Home Blog Page 9395

Rasain Loch!! Pesta Seks “Arab Puncak” Dibubarkan Petugas Imigrasi Bogor. Nih Videonya!

BOGORDAILY- Pekerja Seks Komersial (PSK) asal Maroko rupanya masih cukup banyak di Puncak, Bogor. Jumat 13 Januari 2017, pukul 01.00 WIB, petugas Imigrasi Kelas 1 Bogor, kembali mengamankan empat perempuan yang terkenal dengan julukan “Maghribi” itu.

Keempat PSK ini berinisial TR, KTR, HbL, dan BQS. Mereka diamankan di vila kawasan Puncak, Cisarua, saat melakukan pesta seks.

“Mereka ditangkap di vila saat bersama pasangannya masing-masing,” kata Kepala Seksi Pengawasan dan Penindakan Kantor Imigrasi Kelas 1 Bogor, Arief Hazairin Sutoto.

Guna pemeriksaan lebih lanjut, keempat perempuan tersebut langsung dibawa ke Kantor Imigrasi Bogor, di Jalan Ahmad Yani.

“Mereka tidak bisa menunjukkan dokumen keimigrasian,” kata Kepala Kantor Imigrasi Kelas 1 Bogor, Herman Lukman.

Rencananya, mereka akan dibawa ke Kantor Dirjen Imigrasi Kemenkumham di Jakarta setelah menjalani tes urine.

“Tadi juga mereka sudah dites urine, setelah itu siang ini akan dibawa ke Jakarta,” ucap dia.

Menurut Herman, keempat perempuan tersebut berasal dari Maroko dan diduga tinggal di Puncak Bogor sebagai PSK.

“Diduga sebagai PSK, sebab saat digerebek mereka sedang berduan dengan pasangannya masing-masing di vila yang mereka sewa,” lanjut Herman.

Namun, petugas imigrasi melepas laki-laki hidung belang yang kencan dengan 4 wanita Maroko itu, karena dinilai tidak melanggar aturan.

“Laki-lakinya orang Arab, tapi kami lepaskan. Dia kan tidak bersalah,” ucap Herman. (lip6/bd)

https://www.youtube.com/watch?v=Fe6EzH8LG_0

Bentrok FPI dan GMBI Meluas dari Bandung, Bogor, Ciamis Hingga Bekasi. Nih Video Lengkapnya!!

0

BOGORDAILY- Bentrok Front Pembela Islam (FPI) dan Gerakan Masyarakat Bawah Indonesia (GMBI) di Bandung, Kamis 12 Januari 2017, meluas ke Bogor, Bekasi hingga Ciamis. Massa FPI merusak dan membakar kantor Sekretariat GMBI di Kampung Tegalwaru, Desa Ciampea, Kecamatan Ciampea, Kabupaten Bogor.

Informasi yang dihimpun, aksi perusakan kendaraan dan pengeroyokan terhadap anggota FPI sebelumnya memicu aksi balasan puluhan anggota FPI Ciampea, Bogor. Beberapa saat sebelum kejadian, petugas Kepolisian Sektor Ciampea telah melakukan pengamanan terbuka dan tertutup di markas GMBI, karena ada informasi massa FPI akan melakukan aksi balasan.

“Petugas juga telah melakukan imbauan dan negosiasi terhadap massa yang ingin mengetahui keberadaan markas GMBI,” kata Kasubag Humas Polres Bogor AKP Ita Puspitalena, Jumat (13/1/2017).

Namun karena jumlah massa banyak, sehingga petugas tidak bisa menghalau mereka. Mereka merangsek masuk dan merusak hingga membakar kantor sekretariat GMBI.

Aksi berhasil diredam setelah ratusan anggota polisi dikerahkan ke lokasi kejadian. Polisi juga mengamankan 20 orang anggota FPI yang diduga melakukan perusakan dan pembakaran markas GMBI.

