Home Blog Page 5192

5 Tips Menjadi Jomblo Bahagia, No 4 Bakal Bikin Kamu Kaya

0

Bogordaily.net – Sudah lama jomblo dan merasa tidak bahagia. Jangan nyerah ada tips menjadi jomblo bahagia.

Setidaknya, ada 5 tips agar jadi jomblo bahagia. Jika kamu memang belum menemukan pasangan yang pas dengan hatimu, kamu tidak perlu memaksakan untuk memilikinya. Tidak ada salahnya jika kamu memilih untuk menjomblo terlebih dahulu.

Menjadi jomblo bukan berarti menjadi orang yang sedih, galau dan merana. Kamu juga bisa bahagia meskipun kamu belum memiliki pasangan.

Melansir dari yoursay.id jaringan suaracom berikut tips-tipsnya:

1. Tekuni Hobi dan Bakatmu

Menekuni hobi yang kita sukai adalah hal yang menyenangkan untuk dilakukan. Namun, menekuni hobi tentu saja akan menyita waktu, tenaga bahkan tak jarang uang kita ikut terkuras. Hal ini akan menjadi masalah jika kamu adalah seseorang yang memiliki pasangan.

Tentu saja pasangan kita harus menjadi prioritas utama kita sehingga mau tidak mau kita harus mengesampingkan hobi kita. Tapi tidak akan menjadi masalah jika kamu adalah seorang jomblo. Kamu bebas melakukan apapun yang kamu sukai tanpa perlu memprioritaskan apapun dalam hidupmu selain dirimu sendiri.

Selain menumbuhkan perasaan bahagia, hobi dan bakat yang diasah bisa menghasilkan keuntungan tersendiri buatmu.

2. Perluas Relasi

Ketika kita sudah terikat dalam sebuah hubungan asmara, tentunya kita juga harus mampu membatasi diri dalam bergaul. Hal ini dilakukan untuk menjaga perasaan pasangan kita. Namun, jika kamu adalah seorang jomblo maka kamu bebas bergaul dan berteman dengan siapapun termasuk lawan jenis.

Berkumpullah dengan orang-orang yang memiliki mindset positif, karena hal ini juga akan mempengaruhimu. Orang dengan mindset positif akan lebih mudah merasa bahagia daripada orang yang selalu berpikir negatif.

Gunakan kesempatan menjomblo-mu ini untuk memperluas relasi yang menguntungkan untukmu di masa sekarang maupun masa depan.

3. Kejar Impian dan Karirmu

Menjadi seorang jomblo bukanlah sebuah hal yang perlu kamu risaukan. Kamu justru harus merasa bahagia karena kamu dapat fokus untuk mengejar impian dan mengembangkan karirmu tanpa perlu memikirkan rumitnya sebuah hubungan percintaan.

Saat kamu memiliki pasangan, akan ada banyak impian dan karirmu yang perlu dipertimbangkan kembali bersama pasangan. Namun, jika kamu seorang jomblo kamu hanya perlu mengejar impian itu. Jika hal ini dirasa berat, kamu bisa meminta dukungan orangtua, keluarga atau sahabatmu.

4. Fokus pada Pengembangan Diri

Lakukan pengembangan diri agar kamu merasa lebih percaya diri meskipun jomblo. Kamu bisa fokus untuk melakukan pengembangan diri seperti memperbaiki penampilan atau belajar public speaking. Kamu juga bisa menambah wawasan dan belajar ilmu baru.

Semakin banyak hal yang bisa kamu lakukan dan kuasai, maka rasa percaya dirimu akan ikut meningkat. Meningkatnya rasa percaya diri ini dapat membuat kita merasa lebih bahagia menjadi diri sendiri dan tidak perlu menggantungkan kebahagiaan pada pasangan.

5. Self Reward

Mengapresiasi pencapaian yang telah berhasil kamu lakukan akan membuatmu semakin bahagia dengan dirimu sendiri. Kamu bisa menargetkan sesuatu yang bisa membuatmu semakin berkembang dan jika kamu berhasil menyelesaikan target tersebut, kamu bisa memberi self reward seperti membeli barang yang kamu sukai atau travelling ke tempat yang ingin kamu kunjungi.

