Sunday, 5 April 2026
Home Blog Page 9189

Kapolda Metro: Saudari Firza Husein Berani Lapor Enggak?

0

BOGORDAILY- Polisi tengah mengusut kasus konten pornografi di situs baladacintarizieq. Kapolda Metro Jaya Irjen Pol M Iriawan menyatakan masyarakat bisa gampang menilai kasus itu.

“Sebetulnya masyarakat gampang saja untuk menilai itu. Kalau saudari Firza tidak melakukan, tentu yang bersangkutan melapor. Ini yang bersangkutan lapor nggak? Itu saja cukup,” kata Iriawan di Halaman Silang Monas Sisi Selatan, Jakarta Pusat, Sabtu (11/2/2017).

Firza yang dimaksud adalah Firza Husein. Dia sudah beberapa kali diperiksa sebagai saksi.

Iriawan juga menyebut ada bukti-bukti yang ditemukan saat penggeledahan di kediaman Firza Husein. Bukti-bukti itu saat ini masih disinkronkan dengan video yang beredar.

“Kemarin ada bukti-bukti yang didapat di rumahnya untuk kita sinkronkan dengan yang di video yang muncul itu,” ucap Iriawan seperti dilansir detik.

Dalam situs tersebut, disebutkan ada percakapan antara Firza dengan Habib Rizieq Syihab. Terkait dengan tuduhan di situs itu, Habib Rizieq menyatakan itu adalah fitnah untuk dirinya.

Sebelumnya Polda Metro Jaya telah menyita satu set televisi dari rumah Firza Husein di kawasan Lubang Buaya, Cipayung, Jakarta Timur, beberapa waktu lalu. Televisi tersebut dipastikan identik dengan yang ada di foto-foto yang tersebar di ‘baladacintarizieq’ dan media sosial lainnya.

Selain televisi, penyidik juga menyita selembar kain seprai dari rumah Firza saat penggeledahan terdahulu. Baik Firza maupun Rizieq telah membantah foto-foto tersebut. Rizieq sendiri mengaku sudah kenyang dengan berbagai fitnah kepadanya.

Pengacara Firza Husein, Aziz Yanuar, juga pernah membantah keberadaan percakapan WhatsApp yang disebut antara Firza dan Habib Rizieq Syihab di situs baladacintarizieq[dot]com. Percakapan WA itu beredar beberapa waktu lalu dan menuai berbagai respon masyarakat. (bd)

Massa FPI Jaga Ketat Kediaman Habib Rizieq di Megamendung Bogor

BOGORDAILY- Kediaman Habib Rizieq Shihab di Megamendung Bogor di jaga ketat ratusan massa Front Pembela Islam (FPI). Massa datang dengan mengendarai motor maupun mobil. Awak media hanya memantau dari jarak sekitar 1 Km saat massa beriringan menuju Pondok Pesantren Alam dan Agrokultural Markaz Syariah, Kecamatan Megamendung Bogor Jumat (10/2) malam.

Pantauan hingga pukul 01.30 WIB Sabtu (11/2), massa yang mengenakan baju koko dan peci serba putih, masih berkonvoi melintas di Jalan Raya Puncak, tepatnya di Simpang Pasir Angin.

Sesekali, mereka terdengar menerikan takbir terhadap sejumlah pengendara yang melintas di jalur tersebut. “Takbir, Takbir” teriak salah seorang massa yang berkumpul di tepi jalan.

Sebelumnya, beredar informasi bahwa akan ada penjemputan oleh pihak Polda Jawa Barat terhadap Habib Rizieq lantaran dua kali mangkir dari panggilan Polda Jawa Barat terkait proses hukum yang sedang dijalaninya. (pos)

Link video:

https://www.youtube.com/watch?v=uzZ6hbzJm10

Massa Aksi 112 di Istiqlal Meluber ke Jalan-jalan

0

BOGORDAILY- Ribuan massa aksi 112 di Masjid Istiqlal meluber ke jalan-jalan sekitarnya. Sekitar pukul 10.00, Sabtu (11/2/2017), jalan-jalan yang terpantau dipadati massa ialah mulai dari Jalan Pos, Jalan Perwira, dan Jalan Juanda.

Padatnya massa tidak hanya menyebabkan jalan tidak bisa dilalui kendaraan, tetapi juga sulitnya orang untuk melintas. Menjelang siang, gelombang massa terus berdatangan ke Masjid Istiqlal. Padahal, saat subuh hingga menjelang pagi, hanya bagian dalam dan teras masjid yang dipadati massa.