“20 orang itu masih menjalani pemeriksaan di Mapolres Bogor,” ujar Ita.

Saat ini di lokasi kejadian sudah dipasang garis polisi. Lokasi itu pun jadi tontonan warga yang ingin melihat dari dekat.

Sebelumnya, massa FPI bentrok dengan kelompok lain usai pemeriksaan Rizieq Shihab di Markas Polda Jawa Barat, Bandung. Satu mobil milik anggota FPI rusak berat karena dilempari batu oleh orang tak dikenal.

Anggota FPI, Mulyawan, yang naik mobil Toyota Avanza hitam dengan pelat nomor F 1441 GQ itu mengungkapkan, sekolompok orang melempari dengan batu saat ia hendak meninggalkan Markas Polda Jawa Barat. Bahkan, dia mengalami luka akibat dari lemparan tersebut.

“Dilempar pakai batu, dipukul pakai balok. Langsung tiba-tiba menyerang,” ujar dia, Kamis 12 Januari.
Akibat serangan itu, ujar Mulyawan, ia mengalami luka. “Tangan luka, kaki juga luka,” ucap dia.

DI CIAMIS

Tak hanya di Bogor, Markas GMBI Distrik Ciamis dilempari sekelompok orang tak dikenal pada Jumat, 13 Januari 2017, sekitar pukul 01.30 WIB. Sebuah sepeda motor yang diparkir di Sekretariat GMBI pun hancur, tetapi tak ada korban akibat peristiwa tersebut.

Sekretariat yang berlokasi di Jalan Otto Iskandar Dinata, Dusun Lingggamanik No 1 RT 01/05 Desa Panyingkiran, Kabupaten Ciamis, itu mengalami pecah kaca di bagian depan rumah. Kabid Humas Polda Jawa Barat Kombes Yusri Yunus mengatakan para pelaku diduga menggunakan batu dan kayu untuk melempari rumah kontrakan tersebut.

“Papan nama sekretariat rusak dan sepeda motor yang terparkir di halaman sekretariat LSM GMBI juga ikut menjadi sasaran yang mengakibatkan sepeda motor tersebut rusak di bagian body-nya. Pada saat kejadian, tidak terdapat anggota GMBI,” kata Yusri di Markas Polda Jawa Barat, Jumat (13/1/2017).

Usai pelemparan, para pelaku langsung kabur. “Saat kejadian tidak terjadi bentrok fisik, para pelaku kabur dan berhasil lolos dari kejaran petugas patroli Polres Ciamis,” kata Yusri.

Meski tidak ada korban jiwa, polisi masih berjaga di lokasi kejadian dan menyelidiki kasus perusakan ini. “Lokasi kejadian kita amankan, dan pengejaran terhadap pelaku perusakan tengah dilakukan Polres Ciamis,” ucap dia.

Polda Jawa Barat juga meminta agar Gerakan Masyarakat Bawah Indonesia (GMBI) dan Front Pembela Islam (FPI) untuk menahan diri untuk mencegah polemik berkepanjangan. Seluruh Polres di wilayah hukum Polda Jawa Barat untuk meredam dengan menemui tokoh kedua kelompok tersebut.

“Kami imbau GMBI dan FPI menahan diri, jangan terprovokasi. Jangan termakan isu-isu tidak benar,” ucap Yusri.
‎‎
Yusri mengatakan, para tokoh dari kedua kelompok itu bisa menjaga situasi Jawa Barat untuk tetap kondusif. “Para Kapolres untuk mendekati serta mendatangi tokoh-tokoh FPI dan GMBI. Mari bersama-sama menjaga kondusivitas,” ucap Yusri.

Sementara itu, Kepala Polsek Cikarang Selatan, Polres Bekasi, Komisaris Alin Kuncoro, mengatakan, situasi di Cikarang Selatan terpantau kondusif. Ketegangan antar Ormas dengan LSM tertentu berhasil diredam.
“Situasi sekarang kondusif,” ucap Alin, Jumat (13/1/2017).

