Saturday, 4 April 2026
Home Blog Page 9207

Mulyono, Nama Lahir Presiden Joko Widodo…

0

BOGORDAILY- Tudingan negatif kepada Presiden Joko Widodo muncul sejak lama. Nah, saat buku ‘Jokowi Undercover’ beredar, kondisinya tambah parah. Sebenarnya, seperti apakah kisah hidup Sang Presiden?

RS Brayat Minulyo, yang terletak di Jalan Doktor Setiabudi, Solo, Jawa Tengah, menjadi tempat yang sangat bersejarah bagi Presiden RI Joko Widodo. Di tempat ini, Jokowi, panggilan akrab Joko Widodo, dilahirkan pada Rabu Pon, 21 Juni 1961.

Berdiri pada 8 Desember 1949 di Jalan Kebalen Nomor 2, Solo, Brayat Minulyo sebelumnya merupakan balai pengobatan dan rumah bersalin dengan kapasitas hanya 6 tempat tidur.

“Rumah bersalin ini dirintis dan dikelola oleh suster-suster Biarawati Karya Kesehatan,” ujar Brigita Adventa Fajariani, juru bicara RS Brayat Minulyo, seperti dilansir detikx, Kamis, 5 Januari lalu, di Solo.

Karena mengalami perombakan besar-besaran, ruang tempat kelahiran Jokowi sekarang sudah dipugar dan menjadi ruang farmasi.

“Ini bangunan baru semua, sudah tidak kelihatan lagi. Terakhir renovasi tahun 2005 ketika Pak Jokowi jadi Wali Kota Solo. Yang meresmikan Pak Jokowi sendiri,” ucap Fajariani.

Semua catatan kelahiran dan riwayat medis kelahiran Jokowi sampai saat ini masih tersimpan rapi di ruang arsip rumah sakit tersebut. Berdasarkan fotokopi akta kelahiran yang dikeluarkan Kantor Dinas Kependudukan dan Catatan Sipil Surakarta pada 3 November 1988, yang diperoleh detikX, Jokowi lahir dari pasangan Sujiatmi dan Notomiharjo.

Akta kelahiran itu dilegalisir pada Maret 2005 saat Jokowi hendak maju menjadi calon Wali Kota Solo. Saat melahirkan Jokowi, Sujiatmi bersama suaminya, yang bernama lengkap Wijiatno Notomiharjo, tinggal di Srambatan, Solo.

Mereka baru memulai usaha jual-beli kayu di daerah itu sebelum akhirnya pindah ke Pasar Pring (Pasar Bambu) di Gilingan. “Orang tua Jokowi masih mengontrak di sana (Gilingan),” ujar Miyono Suryo Sarjono, kakak kandung Sujiatmi, kepada detikX di rumahnya.

Miyono sendiri menjadi saksi saat Sujiatmi melahirkan Jokowi di Rumah Sakit Brayat Minulyo, 56 tahun yang lalu. Miyono masih ingat betul bagaimana dia dan istrinya harus bolak-balik ke rumah sakit menjelang kelahiran Jokowi. Maklum, Jokowi merupakan anak pertama Sujiatmi. Apalagi, saat melahirkan Jokowi, usia Sujiatmi baru 18 tahun.

“Ketika mengantarkan ke rumah sakit saat ibunya melahirkan (Jokowi), bapaknya itu bersama saya dan istri saya,” ujar Miyono.

Sementara itu, mengenai siapa ayah dan ibu Sujiatmi, menurut Miyono, mereka adalah Wirorejo dan Sani, yang berasal dari Dusun Gumukrejo, Kelurahan Giriroto, Kecamatan Ngemplak, Boyolali, Jawa Tengah.

Berdasarkan keterangan Mukiyem, pengasuh Jokowi semasa kecil, kakek dan nenek Jokowi sempat membawa cucunya itu ke Giriroto setelah dilahirkan.

“Ibunya Jokowi saat itu masih muda, belum pengalaman mengurus bayi. Makanya Jokowi dibawa ke Giriroto selama 40 hari,” ucap Mukiyem, yang sering dipanggil dengan sebutan Mbok Yem, saat berbincang dengan detikX di rumahnya, Dusun Demen, Kelurahan Jeron, Kecamatan Nogosari, Boyolali.