Hal ini akan membuat hidupmu lebih menantang sekaligus menyenangkan. Kamu akan lebih sibuk dengan kegiatanmu sendiri alih-alih memikirkan pasangan. ***

Menag Bertemu Menteri Saudi, Bahas Haji 2023

0

Bogordaily.net– Menteri Agama (Menag) Yaqut Cholil Qoumas bertemu dengan Menteri Haji dan Umrah Arab Saudi Tawfiq F Rabiah. Dalam pertemuan tersebut kedua pejabat negara ini membahas persiapan awal penyelenggaraan ibadah haji 1444H/2023 M.

Dalam pertemuan ini, Menag Yaqut bersama Arab Saudi sepakat untuk memperbaiki dan meningkatkan pelayanan haji, khususnya bagi jemaah haji Indonesia.

“Kami sepakat untuk melakukan perbaikan-perbaikan dari apa yang kurang dan terus meningkatkan pelayanan yang sudah baik,” kata Menag Yaqut dikutip Antara dari Media Center Haji di Mekkah, Selasa, 12 Juli 2022.

Menag berharap agar upaya peningkatan layanan haji bisa membuat jemaah fokus dalam menuaikan ibadah mereka.

“Semoga ikhtiar ini menjadi ladang amal saleh dan membuat jamaah konsentrasi beribadah,” tambah Menag.

Pada kesempatan itu, Menag juga mengapresiasi Pemerintah Kerajaan Arab Saudi atas suksesnya penyelenggaraan ibadah haji 1443 H/2022 M.

“Saya menyampaikan apresiasi setinggi-tingginya atas kerja sama dan pelayanan jamaah haji Indonesia oleh pemerintah Saudi,” kata Gus Yaqut panggilan akrabnya.

Hadir mendampingi Menag, Dirjen Penyelenggaraan Haji dan Umrah Hilman Latief, Dubes RI untuk Arab Saudi Abdul Aziz, Naib Amirul Hajj Muhammad Hilal Al Aidid, Sekretaris Amirul Hajj Ali Bahar, Konsul Haji KJRI Jeddah Nasrullah Jasam.

Menag juga menginformasikan bahwa Kerajaan Arab Saudi mulai membuka layanan untuk jamaah umrah pada 15 Zulhijjah 1443 H atau 14 Juli 2022.***

Bayi Aqeeal Harus Segera Jalani Operasi Bibir Sumbing, Ini Harapan Orang Tua 

Bogordaily.net– Pasangan suami istri  Anwar dan Silvia warga Kelurahan Kencana, Kecamatan Tanah Sareal Kota Bogor harus menerima kenyataan. Bayi mereka Muhammad Aqeeal sejak awal kelahiran mengalami bibir sumbing.

Anwar yang juga Ketua RT 06 mengatakan anak keduanya mengalami bibir sumbing dan saat ini sedang membutuhkan tindakan operasi.

“Jadi kami enggak berpikiran seperti itu pas lahir, enggak bisa dipungkiri kami syok semua, apalagi istri, tetapi keluarga memberi semangat, jadi kami berbuat semaksimal mungkin untuk kebaikanya,” kata Anwar kepada Bogordaily.net, Selasa, 12 Juli 2022.

Menurut Anwar, sebelumnya istrinya memiliki penyakit hiperteroid dan baru mengetahui setelah kelahiran bayi serta sering melakukan konsultasi kepada dokter kandungan terkait kesehatan sang buah hati.

“Sebelumnya memang istri ada penyakit hiperteroid dan saya baru ada informasi seperti itu ketika bayi baru lahir dari awal bulan kita konsultasi terus sama dokter kandungan terkait berat badanya dan jantungnya bagus, selalu itu yang kita tanyain,” jelasnya.

Selain itu, upaya yang telah dilakukan oleh Anwar untuk kesehatan bayinya yakni latihan cara menyusui di rumah sakit dan hingga saat ini bayi Aqeeal dalam setiap konsumsi masih memakai selang.