Di Kota Bekasi, sempat terjadi ketegangan antara 2 ormas menyusul insiden di Bandung, di mana sejumlah anggota FPI terluka akibat diduga dikeroyok anggota LSM usai pemeriksaan Habib Rizieq di Mapolda Jawa Barat. (lip6/go)

Video bentrok FPI VS GMBI di bandung:

https://www.youtube.com/watch?v=_Tv2coBpoLo

Selanjutnya:

https://www.youtube.com/watch?v=IO83i5xKS1c

Video Pembakaran markas GMBI di Bogor:

https://www.youtube.com/watch?v=UOaFDZ1uR6U

Pasca Pembakaran:

https://www.youtube.com/watch?v=Qn2KkVkJoIs

Video Sweeping FPI kepada GMBI di Bekasi:

https://www.youtube.com/watch?v=CvlF0PjsHs0

FPI rilis Video Kronologi Awal Bentrokan:

https://www.youtube.com/watch?v=m30DmopFPJg

Dianggap Hina Tesis S2-nya, Habib Rizieq Ancam Laporkan Balik Sukmawati

0

BOGORDAILY- Imam Besar Front Pembela Islam (FPI) Habib Rizieq Shihab berencana akan melaporkan balik Sukmawati Soekarnoputri atas dasar pencemaran nama baik dan dianggap menodai dunia akademik karena telah mengkriminalisasi tesis ilmiah S2-nya.

“Kami akan melakukan pelaporan balik, saya akan laporkan yang bernama Sukmawati ini karena telah melakukan pencemaran nama baik sekaligus juga melakukan satu upaya kriminalisasi tesis ilmiah,” ungkap Rizieq kepada wartawan di Mapolda Jabar, Kamis (12/1/2016).

Dilansir arah.com, Habib Rizieq mengatakan jika Sukmawati Soekarnoputri meminta maaf kepadanya maka dirinya tidak akan mempermasalahkan kasus pencemaran nama baiknya dan akan memaafkan anak dari presiden pertama republik Indonesia itu.

“Jangan-jangan yang bersangkutan tidak tahu kalo saya punya tesis, dia pikir kyai ini tidak ngerti Pancasila, dia pikir habib ini tidak ada yang kuliah, dia pikir habib ini tidak ada yang bisa bikin tesis, makanya saya kasih tau sekarang Sukmawati mencabut laporan dan minta maaf, kita maafkan,” katanya.(bd)

Waduh, Kasus Sampurasun Habib Rizieq juga bakal Dilanjut Polda Jabar!

0

BOGORDAILY- Kapolda Jawa Barat Irjen Anton Charliyan juga akan kembali mengusut kasus dugaan penghinaan budaya Sunda oleh pemimpin Front Pembela Islam (FPI) Habib Rizieq Shihab.

Rizieq Shihab diduga telah menghina budaya Sunda dengan mengganti salam Sampurasun menjadi Campuracun pada sebuah ceramah di Purwakarta, Jawa Barat, beberapa waktu lalu.

Anton mengatakan, kasus dugaan penghinaan terhadap budaya Sunda itu akan kembali diperiksa. Sebab menurut dia, ada pihak yang kembali melaporkan Rizieq Shihab mengenai kasus tersebut.

“Sedang kita lidik kembali‎ karena sudah ada yang melaporkan kembali,” ucap Anton di Markas Polda Jawa Barat, Kamis (12/1/2017).

Disinggung mengenai perkembangan lidik kasus tersebut, Anton belum dapat mengungkapkan. Dia pun mengatakan akan segera mengumumkan kepada masyarakat.

“Nanti akan kita umumkan lebih lanjut,” ujar Anton.

Sebelumnya ‎ratusan orang dari gabungan Budayawan Sunda dan masyarakat Sunda melakukan aksi unjuk rasa di depan Markas Polda Jawa Barat.

