Saturday, 18 April 2026
Home Blog Page 1607

Sulhajji Jompa Maju di Pilbup Bogor 2024, Siap Emaskan Bumi Tegar Beriman

0

Bogordaily.netSulhajji Jompa bakal maju dalam Pemilihan Bupati (Pilbup) November 2024 mendatang. Ia siap emaskan Bumi Tegar Beriman.

Sulhajji menjelaskan alasannya bakal mencalonkan diri menjadi orang nomor satu di Kabupaten Bogor tersebut karena merasa tertantang.

Dalam artian, tertantang untuk membuat Kabupaten Bogor meraih masa keemasan terlebih dahulu dalam berbagai sektor, sebelum Indonesia Emas 2045.

“Bogor itu menantang, sangat banyak tantangan yang perlu kita perbaiki. Tentunya untuk memperbaiki kehidupan masyarakatnya,” kata Dr. Ir. H. Sulhajji Jompa, M.Sc, Jompa, Selasa, 4 Juni 2024.

Pria yang mempunyai latar belakang pengusaha property tersebut mengatakan, ia sudah tahu bahkan kenal dengan Kabupaten Bogor hingga ke pelosoknya.

Alasan lainnya, kata Sulhajji, memilih maju sebagai bakal calon Bupati Bogor karena ia sudah lama terjun dalam dunia perpolitikan di Kabupaten Bogor.

Dr. Ir. H. Sulhajji Jompa, M.Sc, saat mobile podcast bersama Bogordaily.net di Gunung Sindur, Kabupaten Bogor, Selasa 4 Juni 2024. (Irfan/bogordaily.net)

Akhirnya ia memutuskan untuk menawarkan diri kepada masyarakat sebagai calon pemimpin yang memang punya rekam jejak digital atau identitas dunia perpolitikan yang bagus.

“Saya sudah ikut dalam tim sukses pilkada, hingga jadi Caleg DPR-RI. Oleh karena itu saya memutuskan menawarkan diri (jadi bakal calon Bupati),” jelasnya

Tentunya, kata Sulhajji, jika dia ditakdirkan untuk menjadi orang nomor satu di Kabupaten Bogor, ia akan melakukan pembangunan merata.

Bahkan, hal itu ia filosofikan sebagai pemborong atau kontraktor dalam membangun 40 lantai gedung.

Yang mana, 40 lantai gedung itu merupakan perumpamaan dari 40 kecamatan yang ada di Kabupaten Bogor itu sendiri.

“Bogor ini dengan cakupan yang luas 40 kecamatan, tentu butuh managemen yang optimal. Perumpaannya seperti membangun 40 lantai gedung, artinya menyeluruh, beres dan tuntas,” ujar Sulhajji

Oleh karena itu, Sulhajji menyebut jangan memilih kontraktor atau pemimpin yang ditugaskan membangun 40 lantai gedung, tapi hanya mampu menyelesaikan 10 lantai saja.

Ia juga mengajak masyarakat nantinya saat Pemilihan Bupati sudah tiba, agar selektif memilih para calon karena program-program yang jelas dan juga visi serta misinya akurat.

“Maka akan terjadi ketimpangan pembangunan jika salah memilih kontraktornya. Oleh karena itu masyarakat pilih calon yang memang jejak digitalnya jelas dan bagus,” tutup Sulhajji. (Muhammad Irfan Ramadan) 

Hidupkan Potensi Daerah, Klaster Usaha Kain Tuan Kentang Palembang Naik Kelas Berkat BRI

0

Bogordaily.net Hidupkan potensi daerah, klaster usaha kain Tuan Kentang Palembang naik kelas berkat bantuan BRI. Berikut kisah klaster usaha kain Tuan Kentang Palembang.

Di antara perkampungan yang ada di Palembang, Tuan Kentang merupakan salah satu yang paling menyita perhatian.

Terletak di tepi Sungai Ogan, tepat di pertemuan Sungai Musi dan Sungai Ogan, kampung ini menawarkan sensasi unik bagi para pengunjung.

Namun, bukan hanya itu saja, masyarakat di kampung ini juga turut menghidupkan potensi pariwisata daerah selama puluhan tahun sebagai perajin kain tenun khas Palembang.

Mayoritas warga di sana hidup sebagai perajin kain tradisional Palembang seperti songket, blongsong, tajung, atau jumputan dengan kualitas yang sangat baik.

