Tuesday, 14 April 2026
Home Blog Page 9068

Muspida Tegar Beriman Disambut Ribuan Botol Memabukkan

BOGOR DAILY Jajaran Musywarah Pimpinan Dearah (Muspida) Kabupaten Bogor disambut ribuan minuman keras di Halaman pemerintah kabupaten (pemkab Bogor,  Jalan Tegar Beriman, Cibinong. Sebanyak 15.857 ribu  botol minuman memabukkan atau minuman keras (miras) berbagai merek dan ukuran dimusnahkan dengan cara digilas dengan alat berat.

Pemusnahan minuman memabukan,  Senin (22/5/2017) pagi di halaman Pemkab Bogor ini, diawali dengan upacara peringatan hari Kebangkitan Nasional yang dipimpin Bupati Bogor, Hj Nurhajanti.

Dalam sambutannya, bupati perempuan pertama di wilayah Tegar Beriman ini meminta pelajar dan seluruh elemen, agar terus meneruskan semangat Bung Tomo yang telah meletakkan dasar yang kuat.

Pemerataan pendidikan yang berkeadilan, harus diwujudkan. Strategi, kebijakan dan implementasi harus benar-benar dilaksanakan, agar keadilan sosial dapat terwujud.

“Pendidikan bagi generasi muda mutlak dipenuhi dalan setiap kebijakan pemerintah serta perumahan bagi masyarakat bawah, peran agraria harus pro aktif. Peran teknologi, seyogyanya harus menjadi sarana bagi pelayanan untuk mempermudah pelayanan bagi masyarakat,” kata Hj Nurhajanti.

Sementara Kapolres Bogor, AKBP Andi M Dicky Pastika mengatakan, miras yang dimusnahkan merupakan hasil operasi selama dua pekan oleh semua Polsek di Polres Bogor.

Kepolisian lanjut AKBP Dickt, akan terus melakukan razia minuman keras (Miras) yang dianggap sebagai salah satu faktor terjadinya kejahatan jalanan.

“Miras merupakan pemicu terjadinya kejahatan jalanan. Tidak sedikit dalam razia kami lakukan, miras tersebut didapat dari geng motor atau anak-anak jalanan,” kata AKBP Dicky usai pemusnahan.

Sementara untuk petasan dimusnahkan di kali karena sangat berbahaya. Orang nomor satu di jajaran kepolisian Kabupaten Bogor ini menegaskan, Bogor harus bebas dari minuman keras

“Kalangan bawah masih konsumsi miras. Miras masuk Perda jadi domain Satpol PP. Kami kepolisian hanya menyita, agar situasi Kamtibmas di Kabupaten Bogor tetap kobdusif, jelang puasa,”papar AKBP Dicky.

21 Dentuman Meriam Sambut Raja Swedia

BOGOR DAILY– Raja Carl XVI Gustav dan Ratu Silvia dari Swedia yang tiba di Indonesia kemarin, disambut Presiden Joko Widodo (Jokowi) di Istana Kepresidenan Bogor, Senin (22/5).

Tamu kerajaan Swedia itu dijadwalkan tiba di Istana Bogor sekitar pukul 11.00 WIB. Selama lima jam raja dan ratu akan mengikuti kegiatan di Bogor, termasuk mengambil bagian dalam seminar kehutanan berkelanjutan di Internasional Centre for Forestry Research (CIFOR) di Dramaga, Kabupaten Bogor.

Sebanyak 200 pelajar dan 21 dentuman meriam disiapkan dalam acara penyambutan tamu negara Raja Carl XVI Gustaf dan Ratu Silvia di Istana Bogor.

Kepala Sub Bagian Kehumasan Pemkot Bogor, Tyas Ajeng mengatakan, ratusan pelajar tersebut dilibatkan dalam acara penyambutan raja dan ratu di Istana Kepresidenan Bogor dengan mengenakan pakaian adat.

