Saturday, 4 April 2026
Home Blog Page 9130

Lagi! Polisi Bongkar Jual beli Cewek ABG Via Facebook

BOGOR DAILY Setelah ramai terkuaknya pedofil bocah melalui akun facebook ‘Official Loly Candy’s 18+, giliran Polres Jaksel membongkar praktik jual beli cewek ABG via facebook.  Prostitusi online ini sengaja menjajakan cewek ABG untuk pria hidung belang. Polisi menangkap seorang muncikari berinisial RQ.

“Untuk kasus perdagangan orang yang kami tangani, ini modusnya memperdagangkan orang dengan tujuannya eksploitasi seksual,” kata Kanit Krimum Polres Metro Jakarta Selatan AKP Reza Mahendra kepada wartawan di Mapolres Jakarta Selatan, Jalan Wijaya II Nomor 42, Pulo, Kebayoran Baru, Jakarta Selatan, Senin (27/3/2017).

AKP Reza mengatakan, pengungkapan kasus ini bermula dari informasi masyarakat mengenai akun FB dengan nama ‘Lorenz Afecto’. Polisi langsung melakukan penyelidikan.

“Bahwasanya ada akun Facebook yang bernama ‘Lorenz Afecto’ yang memperdagangkan wanita untuk menjadi PSK, dan pada saat itu kami coba melakukan penyelidikan, terus bisa berkomunikasi dengan pelaku dan mencari tahu, apakah betul hal ini terjadi,” ujarnya.

Reza mengatakan upaya pelaku dalam menggaet wanita untuk jadi anak buahnya adalah dengan membagi hasil setengah-setengah.

“Nanti dibagi dua, sama korbannya, kalau 1 orang Rp 1.500.000, nanti akan dipotong buat jatah dia Rp 750.000, tapi tentunya akan di potong lagi, potong lagi, modusnya trafficking, menjerat hutang,” jelasnya.

Pelaku ditangkap di sebuah hotel daerah Jakarta Selatan. Saat ditangkap polisi juga mengamankan wanita yang diduga dijual oleh RQ.

Hingga saat ini pihak kepolisian juga sudah meminta Kominfo untuk menghapus akun Facebook terkait. Pelaku akan dikenakan pasal 2 dan pasal 6 Undang-undang nomor 21 tahun 2007 tentang pemberantasan tindak pidana perdagangan orang. Sedangkan wanita yang dijual RQ masih menjalani pemeriksaan

Layanan Taksi Online Dorong Penjualan Mobil

BOGORDAILY – Kehadiran taksi online dalam beberapa tahun terakhir menjadi angin segar bagi industri otomotif nasional. Komisaris GO-JEK Patrick Walujo mengatakan jumlah taksi online pada 2015 hanya berkisar 15 ribu unit.

Jumlah taksi online kini melambung cukup tinggi dan diperkirakan sekitar 260 ribu unit di seluruh Indonesia. “Itu baru mobil saja, belum yang sepeda motor,” kata Patrick kepada Tempo, akhir pekan lalu.

Berdasarkan hitungan manajemen GO-JEK, taksi online menyumbang Rp 7,5 triliun terhadap penjualan mobil dalam negeri. Nilai itu didapat dari penjualan 75 ribu taksi yang terdaftar di sistem operator, dengan rata-rata harga per unit Rp 100 juta.

Satu taksi bisa tergabung dalam dua atau tiga operator. Menurut Patrick, rata-rata pemilik mobil membeli dengan cicilan Rp 3 juta per bulan.

Executive General Manager PT Toyota Astra Motor (TAM) Fransiscus Soerjopranoto mengaku bahwa selama ini pihaknya tidak memiliki program khusus yang menyasar taksi online. Hanya saja, lanjut dia, dampak pada penjualan tentu ada meski pihaknya sulit mendata karena konsumen taksi online disamakan dengan end user (pembeli biasa).

Menurut Soerjo, Toyota memiliki produk yang baik, nyaman, dan efisien. Tak heran bila dijumpai masyarakat membeli Toyota Avanza atau Toyota Calya yang karena harga, fungsionalitas (daya tampung) dan kenyamanannya lalu dijadikan taksi online. “Kalau dibeli lalu digunakan untuk taksi online itu menjadi selling point tersendiri,” ujarnya.