H. Udin Abdillah yang telah dipercaya sebagai ketua Klaster Usaha Kain Tuan Kentang menjelaskan bahwa keberadaan klaster tersebut sebagai wadah dan sarana untuk saling mendukung dan mengembangkan potensi antar perajin.

Udin bercerita bahwa usaha kerajinan kain tenun Tuan Kentang ini sudah dijalankan selama 40 tahun. Awalnya ia terinspirasi oleh usaha kecil yang dimiliki orang tuanya.

 

“Dulu saya sempat tinggal di Jakarta, lalu sekitar tahun 1981 saya memutuskan pindah ke Palembang dan belajar kerajinan kain tenun ini dari nol. Akhirnya belajar buka usaha sendiri sekitar 1984 dan Alhamdulillah berjalan sampai sekarang,” ujar Udin.

Kehadiran klaster usaha tersebut berawal dari inisiatif masyarakat di sekitar. Tujuannya adalah untuk mengembangkan potensi kain khas Tuan Kentang sekaligus membantu perajin.

Saat ini, Klaster Usaha Kain Tuan Kentang memiliki kurang lebih sekitar 30 anggota yang berada dalam satu kawasan kampung tersebut.

“Dulu para perajin kalau punya barang kan langsung dibawa ke pasar untuk dijual, tapi tidak ada patokan harga sehingga terkadang mendapatkan harga yang kurang pantas. Ya memang itu jadi tantangan usaha kecil seperti ini. Dengan adanya klaster, kita jadi bisa naik kelas, punya daya jual yang sesuai dengan kualitasnya sehingga membantu kesejahteraan anggota juga,” jelasnya.

Naik Kelas Berkat Bantuan BRI

Seiring berjalannya waktu, Klaster Usaha Kain Tuan Kentang semakin berkembang dan dikenal banyak orang. Usaha mereka pun naik kelas berkat bantuan yang diterima dari BRI sejak tahun 2017.

“Jadi saat itu kami mendapatkan bantuan penataan lingkungan terlebih dulu. Wilayah Tuan Kentang saat itu kan sudah jadi destinasi wisata, tapi dari sisi lingkungan masih belum tertata. BRI membantu menata dan mempercantik lingkungan dengan menambahkan mural, sehingga jadi lebih bersih dan indah supaya menarik perhatian wisatawan yang berkunjung,” ceritanya kemudian.

Selain itu, BRI juga memberikan bantuan berupa alat-alat yang mendukung produktivitas perajin.

“Alat-alat yang sekiranya sudah nggak layak kami ganti berkat bantuan dari BRI,” lanjut Udin.

Klaster usaha kain Tuan Kentang Palembang. (Foto: Dok. BRI)

Soal permodalan pun tak ketinggalan, jika ada anggota yang membutuhkan tambahan modal bisa mengajukan Kredit Usaha Rakyat (KUR) dari BRI.

Berkat dukungan dari BRI pula, Klaster Usaha Kain Tuan Kentang dapat melakukan pelatihan dan pemberdayaan anak muda.

“Kita juga tetap memberikan pelatihan untuk anak muda, memberdayakan mereka supaya bisa mendapatkan penghasilan biarpun mungkin hanya untuk diri mereka sendiri, sekaligus sebagai upaya regenerasi agar kerajinan ini nantinya bisa diteruskan oleh generasi muda karena ini kan warisan khas daerah,” ungkap Udin.

Dari sekian banyak tawaran kerjasama yang datang, Udin mengaku hanya BRI yang memberikan realisasi pendampingan secara menyeluruh.

Ia berharap kerja sama ini terus terjalin dan membuka peluang yang lebih banyak di masa depan agar para perajin semakin naik kelas.

“Pada dasarnya kita berharap agar bisa terus dibantu dari segi teknisnya. Yang jelas masyarakat ingin usahanya naik kelas, jadi gimana caranya agar para perajin ini bisa terus mengembangkan usahanya. Kita percaya kalau semua pengusaha sukses itu awalnya dari kecil dulu, jadi itu yang memberikan semangat buat para perajin di sini,” tutup Udin.

Pada kesempatan terpisah Direktur Bisnis Mikro BRI, Supari menambahkan bahwa melalui program “Klasterku Hidupku” BRI berkomitmen untuk terus mendampingi dan membantu para pelaku UMKM. Di mana bukan hanya berupa modal usaha. Akan tetapi juga berupa berbagai pelatihan dan program pemberdayaan lainnya.

Ia menilai Klasterkuhidupku sangat bermanfaat bagi kelompok usaha dalam mendapatkan dukungan program pemberdayaan.