“Para pelajar nantinya akan menyambut raja dan ratu di sepanjang jalan perlintasan menuju Pintu Utama Istana Kepresidenan dan sebagian pelajar lainnya akan menyambut raja dan ratu di dalam istana dengan menggunakan pakaian adat nusantara,” paparnya.

Sebanyak 21 dentuman meriam akan menyambut raja dan ratu. “Meriam dari satuan TNI sudah disiapkan di halaman Bakorwil Jabar di Jalan Ir Djuanda,” kata Tyas.

Raja dan Ratu Swedia dijadwalkan mengunjungi pusat penelitian hutan internasional CIFOR dan kembali ke Jakarta pada pukul 17.00.

Rusuhnya Laga Persikabo di Pakansari, Nih Foto-fotonya

BOGOR DAILY– Pertandingan sepak bola Liga 2 antara Persikabo melawan Persikad Depok berujung ricuh di Stadion Pakansari Bogor, kemarin sore. Kericuhan ini terjadi akibat suporter Persikabo tak terima tim kesayangannya kalah. Aksi baku hantam pun tak terelakkan hingga batu dan kursi dilempar suporter.

 

Kericuhan ini bermula saat Persikabo dikalahkan Persikad Depok dengan skor 1-2 di kandangnya sendiri atau Stadion Pakansari, Cibinong. Setelah wasit meniupkan peluit panjang, terlihat empat suporter dari arah kelompok Ultras Persikabo turun ke lapangan. Mereka berniat mencari Manajer Tim Persikabo Patrick Tarigan.

 

Tiba-tiba empat suporter ini langsung melempari official Persikabo dengan batu yang terdapat di lapangan. Tak terima, beberapa perwakilan official menghampiri keempat suporter tersebut. Bahkan, salah seorang official bertubuh besar dan berambut plontos itu mengayunkan bogem mentah terhadap seorang suporter yang bertelanjang dada. Baku hantam pun tak bisa dielakkan.

 

Aksi baku hantam ini sendiri berangsur tidak lama. Petugas keamanan dengan sigap langsung melerai dan mengamankan keempat suporter tersebut. Namun, beberapa suporter yang kecewa dengan kekalahan tim kesayangannya melampiaskan emosinya dengan membakar flare di tempat duduk penonton. Alhasil, petugas keamanan pun harus berlarian memadamkan petasan yang dinyalakan para suporter tersebut.

Tak sampai di situ, kericuhan berlanjut persis di depan pintu masuk VIP Stadion Pakansari. Para suporter yang diisi kaum muda ini berteriak mencari keberadaan empat rekannya yang diamankan petugas dan manajer TimPersikabo. Para suporter pun mencoba merangsek masuk ke ruangan VIP. “Keluar lu Radi (CEO Persikabo, red),” teriak para suporter sambil melempari pintu kaca VIP.

 

Namun niat para suporter tersebut mendapat hadangan dari petugas keamanan. Petugas mencoba menutup pintu VIP agar para mereka tidak bisa masuk. Karena jumlah petugas lebih sedikit, mereka pun berhasil masuk ke ruangan VIP. Sementara beberapa suporter lain yang tidak masuk ke ruangan VIP menendang hingga melempari kaca di pintu masuk. Alhasil, pintu masuk ruang VIP yang terbuat dari kaca ini pecah dibuatnya.

 

Tak ingin kejadian tersebut berangsur lama, petugas keamanan dengan sigap memukul mundur para suporter yang berada di ruang VIP. Petugas kepolisian pun sampai-sampai mengeluarkan tembakan peringatan hingga lebih dari tiga kali. Kejadian ini berangsur kurang lebih 20 menit. Selebihnya petugas berhasil menenangkam suasana setelah pihak keamanan mengeluarkan gas air mata untuk membubarkan ribuan suporter itu ke luar stadion. Hingga pukul 18:45 WIB kondisi kembali kondusif, terkendali dan penonton bisa dibubarkan.