“Karena saya langsung dibuatkan BPJS, lalu ketemulah saya dengan dokter spesialis anak, kemudian latihan untuk cara nyusuin di rumah sakit, setelah bisa baru pulang, sampai sekarang untuk konsumsi masih memakai selang,” pungkasnya.

Sebelumnya, dokter menyarankan untuk segera dilakukan tindakan di RSCM, tetapi karena kondisi keluarga Anwar yang masih drop dan hanya bisa membawa surat rujuk serta BPJS kelas 3, membuat dirinya belum memungkinkan jika untuk saat ini melakukan tindakan di RSCM.

“Sebelumnya dokter menyarankan untuk segera tindakan di RSCM, karena kondisi keluarga saya pribadi masih drop semua, jadi belum siap segalanya, karena belum punya link di sana, hanya membawa surat rujuk dan juga BPJS kelas 3 jadi bingung lari ke mana, itu yang dikhawatirkan dan juga masih down semua jadi gak memungkinkan untuk saat ini harus ke RSCM,” ungkapnya.

Anwar pun berharap dirinya dan keluarga kondisinya kembali stabil untuk segera melakukan tindakan, serta harapanya akan ada bantuan dari pihak terkait untuk kelancaran operasi bibir sumbing bayi Aqeeal.

Terpisah, saat dikonfirmasi Lurah Kencana Muslim mengatakan seminggu yang lalu sudah berkomunikasi dengan pihak kelurahan.

“Saya sudah mencari info tentang program operasi bibir sumbing gratis, ke Dinsos, Dinkes maupun LSM, namun belum ada,” kata Muslim.

Meski demikian, kader Kencana sedang mengupayakan membantu melalui RS Hermina dan RSCM dan masih menunggu konfirmasi dari RS Hermina dan pihak keluarga.

“Insya Allah, kami akan bantu,” katanya.

(Albin Pandita)

Komisi I DPRD Kota Bogor Minta Pemkot Maksimalkan Anggaran Kelurahan

Bogordaily.net– Selama sepekan, DPRD Kota Bogor telah melakukan pembahasan Pertanggungjawaban Pelaksanaan Anggaran Pendapatan Belanja Daerah (PP-APBD) Kota Bogor tahun anggaran 2021 secara mendalam di tingkat komisi-komisi.

Untuk Komisi I DPRD Kota Bogor yang meliputi bidang pemerintahan, hukum dan aset, melakukan pembahasan PP-APBD 2021 bersama mitra kerjanya, yakni aparat tingkat kecamatan, Badan Keuangan Aset Daerah (BKAD), Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu (DPMPTSP), Kesbangpol, Satpol-PP, Dinas Kependudukan dan Catatan SIpil (Disdukcapil) dan Dinas Komunikasi dan Informasi (Diskominfo) Kota Bogor.

Berdasarkan hasil rapat kerja, Ketua Komisi I DPRD Kota Bogor, Safrudin Bima, menilai adanya Sisa Lebih Perhitungan Anggaran (SiLPA) sebesar Rp8,9 miliar di anggaran kyang tidak terserap, perlu diperbaiki lagi.

“Dengan adanya silpa dan tidak terserap anggaran di kelurahan-kelurahan pada kecamatan-kecamatan anggaran perjalanan dinas dan makan minum dikarnakan adanya pandemi covid-19 harusnya pada anggaran perubahan untuk mengatisipasi silpa atau tidak terserap anggaran harusnya kecamatan bisa di ajukan pergeseran anggaran agar terserapnya anggaran perjalanan dinas dan makan minum bisa di pergunakan untuk anggaran yang bermanfaat lainnya,” ujar Safrudin, Selasa 12 Juli 2022.

Bahkan, pria yang akrab disapa Mr.Blue ini juga menyarankan agar pos anggaran untuk kelurahan disiapkan sendiri, tidak digabungkan dengan anggaran kecamatan.

Ketua Komisi l DPRD Kota Bogor Safrudin Bima bersama komisi bahas PP-APBD.(Istimewa/Bogordaily.net)

Ia menerangkan, anggaran kelurahan harus sesuai amanat PP nomor 17 tahun 2018 yang sudah jelas diatur dalam penjelasan Pasal 30 ayat 7 bahwa besaran anggaran Untuk kelurahan paling sedikit 5 persen dihitung dari pendapatan yg tercantum dalam APBD (PAD) setelah dikurangi DAK, atau kurang lebih Rp1,2 miliar.

