Saturday, 4 April 2026
Home Blog Page 9139

Ormas Islam Bogor Paksa Tutup Diksotek Lucky One

BOGOR DAILY-   Tempat Hiburan Malam (THM) Lucky One yang berada di kawasan Bogor Nirwasa Residen (BNR) Kecamatan Bogor Selatan ternyata hingga saat ini masih terus beroperasi. Padahal club yang sebelumnya bernama 31 ini belum memiliki izin dari warga sekitar maupun Pemerintah Kota Bogor.

Selain mendapat tentangan dari Ketua Komisi A DPRD Kota Bogor dan Walikota Bogor, keberadaan luckyone juga mendapatkan soroatan dari sejumlah tokoh pemuda Islam. Ketua GP Ansor Kota Bogor Rahmat Imron Hidayat yang menilai bahwa setiap investor yang ada di Kota Bogor harus mengikuti aturan yang berlaku di Kota Hujan ini. Salah satu mengurus perizinan sebagai syarat utama berbisnis di Kota Bogor. “Para investor jangan ikuti aturan yang berlaku, jangan samapai berbinis di Kota Bogor hanya ingin mendapatkan keuntungan,” ujarnya.

Dengan adanya club malam di Kota Bogor ini menurut pria yang akrab disapa Romi ini akan membawa dampak buruk kepada masyarakat. Terutama para remaja yang beranjak dewasa, yang sedang ingin mencari pengalaman. “Dengan adanya club malam seperti lucky one sama saja memfasilitasi anak muda untuk bermaksiat. Coba kalau club tersebut tidak ada maka ada muda yang ada di kota Bogor tidak akan melakukan hal-hala yang negatif,” terangnya.

Romi juga mengaku sering menerima laporan bahwa club malam tersebut selalu indentik dengan kemaksiatan, muali dari penjualan minuman beralkohol, praktek prostitusi, dan beberapa tindakan negatif yang lainnya. Sehingga Romi meminta agar Pemkot Bogor melakukan tindakan tegas kepada pelaku bisnis THM di Kota Bogor seperti Lucky One. “Ini sudah tidak berizin menjual minuman keras juga. Pemkot Bogor tidak boleh membiarkan hal seperti ini,” paparnya.

Sebelumnya, Walikota Bogor Bima Arya mengatakan, warga sekitar dari jauh-jauh hari menolak kehadiran club tersebut. Sehingga dirinya pun tidak akan mengeluarakan izin Lucky One jika warga sekitar masih menolak. Apalagi salah satunya syarat keluarnya izin operasional dari Pemkot Bogor adalah izin dari warga sekitar. “Warganya saja menolak, jelas saya juga akan menolak jika warganya begitu,” paparnya

Orang nomor satu di Kota Bogor ini bahkan baru mengetahui club yang telah berganti nama tersebut kembali beroperasi pasca disegel Satpol PP Kota Bogor akhir Desember 2016. Padahal, kata dia.   belum ada izin yang dikeluarkan Pemkot Bogor dengan kehadiran club tersebut. “Mau mendapatkan izin gimana izin dari wagranya saja belum selesai,” katanya.

Bima juga mengaku akan memerintahkan dinas terkait untuk mengecek keberadaan club tersebut, karena sudah beberapa hari ini club yang tidak memiliki izin tersebut beroperasi. “Nanti akan saya perintahkan Satpol PP untuk mengecek,” jelasnya.

Terpisah, Ketua Komisi A DPRD Kota Bogor Oyok Sukardi mengatakan, permasalahan Club 31 atau yang saat ini berubah nama menjadi Lucky One seharusnya segera diselesaikan pihak pengelola, mulai dari proses perizinan hingga ketertibannya yang saat ini diduga mengganggu masyarakat yang tinggal di sekitar BNR. “Ini izinnya dari dulu belum selesai. Seharusnya pengusaha kelab tersebut mengurus izin dulu agar nanti bisnisnya tenang,” tuturnya

Keberadaan Lucky One yang tidak berizin ini, kata Oyok, merugikan Pemkot Bogor. Sebab dengan mereka tidak memiliki izin maka pemkot pun tak bisa memungut pajak dari Tempat Hiburan Malam (THM) tersebut. Sebab, memungut pajak dari setiap tempat usaha adalah izin. “Seharusnya pemkot bisa bertindak tegas kepada kelab tersebut. Sebab, mereka berbisnis di Kota Bogor tanpa memiliki izin dan membayar pajak. Ini harus segera ditertibkan,” tandasya.

