Monday, 6 April 2026
Home Blog Page 9183

Video: Kasihan, Warga 3 Desa di Nanggung Bogor Terisolasi Akibat Longsor

BOGORDAILY- Warga di tiga desa di Kecamatan Nanggung, Kabupaten Bogor, terisolasi sejak Minggu (19/2/2017) dini hari. Ini karena akses jalan terputus akibat longsor. Pemkab Bogor belum melakukan upaya evakuasi karena peralatan berat kesulitan masuk ke lokasi longsor.

Jalan yang menghubungkan 3 desa yakni Desa Nanggela, Nanggung, dan Desa Nanggela Bawah tertutup longsoran bebatuan dan tanah. Akibat longsor jalur hanya dapat dilalui berjalan kaki atau menggunakan sepeda. Warga kesulitan beraktivitas, terutama anak-anak sekolah. (bs)

Link video:

https://www.youtube.com/watch?v=v4jnS7Cvbo4

Tragis!! Ditabrak Motor Bocah Terpental, Lalu Tewas Terlindas Truk di Jalan Raya Dramaga Bogor

BOGORDAILY- Jundi Alfarisi (7) warga Desa Cinangka, Ciampea, Kabupaten Bogor itu sebelumnya sempat tertabrak motor yang melaju dari arah Kota Bogor menuju Kampus Institut Pertanian Bogor (IPB) Dramaga. Lalu apa yang terjadi? Jundi tewas terlindas truk saat menyebrang jalan di Jalan Dramaga, Bogor, Senin (20/2/2017).

Menurut seorang saksi, Mustofa (21) insiden tersebut terjadi sekitar pukul 13.30 WIB. “Jadi korban lagi nyebrang sama ibu-ibu, terus ada motor nyalip truk dari sebelah kiri, dan anak itu dan ibu-ibu ketabrak motor, kemudian pengendara motor dan ibu-ibu jatuh ke sisi jalan, sedangkan si anak jatuh ke tengah jalan dan terlindas truk,” ujarnya.

Mustofa menambahkan, korban sempat terseret truk sejauh tiga meter. “Iya kayanya nyangkut di ban truknya, jadi keseret gitu, langsung dibawa ke rumah sakit dulu untuk diotopsi,” jelasnya.

Sementara ibu yang bersama korban, kata dia, hanya mengalami luka di beberapa bagian tubuhnya.
“Ibu-ibu sama yang naik motor luka-luka aja, keduanya juga langsung dilarikan ke rumah sakit,” terangnya.

Mustofa menambahkan, korban merupakan seorang murid ngaji di Masjid Muh Hasyim yang lokasinya tidak jauh dari tempat kejadian.

Ketika itu korban tengah bermain-main di sekitar Masjid dan hendak menyebrang jalan.
“Iya dia murid ngaji di situ, kayanya lagi main-main aja karena orang tuanya punya toko dekat sini juga, kalau rumahnya kan di Griya Salak Endah (GSE),” tukasnya.

Sementara, Kanit Laka Satlantas Porles Bogor Kota, Iptu Said mengatakan pihaknya belum mengetahui kronologis kejadian lakatersebut.”Maaf saya tanyakan dulu yang ke TKP,” ujarnya singkat. (tib/bd)

Heboh Rumah Mewah Bos Narkoba Jadi Markas BNN

0

BOGORDAILY- Rumah bos ekstasi Pony Tjandra di Perumahan Pantai Mutiara, Penjaringan, Jakarta Utara telah diserahkan Kejaksaan Agung kepada BNN. Nantinya, rumah ini akan dijadikan markas BNN untuk mengawasi narkoba di jalur laut Teluk Jakarta.

Kepala BNN Komjen Budi Waseso (Buwas) mengatakan dipilihnya tempat ini karena memiliki posisi yang strategis. Di wilayah ini, BNN juga beberapa kali mengungkap adanya jaringan narkotika.

“(Dipilihnya tempat ini) dalam rangka kita menindaklanjuti termasuk kita mengawasi wilayah ini karena wilayah ini kita awasi dari mulai 2004 dan beberapa kali kita sudah berhasil di wilayah ini dalam mengungkap jaringan narkotika,” kata Buwas di lokasi, Perumahan Pantai Mutiara Blok R No 21 Pluit, Penjaringan, Jakarta Utara, Senin (20/2/2017).