Jalan-jalan yang ditutup karena digunakan untuk parkir bus dan mobil-mobil peserta acara adalah Jalan Medan Merdeka Timur dan Jalan Wijaya Kusuma.

Pengguna kendaraan dari arah Tugu Tani yang hendak mengarah ke Pasar Baru diminta polisi untuk memutar balik di depan Gambir untuk mencari jalan lain. Begitu pun arah sebaliknya. (kcm)

Ribuan Massa Aksi 112 Disumpah Bela Habib Rizieq

0

BOGORDAILY- Sekretaris Jenderal FUI (Forum Umat Islam) Muhammad Al Khathtath membaiat ribuan massa peserta Aksi 112. Ia mengajak peserta bersumpah dengan nama Allah untuk membela para ulama. Al Khathtath meminta para jamaah mengikuti ucapannya. Para jamaah pun menaati seruan itu sambil mengacungkan jari terlunjuk tangan kanannya ke atas.

“Aku bersumpah demi Allah yang Maha Agung. Aku siap berjuang mengorbankan jiwa dan harta untuk bela Allah, bela Rasul, bela Ulama, bela Al-quran, bela Islam,” katanya di Masjid Istiqlal, Jakarta, Sabtu, 11 Februari 2017.

Al Khathtath pun mengajak massa bersumpah untuk siap berjuang bersama para ulama di bawah komando Rizieq Syihab.

Berikut adalah isi lengkap sumpah yang dibacakan massa 112:

“Aku bersumpah Demi Allah yang Maha Agung, aku siap berjuang mengorbankan jiwa dan harta untuk bela Allah, bela Rasul, bela Ulama, bela Quran, bela islam. Siap berjuang bersama para ulama di bawah komando Imam Besar umat Islam Habib Rizieq Syihab.

Siap untuk memenangkan gubernur yang sesuai dengan kriteria fatwa Majelis Ulama Indonesia. Aku siap berjuang memenangkan pemimpin yg sesuai dengan kriteria fatwa Majelis Ulama Indonesia yaitu pemimpin muslim yang beriman dan bertakwa pada Allah SWT. Semoga Allah jadi saksi atas apa yang aku ucapkan”. (tem)

Waduh, Habib Rizieq Usir Petugas Pengantar Surat Penggilan?

0

BOGORDAILY- Pemimpin Front Pembela Islam (FPI) Rizieq Shihab mengusir pengantar surat panggilan kedua untuk keperluan pemeriksaan di Markas Polda Jawa Barat. Hal itu ditegaskan Kepala Bidang Humas Polda Jawa Barat Kombes Yusri Yunus, Jumat (10/2/2017).

Habib Rizieq dipanggil kedua kalinya dalam kasus dugaan penistaan Pancasila, dan pencemaran nama baik untuk menjalani pemeriksaan pada Jumat (10/2/2017), setelah sebelumnya tidak memenuhi panggilan polisi, Selasa (7/2/2017).

“Ini salah satu tindakan yang kurang kooperatif bagi kepolisian,” tambah Yusri lagi.

Oleh karena itu, lanjut dia, Rizieq diduga melakukan tindakan melawan hukum karena melanggar Pasal 216 KUH Pidana yang berbunyi:

Barang siapa dengan sengaja tidak menuruti perintah atau permintaan yang dilakukan menurut undang-undang oleh pejabat yang tugasnya mengawasi sesuatu, atau oleh pejabat berdasarkan tugasnya, demikian pula yang diberi kuasa untuk mengusut atau memeriksa tindak pidana; demikian pula barang siapa dengan sengaja mencegah, menghalang-halangi atau menggagalkan tindakan guna menjalankan ketentuan undang- undang yang dilakukan oleh salah seorang pejabat tersebut, diancam dengan pidana penjara paling lama empat bulan dua minggu atau pidana denda paling banyak sembilan ribu rupiah.

“Rizieq menghalangi tugas penyelidikan. Yang mengantar surat sudah dilakukan pemeriksaan,” ungkapnya.

Hingga berita ini diturunkan, belum ada kejelasan mengenai datang atau tidaknya pemimpin Front Pembela Islam (FPI) tersebut ke Markas Polda Jawa Barat.

Sebelumnya diberitakan, Kepala Bidang Humas Polda Jawa Barat Kombes Yusri Yunus mengatakan, surat pemanggilan kedua untuk pemeriksaan sebagai tersangka kasus dugaan penistaan lambang negara, Pancasila, dan pencemaran nama baik ditolak oleh Rizieq Shihab.