Hal senada juga diungkapkan Direktur Marketing dan Layanan Purnajual PT Honda Prospect Motor (HPM) Jonfis Fandy yang menyebutkan bahwa munculnya taksi online turut mendongkrak penjualan mobil. “Tidak ada datanya tapi pasti punya efek ya. Penjualan mobil turut meningkat karena faktanya memang ada yang menggunakannya sebagai taksi online,” ujarnya

Soal aturan baru angkutan online yang rencananya mulai diberlakukan pada 1 April mendatang, Jonfis menyerahkan mekanismenya kepada pasar. Artinya, jika pemilik kendaraan dapat menawarkan mobil dan kenyamanan yang kepada konsumen, tentu akan berakhir baik pula. “Yang pasti jika konsumen senang, ya itu baik,” tuturnya.

Sedangkan Direktur PT Astra Daihatsu Motor (ADM) Amelia Tjandra mengaku tidak memiliki data pasti tentang pembelian kendaraan untuk konsumen yang digunakan sebagai taksi online. “Sejauh ini tidak ada laporan kegiatan penjualan khusus untuk taksi online secara individu maupun korporat,” ujarnya.
(Tempo)

Tahun Ini Jokowi Tambah Hakim Baru, Gelombang Pertama 500 Orang

BOGOR DAILY– Pengurus Pusat Ikatan Hakim Indonesia (PP IKAHI) melapor ke Presiden Joko Widodo soal kekurangan jumlah hakim di Indonesia. Menanggapi laporan ini, Menteri Hukum dan HAM Yasonna Laoly mengatakan Presiden Jokowi telah menyetujui penambahan jumlah hakim di Indonesia.

“Kekurangan hakim yang sudah tujuh tahun moratorium, Presiden sepakat bahwa, bahkan sudah meminta kepada Menteri Pemberdayaan Aparatur Negara,” kata Yasonna saat ditemui di Kompleks Istana Kepresidenan, Jakarta, Senin (27/3/2017).

Yasonna mengatakan, saat ini prinsip penambahan jumlah hakim tersebut sudah selesai. Tinggal tindak lanjut dari Menpan RB. Penambahan jumlah hakim itu akan dilakukan pada tahun ini.

“Prinsip sudah selesai dan tinggal ditindaklanjuti oleh Menpan penambahan hakim, hakim baru, tapi cukup, 500-an lebih minimal untuk gelombang pertama ini,” kata Yasonna.

Dalam pertemuan antara IKAHI dengan Presiden Jokowi tersebut, juga dibahas soal Rancangan Undang-undang Jabatan Hakim, yang di dalamnya mengatur soal batasan umur hakim. IKAHI menolak pemotongan umur pensiun bagi hakim.

Menanggapi ini, Yasonna mengatakan, penetapan batasan umur tersebut nantinya tidak serta merta langsung berlaku.

“Ada interval. Kalau langsung nanti Hakim Agung banyak yang kosong, jadi harus dikasih jeda waktu. Nanti kita lihat seperti apa. Dalam proses jeda waktu itu ada rekrutmen untuk mengisi. Termasuk hakim Pengadilan Negeri,” kata Yasonna. (bd)

Tragis! Karyawati Cileungsi Dibunuh, Mayatnya Dibuang di Kali

BOGOR DAILY– Mayat perempuan yang ditemukan pada Jumat (3/3/2017) pukul 13.30 WIB yang membusuk di Kali Cikarang Ujung Muara, Desa Kertarahayu, Kecamatan Setu, Kabupaten Bekasi, Jawa Barat, berhasil diungkap pihak kepolisian Polres Metro Bekasi.

“Sebelumnya mayat tersebut ditemukan tanpa identitas setelah pihak Kepolisian melakukan penyidikan dan akhirnya mayat tersebut diketahui ber inisial DIN (20) seorang Karyawati, warga Kp. Kubang, Desa Jatisari, Cileungsi, Kabupaten Bogor,” kata Kapolres Metro Bekasi, Kombespol Asep Adi Saputra di Mapolres Bekasi, Senin (27/3/2017).

Setelah melakukan penyidikan lebih lanjut tepatnya Jumat (17/3) pihak Kepolisian pun melakukan pengejaran terhadap terduga pelaku yang berinisial AP Bin Onin,25, pedagang, warga Kp. Mampir Timur, Cileungsi.

Kronologis, awalnya pelaku dan korban sudah saling kenal dan berjanjian di Jembatan Bondol, Kp. Cikarang Jati, Kelurahan Jatimulya, Serang Baru pada Selasa (28/2) pukul 20.00 WIB dimana pelaku hendak meminjam kendaraan korban untuk digadaikan.

“Pelaku dan korban sudah kenal lama sejak korban remaja,” kata Kapolres.

