya.

Hida menambahkan, pembeli vcd porno ini rata-rata dari kalangan orang dewasa yang memang sudah menjadi pelanggan tetap bagi pelaku. Namun, tak menutup kemungkinan ada juga kalangan remaja yang menjadi pembeli. “Ada juga remaja yang membeli, tapi lebih banyak orang dewasa,” imbuh dia.

Tiga penjual VCD porno ini hanya dikenakan tindakan pidana ringan (tipiring). Sehingga, para pelaku hanya diberikan peringatan, pendataan hingga pembinaan agar kedepan tidak melakukan perbuatannya lagi. “Untuk sementara kita upayakan kesitu dulu (tipiring), biar dilakukan pembinaan. Namun, jika kedepan kedapatan melakukan hal yang sama tentu kita akan tingkatkan ke pasal yang lebih kuat agar bisa menjeratnya seperti ke Undang-Undang Pornografi,” tekannya.

Polsek Cibinong juga berhasil mengamankan sebanyak 400 botol miras berbagai merk serta ratusan petasan. Dimana, miras dan petasan di dapat dari PKL, kios hingga warung-warung kelontong yang ada di wilayah Cibinong. “Cara mengedarkannya bervariasi, kebanyakan dari warung kelontong,” bebernya.

Menurutnya, miras yang berhasil diamankan lantaran memiliki kadar alkohol diatas yang diperkenankan. Sehingga, pihaknya akan terus mencari dimana saja titik-titik maraknya peredaran miras tersebut. “Kita fokus kepada peredarannya bukan masalah cukainya. Karena miras ini merupakan penyakit masyarakat yang harus kita tindaklanjuri,” ungkapnya.

Hida mengaku akan memusnahkan secara keseluruhan. Namun, itu pun tergantung petunjuk dari atasan apakah pemusnahan ini akan digabung bersama polsek lainnya atau bagaimana. “Kita menunggu petunjuk saja,” tutupnya.

Predikat WTP Kabupaten Bogor Dikiritik Dewan, Ini Katanya

BOGOR DAILY– Opini predikat Wajar Tanpa Pengecualian (WTP) yang diperoleh Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Bogor dari Badan Pemeriksa Keuangan (BPK) dipertanyakan sejumlah pihak. Ini menyusul adanya dugaan praktik jual beli opini hasil pemeriksaan BPK di Kementerian Desa, Pembangunan Daerah Tertinggal dan Transmigrasi yang dilakukan oknum auditor.

Sehari sebelum mendapatkan predikat WTP, sejumlah wakil rakyat di gedung DPRD Kabupaten Bogor pesimis jika Pemkab Bogor bisa mempertahankan predikat tersebut. Salah satunya, anggota Komisi I DPRD Kabupaten Bogor Erwin Najmudin. Menurut Erwin, gagalnya sejumlah proyek lelang bisa mengurangi penilaian BPK sehingga tak bisa meraih predikat WTP. Tak hanya itu, sampai semester awal di Juni ini, masih banyak lelang pekerjaan yang belum dilaksanakan. “Kalau kata saya sih WDP ya. Kita bisa lihat masih banyak proyek-proyek pekerjaan yang belum beres. Dan catatan dari saya pribadi, semuanya amburadul. Catat ya, itu amburadul,” tegas politisi Partai Golkar ini.

Hasil positif yang ditorehkan Pemkab Bogor selama dua tahun berturut-turut ini juga dipertanyakan Pengamat Anggaran Pengamat Anggaran Uchok Sky Khadafi. Meski predikat WTP sudah menunjukkan kinerja Pemkab Bogor sudah baik, namun Pemkab Bogor tidak boleh jumawa. Sebab predikat WTP bukan berarti bebas korupsi. Predikat ini wa merupakan pernyataan BPK apabila laporan keuangan pemerintah daerah sesuai standar akuntasi dan peraturan berdasarkan pelaporan keuangan BPK. “Tetap masih bisa ada indikasi ke situ. Soalnya tidak semua kegiatan dan lainnya diawasi BPK,” kata Uchok.

Menurut Uchok, ada dua hal pemerintah daerah bisa mendapatkan penilaian predikat WTP. Pertama, adanya dugaan opini jual beli dan kedua audit BPK hanyalah sampel dalam artian penilaian yang diberikan dipatok di angka 30 persen. Sehingga, kalaupun ingin diketahui apakah pemerintah daerah bisa dikatakan berkinerja baik, patokan angka penilaian itu harus ditingkatkan oleh BPK. “Harusnya ditingkatkan kalau memang mau menguji,” ujar lelaki yang juga sebagai Direktur Centre For Budget Analysis (CBA).

Sementara itu, Kepala Badan Pengelola Keuangan dan Barang Daerah, Didi Kurnia menjelaskan, dalam Undang-undang (UU) Nomor 15 Tahun 2004 tentang Pemeriksaan Pengelolaan dan Tanggung Jawab Keuangan Negara, ada empat poin yang mempengaruhi opini BPK yang dalam UU itu disebut sebagai pihak yang berhak memeriksa keuangan pemerintah daerah.

