Sunday, 5 April 2026
Home Blog Page 9190

Video: Berangkat Malam Ini, Peserta Aksi 112 dari Bogor terus Bertambah!!

0

BOGORDAILY- Seruan Imam Besar Front Pembela Islam (FPI) Habib Rizieq untuk aksi di Jakarta pada 11 Februari 2017, rupanya didengar oleh sejumlah umat muslim Bogor.

Hingga Jumat siang(10/2), sedikitnya 500 peserta yang sudah tercatat di GNPF MUI Kota Bogor, yang akan mengikuti aksi di Masjid Istiqlal ini. Tak hanya peserta, bantuan materi pun juga berdatangan.

Bantuan berupa makanan dan juga minuman ini merupakan sumbangan dari perseorangan, perusahaan swasta dan juga yayasan Islam. Mereka menyerahkan langsung ke posko GNPF MUI Bogor Raya di gedung Pusat Pengembangan Islam Bogor atau PPIB di Jalan Raya Padjadjaran Bogor.

Rencananya mulai Jumat malam ini, lima bus peserta aksi diberangkatkan, sementara sisanya akan menggunakan kereta api besok usai sholat subuh.

Menurut kordinator lapangan aksi Abdul Bahri, peserta aksi diberangkatkan dua kelompok. “Kelompok yang pertama akan menggunakan lima buah bus. Mereka berangkat malam ini pukul 22.00, dengan titik kumpul di Masjid Raya Bogor dan langsung menuju Masjid Istiqlal. Sementara sisanya besok pagi naik kereta dari Stasiun Bogor,” kata Abdul Bahri.

Sebelumnya telah ada imbauan dari pihak kepolisian, namun massa tetap akan menggelar aksinya di Masjid Istiqlal, Jakarta.

Kapolri Jenderal Tito Karnavian berharap massa cukup mengisi acara di Istiqlal dengan berbagai kegiatan keagamaan dan tidak melakukan aksi long march ke Monumen Nasional (Monas), karena masih dalam kondisi masa tenang menjelang Pilkada serentak.

Sementara Ketua MUI Ma’ruf Amin juga mengimbau agar massa tidak melakukan aksi long march dari Masjid Istiqlal ke Monas, karena rawan terjadinya bentrokan, apalagi sekarang sudah sangat dekat dengan pelaksanaan Pilkada serentak 2017. (bd)

Link video:

Anak Pertama Lebih Pintar, Mitos atau Fakta?

BOGORDAILY – Anak pertama atau anak sulung sering dikaitkan dengan kemampuan yang lebih baik dibandingkan adik-adiknya. Apakah ini mitos atau fakta?

Berdasarkan penelitian terbaru dari Universitas Edinburgh di Skotlandia, anak pertama lebih cerdas di banding anak-anak berikutnya yang lahir dari rahim yang sama. Karena secara umum, orangtua menghabiskan lebih banyak waktunya untuk mengajari anak tertua tentang bagaimana berpikir dan memecahkan masalah.

Akibatnya, anak sulung dalam keluarga memiliki IQ lebih tinggi dari saudara mereka. Perbedaan ini muncul sejak usia 1 tahun menurut The Telegraph.

Menurut para peneliti di Universitas Edinburgh, sebanyak lebih dari 5.000 anak menunjukkan bahwa anak pertama lebih pintar dari saudaranya. Hasil ini terlihat setelah para peneliti mengumpulkan tes IQ mereka setiap dua tahun dari pra-lahir sampai usia 14 tahun.

Dilihat dari faktor sosio-ekonomi dan latar belakang keluarga, para peneliti menemukan bahwa anak-anak sulung, dimulai pada usia 1, terbukti lebih baik daripada adik-adik mereka dalam membaca, matematika, komunikasi verbal, dan kesadaran umum, menurut BBC.

Dr Ana Nuevo-Chiquero yang memimpin penelitian mengatakan bahwa ini tidak berarti anak pertama mendapatkan lebih banyak kasih sayang dari orangtuanya. Namun masing-masing anak tetap mendapatkan kasih sayang yang sama.