“Ada informasi bahwa Rizieq Shihab beserta kuasa hukum tidak menerima surat pemanggilan kedua ini. Surat pemanggilan kedua ditolak oleh yang ada di rumah (Rizieq Shihab),” kata Yusri saat ditemui di Markas Polda Jawa Barat, Jalan Soekarno-Hatta, Kota Bandung, Jumat (10/2/2017).

Yusri menambahkan, kurir pengantar surat pemanggilan kedua diusir oleh pihak Rizieq Shihab.

“Bahkan pengantar surat disuruh pergi,” ungkapnya seperti dilansir kompas.

Yusri memastikan alamat surat pemanggilan kedua sudah sesuai dengan surat pemanggilan sebelumnya, di mana Rizieq pernah datang untuk menjalani pemeriksaan sebagai saksi di Mapolda Jawa Barat.

“Kami layangkan sama dengan panggilan pada saat beliau jadi saksi dengan alamat sama,” ucapnya. (tib)

Soal Jemput Paksa Habib Rizieq, Polda Jabar: Pelan-pelan, Sabar….

0

BOGORDAILY- Kepala Bidang Humas Polda Jawa Barat Kombes Yusri Yunus mengatakan, pihaknya belum menerbitkan surat penjemputan paksa terhadap pemimpin Front Pembela Islam (FPI) Rizieq Shihab.

Diketahui, Rizieq sudah dua kali mangkir dari panggilan Polda Jabar untuk diperiksa sebagai tersangka dalam kasus dugaan penistaan lambang negara, Pancasila, dan pencemaran nama baik. “Belum ada, masih kita rumuskan (suratnya),” ujar Yusri seperti dilansir tribun, Sabtu (11/2/2017).

Yusri mengatakan, sampai saat ini, pihaknya belum mengerahkan personel ke kediaman Rizieq di Megamendung, Bogor, untuk melakukan penangkapan. Penyidik, kata dia, hingga saat ini belum memutuskan soal jemput paksa itu. “Kita masih santai-santai di Polda. Pelan-pelan, sabar,” kata Yusri.

Padahal, sebelumnya Yusri mengatakan bahwa Rizieq akan dijemput paksa jika tidak hadir pada panggilan kedua di Mapolda Jawa Barat, Jumat (10/2/2017), lebih dari pukul 00.00 WIB.
Yusri membantah pihaknya tidak jadi menjemput paksa Rizieq karena rumah di Megamendung dijaga oleh massa pendukung pimpinan ormas tersebut.

“Tidak ada hubungannya dengan itu (massa). Jangan dikaitkan dengan itu. Tim masih merumuskan,” kata Yusri.

Sebelumnya, Kuasa hukum Rizieq Shihab, Kapitra Ampera, memastikan bahwa kliennya tidak akan hadir memenuhi panggilan kedua untuk menjalani pemeriksaan sebagai tersangka.

Pada panggilan pertama, Selasa (7/2/2017) lalu, Rizieq juga tidak hadir dengan alasan kelelahan.
Alasannya, Rizieq tidak hadir untuk menjaga Pilkada DKI Jakarta 15 Februari 2017 mendatang kondusif.

“Karena menjaga kondusifitas yang sudah membaik menyambut Pilkada DKI. Kalau datang nanti ramai, tidak kondusif se-Indonesia,” ujar Kapitra. (kcm)

Yang Ada Perlu ke Jakarta Sabtu Pagi Ini, Pengalihan Arus Lalu Lintas Ini Sebaiknya Anda Baca!!

0

BOGORDAILY- Polda Metro Jaya melakukan rekayasa lalu lintas terkait kegiatan ‘Aksi 112’, Sabtu (11/2/2017) pagi ini. Ini karena massa dari berbagai ormas dan daerah akan berkumpul di Masjid Istiqlal, Jalan Wijaya Kusuma, Jakarta Pusat untuk melakukan doa, salat tahajud dan subuh berjamaah.

Kasubdit Pembinaan dan Penegakan Hukum Ditlantas Polda Metro Jaya AKBP Budiyanto menjelaskan, rekayasa lalu lintas tersebut bertujuan untuk membangun situasi yang kondusif.
“Sehingga, seluruh kegiatan masyarakat tetap dapat berjalan seperti biasa,” kata Budiyanto dalam keterangan tertulisnya.