Mereka menuntut agar polisi melanjutkan dan menuntaskan kasus dugaan penghinaan terhadap budaya Sunda ‎oleh Ketua FPI Rizieq Shihab.(lip6/bd)

Habib Rizieq Tuduh Video Barang Bukti sudah Diedit

0

BOGORDAILY- Polda Jabar memeriksa Pimpinan Front Pembela Islam (FPI) Rizieq Shihab selama 6,5 jam. Kapolda Jabar, Irjen Pol Anton Charliyan mengatakan, dalam pemeriksaan itu, Rizieq tidak mengakui ucapannya dan menganggap video yang dijadikan barang bukti merupakan video editan.

“Video ini sudah dicek di Puslabfor, dan video ini asli. Tapi kalau dia (Rizieq) bilang editan, itu hak dia,” ujar dia di Mapolda Jabar, Kamis (12/1/2017).

Dilansir kompas.com, Anton menyebutkan, hingga kini status Rizieq masih sebagai saksi dan dalam tahap penyelidikan. Dalam waktu dekat, pihaknya akan mengkonfrontir dengan saksi-saksi yang sudah diperiksa.

“Apakah nanti naik tahapnya menjadi penyidikan, tergantung hasil gelar perkara nanti,” terangnya.

Anton mengungkapkan, Rizieq diperiksa selama 6,5 jam dari pukul 09.30 WIB hingga 16.00 WIB.

Dalam pemeriksaan sebagai saksi, Rizieq menjawab 22 pertanyaan yang diajukan. Berita sebelumnya, Rizieq diperiksa Polda Jabar terkait pasal 310 dan 154 KUHPidana tentang penodaan lambang negara yang dilaporkan Sukmawati Soekarnoputri.

Rizieq memenuhi panggilan penyidik dan datang pada pagi tadi. Pemeriksaan Rizieq diwarnai aksi unjuk rasa dari kelompok pendukung dan kontra. Massa FPI lebih dulu membubarkan diri sekitar pukul 16.30 WIB.

Sementara kelompok yang kontra terhadap Rizieq baru membubarkan diri sekitar pukul 19.30 WIB.

Aksi tersebut sempat ricuh. Akibatnya, satu kendaraan milik FPI mengalami kerusakan kaca bagian belakang dan samping.(bd)

Kapolda Jabar: Habib Rizieq Kurang Kooperatif saat Diperiksa!

0

BOGORDAILY- Kapolda Jabar Irjen Pol Anton Charlian menyebut Habib Rizieq Shihab kurang kooperatif dalam menjalani pemeriksaan oleh penyidik. Imam besar Front Pembela Islam itu diperiksa atas dugaan kasus penodaan lambang, dasar negara Pancasila dan pencemaran nama baik Sukarno.

Anton menjelaskan selama pemeriksaan, Habib tidak mengakui telah melakukan pencemaran nama baik dan penodaan pancasila seperti apa yang terlihat di video ceramahnya beberapa waktu lalu di wilayah Jawa Barat.

“Yang bersangkutan dalam pemeriksaan kurang kooperatif. Dia membantah telah mengatakan hal tersebut dan bilang kalau gambar ini editan. Tapi video ini sudah dicek di Puslabfor, dan video ini asli. Tapi kalau dia bilang editan, itu hak dia,” kata Anton di Mapolda Jabar, Jalan Soekarno-Hatta, Kota Bandung, Kamis (12/1/2017) seperti dilansir detik.com.

Mantan Kadiv Humas Mabes Polri ini mengatakan pihaknya akan segera melakukan gelar perkara setelah mempelajari hasil pemeriksaan hari ini. Saat ini, sambung dia, Habib masih berstatus saksi dalam kasus tersebut.

Lebih lanjut dia menuturkan, sebelumnya penyidik sudah memeriksa 10 saksi terkait kasus tersebut. Semua saksi menyatakan positif terkait video yang menjadi dasar pelaporan Sukmawati Soekarnoputri itu.