“Sejauh ini kan sudah diatur di perwali bahwa anggaran untuk kelurahan itu harus sesuai dengan peraturan diatasnya. Namun kenyataannya kan tidak bisa dianggarkan secara maksimal apakah karena tidak adanya prioritas dari pemkot dalam segi penganggaran ataukah karena anggaran yang terbatas. Padahal kalau kita mengacu pada Undang-undang nomor 24 tahun 2014 dan PP nomor 17 tahun 2018 itu anggaran kelurahan yang bisa diakomodir di APBD Kota Bogor masih sangat kurang,” terangnya.

Safrudin juga menyoroti perihal kurang maksimalnya program di Disdukcapil Kota Bogor. Ia menilai, serapan anggaran yang ada, tidak sejalan dengan program yang dibutuhkan oleh masyarakat.

Ia pun meminta agar Disdukcapil kedepannya bisa lebih memaksimalkan pelayanan kepada masyarakat, terutama terkait pencetakan KTP.

“Untuk Disdukcapil Kota Bogor terkait pelayanan online. Saat ini pelayanan online Disdukcapil menurun kinerjanya. Harapannya, pelayanan online Disdukcapil dapat kembali berfungsi 100 persen sebagaimana pada awalnya dulu. Sehingga, warga dapat mengurus data-data kependudukan dengan mudah,” pungkasnya.(Ibnu Galansa)

Babinsa Kelurahan Hadiri Acara Pola Asuh Anak dan Remaja Era Digital

Bogordaily.net– Babinsa Kelurahan Ciluar Kopka Catur Heru M menghadiri kegiatan PKK Pokja 1 binaan Pola Asuh Anak Dan Remaja Era Digital (PAAREDI) di Perum Pondok Aren, RT 07/RW 07, Kecamatan Bogor Utara, Kota Bogor.

Kopka Catur Heru M mengatakan, kegiatan ini bertujuan untuk meningkatkan peranan orang tua dalam membentuk dan membangun karakter anggota keluarga dengan penerapan mendidik anak dan penerapan pola asuh yang tepat.

“Kegiatan ini sekaligus memberikan sosialisasi kepada masyarakat terutama kader Kelurahan mengenai pola baik dalam mengasuh anak,” kata Babinsa Kelurahan Ciluar Kopka Catur Heru M, Selasa 12 Juli 2022.

Babinsa Kelurahan Ciluar Kopka Catur Heru hadiri kegiatan PKK Pokja 1 tentang pola asuh anak dan remaja era digital di RT 07/RW 07, Kecamatan Bogor Utara, Kota Bogor.(Istimewa/Bogordaily.net)

Selain itu, untuk mengurangi tingkat kenakalan remaja serta mengembangkan potensi agar mandiri bertanggung jawab dan mengembangkan potensi anak pada usia remaja.

Oleh karena itu, ia berharap semoga dengan adanya kegiatan ini dapat bermanfaat untuk menambah wawasan Kader PKK Kelurahan dalam hal pola asuh terhadap anak dan remaja di era yang serba digital ini.

“Jangan sampai hal ini dapat merusak akhlak anak dan remaja karena hal buruk yg mereka dapatkan di internet,” ungkapnya.

Kegiatan tersebut dihadiri oleh Lurah Ciluar, Babinsa/Bhabinkamtibmas Kelurahan Ciluar, Kasi Pem, Ketua RW.07.

(Ibnu Galansa)

 

Sumber: Hans 74 Pendim 0606/Kota Bogor

Babinsa Kelurahan Bantarjati Dampingi Kegiatan Pemeriksaan PTM Bagi Warga

0

Bogordaily.net – Babinsa Kelurahan Bantarjati Serma Enan monitoring pemeriksaan Penyakit Tidak Menular (PTM) usia 15 sampai lansia yang bertempat di pos pindu Kemuning, RT.05/RW.02, Kecamatan Bogor Utara, Kota Bogor, Selasa 12 Juli 2022.

