Monday, 6 April 2026
Home Blog Page 9120

Digugat ke Pengadilan Internasional, Ini Jawaban Mabes Polri

BOGOR DAILY– Kuasa hukum Sri Bintang Pamungkas mengaku telah mendaftarkan gugatannya ke Pengadilan Internasional di Jenewa, Swiss, Februari lalu. Gugatan berkaitan dengan penanganan kasus dugaan makar yang terjadi 2 Desember lalu. Lantas bagaimana reaksi Mabes Polri?

Kadiv Humas Mabes Porli, Brigjen Boy Rafli Amar mengatakan, hingga detik ini, pihaknya belum menerima informasi apapun terkait gugatan tersebut. Sekalipun demikian, Boy memastikan bahwa Polri siap menghadapinya jika memang dipanggil Pengadilan Internasional.

“Kami belum terima (surat pemberitahuan). Kalau pun (Kapolri Digugat), tentu kami siap,” kata Kadiv Humas Polri Irjen Boy Rafli Amar kepada JawaPos.com, Minggu (2/4).

Sebelumnya, Kabid Humas Polda Metro Jaya Kombes Raden Prabowo Argo Yuwono sempat mengatakan bahwa pihaknya selama ini sudah melalui prosedur yang tepat dalam mengusut perkara tersebut. “Penyidikan sesuai dengan standar operasional prosedur yang ada,” kata dia Jumat (24/3).

Argo menerangkan, Polda Metro Jaya tak takut sama sekali dengan gugatan yang dilayangkan kuasa hukum Sri Bintang.”Kami profesional kok soal kasus kasus itu,” tambahnya.

Diketahui bahwa kini Sri Bintang telah dilakukan penangguhan penahanan oleh Polda Metro. Adapun yang menjadi pertimbangan adalah kesehatan dari Sri Bintang sendiri.

Menurut Argo, penyidik saat ini tengah fokus untuk melengkapi berkas dan menyerahkannya ke jaksa peneliti. Yang pasti dalam waktu dekat berkas akan rampung. “Kita tunggu saja ya,” tambahnya.

Sebelumnya tim pengacara Sri Bintang Pamungkas cs berencana menggugat Kapolri Jenderal Tito Karnavian melalui pengadilan internasional.

“Gugatannya terkait kasus tuduhan makar kepada 10 tokoh,” ujar salah satu anggota tim pengacara, Dahlia Zein, saat konferensi pers di Depok, Sabtu (1/4).

Pihaknya saat ini tengah mengumpulkan bukti-bukti untuk pengajuan gugatan ke peradilan internasional tersebut. “Dengan bukti-bukti penahanan, surat penahanan, surat penolakan Sri Bintang atas BAP (berita acara pemeriksaan), dan penahanannya,” ucap Dahlia.

Adapun gugatan sendiri telah didaftarkan ke peradilan internasional di Jenewa, Swiss, pada Februari 2017. Gugatan ini rencananya diajukan pada April 2017. (bd)

Sumber: Jawa Pos

Ceramah Zakir Naik di Bandung, Jemaah Non Muslim Ikut Syahadat

BOGOR DAILY– Cendikiawan Muslim bertaraf Internasional, Dr Zakir Naik, memberikan ceramah di hadapan puluhan ribu jamaah yang hadir di Gymnasium UPI, Kota Bandung, Ahad (2/4) selama sekitar satu setengah jam. Selesai berceramah, Zakir Naik mempersilakan peserta yang hadir untuk bertanya. Namun, Ia memprioritaskan peserta non-Muslim untuk memberikan pertanyaan.
Beberapa orang yang beragama non-Muslim beragama Katolik, Kristen Protestan, Atheis, dan Budha melontarkan banyak pertanyaan tentang Nabi Isa, tentang Allah SWT, dan tentang islam. Dari belasan orang yang bertanya, ada sekitar empat orang yang langsung bersyahadat menyatakan diri masuk Islam. Di antaranya adalah, Danalia Permata Sari (26 tahun) beragam budha, Novita Luciana (25 tahun) beragama Katolik, Kevin beragama Katolik, dan Deni Saputra beraliran atheis.