“Tetapi mereka mendapatkan perhatian lebih, terutama di tahun-tahun pembentukan penting,” ujar Dr Nuevo-Chiquero dikutip dari Nypost, Jumat (10/2/2017).

Untuk sebagian besar orang, tidak sulit memahami bagaimana dan mengapa fokus serta kemampuan orangtua mengurus anak kedua dan seterusnya berbeda dengan anak pertama. Karena itu, tak heran jika kita banyak melihat anak sulung yang memiliki kemampuan lebih baik dari saudaranya.

OKEZONE

Angin Kencang Disertai Hujan, Waspada Pohon Bertumbangan di Puncak!!

BOGORDAILY- Bagi Anda yang ingin menuju jalur Puncak Bogor sebaiknya waspada. Angin kencang disertai hujan membuat sejumlah pohon kawasan wisata ini tumbang.

Kamis (9/2/2017) pagi ini, sebuah pohon besar tumbang sehingga jalan tertutup dan arus lalulintas di kawasan ini tersendat.

Petugas Polsek Cisarua ditengah guyuran hujan, turun lokasi dan melakukan evakuasi batang dan ranting pohon dari bahu jalan, guna menormalkan kembali arus lalulintas.

Kapolsek Cisarua, AKP Sujito dalam keterangan tertulisnya mengatakan, pohon tumbang hingga menutup bahu jalan terjadi sekitar pukul 07.20 WIB, saat wilayah ini sedang dilanda hujan sejak subuh.

Pohon tumbang ini terjadi di Jalan Raya Puncak Kampung Cibulao RT 02 RW 06 Desa Tugu Utara Kecamatan Cisarua Kabupaten Bogor, tepatnya di dekat RM Rindu Alam puncak pass.

“Saya yang langsung pimpin operasi evakuasi batang dan ranting pohon dari bahu jalan. Agar prosesnya berlangsung cepat, saya melakukan komunikasi dengan PTPN VIII Gunung Mas untuk meminta bantuan berupa alat pemotong kayu.

Anggota Polsek dan karyawan PTPN VIII Gunung Mas memotong pohon dengan diameter sekitar 30 Cm dan dengan panjang sekitar 2 meter dalam kondisi menutup sebagian badan jalan raya,”kata AKP Sujito.

Tidak ada korban baik materil maupun nyawa dalam peristiwa alam ini. Hal ini dikarenakan, saat pohon tumbang, arus lalin dalam keadaan sepi.

“Arus lalulintas kendaraan baik dari arah Cianjur maupun sebaliknya sudah lancar,”tandas Kapolsek.

Wilayah Cisarua merupakan daerah yang mempunyai curah hujan cukup tinggi. Kejadian tersebut terjadi karena hujan yang terus menerus turun sejak malam hari.

“Hujannya lama ditambah angin yang cukup kencang. Kondisi tanah yang labil, membuat akar pohon tak kuat hingga tumbang. Saya himbau agar warga waspada, karena dengan curah hujan yang terus menerus, tidak menutup kemungkinan akan terjadi kejadian serupa atau bencana lainnya seperti longsor,” katanya. (pos)

Video: Terjun Dari Mall, Honda Jazz Hantam Mobil Dinas Anggota DPRD!!

0

BOGORDAILY- Sebuah mobil Jazz berwarna putih terjun dari pusat perbelanjaan di Kota Tasikmalaya, Jumat (10/2/2017), hingga menimpa mobil Innova hitam berplat merah Z 10 T mobil dinas wakil Ketua DPRD Ciamis Dida Yudanegara, dari Partai Golkar.

Peristiwa tersebut diunggah oleh Kepolisian Resor (Polres) Tasikmalaya Kota dalam akun Twitternya. “Sebuah mobil terjatuh di parkiran sebuah mall di Kota Tasikmalaya,” tulis akun tersebut seperti dilansir fokus jabar.

Menurut seorang saksi mata, Ina (45), mobil Jazz RS dikemudikan oleh seorang perempuan asal Lingkungan Cempakawarna Kota Tasikmalaya. Jatuh dari parkiran salah satu pusat perbelanjaan setelah selesai salat Jumat.