Buwas menambahkan, pengambilalihan aset rampasan negara ini agar rumah Pony tidak dimanfaatkan oleh jaringan pengedar narkoba. Lokasi strategis yang berada di Teluk Jakarta membuat para bandar narkoba menjadikan rumah ini sebagai jalur masuk narkotika ke Indonesia.

“Ini adalah tempat yang dimanfaatkan oleh jaringan narkoba ini sebagai pusat pengendali dan pusat penimbunan narkotika dari lautan masuk di sini,” ujarnya.

Di lokasi yang sama, Jaksa Agung M. Prasetyo mengatakan alih fungsi markas jaringan pengedar narkotika menjadi kantor BNN ini dalam upaya pemberantasan narkotika. Beberapa kasus yang terjadi, penyelundupan narkotika tidak hanya dilakukan melalui pelabuhan atau jalur darat.

“Kita lihat sendiri kan di lingkungan ini, di mana langsung menghadap ke laut. Sementara sekarang ini masuknya narkoba ke Indonesia bukan lagi melalui pelabuhan resmi, bandara resmi. Tapi melalui pelabuhan tikus atau pantai yang tidak terjaga,” ungkapnya.

Lokasi rumah berlantai 3 ini berada di kompleks perumahan elite di pinggir teluk Jakarta. Ada dua pos penjagaan yang harus dilewati untuk masuk ke dalam blok rumah tersebut.

Dari depan rumah, tidak akan disangka bagian belakang rumah tersebut terdapat dermaga. Pantauan di lokasi, kapal berukuran sedang dapat masuk ke dalam dermaga tersebut.

Dermaga kayu itu, sebelumnya digunakan sebagai tempat bongkar muat narkotika. Kapal dengan mudah dapat keluar-masuk melalui dermaga tersebut tanpa terdeteksi.

“Waktu penggerebekan, ada dua kapal yang sandar di sini. Saat ditangkap, mereka kabur dengan kapalnya,” kata Kepala Humas BNN Slamet Pribadi sembari menunjuk ke arah dermaga yang dimaksudnya.

Di dermaga tersebut, terdapat akses masuk orang dari kapal ketika bersandar. Selain itu, ada satu akses lagi selebar 2,5 meter berbentuk bidang miring yang dapat digunakan untuk keluar-masuk jetski.

Pony merupakan narapidana kasus kepemilikan 57 ribu butir ekstasi. Dia ditangkap tim Polda Metro Jaya pada tahun 2006. Divonis hukuman seumur hidup pada pengadilan tingkat pertama, Pony akhirnya divonis 20 tahun penjara pada tingkat banding.

Selain rumah mewah ini, BNN juga menerima delapan aset lainnya yang berasal dari tindak pidana narkotika dan tindak pidana pencucian uang (TPPU) kejahatan narkotika.

Aset-aset tersebut berupa lahan dan bangunan yang berada di Cempaka Putih, Jakpus dan Bintara, Bekasi, 3 buah lahan kosong di Bogor, Jawa Barat dan 3 unit mobil. Asel-aset sitaan negara ini secara resmi diserahkan oleh Kejagung kepada BNN sesuai dengan Keputusan Menteri Keuangan Nomor 455/KM.6/2016.

Sumber: detik

Link Video:

https://www.youtube.com/watch?v=27cBMzz3PiQ

Video: Korlap Aksi 212 Jamin 350 Peserta dari Bogor Tidak Anarkis

0

BOGORDAILY- “Malam ini akan berangkat menggunakan bus, rencana akan ada empat bus dan bisa jadi lebih,” ujar Koordinator Lapangan Aksi 212 jilid 2 dari Kota Bogor, Abdul Bahri saat di temui di Gedung PPIB, Kota Bogor, Senin (20/2/2017).

Menurut Abdul Bahri, ada 350 orang yang sudah mendaftarkan diri untuk ikut ke Jakarta, Selasa (21/2/2017). Sedangkan untuk peserta wanita yang ikut, akan berangkat menggunakan kereta api.

“Kalau Akhwat pakai kereta api sesuai dengan inisiatif mereka sendiri, bagi warga Bogor yang hendak bergabung dalam Aksi tersebut dan belum sempat mendatangi Gedung PPIB Bogor bisa menghubungi panitia,” terangnya.

Bahri menambahkan aksi damai di Jakarta akan dimulai pukul 07.00 WIB. Dia pun menegaskan bahwa tidak ada maksud lain dalam aksi damai 212 jilid 2.

