Sunday, 5 April 2026
Home Blog Page 9209

Dianggap Hina Tesis S2-nya, Habib Rizieq Ancam Laporkan Balik Sukmawati

0

BOGORDAILY- Imam Besar Front Pembela Islam (FPI) Habib Rizieq Shihab berencana akan melaporkan balik Sukmawati Soekarnoputri atas dasar pencemaran nama baik dan dianggap menodai dunia akademik karena telah mengkriminalisasi tesis ilmiah S2-nya.

“Kami akan melakukan pelaporan balik, saya akan laporkan yang bernama Sukmawati ini karena telah melakukan pencemaran nama baik sekaligus juga melakukan satu upaya kriminalisasi tesis ilmiah,” ungkap Rizieq kepada wartawan di Mapolda Jabar, Kamis (12/1/2016).

Dilansir arah.com, Habib Rizieq mengatakan jika Sukmawati Soekarnoputri meminta maaf kepadanya maka dirinya tidak akan mempermasalahkan kasus pencemaran nama baiknya dan akan memaafkan anak dari presiden pertama republik Indonesia itu.

“Jangan-jangan yang bersangkutan tidak tahu kalo saya punya tesis, dia pikir kyai ini tidak ngerti Pancasila, dia pikir habib ini tidak ada yang kuliah, dia pikir habib ini tidak ada yang bisa bikin tesis, makanya saya kasih tau sekarang Sukmawati mencabut laporan dan minta maaf, kita maafkan,” katanya.(bd)

Waduh, Kasus Sampurasun Habib Rizieq juga bakal Dilanjut Polda Jabar!

0

BOGORDAILY- Kapolda Jawa Barat Irjen Anton Charliyan juga akan kembali mengusut kasus dugaan penghinaan budaya Sunda oleh pemimpin Front Pembela Islam (FPI) Habib Rizieq Shihab.

Rizieq Shihab diduga telah menghina budaya Sunda dengan mengganti salam Sampurasun menjadi Campuracun pada sebuah ceramah di Purwakarta, Jawa Barat, beberapa waktu lalu.

Anton mengatakan, kasus dugaan penghinaan terhadap budaya Sunda itu akan kembali diperiksa. Sebab menurut dia, ada pihak yang kembali melaporkan Rizieq Shihab mengenai kasus tersebut.

“Sedang kita lidik kembali‎ karena sudah ada yang melaporkan kembali,” ucap Anton di Markas Polda Jawa Barat, Kamis (12/1/2017).

Disinggung mengenai perkembangan lidik kasus tersebut, Anton belum dapat mengungkapkan. Dia pun mengatakan akan segera mengumumkan kepada masyarakat.

“Nanti akan kita umumkan lebih lanjut,” ujar Anton.

Sebelumnya ‎ratusan orang dari gabungan Budayawan Sunda dan masyarakat Sunda melakukan aksi unjuk rasa di depan Markas Polda Jawa Barat.

Mereka menuntut agar polisi melanjutkan dan menuntaskan kasus dugaan penghinaan terhadap budaya Sunda ‎oleh Ketua FPI Rizieq Shihab.(lip6/bd)

Habib Rizieq Tuduh Video Barang Bukti sudah Diedit

0

BOGORDAILY- Polda Jabar memeriksa Pimpinan Front Pembela Islam (FPI) Rizieq Shihab selama 6,5 jam. Kapolda Jabar, Irjen Pol Anton Charliyan mengatakan, dalam pemeriksaan itu, Rizieq tidak mengakui ucapannya dan menganggap video yang dijadikan barang bukti merupakan video editan.

“Video ini sudah dicek di Puslabfor, dan video ini asli. Tapi kalau dia (Rizieq) bilang editan, itu hak dia,” ujar dia di Mapolda Jabar, Kamis (12/1/2017).

Dilansir kompas.com, Anton menyebutkan, hingga kini status Rizieq masih sebagai saksi dan dalam tahap penyelidikan. Dalam waktu dekat, pihaknya akan mengkonfrontir dengan saksi-saksi yang sudah diperiksa.

“Apakah nanti naik tahapnya menjadi penyidikan, tergantung hasil gelar perkara nanti,” terangnya.

Anton mengungkapkan, Rizieq diperiksa selama 6,5 jam dari pukul 09.30 WIB hingga 16.00 WIB.