Lepas 40 hari, ucap Mbok Yem, Jokowi dibawa kembali ke Solo. Nah, sejak itu pula Mbok Yem, yang masih ada hubungan kerabat dengan keluarga Wirorejo, diminta mengasuh Jokowi saat masih bayi.

“Saya mengasuh Jokowi sejak dia masih merangkak sampai sekolah TK,” ujar Mbok Yem mengenang.

Ia juga mengatakan, saat masih bayi, Jokowi diberi nama Mulyono. Namun, karena sering sakit-sakitan, namanya kemudian diganti menjadi Joko Widodo hingga sekarang.

Kata Mbok Yem, dalam bahasa Jawa, nama “widodo” berarti sejahtera dan sehat selalu. Makanya nama itulah yang disematkan pada Jokowi saat masih bayi.

Informasi yang sama disampaikan Heru Purnomo, paman Jokowi dari garis ayah, yang tinggal di Desa Kragan, Kecamatan Gondangrejo, Karanganyar, Jawa Tengah.

“Iya, dulu nama Jokowi itu Mulyono. Karena saat balita sering sakit-sakitan, namanya diganti jadi Joko Widodo,” ujar Heru, yang merupakan adik bungsu Notomiharjo.

Tulisan lengkap mengenai kisah nama ‘Mulyono Jadi Joko Widodo’ ini bisa dibaca di detikX edisi Sabtu, 14 Januari 2017.

(bogordaily)

Link video FPI Geruduk Mabes Polri:

https://www.youtube.com/watch?v=MC0KNtBR4Gs

Akun Twitter FPI dan Habib Rizieq Diblokir

0

BOGORDAILY- Beberapa akun Twitter yang berkaitan dengan Front Pembela Islam (FPI) tak dapat diakses Senin (16/1) pagi ini. Nama akun mereka ditenggarai diblokir atau suspended dari Twitter.

Setidaknya ada tiga akun yang diblokir oleh Twitter. Pertama adalah @DPP_FPI, akun @syihabrizieq, dan @HumasFPI. Ketiga akun ini merupakan kanal informasi di media sosial dari FPI.

Pada pengamatan linimasa, sudah cukup banyak pengguna Twitter yang menyadari diblokirnya ketiga akun tersebut. Sebagian mempertanyakan kebenaran pemblokiran ini, sebagian lain yakin betul jika yang ketiga akun tadi memang sudah diblokir.

“It’s not like I am following those two accounts, but many said that they cannot access @DPP_FPI and @syihabrizieq, Beneran di-suspend kah?” cuit pemilik akun @firrywahid.

“Akun @DPP_FPI & @syihabrizieq suspended? Edaaaan !!!” kata akun @yusejahtera.

Ada tiga kemungkinan yang menyebabkan pemblokiran ketiga akun berafiliasi FPI tadi diblokir.

Pertama karena ada laporan dari pengguna Twitter. Kedua, permintaan dari pemerintah sebagai regulator. Atau terakhir pemblokiran dilakukan sendiri atas inisiatif Twitter.

Seperti yang diketahui, baik pemerintah maupun perusahaan teknologi seperti Twitter berada dalam masa ‘bersih-bersih’ akibat penyebaran berita palsu yang meresahkan.

Pemerintah pun sedang menggalakkan aksi blokir terhadap kanal-kanal yang menyebarkan hoax maupun berita palsu.

Namun belum ada keterangan pasti baik dari Twitter maupun pemerintah mengenai pembekuan ketiga akun FPI itu. Bukan kali ini saja akun media sosial yang dibuat oleh FPI diblokir, beberapa waktu lalu Kementerian Kominfo memblokir situs Habibrizieq.com milik Muhammad Rizieq Shihab yang dikenal sebagai pemimpin organisasi Front Pembela Islam (FPI).