Pada kegiatan tersebut digagas oleh pus puskesmas Tegal Gundil yang bekerjasama kader Kelurahan Bantarjati.

Kegiatan monitoring PTM ini untuk deteksi dini faktor risiko penyakit tidak menular terintegrasi.

Babinsa Kelurahan Bantarjati, Serma Enan menjelaskan, pelaksanaan PTM ini merupakan upaya dalam menjaga kesehatan terhadap masyarakat. Pelaksanaan mulai dari pengecekan tensi, berat badan, tinggi badan, lingkar perut, cek kolesterol, dan gula darah.

“Kepada seluruh masyarakat agar jangan terlena dengan keadaan sekarang, pada intinya kita tetap patuhi peraturan pemerintah tentang prosedur protokol kesehatan. Harapanya kita semua terhindar dari penyebaran Covid-19,” ungkap Serma Enan.

Pada kegiatan PTM ini turut dihadiri oleh Lurah Bantarjati, Babinsa/Bhabinkamtibmas Kelurahan Bantarjati, Kasi Kemas, dan Ketua RT.05*

(Ibnu Galansa)

Sumber: Hans 74 Pendim 0606/Kota Bogor

Pentingnya Membiasakan Literasi pada Anak Sejak Usia Dini

Bogordaily.net– Menurut data dari UNESCO, Indonesia menempati urutan kedua dari bawah soal literasi dunia yang berarti minat bacanya sangat rendah dengan persentase 0,001 persen atau dari 1.000 orang Indonesia hanya satu orang yang rajin membaca. Padahal literasi ini sangatlah penting dan harus dibiasakan sejak dini, karena usia dini bisa dikatakan “golden age”.

Pada usia tersebut anak akan mengalami pertumbuhan dan perkembangan yang pesat baik pada fisik maupun psikis. Budaya literasi mempunyai peranan yang penting, karena dapat mengasah kemampuan pada anak untuk berfikir secara kristis, kreatif dan inovatif.

Menurut Winda Nurmalasari, salah satu duta baca Kabupaten Bogor tahun 2022 mengatakan bahwa “Pembiasaan literasi sejak dini sangatlah penting, mengingat zaman sekarang teknologi sudah semakin canggih. Jika kita tidak menanamkan literasi sejak dini, baik pendidik maupun orang tua maka dapat dapat merugikan anak tersebut,” pungkasnya.

Usia dini dimulai sejak 0-6 tahun, jika membiasakan literasi maka anak akan cepat tanggap karena usia tersebut adalah golden age, sehingga anak tersebut akan bertumbuh pesat. Apabila hal tersebut terus dilakukan, maka akan membuat kebiasaan baik pada anak. Literasi tidak hanya membaca saja, menulis, berbicara dan menyimak juga termasuk literasi. Namun sangat disayangkan tingkat literasi di Indonesia masih rendah”.

Pembiasaan literasi pada anak dapat dilakukan dengan cara:

  1. Menumbuhkan kesadaran mengenai pentingnya membaca pada anak
  2. Menyediakan buku-buku dirumah sesuai hobi dan minat anak, agar menumbuhkan kecintaan anak pada buku
  3. Membimbing anak melalui permainan literasi
  4. Membacakan dongeng atau cerita sebelum tidur
  5. Memberikan apresiasi pada anak.***

(Astri Apriyani)

Penulis bernama Astri Apriyani, lahir di Kota Bogor. Saat ini penulis merupakan mahasiswa aktif di Institut Ummul Quro Al-Islami Bogor, Fakultas Tarbiyah dan Ilmu Keguruan dengan Program Studi Manajemen Pendidikan Islam dan baru menginjak semester dua.

Ini Respon Ketua DPRD Kabupaten Bogor Rudy Susmanto Terkait Kelangsungan Program Samisade

Bogordaily.net–  Banyaknya Aspirasi serta harapan dari sejumlah Kepala Desa (Kades) yang meminta program satu miliar satu desa (Samisade) Pemkab Bogor dapat dilanjutkan pada tahun 2022 mendapat respons Ketua DPRD Kabupaten Bogor, Rudy Susmanto.