Dalam pemeriksaan sebagai saksi, Rizieq menjawab 22 pertanyaan yang diajukan. Berita sebelumnya, Rizieq diperiksa Polda Jabar terkait pasal 310 dan 154 KUHPidana tentang penodaan lambang negara yang dilaporkan Sukmawati Soekarnoputri.

Rizieq memenuhi panggilan penyidik dan datang pada pagi tadi. Pemeriksaan Rizieq diwarnai aksi unjuk rasa dari kelompok pendukung dan kontra. Massa FPI lebih dulu membubarkan diri sekitar pukul 16.30 WIB.

Sementara kelompok yang kontra terhadap Rizieq baru membubarkan diri sekitar pukul 19.30 WIB.

Aksi tersebut sempat ricuh. Akibatnya, satu kendaraan milik FPI mengalami kerusakan kaca bagian belakang dan samping.(bd)

Kapolda Jabar: Habib Rizieq Kurang Kooperatif saat Diperiksa!

0

BOGORDAILY- Kapolda Jabar Irjen Pol Anton Charlian menyebut Habib Rizieq Shihab kurang kooperatif dalam menjalani pemeriksaan oleh penyidik. Imam besar Front Pembela Islam itu diperiksa atas dugaan kasus penodaan lambang, dasar negara Pancasila dan pencemaran nama baik Sukarno.

Anton menjelaskan selama pemeriksaan, Habib tidak mengakui telah melakukan pencemaran nama baik dan penodaan pancasila seperti apa yang terlihat di video ceramahnya beberapa waktu lalu di wilayah Jawa Barat.

“Yang bersangkutan dalam pemeriksaan kurang kooperatif. Dia membantah telah mengatakan hal tersebut dan bilang kalau gambar ini editan. Tapi video ini sudah dicek di Puslabfor, dan video ini asli. Tapi kalau dia bilang editan, itu hak dia,” kata Anton di Mapolda Jabar, Jalan Soekarno-Hatta, Kota Bandung, Kamis (12/1/2017) seperti dilansir detik.com.

Mantan Kadiv Humas Mabes Polri ini mengatakan pihaknya akan segera melakukan gelar perkara setelah mempelajari hasil pemeriksaan hari ini. Saat ini, sambung dia, Habib masih berstatus saksi dalam kasus tersebut.

Lebih lanjut dia menuturkan, sebelumnya penyidik sudah memeriksa 10 saksi terkait kasus tersebut. Semua saksi menyatakan positif terkait video yang menjadi dasar pelaporan Sukmawati Soekarnoputri itu.

“Hasil pemeriksaan Habib kami akan mengkonfrontir dengan keterangan saksi-saksi. Apakah nanti naik tahapnya menjadi penyidikan, tergantung hasil gelar perkara nanti,” ungkap Anton.

“Kami di sini bukan mencari pengakuan, tapi pembuktian dari alat bukti yang kami kumpulkan,” tutur Anton.

Sementara Habib Rizieq dalam pemeriksaan hari ini dalam keadaan sehat dan didamping lima orang pengacara. Dia membantah telah mencemarkan nama baik Sukarno dan menodai Pancasila dalam ceramahnya beberapa waktu lalu di wilayah Jawa Barat.

Habib hanya mengeritik usulan Sukarno yang menempatkan Tuhan yang Maha Esa di sila ke 5 Pancasila. “Saya tidak pernah mencemarkan nama baik Sukarno atau Pancasila. Tapi saya mengeritik usulan poin Pancasila 1 Juni, bukan 18 Agustus yang merupakan revisi Pancasila (terakhir),” kata Habib usai enam jam menjalani pemeriksaan. (bd)

Nih Videonya: Bentrok Massa Habib Rizieq di Bandung. Satu Orang Terluka, 1 Mobil Rusak!!

0

BOGORDAILY- Bentrokan terjadi usai Imam Besar Front Pembela Islam (FPI) Habib Rizieq Shihab menjalani pemeriksaan di Mapolda Jawa Barat, Kota Bandung, terkait kasus dugaan penodaan Pancasila.

Kabid Humas Polda Jawa Barat Kombes Yusri Yunus mengatakan, insiden itu dipicu massa pro-Habib Rizieq yang melakukan pemukulan terhadap salah seorang dari massa kontra.