Saat ini, FPI sendiri sedang melakukan unjuk rasa ke Markas Besar Polri untuk menyampaikan permintaan mencopot Kapolda Jawa Barat, karena dianggap melindungi organisasi masyarakat GMBI yang beberapa waktu lalu bentrok dengan mereka. (cnn)

https://www.youtube.com/watch?v=7SHjPvPxHeQ

Ini Dia Perempuan Misterius yang Nekat Naik Motor Tanpa Busana di Areal Bandara Pontianak. Nih videonya!!

0

BOGORDAILY- Seorang perempuan tanpa busana nekat mengendarai kendaraan bermotor di seputaran Jalan Ahmad Yani II dan Bandara Supadio, Minggu (15/1/2017) siang.

Tak ayal, aksi nekat perempuan tersebut direkam oleh warga yang kebetulan menyaksikan dan mengunggahnya di media sosial.

Saat perempuan yang belakangan diketahui berinsial Rus ini memasuki area bandara, anggota Polsek Kesatuan Pelaksana Pengaman Pelabuhan Udara (KP3U) Bandara Internasional Supadio langsung mengamankannya.

Kepala Polsek KP3U Bandara Internasional Supadio, AKP Fira Meydar mengatakan, perempuan kelahiran Sukabumi, Jawa Barat, tahun 1989 ini sempat tak menghiraukan warga yang memotret, bahkan merekam video aksinya tersebut.

“Sekitar pukul 13.00 WIB tadi dia diamankan anggota KP3U dan membawanya ke polsek,” ujar Fira, Minggu (15/1/2017) seperti dilansir kompas.com.

Petugas sempat kesulitan mendapatkan identitas perempuan tersebut hingga kemudian melacak kendaraan yang digunakannya.

Fira menambahkan, perempuan tersebut menggunakan sepeda motor jenis matik merek Yamaha Mio warna hitam abu-abu, dengan nomor polisi KB 5925 NU.

Di dalam STNK motor tersebut tertera nama pemilik atas nama Budi Irawan, warga Jalan Tekam, Tanjung Hulu, Pontianak Timur.

“Berbekal identitas wanita dan surat kendaraan, kepolisian melakukan pelacakan keluarganya,” jelas Fira.

Pihak kepolisian saat ini masih mendalami apa motif dari aksi nekat perempuan ini dan sementara masih diamankan di Polsek Bandara.

“Upaya yang sudah kita lakukan adalah memberi pakaian layak dan masih menelusuri siapa keluarganya, untuk meminta agar segera dijemput,” pungkas Fira. (bogordaily)

Nih videonya:

https://www.youtube.com/watch?v=UyOb1IJCcYE

Tol Cipali yang Selalu Membawa Kabar Duka…

0

BOGORDAILY- Insiden ini semakin menambah panjang daftar kecelakaan di jalan tol yang diresmikan pada 13 Juni 2015 itu. Ya, tadi malam kecelakaan maut terjadi di KM 161 Tol Cikopo-Palimanan (Cipali), Jawa Barat, Minggu (15/1/2016) sekitar pukul 02.30 WIB dini hari. Tujuh nyawa melayang dan tiga luka berat dalam insiden tersebut.

Dirlantas Polda Jabar Komisaris Besar Tomex Kurniawan menjelaskan peristiwa itu bermula saat kendaraan Daihatsu Luxio dengan nomor polisi B-1138-UKS yang dikemudikan Aan Sawaludin melaju dari arah Cikopo menuju Palimanan.

Tomex mengatakan setibanya di KM 161, Aan yang diduga mengantuk tidak bisa mengendalikan kendaraan dengan baik hingga akhirnya menabrak ekor truk tronton dengan nomor polisi AB -8837-AK.

Tomex menuturkan kondisi mobil ringsek lantaran menabrak ekor truk tronton dengan kecepatan cukup kencang. Akibatnya tujuh dari sepuluh penumpang mobil tersebut tewas, termasuk pengemudi. “Pengemudi (Luxio) diduga mengantuk lalu menabrak kendaraan di depannya,” kata Tomex melalui Detikcom, Minggu (15/1/2017).