Karena korban tidak meminjamkan dan pelaku sendiri sudah mempersiapkan tali tambang. membuat pelaku kesal sehingga memaksa korban dengan cara mendorong badan korban, kemudian membenturkan wajah korban ke tiang jembatan bondol lalu membenturkan kembali kepala korban bagian belakang sehingga korban pingsan.

Karena takut melihat wajah korban, pelakupun kemudian menutupi wajah pelaku menggunakan kaos korban selanjutnya mencabut kalung yang dipakai korban. dan untuk meninggalkan alibi pelaku mengikat tangan dan kaki korban serta pelaku merobek dan membuka celana korban agar image bahwa korban menjadi korban pemerkosaan dan mengelabui polisi seakan korban dibunuh bukan teman dekatnya.

Pelaku AP Bin Onin dijerat dengan pasal 340 KHUP atau pasal 365 KHUP tentang pembunuhan berencana dan pencurian dengan kekerasan dengan ancaman hukuman 20 tahun penjara atau seumur hidup.

Avanza Maut Tabrak 2 Pejalan Kaki Hingga Terpental di Puncak

BOGOR DAILY -Jalur Puncak Kabupaten Bogor kembali memakan korban jiwa pada Senin (27/3/2017). Dua mobil Avanza mauut,  saling hantam, di sekitaran Gang Semen, Desa Cipayung, Kecamatan Megamendung, Kabupaten Bogor Jawa Barat sekitar pukul 01.30 WIB dini hari tadi.  Kecelakaan ini membuat dua pejalan kaki terpental. Satu orang terpaksa meninggal.

Sofwan (56) warga setempay yang sedang berada dipinggir jalan tewas tertabrak Toyota Avanza bernomor polisi AE-861-NM yang dikendarai Rizki Suviarto (23)

Kanit Laka Lantas Polres Bogor, Iptu Asep Saepudin menjelaskan, insiden tersebut bermula ketika kendaraan toyota Avanza bernomor polisi AE-861-NM yang dikendarai Rizki Suviarto warga Jakarta ini bergerak dari arah Puncak menuju Gadog.

Setibanya dilokasi jalan menurun dan tikungan ke kiri pengendara yang tidak memiliki SIM A itu mengantuk lalu bergerak ke kanan jalan dan menabrak samping kanan kendaraan Toyota Avanza bernomot polisi F 1201 YD yang atang dari arah berlawanan.

“Kendaraan itu terus bergerak ke kanan dan menabrak dua orang yang sedang berada di pinggir jalan sebelah kanan,” jelasnya, Senin (27/3/2017).

Kedua warga yakni Sofwan (56) dan Djakaria (42) yang sedang berdiri dipinggir jalan pun langsung terpental dan mengalami luka cukup serius.

“Korban atas nama Sofwan meninggal dunia di RSUD Ciawi dan korban lainnya masih dirawat di rumah sakit,” jelasnya.

Sementara itu, kendaraan F 1201 YD yang datang dari arah berlawanan pun terus bergerak kedepan dan baru berhenti setelah menabrak kios ponsel.

“Kedua kendaraan sudah dievakuasi dan sopirnya masih dalam pemeriksaan,” tandasnya. (bd)

Foto Pramuka Makan Tanpa Alas Di Medsos Jadi Viral, Pembina Terancam Sanksi

BOGORDAILY – Anggota pramuka makan tanpa alas di Kabupaten Tangerang, Banten, kembali mendapat kecaman. Kali ini, kegiatan yang sempat viral di media sosial itu mendapat kritik dari para pimpinan Pramuka pusat.

Kepala Pusat Pendidikan dan Pelatihan Nasional (Kapusdiklatnas) Gerakan Pramuka Suyatno menyesalkan adanya perihal tersebut. Pembina di Kabupaten Tangerang harus bertanggung jawab dan mendapat sanksi tegas.

“Pembina harus disadarkan bahwa posisinya sebagai pendidik sekaligus mitra bagi peserta didik. Pembina perlu ditegur jika menyalahi prosedur membina,” ujar Suyatno, Tangerang, Banten, Senin (27/3/2017).

Sebagai pimpinan yang membawahi persoalan pendidikan dan pelatihan, Suyatno menegaskan, cara-cara seperti itu tidak sesuai nilai-nilai kepramukaan yang selama ini sudah berjalan.