Begitu Habib Rizieq dan massanya meninggalkan lokasi. Salah seorang dari massa kontra berniat mengambil motor yang diparkir dekat kerumunan massa FPI. Saat motor hendak diambil dan kebetulan di lokasi masih ada beberapa massa pro-Habib Rizieq, pemilik motor mendapat tindakan pemukulan menggunakan kayu.

“Satu orang dari masyarakat Sunda (massa kontra Habib Rizieq) dicegah (dihalangi) sama FPI, lalu kena pukul menggunakan kayu,” kata Yusri, Kamis (12/1/2017) seperti dilansir okezone.

Aksi itu kemudian merembet. Massa kubu kontra tersulut emosinya dan melakukan pengejaran. Bentrokan pun pecah. Polisi bekerja ekstra keras membubarkan bentrokan agar tidak jatuh banyak korban.

Aksi itu berbuntut dengan balasan. Massa kontra Habib Rizieq merusak mobil FPI yang ada di lokasi. Bagian kaca belakang mobil pun pecah.

“Itu ekses, balasan, karena ada mobil FPI parkir dekat massa yang (kontra) ini, jadi ada kerusakan,” ungkapnya.

Sementara atas aksi tersebut pihak kontra Habib Rizieq melaporkan aksi kekerasan itu ke Polda Jawa Barat dengan satu orang korbannya. “Yang lapor ke kita baru dari masyarakat Sunda, buktinya ada, lagi divisum dulu orangnya,” jelasnya.

Sedangkan di kubu pro-Habib Rizieq, Yusri mengatakan pihaknya belum menerima laporan atas insiden tersebut. “Massa FPI belum melapor. Kalau mau melapor silakan,” ucapnya.

Situasi di lokasi pun sudah kondusif. Setelah magrib, massa kontra Habib Rizieq secara perlahan meninggalkan lokasi. Sedangkan massa FPI sudah lebih dulu pulang sejak sekira pukul 17.00 WIB.

“Sampai sekarang situasi sudah aman, kondusif. Tapi petugas kita melakukan patroli untuk menjaga agar tidak terjadi hal yang tidak diinginkan,” tandas Yusri. (bd)

nih link videonya:

https://www.youtube.com/watch?v=PVgYlrEfGkk

link selanjutnya:

https://www.youtube.com/watch?v=ByAdPueIsw4

link selanjutnya:

https://www.youtube.com/watch?v=DdyCxevmuko

Geger!! Wasekjen MUI Dihadang Suku Dayak Pakai Mandau di Pintu Pesawat. Nih Videonya!!

0

BOGORDAILY – Wakil Sekretaris Jenderal Majelis Ulama Indonesia (MUI) Tengku Zulkarnain menuliskan kejadian penolakan oleh para pemuda Dayak Kabupaten Sintang, Kalimantan Barat, terhadapnya di akun Twitter, @UstadTengku. Dia ditolak saat akan turun dari pesawat di Bandar Udara Susilo Sintang.

Kejadian ini sendiri sudah dibenarkan oleh Kepala Biro Penerangan Masyarakat Divisi Humas Polri, Brigjen Rikwanto.

Dalam cuitannya, Zulkarnain mengatakan dirinya dalam kondisi sehat walafiat. Menurut versinya, sejumlah orang membawa mandau atau golok hingga ke pintu pesawat yang ditumpanginya.

“Alhamdulillah Saya Sehat Wal ‘Afiat Tdk Kurang Apapun. Orang2 Bawa Mandau(Golok) ke Run Way Sampai Pintu Pesawat, BUKAN Tanggungjawab saya,” tulisnya, Kamis (12/1/2017).

Salah satu masyarakat yang ikut dalam aksi penolakan dengan akun BorneoRainforest atau @borneo_w mengunggah sejumlah foto saat penolakan. Tampak puluhan Pemuda Dayak menghadang Zulkarnain yang akan turun dari pesawat.

(Zulkarnain dihadang di depan pintu pesawat oleh orang Dayak. Foto: BorneoRainforest)

Akun ini juga memberikan klarifikasi, bahwa penolakan mereka karena ucapan Zulkarnain yang menyebut bahwa orang Dayak adalah kafir. Ucapan tersebut menyinggung orang Dayak yang selama ini menurutnya bisa hidup berdampingan dengan umat Islam. Bahkan, banyak juga orang Dayak yang beragama Islam.

