Tuesday, 14 April 2026
Home Blog Page 9067

Disaksikan Orang Banyak, Pasangan Homo Ini Dicambuk 85 Kali

BOGOR DAILY– Setelah divonis majelis hakim Mahkamah Syariat Banda Aceh, dua orang homo yang tertangkap pada 28 Maret 2017 lalu akan menjalani hukuman cambuk di halaman Masjid Syiah Kuala, hari ini Selasa (23/5).

Jumlah cambuk yang diterimanya 85 kali dan akan disaksikan oleh masyarakat banyak. Kedua terdakwa homo tersebut berinisial MT (24), warga Sumatera Utara dan MH (20) warga Bireuen, Provinsi Aceh.

Kasi Penegakan Peraturan Perundang-undangan dan Syariat Islam satpol PP/WH Banda Aceh, Efendi A Latif mengatakan, proses eksekusi cambuk untuk Selasa (23/5), selain homo ada empat pasangan lainnya.

Mereka juga dikenakan vonis cambuk,  dalam persidangan di Mahkamah Syariyah Banda Aceh. “Untuk Pukul 10.00 Wib, pasangan homo dan ada empat pasangan lainnya dihukum cambuk,” sebutnya seperti dilansir Rakyat Aceh

Dia mengatakan, pihaknya masih mempersiapkan segala sesuatu kebutuhan untuk eksekuasi cambuk ini. “Kita seperti biasa mempersiapkan kebutuhan, semoga berjalan dengan lancar,” harapnya. (Rakyat Aceh)

Tiap Hari KAI Sediakan 228 Kursi untuk Mudik Lebaran

BOGOR DAILY– PT Kereta Api Indonesia (KAI) menyiapkan 228 ribu kursi penumpang setiap harinya pada musim mudik Lebaran tahun ini. Jumlah tersebut lebih banyak dibanding tahun sebelumnya.
Direktur Utama PT KAI, Edi Sukmoro mengatakan, jumlah kursi yang disediakan untuk mudik Lebaran tahun ini mengalami peningkatan dibandingkan tahun sebelumnya.

Tahun sebelumnya, setiap harinya hanya disediakan 217 ribu kursi untuk pengguna jasa transportasi KA.

“Naiknya sekitar 5 persenan. Itu artinya, tahun jumlah kursi yang disediakan mengalami peningkatan ketimbang tahun lalu,” kata Edi kepada awak media saat meninjau kesiapan pelaksanaan angkutan mudik Lebaran di Stasiun Cirebon, Senin (22/5).

Mulai hari ini pihaknya melakukan pemeriksaan kesiapan keamanan di seluruh Daerah Operasi (Daop), baik di jalur selatan maupun utara. “Kami akan sebaik mungkin melakukan persiapan mudik Lebran tahun ini,” ucap Edi.

Edi juga mengimbau calon pemudik yang menggunakan moda transportasi Kereta Api (KA) untuk segera memesan tiket perjalanan, baik mudik maupun balik. “Agar tidak kehabisan, kami sarankan calon penumpang untuk segera membeli tiket,” tutup Edi.

Istri Ahok Minta Pengajuan Banding Dibatalkan, Kenapa Ya?

BOGOR DAILY– Keluarga Basuki Tjahaja Purnama (Ahok) dan Tim Advokasi Bhinneka Tunggal Ika akan blak-blakan mengenai lankah pencabutan memori banding atas vonis Pengadilan Negeri Jakarta Utara, di restoran Gado-Gado Boplo, Jalan Gereja Theresia, Menteng, Jakarta Pusat, Selasa (23/5/2017), jam 10.00 WIB.

Yang akan menjadi narasumber acara yaitu keluarga Ahok: Veronica Tan dan Fify Letty Indra.

Tim advokasi yang diagendakan hadir yaitu I Wayan Sudirta, Fify Letty, Teguh Samudera, Rolas B. Sitinjak, Josefina Agatha Syukur.

Kemarin, Josefina Syukur menjelaskan sedikit mengenai pencabutan banding Ahok. Pencabutan tersebut lantaran permintaan keluarga.

“Kita sudah banding, kita juga sudah masukan memori banding, tapi kan keluarga ada perundingan berikutnya. Mereka datang lalu ceritakan ke kami semua, mau mencabut. Kuasa hukum mengikuti kemauan keluarga,” ujar Josefina di Pengadilan Negeri Jakarta Utara, Jalan Gajah Mada, Jakarta.

