Home Blog Page 9385

Ini Foto-foto Hot Si Bohay “Caddy Golf” yang Ditangkap KPK bersama Hakim MK

0

BOGORDAILY- Berita yang sedang hangat di berbagai media adalah mengenai tertangkapnya Hakim Mahkamah Konstitusi (MK) Patrialis Akbar. Tim Satuan Tugas Penindakan Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) mengamankan 11 orang dalam operasi tangkap tangan (OTT) pada Rabu (25/1/2017) lalu. Dari sebelas orang tersebut, terdapat beberapa orang yang berjenis kelamin perempuan.

Salah satu di antaranya adalah seorang perempuan cantik berusia 24 tahun. Perempuan yang berprofesi sebagai caddy lapangan golf tersebut ditangkap Satgas KPK saat sedang berbelanja bersama Hakim Mahkamah Konstitusi (MK), Patrialis Akbar, di Grand Indonesia, Jakarta Pusat, pada Rabu malam.

Usai pemeriksaan secara intensif selama 1×24 jam, perempuan tinggi semampai, berkulit putih dan berambut panjang, itu tidak ditetapkan sebagai tersangka oleh KPK. Bersama dengan enam orang lainnya, dia hanya berstatus sebagai saksi dalam kasus dugaan suap terkait permohonan uji materi Undang-Undang Nomor 41 Tahun 2014 tentang Peternakan dan Kesehatan Hewan yang menjerat Patrialis.
Saat keluar dari gedung KPK, perempuan yang belakangan diketahui bernama Anggita Eka Putri itu tampil mengenakan kemeja bermotif garis-garis dan bercelana panjang biru. Dia tampak menjinjing goodie bag berwarna putih yang terbuat dari bahan kertas, di mana salah satu bagiannya terdapat tulisan Lancome.

Lancome diketahui merupakan merek ternama yang menjual produk kosmetik atau “make up”. Harga untuk produk-produk merek ini bisa dibilang untuk kalangan menengah ke atas.

Dari gerai Lancome di Grand Indonesia, Jakarta Pusat, itulah Patrialis beserta Anggita diamankan petugas KPK. Di gerai kosmetik asal Prancis itu, Patrialis memang sedang menemani Anggita berbelanja kosmetik. Jutaan rupiah dirogoh untuk membeli sejumlah produk kosmetik, seperti lipstik, bedak dan maskara.

Pada awalnya, timbul pertanyaan mengapa Patrialis sampai turut dan mau menemani Anggita berbelanja kosmetik. Diketahui kemudian, ternyata dia merupakan wanita idaman lain (WIL) dari sang hakim MK. Anggita dikabarkan berprofesi sebagai caddy di tempat Patrialis biasa bermain golf, yaitu di Jakarta Golf Club, Rawamangun, Jakarta Timur.

Beredar informasi, Anggita dikabarkan akan dipersunting Patrialis sebagai istri, meski mantan Menteri Hukum dan HAM (Menkumham) itu diketahui telah memiliki istri bernama Sufriyeni. Yang cukup membuat heboh, Anggita bahkan dikabarkan akan dibelikan apartemen oleh Patrialis yang nilainya ditaksir mencapai Rp2 miliar.

Wakil Ketua KPK, Laode Muhammad Syarif, tak membantah Patralis diamankan bersama Anggita dan ibunya atau calon mertua Patralis, di Grand Indonesia. Namun, dia enggan mengungkap lebih lanjut mengenai sosok Anggita dan hubungan asmara antara Anggita dengan Patrialis.

“Jangan dari saya, kalau mau tahu tentang perempuan ini,” kata Laode saat dikonfirmasi.

Juru bicara KPK, Febri Diansyah, juga belum mau berkomentar mengenai hal itu. Pun saat disinggung mengenai perempuan berinisial AEP itu. Namun, Febri mengakui jika pihak yang turut diamankan di Grand Indonesia itu bukan merupakan istri atau pihak keluarga Patrialis.