Saat muallaf tersebut, membacakan syahadat, banyak peserta yang tak bisa menahan tangisnya. Begitu juga, para muallaf, mereka terbata-bata membacakan dua kalimah syahadat sambil menangis.

Salah satu muallaf yang terus menangis setelah membacakan syahadat adalah Novita Luciana (25 tahun). Menurut Novi, Ia tak bisa menahan rasa harunya karena akhirnya bisa memeluk islam dan membaca syahadat.

Menurut Novi, dirinya mengenal Islam awalnya dari pacarnya yang muslim. Namun, selama ini, pacarnya tak pernah memaksa dirinya untuk masuk Islam. Rasa penasaran, justru timbul dari dirinya sendiri. Ia pun, melihat  video, Zakir Naik di youtube yang membandingkan tentang bibel dan Alquran.

“Saya semakin yakin untuk memeluk Islam, setelah melihat video Zakir Naik. Sudah dua tahun, saya nggak ke gereja,” katanya.

Novita mengatakan, sudah dua tahun ini mulai mempelajari Islam. Semakin dipelajari, Ia merasa cocok karena agama Islam, masuk akal dan mudah dipahami. Ia pun, mulai mengomunikasikan keinginan kuatnya, untuk masuk Islam dengan orang tuanya.

“Alhamdulillah, saya bisa bertanya langsung ke Zakir Naik dan dibimbing bersyahadat langsung oleh beliau,” ujar Novi sambil terus menangis tak bisa menahan harunya.

Bagi Novi, adanya ceramah Zakir Naik di youtube bisa memudahkan non-Muslim yang ingin mencari tahu tentang Islam. Karena, kalau harus membaca buku, biasanya Ia susah paham.

“Tadi saya pun dapat jawaban dari Zakir Naik, agar jangan khawatir kehilangan pekerjaan setelah masuk Islam karena Allah yang memberikan rezeki,” kata Novi seraya mengatakan, Ia sebernarnya sudah belajar shalat dan sudah hapal surat Al Ikhlas, Annas, dan Al falaq.

Sementara menurut Deni Saputra, dia sebenarnya lahir dari orang tua beragama Islam. Namun, kedua orang tuanya bercerai. Jadi, dia pun mempelajari banyak paham. Yakni, dari mulai paham komunis, sosialis, Kristen, Budha dan agama yang lainnya.

Namun, sampai sekarang dia belum meyakini satu agama pun. “Saya ke sini untuk menguatkan keyakinan saya, agama apa yang harus saya pilih. Soalnya, saya sering lihat Zakir Naik di Youtube memang masuk akal,” katanya.

Deni mengatakan, Ia sempat melontarkan beberapa pertanyaan pada Zakir Naik, yang selama ini mengganjal pikirannya. Ternyata, Zakir Naik bisa menjawab semua pertanyaannya dan menjelaskannya. “Ya, saya mengikrarkan kembali untuk masuk islam,” katanya. (rep/bd)

sumber: Republika

Ajaran Sesat Salat Satu Rakaat Hidup Lagi, Warga Protes

BOGOR DAILY– Ajaran yang disampaikan Damiri (50) membuat resah warga Desa Karangbawang, Kecamatan Ajibarang, Kabupaten Banyumas. Damiri menyampaikan ajaran salat satu rakaat tiap waktu dan gerakan salat yang tidak sesuai dengan ajaran Islam. Tata cara salat hanya berdiri, ruku, dan sujud dengan cara tangan menyembah.

Akibatnya, warga Karangbawang geram dan membubarkan kegiatan berbalut pengajian pada Selasa (28/3) malam. Kapolsek Ajibarang AKP Supardi mengatakan, warga yang sudah geram mendatangi pengajian yang dihadiri Damiri dan 22 jamaahnya di rumah Jamingan.