Saat ini, Josefina belum membocorkan apa saja argumentasi keluarga Ahok.

“Ada Ibu Vero yang akan menyampaikan. Ada pihak keluarga yang akan menyampaikan alasannya. Soal alasan  lebih bagus, tanya langsung istrinya besok,” kata dia.

I Wayan menambahkan meskipun memori banding, tim pengacara tetap akan terus mendampingi keluarga Ahok.

Ahok divonis bersalah dengan hukuman dua tahun penjara atas kasus penistaan agama pada Selasa (9/5/2017). Setelah itu langsung ditahan di rutan Cipinang, Jakarta Timur, kemudian malam harinya, dia dipidakan ke rutan Mako Brimob, Jawa Barat.

Konser Artis Ini Berujung Maut, 19 Tewas 50 Luka-luka

BOGOR DAILY– Serangan teror melanda kawasan panggung Manchester Arena, Inggris, usai konser penyanyi ternama Ariana Grande. Ratusan orang panik setelah mendengar ledakan keras di akhir konser yang dipadati  penggemar remaja wanita dan anak sekolah bersama orang tuanya.

Kepolisian setempat melaporkan sedikitnya 19 orang tewas dan 50 luka-luka akibat serangan berdarah di kawasan Manchester Arena.

Mirror melansir, Senin (22/5), polisi bersenjata dan helikopter langsung ke tempat kejadian, di mana satu saksi melaporkan mendengar ledakan sekitar pukul 10.40 malam. Saksi mata mengatakan bahwa mereka melihat asap dan mendengar sebuah ledakan datang dari daerah sayap panggung, sebelum melihat orang-orang berlumuran darah.

Ada laporan yang belum dikonfirmasi bahwa pengunjung juga mengalami luka akibat peluru di dalam insiden di arena berkapasitas 21 ribu orang itu. Saksi mata Jenny Brewster menceritakan saat bom itu meledak.

“Saat saya berbalik langsung meledak, boom! Lalu seorang pria berkata ‘lari!’ Kami pergi ke mobil, bisa mencium bau terbakar, kami bisa melihat polisi berlarian,” katanya.

Saksi lain yang juga pengunjung, Gary Walker, dari Leeds, bersama istrinya menunggu untuk menjemput kedua putrinya yang berada di konser tersebut. Menurutnya, ledakan terjadi saat Arian Grande menyanyikan lagu terakhir di konsernya.

“Saya sedang menunggu anak-anak keluar. Kami mendengar lagu terakhir, dan beberapa orang berlarian, tiba-tiba ada kilatan besar dan kemudian sebuah ledakan asap. Saya merasakanrasa sakit di kaki. Saya mengalami luka lambung dan mungkin patah kaki,” ungkapnya.

Saat Ariana Grande berkata,” Sampai jumpa Manchester!”, selanjutnya lampu menyala kemudian ada dua kali ledakan besar dan orang mulai berlari dan berteriak.

“Kami naik lift untuk naik ke lantai berikutnya menuju pintu keluar. Saat pintu dibuka saya melihat darah di lantai dan dua orang yang terluka. Darah di seluruh wajah mereka,” kata saksi mata lainnya.

Panitia Persikabo Dituntut Bayar Kerusakan Fasilitas Stadion

BOGOR DAILY Pasca rusuhnya suporter Persikabo hingga membuat fasilitas Stadion Pakansari berantakan, Minggu (21/5) kemarin, pihak penyelenggara yang ditunjuk Manajemen Persikabo dituntut ganti rugi atas pengrusakan fasilitas,

Kepala UPT Paspora Dinas Pemuda dan Olahraga (Dispora) Kabupaten Bogor, Abdul Qodir menuturkan kerusakan pasca kericuhan oknum suporter itu jadi tanggung jawab pihak pengguna.

Sebab, ini sesuai dengan aturan yang tertuang dalam Peraturan Bupati (Perbup) tentang Penggunaan Stadion Pakansari Bab IX pasal 28.

“ Ya itu jelas tanggung jawab ada di pihak pemakai, panitia pelaksana yang ditunjuk manajemen,” katanya saat ditemui Metropolitan, kemarin.

Sementara itu, Kepala Bidang Infrastruktur dan Prasarana Dispora Kabupaten Bogor, Rudy Achdiat mengaku masih menhitung nilai kerugian atas insiden yang terjadi.