Menanggapi hal ini, Ketua Suporter Ultras Persikabo Bogor Tedi Mulya menuturkan, aksi yang dilakukan suporter petang kemarin terjadi spontan. Sebab, suporter kecewa dengan kinerja manajemen Persikabo, menyusul hasil minor yang terus-menerus dialami Munadi cs. “Suporter kecewa dengan kekalahan kandang ini, apalagi ini yang keempat kalinya dalam lima laga. Mungkin kesabaran mereka sudah mencapai puncaknya sehingga berlaku sedemikian rupa,” katanya kepada Metropolitan, kemarin.

 

Sementara itu, pemerhati sepak bola Kabupaten Bogor Herzon Hizkia menyayangkan aksi anarkis yang dilakukan sejumlah oknum suporter Persikabo. Dirinya menduga ini terjadi akibat tidak ada keterbukaan manajemen dengan pemain maupun suporter yang disusul kekalahan beruntun. “Kondisi ini terjadi karena manajemen tidak terbuka. Terlihat jelas pemain pun bermain setengah hati. Ini menjadi evaluasi besar agar kejadian seperti ini tidak terulang lagi,” ujarnya.

 

Herson menambahkan, kondisi seperti riskan bila dibiarkan berlarut-larut. “Persikabo bisa degradasi, tenggelam. Hal ini bukti keseriusan mengelola klub harus tinggi dan jangan setengah hati,” pungkasnya.(met/bd)

 

Tolak Gereja Parung Panjang, Ini yang Dilakukan Warga

BOGOR DAILY Kasus penolakan tiga gereja di Parungpanjang kembali berlangsung. Setelah sempat diredam, kelompok yang mengatasnamakan warga muslim Parungpanjang kembali memprotes keberadaan tiga gereja di Perumahan Griya Parungpanjang, Kabupaten Bogor, kemarin.

Kali ini, kerumunan massa melakukan aksi gelar tikar dan kardus sebagai alas duduk sambil bersalawat. Massa memblokir Jalan Elok Raya Blok E2, RT 04/04, Perumahan Griya Parungpanjang, dengan aksi salawat di sepanjang jalan menuju bangunan gereja.

Dengan pakaian serba putih, peserta yang berjumlah sekitar 250 orang beraksi kembali menuntut agar para jemaat Gereja Methodist Indonesia, Gereja Huria Kristen Batak Protestan (HKBP) serta sebuah gereja Katolik meninggalkan rumah ibadah yang mereka tempati. Hal itu karena dianggap tidak memiliki Izin Mendirikan Bangunan (IMB) dari pemerintah daerah setempat.

Pendeta Abdi Saragih dari Gereja Methodist Indonesia mengakui bahwa gereja yang dipimpinnya tidak memiliki IMB. “Namun, bukan berarti kami tidak pernah mengurusnya. Sejak 1999, setiap kami urus selalu ditolak,” kata Abdi.

Hal senada diucapkan anggota Majelis Gereja HKBP Parungpanjang Walmen Nainggolan. Menurutnya, ada sejumlah unsur dari rangkaian persyaratan yang sulit dipenuhi, semisal rekomendasi tertulis kepala kantor departemen agama kabupaten/kota.

Sebagaimana disyaratkan Instruksi Gubernur Jawa Barat No 28 Tahun 1990, ada enam syarat untuk penerbitan IMB tempat ibadah. Yakni pendapat tertulis kepala kantor departemen agama; sesuai tata guna dan tata ruang; persetujuan 40 kepala keluarga domisili pengguna; izin dari masyarakat; serta pendapat tertulis MUI, DGI, Parisada, Hindu Dharma, MAWI, Walubi, ulama/rohaniawan.