“Semoga, apa yang ditunjukkan oleh klaster usaha binaan kami menjadi motivasi dan cerita inspiratif yang dapat ditiru oleh kelompok-kelompok usaha lainnya di berbagai daerah,” imbuhnya.***

Pemkot Bogor Tetapkan KLB Keracunan Massal, Pj Wali Kota Monitor 24 Jam

0

Bogordaily.net – Sebanyak 93 warga Kota Bogor mengalami keracunan diduga usai mengkonsumsi nasi kotak, satu diantaranya meninggal dunia. Menanggapi peristiwa tersebut, Pemerintah Kota (Pemkot) Bogor bergerak cepat tangani warganya.

Pemkot Bogor juga menetapkan sebagai Kejadian Luar Biasa (KLB) sehingga prosedur penanganan disesuaikan dan biaya penanganan maupun perawatan pasien ditanggung Pemkot Bogor.

Pj. Wali Kota Bogor, Hery Antasari mengungkapkan keprihatinan dan mendoakan agar para pasien segera lekas pulih. Hery menyayangkan peristiwa itu dan menyatakan keprihatinan kepada para korban. Hery juga mendoakan agar para korban lekas pulih.

“Dan untuk korban yang meninggal kami ikut berduka cita, semoga diberikan tempat yang terbaik,” ucap Hery, Selasa (4/6/2023).

Sementara, Sekretaris Daerah (Sekda) Kota Bogor, Syarifah Sofiah didampingi Kepala Dinas Kesehatan (Kadinkes) Kota Bogor, Sri Nowo Retno secara langsung melihat dan mengecek kondisi para pasien yang tengah dirawat di Rumah Sakit Juliana, Jalan Raya Tajur, Kota Bogor. Puskesmas Cipaku menjadi lokasi lain yang didatangi Syarifah dan Kadinkes beserta jajaran.

Data awal disebutkan ada 71 orang yang keracunan dengan gejala secara umum sama berupa mual, pusing dan perut mengalami diare.

Namun saat mengunjungi puskesmas Cipaku, informasi korban masih terus berdatangan, sehingga total korban mencapai 93 pasien dengan satu korban meninggal dunia.

Syarifah menjelaskan, karena ditetapkan KLB maka penanganan harus intensif, harus cepat, fasilitas ambulans, petugas harus tersedia.

“Intinya sarana prasarana pendukung, SDM, obat-obatan harus ada dan tersedia. Kalau fasilitas dan petugasnya kurang, tambahkan dari puskesmas lain. Kalau obat-obatan kurang, koordinasi dan kita cari,” ungkap Syarifah

“Jadi, penanganannya tidak skala puskesmas tapi skala kota. Untuk penanganan korban datang ke puskesmas, setelah dilihat dan diperiksa, jika perlu perawatan lebih lanjut maka puskesmas memberikan rujukan ke rumah sakit,” tegasnya.

Melalui Dinas kesehatan (Dinkes) Kota Bogor sedang melakukan investigasi penyebab warga yang keracunan.

Berdasarkan hasil wawancara dengan para keluarga, dugaan sementara keracunan disebabkan menyantap nasi kotak, dimana bumbu pada telur sudah mulai basi karena rasanya sudah asam.

Namun untuk memastikan secara medis Dinkes akan melakukan pemeriksaan laboratorium di BBLK Jakarta berdasarkan muntahan, feses dan sisa makanan para korban, untuk mengetahui penyebab keracunan yang sampai menimbulkan korban jiwa.

“Kalau secara organoleptik, secara fisik yang terlihat telur pada bumbu tapi untuk melihat bakteri dan sebagainya, sedang diperiksa laboratorium,” ungkap Syarifah.

Selain penyebab, informasi yang didapat Syarifah ada 85 boks yang dibagikan dan sisanya dibuat rantang untuk dibagi, makanan yang diberikan, telah dimasak satu hari sebelum kejadian yaitu jumat malam.

Saat ini para korban masih dalam penanganan medis lebih lanjut. Para korban pun dari berbagai macam usia. Namun demikian mayoritas korban ada di usia 20 sampai 40 tahun dan 5 pasien anak.

“Tadi empat pasien kita rujuk ke rumah sakit karena kondisinya mengalami dehidrasi berat setelah dilakukan pengecekan dan juga IKG. Kalau masih bisa ditangani puskesmas berupa gejala ringan dan sedang maka ditangani puskesmas,” ucap Syarifah.