“Saat ini masih dalam penghitungan pihak ahli, kaca pintu itu kan terbuat dari tempered glass berukuran kurang lebih 200×90 cm, dan ketebalan 12 mm. Belum ketahuan estimasi angka pastinya. Harus dicek menyeluruh karena tribun stadion juga akan diperiksa,” ujarnya.

Dilain pihak, Manajer Persikabo, Patrick Tarigan mengaku sudah melupakan insiden dengan oknum suporter tersebut, dan lebih melihat agar kedepannya tidak terulang lagi. “Kami menerima semua kritikan dan masukan apapun ke manajemen. Insiden yang lalu jadi evaluasi besar, untuk menjaga hubungan Persikabo dengan suporter,” terangnya.

Siap-siap Izin Main Persikabo di Stadion Pakansari Bakal Distop

BOGOR DAILY Terjadinya insiden rusuh Persikabo di Stadion Pakansari berbuntut panjang. Sebba, penggunaan sarana olahraga itu ditinjau ulang oleh pemerintah daerah. Ada kemungkinan, pemerintah bakal menyetopnya lantaran sering membuat onar.

Bupati Bogor Nurhayanti mengaku akan mempertimbangkan kembali penggunaan stadion Pakansari oleh tim Persikabo.

Apakah, mereka nanti cukup bertanding menggunakan Stadion Mini Cibinong atau seperti apa. “Soalnya stadion ini (stadion mini cibinong) juga cukup ko. Tapi itu belum diputuskan karena masih dibahas. Kalau terkait tuntutan suporter kami tidak ikut campur kesitu, karena mereka itu PT sehingga tidak bisa,” kata Nurhayanti.
Kendati demikian, sambung Nurhayanti, pada intinya Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Bogor menyemangati terus sesuai keinginan Kabo Mania, julukan bagi suporter Persikabo, yang ingin tim kesayangannya bangkit kembali. Sehingga, karena ini masih titik awal, jika masih ada kekurangan-kekurangan tentunya sambil diperbaiki. “Yang kita harus perbaiki adalah bagaimana kita (Persikabo) harus menang. Saya juga harus mendukung itu,” ucap mantan Sekda Kabupaten Bogor.

Dirinya hanya meminta, para suporter Persikabo agar mengedepankan sportifitas. Karena, jika berbicara sepakbola tentunya baik itu pemain hingga suporter harus mengedepankan yang namanya sportifitas. “Harus sportifitas, jangan ada rusuh-rusuh lagi,” pinta nenek tiga cucu tersebut.

Disinggung mengenai kerusakan Stadion Pakansari, ditambahkan dia, sesuai perjanjian awal pada saat peminjaman stadion, jika ada kerusakan maka peminjam wajib memperbaiki kerusakan yang dibuat. “Mereka akan memperbaikinya. Sekarang sedang ditindaklanjuti,” tutupnya.

 

Mendadak Politisi

Mendadak politisi menghinggapi saya. Berpuluh tahun sejak 1996. Usai membela “Kasus Kudatuli” sebagai anggota Tim Pembela Demokrasi Indonesia, lalu mulai akrab kegiatan partai (PDI Perjuangan). Menjadi tim hukum tiga calon presiden: Mega-Hasyim (2004), Mega-Prabowo (2009) dan Jokowi-JK (2014).

Tak hanya itu, saya pernah menjadi Sekretaris Badan Bantuan Hukum DPP PDI Perjuangan. Namun  itu semua tetap tidak membuat saya tertarik menjadi politisi yang berorientasi kekuasaan. Sempat juga menyiapkan syarat-syarat sebagai Caleg DPR-RI 2014, namun saya urungkan lagi.

Saya setia menjalani hidup dengan profesi advokat. Menjadikan profesi ini sebagai instrumen sumber penghasilan, sekaligus juga instrumen melayani masyarakat miskin dan tertindas. Melayani masyarakat miskin yang buta hukum dan masyarakat pencari keadilan yang tertindas.

Sudah berbilang puluhan tahun sejak mahasiswa 1988, saya sudah membela kasus-kasus masyarakat hingga saat ini. Tak terbilang banyaknya kasus masyarakat yang sudah saya tangani.

Sekarang saya mendadak jadi politisi kekuasaan. Mencalonkan diri sebagai Walikota Bogor pada 2018 mendatang. Sesuatu yang tidak pernah terpikirkan.  Namun saya hadir tanpa “Cek Kosong”. Track record sudah saya torehkan panjang.

Rekam jejak membela masyarakat tertindas di seantero Indonesia adalah modal sosial yang tidak bisa dinafikan oleh siapapun. Dalam soal rekam jejak ini, saya juga berani di kontes dengan para politisi lainnya.

