Friday, 15 May 2026
Home Blog Page 5243

Beli Pertalite Wajib Pakai MyPertamina? Padahal tak Boleh Nyalakan Hp di SPBU

0

Bogordaily.net – Kebijakan membeli BBM menggunakan MyPertamina bikin bingung publik. Karena di SPBU dilarang menyalakan Handphone (hp). Lalu bagaimana?

Sejumlah netizen juga mengutarakan kekesalannya soal kebijakan itu. Karena dianggap aneh dan ngawur.

Berikut ini penjelasan tentang mengapa beli pertalite wajib pakai aplikasi itu padahal dilarang menghidupkan HP di SPBU.

Sebagaimana mana diketahui bahwa MyPertamina adalah aplikasi ciptaan perusahaan BUMN, Pertamina. Aplikasi ini dibuat untuk memudahkan pelanggannya mendapatkan BBM.

Agar dapat memakai aplikasi tersebut, pelanggan membutuhkan smartphone dan jaringan internet. Nah, hal inilah yang membuat publik bingung.

Banyak warganet yang mempertanyakan kebijakan beli pertalite wajib pakai MyPertamina ini. Salah satunya pemilik akun Twitter @BoWozZ. Dia pun mengunggah foto yang memperlihatkan bentuk ponsel yang disilang.

“Yang membuat kebijakan SPBU pakai MyPertamina sangat goblok dan Tolol sudah dilarang pakai HP dipertamina krn berbahaya untuk konsumen,” tulis @BoWozZ.

Cuitan tersebut mendapat banyak komentar dan beberapa warganet juga merasa heran dengan kebijakan tersebut.

“Gua pernah diomelin sama petugasnya gara-gara lagi isi bensin terus ngeluarin HP wkwk,” ungkap netizen lainnya.

Penjelasan MyPertamina

“Iya, boleh kok menggunakan handphone di SPBU asal sesuai dengan ketentuan keamanan lokasi penggunaan dan peruntukannya ya,” dikutip dari akun Instagram @mypertamina, Selasa 28 Juni 2022.

Ketentuan yang dimaksud adalah penggunaan handphone di area SPBU diperbolehkan selama berada di public area. Seperti Convenience Store, Foodcourt, Kantor.

Lalu untuk pembayaran menggunakan aplikasi MyPertamina boleh dilakukan dari dalam mobil atau dengan jarak aman 1,5 meter dari dispenser SPBU.

Sementara area dilarang pakai HP di SBPU adalah dekat tangki, tempat pembongkaran SPBU, dan terlalu dekat dengan pompa pengisian.

Nah, itulah penjelasan mengapa beli pertalite wajib pakai MyPertamina meksipun dilarang menghidupkan HP di SPBU.

4 Fakta Perbedaan Ganja Medis dan Non Medis, No 3 Bakal jadi Seperti Ini…

0

Bogordaily.net – Apa sebenarnya yang dimaksud dengan ganja medis. Yang kini sedang hits jadi perbincangan publik. Apa beda ganja medis dan non medis?

Secara sederhana ganja medis adalah, ganja yang diracik menjadi obat untuk menyembuhkan sejumlah penyakit.

Dibeberapa negara ganja medis sudah lumrah ditemukan dan digunakan tapi tidak untuk Indonesia. Karena penggunaan ganja dilarang, Anda justru bisa kena pidana.

Malansir Suara.com Guru Besar Farmasi Universitas Gadjah Mada (UGM) Prof. Dr. Zullies Ikawati, Apt., dan Ketua Umum Perkumpulan Dokter Pengembang Obat Trasisional dan Jamu Indonesia dr. Inggrid Tania, MSi., untuk mengungkapkan tentang fakta seputar ganja medis. Berikut rangkumannya.

1. Pengertian Ganja Medis

Obat yang mengandung ganja pada dasarnya diolah dari tanaman ganja. Prof. Zullies menjelaskan bahwa tanaman ganja mengandung berbagai komponen senyawa sitokimia yang bisa bekerja dalam reseptor karbinoid di dalam tubuh manusia.