“Loncat begitu saja. Di dalam mobil Jazz ada dua orang dan di dalam mobil Innova hitam juga ada penumpangnya. Tapi semuanya selamat. Keliatannya hanya mengalami shock saja,” ujar Ina. (bd)

link video:

https://www.youtube.com/watch?v=dIKWxFVbXXU

Kepergok Miliki Rumah di Kota Bandung, Mantan Bupati Bogor Rachmat Yasin Dipindah ke Lapas Gunung Sindur

BOGORDAILY- Kantor Wilayah (Kanwil) Kementerian ‎Hukum dan Hak Asasi Manusia (Kemenkum HAM) Jawa Barat akan segera memindahkan dua narapidana tindak pidana korupsi, yakni Romi Herton dan Rachmat Yasin, dari Lembaga Pemasyarakatan Sukamiskin, Bandung, ke LP Gunung Sindur, Kabupaten Bogor.

Keduanya menyusul Anggoro yang lebih dulu dipindahkan karena kedapatan pelesiran di luar penjara, seperti yang diberitakan majalah Tempo edisi 6-12 Februari 2017 yang bertajuk Investigasi Tamasya Napi Su‎kamiskin.

“Kemungkinan besar dipindahkan sebagai bentuk sanksi,” kata ‎Kepala Divisi Pemasyarakatan Kanwil Kemenkum HAM Jawa Barat Molyanto melalui ponselnya, Rabu, 8 Februari 2017.

Pemindahan akan dilakukan secepatnya. “‎Menunggu petunjuk Dirjenpas atau Menteri‎,” katanya mengungkapkan.

Jika Rachmat Yasin kedapatan memiliki salah satu rumah di Kota Bandung‎, Romi Herton dinilai menyalahi izin keluar LP yang diberikan.

Menurut Molyanto, saat diketahui keluar, Romi mengajukan izin untuk menjenguk anaknya yang sakit di Palembang. Romi ternyata tidak bisa bolak-balik satu hari LP Sukamiskin-Palembang, maka dia diberikan izin menginap selama satu malam dengan syarat dititipkan di LP Palembang. “Ternyata tidak dititipkan dan malah menginap ‎di rumah,” ujarnya.

‎Meski demikian, pengajuan izin pengeluaran kepada Anggoro, Rachmat Yasin, dan Romi Herton sudah sesuai prosedur.

“Tiga ini pengeluarannya sesuai prosedur tapi ada indikasi kelalaian dalam pengawalan. Semua sudah diwanti-wanti tidak ke mana-mana atau nginep di luar,” tuturnya‎

Molyanto belum bisa menyimpulkan ada kelalaian yang dilakukan oleh Kepala LP Sukamiskin, Bandung. “Kalapas nanti akan dimintai keterangan termasuk pejabat dan napi. Sementara ini belum bisa kita simpulkan ada pelanggaran ‎yang dilakukan Kalapas,” katanya menegaskan. (tem)

Heboh Walikota Bogor Tolak Larangan MUI Soal Warganya Hadiri Cap Go Meh

0

BOGORDAILY- Walikota Bogor Bima Arya Sugiarto menolak keputusan Majelis Ulama Indonesia (MUI) yang mengimbau umat Islam untuk tidak menghadiri perayaan Cap Go Meh di Kota Bogor.

Bima mengatakan, kekhawatiran MUI terkait acara Cap Go Meh adalah, karena takut warga meninggalkan salat. Karena waktu pelaksanaan Cap Go Meh itu memang dilakukan sepanjang sore hingga malam. MUI pun, kata Bima, meminta waktu pagelaran budaya Cap Go Meh untuk diadakan pagi hari.

“Itu jelas tidak bisa, karena ini kan sudah direncanakan sejak lama. Kalau masalah ibadah, panitia juga sudah berkomitmen untuk menyediakan lokasi ibadah yang strategis,” tegas Bima kepada wartawan, Kamis (9/2/2017).
Menurut dia, kewajiban ulama untuk mengingatkan umatnya untuk tidak mengikuti perayaan agama orang lain. Namun, kata dia, selama ini ia menganggap pagelaran Cap Go Meh sebagai ajang budaya pemersatu.