“Tujuan bagi peserta didik adalah pembelajaran adab yang berujung pada kemanusiawian. Makan itu proses beretika yang berpayung pada prinsip dasar kepramukaan dan kode kehormatan. Sekaligus ‎makan harus dijadikan momentum bagi anak untuk mengenali gizi, tata cara, dan proses bersamaan,” kata dia.

Agar kegiatan semacam itu tidak terulang lagi, Suyatno mengimbau, seluruh pelatih dan pembina Pramuka mempunyai perencanaan matang dalam menangani peserta didik, bukan asal-asalan.

“Pedomani tujuan Gerakan Pramuka melalui butir SKU (Syarat-Syarat Kecakapan Umum). Pelatih atau pembina Pramuka jangan melakukan kegiatan sendiri tanpa berbasis aturan kepramukaan,” dia mengingatkan.

Ketua Kwartir Nasional Gerakan Pramuka Adhyaksa Dault juga menyayangkan kejadian tersebut. Melalui akun Instagram @adhyaksadault, dia mengajak Pramuka untuk mengunggah foto-foto yang baik di media sosial.

“Ada ribuan foto dan video kegiatan Pramuka di setiap telepon genggam dan laptop anak Pramuka. Saya minta posting, upload semua foto dan video tersebut di medsos. Agar dunia tahu bahwa kegiatan Pramuka itu mendidik, menggembirakan, menginspirasi, menyenangkan, menguatkan persaudaraan anak-anak kita,” ujar dia.

“Jangan sampai Gerakan Pramuka tercoreng, hanya karena satu foto makan tanpa alas,” mantan Menpora itu menandaskan.

Baru-baru ini dua foto yang diduga pelatihan atau pembinaan Pramuka dengan cara makan bersama hanya beralaskan rumput, yang diduga terjadi di Kabupaten Tangerang, Banten menjadi viral di media sosial.

Postingan dua foto tersebut diduga adalah bagian dari kegiatan Pramuka. Foto pertama berisi puluhan remaja berpakaian seragam pramuka berbaris rapi memunggungi beberapa remaja, yang diduga panitia kegiatan tersebut yang tengah mempersiapkan makanan berupa nasi dan sedikit lauk pauk.

Hanya saja, nasi tersebut diletakan begitu saja di atas tanah beralaskan rumput, tanpa ada alas lain seperti daun pisang atau bungkus nasi sebagai wadah makan. Pada foto kedua, setelah nasi dan lauk pauknya selesai disiapkan, para remaja berpakaian Pramuka tersebut langsung menyantapnya dengan posisi jongkok dan menggunakan jari mereka untuk makan, tanpa disediakan air mineral ataupun wadah lain.(liputan6)

Muncul Lagi Demam ‘Eraser Challenge’. Apa Itu?

BOGOR DAILY– Beberapa waktu lalu, para orangtua dibuat heboh dengan aksi “Skip Challenge” yang dilakukan anak-anak sekolah. Dalam tantangan ini salah seorang pelaku menekan dada teman lainnya yang menjadi target hingga kehabisan napas.
Mereka ingin mengetahui berapa lama target bisa bertahan. Tentu saja aksi ini dikecam oleh para orangtua. Setelah demam “Skip Challenge” mereda, muncul aksi lain yang dinamakan “Eraser Challenge” yang juga viral di beberapa negara.

Seperti dilansir dari laman Foxnews, anak-anak sekolah yang melakukan aksi ini akan menulis huruf di kulit tangan mereka menggunakan penghapus. Mereka yang berhasil membuat luka paling hebat dari gesekan penghapus di kulit akan menjadi pemenangnya.

Mereka pun lantas membagikan hasil luka pada kulit tangan mereka di media sosial Instagram hingga menjadi viral. Padahal, seperti disampaikan dokter spesialis anak Angela Mattke, luka yang dihasilkan dari gesekan penghapus bisa terinfeksi virus atau bakteri.

“Hal apapun yang membuat kulit menjadi terluka, maka di situ ada risiko infeksi,” ujarnya.

Kulit terbakar baik yang disebabkan oleh panas atau bahan kimia memang berpotensi memicu perkembangbiakan bakteri. Apabila luka cukup serius, Mattke mengatakan anak mungkin memerlukan antibiotik.

Geger! Kata Inul Daratista Ada Pria Bersorban Main ‘Sex Skype’

0

BOGOR DAILY–  Inul Daratista  membuat geger jagat dunia maya. Pedangdut yang terkenal dengan goyang ngebornya ini terlibat perang komentar dengan netizen di instagram lantaran pria bersorban.