MEMBENARKAN

Wakil Sekretaris Jenderal Majelis Ulama Indonesia ustaz Tengku Zulkarnain mendapat penolakan dari massa yang mengatasnamakan Dewan Adat Dayak (DAD) saat mendarat di Bandara Susilo, Sintang, Kalimantan Barat, pagi tadi. Gara-gara kasus ini, dia batal mengisi acara tabligh akbar yang digelar di sana malam ini.

detikcom menghubungi ustaz Tengku, Kamis (12/1/2017) pukul 18.51 WIB malam ini untuk mengonfirmasi peristiwa tersebut. Dia membenarkan mendapat penolakan dari massa DAD saat hendak turun dari pesawat.

“Saya enggak sempat turun kok, saya sampai depan pintu pesawat saja. Saya cuma berdiri di depan pintu pesawat. Saya lihat ada spanduk, ada 20-30-an orang tokoh-tokoh Dayak, ya sudah saya masuk lagi (ke dalam pesawat-red),” kata Tengku saat dihubungi lewat telepon.

Ustaz Tengku saat ini sedang berada di Pontianak. Dia dalam keadaan sehat-sehat saja dan tidak merasa terganggu dengan adanya insiden penolakan oleh massa DAD itu.

“Saya masih di Kalimantan, di Pontianak. Saya sehat alhamdulillah enggak ada masalah. Polisi bergerak cepat mengamankan. Saya nyaman-nyaman saja kok. Enggak lecet. Satu lecet pun tidak,” ucapnya.

Soal penolakan kedatangannya yang disebut bukan direncanakan, ustaz Tengku punya pendapat lain. Dia menilai tidak mungkin ada spanduk segala yang dibawa massa jika aksi itu tidak terencana.

“Ah, tapi kan spanduknya sudah dicetak. Kalau spontan kan spanduk enggak dicetak. Hahaha. Tapi ya sudah lah, yang penting kan enggak ada masalah,” ucapnya.

Ustaz Tengku menambahkan, dirinya tidak akan memperpanjang masalah ini. Dia juga meminta agar umat Islam tidak usah terprovokasi dan menjaga kondisi tetap kondusif. Dia sendiri mengaku datang ke Kabupaten Sintang untuk menghadiri tabligh akbar Maulid Nabi yang rencananya digelar malam ini. Dia datang atas undangan resmi dari Bupati dan MUI setempat.

“Serahkan ini kepada penegak hukum saja. Kalau saya sih adem-adem saja enggak perlu diperpanjang. Gus Dur juga pernah mengalami hal yang seperti saya juga kan. Saya tidak akan mengadukan hal ini ke polisi. Ah tidak mau saya, untuk apa. Wong saya dakwah karena Allah kok,” imbuhnya. (bd)

nih video penghadangannya:

https://www.youtube.com/watch?v=dOmM-L0ctqg

Astagfirullah, Siswa SD Sirna Asih Bogor Harus Belajar di Kandang Ayam. Ini Foto-fotonya!!

BOGORDAILY- Sekolah Dasar Negeri (SDN) Sirna Asih, Kampung Cisarua, Desa Banyuresmi, Kecamatan Cigudeg, Kabupaten Bogor, jadi sorotan media.

Dilansir antaranews, Rabu (11/1/2016) siswa di sekolah tersebut setiap harinya belajar di kelas yang hanya beratapkan terpal dan berlantai tanah.

Sejumlah siswa dan dewan guru di SDN Sirna Asih berharap sarana dan prasarana pendidikan yang layak dari pemerintah pusat maupun pemerintah daerah.

Berikut foto-fotonya:

Sumber: antaranews.com

Pembunuh Mahasiswi Cantik itu Ternyata Kakak Kandungnya!!

0

BOGORDAILY- Kurang dari 24 jam, Polres Jakarta Timur dan Polsek Cipayung berhasil mengungkap pembunuhan Murniati (22). Mahasiswi Universitas Muhammadiyah Jakarta (UMJ) itu ternyata dibunuh oleh kakak kandungnya.

Kasat Reskrim Polres Jakarta Timur AKBP Sapta Maulana saat dikonfirmasi, membenarkan hal ini. Namun, ia enggan memberikan penjelasan lebih lanjut soal tersangka tersebut.