Reseptor tersebut sama dengan yang ada dalam kandungan tanaman ganja. Sehingga saat dikonsumsi bisa menghasilkan berbagai efek tertentu. Kesamaan reseptor itu yang kemudian dimanfaatkan para ilmuwan untuk mengambil ekstrak ganja dan diolah menjadi obat.

“Jadi memang beberapa memberikan efek di dalam perkembangan riset kesehatan. Cannabis ini bisa diambil senyawa aktifnya, kemudian bisa dibuat jadi obat. Itu yang disebut dengan ganja medis,” jelas prof. Zullies.

2. Perbedaan Ganja Medis dan Ganja non Medis

Walaupun sama-sama berasal dari tanaman ganja, yang digunakan sebagai obat hanya diambil ekstraknya saja dengan dosis sesuai kebutuhan.

Sementara ganja non medis biasanya langsung dimanfaatkan pucuk daun maupun batangnya. Entah untuk keperluan memasak bahkan narkotika untuk alasan rekreasional. Kebanyakan tanaman ganja dimanfaatkan daun juga bunganya.

Menurut dokter Inggrid, tanaman ganja sudah sering dimanfaatkan untuk pengobatan secara tradisional sejak zaman dulu. Hanya saja penggunannya berdasarkan riwayat pengalaman nenek moyang yang belum dibuktikan melalui penelitian.

3. Bentuk Ganja Medis

Penggunaan ganja medis sudah lazim di Amerika Serikat untuk pengobatan penyakit epilepsi juga pereda sakit bagi pasien kanker yang menjalani kemoterapi kanker.

Manfaat ganja medis tersebut untuk mengatasi kejang pada pasien epilepsi juga pereda nyeri dan mual muntah pada pasien kanker pasca kemoterapi.

“Itu bentuknya sudah kapsul, jadi sudah seperti obat. Kalau dikatakan ganja medis memang seperti itu,” kata Prof. Zullies.

Oleh sebab itu, penggunaanya harus berdasarkan resep dokter dan disesuaikan dengan penyakitnya.

Disampaikan pula oleh dokter Inggrid bahwa bentuk ganja media saat ini sudah beragam. Ada pula dalam bentuk spray yang disemprotkan langsung ke bawah lidah untuk menambah nafsu makan pada pasien HIV-Aids.

Juga tersedia yang dikonsumsi secara oral dengan mengemasnya menjadi obat minum yang terkandung ekstrak ganja.

“Bisa juga nanti perkembangan selanjutnya mungkin dengan disuntikan, itu pasti akan berkembang disesuaikan dengan penggunaan atau indikasinya untuk penyakit apa,” ujar dr. Inggrid.

4. Efek Samping Ganja Medis

Obat apa pun selalu mengandung risiko efek samping, begitu puka dengan ganja medis. Prof. Zullies mengungkapkan bahwa efek samping dari obat yang mengandung ganja sama dengan ganja yang digunakan untuk rekreasional.

Artinya, sama-sama bisa menimbulkan efek euforia pada penggunanya. Hanya saja pada ganja medis efeknya jauh lebih ringan dan terkontrol karena ekstrak ganja yang digunakan telah disesuaikan kebutuhan.

Sumber: suara.com

Mengenal Prospek Lulusan S1 Teknik Sipil UIKA Bogor

0

Bogordaily.net – Teknik Sipil merupakan salah satu Program studi, dari Fakultas Teknik & Sains, yang berada di Universitas Ibn Khaldun (UIKA) Bogor.

Teknik sipil adalah bidang ilmu yang mempelajari perencanaan/perancangan, manufaktur, manajemen/pengelolaan, dan konservasi dari beragam fasilitas dan sistem untuk mendukung sebuah kota, pedesaan, dan perkotaan.