Pemicunya adalah foto bareng Inul dengan Ahok yang memancing banyak komentar. Tak tahan, dikomentari Inul pun membalasnya dengan jawaban yang membuat netizen bertambah marah.

Salah satu jawab inul dianggap memfitnah ulama dengan kata ‘pria bersorban’.

“Yang sok alim dan otaknya di dengkul pasti mikirnya agama gak mikir beliau gubernur bpk kita semua hahaha aku seh gak liat beliau lagi nyalonin lagi.. aku cuma bayangin yg pake syurban bisa mojok ama wanita sambil main sex skype itu piye cerita ne bisa jadi panutan ???! Jgn merusak moral kita soal Rasis-sara- agama aku gak main politik tp aku cukup bangga duduk berdampingan org yang menjaga jakarta saat ini dan aku tak ikut campur urusan politik krn bukan bidangku!!!”

Selain itu Inul menyebut sejumlah kasus. Ia juga menolak jika ada followernya yang memberikan nasihat baginya. Inul mengancam dengan membloc bagi siapa saja yang menceramahinya.

“Kalao orang yang mau ceramaiahin aku, akan saya block dan pastinya yang gak suka silahkan unfollow, karena aku bukan kerugian sama orang yang otak pikirane dengkul,” katanya lagi.

Tidak sampai di situ, Ia juga dinilai menyindir paslon Anies Baswedan soal kasus buku di Jerman dan Sandiaga Uno.

“Kalian lihat pimpinan kalian yang kemaren kena kasus tuh sama wanita apa kabarnya ? Liat juga pasangan lain yang kasus buku dijerman , ayo klo mau obok2 jgn sok bener sendiri sendiri aku tdk berpihak pada siapa2. “ tulis Inul.

“Sampe mau dibayar amplopan dan nasi kotak juga gontok2an sesama islam muslim arep jadi opoooo indonesia ini??!! jgn main d sini yah,” tulisnya lagi.

Netizen pun mempertanyakan siapa orang bersorban yang dimaksud Inul.

Mereka meminta Inul menyebut nama.

@bekerja2 : Jangan memfitnah, sebut siapa yg bersorban yg anda maksud kalau berani @daratista_inul #BoikotInulDaratista

@RestySeterah : Dulu inul pernah melawan saat diperingatkan soal goyangan yg vulgar , sekarang diulangi lagi dgn menfitnah #BoikotInulDaratista

Selain itu netizen juga menggalang dukungan untuk memboikot bisnis Inul yakni rumah bernyanyi Inul Vista.

@FionaSoleha: Fitnah @daratista_inul kpd ULAMA! Aku dan Keluargaku gak akan nonton kamu di media apapun dan gak akan nginjak Karaoke Inul Vista manapun !

Tiga Fraksi Bereaksi Soal Kemacetan yang Sampai Perumahan

BOGOR DAILY–  Kemacetan parah di kawasan Sempur mendapat sorotan sejumlah anggota dewan. Ketua Fraksi Gerindra Jenal Mutaqin mengatakan, saat ini Taman Sempur memang menjadi magnet baru Kota Bogor. Sebagai konsekue­nsinya, banyak masyarakat berkunjung dan kepadatan tak bisa terhindarkan.

“Sempur menjadi salah satu tempat yang paling diminati dan tak bisa dipungkiri pasti ada lonjakan pengunjung. Saya sepakat jangan sampai kenya­manan warga di sekitar lokasi ikut terganggu dengan macet dan semrawutnya parkiran,” kata Jenal.

Jenal pun memaparkan se­jumlah opsi yang bisa diambil untuk jangka pendek maupun jangka panjang. Untuk jangka pendek, Pemerintah Kota (Pem­kot) Bogor bisa menambah petugas park rangers, Satpol PP dan Dishub untuk mengatur parkir dan lalu lintas di titik-titik kemacetan. Harapannya, kesemrawutan yang terjadi bisa sedikit terurai dan tidak menyusahkan warga dengan tetap memberi ruang kepada para pengunjung.

“Untuk jangka panjang area di pinggir Ciliwung bisa dimaksi­malkan untuk parkir. Yang pasti pemkot harus duduk bareng dengan warga,” saran Jenal.

Hal senanda diungkapkan Ketua Fraksi Amanat Bintang Restorasi Bangsa Romdoni. Di satu sisi, dirinya sangat bang­ga Lapangan Sempur bisa dinikmati banyak masyarakat. Namun di sisi lain, minimnya lahan parkir mengakibatkan masyarakat di sekitar lokasi terkena imbasnya.