“Rabu malam itu, dalam rangkaian OTT saat KPK mengamankan PAK, tidak ada istri atau pihak keluarga dari PAK. OTT dilakukan sejak pagi di lapangan golf Rawamangun. Saat itu diduga terjadi transaksi. Kemudian tim bergerak ke Sunter, dan malam ke GI,” kata Febri.

Sementara, Wakil Ketua KPK Saut Situmorang tak membantah jika Anggita Eka Putri alias AEP adalah yang turut diamankan bersama Patrialis. Namun, dia mengaku lupa nama lengkap dari AEP.

“Saya lupa nama lengkapnya,” kata Saut.

Banyak kalangan netizen yang mempertanyakan tentang siapa Anggita Eka Putri ini, dimana pertanyaan ini tentunya berputar ke arah profil sosok yang disebut sebut sebagai janda beranak satu tersebut. Sampai saat ini banyak foto hot yang beredar mengenai sosok Anggita Eka Putri ini, dimana diantaranya adalah foto saat Anggita Eka Putri mengenakan dress ketat dan sedang bersandar di atas kursi, foto tersebut menampakkan paha yang memang mulus lantaran dressnya hanya menutup bagian atas.

Munculnya foto hot ini ternyata membuat nama Anggita Eka Putri semakin miring saja di kalangan netizen, parahnya lagi Anggita Eka Putri ditangkap dengan Patrialis Akbar saat bersama dengan ibundanya sendiri, hal ini tentu membuat spekulasi yang beredar makin hangat dan beragam. (bd/sr)

Link video Kisah Si Bohay Anggita di Balik Penangkapan Hakim MK:

https://www.youtube.com/watch?v=Cz0zDgIyqz4

Video: Heboh Ceramah Habib Rizieq Soal Dirinya Dituduh Merampas Tanah Negara

BOGORDAILY- Imam Besar Front Pembela Islam Habib Rizieq Syihab akhirnya buka suara soal latihan pasukan Brimob di dekat pesantren miliknya di Megamendung, Bogor, Jawa Barat. Tak hanya itu, habib juga menjelaskan kronologis asal-usul tanah pesantren yang dipersoalkan sejumlah pihak sehingga melaporkannya ke polisi.

Dia membantah tanah yang kini di atasnya berdiri pesantren itu adalah hasil dari menyerobot tanah negara. “Tanah di wilayah Megamendung ini tanah garapan rakyat. Jangankan sampai 40 hektar, sejengkal tanah saja anda serobot dibisa diuber-uber pacul sama petani,” ungkap Habib dalam ceramahnya yang diunggah ke media sosial Youtube, pada 27 Januari 2017. (bd)

Berikut video selengkapnya:

https://www.youtube.com/watch?v=I_lgziEOr0Q

Antony Menyerahlah! Atau Kami Akan Ambil Tindakan…

0

BOGORDAILY- Sebanyak 7 orang tersangka narkoba menjebol sel tahanan Bareskrim Mabes Polri pada Selasa (24/1/2017). Mereka melarikan diri dengan menjebol tembok sel tahanan.

Para pelaku yang melarikan diri masing-masing Azizul alias Izul (30), Ridwan Ramadhan alias Mame (22), dan Cai Chang alias Antoni (49). Kemudian Anthony alias Ridwan (33), Amiruddin alias Amir (27), Ricky Felani alias Ruslan (30), dan Sukma Jaya alias Jaya (34).

Berdasarkan rekam jejak, Direktur IV Tindak Pidana Narkotika Bareskrim Polri Brigjen (Pol) Eko Daniyanto menceritakan jejak ketujuh pelaku dari sel tahanan.

“Kita mengikuti rekam jejak para pelaku, begitu keluar dari sel tahanan Cawang Bareskrim mereka berpisah di Cililitan,” kata Eko kepada detikcom, di RSUD Sekarwangi Minggu (29/1) dini hari.

Menurutnya 5 pelaku yakni Ridwan Ramadhan, Cai Chang alias Antoni, Amirudin alias Amir, Antoni alias Ridwan, dan Azizul kabur ke arah Sukabumi. Sementara Ricky Felani alias Ruslan dan Sukma Jaya alias Jaya melarikan diri ke arah Bogor.