“Hari ini ada pasien baru sebanyak 19 orang dengan 4 dirujuk ke rumah sakit, mayoritas pasien 20 sampai 44 tahun, hari ini ada 5 pasien anak. Dari jumlah tersebut sebagian besar sudah keluar dari rumah sakit, mudah-mudahan tidak ada penambahan lagi. Kita tidak mau kecolongan seperti yang kemarin,” katanya.

Banyaknya korban lanjut Syarifah disebabkan nasi kotak yang didapat dibawa pulang untuk kemudian dinikmati bersama anak, istri dan keluarga sehingga jumlah korban melebihi dari jumlah nasi kotak yang dibuat.

Berdasarkan data dan perunutan kronologis kejadian, ada yang sudah muntah setelah satu jam mengkonsumsi makanan tersebut, ada yang sehari setelahnya, ada juga yang beberapa terasa pusing, muntah dan diare. Tergantung daya tahannya karena berdasarkan keterangan keluarga korban, ada juga salah satu anggotanya yang tidak keracunan ketika ikut memakan bagian kuning telur.

“Khusus untuk 1 korban jiwa, laki-laki berusia 29 tahun. Kita tetap periksa apakah faktor keracunannya atau memiliki penyakit penyerta. Mudah-mudahan para korban yang masih dalam proses perawatan segera sembuh dan bisa kembali ke keluarganya,” harap Syarifah.***

Tukul Arwana Kembali Tampil di TV, Begini Kondisinya

0

Bogordaily.net  Tukul Arwana cukup lama vakum dari dunia entertaiment. Pemilik nama asli Tukul Riyanto ini sempat dikabarkan sakit hingga harus menjalani operasi beberapa waktu lalu. Tukul Arwana kabarnya akan kembali tampil di televisi.

Pada sebuah unggahan yang dibagikan di media sosial Instagram @zhovan_arwana Tukul terlihat berpose bersama para artis seperti Vega Darwanti, Raffi Ahmad hingga Mpok Alpa.

Tukul duduk di sebuah kursi dan dikeliling para artis. Ia juga tersenyum dengan mengenakan setelan jas warna abu-abu.

Rupanya Tukul hadir untuk tampil di tv dalam program yang dipandu Raffi Ahmad dan Irfan Hakim. Sang komedian tersebut menjalani syuting untuk acara FYP di Trans7.

“Terima kasih sudah diundang di acara @fyp_trans7 makasih juga Aa Rafi, Tante. Mpok Alpa dan semua kru Trans7 mohon doanya untuk kesembuhan ayah yaa,” tulis Zhovan Arwana yang merupakan anak Tukul Arwana.

Unggahan terkait kondisi terkini Tukul Arwana pun menyedot perhatian. Warganet pun ramai-ramai memberikan berbagai komentarnya.

“Om Tukul dan Mba Vega dulu klop banget di TV,” kata warganet.

“Seru dulu host-nya om Tukul sama Mbak Vega. Setiap malam ngakak aja lihat acara mereka. Semoga diberikan sehat , pulih, bonusnya umur panjang supaya bisa kembali menghibur,” komentar warganet.

Unggahan tersebut menjadi gambaran terkini kondisi Tukul Arwana. Beberapa waktu lalu tepatnya September 2021, Tukul tidak sadarkan diri dan dilarikan ke rumah sakit.

Kala itu ia divonis mengalami pendarahan otak dan harus menjalani operasi di Rumah Sakit Pusat Otak Nasional Jakarta.

Usai menjalani operasi, kondisi Tukul kabarnya berangsur-angsur semakin baik dan bisa merespons orang-orang di sekitarnya meski melalui gerakan mata dan tangan. Tukul juga rutin menjalani fisioterapi agar bisa segera pulih.

Profil Tukul Arwana

Tukul Arwana memiliki nama lengkap  Riyanto yang lahir di Semarang, 16 Oktober 1963. Pria yang kini berusia 60 tahun itu dikenal sebagai pelawak yang populer membawakan acara Empat Mata bersama Vega Darwanti.

Tukul sudah memiliki bakal melawak sejak kelas 6 SD. Berbagai macam perlombaan lawak, mulai dari tingkat Kota Semarang, Jawa Tengah, DKI, dan Jabotabek, serta tingkat nasional sudah dijajalnya. Ia juga sukses meraih berbagai juara perlombaan melawak.