Menurutnya, DPRD Kabupaten Bogor tentu sangat mendukung Program Bantuan Keuangan Infrastruktur Desa tetap bisa dilanjutkan. Hal ini diperlukan guna adanya akselerasi pembangunan di setiap desa.

“Namun dengan catatan, Perbup terkait bantuan keuangan infrastruktur desa nya direvisi dan disempurnakan lagi, agar sesuai dengan tujuan program tersebut. Sehingga percepatan pembangunan di desa dapat berjalan dengan baik dan dari aspek legal formal juga sesuai kaidah atau peratutan hukum yang berlaku,” kata Rudy Susmanto, Jumat, 8 Juli 2022.

Lanjut, Politisi Gerindra itu memaparkan, Program Samisade Eksekutif sudah membahas bersama legislatif dan sudah menganggarkan melalui APBD tahun 2022 untuk program Samisade.

Sementara, saat kemarin laporan pertanggungjawaban Bupati TA 2021 kita melihat banyak kelemahan. Yang pertama ialah payung hukum, itu terkait Perbup Nomor 83 sudah dirubah menjadi Perbup Nomor 100, terkait bantuan keuangan infrastruktur desa,” imbuhnya.

“Kita akhirnya merekomendasikan kepada Pemkab, pertama kita menghendaki program Samisade tetap dilaksanakan dengan catatan benahi dulu payung hukum. Kemudian rapihkan dulu laporan pertanggungjawaban (LPJ) dari masing masing desa yang menggunakan anggaran Samisade,” jelasnya.

Selain itu, dia juga menyampaikan, niatannya baik membangun Kabupaten Bogor supaya percepatan pembangunan melalui Samisade, tapi karena LPJnya tidak baik, akhirnya menjadi boomerang. “Kita tidak mau adanya permasalahan baru yang muncul,” pungkasnya.

Sebagai informasi, program Samisade telah dilaksanakan dari tahun 2021 lalu. Saat itu, Pemkab Bogor mengalokasikan Rp372 miliar untuk 413 desa. Sedangkan di tahun 2022 alokasi meningkat menjadi Rp395 miliar untuk 415 desa. Sementara rencananya, alokasi anggaran Samisade untuk tahun 2023 semakin ditingkatkan menjadi Rp416 miliar untuk 416 desa.

(Albin Pandita)

 

Minggu Damai di Tanah Lanny Jaya

0

Bogordaily.net – Suasana damai nampak menghiasi Kabupaten Lanny Jaya, Papua, tepatnya di Kampung Tima. Betapa tidak, di Kampung itu semua warga berkumpul jadi satu tanpa memandang batas usia.

Lantunan doa pun diucapkan oleh warga Kampung Tima. Nuansa khidmat dan damai pun seakan terasa kental di lokasi itu.

Demikian dikatakan Danpos Tima, Letda Inf George terkait adanya pelaksanaan ibadah yang berlangsung di Gereja Baptis di Kampung Tima pada Minggu, 10 Juli 2022 pagi.

“Selain pengamanan ibadah, keberadaan kami disini juga ikut serta melaksanakan ibadah bersama warga,” ujarnya.

Lanny Jaya

Kemanunggalan antara TNI dan rakyat, kata dia, seakan terjalin semakin kuat dengan adanya pelaksanaan ibadah di Gereja tersebut.

Ia berharap, adanya keharmonisan yang tercipta kali ini mampu mewujudkan Tanah Papua, khususnya Kabupaten Lanny Jaya yang aman dan damai. “Sehingga, kondusifitas pun pasti terwujud,” bebernya.***

Sinergi KemenKopUKM Luncurkan Zona Kuliner Halal, Aman, dan Sehat

0

Bogordaily.net– Kementerian Koperasi dan UKM (KemenKopUKM) bersinergi dengan Komite Nasional Ekonomi dan Keuangan Syariah (KNEKS), Badan Penyelenggara Jaminan Produk Halal (BPJPH), Kementerian Kesehatan, serta Kemenparekraf, menggulirkan satu program prioritas Zona Kuliner Halal, Aman, dan Sehat (KHAS).