Berikut rekayasa arus lalulintas yang disiapkan oleh Polda Metro Jaya:

1. Arus lalu lintas dari Gajah Mada maupun Hayam Wuruk yang mengarah ke Jl Medan Merdeka Barat dialihkan ke Jl Juanda-Pasar Baru-Gunung Sahari atau ke Lapangan Banteng-Pejambon- Medan Merdeka Timur dan seterusnya.

2. Arus lalu luntas dari Senen ke arah Medan Merdeka Timur dialihkan ke Medan Merdeka Selatan-Thamrin atau ke Budi Kemuliaan dan seterusnya.

3. Arus lalu lintas dari Bundaran HI yang mengarah ke Medan Merdeka Barat dibelokan kekiri ke Jalan Budi Kemuliaan-Abdul Muis-Majapahit-Harmoni dan seterusnya.

4. Arus lalu lintas dari Tanah Abang yang mengarah ke Patung Kuda dilurusksn ke Jl Abdul Muis-Majapahit dan seterusnya.

5. Arus lalu lintas dari Lapangan Banteng mengarah Jl Veteran Raya diluruskan ke Harmoni-Suryo Pranoto atau ke Gajah Mada.

6. Arus dari Semanggi mengarah ke Thamrin apabila terjadi kepadatan di Bundaran HI dibelokkan ke kanan ke Jl Sutan Syahrir-Agus Salim dan seterusnya. (dtk/bd)

Video: Memanas!! Mobil Kompas Dikerumuni Massa 112 di Masjid Istiqlal Malam Ini

0

BOGORDAILY – Mobil milik stasiun televisi Kompas dikerumuni massa 112 di Masjid Istiqlal, Jakarta Pusat, Jumat (10/2) malam.

Kapolsek Sawah Besar Kompol Ridwan Soplanit mengatakan, hal tersebut bukan karena penolakan massa terhadap media tersebut. Melainkan, terjadi kesalahpahaman pendapat.

“Itu miskom saja, mis parkiran jadi disuruh keluar. Itu bukan masalah. Tidak tahu ada ketersinggungan apa suruh keluar,” kata Ridwan ketika dihubungi.

Ridwan pun menuturkan, saat ini kondisi sudah aman terkendali. Bahkan, mobil tersebut sudah keluar dari area masjid.

Dalam insiden tersebut, ia pun menegaskan tidak ada tindakan intimidasi kepada penumpang mobil tersebut.

“Tidak ada intimidasi. Kalau ada itu sudah ditindak,” tandas dia.

Link Video:

https://www.youtube.com/watch?v=mO1Z5bmxFeA

Dua Karung Ganja Sintetis di Bogor Ini Milik Siapa? Ini Kata Polisi !!

BOGORDAILY- Kasus penemuan 1 ton ganja dalam sebuah truk di Bogor hingga kini masih misteri. Siapa sebenarnya pemilik ganja tersebut. Namun belum juga tuntas kasus tersebut, polisi lagi-lagi menemukan dua karung ganja seberat 22 kilogram di pinggir jalan, kawasan Megamendung, Puncak, Kabupaten Bogor.

Hampir dua pekan ini, Polres Bogor belum juga dapat mengungkap siapa pemilik dua karung ganja sintetis merek “Ganesha” yang ditemukan di pinggir jalan alternatif Puncak itu.

Kapolres Bogor, AKBP Andi Muhamad Dicky mengatakan, aparat kepolisian terus melakukan penyelidikan terkait penemuan tembakau sintetis atau dikenal juga dengan ganja sintetis tersebut.

“Untuk pemiliknya belum bisa kami pastikan. Tapi, kami sedang telusuri jaringannya dan sudah ada gambaran jaringannya,” kata Dicky, Jumat (10/2/2017).

Menurut Dicky, narkoba jenis ini merupakan narkotika golongan satu atau satu tingkat di atas ganja, tetapi di bawah sabu. Narkotika ini tentu sangat berbahaya untuk kesehatan karena terdapat campuran zat kimia berbahaya di dalamnya.

“Zat kimia yang ada di dalam tembakau Ganesha ini namanya Cannabinoid sintetik. Ini turunan dari ganja, ada pemurnian. Kalau di Amerika disebut ekstrak ganja warnanya hitam,” jelas Dicky.

Ia menjelaskan, ganja sintetis ini berbahaya karena tembakau sudah dicampur kimia mirip sabu dan putau. “Kalau digunakan secara terus menerus dalam dosis tertentu dapat merusak syaraf kognitif,” imbuh dia.