“Pada tahun 2016 sudah ada kesepakatan dengan Muspika dan warga jika ajaran tersebut berhenti. Ternyata kembali berjalan dan jamaahnya dari 10 orang menjadi 22 orang. Hal ini menyulut emosi warga karena ajaran tersebut dinilai sesat,” jelasnya.
Karena jumlah massa yang semakin banyak, petugas Polsek Ajibarang langsung menuju lokasi setelah mengetahui informasi pembubaran kegiatan Damiri dan kawan-kawan. Damiri dan para jamaah dievakuasi dari lokasi pengajian.

Menurutnya, ajaran Damiri hanya dengan tafsir Alquran. Tidak mengenal hadist, rukun Iman, rukun Islam bahkan tidak mewajibkan salat Jumat sampai dengan tata cara salat yang tidak lazim. Hal itulah yang membuat warga menilai ajaran sesat.

“Ditambah lagi dalam salat hanya satu rakaat setiap waktu. Tangan langsung posisi menyembah, kemudian ruku sampai sujud dengan tangan tetap posisi menyembah,” jelasnya.

Akhirnya, Damiri dan jamaahnya bisa dievakuasi. Sampai Rabu dinihari massa masih tetap berkumpul di rumah Jamingan. Kondisi tersebut bisa diredam pihak kepolisian dan pemerintah desa serta Muspika Ajibarang. Sementara itu, Damiri mengklaim apa yang diajarkan sesuai dengan Alquran.

Sehingga ia merasa heran dengan pembubaran oleh warga, karena umat Islam harus sesuai dengan Al Quran. Salah satu warga Darsim mengaku resah dengan aktivitas pengajian yang dipimpin oleh Damiri. Warga menilai ajaran yang disampaikan oleh Damiri adalah sesat.

Karena sudah ada peringatan sebelumnya terkait penghentian pengajian, namun pengajian tersebut kembali dilaksanakan di Karangbawang.

“Warga langsung tanpa komando langsung berkumpul di rumah Jamingan untuk membubarkan pengajian. Karena massa makin banyak, datang polisi dan pihak lain yang akhirnya tidak sampai ada aksi massa. Kami berharap kasus tersebut bisa segera diselesaikan karena warga sudah resah,” harapnya.

Sssttt, Bekas Pemain Cinta Fitri Ini Incar Kursi Wabup

BOGOR DAILY–  Lama tak terdengar kabarnya, pemain sinetron Adly Fayruz rupanya kini tengah sibuk di dunia politik. Artis yang namanya melejit berkat sinetron Cinta Fitri, itu kini berencana nyalon di Pilkada Bandung Barat (KBB) 2018.

Saat dikonfirmasi melalui akun instagramnya, Adly membenarkan hal itu. Meski demikian, ia belum berbicara panjang lebar soal rencananya untuk maju di Pilkada KBB.

Melalui akun instagramnya Adly mengungkapkan, sampai saat ini dirinya belum mengantongi dukungan partai politik. Sekalipun demikian, sebagai bentuk keseriusannya mantan kekasih Shiren Sungkar ini bakal maju melalui jalur independen.

Sejauh ini, Adly mengklaim sudah mengunjungi beberapa daerah di KBB untuk bertemu langsung dengan masyarakat.

“Minggu depan Insya Allah silaturahim lagi (dengan warga)” katanya tanpa menyebutkan daerah-daerah yang sudah ia kunjungi.

Aldy juga mengungkapkan, dia juga mendapat dukungan dari komunitas dan masyarakat Bandung Barat. Aldy menegaskan dalam pilkada bandung barat dirinya lebih membidik kursi wakil bupati.

“Insya Allah kang, untuk cawabup KBB. Mohon dukungannya,” ujar pria kelahiran Jakarta, 14 April 1987 ini (jp/bd)

Mobil Rombongan Wisatawan ini Terguling, 4 Tewas

BOGOR DAILY- Korban tewas akibat kecelakaan mobil wisatawan di Gunungkidul kembali bertambah. Total hingga saat ini korban meninggal ada 4 orang.

“Memang benar ada empat korban meninggal,” ujar Dirlantas Polda DIY Kombes Latif Usman, Minggu (2/4/2017).