“Hasil pemeriksaan Habib kami akan mengkonfrontir dengan keterangan saksi-saksi. Apakah nanti naik tahapnya menjadi penyidikan, tergantung hasil gelar perkara nanti,” ungkap Anton.

“Kami di sini bukan mencari pengakuan, tapi pembuktian dari alat bukti yang kami kumpulkan,” tutur Anton.

Sementara Habib Rizieq dalam pemeriksaan hari ini dalam keadaan sehat dan didamping lima orang pengacara. Dia membantah telah mencemarkan nama baik Sukarno dan menodai Pancasila dalam ceramahnya beberapa waktu lalu di wilayah Jawa Barat.

Habib hanya mengeritik usulan Sukarno yang menempatkan Tuhan yang Maha Esa di sila ke 5 Pancasila. “Saya tidak pernah mencemarkan nama baik Sukarno atau Pancasila. Tapi saya mengeritik usulan poin Pancasila 1 Juni, bukan 18 Agustus yang merupakan revisi Pancasila (terakhir),” kata Habib usai enam jam menjalani pemeriksaan. (bd)

Nih Videonya: Bentrok Massa Habib Rizieq di Bandung. Satu Orang Terluka, 1 Mobil Rusak!!

0

BOGORDAILY- Bentrokan terjadi usai Imam Besar Front Pembela Islam (FPI) Habib Rizieq Shihab menjalani pemeriksaan di Mapolda Jawa Barat, Kota Bandung, terkait kasus dugaan penodaan Pancasila.

Kabid Humas Polda Jawa Barat Kombes Yusri Yunus mengatakan, insiden itu dipicu massa pro-Habib Rizieq yang melakukan pemukulan terhadap salah seorang dari massa kontra.

Begitu Habib Rizieq dan massanya meninggalkan lokasi. Salah seorang dari massa kontra berniat mengambil motor yang diparkir dekat kerumunan massa FPI. Saat motor hendak diambil dan kebetulan di lokasi masih ada beberapa massa pro-Habib Rizieq, pemilik motor mendapat tindakan pemukulan menggunakan kayu.

“Satu orang dari masyarakat Sunda (massa kontra Habib Rizieq) dicegah (dihalangi) sama FPI, lalu kena pukul menggunakan kayu,” kata Yusri, Kamis (12/1/2017) seperti dilansir okezone.

Aksi itu kemudian merembet. Massa kubu kontra tersulut emosinya dan melakukan pengejaran. Bentrokan pun pecah. Polisi bekerja ekstra keras membubarkan bentrokan agar tidak jatuh banyak korban.

Aksi itu berbuntut dengan balasan. Massa kontra Habib Rizieq merusak mobil FPI yang ada di lokasi. Bagian kaca belakang mobil pun pecah.

“Itu ekses, balasan, karena ada mobil FPI parkir dekat massa yang (kontra) ini, jadi ada kerusakan,” ungkapnya.

Sementara atas aksi tersebut pihak kontra Habib Rizieq melaporkan aksi kekerasan itu ke Polda Jawa Barat dengan satu orang korbannya. “Yang lapor ke kita baru dari masyarakat Sunda, buktinya ada, lagi divisum dulu orangnya,” jelasnya.

Sedangkan di kubu pro-Habib Rizieq, Yusri mengatakan pihaknya belum menerima laporan atas insiden tersebut. “Massa FPI belum melapor. Kalau mau melapor silakan,” ucapnya.

Situasi di lokasi pun sudah kondusif. Setelah magrib, massa kontra Habib Rizieq secara perlahan meninggalkan lokasi. Sedangkan massa FPI sudah lebih dulu pulang sejak sekira pukul 17.00 WIB.