Lima pelaku yang ke arah Sukabumi mengikuti Antoni alias Ridwan ke Kalapanunggal dan menginap sejak Selasa (24/1) sore. Selama dua hari di sana, mereka tinggal di kediaman Nana Suryana, ketua RT 03 RW 09, Kampung Babakan Sirna, Desa Kadununggal, Kecamatan Kalapanunggal.

“Pada Rabu (25/1) malam jejak mereka terendus personel Polsek Cikembar yang langsung melakukan pengejaran ke lokasi. Awalnya anggota mengira hanya ada 1 orang ternyata di rumah itu ada 4 pelaku,” jelas Eko.

“Saat itu tersangka Antoni sedang tidak ada di situ. Satu pelaku atas nama Ridwan Ramadhan berhasil diamankan sementara lainnya melarikan diri,” lanjutnya.

Kemudian pada Jumat (26/1), Azizul menyerahkan diri setelah keluarganya di Sawangan menghubungi dan meminta perlindungan.

“Azizul menyerahkan diri, dan keputusan keluarganya kita apresiasi tentunya,” tutur Eko.

Selang sehari kemudian atau Sabtu (28/1), polisi kembali menangkap dua pelaku setelah perburuan panjang, yaitu Cai Chang alias Antoni pada pukul 15.30 WIB. Kemudian pada pukul 17.30 WIB, polisi menangkap Amirudin alias Amir yang tewas ditembak karena berusaha melarikan diri saat akan ditangkap.

“Di waktu yang nyaris bersamaan dua pelaku lainnya ditangkap oleh jajaran personil gabungan yang melibatkan Kapolres Bogor di bawah kendali AKBP Andi M Diky,” ujar Eko.

“Dua pelaku masing-masing Ricky Felani alias Ruslan dan Sukma Jaya alias Jaya ditangkap di kampung Cibeureum, Desa Cibatok, Kecamatan Cibungbulang, Kabupaten Bogor sekitar pukul 17.27 WIB, Sabtu (28/1),” tambahnya.

Saat ini tersisa satu pelaku lagi yaitu Antony alias Ridwan alias Medan yang masih dalam perburuan. Eko meminta kepada Antony untuk menyerahkan diri.

“Insya Allah 1×24 jam atau maksimal 2×24 jam yang bersangkutan akan kita tangkap. Kita meminta dia untuk menyerahkan diri atau kami akan mengambil tindakan tegas,” tandas Eko.

Sumber: detik

Pengumuman!! 2 Tahanan yang Kabur dari Penjara Mabes Polri Ditangkap di Cibungbulang Bogor. Begini Penampakannya!

BOGORDAILY- Dua dari 7 tahanan narkoba yang melarikan diri dari Rutan Narkoba Mabes Polri berhasil ditangkap aparat gabungan Polres Bogor, Sabtu (28/1/2017) sore.

Kedua penjahat yang ditangkap di Bogor itu bernama Sukma Jaya dan Ricky. Mereka ditangkap di kampung Cibeureum, Desa Cibatok, Kecamatan Cibungbulang, Kabupaten Bogor sekitar pukul 17:27 WIB.

“2 (dua) dari 7 (tujuh) tahanan yang kabur dari sel narkoba Bareskrim Polri berhasil ditangkap di wilayah Kecamatan Cibungbulang, Bogor. Penangkapan ini dipimpin oleh tim Narkoba Bareskrim Mabes Polri dan di-back up oleh Reskrim Polsek Cibungbulang,” ucap Kapolres Bogor AKBP Andi Moch Dicky seperti dilansir detik, Sabtu (28/1/2017).

Dijelaskan lebih lanjut, penangkapan ini dilakukan oleh tim Bareskrim dibantu unit Reskrim Polsek Cibungbulang, Bhabinkamtibmas beserta masyarakat yang melakukan penyisiran di daerah wisata Pamijahan.

Para Pelaku disergap oleh pihak kepolisian setelah keduanya berpindah tempat antar-villa dan kontrakan di daerah wisata Paminahan, Kecamatan Cibungbulang, Kabupaten Bogor.