Artinya, alumni perlu menguasai ilmu terkait desain (saat melakukan perancangan), konsturksi (saat melakukan pembangunan dan menyusun sistem pengelolaan), hingga pemeliharaan lingkungan (saat melihat dampak pembangunan dari berbagai aspek).

Berikut adalaha visi, misi, dan prospek kerja dari lulusan S1 TS UIKA Bogor:

Visi

Menjadi salah satu Program Studi yang terkemuka di bidang ilmu ketekniksipilan yang berkompetensi tinggi, professional di tingkat nasional dan dunia Islam sebagai pusat unggulan penerapan kesatuan iman, ilmu dan amal dalam membentuk masyarakat madani yang berkelanjutan

Misi

  • Mempraktikan kebiasaan berpikir ilmiah, bertindak ilmiah, dan berakhlak mulia dengan mengembangkan program pendidikan yang professional
  • Mengembangkan ilmu pengetahuan dan teknologi yang mampu meningkatkan kualitas proses pembelajaran dan kesejahteraan masyarakat sebagai perwujudan keagungan ajaran Islam dengan sarana dan prasarana pendidikan yang berkualitas
  • Menguji, mengembangkan, menerapkan, dan menyebarluaskan ilmu pengetahuan dan teknologi dalam lingkup pemberdayaan masyarakat
  • Mengembangkan kerja sama kemitraan nasional dan dunia Islam.

Adapun Prospek Lulusan dari Program Studi S1 Teknik Sipil UIKA Bogor yakni :

  • Teknik Sipil menangani pembangunan  infrastruktur yaitu bangunan gedung, jalan raya, jalan tol, kereta api, bendungan, irigasi, pelabuhan, dan bangunan pantai
  • Teknik Sipil ke depan juga mencakup manajemen konstruksi, metoda komputer artificial intelligent, dampak lingkungan serta sustainable development
  • Lulusan Teknik Sipil adalah profesional pada bidang tersebut, baik di lembaga pemerintahan maupun swasta.

Yuk gabung sekarang bersama FTS UIKA Bogor https://spmb.uika-bogor.ac.id. Informasi lebih lanjut hubungi ft.uika-bogor.ac.id.

Bagi kamu yang mau datang langsung bisa datang ke Gedung Rektorat lt.1 Universitas Ibn Khaldun, di Jalan Sholeh Iskandar KM 02, Kota Bogor atau hubungi ke nomor 0811-117-4045 (PMB) dan 0856-131-3137 (FTS)*

(Albin)

KH Maruf Amin Minta MUI Buat Fatwa Bolehkan Penggunaan Ganja Medis

0

Bogordaily.net – Ganja medis sedang jadi perbincangan hangat publik. Seiring dengan viralnya aksi seorang ibu yang mencari ganja medis untuk kesehatan anaknya di kawasan Bundaran Hotel Indonesia, Jakarta pada Car Free Day (CFD), Minggu 26 Juni 2022 kemarin.

Saking gaduhnya soal ganja itu. Wakil Presiden KH Maruf Amin pun ikut menyoroti persoalan ganja medis tersebut.

Maruf Amin bahkan mengatakan, MUI harus membuat fatwa yang membolehkan penggunaannya itu.

“MUI ada putusan bahwa memang ganja dilarang dalam arti membuat masalah, dalam Alquran dilarang, masalah kesehatan itu sebagai pengecualian, MUI harus membuat fatwanya. Fatwa baru pembolehkannya,” kata Wakil Presiden Maruf Amin dikutip dari Antara, Selasa 28 Juni 2022.

Wapres Maruf Amin yang juga Ketua Dewan Pertimbangan MUI menghadiri Rapat Dewan Pimpinan MUI pada Selasa pagi.

“Artinya ada kriteria, saya kira MUI akan segera mengeluarkan fatwanya untuk bisa dipedomani oleh DPR,” tambah Maruf.

Fatwa tersebut, menurut Maruf, penting agar jangan sampai penggunaan tanaman ganja untuk alasan medis malah mendatangkan lebih banyak masalah.