“Nanti saja akan dirilis sama Kapolres,” ujar AKBP Sapta seperti dilansir detikcom, Rabu (11/1/2017).

Informasi yang dihimpun detikcom, tersangka berinisial A. Dia ditetapkan sebagai tersangka setelah polisi melakukan pemeriksaan intensif terhadapnya.

Kunci rumah yang ditempati korban menjadi petunjuk polisi dalam mengungkap kasus tersebut. Keterangan keluarga kepada polisi, kunci tersebut sempat hilang beberapa waktu sebelumnya saat A datang ke rumah ibu korban.

“Jadi yang pegang kunci itu dua orang, si korban sama ibunya. Nah kunci yang dipegang ibunya itu pernah hilang sewaktu kakaknya itu datang ke rumah. Karena hilang, ibu korban bikin kunci duplikat,” ujar seorang perwira polisi yang enggan disebutkan namanya.

Dari situ, polisi memiliki kecurigaan bahwa pelaku adalah orang dekat dengan korban. Dari hasil penyelidikan polisi akhirnya mengerucut kepada A.

“Karena, pada saat korban ditemukan tewas itu, kunci korban ada di kamar korban,” lanjut sumber tersebut. (dtk/bogordaily)

Kocak!! Lagu ‘Fitsa Hats’ Muncul di Youtube. Dinyanyikan Artis Tessa Kaunang

0

BOGORDAILY- Belakangan, sebutan ‘Fitsa Hats’ ramai diperbincangkan. Kalimat Fitsa Hats akhir-akhir ini memang menjadi terkenal di kalangan netizen.

Selain diplesetkan lewat lagu, kalimat Fitsa Hats juga sebelumnya muncul lewat meme-meme kocak.
Dan sekarang, aktris Tessa Kaunang juga membuat sebuah lagu dengan Fitsa Hats sebagai topik utamanya.

Seperti dilansir tribunnewsbogor, video ini diunggah dalam YouTube berjudul ‘Gokil!! Fitsa Hats Rasanya Uenaaakk dan Yummy…’ yang diunggah 2 hari lalu.
Dalam keterangan video tersebut, tertulis sebuah keterangan seperti ini.

“Lagu ini hanya untuk hiburan semata karena mengikuti trending topic di sosmed.
Mohon maaf apabila ada kesamaan nama, tokoh, karakter ataupun peristiwa.”

Ceritanya, Tessa merasa lapar dan minta dibelikan Fitsa Hats oleh dua orang yang ia panggil Pepo dan Memo.

Dilihat dari saluran Le Moesiek Revole di YouTube, video tersebut dibuat dalam suasana seperti di negeri dongeng, lengkap dengan kostum unik dan bangunan bak istana kerajaan.

“Pepo, pepo, memo, memo aku laperrrrr delivery-in dong aku Fitsa Hats…Memo Juga Mamam Preeettt ciken..Jangan Lupa Mimi Setabrak brak..brak..brak”

Ada banyak adegan lucu di dalamnya.
Juga seorang laki-laki yang memakai pakaian ketat berwarna kuning dan bersyal kain motif kulit hewan.
Laki-laki itu berkoget dari awal mulai video yang mengundang tawa netizen.
Video ini sudah dilihat lebih dari 6.000 kali.

Ini lirik lengkapnya jika ingin melihat video tersebut sambil ikut bernyanyi.

Pepo Pepo Aku Laper
Deliperiin Dong Fitsa Hats
Memo Memo Aku Laper
Aku Mau Mamam Fitsa Hats
Fitsa Hats
Fitsa Hats
Reff:
Pepo Mamam Cari Roti
Rotinya Enak Dan Yummy
Uhh.. Sedapnya
Memo Juga Mamam Preeettt ciken..
Jangan Lupa Mimi Setabrak brak..brak..brak
Fitsa Fitsa Hats Hats

Yuk, lihat videonya!

Edan!! Ratusan Tenaga Kerja asal Cina Nekat Bangun ‘Desa Tiongkok’ di Bogor. Lokasinya di Tengah Hutan. Nih Videonya!

BOGORDAILY- Kantor Imigrasi Bogor kembali mengendus keberadaan tenaga kerja asing (TKA) ilegal asal Tiongkok di Bogor, Jawa Barat.