Dalam proses penangkapan kedua tahanan itu, pelaku sempat mencoba melarikan diri dari pengejaran Polisi sebelum akhirnya dilumpuhkan dengan timah panas. Para pelaku tersebut langsung digiring ke Mabes Polri oleh tim Bareskrim Narkoba Mabes Polri yang dipimpin oleh AKBP Indra.

Sementara itu menurut Kabidhumas Polda Jabar Kombes Pol Yusri Yunus, total sudah ada 6 dari 7 tahanan melarikan diri yang berhasil ditangkap. Sisa satu orang penjahat sedang dalam pengejaran di daerah Sukabumi.

“Berarti sudah 6 yang tertangkap dari 7 yang melarikan diri. Tinggal 1 (penjahat) dalam pengejaran di daerah Sukabumi,” kata Yusri.

Ketujuh tahanan Dirtipid Narkoba Polri kabur dari tahanan pada hari Selasa (24/1). Mereka menjebol tembok tahanan dengan cara melubanginya menggunakan besi.

Penangkapan Sukma Jaya dan Ricky melengkapi penangkapan 2 tahanan yang kabur, Cai Chang alias Antoni dan Amirudin alias Amir. Keduanya ditangkap sekitar Lereng Gunung Wayang Desa Sukaati Kecamatan Kelapa Nunggal, Sukabumi, Sabtu (28/1) sore.

Yusri sebelumnya menyebut pihaknya masih mengejar satu orang tahanan kabur lain yang masih buron. Tahanan tersebut adalah Antony bin M. Ridwan.

“Dan saat ini masih dilakukan pengejaran Buronan yang lain atas nama Antony bin M. Ridwan,” tutur Yusri.

Antony bin M Ridwan memang diketahui sangat licin. Saat penyergapan di persembunyiannya di kediaman Nana Suryana, seorang ketua RT di Kampung Babakan Sirna, Desa Kadununggal, Kecamatan Kalapanunggal pada Rabu (24/1) malam, Antony berhasil meloloskan diri bersama 4 rekannya. Polisi saat itu hanya berhasil mengamankan Ridwan Ramadhan alias Mame.

Ketujuh tahanan yang kabur adalah Azizul alias Izul (30), Ridwan R alias Rambe (22), dan Cai Chang alias Antoni (49). Kemudian Anthony alias Ridwan (33), Amiruddin alias amir (27), Ricky Felani alias Ruslan (30), dan Sukma Jaya alias Jaya (34). (bd)

Link video saat tahanan kabur narkoba mabes polri kabur:

https://www.youtube.com/watch?v=lnWr2d7kKtU

Anggita Eka Putri: I’m Oke… Please Jangan Percaya

0

BOGORDAILY- Anggita Eka Putri (24) wanita cantik satu anak ini makin populer setelah ia diamankan bersama Hakim MK oleh Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK), Sabtu (28/1/2017).

Anggita Eka Putri yang sempat dibawa ke markas komisi antikorupsi itu dibebaskan.Anggita hanya berstatus sebagai saksi dan pulang dari gedung KPK.

Anggita mengenakan kemeja biru bergaris putih. Dia berambut panjang dicat cokelat, berkulit putih, dan tinggi semampai.Dia membawa tas jinjing berwarna hitam dan tas belanja.

Setelah keluar dari Gedung KPK, Anggita seolah lenyap bak ditelan bumi.Tak ada satu pun informasi yang menyebutkan di mana keberadaan wanita tersebut.

Berdasarkan penelusuran di media sosial, Instagram, akun bernama Anggita Eka Putri–diduga milik Anggita–tertulis sesuatu di Bio Instagram.

Dia menulis pesan dalam Bahasa Inggris yang artinya mengabarkan mengenai kondisi kesehatan dan memiliki sebuah permintaan agar jangan mempercayai informasi yang tidak benar dari media massa. “Dear Colleagues and friends, I’m OK. Please dont trust too much on media,” tulis Anggita.