“Jangan sampai nanti berlebihan dan menimbulkan kemudaratan, ada berbagai klasifikasi. Saya kira ganja itu ada varietas-nya. Nanti supaya MUI membuat fatwa berkaitan dengan varietas-varietas ganja itu,” ungkap Maruf.

Sebelumnya ramai dibicarakan seorang ibu bernama Santi Warastuti asal Sleman, Yogyakarta, beserta anaknya Pika yang mengidap “cerebral palsy” atau gangguan yang memengaruhi kemampuan koordinasi tubuh seseorang, melakukan aksi damai di kawasan Bundaran Hotel Indonesia, Jakarta pada Car Free Day (CFD), Minggu (26/6/2022).

Santi berjalan dengan memegang papan putih dengan tulisan besar “Tolong Anakku Butuh Ganja Medis”.

Santi juga membawa sebuah surat yang ditujukan kepada hakim Mahkamah Konstitusi agar segera memutuskan gugatan uji materi terhadap UU No 35 tahun 2009 tentang Narkotika yang ia mohonkan sejak dua tahun lalu.

Uji materi UU No 35 tahun 2009 tentang Narkotika itu dilayangkan Santi ke MK bersama dua orang ibu lain pada November 2020. Ketiganya mempersoalkan penjelasan Pasal 6 Ayat (1) huruf a dan Pasal 8 Ayat (1) UU Narkotika yang melarang penggunaan ganja untuk pelayanan kesehatan.

Pasal ini dianggap merugikan hak konstitusional pemohon karena menghalangi mereka untuk mendapatkan pengobatan bagi sang buah hati. Ketiganya ingin MK melegalkan penggunaan narkotika golongan I untuk pengobatan.

Wakil Ketua DPR Sufmi Dasco Ahmad kemudian mengatakan pihaknya akan membuat kajian legalisasi ganja untuk kepentingan medis. Dasco menyebut belum ada kajian soal penggunaan ganja medis di Indonesia.

Sementara Anggota Komisi III DPR RI Arsul Sani menyatakan akan melakukan kajian dengan mendengarkan pendapat para dokter dan farmakolog terkait legalisasi ganja untuk kepentingan medis. (Antara)

Sumber: suara.com

Rasakan Sensasi Berenang Berbeda, Swimming Night di Sahira Butik Pakuan

0

Bogordaily.net – Bagi kamu yang mau berenang tetapi malam hari? bisa banget! Yuk Swimming Night di Sahira Butik Pakuan.

Dengan harga Rp 70 ribu, kamu sudah bisa berenang di malam hari atau Swimming night. Tak hanya itu, kamu juga mendapatkan snack gratis yakni minuman orange juice, serta kentang goreng.

Ketika berenang, sering kali merasakan lapar, karena belum sarapan atau kedinginan. Sahira Butik Pakuan punya paket yang cocok buat kamu.

Jika kamu berenang disini, kamu gausah khawatir karena disana ada paket berenang dan sarapan.

Dengan harga Rp150 ribu, kamu sudah bisa berenang dan juga menikmati sarapan buffet tanpa harus menginap.

Sarapaannya lengkap banget, sudah pasti ada roti-roti, cereal, kopi, teh, buah-buahan, juice atau es, dan makan berat.

Adapun minuman hangat yang bisa kamu pesan, seperti Bandrek, Bajigur, Lemongrass tea, Lemon tea, Ginger honey tea, Clove tea, bahkan Cinnamon tea.

Seru banget kan? Yuk langsung ke Sahira Butik Pakuan di Jalan Pakuan No 5 Kota Bogor, atau booking ke nomor 0251-8311-207.***

Cicipi Blue Moon, Minuman Segar di The Sahira Hotel

0

Bogordaily.net – Selain menjadi pilihan terbaik untuk kamu dan keluarga yang mau liburan atau staycation, Food & Beverage (F&B) di The Sahira Hotel tak terkalahkan. Contohnya dengan minuman segar yang menggugah selera siapa pun yang meminumnya, Blue Moon.