Petugas Kantor Imigrasi Bogor kembali menyisir keberadaan tenaga kerja asing di kawasan tambang Emas dan Galena, Cigudeg, Kabupaten Bogor, Jawa Barat. Di wilayah perbukitan itu, puluhan bahkan ratusan TKA membangun “Desa Tiongkok” kecil di sana.

Selasa (10/1/2017) pukul 08.00 WIB, 20 anggota tim yang dipimpin langsung Kepala Kantor Imigrasi Kelas III Bogor Herman Lukman, bergerak ke perbukitan Cigudeg, Kabupaten Bogor.

Menggunakan 10 kendaraan 4×4 dan minibus, tim didampingi beberapa petugas polisi bersenjata. Misinya, menggerebek perkampungan TKA asal Tiongkok di perbukitan Cigudeg, wilayah barat Kabupaten Bogor. Sekitar pukul 11.00 WIB, tim tiba di kaki bukit, beberapa kilometer dari lokasi sasaran.

Udara cukup sejuk, sedikit tertutup kabut. Sebelum melanjutkan perjalanan, ketua rombongan menggelar briefing dan membagi petugas ke dalam dua tim. Mereka akan bergerak terpisah ke dua lokasi berbeda. Selang 15 menit kemudian, tim pertama melanjutkan perjalanan melalui Kampung Cipangaur, Desa Centamanik.

Medannya cukup berat, jalanan berliku dan tikungan curam. Minibus yang ditumpangi tim beberapa kali nyaris terperosok ke jurang. Hingga terpaksa menyusuri tepian hutan. Perjalanan masih jauh, namun medan tak memungkinkan lagi dilewati kendaraan.

Meminta bantuan warga sekitar, sekitar tujuh anggota tim kemudian meminta bantuan warga sekitar meminjam sepeda motor. Tapi lagi-lagi, sepeda motor pun tak mampu menembus jalanan berlumpur. Tim memutuskan untuk berjalan kaki menuju lokasi. Samar terdengar dari radio panggil salah satu petugas, tim kedua juga sudah tiba di lokasi sasaran.

Kepala Kantor Imigrasi Herman Lukman turut di tim pertama, didampingi Kasi Pengawasan dan Penindakan pada Kantor Imigrasi Kelas II Bogor, Arief Haizirin Satoto. Herman sejenak mengatur strategi. Setelah tiga jam menembus semak belukar, tampak di kejauhan atap sejumlah bilik menyerupai asrama.

Semakin mendekat, terlihat jelas kertas tempel berwarna merah bertuliskan bahasa Mandarin. Bangkai traktor pengangkut batu tergelak tak keruan. Satu komando dari sang ketua, petugas menyebar dan menyisir satu persatu bilik yang ada. Seorang perempuan yang mencoba bersembunyi di kubangan air raksasa (bekas tambang) menarik perhatian mata. Ada lainnya, wajah nonpribumi lari bersembunyi di balik semak belukar.

“Ada sembilan orang kabur. Kita berhasil tangkap,” kata Herman terengah. Belum tuntas menyambung napas, dua TKA kembali berulah. Buru-buru petugas bersenjata memborgol salah satu di antaranya. Sedangkan yang satu lagi berusaha menyuap petugas dengan segepok uang lembaran bergambar soekarno-hatta.

Ulahnya itu kembali membuat petugas naik pitam hingga hampir adu jotos. “Kita sisir sampai Kampung Cihideung (Desa Centak Manik), di sini ada bosnya,” ucap Herman. Di lokasi itu pula, kata dia, turut diamankan seorang perempuan berdandan menor bernama Shi Tian (37). Perampuan itu mengaku sebagai juru masak.

Di bagian lain, tim kedua tiba di lokasi sasaran sekitar pukul 12.00 WIB. Jalur yang dipilih melalui perkebunan sawit, Kampung Wates, Desa Banyuwangi, Cigudeg, Kabupaten Bogor. Medan yang ditempuh tak kalah seru dengan tim pertama. Tim harus melalui dua bukit, jalanan yang sempit serta perkampungan padat penduduk. Jalur ini dipilih untuk membendung TKA yang berusaha lari.