Politisi Golkar ini menilai karena kelab tersebut tidak memiliki izin namun tetap beroperasi, maka akan menimbulkan sejumlah dampak, mulai dari dampak sosial hingga keuangan. Dampak sosial sendiri nantinya sejumlah pengusaha merasa cemburu dengan kelab yang tidak berizin namun tetap beroperasi. Sedangkan untuk dampak keuangannya ada kebocoran Pendapatan Asli Daerah (PAD) dari sektor tersebut. “Ini tidak bisa dibiarkan berlarut-larut. Pemkot Bogor harus segera bertindak tegas,” ungkapnya. (met/bd)

Begini saat Sopir Angkot dan Pengemudi Ojek Online Berdamai

BOGOR DAILY-   Ketegangan antara sopir angkot dan ojek online kini mulai mereda,  Kombes Pol Ulung Sampurna Jaya SIK, MH bersama dengan pemerintah Kabupaten/Kota Bogor serta seluruh stakeholder yang terkait, menggelar rapat koordinasi di ruang rapat Balaikota Bogor, Jalan Ir H Juanda, Kelurahan Pabaton, Kecamatan Bogor Tengah, Kota Bogor, Rabu (22/03), pukul 23.30 WIB, tadi malam.

Rapat yang dipimpin oleh Walikota Bogor, Bima Arya Sugiarto, dihadiri juga oleh para perwakilan ojek online, perwakilan sopir Angkot, Danrem 061/Suryakancana, Kolonel Inf Mirza Agus, Kapolresta Bogor Kota, Dandim 0606/ Kota Bogor, Dandenpom III/1 Bogor, Sekda Kota Bogor, Kadishub, Kasatpol PP, Kadisdik Kota Bogor, dan Camat se-Kota Bogor.

Rapat yang digelar hingga dini hari tadi, kedua belah pihak menyepakati beberapa hal, diantaranya, angkutan kota dengan ojek online akan tetap beroperasi secara normal.

“Angkot dan ojek online Kota Bogor nyatakan damai dalam pertemuan di Balaikota yang dilaksanakan Kamis (23-03-2017) dini hari,” cuit Twitter @PolresBogorKota.

Seluruh sopir angkutan kota serta ojek online menerima kesepakatan tersebut dan bersedia menjaga kondusifitas di wilayah Bogor, sementara permasalahan yang memicu keributan akan diserahkan sepenuhnya kepada pihak Kepolisian. (bd)

 

Besok, 40 Camat Diajak Bupati ke Batam. Sekalian ke Singaapura?

BOGOR DAILY-   Memang enak jadi pejabat. Di tengah konflik sopir angkot dan angkutan online, Bupati Bogor malah mengajak 40 camat plesiran.

Kabar yang beredar, orang nomor satu di Bumi Tegar Beriman akan melakukan mengajak anak buahnya ramai-ramai ke Singapura. Mereka akan berangkan pada Jumat (24/3), besok.  Anehnya, meski mengaku untuk kepentingan studi banding, keberangkatan mereka seolah ditutup-tutupi. Sejumlah birokrat tutup soal adanya rencana ini.

Namun, salah satu camat membenarkan soal kabar tersebut. Camat Jonggol Beben Suhendar mengakui adanya rencana keberangkatan ke Singapura. Namun, ia tak mau banyak berkomentar. “Iya saya mah diajak saja. Kalau mau tau dalam rangka apa tanya ke pimpinan saja,” singkatnya.

Saat dikonfirmasi pada Bupati Bogor Nurhayanti, ia justru membantahnya. Nurhayanti beralasan jika Jumat (24/3), akan mengajak seluruh camat ke Batam untuk studi banding.

“Nggak ke Singapura kata siapa, hoak. Kata siapa sih itu isu, Kami studi banding ke Singapura” kata Nurhayanti.