Bahkan setelah lulus SMA, untuk memenuhi kebutuhan hidupnya, selain melawak Tukul juga pernah bekerja sopir jurusan Johar-Panggung di Semarang. Setelah dua tahun, Tukul berganti pekerjaan menjadi sopir truk gas elpiji di daerah Tanah Mas, Semarang Utara selama dua tahun hingga kembali menjadi sopir angkutan.

Setelah berganti-ganti pekerjaan, Tukul memutuskan untuk pindah ke Jakarta atas ajakan temannya Joko Dewo dan Tony Rastafara sekitar tahun 1992. Ia sempat mengontrak di kawasan Blok S Jakarta Selatan.

Tukul kemudian menikahi gadis berdarah Minang bernama Susiana dan dikaruniai dua orang anak yakni Novita Eka Afriana dan Wahyu Jovan Utama.

Setelah menikah, Tukul dan keluarganya tinggal di kontrakan di daerah Cipete Utara. Sampai akhirnya Tukul melamar pekerjaan di Radio Humor SK. Ia bekerja bersama rekan pelawak yang lain seperti Bagito, Patrio, Ulfa Dwiyanti, dan lain-lain. Sebelumnya, Tukul juga sempat menjadi sopir pribadi untuk menafkahi keluarganya.

Tukul mulai dikenal saat menjadi pendamping Joshua di video klip “Air” dengan ikon diobok-obok-nya sekitar tahun 1997. Ia juga membintangi sejumlah video klip milik Joshua lainnya.

Nama Tukul Arwana semakin populer saar menjadi pembawa acara acara musik “Aduhai” di TPI serta acara “Dangdut Ria” di Indosiar. Setelah itu karier Tukul melesat terlebih saat menjadi pembawa acara talk show Empat Mata di Trans7.  Tukul juga merambah ke dunia akting dan membintangi film lebar pertamanya berjudul Otomatis Romantis.***

HJB ke-542, Ketua DPRD Kabupaten Bogor Ajak Masyarakat Tingkatkan Kebersamaan

0

Bogordaily.net – Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kabupaten Bogor menggelar Rapat Paripurna Hari Jadi Bogor (HJB) ke-542, di Ruang Rapat Paripurna DPRD Kabupaten Bogor, Cibinong, pada Senin 3 Juni 2024.

Dalam momentum tersebut, Ketua DPRD Kabupaten Bogor, Rudy Susmanto mengajak masyarakat di Hari Jadi Bogor ke 542-tahun ini harus menjadi sebuah momentum untuk merajut kebersamaan dan mengenang sejarah berdirinya Kabupaten Bogor.

“Pada momentum HJB ke 542 tahun ini, kita sama-sama merefleksikan perjalanan pembangunan di Kabupaten Bogor. Bogor ke depan harus bangun, bergerak dan bangkit,” kata Rudy Susmanto.

Ia mengatakan, para pemimpin Kabupaten Bogor sebelumnya telah meninggalkan warisan atau legacy yang baik bagi Kabupaten Bogor.

“Para pemimpin di Kabupaten Bogor sudah banyak mewarisi warisan yang banyak dan wajib kita menjaga dan melestarikan hal itu,” jelasnya.

Menurutnya, salah satunya pembangunan infrastruktur di tingkat desa melalui program Samisade (Satu Miliar Satu Desa) pada masa kepemimpinan Bupati Ade Yasin–Iwan Setiawan.

“Program Samisade ini tentu cukup baik. Kita berharap Bupati Bogor ke depan dapat meneruskan program ini lebih baik lagi,” ujar Rudy.

Selain infrastruktur desa, ia menilai ada banyak hal yang perlu ditingkatkan dari pembangunan di Kabupaten Bogor, mulai dari masalah pendidikan, kesehatan, kemiskinan, pengangguran hingga pengentasan stunting.

“Kita akan lanjutkan pembangunan di Kabupaten Bogor dengan memperbaiki kekurangan-kekurangan yang ada,” ungkapanya.***

(Albin Pandita)

Calon Wali Kota Bogor dan Semarang ‘Koalisi’, Makan Bareng di Sempur

0

Bogordaily.net Dedie A Rachim yang merupakan bakal calon wali Kota Bogor dan Ade Bhakti bakal calon wali Kota Semarang ‘koalisi’ makan bersama di Sempur.

Setiap langkah kandidat Calon Kepala Daerah menarik untuk disimak menjelang Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada) yang akan digelar pada 27 November 2024 nanti.