Tol Cipali merupakan jalan tol yang terbentang sepanjang 116 kilometer yang menghubungkan daerah Cikopo, Purwakarta dengan Palimanan, Cirebon, Jawa Barat. Jalan tol ini merupakan kelanjutan dari Jalan Tol Jakarta-Cikampek yang menghubungkan dengan Jalan Tol Palimanan-Kanci. Jalan tol juga sekaligus merupakan bagian dari Jalan Tol Trans Jawa yang akan menghubungkan Merak, Banten hingga Banyuwangi, Jawa Timur.

Tol Cipali diresmikan oleh Presiden Joko Widodo pada 13 Juni 2015. Pada tahun pertama beroperasi, terjadi 88 kecelakaan yang mengakibatkan 41 korban meninggal, 17 luka berat dan 92 luka ringan. Data kepolisian Jawa Barat pada 14 Juni- 6 Desember 2015 itu tersebar di wilayah hukum Polres Majalengka, Indramayu, Purwakarta, Subang dan Cirebon.

Selama 2016, kecelakaan juga terus membayangi pengguna jalan Tol Cipali. Pada awal tahun lalu, tabrakan minibus dengan truk menewaskan satu orang dan tujuh luka. Insiden terbesar terjadi pada April lalu di kolometer 137. Empat orang penumpang mobil Daihatsu Ayla tewas setelah ditabrak dari belakang oleh truk boks yang kehilangan kendali pada 8 April 2016.

Kecelakaan di Cipali seringkali disebabkan akibat pengemudi mengantuk dan kelelahan. Pengamat transportasi, Andy W Sinaga pernah mengatakan, tingginya kecelakaan di tol Cikopo-Palimanan (Cipali) disebabkan oleh tiga faktor, yaitu kultur atau budaya berkendaraan, faktor teknis kendaraan, dan faktor infrastuktur Jalan.

“Masyarakat harus diberikan pemahaman serta penyadaran pentingnya disiplin berkendaran dengan mengubah kultur berkendara yang tidak tertib menjadi tertib dan patuh pada rambu lalu lintas,” ujar Andy.

Tol Cipali merupakan jalan tol terpanjang, masyarakat pengguna harus benar- benar memastikan kendaraannya laik jalan. Sebelum masuk tol, pengguna harus memeriksa perlengkapan teknis kendaraan, seperti fungsi roda, rem dan air radiator.

Andy menambahkan infrastruktur jalan tol Cipali perlu segera dibenahi, seperti marka jalan, rambu-rambu, pembatas dan penerangan jalan umum. Pembangunan efek kejut untuk mengingatkan pengemudi jika mengantuk perlu di perbanyak.

Tempat peristirahatan atau rest area yang lengkap juga perlu diperbanyak. Bila perlu, dibangun rumah sakit mini di kedua arah untuk langkah penyalamatan ketika terjadi kecelakaan.(bg)

nih link videonya:

https://www.youtube.com/watch?v=pTI2LFLAauw

Luxio yang Tewaskan 7 Penumpang di Tol Cipali Ternyata Angkutan Gelap

1

BOGORDAILY- Mobil Daihatsu Luxio bernomor polisi B 1138 UKS menewaskan tujuh penumpangnya usai menabrak truk di Tol Cipali Polisi menduga mobil kelebihan muatan itu adalah angkutan gelap.

“Kayaknya begitu (angkutan gelap). Tapi kita mau kroscek lagi nanti,” kata Dirlantas Polda Jabar Kombes Pol Tomex Kurniawan, Minggu (15/1/2017).

Tomex menjelaskan dugaan tersebut didasari pengakuan ketiga korban selamat yang tidak saling mengenal satu sama lain. Padalah dalam mobil tersebut berpenumpang hingga 10 orang.

“Tadi saya tanya ke korban yang masih hidup, malah nggak kenal sama kiri dan kanannya,” ungkap dia seperti dilansir detik.

Dia menuturkan kemungkinan mobil Luxio berwarna hitam yang dikemudikan Aan Sawaludin itu mengangkut penumpang di suatu tempat lalu membawa mereka ke tujuannya masing-masing.

“Ini masih dugaan, masih akan kami cek lagi. Tapi yang jelas mobil ini kelebihan muatan,” ujar Tomex.