Bukan gratifikasi seks

KPK menangkap hakim MK, Patrialis Akbar, di Mall Grand Indonesia, Jakarta Pusat, Rabu (25/1/2017) malam.
Saat ditangkap Menteri Hukum dan HAM di masa pemerintahan Presiden Susilo Bambang Yudhoyono itu sedang bersama seorang wanita dan keluarga dari perempuan tersebut.

Wakil Ketua KPK, Laode M Syarif tak mau mengungkap identitas wanita yang menemani Patrialis itu sebab menurutnya tak ada hubungan dengan materi kasus.

Selain itu, dia juga membantah adanya gratifikasi seks terkait dengan praktik korupsi perkara sengketa Undang-Undang Nomor 41 Tahun 2014 tentang Peternakan dan Kesehatan Hewan, yang menjerat Patrialis.

Anggita tak ada kaitan dengan kasus dan bukan bagian dari gratifikasi seks. “Tidak ada itu (gratifikasi seks), sementara ini kami tak dapat informasi soal itu. Siapa wanita yang menemani PAK, karena tak ada hubungan dengan materi kasus jadi tak perlu dijelaskan. Ini murni kasus korupsi, tidak ada soal kesusilaan. Siapa wanita itu tak penting untuk dijelaskan,” kata Laode, di kantor KPK, Kamis (26/1/2017). (tib)

Link video Kisah Si Bohay Anggita di Balik Penangkapan Hakim MK:

https://www.youtube.com/watch?v=Cz0zDgIyqz4

Ini Dia Kisah Bedak dan Lipstik buat Si ‘Bohay Anggita’ dari Hakim MK Patrialis Akbar!!

0

BOGORDAILY- Ada yang unik di balik penangkapan Patrialis Akbar, ketika lipstik dan bedak mahal turut diamankan KPK saat itu.

Penangkapan Hakim Konstitusi Patrialis Akbar oleh Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK), Kamis (26/1/2017) malam berlangsung senyap dan tidak menghebohkan pengunjung atau pegawai Mal Grand Indonesia.

Diketahui saat ditangkap di Central Departemen Store, Mal Grand Indonesia, Jakarta Pusat, Patrialis Akbar sedang ditemani perempuan cantik dan bohay bernama Anggita Eka Putri.

Mereka sempat mengelilingi stan kosmetik branded di Central Departemen Store. Sampai akhirnya keduanya mampir ke gerai Lancome. Lancome Paris adalah sebuah rumah kosmetik berkelas asal Perancis.

Dimiliki oleh L’Oréal sejak tahun 1964, Lancome memproduksi produk-produk kosmetik berkelas seperti produk perawatan kulit, wewangian, dan tata rias dengan harga kelas-atas.

‎Gerai tersebut berada persis di depan Central Departemen Store. Kosmetik yang dijual di sana harganya rata-rata Rp 500 ribu ke atas.

BEDAK DAN LIPSTIK

Seorang pegawai di gerai itu saat ditemui Sabtu, (28/1/2017)‎ membenarkan Patrialis ditangkap di tempatnya bekerja. Namun, saat kejadian, dirinya sedang libur.

Menurut informasi dari rekannya yang masuk saat itu, di gerai ini Anggita sempat berbelanja beberapa kosmetik.

Tidak hanya itu Anggita juga sempat mencoba beragam kosmetik seperti bedak hingga lipstik yang seluruhnya merupakan produk keluaran terbaru.

Masih menurut pegawai berambut pendek sebahu itu, dia selama ini belum pernah melihat Anggita dan Anggita pun baru membuat member di Lancome.
“Dia bukan pelanggan sini, kemarin itu baru buat member,” tambahnya.

‎Selanjutnya ditanya soal penangkapan Patrialis, menurut pegawai itu penangkapan tidak terlalu heboh.
Bahkan tidak banyak yang tahu karena kebetulan saat itu gerai sedang ramai dengan pembeli.
Lebih lanjut, seorang pegawai di gerai lain juga membenarkan bahwa penangkapan Patrialis berlangsung cepat.