Empat poin yang mempengaruhi hasil pemeriksaan keuangan berupa pernyataan opini tentang tingkat kewajaran informasi yang disajikan adalah kesesuaian dengan standar akuntansi pemerintahan, kecukukan pengungkapan atau kejujuran dalam menjelaskan, kepatuhan terhadap perundang-undangan dan efektivitas sistem pengendalian intern. “Jika itu semua terpenuhi, opini yang diberikan pastinya WTP dan dianggap profesional dalam menyajikan laporan keuangan,” kata Didi.

Sebelumnya, Bupati Bogor Nurhayanti mengatakan, torehan ini menjadi kado manis yang diterima Pemkab Bogor saat merayakan Hari Jadi Bogor (HJB) ke-535. Sehingga, hasil ini akan dijadikan motivasi ke depan agar tetap bisa mempertahankan predikat yang sudah ditoreh selama dua kali berturut-turut. “Alhamdullilah kami bisa mempertahankan predikat WTP,” kata Nurhayanti.

Menurut dia, bukan tanpa perjuangan hasil predikat WTP ini dapat diraih kembali oleh Pemkab Bogor. Sebab, Pemkab sudah melaksanakan sesuai Standarisasi Akuntansi Pemerintah (SAP), kecukupan pengungkapan, kepatuhan terhadap perundang-undangan hingga efektivitas sistem pengendalian lingkungan. Dengan dasar itu, pihaknya dapat mewujudkan pengelolaan keuangan dan barang daerah yang transparan, akuntabel dan profesional. “Raihan ini juga kan salah satu indikator Kabupaten Termaju. Ke depan kita akan tingkatkan terus laporan keuangan menjadi lebih baik lagi,” ucapnya.

Nurhayanti juga meminta seluruh jajarannya tidak boleh terlena atas perolehan predikat WTP untuk yang kedua kalinya ini. Justru, dari hasil capaiannya ini harus lebih semangat dalam meningkatkan kinerja pelayanan terhadap masyarakat Kabupaten Bogor.

“Kita harus terus meningkatkan pelayanan kepada masyarakat dan pengelolaan keuangan,” pintanya.

Perempuan berhijab ini juga tak lupa mendedikasikan hasil capaian ini untuk masyarakat Kabupaten Bogor yang telah bekerja sama selama ini dengan baik bersama Pemkab Bogor. “Penghargaan ini khusus saya berikan untuk masyarakat Kabupaten Bogor,”tandasnya.

Pemkot Mau Datangkan Ahli untuk Situs Badigul Rancamaya

BOGOR DAILY– Kebadaraan Situs Badigul di Perumahan Rancamaya, Kecamatan Bogor Selatan, Kota Bogor yang belum kini belum tercatat menjadi Cagar Budaya di Pemerintah Kota Bogor, sangat disayangkan ejumlah pihak. Hal itu karena situs ini mempunyai sejarah tentang kerajaan Padjajaran di Kota Bogor. Bahkan kabarnya situs badigul ini merupakan tempat Prabu Siliwangi singgah.

Kepala Dinas Kebudayaan Pariwisata Dan Ekonomi Kreatif (Disbudparkraf) Kota Bogor Shahlan Rasyidi mengaku Situs Badigul ini belum masuk ke cagar budaya yang dimiliki Pemerintah Kota Bogor. Hal itu karena berada di lahan milik perumahan dan perlu penelitian lebih lanjut tentang situs tersebut. “Kalau cerita mitosnya memang situs tersebut tempat singgah Prabu Siliwangi, bahkan ada juga yang mengatakan bahwa situs tersebut merupakan makamnya,” ujarnya kepada Metropolitan.

Dengan bekal cerita dan mitos tersebut, lanjut Shahlan, perlu ada kajian atau penelitian lebih lanjut tentang situs tersebut, sehingga setelah kajian dilakukan ada kepastian untuk mematenkan situs badigul menjadi lokasi cagar budaya. Karena untuk mematenkan suatu lokasi cagar budaya harus ada kajian mendalam untuk mempelajari sejarah tersebut. “Kalau sudah ada kajiannya nanti kita lihat hasilnya seperti apa, bisa saja nanti kita patenkan menjadi cagar budaya,” terangnya.

Shahlan menambahkan, Disbudparkraf berencana akan mendatangkan ahli untuk meneliti Situs Badigul tersebut. “Kalau memang itu terbukti situs bersejarah maka memang Pemerintah harus membebaskan, bahkan kalau bisa pihak ketiganya mengibahkannya karena dari dulu itu bukan milik perseorangan,” paparnya.

Sementara itu, Walikota Bogor Bima Arya akan melakukan kajian terkait Situs Badigul yang ada di Perumahan Rancamaya. Hal itu karena menurutnya belum ada kejelasan tentang situs badigul tersebut. “Setelah melakukan kajian tersebut mau tidak mau lahannya nanti harus dibebaskan, karena situs badigul tersebut nantinya masuk kedalam cagar budaya,” ujarnya kepada Metropolitan.