Sayang, lagi-lagi Nurhayanti enggan membeberkan tujuan studi banding tersebut. Apalagi, keberangkatannya pada Jumat (24/3),  jelang hari libur pemerintahaan, Sabtu dan Minggu.  Nenek tiga cucu itu hanya mengklaim jika studi bandingnya ke Batam bersama 40 camat untuk kebaikan Kabupaten Bogor.

” Tentu akan membawa kebaikan untuk Kabupaten Bogor. Kalau saya ikut atau nggak lihat situasi saja,” akunya,”ujarnya sambil berlalu (met/bd)

Rerouting Angkot atau Pembatasan Ojek Online?

Apa yang dimaknai dengan rerouting? Menambah rute atau jalur angkot? Memindahkan rute angkot dari pusat kota ke wilayah pinggiran ? Itu bukan solusi.

Soal kemacetan yang dikaitkan dengan moda transportasi memang rumit dan tidak mudah diurai. Walau demikian, jika mau Walikota Bogor tetap bisa melakukannya dengan beberapa pertimbangan sebagai berikut:

  1. Luas badan jalan dibandingkan dengan jumlah kendaraan yang beredar: angkot, mobil pribadi, bus, mobil sewa, kendaraan roda 2 adalah tidak sebanding.
  2. Jumlah angkot yang beredar di jalan secara keseluruhan harus diaudit dengan basis izin rute yang telah dikeluarkan. Disinyalir, satu izin rute dikloning untuk beberapa mobil. Jadi harus ditertibkan.
  3. Pembatasan kendaraan pribadi, gunakan metode Jakarta “Ganjil-Genap”.
  4. Bebaskan badan jalan dari penggunaan selain sebagai jalur kendaraan.

Lalu apakah terkait antara rerouting dengan konflik sopir angkot versus ojek online? Tampaknya ada korelasinya.

Rerouting bisa saja menurunkan pendapatan sopir angkot dan juga adanya kemacetan baru. Sementara warga pun belum mendapat sosialisasi dengan baik soal rerouting.

Akhirnya jalan termudah, bagi warga adalah mengakses ojek online yang cepat dan murah. Akibatnya, sopir angkot melampiaskan derita yang dialaminya dengan menyasar pada sesama warga yang adalah sopir ojek online. Kebijakan Walikota Bogor yang sungguh berbuah konflik.

Sosialisasi rerouting, implikasi rerouting tidak cukup dibicarakan dengan stake holder sehingga masyarakatlah yang menjadi korban.

KONFLIK YANG ANEH

Munculnya  konflik horizontal antara ojek online dengan sopir angkot memang aneh. Karena antara mereka tidak terdapat persinggungan dan kompetisi secara langsung dalam perebutan penumpang. Kalau yang berkompetisi adalah mobil online dengan taksi konvensional. Ini agak logis.

Sekali lagi. Sesungguhnya tidak terdapat korelasi persaingan langsung antara angkot dengan ojek online.

Angkot merupakan moda transportasi murah. Jarak jauh nilainya tetap loh. Tetapi memang agak lama. Ngetem. Tidak nyaman. Pada jarak yang sama ojek online pasti lebih mahal.

Karenanya, harus diwaspadai adanya pihak ketiga yang menunggangi atau mengail di air keruh untuk memunculkan kondisi instabilitas dan rawan keamanan.

TIDAK BISA LEWAT PENCITRAAN

Apapun sebabnya. Penyelesaian konflik ini oleh Walikota Bogor tidak  bisa dengan sekali lewat. Apalagi kalau cuma pencitraan saja. Harus intensif dicari akar masalahnya. Apakah rerouting dibatalkan atau ada langkah-langkah lain.

Karena konflik ini berawal dari kekecewaan sopir angkot yang hasilnya tidak memadai. Apalagi ada rerouting yang belum jelas kemanfaatannya untuk apa dan siapa.

Situasi sosial seperti ini yang tidak ada jalan keluarnya bagi sopir angkot maka memerlukan kanalisasi.

Kanalisasi yang muncul, melampiaskan pada ojek online karena mereka banyak berseliweran di depan mata sopir angkot. Juga dalam situasi api dalam sekam, insiden kecil senggolan di jalan bisa memicu bentrok besar.

Namun sekali lagi. Sebenarnya tidak terdapat korelasi persaingan langsung antara angkot dengan ojek online.