Menurut informasi, dua orang di antaranya meninggal di lokasi kejadian. Sedangkan dua orang lainnya meninggal di rumah sakit.

Korban meninggal dunia telah berada di RSUD Wonosari, sedangkan korban dengan kondisi luka dirawat di RS Pelita Husada.

“Kami sudah mulai menghubungi keluarga korban (di Kudus),” imbuhnya.

Rombongan yang berasal dari Kudus ini berencana akan berwisata ke Pantai Indrayanti. Namun karena sopir tak tahu jalan, mereka tersasar hingga Kecamatan Ponjong yang jauhnya sekitar 15 km dari arah seharusnya.

Diwawancara terpisah, Kapolsek Ponjong Kompol Saman menjelaskan mobil Elf itu mengalami kecelakaan di turunan yang berbelok. Kondisi lokasi saat kejadian juga berkabut.

“Ini kan jalannya menurun lalu belok. Itu kan di sini sekitar jam 05.30 WIB sampai jam 06.00 WIB di sini berkabut, lumayan tebal,” ujar Saman.

Empat korban tewas di antaranya, Akila Nuri (1 tahun), Muhammad Akhsin (23), Khaerul Amar (29), Abdul Khafidz (22). Keempatnya merupakan warga Kaliwungu, Kudus, Jawa Tengah. Sedangkan sopir mobil tersebut yakni Kiswoyo (38) masih dalam perawatan.

Nugrah menjelaskan, kecelakaan yang terjadi pada mobil Isuzu ELF bernopol D 7124 AN terjadi di Jl. Umum Semanu-Bedoyo tepatnya di Dusun Asemlulang, Desa Sidorejo, Kecamatan Ponjong, Gunungkidul.

“Sebelumnya mobil tersebut berjalan dari arah timur, Bedoyo, menuju ke barat yaitu Semanu. Sesampainya di tempat kejadian, pada jalan menurun dan menikung ke kiri, mobil oleng ke kanan dan menabrak pohon,” urainya. (bd)

Datangi Bandung, Ini Hadiah Khusus Aher ke Zakir Naik

BOGOR DAILY-  Kedatangan tokoh ulama dunia Zakir Naik tak disia-siakan Gubernur Jawa Barat, Ahmad Heryawan. Ya, ketika bersua tadi malam (1/4), Aher-sapaan Ahmad Heryawan memberikan kenang-kenangan tak biasa kepada Zakir Naik.

Saat menjamu sang ulama di Gedung Sate, Kota Bandung, Aher memberi sebuah Kujang kepada Zakir Naik. Kujang merupakan salah satu perkakas kesenian dari Sunda.

“Ini bagian dari pengenalan budaya Sunda. Semoga makin mendunia,” ujar Aher dalam sambutannya, tadi malam (1/4).

Dalam kesempatan itu, Aher juga mengucapkan selamat datang kepada Zakir Naik. Dia berharap silaturahmi ini memberikan makna yang kuat dalam ukhuwah islamiyah (persaudaraan muslim) yang dibangun.

“Selamat datang di Kota Bandung ibu kota Provinsi Jawa Barat, dan selamat menyantap hidangan yang telah disediakan, karena malam ini sangat istimewa dengan kedatangan Tokoh Muslim yaitu Zakir Naik,” tandasnya.

Turut hadir Kapolda Jawa Barat Anthon Charlian dan tokoh serta pemuka agama di lingkungan provinsi Jawa Barat (jp/bd)

Kapolri Datangi Masjid Az-Zikra Subuh-subuh, Ini Penampakannya

BOGOR DAILY–  Sebanyak 15 ribu jemaah melakukan salat subuh dan berzikir bersama Kapolri Jenderal Tito Karnavian dan Ustaz Arifin Ilham. Acara digelar di Masjid Az-Zikra, Babakan Madang, Bogor.