“Sampai sekarang situasi sudah aman, kondusif. Tapi petugas kita melakukan patroli untuk menjaga agar tidak terjadi hal yang tidak diinginkan,” tandas Yusri. (bd)

nih link videonya:

https://www.youtube.com/watch?v=PVgYlrEfGkk

link selanjutnya:

https://www.youtube.com/watch?v=ByAdPueIsw4

link selanjutnya:

https://www.youtube.com/watch?v=DdyCxevmuko

Geger!! Wasekjen MUI Dihadang Suku Dayak Pakai Mandau di Pintu Pesawat. Nih Videonya!!

0

BOGORDAILY – Wakil Sekretaris Jenderal Majelis Ulama Indonesia (MUI) Tengku Zulkarnain menuliskan kejadian penolakan oleh para pemuda Dayak Kabupaten Sintang, Kalimantan Barat, terhadapnya di akun Twitter, @UstadTengku. Dia ditolak saat akan turun dari pesawat di Bandar Udara Susilo Sintang.

Kejadian ini sendiri sudah dibenarkan oleh Kepala Biro Penerangan Masyarakat Divisi Humas Polri, Brigjen Rikwanto.

Dalam cuitannya, Zulkarnain mengatakan dirinya dalam kondisi sehat walafiat. Menurut versinya, sejumlah orang membawa mandau atau golok hingga ke pintu pesawat yang ditumpanginya.

“Alhamdulillah Saya Sehat Wal ‘Afiat Tdk Kurang Apapun. Orang2 Bawa Mandau(Golok) ke Run Way Sampai Pintu Pesawat, BUKAN Tanggungjawab saya,” tulisnya, Kamis (12/1/2017).

Salah satu masyarakat yang ikut dalam aksi penolakan dengan akun BorneoRainforest atau @borneo_w mengunggah sejumlah foto saat penolakan. Tampak puluhan Pemuda Dayak menghadang Zulkarnain yang akan turun dari pesawat.

(Zulkarnain dihadang di depan pintu pesawat oleh orang Dayak. Foto: BorneoRainforest)

Akun ini juga memberikan klarifikasi, bahwa penolakan mereka karena ucapan Zulkarnain yang menyebut bahwa orang Dayak adalah kafir. Ucapan tersebut menyinggung orang Dayak yang selama ini menurutnya bisa hidup berdampingan dengan umat Islam. Bahkan, banyak juga orang Dayak yang beragama Islam.

MEMBENARKAN

Wakil Sekretaris Jenderal Majelis Ulama Indonesia ustaz Tengku Zulkarnain mendapat penolakan dari massa yang mengatasnamakan Dewan Adat Dayak (DAD) saat mendarat di Bandara Susilo, Sintang, Kalimantan Barat, pagi tadi. Gara-gara kasus ini, dia batal mengisi acara tabligh akbar yang digelar di sana malam ini.

detikcom menghubungi ustaz Tengku, Kamis (12/1/2017) pukul 18.51 WIB malam ini untuk mengonfirmasi peristiwa tersebut. Dia membenarkan mendapat penolakan dari massa DAD saat hendak turun dari pesawat.

“Saya enggak sempat turun kok, saya sampai depan pintu pesawat saja. Saya cuma berdiri di depan pintu pesawat. Saya lihat ada spanduk, ada 20-30-an orang tokoh-tokoh Dayak, ya sudah saya masuk lagi (ke dalam pesawat-red),” kata Tengku saat dihubungi lewat telepon.

Ustaz Tengku saat ini sedang berada di Pontianak. Dia dalam keadaan sehat-sehat saja dan tidak merasa terganggu dengan adanya insiden penolakan oleh massa DAD itu.

“Saya masih di Kalimantan, di Pontianak. Saya sehat alhamdulillah enggak ada masalah. Polisi bergerak cepat mengamankan. Saya nyaman-nyaman saja kok. Enggak lecet. Satu lecet pun tidak,” ucapnya.