Setelah melalui perkebunan teh, tim juga harus menyusuri hutan di kawasan milik Perhutani. Suguhan pemandangan air terjun sempat meredakan lelah, sebelum menuju puncak lokasi bangunan sisa penambangan. Setibanya di sana, bangunan sudah tak perpenghuni. Namun di dalamnya, tampak barang-barang tertata rapi. Di halaman bangunan ini terlihat jejak baru, kendaraan roda dua. Sepertinya sang pemilik tak lama pergi.

Tim kemudian melanjutkan perjalanan ke lokasi penambangan PT Bintang Sindai Mineral Geologi (BCMG). Di lokasi ini, terlihat asrama yang sudah kosong. Di sana tim menemukan satu orang asing bernama Yang Xiao Yui (53). Ketika diinterogasi, ia menyebut sedang berkunjung ke kerabatnya yang bekerja di tambang.

Namun keterangan WNA asal Tiongkok itu berganti-ganti. Terakhir ia mengaku datang ke perbukitan Cigudeg untuk mensurvei lokasi menggunakan visa bisnis. Petugas pun langsung mengamankan Yang. Dari sini, tim menuju asrama ke dua, namun kosong tak berpenghuni. Begitupun dua asrama setelahnya. Hanya tampak warga lokal sibuk memecah batu.

Barulah di asrama kelima, petugas menemukan Yanti (25), warga Nanggung yang bekerja sebagai juru masak bagi WNA. Dia tampak ketakutan saat dimintai keterangan. Curiga dengan gelagat Yanti, petugas lantas menggeledah isi asmara. Di sana ternyata ada WNA bernama Chen li zhe (52), bersembunyi di dalam kamar yang digembok dari luar.

“Yang ini ngakunya sedang sakit,” kata salah satu petugas. Saat melihat penggeledahan itu, Yanti tiba-tiba histeris dan berontak dari genggaman petugas. “Saya pokoknya mau minta gaji sama mami,” teriaknya diiringi menangis. Yanti juga meminta petugas tidak membawanya. Dia mengaku hanya digaji Rp1 juta sebulan, menyajikan makanan bagi para WNA.

Tak berapa lama, warga sekitar, Riski (28) menghampiri petugas. Menurut pengakuannya, hari ini tak seperti biasa, suasana di asrama sepi. Padahal tadi (kemarin, red) pagi, masih banyak WNA berkumpul di lingkungan asrama. “Tadi banyak orang. Tapi nggak tahu kemana, kabur ke atas (bukit) atau ke bawah,” ungkapnya dengan bahasa Sunda. Petugas menduga razia kali ini bocor dan puluhan TKA berhasil kabur.

Masih di lokasi yang sama, petugas meneliti sayur-mayur yang ditanam secara acak. Sejenis daun bawang dan seledri namun tak mirip dengan yang umumnya dikenal di Indonesia. “Itu bibitnya dan resepnya dibawa dari sana (Tiongkok). Hemat juga,” tutur Riski.

Selama penggerebekan, petugas sempat menaruh curiga dengan kawasan yang banyak dipasangi plang milik Perum Perhutani itu. Di lokasi ini pula, terdapat puluhan bangunan sarat kertas tempel merah bertuliskan huruf Mandarin. Informasi yang dihimpun, di lokasi ini sedikitnya ada 80 TKA yang berhasil sembunyi. Petugas kesulitan menemukan tempat persembunyian mereka. “Di sini kami menangkap 20 TKA, sisanya kabur,” kata salah satu petugas.

Ketua tim Herman Lukman mengatakan mayoritas para TKA masuk dari jalur resmi namun menyalahgunakan izin tinggal. Sehingga mereka bisa dikenai pelanggaran sampai dideportasi ke negara asal. “Ada belasan tanpa paspor, sisanya punya kelengkapan. Rata–rata mereka pekerja tambang. Bisa dikenai Pasal 116 tentang penyalahgunaan dokumen,” kata Herman.

Dia menambahkan, keberadaan TKA Tiongkok ini tidak tercium keluar karena lokasi tambang yang berada di tengah hutan. Herman menduga dari penggerebekan kali ini dapat dikembangkan untuk menjaring TKA ilegal lainnya.

Sumber: Jawa Pos.com

Nih link videonya:

https://www.youtube.com/watch?v=03jA3YXkv-o