Bima juga mengaku akan mengundang pihak terkait untuk membicarakan situs badigul tersebut, sehingga ada kesepakatan anatara kedua belah pihak untuk membicarakan situs tersebut. “Kalau sudah ada kesepakatan dan diketahui sejarahnya tentang situs tersebut, maka lokasi tersebut harus dibebasakan karena akan menjadi milik publik,” terangnya.

Terkait sejumlah masyarakat yang tidak bisa melihat situs badigul tersebut, menurut Bima hal yang wajar karena situs tersebut berada di wilayah private. Sehingga jika ada orang yang akan berkunjung ke situs tersebut harus memiliki izin kepada pemilik lahan. “Adapun Pemkot nantinya hanya memfasilitasinya saja agar masyarakat dapat masuk ke situs badigul tersebut,” paparnya.

Ini Lho Pemasok Senjata Gengster Se-Bogor

BOGOR DAILY– Di balik ulah gengster yang meresahkan lantaran sering melakukan aksi anarkis,terungkap fakta mengejutkan. Diam-diam, banyak geng motor yang rupanya memasok senjata dari Depok. Ini  menyusul ditangkapnya  geng motor Sanca Bergoyang  oleh jajaran Satreskrim Kota Depok, kemarin.

Kepala Satuan Reserse Kriminal Kepolisian Resor Kota Depok Komisaris Teguh Nugroho mengatakan senjata itu diproduksi di daerah Tapos.

Dua anggota geng motor ditangkap terkait penjualan dan pembuatan senjata tajam jenis clurit tersebut. “Mereka ditangkap awalnya dari postingan gengster mereka di Facebook. Di akun tersebut mereka menjual celurit,” kata Teguh.

Kedua remaja yang ditangkap adalah KT, 17 tahun dan DS, 16 tahun, di kawasan Cimanggis (5/6). Pelaku saat itu, sedang melintas menggunakan satu motor yang dinaiki tiga orang. Setelah mereka ditangkap, polisi menggeledah rumah di Tapos, yang dijadikan tempat untuk membuat senjata tajam itu.

Teguh menuturkan kedua tersangka tergabung dalam geng motor Sanca Bergoyang. Nama tersebut diambil dari sebuah lapangan tempat para anggota geng tersebut berkumpul. “Jangkauan penjualan senjata tajam mereka sampai ke Bogor,” ucapnya.

Celurit diproduksi oleh KT, yang bekerja di tempat pembuatan kichen set. KT menjual celurit kecil yang terbuat dari stainless steel seharga Rp 35 ribu dan yang paling besar Rp 250 ribu. “Saat ditangkap mereka membawa dua celurit kecil yang mau dijual. Yang besar ditemukan dipabriknya,” ujarnya.

Ia menuturkan celurit tersebut diproduksi untuk dipasok ke sejumlah anggota gengster yang mereka kenal. Bahkan, sudah ada dua geng motor yang menjadi langganan membeli celurit dari mereka, yakni gengster Tritis dan OTS.

“Ini didesain khusus untuk tawuran. Produksinya sejak Februari. Mereka ini jualnya di Facebook, di grup gangster se-Kota Bogor dan Depok. Aktif melalui media sosial. Model senjata apa saja bisa,” katanya.

Dalam penyelidikan diketahui, kedua pelaku sebenarnya berencana bergabung bersama sejumlah temannya untuk tawuran dengan Gangster Karet.

Selain itu, kata Teguh, kelompok mereka saat diamankan ingin melakukan tawuran dengan anggota geng motor lainnya. Tawuran antar geng motor belakangan marak di Depok, dan menjadi perhatian khusus masyarakat. “Kami juga fokus untuk mencari keberadaan mereka yang membuat resah masyarakat,” ujarnya.

KT mengatakan memproduksi celurit kalau ada pesanan dari anggota gengster lainnya. Ia belajar secara otodidak membuat celurit dari bahan lempengan stainless steel dari tempat kerjanya. “Cuma butuh 30 menit jadi (celuritnya),” ucapnya.

KT mengaku baru enam kali menjual celurit buatan tangannya ke gengster Tritis dan OTS, yang berada di kawasan Pekapuran, Cimanggis.

Adapun waktu favorit para gengster untuk tawuran adalah malam Minggu. Menurutnya, banyak anggota geng motor maupun gengster yang mencari lawan untuk melakukan tawuran. “Kalau pegang celurit untuk jaga-jaga,” ujarnya. “Antisipasi serangan dari anggota geng lain.”

KT terpaksa mencari uang tambahan dengan memproduksi celurit karena kebutuhan untuk rumah tangganya. Soalnya, KT telah mempunyai anak yang baru berusia sembilan bulan. “Untuk tambahan,”tandasnya