“Ini sesuai dengan arahan Wakil Presiden KH Ma’ruf Amin dalam Rapat Pleno KNEKS pada Mei 2022 lalu,” ungkap Deputi Bidang Usaha Mikro KemenKopUKM Eddy Satriya pada acara Rapat Konsinyering Zona KHAS lintas K/L yang diselenggarakan KNEKS, Jakarta, Senin, 11 Juli 2022.

Konsinyering dalam rangka pembentukan Pokja dan penyusunan pedoman Zona KHAS yang dapat dijadikan acuan seluruh stakeholder khususnya Pemda dalam pelaksanaan program Zona KHAS di daerah.

Hadir Deputi Bidang Usaha Mikro KemenKopUKM selaku Project Coordinator Zona KHAS Eddy Satriya, Direktur Bisnis dan Kewirausahaan Syariah KNEKS Putu Rahwidhiyasa, Staf Ahli Bidang Ekonomi Maritim Kementerian Koordinator Bidang Kemaritiman dan Investasi Sugeng Santoso, Kepala Pusat Registrasi dan Sertifikasi Halal BPJPH Mastuki, Plt. Direktur Penyehatan Lingkungan Kementerian Kesehatan Tutut Indra Wahyuni.

Eddy Satriya mengatakan, bahwa Zona KHAS merupakan bagian dari Food Security dan ekonomi sektor riil, sehingga perlu dilakukan sosialisasi program, penyusunan rencana program yang matang, serta pertemuan anggota Pokja secara berkala untuk mendorong percepatan pelaksanaan program.

Rapat Konsinyering Zona KHAS lintas K/L diselenggarakan KemenKopUKM bersinergi dengan Komite Nasional Ekonomi dan Keuangan Syariah (KNEKS), Jakarta, Senin, 11 Juli 2022.(Dok. KemenKopUKM/Bogordaily.net)

“KemenKopUKM aktif melakukan pendampingan penerbitan NIB bagi para tenant di kawasan Zona KHAS, sebagai upaya awal pemenuhan persyaratan pendaftaran sertifikasi Halal,” kata Eddy.

Selain itu, dalam rangka pengembangan program, KemenKopUKM juga akan melakukan peningkatan kapasitas usaha bagi para tenant di kawasan tersebut.

Terkait pentingnya koordinasi dan sinergi lintas sektor, Eddy menambahkan bahwa penyelenggaran Zona KHAS bertujuan untuk melindungi konsumen agar memperoleh produk halal dan thayyib, percepatan sertifikasi dan pembinaan halal dan thayyib, peningkatan destinasi kuliner halal, serta percepatan Halal Life Style bidang kuliner.

Sementara Staf Ahli Bidang Ekonomi Maritim Kementerian Koordinator Bidang Kemaritiman dan Investasi Sugeng Santoso mengatakan bahwa KemenkoMarves merupakan anggota Komite Nasional Ekonomi dan Keuangan Syariah sebagaimana amanat Perpres 28/2020.

KemenkoMarves terus mendukung dan berkolaborasi baik dengan KNEKS maupun dengan unit K/L yang berada di bawah koordinasi Kemenko Marves, diantaranya Kemenparekraf dan Kelautan dan Perikanan.

Kepala Pusat Registrasi dan Sertifikasi Halal BPJPH Mastuki menyampaikan apresiasi kepada KNEKS yang memiliki ide zona khas yang merupakan bentuk konkret untuk menyediakan kuliner halal bagi masyarakat dalam wisata halal.

“Pembentukan zona khas harus diletakkan dalam kerangka halal value chain, ketersediaan halal adalah hak warga negara, dan negara wajib menjamin produk yang beredar terjamin kehalalannya,” imbuh Mastuki.

Pemerintah menargetkan duplikasi Zona KHAS di 13 titik, pada 8 Provinsi, khususnya di wilayah destinasi wisata ramah Muslim. Dan itu dibagi menjadi 4 kluster, yaitu komunitas, Pemda, Perguruan Tinggi, dan kluster pemerintahan.

(Gibran)