Angkot tetap merupakan moda transportasi murah. Jarak jauh nilainya sama. Sementara, pada jarak yang sama ojek online pasti lebih mahal.

Karena itu, kalau konflik ini masih saja membesar, maka patut diwaspadai ada yang “nimbrung”. Menunggangi untuk instabilitas dan rawan keamanan yang bertujuan pendiskreditan pada pemerintah.

 

Salam Damai

Sugeng Teguh Santoso, SH

(Sekretaris Jenderal DPN Perhimpunan Advokat Indonesia dan Ketua Yayasan Satu Keadilan)

Sudah Berdamai, Sebagian Sopir Mulai Narik Angkot

0

BOGOR DAILY-  Usai berdamai , sejumlah trayek angkutan perkotaan (angkot) di jalan-jalan utama Kota Bogor  mulai beroperasi pagi ini, Kamis (23/3/2017). Sebelumnya, bentrok yang terjadi antara sopir angkot dengan pengemudi ojek online, di terminal perbatasan kota/kabupaten, Laladon,Bogor, kemarin sore membuat sejumlah sopir ogah narik angkot.

Dari hasil pantauan, beberapa trayek angkot yang sudah beroperasi seperti angkot 05, angkot 08, angkot 10, angkot 06, angkot 23, angkot 07, angkot 02, angkot 09, dan angkot 13.

Meski begitu, beberapa mobil bantuan dari Pemerintah Kota Bogor, Satpol PP, TNI  dan kepolisian tetap bersiaga di sejumlah titik untuk membantu penumpang yang kesulitan mendapatkan angkot.

“Hari ini ada yang sudah narik, tapi tidak semuanya. Khawatir terjadi bentrok kemarin, masih pada was-was,” ujar Alim, salah satu sopir angkot 02.

Sementara itu, beredarnya informasi soal mogok angkot dan ojek online yang akan menggangu kegiatan belajar-mengajar siswa di sekolah, Dinas Pendidikan Kota Bogor mengimbau kepada pihak sekolah untuk memaklumi kondisi tersebut.

Pelaksana Tugas Dinas Pendidikan Kota Bogor Fahrudin mengatakan, saat ini kegiatan belajar-mengajar masih seperti biasa. Namun, pihaknya tetap mengantisipasi dengan menugaskan satgas pelajar memantau ke lapangan serta berkoordinasi dengan sekolah membantu kesulitan siswa.

“Situasi di lapangan sudah lancar, tapi kami tetap memantau situasi kelancaran angkutan umum yang biasa digunakan oleh para siswa. Jika terjadi mogok angkutan umum, maka segera diambil langkah kebijakan sesuai dengan situasi yang ada,” kata Fahrudin.

Gara-gara Bentrok, Kapolri Tegur Keras Polisi di Bogor

BOGOR DAILY- Kapolri Jenderal Tito karnavian  menyesalkan adanya bentrok antar sopir angkot dengan pengemudi ojek online di Bogor, Jawa Barat. Tito mengaku telah melakukan teguran keras terhadap satuannya di Bogor.
“Peristiwa di Bogor saya sesalkan, saya sudah tegur keras aparat yang ada di Bogor,” kata Tito di Wisma Bhayangkari, di Kompleks Mabes Polri, Jakarta, Kamis (23/3).

Menurut Tito, aparat kepolisian Bogor tidak aktif dalam mencegah termasuk mendeteksi bakal terjadinya bentrok dari kedua belah pihak. Padahal, dia telah mengingatkan jajarannya untuk melakukan deteksi dini terhadap polemik taksi online versus taksi konvensional termasuk para sopir angkat.

“Padahal saya baru saja memberikan video conference dan arahan kepada seluruh jajaran,” ujarnya.

Untuk itu, jenderal bintang empat ini kembali mengingatkan jajarannya di semua daerah agar pro aktif mencegah terjadinya bentrok antara sopir taksi konvensional dengan pengemudi online.