Memiliki warna biru cantik perpaduan lime, selasih dan lainya membuat minuman ini cocok untuk kamu yang ingin minum sesuatu yang segar.

Sesuai dengan namanya Blue Moon, minuman ini sangat cantik karena ada warna biru dari syrup premium yang pastinya enak.

Bagi kamu yang penasaran, kamu bisa memesan Blue Moon di The Sahira Hotel Bogor, seharga Rp25 ribu saja.

Kalau mau staycation di Sahira Hotel boleh juga kok! Hotel ini merupakan salah satu hotel syariah dan tempat terbaik untuk kalian yang ingin liburan seru di Kota Bogor dengan aman dan nyaman tentunya.

Nah, Sahira juga menjadi tujuan sempurna untuk liburan akhir pekan yang tak terlupakan, bersama keluarga atau pertemuan perusahaan yang terorganisir.

 Staycation saat PPKM
Lobby The Sahira Hotel Bogor. (Istimewa/Bogordaily.net)

Memiliki 122 kamar, pastinya kamu bisa menginap dengan pilihan kamar sesuai yang kamu mau loh!

Ada 4 pilihan kamar yakni, Deluxe Room, Deluxe Family, Junior Suite, dan Sahira Suite yang mencakup wifi.

Selain itu, jika ingin menyegarkan dan untuk memberi energi pada tubuh serta pikiran, kamu juga bisa berenang di lantai 3.

 Staycation saat PPKM
Swimming pool di lantai 3 The Sahira Hotel. (Istimewa/Bogordaily.net)

Jangan lupa untuk menikmati kulinernya di Rahisa Restaurant dengan kapasitas 157 indoor dan 108 outdoor.

Booking sekarang atau datang langsung ke The Sahira Hotel di Jalan Ahmad Yani No. 17-23 kota Bogor.

Untuk informasi lebih lanjut #tanyakita di nomor 0251-755-2181 atau Wa 0819-508-0500.***

BMKG Kembali Temukan 13 Titik Panas di Kaltim

0

Bogordaily.net – Titik panas kembali ditemukan di 13 titik panas yang berada di 4 Kabupaten di Kalimantan Timur (Kaltim).

Demikian dikemukakan Badan Meteorologi, Klimatologi dan Geofisika (BMKG) melalui stasiun di Kota Balikpapan. BMKG mendeteksi 13 titik panas (hot spot), setelah 2 hari sebelumnya terdeteksi 14 titik panas yang tersebar pada 4 kabupaten di Provinsi Kalimantan Timur (Kaltim).

“Ada 13 hot spot terpantau hari ini (Senin 27 Juni 2022) mulai pukul 01.00 wita hingga pukul 17.00 Wita yang tersebar di empat kabupaten,” ujar Prakirawan Stasiun Kelas I Sultan Aji Muhammad Sulaiman (SAMS) Sepinggan BMKG Balikpapan Iwan Munandar melansir dari ANTARA, Selasa 28 Juni 2022.

Ia menegaskan sebaran 13 titik panas tersebut langsung diinformasikan ke pihak terkait. Terutama kepada Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD), baik di Provinsi Kaltim maupun kabupaten setempat, guna memperoleh penanganan lebih lanjut.

Adapun 13 titik panas yang tersebar pada 4 kabupaten di Kaltim baru-baru ini adalah di Kabupaten Kutai Barat (Kubar) terdapat 1 titik panas, Kabupaten Kutai Timur (Kutim) 3 titik panas, Kabupaten Kutai Kartanegara (Kukar) 2 titik panas, dan Kabupaten Berau terdeteksi 7 titik panas.

“Sedangkan rinciannya, 1 hot spot di Kutai Barat berada di Kecamatan Long Iram yang memiliki tingkat kepercayaan menengah, pada titik koordinat 115.5831 bujur dan -0.0073 lintang,” terangnya.

Kemudian, 2 hot spot di Kabupaten Kukar tersebar pada 2 kecamatan. Yakni, Kecamatan Marangkayu dan Kecamatan Loa Janan. Keduanya, memiliki tingkat kepercayaan menengah.