“Tidak akan ada macam-macam, kita hanya membela umat Islam, dan menegakan Islam, jadi enggak ada niat lain,” tegasnya.

Tuntutan yang disampaikan antara lain copot Gubernur Gubernur DKI Jakarta Basuki Tjahaja Purnama yang kini berstatus terdakwa, stop kriminalisasi ulama, stop penangkapan mahasiswa, dan penjarakan penista agama.

Massa dari kelompok agama dan mahasiswa ini diminta Polda Metro Jaya untuk tidak merusak fasilitas selama aksi dan bubar sesuai jam yang diizinkan yakni pukul 18.00 WIB. (trb/bd)

Link Video:

Heboh Aksi 212 Bela Sampah Nyaris Ricuh

0

BOGORDAILY- Aksi bersih-bersih di Jalan Pemuda saat gelaran Car Free Day (CFD), Minggu (19/2/2017), menuai kecaman.

Aksi tersebut merupakan rangkaian peringatan Hari Peduli Sampah Nasional yang jatuh pada 21 Februari. Kegiatan diawali apel di halaman kantor Pemkab Klaten yang diikuti berbagai komunitas peduli lingkungan, semisal LSM, pegiat bank sampah, hingga Organisasi Perangkat Daerah (OPD) terkait.

Kegiatan kemudian dilanjutkan aksi bersih-bersih di jalur CFD dengan memungut sampah yang berserakan di jalan.

Tak hanya itu, kegiatan bertajuk “Aksi 212 Bela Sampah” tersebut juga diisi fashion show pakaian hasil olahan sampah hingga pameran produk yang berasal dari sampah.

Menurut Koordinator aksi, Agus Hartono, pemilihan angka 212 merujuk pada tanggal dan bulan peringatan Hari Peduli Sampah Nasional, yaitu 21 Februari.

Sedangkan kata “Bela Sampah” merupakan ajakan kepada masyarakat untuk lebih peduli terhadap sampah.
“Selama ini, sampah sering menjadi kambing hitam saat terjadi masalah lingkungan. Padahal, selama ini perlakuan terhadap sampah masih belum tepat,” katanya.

Meski bertujuan positif, aksi tersebut sempat mendapat penolakan dari sejumlah warga pengunjung CFD.
Pasalnya, penggunaan kata “Aksi 212 Bela Sampah” dituding telah melecehkan penyelenggaraan aksi 212 di Jakarta berkaitan kasus dugaan penistaan agama oleh Gubernur DKI Jakarta, Basuki Tjahja Purnama, pada 2 Desember 2016 lalu.
Sempat terjadi ketegangan antara peserta aksi dan warga yang mengaku tersinggung atas penggunaan kata-kata itu. Namun akhirnya bisa dilerai polisi. (tib/bd)

Geger Bupati Ajak PNS Ciuman Massal

0

BOGORDAILY- Apa jadinya jika pegawai negeri sipil (PNS) melakukan ciuman massal di muka umum? Perayaan Valentine yang jatuh setiap 14 Februari memang telah usai, namun kehebohannya hingga kini masih terasa.

Kehebohan terjadi setelah beberapa foto yang memperlihatkan beberapa pasangan yang mengenakan seragam coklat khas Pegawai Negeri Sipil (PNS) tengah berciuman.

“Astaghfirullah…! Walaupun dengan suami/istri tidak boleh lah berciuman didepan umum,” tulis pemilik akun Facebook Benz Syafe’i.

Kabarnya para PNS tersebut berciuman dengan disaksikan langsung oleh Bupati Nias Selatan yang sebelumnya memberikan bunga untuk merayakan hari Valentine.

Sementara itu, dalam halaman Facebooknya, Humas Nisel membuat sebuah postingan pada 14 Februari soal kegiatan mereka di saat merayakan hari Valentine bersama. “Pasutri PNS terima Bunga Valentine Day dari Bupati Nias Selatan,” itulah judul dari postingan Humas Nisel .