“Saya minta segera proaktif, saya tadi pagi sudah memberikan juga breafing dan arahan kepada para Kapolda,” pungkas Tito. (bd)

Info : Siap – siap, Operasi Gabungan Razia PKB, Kendaraan Ditahan Retribusi 500.000 Perhari

BOGORDAILY – Polda Metro Jaya siap menggelar razia di sejumlah wilayah. Kali ini, razia akan terfokus pada kendaraan bermotor yang punya masalah dengan Surat Tanda Nomor Kendaraan (STNK) dan pajak kendaraan bermotor.

Menurut Kasubdit Pembinaan dan Penegakan Hukum Ditlantas Polda Metro Jaya AKBP Budiyanto, razia ini digelar karena adanya rekapitulasi data oleh Badan Pajak dan Retribusi Provinsi DKI Jakarta, di mana banyak pengguna kendaraan motor belum daftar ulang (BDU) pajak.

“Setidaknya terdapat 3,8 juta kendaraan BDU, dengan rincian kendaraan bermotor roda dua sebanyak 3,2 juta dan kendaraan bermotor roda empat 600 ribu,” ungkap Budiyanto.

Budi juga menyatakan, bahwa razia ini akan digelar secara bersamaan dengan melibatkan stakes holder lainnya. Razia bersama dilakukan Pemerintah Daerah yakni Badan Pajak dan Retribusi Daerah, Dinas Perhubungan, Satpol PP, dan Polri.

Kata Budi, razia ini akan segera digelar berdasarkan tahapan yang sudah direncanakan melalui rapat koordinasi, perencanaan, hingga sosialisasi.

“Dengan melalui pentahapan tersebut, diharapkan dapat membangun deterrent effect, sehingga terbangun kesadaran masyarakat untuk membayar pajak yang belum dibayar (BDU).

Operasi Akan dilakukan secara bertahap, Periode pertama akan dilakukan pada semester pertama, dan disebut tahun pencegahan. Pihak terkait, akan melakukan razia dengan menyediakan samsat keliling.

“Masyarakat yang memiliki roda dua, yang terkena razia, bisa langsung melakukan pembayaran di lokasi.
Sementara itu, untuk periode kedua atau semester kedua, merupakan tahun penindakan. Artinya, pada saat razia jika kendaraan yang digunakan tidak membayar pajak hingga tiga tahun, harus membayar pajak di lokasi atau ditilang.

“Kalau lebih dari tiga tahun, selain ditilang maka kendaraan yang bersangkutan akan ditarik. Dan ada retribusi sebesar Rp 500 ribu per hari, selama ditahan,” pungkasnya.

Meski belum ditetapkan, rencananya razia ini akan digelar akhir April atau awal Mei 2017.

liputan6

Terminal Laladon Bogor Kondusif, Ojek Online Geruduk Walikota Bogor

BOGORDAILY- Suasana di Terminal Laladon, Kabupaten Bogor akhirnya kondusif pasca terjadi bentrokan antara sopir angkot dan ojek online. Pantauan di lokasi, pukul 17.30 WIB, tampak ratusan personel gabungan TNI dan Polri berada di lokasi kejadian mengamankan situasi.

Tampak pula berada di lokasi, Kapolresta Bogor Kota, Kombes Pol Ulung Sampurna bersama Kapolres Bogor, AKBP Andi M Dicky.
Ratusan ojek online yang sebelumnya dikabarkan akan pergi menuju Balaikota Bogor satu persatu mulai meninggalkan lokasi.
“Mereka akan pergi ke Balaikota Bogor untuk bertemu Walikota Bogor, supaya tertib mereka kami kawal,” papar Ulung kepada wartawan.

Sementara para sopir angkot yang sebelumnya berada di tengah jalan tampak berada di sisi jalan depan terminal.
“Sebelumnya para sopir angkot sudah kami minta untuk memberikan jalan untuk driver ojek online agar bisa lewat,” jelasnya.

Hingga waktu menunjukkan pukul 17.30 WIB suasana di lokasi bentrokan pun mulai terlihat sepi. Hanya tampak sejumlah personel kepolisian dari Polresta Bogor Kota dan Polres Bogor.

Sebelumnya diberitakan, ratusan driver ojek online mengamuk di Terminal Laladon, Ciomas, Bogor, Rabu (22/03/2017). Satu mobil angkot dihancurkan.