Kecelakaan itu terjadi di KM 161 Tol Cipali yang masuk wilayah Kabupaten Majalengka, Jawa Barat, sekitar pukul 02.30 WIB. Para korban dievakuasi ke Rumah Sakit Arjawinangun Cirebon. (bogordaily)

nih link videonya:

https://www.youtube.com/watch?v=pTI2LFLAauw

Dua Bayi Tewas Terjepit Tumpukan Jenazah Dalam Kecelakaan Maut di Tol Cipali

0

BOGORDAILY- Dua dari tujuh korban tewas kecelakaan di Tol Cipali Kilometer 161, Majalengka, Minggu (15/1/2016) diketahui masih bayi.

Polisi masih mengidentifikasi identitas kedua bayi tersebut di Rumah Sakit Arjawinangun, Kabupaten Cirebon, Jawa Barat. Dua bayi tersebut diduga tewas terjepit di antara tumpukan jenazah.

“Kedua bayi laki-laki itu diperkirakan berusia empat dan lima tahun,” kata Direktur Lalu Lintas Polda Jabar, Kombes Tomex Kurniawan, seperti dilansir Tribun Jabar, Minggu (15/1/2017).

Tujuh korban tewas merupakan penumpang Daihatsu Luxio nomor polisi B 1138 KS, sementara tiga penumpang lainnya terluka. Sopir Luxio, Aan Sawaludin, ikut tewas setelah mobil yang dikendarainya menyeruduk pantat truk tronton pelat nomor AB 8837 AK pada Minggu (15/1/2017) pukul 02.30 WIB.

Tomex mengatakan, mobil Luxio berangkat dari arah Cikopo menuju Palimanan. Informasinya, mobil tersebut akan menuju Kabupaten Kuningan.

Sebagian besar korban tewas yang sudah teridentifikasi dan korban luka merupakan warga Kabupaten Kuningan.

Kecelakaan bermula ketika Luxio menyalip kendaraan di depannya tak jauh dari lokasi kejadian. Namun, Luxio menyalip kendaraan yang di depannya itu melalui lajur sebelah kiri.

“Luxio melaju dengan kecepatan. Luxio memotong truk di depan dari lajur kiri. Di lajur kiri itu ada truk lagi di depannya. Truk itu yang ditabrak,” terang Tomex.
Berdasarkan hasil analisis tim Road Accident Rescuer and Traffic Accident Analysis (RAR-TAA), Luxio melaju dengan kecepatan yang melampaui batas.
Menurut peraturan kecepatan yang diperbolehkan selama melajukan kendaraan di dalam tol hanya 60 sampai 80 kilometer per jam.

“Hasil analisis di tempat kejadian perkara kami mendapatkan Luxio melaju dengan kecepatan 80 sampai 100 kilometer per jam,” Tomex menambahkan. (bogordaily)

nih link videonya:

https://www.youtube.com/watch?v=pTI2LFLAauw

Pengumuman!! Daftar Korban Kecelakaan Maut Tol Cipali Tadi Malam. Adakah Keluarga Anda?

0

BOGORDAILY- Sebuah minibus jenis Luxio dengan nomor polisi B 1138 UKS menabrak truk tronton dengan nomor polisi AB 8837 AK di KM 161+200 jalur A tol Cipali tepatnya di Kabupaten Majalengka, Jawa Barat. Akibat kecelakaan tersebut, tujuh orang tewas dan tiga lainnya mengalami luka berat.

Kabid Humas Polda Jabar, Kombes Yusri Yunus menuturkan, peristiwa itu terjadi sekira pukul 02.30 WIB. saat itu minibus yang dikemudian Aan Sawaludin datang dari arah Cikopo menuju Palimanan.

Namun, saat tiba di KM 161+200 jalur A diduga pengemudi mengantuk sehingga tidak menjaga jarak dan tidak bisa mengendalikan kendaraannya yang kemudian menabrak truk tronton yang dikemudikan Supardi berada di depannya.

“Akibat kejadian ini tujuh orang tewas dibawa ke rumah sakit Arjawinangun dan tiga orang lainnya yang mengalami luka berat dilarikan ke rumas sakit Plumbon Cirebon,” terangnya, Minggu (15/1/2017) seperti dilansir okezone.