“Pasangan Suami-Istri (Pasutri) yang bekerja sehari-sehari sebagai Pegawai Negeri Sipil (PNS) di Lingkungan Pemerintah Kabupaten Nias Selatan menerima bunga valentine day dari Bupati Nias Selatan, Dr. Hilarius Duha,SH.,MH., didampingi Ketua Tim Penggerak PKK Ny. Yustina Hilarius Duha bersama Plt. Sekda Ir. Ikhtiar Duha,MM. dan Ketua Darma Wanita Persatuan (DWP) Ny. Martina Ikhtiar Duha, Selasa (14/02),” jelas Humas Nisel.

Dalam posting-an tersebut Humas Nisel pun mengunggah beberapa foto yang memperlihatkan suasana saat pembagian bunga. Ya, dari puluhan foto yang diunggah memang tidak ada satu pun foto yang memperlihatkan pasangan pasutri tengah berciuman.

Namun tak semua netizen menganggap foto ciuman tersebut menghebohkan, pasalnya para PNS Nias Selatan yang berciuman adalah mereka yang sudah sah menjadi suami-istri. “Orangtua saya mau berangkat ke luar kota ciuman di bandara Cuma nemplok bibir doing sama jidat kaga ada masalah tuh. orang di bandara biasa ajah. Kan tau suami istri,” tulis r.aana.

“Trus pasutrinya pada ciuman gitu? Lah ya gpp kan.. kalo sah pasangan suami istri,” sahut akun 03dhayoun77. Sementara pemilik akun Instagram @akbemlva memberikan penjelasan singkat soal foto para PNS Nias Selatan yang kini tengah menghebohkan itu. “Saya perjelas ya ini sama sekali tidak ada anak kecil pada saat apel.” (bin)

Panglima Laskar FPI Beberkan Rentetan Jadwal Aksi 212 Jilid 2

0

BOGORDAILY- Aksi 212 Jilid 2 bakal digelar di depan Gedung DPR. Berbagai massa ormas direncanakan bakal ikut aksi ini.

Panglima Laskar FPI Maman Suryadi menjelaskan aksi ini bakal diawali dari subuh, 21 Februari 2017. Mereka akan menggelar salat subuh berjemaah terlebih dahulu.

“Rencananya kita salat subuh di masing-masing masjid saja. Di DPR/MPR juga ada masjid,” kata Maman, Minggu (19/2/2017).

Di Kompleks DPR/MPR memang ada Masjid Baiturrahman. Meski begitu, massa juga bisa menunaikan salat subuh di masjid kawasan Senayan atau lainnya.

“Nanti setelah itu kita bergerak menuju Gedung DPR/MPR,” kata Maman.

Saat hari sudah terang benderang nanti, mereka bakal menggelar aksi di depan Gedung Parlemen Pusat yang beralamat di Senayan itu. Mereka menyampaikan tuntutan agar pemerintah mencopot Basuki Tjahaja Purnama (Ahok) dari jabatan Gubernur DKI. Rangkaian kegiatan ini dilanjutkan dengan penyambutan oleh delegasi dari DPR terhadap aspirasi peserta aksi.

“Insyaalllah nanti diterima, ada tuntutan yang kita sampaikan. Nanti akan ada yang menerima dari DPR/MPR,” kata Maman seperti dilansir detik.

Aksi dijamin berlangsung aman dan tertib, dipimin oleh Forum Umat Islam (FUI). Maman mengimbau agar masyarakat termasuk peserta aksi tak terprovokasi dengan kabar-kabar tak jelas di media sosial.

Selain menuntut Ahok dicopot dari jabatannya karena Ahok telah berstatus terdakwa penodaan Agama, Maman juga menyatakan aksi ini juga bertujuan menjaga situasi negara.

“Kita jaga persatuan dan kesatuan NKRI supaya aman dan damai,” kata Maman.(bd)

Link video:
https://www.youtube.com/watch?v=QvGBAutWb48

Ini Prediksi Massa Aksi 212 Jilid 2 Menurut Sekjen FPI…

0

BOGORDAILY- Front Pembela Islam (FPI) dan Gerakan Nasional Pengawal Fatwa Majelis Ulama Indonesia (GNPF-MUI) rencananya akan kembali menggelar aksi pada 21 Februari 2017. Aksi ini kembali disebut dengan 212.

Aksi massa 212 akan berpusat di gedung DPR dan MPR untuk menuntut proses hukum secara adil terhadap Gubernur Jakarta Basuki Tjahaja Purnama alias Ahok. Novel Bamukmin selaku Sekjen DPD FPI DKI Jakarta menyebutkan jika aksi massa ini kan melakukan long march dari sejumlah titik menuju ke Gedung DPR dan MPR.