Aksi mereka sebagai balasan atas sweeping sopir angkot terhadap rekan mereka sesama driver ojek, yang motornya dihancurkan, pagi siang tadi. (tib/bd)

Video: Terminal Laladon Mencekam, Ratusan Ojek Online Mengamuk. Satu Angkot Dihancurkan!!

BOGORDAILY- Ratusan driver ojek online mengamuk di Terminal Laladon, Ciomas, Bogor, Rabu (22/03/2017). Satu mobil angkot dihancurkan.

Aksi mereka sebagai balasan atas sweeping sopir angkot terhadap rekan mereka sesama driver ojek, yang motornya dihancurkan, pagi siang tadi.

Hingga berita ini diturunkan, kerusuhan masih berlangsung. Puluhan polisi yang datang belum mampu menghalau bentrokan ini.

Berikut video wartawan bogordaily dari lokasi kejadian:

Astaga, Angkot Bogor Sweeping Lagi Ojek Online. Beberapa Kendaraan Driver Ojek Dihancurkan!!

BOGORDAILY- Lagi-lagi puluhan sopir angkot di Bogor melakukan aksi sweeping terhadap ojek online. Kali ini, aksi mereka terpusat di Terminal Laladon, Ciomas, Kabupaten Bogor, Rabu (22/3/2017).

Beberapa kendaraan roda dua yang diketahui milik driver ojek online dihancurkan. Sopir angkot emosi lantaran ojek online masih beroperasi dan mengambil penumpang di kawasan terminal.

Aksi kejar-kejaran sopir angkot dengan pengemudi ojek online pun sempat terjadi di Jalan Raya Darmaga, Bogor. Pengemudi ojek online yang bersembunyi di dalam salah satu minimarket diseret keluar.

Sepeda motor matic milik driver ojek online pun dirusak di depan minimarket. Bahkan, sepeda motor tersebut nyaris dibakar.

“Wah ini nih nyumput (sembunyi) di sini. Eh jangan nyumput,” teriak salah satu sopir angkot sambil menarik pengemudi ojek online keluar dari minimarket.

Tak hanya yang di minimarket, dua ojek online yang melintas mendapat perlakuan serupa. Aksi sweeping sopir angkot ini terus berlanjut hingga sore hari ini. Mereka menaiki angkot sambil berteriak “blokir online, blokir online”.

Dhani (55), salah satu sopir yang dituakan di Terminal Laladon menjelaskan alasan para sopir melakukan sweeping. Menurut dia, aksi itu dilakukan lantaran ojek online nekat beroperasi di kawasan terminal meski tak menggunakan atribut.

“Jadi begini, berdasarkan keterangan polisi di Laladon, katannya sopir aplikasi online diblokir, ternyata sampai sekarang masih pada jalan,” ujar Dhani.

Dhani menginginkan agar ojek online tidak beroprasi untuk sementara waktu sesuai keputusan pemerintah pusat. “Kami menuntut supaya grab motor jangan beroprasi dulu. Kalau sudah diblokir jangan beroprasi. Kami pengemudi keberatan,” tegas Dhani.

Menurut dia, para sopir mendapat keterangan dari aparat kepolisian bahwa ojek online telah diblokir sementara.

“Kami tahu dari polisi kalau ojek sudah tidak boleh. Kita kasih tahu mereka tapi mereka tambah banyak dan melawan,” ucapnya.

Menurut Dhani, sejak ada transportasi ojek online pendapatan para sopir angkot drastis hingha 70 persen. Padahal, setiap hari mereka harus menyetor Rp 150 ribu sampai 200 ribu kepada pemilik angkot.

Sebelum ada ojek online, kata dia, sopir mendapat upah Rp 70 ribu hingga 100 ribu per hari.

“Sekarang cuma bawa pulang 20 ribu belum setoran. Kalau segitu kadang buat keluarga kita saja tidak cukup pak,” akunya.

Setelah dua hari mogok, angkot di Terminal Laladon kembali beroperasi hari ini. Namun di hari pertama puluhan sopir jutru melakukan sweeping ojek online. Mereka menyisir lokasi dari Laladon sampai kampus IPB. Mereka berkumpul di beberapa titik, seperti di RS Medika Dramaga hingga gerbang Kampus IPB Dramaga. (pjb)