Berikut ketujuh korban tewas yang berada di rumah sakit Arjawinangun Cirebon di antaranya :

1. Aan Sawaludin, warga Desa Sukaharja RT 03/ RW 02, Kecamatan Cibingbin, Kabupaten Kuningan.

2. Ela Sri Hofilah (20) warga Desa Sindang Jawa, Kecamatan Cibingbin, Kabupaten Kuningan.

3. Dinah (32) warga Desa Cikandang, Kecamatan Luragung, Kabupaten Kuningan.

4. Laila Aqmarina (22) warga Tangerang.

5. Rosin (59) warga Dusun 111 RT 006/ RW 005, Kelurahan Sindang Jawa, Kecamatan Cibingbin, Kabupaten Kuningan.

6. Zaki Almaer Jamil berusia 15 bulan anak dari Dinah (32) warga Desa Cikandang, Kecamatan Luragung, Kabupaten Kuningan.

7. Satu balita belum teridentifikasi.

Sedangkan, tiga lainnya mengalami luka berat. Mereka dirawat di Rumah Sakit Mitra Plumbon Cirebon, yaitu:

1. Alimansyah (22) warga Desa Ciangir RT 01/ RW 02, Kecamatan Cibingbin, Kabupaten Kuningan.

2. Kustara (43) warga Desa Ciangir, Kecamatan Cibingbin, Kabupaten Kuningan.

3. Eli Handayani, Kampung Langen Sari RT 004/ RW 001 Kelurahan Sukamaju, Kecamatan Cibingbin, Kabupaten Kuningan. (*)

nih link videonya:

https://www.youtube.com/watch?v=pTI2LFLAauw

7 Orang Tewas, Tol Cipali kembali Makan Korban

0

BOGORDAILY- Kecelakaan maut terjadi di KM 161 Tol Cikopo – Palimanan (Cipali), Jawa Barat, Minggu (15/1) sekitar pukul 02.30 WIB dini hari. Tujuh nyawa melayang dalam insiden mengerikan tersebut.

Dirlantas Polda Jabar Kombes Pol Tomex Kurniawan menjelaskan peristiwa itu bermula saat kendaraan Daihatsu Luxio nopol B-1138-UKS yang dikemudikan Aan Sawaludin melaju dari arah Cikopo menuju Palimanan.

Tomex mengatakan setibanya di KM 161, Aan yang diduga mengantuk tidak bisa mengendalikan kendaraan dengan baik hingga akhirnya menabrak ekor truk tronton nopol AB -8837-AK.

“Pengemudi (Luxio) diduga mengantuk lalu menabrak kendaraan di depannya,” kata Tomex, Minggu (15/1/2017), seperti dilansir detik.com.

Tomex menuturkan kondisi mobil ringsek lantaran menabrak ekor truk tronton dengan kecepatan cukup kencang. Akibatnya tujuh dari sepuluh penumpang mobil nahas tersebut tewas, termasuk sang pengemudi.

“Seluruh korban di evakuasi ke Rumah Sakit Arjawinangun, di Jalan Bypass Palimanan-Jakarta KM 2 – Cirebon,” ungkap Tomex.

Korban selamat dalam insiden tersebut Alimansyah (20), warga Kabupaten Kuningan mengalami luka ringan; Kusmara (41), warga kuningan mengalami luka berat; dan Elah Siti Nopiah juga luka berat.

Sementara identitas korban tewas dalam kecelakaan itu pengemudi Aan Sawaludin, warga Kabupaten Kuningan; Eli Handayani, warga Kuningan (penumpang); dan Rosin, warga Kuningan (penumpang).

“Sementara empat korban tewas lainnya belum bisa diketahui identitasnya,” ucap Tomex.

Kecelakaan tersebut saat ini ditangani oleh unit laka Polres Majalengka. Kedua kendaraan yang terlibat insiden itu turut diamankan sebagai barang bukti. Polisi juga sudah melakukan olah tempat kejadian perkara. (bogordaily)

Satu Balita Tewas Dibacok, Kapolsek Luka-luka. Heboh Pria Depresi Ngamuk di Rumpin Bogor!!