Soal penolakan kedatangannya yang disebut bukan direncanakan, ustaz Tengku punya pendapat lain. Dia menilai tidak mungkin ada spanduk segala yang dibawa massa jika aksi itu tidak terencana.

“Ah, tapi kan spanduknya sudah dicetak. Kalau spontan kan spanduk enggak dicetak. Hahaha. Tapi ya sudah lah, yang penting kan enggak ada masalah,” ucapnya.

Ustaz Tengku menambahkan, dirinya tidak akan memperpanjang masalah ini. Dia juga meminta agar umat Islam tidak usah terprovokasi dan menjaga kondisi tetap kondusif. Dia sendiri mengaku datang ke Kabupaten Sintang untuk menghadiri tabligh akbar Maulid Nabi yang rencananya digelar malam ini. Dia datang atas undangan resmi dari Bupati dan MUI setempat.

“Serahkan ini kepada penegak hukum saja. Kalau saya sih adem-adem saja enggak perlu diperpanjang. Gus Dur juga pernah mengalami hal yang seperti saya juga kan. Saya tidak akan mengadukan hal ini ke polisi. Ah tidak mau saya, untuk apa. Wong saya dakwah karena Allah kok,” imbuhnya. (bd)

nih video penghadangannya:

https://www.youtube.com/watch?v=dOmM-L0ctqg

Astagfirullah, Siswa SD Sirna Asih Bogor Harus Belajar di Kandang Ayam. Ini Foto-fotonya!!

BOGORDAILY- Sekolah Dasar Negeri (SDN) Sirna Asih, Kampung Cisarua, Desa Banyuresmi, Kecamatan Cigudeg, Kabupaten Bogor, jadi sorotan media.

Dilansir antaranews, Rabu (11/1/2016) siswa di sekolah tersebut setiap harinya belajar di kelas yang hanya beratapkan terpal dan berlantai tanah.

Sejumlah siswa dan dewan guru di SDN Sirna Asih berharap sarana dan prasarana pendidikan yang layak dari pemerintah pusat maupun pemerintah daerah.

Berikut foto-fotonya:

Sumber: antaranews.com

Pembunuh Mahasiswi Cantik itu Ternyata Kakak Kandungnya!!

0

BOGORDAILY- Kurang dari 24 jam, Polres Jakarta Timur dan Polsek Cipayung berhasil mengungkap pembunuhan Murniati (22). Mahasiswi Universitas Muhammadiyah Jakarta (UMJ) itu ternyata dibunuh oleh kakak kandungnya.

Kasat Reskrim Polres Jakarta Timur AKBP Sapta Maulana saat dikonfirmasi, membenarkan hal ini. Namun, ia enggan memberikan penjelasan lebih lanjut soal tersangka tersebut.

“Nanti saja akan dirilis sama Kapolres,” ujar AKBP Sapta seperti dilansir detikcom, Rabu (11/1/2017).

Informasi yang dihimpun detikcom, tersangka berinisial A. Dia ditetapkan sebagai tersangka setelah polisi melakukan pemeriksaan intensif terhadapnya.

Kunci rumah yang ditempati korban menjadi petunjuk polisi dalam mengungkap kasus tersebut. Keterangan keluarga kepada polisi, kunci tersebut sempat hilang beberapa waktu sebelumnya saat A datang ke rumah ibu korban.

“Jadi yang pegang kunci itu dua orang, si korban sama ibunya. Nah kunci yang dipegang ibunya itu pernah hilang sewaktu kakaknya itu datang ke rumah. Karena hilang, ibu korban bikin kunci duplikat,” ujar seorang perwira polisi yang enggan disebutkan namanya.

Dari situ, polisi memiliki kecurigaan bahwa pelaku adalah orang dekat dengan korban. Dari hasil penyelidikan polisi akhirnya mengerucut kepada A.

“Karena, pada saat korban ditemukan tewas itu, kunci korban ada di kamar korban,” lanjut sumber tersebut. (dtk/bogordaily)