“‎Penangkapannya sebentar kok dan tidak heboh juga karena kan bapaknya itu langsung dibawa keluar,” ucap pegawai pria itu.

Pegawai tersebut juga mengatakan pengunjung di sana baru mengetahui ada penangkapan karena sempat ada beberapa orang berpakaian biasa yang mengambil foto.

“Yang nangkap juga hanya beberapa orang, bapaknya tidak teriak atau lari. Langsung dipegang tangannya. Saat ada kamera baru orang-orang di sini tahu kalau ada penangkapan KPK,” tambah pria yang mengenakan kemeja hitam itu.

Untuk diketahui, Hakim Mahkamah Konstitusi (MK), Patrialis Akbar resmi ditetapkan sebagai tersangka penerima suap oleh KPK dan kini ditahan di rutan KPK.

Selain itu, teman Patrialis yakni Kamaludin (KM) juga ditetapkan sebagai tersangka karena berperan sebagai perantara suap.

Dalam perkara ini, Patrialis Akbar disangkakan menerima suap dari tersangka Basuki Hariman (BHR) ‎bos pemilik 20 perusahaan impor daging dan sekretarisnya yang juga berstatus tersangka yakni NG Fenny (NGF).

Oleh Basuki, Patrialis Akbar dijanjikan uang sebesar USD 20 ribu dan SGD 200 ribu terkait pembahasan uji materi UU No 41 tahun 2014 tentang Peternakan dan Kesehatan hewan.

‎Diduga uang USD 20 ribu dan SGD 200 ribu itu sudah penerimaan ketiga. Sebelumnya sudah ada penerimaan pertama dan kedua. Serangkaian OTT pada 11 orang terjadi ‎di tiga lokasi di Jakarta pada Rabu (25/1/2017) pukul 10.00 -21.30 WIB. (tib)

Link video Kisah Si Bohay Anggita di Balik Penangkapan Hakim MK:

https://www.youtube.com/watch?v=Cz0zDgIyqz4

Besok Imlek, Bisnis Ini Diprediksi Bersinar di Tahun Ayam Api. Nih Videonya!!

0

BOGORDAILY- Sabtu (28/1/2017) besok warga Tionghoa merayakan Tahun Baru Imlek (Sincia) 2568 yang disimbolkan dengan Shio Ayam Api. Dalam astrologi China, tahun Ayam Api terdapat sejumlah bisnis yang diperkirakan bakal bersinar terang dan mampu meraih kesuksesan.

Ahli Fengshui Ferry Wong mengatakan, shio Ayam dalam astrologi China ‎memiliki unsur logam Yin. Ini berarti pada 2017 akan terjadi pertamuan antara unsur logam dan api.

“2017 merupakan tahun Ayam unsur Api. Ayam sendiri berunsur logam Yin. Jadi 2017 merupakan pertemuan antara unsur logam dan api‎,” ujar dia, Jumat (27/1/2017).

Menurut Ferry, bisnis dan usaha yang akan sukses pada 2017 ini tidak akan jauh berbeda dengan 2016 lalu. Bisnis tersebut harus berunsur Api, air dan tanah.

Secara rinci, Ferry menjelaskan bisnis yang berunsur api seperti bisnis hiburan (entertainment). Selain itu Jika Anda berkecimpung di dunia pasar modal (capital market) juga memiliki potensi untuk moncer di 2017 ini. “Bisnis fashion, energy, toys, restoran, cafe dan penerbangan juga bakal cemerlang,” tambah dia.

Sedangkan bisnis berunsur air yang bakal menanjak adalah bisnis distribusi seperti logistik. Bisnis pengepakan dan juga bisnis transportasi. Selain itu, bisnis berunsur air yang bakal berisnar adalah bisnis komunikasi seperti smartphone dan juga internet dan juga bisnis minuman.