Novel menyebutkan jika aksi tersebut dilakukan lantaran tuntutan aksi massa selama ini belum terpenuhi dengan baik. ”Jadi, setelah shalat subuh, semua long march ke gedung wakil rakyat,” papar Novel.

Sementara untuk jumlah aksi massanya sendiri, Novel menyebutkan jika targetnya adalah 100 ribu orang. Tentunya, diharapkan untuk semua umat bisa mengikuti kembali aksi ini. ”Ya, kami harap semua bisa kembali ikut” kata Novel.

Sementara itu Irjen Boy Rafli Amar selaku Kadiv Humas Mabes Polri menyebutkan jika aksi massa apapun boleh dilakukan namun harus dilakukan dengan tertib dan aman. Jangan sampai terjadi aksi anarkis dalam aksi tersebut. ”Pengamanan akan dilakukan mengantisipasi kondisi yang terjadi,” jawabnya.(bd)

Link video:
https://www.youtube.com/watch?v=QvGBAutWb48

Cegah Aksi Anarkis, 10.000 Polisi Dikerahkan di Aksi 212 Jilid 2!!

0

BOGORDAILY- Polda Metro Jaya mengerahkan 10.000 personel guna mengamankan aksi “212” di Gedung DPR/MPR pada Selasa (21/2/2017).

“Petugas kepolisian siap mengawal aksi untuk mencegah hal-hal yang tidak diinginkan,” tegas Kepala Bidang Humas Polda Metro Jaya Komisaris Besar Polisi Argo Yuwono di Jakarta, Minggu (19/2/2017).

Argo mengaku Polda Metro Jaya telah menerima surat pemberitahuan terkait rencana demo tersebut yang disampaikan koordinator aksi pada Sabtu (18/2).

Berdasarkan pemberitahuan, massa akan beraksi usai salat subuh kemudian beranjak menuju Gedung DPR/MPR pukul 07:00 WIB.

Massa menuntut hukuman terhadap calon Gubernur DKI Jakarta Basuki Tjahaja Purnama atau Ahok sebagai terdakwa penodaan agama.

Terkait aksi itu, Argo mengimbau massa menjaga keamanan dan ketertiban selama menyampaikan pendapat di muka umum.

Massa juga diminta menggelar aksi hingga pukul 18.00 WIB sesuai Undang-Undang Nomor 9 Tahun 1998 tentang Penyampaian Pendapat di Muka Umum.

Sebelumnya, Gerakan Nasional Pengawal Fatwa (GNPF) MUI dan Forum Umat Islam (FUI) berencana menggelar aksi 212 untuk mengawal proses hukum Ahok. (bs)

Link video:
https://www.youtube.com/watch?v=QvGBAutWb48

Ini Dia 4 Tuntutan “Aksi 212” Jilid 2 Forum Umat Islam

0

BOGORDAILY- Forum Umat Islam (FUI) sudah memastikan bakal turun ke jalan pada Selasa (21/2/2017). Dalam demo yang dinamakan “Aksi 212” ini, ada empat tuntutan yang akan disuarakan.

Sekjen Dewan Syuro FPI DKI Jakarta Habib Novel Bamukmin mengatakan, salah satu tuntutannya adalah mendesak memenjarakan Basuki Tjahaja Purnama. Tuntutan kedua agar pemerintah segera menonaktifkan Ahok sebagai gubernur DKI. Selain itu, pihaknya juga meminta polisi berhenti menangkap mahasiswa dan menyetop kriminalisasi terhadap ulama.

“Jadi kami meminta kepada pemerintah untuk segera yang namanya Menteri Dalam Negeri menonaktifkan Ahok karena sudah menjadi terdakwa dan sudah sepuluh kali persidangan. Itu jelas indikasi Ahok bersalah dan tidak terbantahkan,” kata Novel saat dihubungi, Minggu (19/2).

Merujuk hukum, menurut Novel, pemerintah berhak menonaktifkan Ahok sebagai gubernur dan memenjarakannya karena salah satu pelanggarannya. Yaitu Pasal 156a KUHP tentang Penodaan Agama ancaman pidananya berjumlah lima tahun kurungan. “Itu kan 156a jelas. Unsur pidana jelas,” tegas dia. (jpnn)

Link video:
https://www.youtube.com/watch?v=QvGBAutWb48