“Dari tahun-ke tahun MUI kita undang untuk memberikan doa lintas agama. Saya memaknai ini sebagai proses acara kebudayaan yang sudah lama berjalan. Presiden hadir, gubernur hadir, pemerintah juga hadir, karena ini adalah bagian dari kultur kebudayaan yang sudah cukup lama berjalan di Bogor, dan sebagai ajang pemersatu,” katanya.

Pada Selasa (07/02/2017) Majelis Ulama Indonesia (MUI) Kota Bogor mengeluarkan imbauan, agar warga muslim di Kota Bogor untuk tidak mengikuti perayaan Cap Go Meh, yang akan dilaksanakan 11 Februari nanti. Ketua MUI Kota Bogor, Adam Ibrahim mengatakan, alasan dikeluarkan imbauan larangan menghadiri Cap Go Meh adalah, perayaan ini kental dengan agama Konghucu.

Dia meminta agar warga muslim di Kota Bogor tidak menghadiri atau mengikuti perayaan yang dilakukan 15 hari setelah Imlek ini.

“Karena itu acara agama Konghucu kan. Cap Go Meh itu acara kebudayaan Konghucu, dan diperuntukan untuk orang-orang Tionghoa. Jadi tidak usahlah umat Islam ikut ramai-ramai,” katanya.
Adam menjelaskan, meski acara itu berbalut kirab budaya. Kegiatan itu tetap kaitannya hanya untuk umat yang beragama Konghucu.

“(Acaranya kan kirab budaya pak?) Iya itu kan hanya dikaitkan saja dengan acara perayaan mereka, tetap saja itu hanya untuk Tionghoa,” jelasnya.

Ketika ditanya perihal rutinitas kegiatan Cap Go Meh yang setiap tahun dilaksanakan di Kota Bogor. Adam Ibrahim hanya memastikan jika terjadi kesalahan pada tahun-tahun sebelumnya.

“Tahun-tahun yang lalu kan kita belum melek agama. Tugas kami kan memberikan pencerdaskan kepada umat,” kata dia.

Dalam waktu dekat, lanjut Adam Ibrahim, MUI Kota Bogor akan merumuskan untuk membuat surat edaran ke semua warga muslim untuk tidak ikut dalam perayaan ini. “Sedang kita rumuskan (surat edaran-red),” tegasnya.

Perayaan Cap Go Meh di Kota Bogor diadakan sejak 15 tahun lalu. Pada perayaan Cap Go Meh di Kota Bogor 2015, dihadiri Presiden Joko Widodo dan juga Menteri Pendidikan saat itu Anies Baswedan. (kbr/bd)

Jalan Bina Marga Kota Bogor Bakal Jadi Sentra Kuliner

0

BOGORDAILY- Puluhan Pedagang Kaki Lima (PKL) diimbau Pemerintah Kota Bogor agar pindah ke dalam Gedung Sentra Kuliner Bogor yang di Jalan Bina Marga, Baranangsiang, Kota Bogor. Gedung tersebut diharapkan dapat menampung puluhan pedagang kaki lima (PKL) yang selama ini berjualan di sekitar kawasan tersebut.

Sekretaris Daerah Kota Bogor, Ade Sarip Hidayat mengatakan, bangunan senilai Rp 1 miliar yang dibangun dengan dana APBD Provinsi Jawa Barat itu diharapkan bisa menampung 50 pedagang. “Nanti akan dikembangkan menjadi bangunan yang nyaman untuk penjual maupun pembeli,” ujar Sekda, Rabu (8/2/2017).

Bangunan tersebut akan segera dirampungkan, setelah para pedagang di sekitar lokasi itu setuju dipindahkan ke dalam gedung. Kepala Dinas Pariwisata, Kebudayaan dan Ekonomi Kreatif Kota Bogor, Shahlan Rasyidi mengatakan, serah terima aset gedung itu menjadi momentum bagi para pedagang kaki lima untuk menjadi pedagang profesional. Ia mengatakan, pemerintah sudah menyiapkan sarana dan prasarana seperti etalase, kursi, tempat sampah.