Senin malam, 3 Juni 2024 dua orang calon wali kota ‘koalisi’ duduk berdampingan dan makan bareng di sebuah cafe di bilangan Sempur, Kota Bogor.

Mereka adalah Dedie Rachim sebagai kandidat Calon Wali Kota Bogor dan Ade Bhakti sebagai kandidat calon Wali Kota Semarang.

Pertemuan keduanya tampak sangat akrab. Sambil menyantap makanan, mereka ngobrol asyik tentang segala hal.

Ade Bhakti bukan kader partai politik. Ia sebagai Aparatur Sipil Negara (ASN) yakni mantan Camat Gajahmungkur, Semarang. Kemudian menjadi Sekretaris Dinas Pemadam Kebakaran (Damkar) Kota Semarang lalui diusung sejumlah partai politik karena populer di kalangan milenial.

Lain halnya dengan Dedie Rachim yang sudah menjabat wakil wali Kota Bogor. Dedie kembali mencalonkan diri menjadi Calon Wali Kota Bogor yang ingin meneruskan ‘Bogor Beres’.

Dedie dikenal ASN yang memiliki track record positif dan termasuk pejabat pertama dari Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) yang telah maju di Pilkada dengan jabatan terakhirnya sebagai Direktur Pembinaan Jaringan dan Kerja Sama Antar Komisi dan Instansi (PJKAKI).

Pertemuan dua tokoh di ‘Kota Hujan’ yang akan bertarung di Pilkada 2024 itu semakin menguatkan keseriusan keduanya menata daerahnya masing-masing. Belum diketahui maksud sebenarnya, apalagi Ade Bhakti rela datang jauh-jauh dari Kota Semarang menemui Dedie Rachim.

“Silaturahmi dan sharing-sharing saja,” ucap Ade Bhakti usai pertemuan.

Ade Bhakti pun tak menampik ia sedang melakukan safari politik dan maju dari PSI yang kini sedang penjajakan dengan Gerindra.

Di Kota Bogor sendiri sejumlah kandidat cawalkot telah bermunculan, baik dari kader internal dan eksternal parpol.

Dedie Rachim menyebut saat ini pihaknya sedang intens melakukan komunikasi dengan sejumlah parpol untuk pengusungan dirinya, di mana tiga parpol sudah mengusungnya yakni PAN, Demokrat dan PSI, serta sinyal bergabungnya Golkar. (Acep Mulyana) 

Sidang Isbat Awal Zulhijah 1445 H Kapan? Ini Jadwal dan Titik Lokasi Pemantauan Hilal

0

Bogordaily.net Sidang Isbat Awal Zulhijah 1445 H kapan? Berikut jadwal dan titik lokasi pemantauan hilal.

Kementerian Agama (Kemenag) RI akan menyelenggarakan sidang isbat pada awal Zulhijjah 1445 H.

Sidang tersebut diawali dengan pemantauan hilal atau rukyatulhilal yang juga dilaksanakan pada hari yang sama yakni 29 Zulkaidah 1445 H.

Pemantauan hilal rencananya dilakukan di 114 titik yang tersebar di seluruh Indonesia.

Direktur Urusan Agama Islam dan Pembinaan Syariah, Adib menyebut semua sistem hisab sepakat bahwa ijtimak menjelang Zulhijah 1445 H jatuh Kamis, 6 Juni 2024. Atau bertepatan 29 Zulkaidah 1445 H sekitar pukul 19:37 WIB.

“Pelaksanaan pemantauan hilal dilakukan di 114 titik lokasi di seluruh Indonesia bekerja sama dengan Pengadilan Agama dan Ormas Islam, serta instansi lain setempat,” ujar Adib dalam keterangannya dilansir dari laman Kemenag.

Adib mengatakan hasil pemantauan hilal nantinya dimusyawarahkan dalam sidang isbat awal Zulhijah 1445 H. Sidang tersebut kata dia merupakan wujud sinergi antara Kemenag dengan Ormas Islam dan instansi terkait dalam pengambilan keputusan.

Jadwal Sidang Isbat awal Zulhijah 1445 H

Lalu kapan sidang isbat awal Zulhijah 1445 H? Sidang isbat akan digelar di Auditorium HM. Rasjidi, Kantor Kemenag, Thamrin, Jakarta dan dijadwalkan Jumat, 7 Juni 2024 mendatang.

Sejumlah Duta Besar Negara-negara Sahabat, Ketua Komisi VIII DPR RI, Mahkamah Agung, Majelis Ulama Indonesia (MUI), serta Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) juga akan hadir.