Sedangkan bisnis yang berunsur tanah yang diperkirakan bakal cerah adalah bisnis properti, pengelolaan makanan, asuransi dan pertambangan. (lip/bd)

Link video dialog bisnis bersinar di tahun ayam api:

https://www.youtube.com/watch?v=QMWVAH5crNA

Bareskrim Periksa 3 Saksi Kasus Dugaan Penyerobotan Tanah Negara Oleh Habib Rizieq

0

BOGORDAILY- Direktorat Tindak Pidana Umum Bareskrim Polri telah membentuk tim penyelidik dalam kasus pelaporan dugaan penyerobotan tanah milik negara oleh Imam Besar Front Pembela Islam (FPI), Habib Rizieq.

Tiga orang, termasuk pelapor, telah dimintai keterangan dan dokumen-dokumen. Terkait dengan kasus ini, polisi belum menjadwalkan pemanggilan Habib Rizieq untuk dimintai keterangan.

Kepala Bagian Penerangan Umum Polri Komisaris Besar Martinus Sitompul mengatakan seorang berinisial E melaporkan Rizieq ke Bareskrim pada 19 Januari 2017.

“Dilaporkan atas penguasaan tanah yang tidak sah seluas 8,4 hektare di wilayah Megamendung, Cisarua, Bogor,” ucap Martin di kampus Sekolah Tinggi Ilmu Kepolisian, Jakarta, Jumat, 27 Januari 2017.

Martin berujar, jika polisi menemukan ada unsur pidana, kasus ini dinaikkan ke tahap penyidikan. Sebaliknya, jika polisi tidak menemukan unsur pidana, kasus tak akan dilanjutkan. “Saat ini sudah tiga saksi diperiksa,” katanya.

Sebelumnya, juru bicara DPP FPI Slamet Maarif menjelaskan pesantren yang didirikan oleh Habib Rizieq di Megamendung Bogor secara legalitas sah. Pesantren itu sudah tercatat di badan hukum.

“Silahkan saja diselidiki. Yang jelas pesantren yang beliau dirikan di Megamendung itu semua surat hukumnya sudah ada. Legalnya sudah ada. Semua sudah terpenuhi secara hukum” kata Slamet.(bd)

link video pesantren habib rizieq di puncak bogor:

https://www.youtube.com/watch?v=nQxOhyTZiqg

Heboh!! Mantan Pejabat Kemenkeu RI Gabung ISIS. Empat Orang Lainnya Masih Diperiksa Densus

0

BOGORDAILY- Sebanyak lima orang warga Indonesia kembali menyatakan bergabung dengan organisasi radikal Daulah Islamiyah Irak dan al-Syam (ISIS). Kelimanya kini tengah diinterograsi di Markas Brigade Mobil (Brimob) Kelapa Dua, Depok, Jumat, 27 Januari 2017. Dari kelima orang itu, salah satunya berinisial TUAB, yang merupakan bekas pejabat di Kementerian Keuangan.

“Ini masih kami dalami, apakah pejabat Kemenkeu, apakah lainnya. Tapi yang bersangkutan lulusan Universitas Adelaide di Australia,” kata Kepala Bagian Penerangan Umum Divisi Hubungan Masyarakat Polri, Komisaris Besar Polisi Martinus Sitompul, seperti dilansir vivanews, Jumat, 27 Januari 2017.

Kata Martinus, kelima orang yang merupakan warga Cilincing, Jakarta Utara, itu saat ini masih dilakukan pemeriksaan secara intensif.
“Penyidik Densus 88 Antiteror punya waktu 7 x 24 jam, kami gali informasi dari yang bersangkutan,” kata Martinus.

Sejauh ini, motif dari WNI yang datang ke negara Suriah karena ingin hidup di negara yang bernaungan syariat Islam. “Mereka juga membiayai diri sendiri dengan menjual harta bendanya. Kami masih dalami siapa saja mereka. Berafiliasi ke mana,” kata Martinus.

Berdasarkan informasi melalui Biro Komunikasi dan Layanan Informasi Sekretariat Jenderal Kemenkeu, TUAB telah mengajukan pengunduran diri sebagai aparatur negara sejak Februari 2016 lalu, dengan pangkat terakhir III C.