“Bahkan lap-nya saja sudah kami siapkan. Jadi pedagang hanya perlu membayar listrik dan air setiap bulannya,” jelas Shahlan.

Kepala Dinas Koperasi dan UMKM Anas S. Rasmana menambahkan, pedagang yang dapat menempati bangunan dua lantai itu adalah pedagang yang menjual produk kuliner khas Bogor. Pemkot Bogor juga akan merombak lagi gedung tersebut. “Merombak seperti pengecetan ulang, membersihkan lantai, dan beberapa fasilitas tambahan lainnya,” kata dia.

Pemerintah Kota (Pemkot) Bogor berharap, sektor pariwisata khususnya kuliner Kota Bogor akan terus berkembang. Semua fasilitas yang disediakan Pemerintah Kota Bogor pun diharapkan direspons positif oleh para pedagang dan mereka dapat berkoordinasi dengan baik. (bd)

Kasihan, Selama 4 Tahun Koin Rp1.000 Ini Menempel di Usus Bocah Asal Sukabumi

0

BOGORDAILY- Pasangan Marlis dan Elah warga Kampung Bebera, RT 002 RW 004 Desa Tenjolaya, Kecamatan Cicurug, Sukabumi, Jawa Barat bingung bukan kepalang. Sebuah uang koin Rp 1.000 menempel di usus bagian bawah putri kedua mereka yang bernama Danianis (13).

Koin tersebut baru diketahui setelah mereka membawa Danianis ke rumah sakit untuk melakukan pemeriksaan sinar X atau Rontgen. Hasil pemeriksaan diketahui ada sebuah benda membulat menempel di jaringan ususnya.

“Saya tanya anak saya, akhirnya dia mengaku jika pernah enggak sengaja menelan uang koin waktu masih duduk di kelas 4 Sekolah Dasar. Saat itu dia nggak langsung bilang, karena takut saya marah,” tutur Marlis orang tua bocah yang akrab dipanggil Dania, seperti dilansir detikcom, Rabu (8/2/2017).

Saat ini Dania duduk dikelas 2 SMP, sudah 4 tahun koin tersebut menempel di dalam perutnya. “Selama ini dia suka mengeluh, perutnya sakit sampai melilit tapi enggak mau bilang apa penyebabnya. Saya juga cuma kasih obat warung atau periksa biasa ke balai pengobatan, tapi sakitnya itu enggak sembuh-sembuh malah makin parah,” lanjut Marlis.

Kondisi Marlis yang hanya buruh serabutan membuatnya sempat kesulitan untuk membawa Dania ke rumah sakit karena khawatir biaya yang besar. Namun karena melihat sakit perut Dania semakin kronis dan beberapa kali tak sadarkan diri karena sakit yang dirasakannya. Akhirnya Marlis mengajak istri dan putrinya itu ke kantor desa untuk meminta bantuan.

“Saya sudah dibantu proses BPJS gratis oleh pihak desa, tapi kartu itu tidak keluar padahal katanya sudah diverifikasi. Akhirnya saya minta saran ke bapak kepala desa yang akhirnya beliau menyarankan saya untuk memeriksakan diri ke rumah sakit dan di rontgen sementara pihak desa membuatkan kartu Jamkesda,” ujar Marlis.

Pihak rumah sakit yang melakukan Rontgen menyarankan agar Danianis menjalani operasi, karena kondisi koin yang sudah mengeluarkan semacam racun harus segera diangkat.

“Lagi-lagi saya bingung karena biaya operasi katanya di atas Rp 10 Juta, untunglah setelah itu pak kades mendatangi saya dan menyebut semua biaya operasi ditanggung oleh pemerintah melalui Kartu Jamkesda. Alhamdulillah rencananya Kamis (9/2/2017) anak saya bisa menjalankan operasi,” tandas Marlis.

DI RAWAT DI RSUD

Keluarga Danianis (13) bocah yang tertempel koin Rp 1.000 di ususnya selama 4 tahun sempat disuruh pulang saat tiba di RSUD R Syamsudin SH, Kota Sukabumi. Dania sempat diminta pulang oleh pihak RSUD Syamsudin dengan alasan dokter bedah sudah tidak ada ditempat.

“Saya ke sini bukan jarak yang dekat, bisa dibayangkan kondisi Dania dari tadi kesakitan naik angkutan umum dari Cicurug ke Kota Sukabumi menempuh perjalanan 3 jam terus sampai sini disuruh pulang lagi dengan alasan dokternya tidak ada,” tutur Asiah (55) bibi Dania di ruang tunggu rumah sakit kepada sejumlah wartawan, Rabu (8/2/2017) malam.

Asiah berharap, keponakannya itu mendapat pemeriksaan lebih dulu atau beristirahat mengingat saran dari tenaga medis yang sebelumnya merawat Dania harus secepatnya di operasi.

“Saya pikir darurat, ditambah dari tadi Dania meringis menahan sakit. Rumah sakit di Cicurug angkat tangan karena minimnya peralatan makanya dirujuk kesini,” lanjut Asiah.

Sekitar 30 menit kemudian, pihak rumah sakit akhirnya mengizinkan Dania mendapat perawatan. Namun belum bisa dipastikan kapan bocah kelas 2 SMP itu akan menjalani operasi bedah.

“Saya kurang tahu, kalau tadinya infonya besok (Kamis) tapi nggak tau lah saya pasrah aja minimal sekarang sudah masuk rumah sakit,” ujar Asiah.

Seperti diberitakan, Dania tak sengaja menelan uang koin pecahan Rp 1.000 saat duduk di kelas 4 Sekolah Dasar (SD). Saat itu Dania tidak menceritakan kepada kedua orang tuanya karena takut dimarahi.

Seiring waktu, Dania terus mengeluhkan rasa sakit di bagian perutnya. Marlis dan Nurlaela atau Elah kedua orang tua Dania akhirnya memeriksakan putri keduanya itu ke rumah sakit, hasil Sinar X atau Rontgen akhirnya menunjukkan adanya koin yang tertempel di ususnya dengan kondisi sudah membahayakan. (dtk/bd)

Video: Heboh Penampakan di Kebun Raya Bogor, Mobil Ringsek Tabrak Pohon

0

BOGORDAILY- Sebuah mobil Toyota Rush F 1213 KJ yang dikendarai Hendra Budiman (32) masuk jurang dan menabrak pohon keramat di kawasan Kebun Raya Bogor. Diketahui, Hendra terpaksa banting setir hingga mobilnya masuk jurang karena terkejut tiba-tiba ada bayangan putih melintas di depan mobil yang dikendarainya.

Informasi dihimpun menyebutkan, kecelakaan tunggal itu terjadi sekitar pukul 04:30 WIB, Rabu (8/2/2017) dinihari saat kondisi cuaca di wilayah Bogor diguyur hujan gerimis.

Deni Saputra (37) kakak ipar korban menuturkan saat itu Hendra melaju dengan kecepatan sedang usai mengantar isterinya dari arah Stasiun Bogor.

Persis di jalan menikung antara Markas Polisi Militer dan Pintu Istana Bogor, korban terkejut karena tiba-tiba ada bayangan putih melintas di depan mobilnya. Korban lalu membanting stir ke kanan. “Dia melihat seperti ada orang yang menyeberang, jadinya langsung banting setir,” kata Deni meniru ucapan Hendra.

Menurutnya, Hendra sudah terbiasa melewati ruas jalan tersebut setiap pulang usai mengantarkan istrinya ke stasiun untuk bekerja di Jakarta. Bahkan setiap hari Hendra selalu menaiki mobil yang sama untuk mengantarkan istrinya berangkat bekerja.
“Dia memastikan tidak ada keterlibatan kendaraan lain dalam kecelakaan itu,” ujarnya.

Berdasarkan keterangan warga sekitar, ruas jalan tersebut sangat rawan terjadi kecelakaan. Bahkan, ruas jalan tersebut oleh warga sekitar Jalan Jalak Harupat dikenal sebagai jalur angker.

“Dulu juga mobil damkar masuk jurang, 1 orang tewas. Paling sering pengendara sepeda motor jatuh, dan mobil suka tiba-tiba terbakar,” ujar Resha (38) warga Kampung Lebak Kantin, Kelurahan Sempur, Bogor Tengah, Kota Bogor.

Sementara itu, proses evakuasi cukup menyita waktu dikarenakan seling untuk menarik mobil sempat terputus karena tak kuat menahan beban berat. Mobil baru bisa diangkat sekitar pukul 10.00 WIB.

Adanya evakuasi, Jalan Jalak Harupat sempat ditutup sementara, akibatnya arus lalu lintas mengalami kemacetan hingga kendaraan mengular ke kawasan Jalan Juanda, Kapten Muslihat dan Jalan Jenderal Sudirman.

Sementara itu Waka Polsek Bogor Tengah, AKP Puji Astono menyebutkan hasil olah tempat kejadian perkara dan keterangan sejumlah saksi menuturkan peristiwa kecelakaan tunggall itu terjadi sekitar pukul 04.00 WIB.

“Hasil penyidikan sementara dilokasi kejadian, diduga kecelaakn tersebut akibat sang pengemudi mengantuk, hilang kendali dan menabrak pembatas pedestrian dan terjun ke dalam jurang,” jelas AKP Puji.

Beruntung kendaraan tersangkut di sebuah pohon yang tumbuh di sisi jalan, sehingga korban hanya mengalami luka di kepala, tangan dan memar-memar di sebagian tubuhnya. “Selanjutnya, Hendra diselamatkan warga sekitar dan membawa pulang ke rumahnya di Bogor Timur,” tandasnya.

Kendaraan tersebut ringsek pada bagian depan karena menabrak pohon berdiameter 30 sentimeter. Lokasi kecelakaan sendiri hanya berjarak sekitar 50 meter dari pagar Istana Kepresidenan Bogor. (sin/bd)

Link videonya:

Link videonya:

Heboh Seruan Mui Bogor Larang Cap Go Meh

0

Pesan berantai berisi seruan tidak menghadiri perayaan Cap Go Meh (CGM) 2017 pada 11 Februari mendatang ramai dibicara­kan. Lewat broadcast yang beredar, Majelis Ulama Indonesia (MUI) Kota Bogor menyerukan agar ma­syarakat beragama Islam tak ikut dalam pesta rakyat yang sarat ritual keagamaan.

Tak hanya lewat pesan berantai, larangan ikut dalam perayaan CGM 2017 secara resmi diutarakan langsung Ketua MUI Kota Bogor Adam Ibrahim. Bahkan, pihaknya akan membuat surat edaran sertapemberitahuan di masjid-masjid melalui khotbah.

Adam beralasan bahwa Per­ayaan Bogor Street Fest CGM 2017 itu merupakan ritual aga­ma etnis Tionghoa yang di­padukan dengan pementasan seni dan budaya. Ini yang mem­buat pihaknya menyarankan agar umat muslim tak terbawa euforia perayaan itu.

“Sikap MUI Kota Bogor ter­hadap perayaan CGM sangat menghormati etnis Tiong­hoa yang ingin merayakan CGM. Kita sebagai umat Is­lam menghormatinya. Tetapi karena CGM itu merupakan acara keagamaan, mereka kita imbau umat Islam tidak menghadirinya,” ujarnya saat konferensi pers di Kantor MUI Kota Bogor, kemarin.

Tak hanya itu, pihaknya ju­ga akan meminta organisasi massa (ormas) Islam agar mengimbau anggotanya tak ikut dalam acara terse­but. “Itu acara keagamaan. Sama halnya dengan umat Kristen yang merayakan Na­tal. Karena acara CGM itu bukan acara adat saja, tetapi ada acara kaitan dengan keyakinan etnis Tionghoa,” terangnya.

Jika memang tetap hadir, MUI Kota Bogor tidak bisa menghalanginya. Namun, imbauan ini merupakan suatu keharusan MUI sebagai kha­dimul ummat atau pelayan umat. “Mungkin bagi mer­eka yang hadir itu tidak tahu bahwa itu termasuk rentetan acara keagamaan. Misalnya pada saat acara CGM, mereka membawa dongdang dan isinya dewa-dewa. Itu sudah terlihat ada ritual agama mer­eka,” paparnya.

Adam Ibrahim juga meminta Pemerintah Kota (Pemkot) Bo­gor dan panitia Bogor Street Fest CGM 2017 agar melak­sanakannya pada pagi hari hingga siang. Sebab, menu­rutnya, akan mengganggu ibadah umat Islam. “Kalau acara dimulai jam satu siang, umat Islam tidak bisa salat Zuhur, Asar hingga Maghrib,” kata dia.

Ia pun berharap agar ma­syarakat yang datang ti­dak banyak. “Biasanya kan yang datang ribuan. Mudah-mudahan umat Islam yang datang tidak terlalu banyak,” katanya.

Menanggapi adanya seruan itu, Ketua Panitia Bogor Street Fest CGM 2017 Arifin Hi­mawan enggan berkomentar banyak. Sebab, imbauan itu bersifat internal keagamaan. Sedangkan perayaan CGM ini sudah jadi tradisi dari tahun ke tahun yang dianggap bisa mempersatukan keberaga­man budaya.

“Saya nggak bisa komentar soal itu. MUI itu kan mengim­bau agar umat muslim tetap menjalani ibadahnya. Itu imbauan yang baik. Kami ti­dak masuk ke ranah agama,” ungkap Arifin kepada Harian Metropolitan.

Selama ini ia mengaku bahwa panitia lebih mem­persiapkan dari sisi budaya, yakni menjalin komunikasi dengan para seniman dan sanggar. Ia pun berharap agar pelaksanaan tahun ini dapat maksimal. “Intinya kami tidak bicara soal agama karena ini bagian dari pesta rakyat,” terang dia.

Sekadar diketahui, dalam perayaan nanti, panitia CGM bakal menyediakan pang­gung utama dengan brigade sepanjang 250 meter. Selain itu, Tarian Topeng Klana dari Cirebon juga disebut-sebut bakal memeriahkan acara dengan menampilkan tarian unik. Arifin berharap agar perayaan nanti pun bisa terselenggara maksimal. “Kami mohon doa restunya,” harapnya.

Sementara itu, Komisi Penelitian dan Pengkaji­an MUI Kota Bogor Dhani menambahkan, pihaknya mengimbau dan mengingat­kan kepada umat Islam agar tak terlibat perayaan CGM. Sebab, dinilai ada usaha untuk menyimpangkan keya­kinan umat Islam bahwa itu sekadar budaya. “Karena itu wajib bagi kita kaum musli­min melalui MUI mengimbau agar umat Islam tidak hadir. Sebab, itu dapat menjadi distorsi pendangkalan akidah yang lama-kelamaan umat Islam akan mengajarkan agamanya,” tuturnya.

Dhani juga berharap ke­pada panitia agar menye­diakan tempat ibadah dan memberikan jeda saat jam salat agar umat Islam dapat menjalankan ibadahnya. “Ke­wajiban ulama dan ustadz ini berkewajiban mengarahkan agat tidak terjadi penyim­pangan,” pintanya.

Terpisah, Walikota Bogor Bima Arya Sugiarto men­gaku berterima kasih kepada MUI Kota Bogor yang telah memberi perhatian tentang waktu ibadah. Tentunya ini menjadi perhatian dari pa­nitia. Pemkot Bogor sudah berkoordinasi dengan panitia dan mereka memang sudah merencanakan untuk mem­fasilitasi waktu dan tempat untuk salat ketika waktu­nya tiba. Terimakasih untuk himbauan MUI. Acara akan menyesuaikan dengan azan dan waktu shalat, “ tukasnya.

(mam/ads/d/feb/run)