Syarat-syarat ini mengacu pada Surat Keputusan Bersama Menteri Agama dan Menteri Dalam Negeri Tahun 1969 tentang Pelaksanaan Tugas Aparatur Pemerintahan dalam Menjamin Ketertiban dan Kelancaran Pelaksanaan Pengembangan dan Ibadat Agama oleh Pemeluk-pemeluknya. “Sulit bagi kami untuk mendapatkan IMB kalau tidak mendapat rekomendasi dari pemerintah daerah setempat,” ujar Walmen.

Mengenai persetujuan warga setempat, Abdi dan Walmen mengatakan, mereka memberi izin secara lisan. Namun, masalahnya mereka tidak mau memberi tanda tangan secara resmi.

Sementara itu, Sekretaris Camat Parungpanjang Icang Aliudin membenarkan adanya aksi tersebut. Menurutnya, massa mempertanyakan soal batas penetapan status quo yang diberikan pemerintah daerah terhadap tiga gereja di Parungpanjang. “Karena selama ini tidak ada kejelasan, itu sampai kapan. Makanya mereka melakukan aksi, apalagi ini juga sudah mau memasuki bulan puasa,” ujar Icang.

Ia pun berharap Bupati Bogor Nurhayanti segera menindaklanjuti adanya aksi warga ini. Sebab jika dibiarkan berlarut, ia khawatir akan terjadi konflik berkepanjangan. “Ini kan sudah kewenangan pemerintah daerah, jadi kami harap secepatnya bisa diselesaikan,” tandasnya.

Sekadar diketahui, keputusan status quo ditetapkan Bupati Bogor pada 7 Maret 2017 dalam rapat bersama kepolisian, Forum Kerukunan Umat Beragama (FKUB) Kabupaten Bogor, Satpol PP, MUI Kecamatan Parungpanjang dan KUA Kecamatan Parungpanjang. Tak ada satu pun perwakilan gereja dalam rapat tersebut.

Berdasarkan data Komnas HAM, terjadi 19 kasus pembatasan/pelarangan ibadah dan kegiatan keagamaan sepanjang 2016. Belasan kasus itu mencakup kasus penyegelan tujuh gereja di Cianjur.

Babak Baru, Dalang ‘Baladacintarizieq’ Siap-siap Dibongkar

BOGOR DAILY– Dalang di balik situs ‘baladacintarizieq’ bakal segera diungkap. Tim kuasa hukum Imam Besar FPI Habib Rizieq Shihab, mengklaim telah mengantongi identitas pembuat situs penyebar dugaan chat Habib Rizieq dengan Firza Husein, yang diklaim mereka fitnah.

Kuasa hukum Habib Rizieq, Kapitra Ampera mengungkapkan, pihaknya sudah menemukan siapa pembuat dan produksi konten tak berakhlak, yang mengatasnamakan Habib Rizieq tersebut.

“Kami laporkan balik. Insya Allah orangnya udah diketahui. Nanti kalau kami bikin laporan ke polisi, nanti kami ekspos, yang penting dilaporkan dulu,” kata Kapitra kepada Berita RMOL Jakarta, kemarin.

Menurutnya, penyebar fitnah itu harus bertanggung jawab atas apa yang telah diperbuat, terlebih memfitnah seorang ulama.

Sebelumnya, polisi dalam hal ini Polda Metro Jaya (PMJ) mengaku kesusahan menemukan pemilik ‘baladacintarizieq’ selaku penyebar pertama dugaan chat mesum Habib Rizieq dan Fierza Husen, yang merupakan anak buah Tomi Soeharto.

Berdasarkan penelusuran redaksi, melalui sebuah layanan hosting whois, atau yang biasa digunakan untuk mendapatkan data informasi domain tertentu seperti nama pemilik domain, www.baladacintarizieq.com dirahasiakan kepemilikannya.

Bahkan, alamat email pembuat, nomor telphone, alamat tinggal, dan lainnya dirahasiakan.Padahal, alamat domain itu masih berlaku hingga tahun 2018.(rmol)

Inter Milan Lolos dari Rekor Buruk

BOGOR DAILY– Internazionale Milan berhasil terhindar dari rekor buruk usai menang 3-1 atas tuan rumah Lazio, Senin (22/5) dini hari WIB. Maklum saja, andai gagal kembali menang, Inter akan melakoni 9 laga beruntun di Serie-A tanpa kemenangan dan itu menjadi rekor terburuk klub sepanjang sejarah.
Beruntung, meski tampil di kandang lawan, Ivan Perisic cs mampu menuai angka penuh. Meski, kemenangan Inter diwarnai keputusan kontroversial dari wasit Marco Di Bello.

Lazio unggul lebih dahulu pada menit 18 lewat penalti Keita Balde. Hanya saja, keunggulan Lazio hanya bertahan 13 menit lantaran Inter mampu menyamakan kedudukan pada menit 31 lewat Marco Andreolli.

Bahkan, La Beneamata – julukan Inter, berbalik unggul pada menit 37 setelah Wesley Hoedt melakukan gol bunuh diri. Babak pertama diakhiri dengan keunggulan Inter dengan skor 2-1.

Pada babak kedua, keputusan kontroversial wasit muncul. Pada menit 66, Keita Balde mendapat kartu kuning kedua alias kartu merah. Gara-garanya dia dianggap diving atau sengaja menjatuhkan diri di kotak penalti Inter.

Padahal, dalam tayangan ulang jelas terlihat bahwa Gary Medel melanggar secara keras Keita Balde. Meski diprotes, wasit Di Bello tetap pada putusannya.

Bermain dengan 10 pemain, gawang Lazio kembali bobol untuk kali ketiga. Eder mencetak gol ketiga Inter pada menit ke-74.

Lazio kembali harus kehilangan pemain pada menit 78 setelah Senad Lulic mendapat kartu kuning kedua. Lazio mengakhiri laga dengan 9 pemain dan harus menerima kekalahan dengan skor 1-3.

SUSUNAN PEMAIN
Lazio: Vargic; Wallace, De Vrij (Basta 58), Hoedt; Felipe Anderson (Crecco 78), Luis Alberto (Lombardi 67), Biglia, Milinkovic-Savic, Lulic, Immobile, Keita
Pelatih: Simone Inzaghi

Internazionale Milan: Handanovic; D’Ambrosio, Andreolli, Murillo (Santon 22), Nagatomo; Gagliardini, Medel (Banega 85); Candreva, Brozovic, Perisic; Eder (Pinamonti 81)
Pelatih: Stefano Vecchi

Skor: 1-3
Pencetak Gol: Keita Balde 18-p – Andreolli 31, Hoedt 36-og, Eder 74

Polisi Sergap 12 Pria Pesta Ganja di Kampung Waru Parung

BOGOR DAILY- Dua belas pria yang pesta narkoba dibekuk Satreskrim Polsek Tanah Sareal Polresta Bogor Kota. Mereka ditangkap di Kampung Waru, Gang Dukuh, Desa Waru, Kecamatan Parung, Kabupaten Bogor.

Pada pengerebekan oleh enam anggota Reskrim yang dipimpin Kanit Reskrim Polsek Tanah Sareal, AKP Suyoko dan Kasubnit Narkoba Polresta Bogor Kota Ipda Elvin Kurniawan, petugas menyita barang bukti berupa, 7 amplop berisikan ganja siap edar, 1 bungkus kertas nasi warna coklat berisikan ganja, 8 HP, 10 dompet.

Kapolsek Tanah Sareal, Kompol Muiz mengatakan, pengakuan sementara, narkoba jenis ganja ini dipasok Regar yang kini masuk DPO.

Menurut Kompol Muiz, penangkapan belasan pria yang pesta ganja ini bermula dari informasi warga.

Petugas yang mengembangkan laporan ini, lalu menuju ke Kampung Waru, Gg. Dukuh. Para pelaku yang berkumpul disebuah warung nasi milik Oji, lalu disergap.

“Lokasi ini sering dijadikan transaksi narkoba jenis ganja. Ketika petugas memeriksa belasan orang yang sedang nongkrong, didapati barang bukti jenis ganja siap edar yang disimpan R di keranjang baju yang ditutup oleh kain handuk,”kata Kompol Muiz, Sabtu (20/5/2017) malam.

Para pelaku yang kini diperiksa di Mapolsek Tanah Sareal,,sudah ditetapkan sebagai tersangka.

Mereka dijerat Pasal 114 ayat (1) Jo Pasal 111 ayat (2) Undang-Undang RI No. 35 Tahun 2009 tentang Narkotika.

Tersangka R, seorang sopir angkot 03 yang tinggal di Mampang RT 03 RW 04, Mampang Pancoran Mas, Kota Depok mengakui, jika ganja tersebut miliknya yang dibeli dari Regar yang kini buron.

Identitas para tersangka yang diamankan yakni, AM, PN, AN, ARS, KL, OL (pemilik warung makan), SH, MDM, SL, DH, AL, RHN dan SH.

Siswa Wajib Nyanyikan Lagu Indonesia Raya Tiga Stanza

BOGOR DAILY- Lagu kebangsaan, Indonesia Raya saat ini selalu dinyanyikan dalam satu stanza. Menteri Pendidikan dan Kebudayaan (Mendikbud), Muhadjir Effendy, mewacanakan seluruh siswa SD, SMP SMA/SMK wajib menghafal tiga stanza lagu kebangsaan Indonesia Raya.

Menyanyikan lagu kebangsaan wajibkan dinyanyikan bagi seluruh siswa saat memulai pelajaran di dalam kelas. Sebelum pulang, siswa juga wajib menyanyikan lagu nasional.

“Namun sementara kita wajibkan satu stanza dulu, nanti bertahap tiga stanza.Yang penting anak-anak hafal dahulu. Yang jadi dirigen juga harus bergilir, jangan cuma ketua saja,” kata Muhadjir di studio Lokananta, Solo.

Kewajiban menyanyikan lagu Indonesia sebelum pelajaran dimulai, tertuang dalam surat edaran Mendikbud sejak April lalu. Namun untuk kewajiban tiga stanza harus melalui Peraturan Presiden, karena menyangkut lagu nasional.

Menurutnya, syair stanza pertama sudah sering didengar, harus dilengkapi dengan stanza selanjutnya. Ibarat drama, stanza kedua merupakan klimaks dari lagu tersebut.

“Sebetulnya kalau dilihat dari urutan, klimaks itu ada di stanza kedua. Stanza pertama prolognya, lalu ketiga epilog. Sebetulnya itu satu rangkaian yang tidak dapat dipisahkan,” ujarnya.

Muhadjir berharap, dengan menghafal Indonesia Raya, rasa nasionalisme dapat ditanamkan sejak dini. Lebih lanjut, radikalisme di Indonesia diharapkan akan semakin terkikis.

“Cara kita memantapkan rasa nasionalisme ya seperti ini. Jangan banyak melarang. Lebih baik kita counter dengan aktivitas yang lebih produktif. Yang akhirnya bisa mengurangi aktivitas yang tidak mendukung nasionalisme,” pungkasnya.

Asyik Berenang, Pria Ini Mengambang di Tempat Wisata Cigudeg

BOGOR DAILY– Ditinggal tidur oleh teman, warga Tangerang Selatan tewas saat berenang di tempat wisata Desa Tegallega, Cigudeg, Kabupaten Bogor.

Menurut Kasubag Humas Polres Bogor, AKP Ita Puspitalenamenjelaskan, awalnya korban datang bersama temannya untuk rekreasi ke tempat tersebut sekitar pukul 15.00 WIB sore, Sabtu (20/5/2017).

Sesampainya di lokasi wisata, Roni Kurnia bin Endang, warga Kampung Kademangan, Desa Kademangan, Kecamatan Setu, Kabupaten Tangerang Selatan kemudian langsung berenang sendirian. “Kalau temannya pas nyampe langsung istirahat di warung sampai ketiduran,” ujar AKP Ita pada Minggu (21/5/2017).

Namun, saat teman korban terbangun untuk mencari pemuda berusia 19 tahun ini.

Ia pun kaget ketika melihat tubuh temannya sudah dalam posisi mengambang di atas kolam dalam keadaan tidak bernyawa.

Polisi yang mendapatkan informasi itu pun langsung mendatangi lokasi kejadian untuk mengevakuasi jasad korban.

“Dugaan sementara korban meninggal karena penyakit ayan (epilepsi),”tandasnya.

VIDEO: Juru Masak Ini Berani Buka-bukaan Rahasia Dapur Jokowi

BOGOR DAILY– Presiden Jokowi saat ini berada di Arab Saudi untuk menghadiri pertemuan negara-negara Islam dan Amerika Serikat. Sepekan sebelumnya, Jokowi berada di Beijing untuk menghadiri KTT One Belt One Road setelah melakukan kunjungan kerja Lintas Nusantara dari Aceh sampai Papua selama 5 hari.
Bisa dibilang tak ada hari libur bagi Jokowi dalam menjalankan tugas sebagai Kepala Negara. Tak jarang pula dia menggelar rapat kabinet terbatas beberapa kali dalam sehari di Istana.

Akhirnya Jokowi mengungkap rahasia dapurnya lewat video yang diunggah di akun facebook resminya. Terlihat jelas bagaimana juru masak Jokowi meracik jamu andalan pria kelahiran Surakarta tersebut.

“Kali ini, saya mengajak Anda semua menengok dapur saya. Maksud saya, dapur tempat mengolah makanan dan minuman di kediaman saya. Tentu atas seizin Bapak Tri Supriharjo, sang juru masak. Ia telah bersama saya sejak tahun 2013. Pak Tri begitu paham selera makan saya. Ia juga tahu benar takaran dan racikan ramuan jamu untuk saya. Inilah dapur kediaman saya,” tulis Jokowi pada Minggu (21/5/2017).

Video tersebut berdurasi 1 menit 36 detik yang merupakan wawancara dengan sang Juru Masak, Tri Supriharjo. Dia mengaku berasal dari Karanganyar.

“Bapak itu, yang saya tahu selama ini itu, orangnya sederhana sekali. Yang paling baku Bapak itu kalau pagi itu, jamu, teh pahit,” ujar Tri.

Pada video itu juga terlihat bagaimana Tri menyiapkan jamu untuk Jokowi. Dia memotong bahan-bahan hingga beberapa bagian sebelum direbus dan disajikan.

“Jamunya Bapak terdiri dari temulawak, jahe, lantas kunyit,” papar Tri.

Terungkap pula bahwa porsi jamu untuk Jokowi kini lebih banyak dari sebelumnya. Tetapi tak diberi tahu apakah penambahan porsi itu terkait kegiatan Jokowi yang makin padat karena sudah jadi Presiden RI.

“Nah, tempatnya itu agak besar, kalau dulu mug-nya itu agak kecil, itu potongannya tiga-tiga-tiga-tiga. Tapi sekarang agak banyak,” kata Tri.

Tri menyebutkan bahwa satu porsi jamu untuk Jokowi terdiri dari 8 potong temulawak, 6 potong kunyit, dan 3 potong jahe. Bahkan ada mug khusus untuk jamu Jokowi.

“Cangkir zaman dulu itu loh, yang blirik-blirik hijau, ada yang cokelat. Wah kalau sekarang udah jarang orang pakai. Memang sederhana sekali Bapak itu,” ujar Tri.

https://youtu.be/m-RN9Sr_H1A