BOGORDAILY- Seorang pria warga kampung Pabuaran, Desa Gobang, Kecamatan Rumpin, Kabupaten Bogor tiba-tiba mengamuk dan menganiaya warga. Nahasnya, balita berusia 3 tahun menjadi salah satu korban tewas dengan luka bacokan di bagian leher.

Peristiwa mengerikan itu terjadi pada Jumat (13/1/2017) sore. Selain Anggun, sang balita yang menjadi korban, Royadi (70) warga sekitar, juga mengalami luka di bagian wajah dan jari nyaris putus karena menangkis sabetan golok.

Kapolsek Rumpin Kompol Surdin Simangunsong mengatakan sore itu korban dan keluarganya sedang menonton televisi di dalam rumah. Tiba-tiba pelaku yang diketahui bernama Mamat (40) tersebut datang sambil berteriak dan memegang golok. Belum diketahui motif pria ini mengamuk. Namun dugaan sementara, dia tengah mengalami depresi berat.

“Pelaku mendatangi korban sambil pegang golok. Saat itu korban dan ibunya sempat melarikan diri keluar dari rumah,” kata Kompol Surdin ketika dikonfirmasi.

Saat itu balita Anggun dan ibunya berhasil keluar rumah. Namun mereka dikejar oleh Mamat sambil mengacungkan goloknya.

“Kemudian, di depan masjid, korban yang sedang digendong oleh ibunya kembali diserang. Korban dibacok beberapa kali, ia mengalami luka bacok di bagian leher dan kepala,” terang Kompol Surdin.

Saat itu, Royadi, warga sekitar yang berada di lokasi, berusaha menyelamatkan Anggun. Namun nahas, Mamat malah menyerang Royadi dengan goloknya.

Setelah melukai kedua korban, pelaku langsung melarikan diri. Warga pun berdatangan ke lokasi, dan langsung menyelamatkan Royadi serta Anggun.

“Kedua korban langsung dibawa ke rumah sakit. Tapi korban atas nama Anggun meninggal. Dia (Anggun) sempat mendapat perawatan. Tapi, karena lukanya cukup parah, korban meninggal. Korban lain sampai saat ini masih dirawat di RSUD Leuwiliang,” terangnya.

Dalam peristiwa tersebut, Kapolsek Rumpin juga mengalami luka di bagian jarinya saat berusaha mengamankan pelaku. Namun akhirnya, berkat kesigapan anggota yang dibantu warga, Mamat akhirnya ditangkap dan dibawa ke Polsek Rumpin.

“Jadi saat itu memang tidak ada warga yang berani mendekati pelaku. Kemudian saya bersama anggota yang lain mendekat, tapi malah dilempari dengan batu oleh pelaku. Jari saya terluka karena menangkis batu,” pungkasnya. (bd)

Seram!! Ajakan Perang Habib Rizieq untuk Kapolda Jabar. Nih videonya!

3

BOGORDAILY- Imam Besar Front Pembela Islam (FPI) Habib Rizieq Shihab kembali melansir ceramahnya di media sosial Youtube, Sabtu (14/1/2017).

Dalam ceramah kali ini sang habib menjelaskan kronologis bentrokan dengan ormas Gerakan Masyarakat Bawah Indonesia (GMBI) di Bandung pada Jumat (13/1/2017).

Selain itu, habib juga menyikapi sulutan kemarahan umat Islam pasca insiden di Bandung. Di antaranya, pembakaran markas GMBI di Bogor, Ciamis, Tasik dan Bekasi.

Namun yang bikin geger, kali ini pernyataan ajakan perang Habib Rizieq untuk Kapolda Jawa Barat. Bahkan habib bersama laskar FPI akan turun ke jalan pada Senin pekan depan ke Mabes Polri.

Berikut link video cemarahnya:

https://www.youtube.com/watch?v=Kj4UoNGs5hY

Link video FPI Geruduk Mabes Polri, Senin (16/1/2017):

https://www.youtube.com/watch?v=MC0KNtBR4Gs