Namun, tentunya, rekam jejak juga belum cukup. Kerja advokasi hukum terbatas pada kelompok layanan. Tidak meluas pada seluruh komunitas yang ada di wilayah. Sementara kerja politik adalah melayani konstituen dalam seluruh wilayah cakupan yang luas.

Kerja advokasi adalah kerja ideologis untuk kemanusiaan. Sementara kerja politik yang semestinya ideologis, bergeser menjadi pragmatisme. Konstituen dinilai hanya sebagai angka-angka penambah suara.

Pragmatisme politik adalah sebuah problematik yang sudah menggurita. Sikap koruptif diturunkan pula oleh politisi pada masyarakat. Politik uang kemudian adalah kewajaran. Politik menjadi berbiaya tinggi.

Dalam politik kepercayaan adalah barang langka. Kepentingan sesaat malah menjadi utama. Tidak ada kawan sejati. Yang ada adalah kepentingan. Sikap jujur adalah petaka. Bersikap negarawan merupakan kelangkaan bahkan bisa ditertawakan. Setiap saat bersiasat mempertahankan kuasa dengan melemahkan kuasa pihak lain. Apapun caranya. Dan lain-lain.

Wilayah gelap hutan belantara yang harus dijelajahi. Beda dengan kerja advokasi yang orientasinya kemanusiaan. Lalu apakah saya mampu tetap ideologis dan idealis?

Ada rasa pesimis memang. Tetapi banyak teladan tokoh dalam sejarah yang mempraktekkan sikap ideologis dan idealis. Dan itu ternyata berhasil. Salah satunya Nelson Mandela.

Bila di Indonesia akhirnya hanya dapat merujuk politisi lama dalam pergerakan kemerdekaan, namun ada juga seorang politisi senior Sabam Sirait yang menulis “Politik Itu Suci”. Dan saya harus segera membaca buku ini.

Ahhh… mendadak politisi bagai menempatkan saya seperti anak TK saja. Dipaksa berkompetisi dengan para jawara dunia belantara pragmatisme.

Namun, mundur dan menyerah bukanlah tipikal saya. Menerobos tantangan setelah layar dikembangkan adalah pilihan yang harus diambil. Doakan saya mampu menjalaninya.

 

Salam,

Sugeng Teguh Santoso, SH

(Sekjen Perhimpunan Advokat Indonesia yang Mencalonkan Walikota Bogor 2018)

Hajatan Warga Cileungsi Diacak-acak Perampok Berpistol

BOGOR DAILY– Seorang perampok bersenjata api (senpi) mengacak-acak pesta pernikahan warga di Jalan Mega Pangkalan 10 RT 01/04, Pasirangin, Cileungsi, Kabupaten Bogor, Minggu (22/5/2017) petang.

Akibatnya, Hendra alias Bolang (17), anggota keluarga yang menggelar hajatan itu, mengalami luka tembak di pinggang belakang dan tangan kirinya.

Berdasarkan informasi yang dihimpun, penembakan terjadi di daerah Ciketingudik, Kecamatan Bantargebang, Kota Bekasi. Lokasinya berdekatan dengan hajatan pernikahan Kartika (20) di Cileungsi, Kabupaten Bogor.

Saat acara berlangsung khidmat, tiba-tiba seorang pengendara sepeda motor merangsek masuk ke pernikahan Kartika. Aksi nekatnya itu sampai menabrak tamu undangan yang datang, hingga terjatuh ke jalanan.

Kesal pesta sang kakak diacak-acak, Hendra lalu mengejar pria tersebut sambil mengenakan beskap penerima tamu undangan. Massa lalu menghakimi pelaku dengan tangan kosong, sampai tersungkur di jalanan.

Tersangka yang dibekali senjata langsung mengacungkan pistolnya ke arah tamu undangan. Dia lalu berusaha mengambil kembali sepeda motornya untuk melarikan diri. Tak ingin pelaku lepas, Hendra berusaha mengejar tersangka.

Kesal dengan perlawanan Hendra, tersangka melepas dua tembakan ke arahnya. Peluru pertama menyerempet tangan kiri korban, dan peluru kedua bersarang di pinggang belakang Hendra. Dengan leluasa pelaku langsung melarikan diri.

Saat hendak melarikan diri, sejumlah warga tiba di lokasi sambil berteriak maling. Rupanya tersangka adalah pelaku penjambretan yang beraksi di depan minimarket di Griya Alam Sentosa, Bogor. Sayangnya pelaku berhasil melarikan diri sambil mengacungkan sepucuk pistolnya ke arah massa.