Selain itu,  juga akan dihadiri Badan Informasi Geospasial (BIG), Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN), Bosscha Institut Teknologi Bandung (ITB), Planetarium, Pakar Falak dari Ormas-ormas Islam, Lembaga dan instansi terkait, Tim Hisab Rukyat, dan Pimpinan Organisasi Kemasyarakatan Islam serta Pondok Pesantren.

Terdapat 114 lokasi pemantauan hilal awal Zulhijah 1445 H yang tersebar di sejumlah wilayah di Indonesia. Berikut titik lokasi untuk wilayah Provinsi Jawa Barat:

1. Pantai Pasirlasih, Pangandaran
2. Pantai Cipatujah, Tasikmalaya
3. Pantai Pondok Bali Subang
4. Albiruni (UNISBA)
5. Pantai Baro Gebang Cirebon
6. POB Cibeas, Sukabumi
7. Bosscha Lembang, Bandung Barat
8. Tower Observatory BRIN, Garut
9. POB Gunung Putri Sukamanah, Banjar
10. SMK Astha Hannas, Subang
11. Jatigede, Sumedang

Suami BCL, Tiko Aryawardhana Dilaporkan ke Polisi atas Kasus Penggelapan Rp 6,9 Miliar

0

Bogordaily.net  – Suami Bunga Citra Lestari (BCL) Tiko Aryawardhana dilaporkan ke Polisi atas dugaan penggelapan uang sebesar Rp 6,9 miliar. 

Laporan itu datang dari sang mantan istri, Arina Winarto.

Kronologis Suami Bunga Citra Lestari (BCL) Tiko Aryawardhana dilaporkan ke Polisi

Dugaan penggelapan itu terjadi sekitar tahun 2015 hingga 2021.

Saat itu, Tiko Aryawardhana dan Arina Winarto mendirikan perusahaan yang bergerak di bidang makanan dan minuman.

“Awalnya, klien kami dan Tiko memutuskan untuk mendirikan perusahaan yang bergerak di bidang makanan dan minuman. Pada saat itu, klien kami menjadi komisaris, sementara Tiko menjadi Direktur. Tapi untuk modal perusahaan, seluruhnya dari klien kami,” ujar kuasa hukum Arina Winarto, Leo Siregar dalam keterangan tertulis, Senin (3/6/2024) seperti diberitakan suara com.

Awalnya, bisnis yang dijalankan Tiko Aryawardhana dan Arina Winarto berjalan lancar sebagaimana mestinya. 

Sampai pada 2019, Tiko melapor ke Arina kalau bisnis mereka terancam tutup.

“Klien kami selama ini tahunya usaha lancar, tapi kok tiba-tiba di 2019 Tiko bilang usaha mau tutup karena tidak kuat bayar sewa,” jelas Leo Siregar.

Sebagai komisaris, Arina Winarto curiga dengan laporan Tiko Aryawardhana. 

Ia langsung melakukan audit untuk memeriksa keuangan perusahaan dan menemukan indikasi penggelapan dana.

“Dari situ, didapatkan adanya temuan perihal penggunaan dana sebesar Rp 6,9 miliar yang tidak jelas peruntukannya,” beber Leo Siregar.

Data itu juga yang memunculkan kecurigaan Arina Winarto bahwa Tiko Aryawardhana melakukan penggelapan. 

Sebab selama menjalankan bisnis, Tiko jadi satu-satunya orang yang berwenang mengelola keuangan perusahaan.

“Kewenangan tanpa pengawasan ini yang kemudian kami duga menjadi celah bagi terlapor untuk melakukan perbuatan-perbuatan dengan itikad yang tidak baik, hingga akhirnya mengakibatkan kerugian bagi perusahaan,” papar Leo Siregar.

Laporan Arina Winarto terhadap Tiko Aryawardhana terdaftar di Polres Metro Jakarta Selatan sejak 2022. 

Namun, proses penyidikan terhadap laporan baru dimulai beberapa bulan lalu.

“Sebenarnya sudah dari tahun 2022, tapi baru ditingkatkan statusnya ke tahap penyidikan pada Februari 2024,” ucap Leo Siregar.***

RSUD Cibinong Jadikan Momen HJB ke-542 Untuk Tingkatkan Pelayanan

0

Bogordaily.net – Jajaran direksi dan seluruh pegawai Rumah Sakit Unit Daerah (RSUD) Cibinong mengucapkan Hari Jadi Bogor (HJB) ke-542 yang jatuh pada 3 Juni 2024.