Jemaah tidak hanya warga sekitar saja, tetapi juga datang dari luar Jawa. Zikir akbar bersama ini memang agenda rutin setiap bulan majelis zikir Az-Zikra.
Minggu (2/4), Jenderal Tito tiba di lokasi sekitar pukul 04.22 WIB. Kemudian saat waktu salat tiba, bersama Ustaz Arifin Ilham menggelar salat berjemah.
Ikut bersama Kapolri, Wadir Lantas Polda Metro Jaya AKBP Indra Jafar dan Kapolres Bogor AKBP Andi Muhammad Diki Pastika.
Setelah salat subuh dan berzikir, sambutan disampaikan Ustaz Arifin Ilham, yang menyampaikan terima kasihnya atas kehadiran Kapolri dan jajaran kepolisian.
Arifin Ilham dalam pesannya juga mengingatkan agar umat Islam selalu menjaga wudhu dan zikir. Sedang Jenderal Tito saat memberikan pesan di depan jemaah menjelaskan langkah kepolisian dalam penegakan hukum.
Polisi memang tengah menuai kritik dari sejumlah kalangan umat Islam terkait penangkapan Sekjen FUI Muhammad Al Khaththath yang memimpin Aksi 313. Tito menyampaikan rasa terima kasihnya atas undangan Arifin Ilham. Kemudian menjelaskan bahwa tugas kepolisian adalah menjaga keamanan, tidak berpolitik.
“Keberagamanan yang ada baik agama maupun suku yang ada di negara Indonesia jangan dijadikan masalah tapi harus dibuat sebagai keluarga dan pemersatu bangsa,” pesan Tito
Tito juga menjelaskan arti dari bersatu dalam sumpah pemuda serta lahirnya Pancasila. Menurut Tito, pemerintah juga harus pro dan bekerja sama dengan rakyat kecil.
“Saat ini persaingan perekonomian dunia amat ketat, apabila masyarakat menginginkan ekonomi Indonesia maju dan stabil, mutlak harus menjaga stabilitas politik dan ekonomi,” kata Tito.
Sekitar pukul 06.10 WIB acara zikir selesai. Tito dan rombongan kemudian melanjutkan ramah tamah dengan Ustaz Arifin Ilham.

 

Hasil Kebijakan Ganjil-Genap 7.260 Pengendara Ditilang

BOGOR DAILY– Tujuh bulan sudah Pemprov DKI Jakarta menerapkan kebijakan ganjil-genap untuk mengatasi kemacetan. Dalam kurun waktu tersebut, sebanyak 7.260 pelanggar ditindak.

“Jumlah tilang selama 152 hari mulai 30 Agustus 2016 sampai dengan 31 Maret 2017. Jumlah tilang 7.260,” ujar Kasubdit Bin Gakkum Polda Metro Jaya AKBP Budiyanto Minggu (2/4/2017).

Sementara itu, polisi berhasil mengamankan barang bukti dalam penindakan yaitu Surat Izin Mengemudi (SIM) sebanyak 5.009 lembar, Surat Tanda Kendaraan Bermotor (STNK) sebanyak 2.250 lembar, dan barang bukti kendaraan bermotor sebanyak satu unit.

Selain melakukan penindakan berupa pemeberian surat tilang. Upaya persuasif seperti teguran juga diberikan kepada 9.033 pengendara yang melanggar.

Sebelumnya diberitakan, kebijakan ganjil-genap resmi diberlakukan mulai 30 Agustus 2016. Sejumlah ruas jalan yang diberlakukan kebijakan tersebut adalah Jalan Medan Merdeka Barat, Jalan MH Thamrin, Sudirman, Sisingamangaraja, dan sebagian Jalan Gatot Soebroto (simpang Kuningan sampai Gerbang Pemuda). Ganjil-genap berlaku hari Senin sampai Jumat, tepatnya pada pukul 07.00-10.00 WIB dan 16.00-20.00 WIB.