“Dengan alasan ingin mengurus pesantren anak yatim di Bogor. Sejak saat itu, yang bersangkutan tidak dapat dihubungi,” tulis keterangan Kemenkeu, seperti dikutip Jumat, 27 Januari 2017.

Berdasarkan Keputusan Menteri Keuangan Nomor 759/KM.1/UP72/2016, terhitung sejak Agustus 2016 lalu, yang bersangkutan telah diberhentikan sebagai pegawai negeri sipil di lingkungan Kemenkeu. Sehingga, segala kegiatan dan aktivitas yang dilakukan tidak dapat dihubungkan lagi dengan Kemenkeu. “Dan, menjadi tanggung jawab pribadi yang bersangkutan.”

Berikut kelima WNI yang baru dideportasi otoritas Turki:

1. TUAB, Laki-laki (40)
2. NK, Perempuan (55)
3. NA, Perempuan (13)
4. MSY, Laki-laki (8)
5. MAU, Laki-laki (4)

Camat Megamendung: Lahan Pesantren Habib Rizieq Itu Tanah Garapan…

BOGORDAILY- Kantor Pertanahan/Agraria dan Tata Ruang (Kanhan/ATR dulu Badan Pertanahan Nasional) Kabupaten Bogor, memastikan lahan milik Rizieq Syihab di Kecamatan Megamendung, Kabupaten Bogor, yang kini dipermasalahkan, belum terdaftar di Kanhan.

Kepala Kantor Pertanahan Kabupaten Bogor AW Ganjar dalam keterangan menuturkan, pihak Kanhan Kabupaten Bogor menyatakan untuk saat ini soal lahan bermasalah itu bukan diranahnya, melainkan di Perhutani dan Perseroan Terbatas Perkebunan Nusantara (PTPN) VIII.

“Belum, bukan diranah kami. Tapi di Perhutani dan PTPN. Belum ada permohonan pengajuan ke kami, jadi bukan ranah kami. Akan ada atau tercatat kalau ada pengajuan permohonan pengukuran,” paparnya.

Camat Megamendung, Hadijana ketika dikonfirmasi menyatakan, lahan milik Rizieq itu betul adanya masuk wilayah administrasinya. Lokasi tepatnya ada di Desa Kuta. Di lahan tersebut terdapat beberapa bangunan terdiri dari masjid, ada bangunan tempat tinggal dan pesantren.

“Tanah yang sekarang didiami Rizieq itu tanah garapan. Lokasi administratifnya memang di Megamendung, di Desa Kuta. Jalan akses masuk ke area itu masuk Desa Sukagalih,”kata Hadijana.

Kata dia, dari informasi yang diperolehnya lahan milik Rizieq itu luasnya mencapai 6.000 meter persegi. Sejak diketahui milik PTPN, Hadijana mengaku tidak dilibatkan.

“Tinggalnya sih sudah lama, sudah tahunan. Itu lahan negara, jadi kami tidak dilibatkan. Kewenangannya PTPN VIII Gunung Mas,” katanya.

Sepengetahuannya, ketentuannya di lahan negara itu tidak boleh ada bangunan. “Ada beberapa bangunan. Ada masjid, saya dan muspika, pernah juga ke sana,” paparnya.

Terkait ada kabar soal pengusiran warganya (penggarap) akibat penyerobotan tanah, camat pun memastikan tidak ada.

“Enggak ada kabar dari masyarakat soal itu (pengusiran). Pastinya kalau ada masalah pasti ada laporan ke desa dan dari desa ke sini. Dari Desa Kuta tidak ada, dari Desa Sukagalih yang perbatasan juga tidak ada,” katanya.

Sekadar diketahui, kasus ini mencuat setelah adanya laporan warga ke Polda Jabar. Warga melaporkan penyerobotan tanah oleh pihak Rizieq Syihab. Hal tersebut diungkapkan Kapolda Jabar Inspektur Jenderal Anton Charliyan. Saat ini kasus tersebut sedang dalam tahap penyelidikan Kepolisian. (bs)

link video pesantren habib rizieq di puncak bogor:

https://www.youtube.com/watch?v=nQxOhyTZiqg