Direktur RSUD Cibinong, dr Yukie Meistisia mengungkapkan bahwa, pada momen peringatan Hari Jadi Bogor (HJB) ke-542 menjadi momentum untuk meningkatkan pelayanan terhadap masyarakat Kabupaten Bogor, khususnya di bidang kesehatan.

“Selamat Hari Jadi Bogor ke-542, melalui momentum HJB ini mari kita tingkatkan kinerja dan juga kepedulian terhadap masyarakat,” ujar dr Yukie Meistisia.

“Semoga kedepanya segala pelayanan kesehatan kepada masyarakat akan berjalan lebih baik lagi,” tambahnya.

Sementara itu, Pj Bupati Bogor, Asmawa Tosepu mengajak seluruh komponen yang ada di Kabupaten Bogor, dengan semangat babarengan, akur dan makmur, mari melangkah bersama ke depan menuju harapan yang dicita-citakan yakni Kabupaten Bogor yang maju, mandiri, sejahtera, berkeadilan dan berkelanjutan.

Ia mengatakan, Kabupaten Bogor dengan julukan “Kuta Udaya Wangsa”, sebagai pusat kebangkitan perjuangan untuk meraih kemajuan dan kemakmuran, dan semboyan “Tegar Beriman”, merupakan panggilan untuk kita semua khususnya warga Kabupaten Bogor, agar senantiasa menjunjung tinggi keyakinan moral spiritual serta tetap tegar dan teguh dalam menjalankan tugas dan tanggung jawab untuk membangun Kabupaten Bogor.

“Dengan semangat babarengan, akur dan makmur, mari melangkah bersama ke depan menuju harapan yang dicita-citakan yakni Kabupaten Bogor yang maju, mandiri, sejahtera, berkeadilan dan berkelanjutan,” kata Asmawa Tosepu.

Ia mengungkapkan, peringatan Hari Jadi Bogor merupakan momentum yang istimewa untuk mengenang kembali lahirnya Kabupaten Bogor, merayakan tradisi, seni budaya dan kearifan lokal sekaligus meneguhkan kembali komitmen kita bersama untuk semakin berkontribusi terhadap perkembangan dan kemajuan Kabupaten Bogor yang kita cintai.

“Memperingati Hari Jadi Bogor juga merupakan salah satu cara kita untuk mensyukuri nikmat kesempatan, yang masih diberikan kepada kita untuk mengabdi bagi masyarakat dan daerah kita tercinta, Bumi Tegar Beriman,” ungkapnya.***

(Albin Pandita)

Polisi Selidiki Penyebab Keracunan Massal saat Tahlilan di Cipaku Bogor

0

Bogordaily.net – Puluhan warga di RT 01/RW 12, Kelurahan Cipaku, Kecamatan Bogor Selatan, Kota Bogor, diduga mengalami keracunan akibat makanan setelah menyantap hidangan di sebuah acara tahlilan pada Minggu, 2 Juni 2024.

Kapolsek Bogor Selatan, Kompol Diana
Sulistiowati menyatakan,
bahwa pihaknya tengah melakukan penyelidikan lebih lanjut terkait kasus keracunan di Kelurahan Cipaku, Kecamatan Bogor Selatan, tersebut dengan meminta keterangan dari beberapa saksi.

“Saat ini kami masih mengumpulkan keterangan dari beberapa saksi untuk mengetahui penyebab pasti dari kejadian ini,” ujar Kompol Diana saat dikonfirmasi bogordaily.net, Selasa 4 Juni 2024.

Untuk saat ini, kata Kompol Diana, total 71 orang dilaporkan mengalami gejala keracunan.

Sementara itu, Camat Bogor Selatan, Irman Khaerudin, menjelaskan bahwa pihaknya belum bisa memastikan apakah keracunan tersebut benar-benar disebabkan oleh makanan yang disantap saat tahlilan atau tidak.

Warga yang mengalami gejala ringan saat ini dirawat di Puskesmas Cipaku, sementara mereka yang mengalami gejala berat dirujuk ke RS Melania dan Juliana.

“Korban yang mengalami gejala berat langsung dirujuk ke rumah sakit untuk mendapatkan perawatan intensif,” tambahnya.

Tragisnya, kejadian ini telah memakan satu korban jiwa, yaitu seorang pria dewasa berumur 34 tahun.

“Korban meninggal sudah dimakamkan,” katanya.***

(Ibnu Galansa)