Kebijakan ini dibuat oleh gubernur petahana Basuki Tjahaja Purnama sebagai upaya transisi menuju pemberlakuan sistem jalanan berbayar alias Electronic Road Pricing (ERP). Sistem ganjil-genap berdasarkan nomor polisi kendaraan bermotor itu diharapkan bisa mengurangi kemacetan hingga 50 persen.(bd)

Ada Peluncuran Tim Persib, 200 Polisi Perketat Keamanan

BOGOR DAILY– Ratusan polisi dikerahkan guna mengantisipasi sejumlah ancaman keamanan sepanjang pelaksanaan acara peluncuran tim Persib Bandung. Kegiatan perkenalan skuat ‘Maung Bandung’ untuk kompetisi Liga 1 musim 2017 berlangsung di Stadion Siliwangi hari ini.

“Kami turunkan 200 personel untuk pengamanan launching Persib,” ujar Kapolrestabes Bandung Kombes Pol Hendro Pandowo di Mapolrestabes Bandung, Minggu (2/4/2017).

Hendro menuturkan, pengamanan di lokasi kegiatan akan menerapkan pola terbuka dan tertutup. Personel menyebar di dalam dan luar stadion.

“Ada tiga ring pengamanan yang kami terapkan. Ring satu di dalam stadion, ring dua di halaman, dan ring tiga pengamanan jalur,” katanya.

Panitia penyelenggara rencananya menggelar gerak jalan bobotoh yang mengambil rute Jalan Lombok – Jalan Aceh – Jalan Belitung – Jalan Sumatra – Jalan Jawa – Jalan Bali – Jalan Sumbawa – Jalan Lombok. Untuk kegiatan jalan kaki itu, sambung Hendro, pengalihan arus akan bersifat situasional.

“Pengamanan maksimal, jika diperlukan (pengalihan arus) akan dilakukan, situasional saja,” ucap Hendro.

Ia meminta bobotoh yang hadir menyaksikan langsung acara tersebut untuk tetap tertib. Bobotoh dilarang membawa barang-barang yang berbahaya saat masuk Stadion Siliwangi.

“Nanti akan dilakukan pengecekan terhadap bobotoh bersama panitia penyelenggara,” katanya.

Kegiatan peluncuran tim Persib, lanjut Hendro, berakhir pada pukul 20.00 WIB. Dia mengimbau kepada bobotoh agar tidak melakukan konvoi selepan acara.

“Konvoi tidak perlu. Jangan terlalu berlebihan, yang terpenting makna dari acanya dapat. Mari menciptakan situasi kondusif,” ujar Hendro. (de/bd)

Lagi Rame Nih, Teror Pocong di Ciawi Ganggu Orang Pacaran

BOGOR DAILY Belakangan, teror pocong rupanya tengah jadi obrolan hangat di warung kopi (warkop) di Kampung Banjarwangi, Desa Banjarwangi, Kecamatan Ciawi, Kabupaten Bogor.

Bukan sembarang pocong, makhluk yang satu ini rupanya sengaja menakut-nakuti pasangan yang asik berpacaran. Namun, kehadirannya justru dianggap jadi modus baru untuk mencuri.

Seperti dialami dua pemuda Desa Cileungsi, Kecamatan Ciawi, yaitu Erwin (16) dan Dinda Nuraeni (15). Pasangan yang tengah asyik memadu kasih di salah satu warung gubuk di RT 02/04, Desa Cileungsi, ini hanya bisa menangis saat HP-nya raib.

“Gara-gara kaget lihat hantu kemudian HP ditinggal. Untung motor saya gak diambil meski kunci motor juga ketinggalan di warung,” ujar Erwin

Sementara itu, Aep Saepulloh (45), yang juga warga Desa Cileungsi mengaku sudah tiga kali kejadian serupa di sana. Sasarannya anak-anak muda yang lagi pacaran.

“Ini yang ketiga kalinya. Makanya warga lagi mencari pocong jadi-jadian ini,” tuturnya.

Sebelumnya, kasus pocong jadi-jadian ini juga pernah menghebohkan warga Kampung Banjarwangi, Desa Banjarwangi, Kecamatan Ciawi.

Warga desa yang berada diujung selatan Kecamatan Ciawi itu sering diteror pocong jadi-jadian. Tapi hingga kini teror pocong itu belum berhasil dihentikan. (bd)