‎Dicky menyebut ganja sintetis yang ditemukan warga di Megamendung pekan lalu ini merupakan narkotika yang diproduksi oleh jaringan di luar Bogor.

“Diduga, barang ini akan dikirim ke suatu tempat di kawasan Puncak,” kata Dicky.

‎Kasus temuan narkoba tanpa diketahui pemiliknya ini juga pernah terjadi di Bogor. Pada 2015 lalu, pihak kepolisian Polres Bogor menerima laporan dari warga terkait adanya truk yang mengangkut ratusan paket ganja di tempat peristirahatan (rest area) Sentul, Kabupaten Bogor.

Setelah diperiksa, dalam truk tersebut ternyata berisi 1 ton ganja. Setelah melakukan pengembangan, polisi kemudian menetapkan satu orang pria berinisial TH sebagai tersangka dalam kasus ganja tersebut.

Namun kemudian, TH yang disidang di Pengadilan Negeri Cibinong divonis bebas karena dianggap tidak bersalah. Hingga saat ini, pemilik 1 ton ganja tersebut masih menjadi misteri. (lip6/bd)

Pengumuman!! Polres Bogor Tetapkan Mulai Malam Ini Siaga 1

BOGORDAILY- Terhitung sejak Jumat (10/2/2017) malam ini Kabupaten Bogor ditetapkan menjadi siaga satu. Pengumuman itu disampaikan Kapolres Bogor AKBP Andi M Dicky, demi mengantisipasi segala hal yang terjadi menjelang Pilkada DKI Jakarta pada 15 Februari 2017. “Malam ini sudah masuk siaga satu, personel semua menyebar di titik yang sudah kami tentukan,” kata Andi.

Personel Polres Bogor juga belum memastikan hingga kapan pengamanan yang mengerahkan ribuan personel gabungan itu akan ditarik kembali. Terlebih, kata dia, besok akan kembali ada zikir dan tausyiah di Masjid Istiqlal, Jakarta Pusat, oleh sebagian kelompok masyarakat. “Saya minta warga Bogor besok tidak usah berangkat, lebih baik menggelar pengajian di daerahnya masing-masing,” Andi berpesan.

Sedangkan Dandim 0621/Kabupaten Bogor, Letkol Inf Fransisco, mengatakan saat ini ada berbagai macam isu kebencian beredar di media sosial berpotensi meresahkan masyarakat. “Ketika terjadi hal yang tidak diinginkan disana, pasukan yang terdekat yang akan dikerahkan,” ujar Fransisco usai memimpin apel di halaman Stadion Pakansari, Cibinong, Jumat (10/2/2017).

Francisco menegaskan dan berpesan kepada kelompok tertentu jangan coba-coba memecah belah NKRI dengan menebar isu kebencian di masyarakat. “Jangan coba-coba meruntuhkan negara saya, kalau dia enggak pernah ikut berjuang dan enggak pernah berperang,” katanya.

Ditempat terpisah, seruan Imam Besar Front Pembela Islam (FPI) Habib Rizieq untuk aksi di Jakarta pada 11 Februari 2017, rupanya didengar oleh sejumlah umat muslim Bogor. Hingga Jumat siang(10/2), sedikitnya 500 peserta yang sudah tercatat di GNPF MUI Kota Bogor, yang akan mengikuti aksi di Masjid Istiqlal ini. Tak hanya peserta, bantuan materi pun juga berdatangan.

Bantuan berupa makanan dan juga minuman ini merupakan sumbangan dari perseorangan, perusahaan swasta dan juga yayasan Islam. Mereka menyerahkan langsung ke posko GNPF MUI Bogor Raya di gedung Pusat Pengembangan Islam Bogor atau PPIB di Jalan Raya Padjadjaran Bogor. Rencananya mulai Jumat malam ini, lima bus peserta aksi diberangkatkan, sementara sisanya akan menggunakan kereta api besok usai sholat subuh.

Menurut kordinator lapangan aksi Abdul Bahri, peserta aksi diberangkatkan dua kelompok. “Kelompok yang pertama akan menggunakan lima buah bus. Mereka berangkat malam ini pukul 22.00, dengan titik kumpul di Masjid Raya Bogor dan langsung menuju Masjid Istiqlal. Sementara sisanya besok pagi naik kereta dari Stasiun Bogor,” kata Abdul Bahri. (bd/trb)

Link Video Umat Muslim Bogor tetap Ikut Aksi 112:

Link Video Selanjutnya: