Sunday, 5 April 2026
Home Blog Page 9198

Pengumuman!! 2 Tahanan yang Kabur dari Penjara Mabes Polri Ditangkap di Cibungbulang Bogor. Begini Penampakannya!

BOGORDAILY- Dua dari 7 tahanan narkoba yang melarikan diri dari Rutan Narkoba Mabes Polri berhasil ditangkap aparat gabungan Polres Bogor, Sabtu (28/1/2017) sore.

Kedua penjahat yang ditangkap di Bogor itu bernama Sukma Jaya dan Ricky. Mereka ditangkap di kampung Cibeureum, Desa Cibatok, Kecamatan Cibungbulang, Kabupaten Bogor sekitar pukul 17:27 WIB.

“2 (dua) dari 7 (tujuh) tahanan yang kabur dari sel narkoba Bareskrim Polri berhasil ditangkap di wilayah Kecamatan Cibungbulang, Bogor. Penangkapan ini dipimpin oleh tim Narkoba Bareskrim Mabes Polri dan di-back up oleh Reskrim Polsek Cibungbulang,” ucap Kapolres Bogor AKBP Andi Moch Dicky seperti dilansir detik, Sabtu (28/1/2017).

Dijelaskan lebih lanjut, penangkapan ini dilakukan oleh tim Bareskrim dibantu unit Reskrim Polsek Cibungbulang, Bhabinkamtibmas beserta masyarakat yang melakukan penyisiran di daerah wisata Pamijahan.

Para Pelaku disergap oleh pihak kepolisian setelah keduanya berpindah tempat antar-villa dan kontrakan di daerah wisata Paminahan, Kecamatan Cibungbulang, Kabupaten Bogor.

Dalam proses penangkapan kedua tahanan itu, pelaku sempat mencoba melarikan diri dari pengejaran Polisi sebelum akhirnya dilumpuhkan dengan timah panas. Para pelaku tersebut langsung digiring ke Mabes Polri oleh tim Bareskrim Narkoba Mabes Polri yang dipimpin oleh AKBP Indra.

Sementara itu menurut Kabidhumas Polda Jabar Kombes Pol Yusri Yunus, total sudah ada 6 dari 7 tahanan melarikan diri yang berhasil ditangkap. Sisa satu orang penjahat sedang dalam pengejaran di daerah Sukabumi.

“Berarti sudah 6 yang tertangkap dari 7 yang melarikan diri. Tinggal 1 (penjahat) dalam pengejaran di daerah Sukabumi,” kata Yusri.

Ketujuh tahanan Dirtipid Narkoba Polri kabur dari tahanan pada hari Selasa (24/1). Mereka menjebol tembok tahanan dengan cara melubanginya menggunakan besi.

Penangkapan Sukma Jaya dan Ricky melengkapi penangkapan 2 tahanan yang kabur, Cai Chang alias Antoni dan Amirudin alias Amir. Keduanya ditangkap sekitar Lereng Gunung Wayang Desa Sukaati Kecamatan Kelapa Nunggal, Sukabumi, Sabtu (28/1) sore.

Yusri sebelumnya menyebut pihaknya masih mengejar satu orang tahanan kabur lain yang masih buron. Tahanan tersebut adalah Antony bin M. Ridwan.

“Dan saat ini masih dilakukan pengejaran Buronan yang lain atas nama Antony bin M. Ridwan,” tutur Yusri.

Antony bin M Ridwan memang diketahui sangat licin. Saat penyergapan di persembunyiannya di kediaman Nana Suryana, seorang ketua RT di Kampung Babakan Sirna, Desa Kadununggal, Kecamatan Kalapanunggal pada Rabu (24/1) malam, Antony berhasil meloloskan diri bersama 4 rekannya. Polisi saat itu hanya berhasil mengamankan Ridwan Ramadhan alias Mame.

Ketujuh tahanan yang kabur adalah Azizul alias Izul (30), Ridwan R alias Rambe (22), dan Cai Chang alias Antoni (49). Kemudian Anthony alias Ridwan (33), Amiruddin alias amir (27), Ricky Felani alias Ruslan (30), dan Sukma Jaya alias Jaya (34). (bd)

Link video saat tahanan kabur narkoba mabes polri kabur:

https://www.youtube.com/watch?v=lnWr2d7kKtU

Anggita Eka Putri: I’m Oke… Please Jangan Percaya

0

BOGORDAILY- Anggita Eka Putri (24) wanita cantik satu anak ini makin populer setelah ia diamankan bersama Hakim MK oleh Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK), Sabtu (28/1/2017).

Anggita Eka Putri yang sempat dibawa ke markas komisi antikorupsi itu dibebaskan.Anggita hanya berstatus sebagai saksi dan pulang dari gedung KPK.

Anggita mengenakan kemeja biru bergaris putih. Dia berambut panjang dicat cokelat, berkulit putih, dan tinggi semampai.Dia membawa tas jinjing berwarna hitam dan tas belanja.

Setelah keluar dari Gedung KPK, Anggita seolah lenyap bak ditelan bumi.Tak ada satu pun informasi yang menyebutkan di mana keberadaan wanita tersebut.

Berdasarkan penelusuran di media sosial, Instagram, akun bernama Anggita Eka Putri–diduga milik Anggita–tertulis sesuatu di Bio Instagram.

Dia menulis pesan dalam Bahasa Inggris yang artinya mengabarkan mengenai kondisi kesehatan dan memiliki sebuah permintaan agar jangan mempercayai informasi yang tidak benar dari media massa. “Dear Colleagues and friends, I’m OK. Please dont trust too much on media,” tulis Anggita.

Bukan gratifikasi seks

KPK menangkap hakim MK, Patrialis Akbar, di Mall Grand Indonesia, Jakarta Pusat, Rabu (25/1/2017) malam.
Saat ditangkap Menteri Hukum dan HAM di masa pemerintahan Presiden Susilo Bambang Yudhoyono itu sedang bersama seorang wanita dan keluarga dari perempuan tersebut.

Wakil Ketua KPK, Laode M Syarif tak mau mengungkap identitas wanita yang menemani Patrialis itu sebab menurutnya tak ada hubungan dengan materi kasus.

Selain itu, dia juga membantah adanya gratifikasi seks terkait dengan praktik korupsi perkara sengketa Undang-Undang Nomor 41 Tahun 2014 tentang Peternakan dan Kesehatan Hewan, yang menjerat Patrialis.

Anggita tak ada kaitan dengan kasus dan bukan bagian dari gratifikasi seks. “Tidak ada itu (gratifikasi seks), sementara ini kami tak dapat informasi soal itu. Siapa wanita yang menemani PAK, karena tak ada hubungan dengan materi kasus jadi tak perlu dijelaskan. Ini murni kasus korupsi, tidak ada soal kesusilaan. Siapa wanita itu tak penting untuk dijelaskan,” kata Laode, di kantor KPK, Kamis (26/1/2017). (tib)

Link video Kisah Si Bohay Anggita di Balik Penangkapan Hakim MK:

https://www.youtube.com/watch?v=Cz0zDgIyqz4

Ini Dia Kisah Bedak dan Lipstik buat Si ‘Bohay Anggita’ dari Hakim MK Patrialis Akbar!!

0

BOGORDAILY- Ada yang unik di balik penangkapan Patrialis Akbar, ketika lipstik dan bedak mahal turut diamankan KPK saat itu.

Penangkapan Hakim Konstitusi Patrialis Akbar oleh Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK), Kamis (26/1/2017) malam berlangsung senyap dan tidak menghebohkan pengunjung atau pegawai Mal Grand Indonesia.

Diketahui saat ditangkap di Central Departemen Store, Mal Grand Indonesia, Jakarta Pusat, Patrialis Akbar sedang ditemani perempuan cantik dan bohay bernama Anggita Eka Putri.

Mereka sempat mengelilingi stan kosmetik branded di Central Departemen Store. Sampai akhirnya keduanya mampir ke gerai Lancome. Lancome Paris adalah sebuah rumah kosmetik berkelas asal Perancis.

Dimiliki oleh L’Oréal sejak tahun 1964, Lancome memproduksi produk-produk kosmetik berkelas seperti produk perawatan kulit, wewangian, dan tata rias dengan harga kelas-atas.

‎Gerai tersebut berada persis di depan Central Departemen Store. Kosmetik yang dijual di sana harganya rata-rata Rp 500 ribu ke atas.

BEDAK DAN LIPSTIK

Seorang pegawai di gerai itu saat ditemui Sabtu, (28/1/2017)‎ membenarkan Patrialis ditangkap di tempatnya bekerja. Namun, saat kejadian, dirinya sedang libur.

Menurut informasi dari rekannya yang masuk saat itu, di gerai ini Anggita sempat berbelanja beberapa kosmetik.

Tidak hanya itu Anggita juga sempat mencoba beragam kosmetik seperti bedak hingga lipstik yang seluruhnya merupakan produk keluaran terbaru.

Masih menurut pegawai berambut pendek sebahu itu, dia selama ini belum pernah melihat Anggita dan Anggita pun baru membuat member di Lancome.
“Dia bukan pelanggan sini, kemarin itu baru buat member,” tambahnya.

‎Selanjutnya ditanya soal penangkapan Patrialis, menurut pegawai itu penangkapan tidak terlalu heboh.
Bahkan tidak banyak yang tahu karena kebetulan saat itu gerai sedang ramai dengan pembeli.
Lebih lanjut, seorang pegawai di gerai lain juga membenarkan bahwa penangkapan Patrialis berlangsung cepat.

“‎Penangkapannya sebentar kok dan tidak heboh juga karena kan bapaknya itu langsung dibawa keluar,” ucap pegawai pria itu.

Pegawai tersebut juga mengatakan pengunjung di sana baru mengetahui ada penangkapan karena sempat ada beberapa orang berpakaian biasa yang mengambil foto.

“Yang nangkap juga hanya beberapa orang, bapaknya tidak teriak atau lari. Langsung dipegang tangannya. Saat ada kamera baru orang-orang di sini tahu kalau ada penangkapan KPK,” tambah pria yang mengenakan kemeja hitam itu.

Untuk diketahui, Hakim Mahkamah Konstitusi (MK), Patrialis Akbar resmi ditetapkan sebagai tersangka penerima suap oleh KPK dan kini ditahan di rutan KPK.

Selain itu, teman Patrialis yakni Kamaludin (KM) juga ditetapkan sebagai tersangka karena berperan sebagai perantara suap.

Dalam perkara ini, Patrialis Akbar disangkakan menerima suap dari tersangka Basuki Hariman (BHR) ‎bos pemilik 20 perusahaan impor daging dan sekretarisnya yang juga berstatus tersangka yakni NG Fenny (NGF).

Oleh Basuki, Patrialis Akbar dijanjikan uang sebesar USD 20 ribu dan SGD 200 ribu terkait pembahasan uji materi UU No 41 tahun 2014 tentang Peternakan dan Kesehatan hewan.

‎Diduga uang USD 20 ribu dan SGD 200 ribu itu sudah penerimaan ketiga. Sebelumnya sudah ada penerimaan pertama dan kedua. Serangkaian OTT pada 11 orang terjadi ‎di tiga lokasi di Jakarta pada Rabu (25/1/2017) pukul 10.00 -21.30 WIB. (tib)

Link video Kisah Si Bohay Anggita di Balik Penangkapan Hakim MK:

https://www.youtube.com/watch?v=Cz0zDgIyqz4

Besok Imlek, Bisnis Ini Diprediksi Bersinar di Tahun Ayam Api. Nih Videonya!!

0

BOGORDAILY- Sabtu (28/1/2017) besok warga Tionghoa merayakan Tahun Baru Imlek (Sincia) 2568 yang disimbolkan dengan Shio Ayam Api. Dalam astrologi China, tahun Ayam Api terdapat sejumlah bisnis yang diperkirakan bakal bersinar terang dan mampu meraih kesuksesan.

Ahli Fengshui Ferry Wong mengatakan, shio Ayam dalam astrologi China ‎memiliki unsur logam Yin. Ini berarti pada 2017 akan terjadi pertamuan antara unsur logam dan api.

“2017 merupakan tahun Ayam unsur Api. Ayam sendiri berunsur logam Yin. Jadi 2017 merupakan pertemuan antara unsur logam dan api‎,” ujar dia, Jumat (27/1/2017).

Menurut Ferry, bisnis dan usaha yang akan sukses pada 2017 ini tidak akan jauh berbeda dengan 2016 lalu. Bisnis tersebut harus berunsur Api, air dan tanah.

Secara rinci, Ferry menjelaskan bisnis yang berunsur api seperti bisnis hiburan (entertainment). Selain itu Jika Anda berkecimpung di dunia pasar modal (capital market) juga memiliki potensi untuk moncer di 2017 ini. “Bisnis fashion, energy, toys, restoran, cafe dan penerbangan juga bakal cemerlang,” tambah dia.

Sedangkan bisnis berunsur air yang bakal menanjak adalah bisnis distribusi seperti logistik. Bisnis pengepakan dan juga bisnis transportasi. Selain itu, bisnis berunsur air yang bakal berisnar adalah bisnis komunikasi seperti smartphone dan juga internet dan juga bisnis minuman.

Sedangkan bisnis yang berunsur tanah yang diperkirakan bakal cerah adalah bisnis properti, pengelolaan makanan, asuransi dan pertambangan. (lip/bd)

Link video dialog bisnis bersinar di tahun ayam api:

https://www.youtube.com/watch?v=QMWVAH5crNA

Bareskrim Periksa 3 Saksi Kasus Dugaan Penyerobotan Tanah Negara Oleh Habib Rizieq

0

BOGORDAILY- Direktorat Tindak Pidana Umum Bareskrim Polri telah membentuk tim penyelidik dalam kasus pelaporan dugaan penyerobotan tanah milik negara oleh Imam Besar Front Pembela Islam (FPI), Habib Rizieq.

Tiga orang, termasuk pelapor, telah dimintai keterangan dan dokumen-dokumen. Terkait dengan kasus ini, polisi belum menjadwalkan pemanggilan Habib Rizieq untuk dimintai keterangan.

Kepala Bagian Penerangan Umum Polri Komisaris Besar Martinus Sitompul mengatakan seorang berinisial E melaporkan Rizieq ke Bareskrim pada 19 Januari 2017.

“Dilaporkan atas penguasaan tanah yang tidak sah seluas 8,4 hektare di wilayah Megamendung, Cisarua, Bogor,” ucap Martin di kampus Sekolah Tinggi Ilmu Kepolisian, Jakarta, Jumat, 27 Januari 2017.

Martin berujar, jika polisi menemukan ada unsur pidana, kasus ini dinaikkan ke tahap penyidikan. Sebaliknya, jika polisi tidak menemukan unsur pidana, kasus tak akan dilanjutkan. “Saat ini sudah tiga saksi diperiksa,” katanya.

Sebelumnya, juru bicara DPP FPI Slamet Maarif menjelaskan pesantren yang didirikan oleh Habib Rizieq di Megamendung Bogor secara legalitas sah. Pesantren itu sudah tercatat di badan hukum.

“Silahkan saja diselidiki. Yang jelas pesantren yang beliau dirikan di Megamendung itu semua surat hukumnya sudah ada. Legalnya sudah ada. Semua sudah terpenuhi secara hukum” kata Slamet.(bd)

link video pesantren habib rizieq di puncak bogor:

https://www.youtube.com/watch?v=nQxOhyTZiqg

Heboh!! Mantan Pejabat Kemenkeu RI Gabung ISIS. Empat Orang Lainnya Masih Diperiksa Densus

0

BOGORDAILY- Sebanyak lima orang warga Indonesia kembali menyatakan bergabung dengan organisasi radikal Daulah Islamiyah Irak dan al-Syam (ISIS). Kelimanya kini tengah diinterograsi di Markas Brigade Mobil (Brimob) Kelapa Dua, Depok, Jumat, 27 Januari 2017. Dari kelima orang itu, salah satunya berinisial TUAB, yang merupakan bekas pejabat di Kementerian Keuangan.

“Ini masih kami dalami, apakah pejabat Kemenkeu, apakah lainnya. Tapi yang bersangkutan lulusan Universitas Adelaide di Australia,” kata Kepala Bagian Penerangan Umum Divisi Hubungan Masyarakat Polri, Komisaris Besar Polisi Martinus Sitompul, seperti dilansir vivanews, Jumat, 27 Januari 2017.

Kata Martinus, kelima orang yang merupakan warga Cilincing, Jakarta Utara, itu saat ini masih dilakukan pemeriksaan secara intensif.
“Penyidik Densus 88 Antiteror punya waktu 7 x 24 jam, kami gali informasi dari yang bersangkutan,” kata Martinus.

Sejauh ini, motif dari WNI yang datang ke negara Suriah karena ingin hidup di negara yang bernaungan syariat Islam. “Mereka juga membiayai diri sendiri dengan menjual harta bendanya. Kami masih dalami siapa saja mereka. Berafiliasi ke mana,” kata Martinus.

Berdasarkan informasi melalui Biro Komunikasi dan Layanan Informasi Sekretariat Jenderal Kemenkeu, TUAB telah mengajukan pengunduran diri sebagai aparatur negara sejak Februari 2016 lalu, dengan pangkat terakhir III C.

“Dengan alasan ingin mengurus pesantren anak yatim di Bogor. Sejak saat itu, yang bersangkutan tidak dapat dihubungi,” tulis keterangan Kemenkeu, seperti dikutip Jumat, 27 Januari 2017.

Berdasarkan Keputusan Menteri Keuangan Nomor 759/KM.1/UP72/2016, terhitung sejak Agustus 2016 lalu, yang bersangkutan telah diberhentikan sebagai pegawai negeri sipil di lingkungan Kemenkeu. Sehingga, segala kegiatan dan aktivitas yang dilakukan tidak dapat dihubungkan lagi dengan Kemenkeu. “Dan, menjadi tanggung jawab pribadi yang bersangkutan.”

Berikut kelima WNI yang baru dideportasi otoritas Turki:

1. TUAB, Laki-laki (40)
2. NK, Perempuan (55)
3. NA, Perempuan (13)
4. MSY, Laki-laki (8)
5. MAU, Laki-laki (4)

Camat Megamendung: Lahan Pesantren Habib Rizieq Itu Tanah Garapan…

BOGORDAILY- Kantor Pertanahan/Agraria dan Tata Ruang (Kanhan/ATR dulu Badan Pertanahan Nasional) Kabupaten Bogor, memastikan lahan milik Rizieq Syihab di Kecamatan Megamendung, Kabupaten Bogor, yang kini dipermasalahkan, belum terdaftar di Kanhan.

Kepala Kantor Pertanahan Kabupaten Bogor AW Ganjar dalam keterangan menuturkan, pihak Kanhan Kabupaten Bogor menyatakan untuk saat ini soal lahan bermasalah itu bukan diranahnya, melainkan di Perhutani dan Perseroan Terbatas Perkebunan Nusantara (PTPN) VIII.

“Belum, bukan diranah kami. Tapi di Perhutani dan PTPN. Belum ada permohonan pengajuan ke kami, jadi bukan ranah kami. Akan ada atau tercatat kalau ada pengajuan permohonan pengukuran,” paparnya.

Camat Megamendung, Hadijana ketika dikonfirmasi menyatakan, lahan milik Rizieq itu betul adanya masuk wilayah administrasinya. Lokasi tepatnya ada di Desa Kuta. Di lahan tersebut terdapat beberapa bangunan terdiri dari masjid, ada bangunan tempat tinggal dan pesantren.

“Tanah yang sekarang didiami Rizieq itu tanah garapan. Lokasi administratifnya memang di Megamendung, di Desa Kuta. Jalan akses masuk ke area itu masuk Desa Sukagalih,”kata Hadijana.

Kata dia, dari informasi yang diperolehnya lahan milik Rizieq itu luasnya mencapai 6.000 meter persegi. Sejak diketahui milik PTPN, Hadijana mengaku tidak dilibatkan.

“Tinggalnya sih sudah lama, sudah tahunan. Itu lahan negara, jadi kami tidak dilibatkan. Kewenangannya PTPN VIII Gunung Mas,” katanya.

Sepengetahuannya, ketentuannya di lahan negara itu tidak boleh ada bangunan. “Ada beberapa bangunan. Ada masjid, saya dan muspika, pernah juga ke sana,” paparnya.

Terkait ada kabar soal pengusiran warganya (penggarap) akibat penyerobotan tanah, camat pun memastikan tidak ada.

“Enggak ada kabar dari masyarakat soal itu (pengusiran). Pastinya kalau ada masalah pasti ada laporan ke desa dan dari desa ke sini. Dari Desa Kuta tidak ada, dari Desa Sukagalih yang perbatasan juga tidak ada,” katanya.

Sekadar diketahui, kasus ini mencuat setelah adanya laporan warga ke Polda Jabar. Warga melaporkan penyerobotan tanah oleh pihak Rizieq Syihab. Hal tersebut diungkapkan Kapolda Jabar Inspektur Jenderal Anton Charliyan. Saat ini kasus tersebut sedang dalam tahap penyelidikan Kepolisian. (bs)

link video pesantren habib rizieq di puncak bogor:

https://www.youtube.com/watch?v=nQxOhyTZiqg

Mengaku Petugas PLN Ini Nyaris Tewas Dihakimi Warga di Klapanunggal Bogor. Begini Kronologisnya…

BOGORDAILY- Supriadi (19) dan Fauzal Ikhsan (20), nyaris tewas dihakimi massa. Mereka mengaku sebagai petugas PLN yang hendak membenarkan listrik di seorang rumah warga di Klapanunggal, Kabupaten Bogor. Namun apa yang dilakukannya?

“Kedua pelaku berasal dari Kota Bogor dan Pemalang, Jawa Tengah. Modus mereka, mengaku sebagai petugas PLN,” kata Kanit Reskrim Polsek Klapanunggal, Iptu Yayan, Kamis (26/1/2017).

Iptu Yayan mengatakan peristiwa tersebut terjadi tadi siang saat pemilik rumah, Nurkhalifah (28), sedang pergi ke warung yang tidak jauh dari rumahnya. Kedua pelaku, yang diduga sudah lama mengintai rumah korban, kemudian masuk rumah saat korban pergi.

Dalam kejadian tersebut, satu unit handphone yang tergeletak di meja ruang tamu dan uang tunai Rp 700 ribu yang disimpan korban di dalam lemari dibawa kabur pelaku.

“Ketika korban pulang, dilihat dua pria keluar dari rumahnya. Ketika ditanya, kedua pelaku mengaku petugas PLN dan baru saja memeriksa meteran,” terang Iptu Yayan.

Karena curiga, Nurkhalifah kemudian menanyakan surat tugas kepada pelaku. Tapi kedua pelaku malah langsung kabur menggunakan motornya.

“Korban kemudian teriak dan mengejar pelaku. Warga ikut mengejar dan kedua pelaku tertangkap. Mereka (pelaku) dihakimi massa,” tambahnya.

Polisi yang datang kemudian mengamankan kedua pelaku yang babak belur karena dihakimi massa. Kepada polisi, kedua pelaku mengaku memang sudah beberapa kali beraksi di beberapa lokasi di wilayah Bogor.

“Tapi soal di mana saja dia beraksi, masih kita dalami. Diduga ini komplotan pencuri yang modusnya mengaku petugas PLN,” kata Yayan.(bd)

Pabrik Gitar Terbesar di Bogor Terbakar Jumat Pagi. Begini Kondisinya Sekarang!!

BOGORDAILY- Pabrik gitar terbesar di Bogor terbakar, Jumat (26/1/2017) pagi. Api merambat cepat menggulung pabrik yang terletak di Desa Klapanunggal, Kecamatan Klapanunggal, Kabupaten Bogor itu. Kerugian akibat kebakaran ini ditaksir mencapai Rp 2,5 miliar.

Kebakaran terjadi pukul 06:30 WIB saat belum ada aktivitas. Awalnya warga mengira kepulan asap tersebut hanya pembakaran sampah, namun lama kelamaan api membesar dan merayap di bangunan pabrik tersebut.

Material yang terbakar adalah kayu dan tiner sehingga petugas pemadam kebakaran yang datang agak kesulitan untuk memadamkan.

Pihak Damkar Kabupaten Bogor sendiri menurunkan tujuh unit mobil. Lima dari Pemkab Bogor, dan dua unit mobil dari swasta.

Akibat kejadian ini, pihak pabrik mengaku mengalami kerugian sekitar Rp2,5 miliar.  “Karena bahan untuk membuat gitar didatangkan dari luar negeri, barang impor,” tukas Iwan, pemilik pabrik kepada wartawan. (bo)

Waduh, Brimob Gelar Latihan Dekat Ponpes Habib Rizieq di Puncak Bogor. Ini Tanggapan FPI!!

BOGORDAILY- Brimob Polda Jawa Barat menggelar latihan di kawasan pegunungan Megamendung, Bogor. Ternyata kawasan pelatihan tersebut berdekatan dengan pondok pesantren milik Habib Rizieq.

Kepolisian mengaku terkejut, karena lokasi pelatihan yang berada di lahan milik PTPN VIII Gunung Mas itu ternyata berdekatan dengan ponpes milik imam besar FPI tersebut.

“Justru kami heran dan kaget ada ponpes Al Markaz syariah di Lokasi PTPN, sudah berdiri disana dan sudah berdiri besar dengan gedung-gedung besar dan megah,” kata Kapolres Bogor AKBP AM Dicky, Kamis (26/1/2017).

“Masalah dekat dengan pesantren kita juga kaget, sebelum latihan kita juga survei dan tanah di situ HGU-nya (Hak Guna Usaha) milik PTPN VIII Gunung Mas. Makanya kita izin ke PTPN Gunung Mas, ternyata di lereng gunung mau ke atas ada Ponpes yang sudah sebesar itu,” imbuhnya.

Berdasarkan informasi yang diterimanya, Dicky mengatakan, bangunan Ponpes tersebut tidak memiliki perizinan dan IMB (Izin Mendirikan Bangunan). Dia juga mengatakan, area tersebut merupakan lereng Gunung Gede yang sering dijadikan tempat latihan.

“Berdasarkan informasi yang kami terima ponpes tersebut tidak memiliki IMB dan izin pendirian Ponpes dari Kemenag serta Dinas Pendidikan. Dari penelusuran di BPN tanah-tanah tempat latihan dan Ponpes masih terdaftar HGU atas nama PTPN VIII Gunung Mas, makanya kita pertanyakan lahan itu diperuntukkan bisa bangun ada IMB-nya dan punya izin ke Kemenag dan Dinas Pendidikan atau tidak,” ujar Dicky seperti dilansir detik.

Untuk pelatihan Brimob, Dicky mengaku telah mengurus perizinan ke pihak terkait termasuk masyarakat setempat sebagai prosedur. “Iya kan kita latihan di sana makanya kita minta izin, nah kita minta izin surat yang disampaikan itu permohonan izin, ada surat ke lurah, aparat ya semuanya kita minta izin memberitahukan ke khalayak termasuk PTPN. Dengan memberitahukan itu supaya masyarakat tidak panik,” lanjutnya.

Pelatihan diakui AKBP Dicky dilakukan di area tersebut karena kondisinya mirip dengan Poso yang menjadi salah satu area TNI dan Polri melawan terorisme dan radikalisme. Dia juga menegaskan hanya melakukan sosialisasi kepada masyarakat dan pihak terkait, tapi tidak dengan pihak Ponpes Al Markaz syariah. “Kita (izin) hanya kepada aparat pemerintah di sana yang bersangkutan, kita tidak ada kewajiban untuk minta ijin sama Rizieq Syihab,” ujar Dicky.

Sementara itu, FPI mengatakan, pelatihan yang dilakukan Brimob berlangsung, Kamis pagi. Juru bicara DPP FPI Slamet Maarif mengatakan, meski pelatihan tersebut dilakukan dekat dengan pondok pesantren milik Habib Rizieq, hal itu bukan intimidasi bagi mereka.

“Sudah ada dari tadi pagi. Rencananya sampai tanggal 29 Januari. Kita nggak melihat itu sebagai intimidasi. Hanya saja kita melihat hal itu aneh dan janggal karena kenapa baru kali ini dibuat latihan Brimob?” kata Slamet, Kamis siang.

Dikatakan, lahan yang digunakan latihan Brimob Polda Jabar tersebut bukanlah bagian dari pondok pesantren milik Rizieq. “Bukan. Posisi latihan ada di bawah tanah pesantren,” ujar Slamet.

Soal legalitas lahan di Megamendung tersebut, sebelumnya telah dijelaskan Slamet. Menurutnya, legalitas dari lahan yang didirikan menjadi pondok pesantren itu sudah tercatat di badan hukum. “Silakan saja diselidiki. Yang jelas pesantren yang beliau dirikan di Megamendung itu semua surat hukumnya sudah ada. Legalnya sudah ada. Semua sudah terpenuhi secara hukum” kata Slamet, Rabu lalu. (bd)

 

link video pesantren habib rizieq di puncak bogor:

https://www.youtube.com/watch?v=nQxOhyTZiqg