Oleh warga setempat, Hendra kemudian dibawa ke RS MH Thamrin Cileungsi, Bogor. Sejumlah barang bukti seperti helm pelaku, tas perempuan milik korban, dan sebutir peluru, tertinggal di lokasi kejadian.

Sementara, pihak kepolisian di Kota Bekasi dan Kabupaten Bogor saling melempar dalam menangani kasus itu. Kepala Seksi Humas Polsek Bantargebang Iptu Wasidi mengatakan, pelaku sempat melarikan diri ke arah Bantargebang hingga masuk ke hajatan pernikahan Kartika.

“Dengan demikian, kasus tersebut diserahkan ke Bogor karena tempat kejadian awal ada di sana,” ujar Wasidi.

Wasidi memastikan, saat ini kondisi korban telah membaik, meski mengalami dua luka tembak. Proyektil yang bersarang di pinggangnya juga telah diangkat oleh tim medis.

Kapolsek Cileungsi  Komisaris Jaka Mulyana menyatakan, kasus tersebut tidak ditangani oleh anak buahnya. Sebab, kasus penembakan itu masuk wilayah Kota Bekasi

“Daerah Pangkalan 10 itu masuk dalam dua wilayah, Kota Bekasi  dan Kabupaten Bogor. Namun yang jelas, kejadiannya bukan di wilayah kami,” ucap Jaka saat dihubungi

VIDEO: Meriahnya Pelajar di Bogor Sambut Raja Swedia

BOGOR DAILY– Presiden Joko Widodo atau Jokowi menerima kunjungan kenegaraan Raja Swedia  Carl XVI Gustav di Istana Kepresidenan Bogor, Jawa Barat.

Raja Carl XVI Gustav didampingi istrinya, Ratu Silvia, tiba di Istana Bogor sekitar pukul 11.30 WIB.

Kedatangannya disambut meriah ribuan pelajar berseragam sekolah. Mulai dari tingkat SD hingga SMA, pelajar memadati sepanjang jalur yang dilalui Raja Swedia itu.

Meski tak semeriah saat penyambutan Raja Arab Saudi Salman bin Abdulaziz al Saud, namun para pelajar terlihat antusias menyambut kedatangan Carl XVI Gustav, Senin (22/5/2017).

Mereka bersorak sorai sambil mengibarkan bendera Indonesia dan Swedia berukuran kecil.

Raja Carl XVI Gustav berkunjung ke Indonesia dalam rangka kerjasama bilateral.

Usai penandatanganan kerja sama kesepahaman antar kedua negara, Raja Swedia dijadwalkan berkunjung ke Center for International Forestry Research (Cifor).

Jokowi Sopiri Raja Swedia Keliling Istana Bogor

BOGOR DAILY– Sekitar pukul 11.30 WIB, Raja Carl XVI Gustav dan Ratu Silvia dari Swedia tiba di Istana Kepresidenan Bogor. Dalam kunjungannya, raja dan ratu berkesempatan mengunjungi Kebun Raya Bogor.

Bertepatan dengan kedatangan rombongan, Polresta Bogor Kota melakukan penyekatan bagi kendaraan yang melintas di Jalan Ir H Djuanda. Selama 30 menit, jalan menuju istana steril dari kendaraan.

 

Menggunakan kendaraan Mercy dengan pelat nomor Swedia, Raja Carl bersama Ratu Silvia melambaikan tangan ke arah pelajar yang telah berjejer di sepanjang jalan. Sesaat memasuki istana, Presiden Joko Widodo melakukan penyambutan secara militer dengan di iringi 21 dentuman meriam.

Dengan menggunakan kendaraan golf, Presiden Jokowi memandu Raja Carl untuk berkeliling komplek Istana Kepresidenan Bogor dan Kebun Raya Bogor yang baru saja merayakan ke-200 tahun dan melakukan penanaman pohon.

Selama lima jam, Raja Carl dan Ratu Silvia beraktivitas di Istana Bogor, mulai jamuan makan siang dilanjutkan kerja sama antara dua negara bersama.

Setelah beberapa jam melakukan kegiatan di Istana Bogor, sekitar pukul Raja dan Ratu Swedia pukul 15.00 WIB dijadwalkan mengunjungi pusat penelitian hutan internasional CIFOR dan kembali ke Jakarta pada pukul 17.00 WIB