“Untuk sementara mungkin jalur dari Sempur ke Taman Kencana atau sebaliknya bisa digunakan untuk parkir,” sing­kat Romdoni.

Sementara itu, Wakil Fraksi PKS DPRD Kota Bogor Na­jamudin mengaku masalah kepadatan ini sudah terpikirkan sejak Lapangan Sempur resmi dilaunching. Namun untuk saat ini, seluruh instansi terkait ha­rus turun langsung menangani persoalan ini agar masyarakat merasa ada penyelesaian.

“Pemkot memang harus me­miliki lahan parkir yang bisa menampung lebih banyak kendaraan. Yang terpenting saat ini adalah mendata lahan-lahan yang bisa digunakan, khususnya saat libur tiba. Sam­bil berjalan, pemkot bisa men­cari solusi bersama sehingga penanganannya tidak berlarut-larut.

Kata Pakar Transportasi, Tarif Parkir di Kota Perlu Dinaikkan

BOGOR DAILY– Polemik kemacetan di kawasan Lapan­gan Sempur menyedot perha­tian Pakar Transportasi dari Masyarakat Transportasi Indo­nesia (MTI) Djoko Setijowarno. Menurutnya, apa yang terjadi saat ini imbas dari kurang matangnya perencanaan dalam penataan kota.

Termasuk dalam membangun pusat olahraga gratis warga di Lapangan Sempur. Seharusnya, dengan kondisi kawasan Sempur yang padat,pemerintah sudah inisiatif membangun sistem parkir bawah tanah atau sistem parkir bertingkat.

“Kalau dirasa sudah tidak ada lahan parkir pilihannya cuma itu karena kotanya sempit. Beberapa wilayah seperti di Bandung juga mulai meng­gunakan lahan parkir bawah tanah karena tidak memiliki cukup lahan kosong,” terang Djoko. Menurut Djoko, permasala­han seperti ini kerap terjadi di kota-kota yang terlanjur padat dan tidak menyisakan area ko­song. Sebetulnya, ia melanjut­kan, saat pemkot mulai mem­bangun landmark kota yang kemungkinan akan menjadi daya tarik masyarakat, mereka harus sudah mengantisipasi permasalahan parkir ini.

“Kalau dibilang telat ya bisa juga begitu. Harusnya ketika dibangun sudah bisa dipre­diksi penyelesaian perma­salahan parkir ini akan seperti apa. Jangan pas sudah ramai dan muncul masalah baru sibuk cari solusi,” kata dia.

Meski begitu, sebagai solusi terdekat, ia menyarankan pemerintah berani men­gambil langkah tegas untuk menaikkan tarif parkir 20-40 kali lipat dibanding tarif an­gkutan umum. Ini bertujuan agar penggunaan kenda­raan pribadi berkurang dan masyarakat beralih ke moda transportasi publik.

“Pemkot harus bisa menghi­tung berapa lahan parkir yang dibutuhkan dan di mana titik-titiknya. Untuk tarif parkirnya juga jangan terlalu murah. Bisa dinaikan 20-40 kali lipat dibanding tarif angkutan umum seperti di luar negeri. Jadi orang tidak mau parkir lagi dan memilih menggu­nakan angkutan umum,” kata Djoko kepada Metropolitan, kemarin.

Selain itu, ia juga meminta pemerintah segera memper­baiki moda angkutan umum sesuai standarisasi. Djoko menilai masalah pembe­nahan transportasi umum seharusnya menjadi fokus utama yang harus disele­saikan jika ingin mengurangi kepadatan.

“Akar permasalahannya ada di angkutan umum. Sayang­nya hingga saat ini belum ada kepala daerah yang konsen membenahi sarana transportasi publik. Kalau angkutan umumnya bagus orang-orang juga akan me­milih tranportasi umum dan meninggalkan kendaraan pribadinya,” terangnya.

Hal ini juga senada dengan pandangan Pakar Transpor­tasi lainnya dari Universi­tas Trisakti, Nirwono Yoga. Menurutnya, pemerintah harus berani mengurangi jumlah kendaraan yang masuk ke pusat kota. Bukan hanya angkutan umum tapi juga an­gkutan prbadi. Caranya den­gan menaikkan tarif angkutan melalui e-parking progresif.

“Jadi dibuat sistem bagaima­na kalau parkir itu semakin ke kota semakin mahal. Dan secara bertahap mengurangi parkir on the street. Ini bisa mengurangi kebiasaaan war­ga menggunakan kendaraan pribadi,” tandasnya.