Berikutnya, 3 titik panas yang terpantau di Kutim tersebar pada 2 kecamatan. Yakni, Kecamatan Bengalon ada 2 titik dan Kecamatan Busang 1 titik.

“Ketiganya memiliki tingkat kepercayaan menengah,” tegasnya.

Untuk 7 hot spot yang terpantau di Kabupaten Berau, lanjutnya, tersebar pada 3 kecamatan. Yakni, di Kecamatan Gunung Tabur ada 3 titik panas, Kecamatan Segah pun ada 3 titik panas yang semuanya dengan tingkat kepercayaan menengah.

“Selanjutnya 1 hot spot lagi berada di Kecamatan Talisayan pada koordinat 118.1945 bujur – 1.5699 lintang yang memiliki tingkat kepercayaan menengah,” imbuhnya.

Sumber : suara.com

Adam Deni Divonis 4 Tahun Penjara

0

Bogordaily.net – Adam Deni dan Ni Made Dwita Anggari divonis 4 tahun penjara oleh majelis hakim dalam sidang putusan yang digelar di Pengadilan Negeri Jakarta Utara hari ini, Selasa 28 Juni 2022.

“Menjatuhkan pidana kepada terdakwa satu, Adam Deni dan terdakwa dua Ni Made Dwita Anggari masing-masing dengan pidana penjara selama empat tahun dan denda Rp 1 miliar,” ujar Hakim Ketua, Rudi Kindarto seperti dikutip dari suaracom.

Apabila Adam Deni dan Ni Made Dwita Anggari tidak membayar denda, maka akan diganti dengan lima bulan penjara.

Adam Deni divonis dan diadili atas kasus pelanggaran UU ITE yang dilaporkan Ahmad Sahroni, Ketua Komisi III DPR dari Fraksi Partai Nasdem tanpa izin.

Kasus ini bermula dari upaya Adam Deni yang disebut mengancam Ahmad Sahroni melalui media sosial.

Ahmad Sahroni menganggap apa yang dilakukan Adam Deni tendensius dan melanggar UU ITE.

Saat hakim membacakan putusan, Adam Deni terlihat tegar. Tapi dia langsung menyatakan banding terkait vonis tersebut.

“Banding yang mulia,” jelas Adam Deni.

Usai sidang, Adam Deni masih terlihat tegar. Dia bahkan yang menenangkan ibunya.

“Sudah ma, nggak apa-apa,” ucap Adam Deni sambil memeluk ibunya.

Adam Deni dilaporkan Ahmad Sahroni. Alasannya, karena telah mengunggah dokumen pribadi Ketua Komisi III DPR dari Fraksi Partai Nasdem tanpa izin.

Dokumen yang diunggah Adam Deni adalah data pembelian sepeda Ahmad Sahroni.

Tak Terima Restonya Dikritik, Pemilik Limau Adu Jotos Dengan Chef Willgoz

0

Bogordaily.net – Viral kabar adu jotos antara chef William Gozali (Willgoz) dengan pemilik gerai Limau bernama Brian yang merupakan pemilik Limau, gerai nasi jeruk aneka topping yang terkenal.

Masalah bermula ketika chef sekaligus YouTuber kuliner terkenal itu mengkritik menu buatan Limau. Lewat akun Instagram miliknya, Willgoz mengaku sedih sudah 3 kali pesan menu Limau, tapi porsinya sedikit.

“Gw kira cuma kebetulan aja, padahal enak gurih krispinya. Nasinya juga dikit. Gak worth it gak sih segini Rp 39 ribu. Sama ongkir jadi Rp 46 ribuan,” tulisnya, dikutip dari Dertik. Ia juga mengatakan bahwa Limau keliru membuatkan pesanannya.

“Terus gw pesen beef masa datangnya chicken. Alah gimana dah. Masa baca gitu aja gak becus,” kata Willgoz. Kritik tajam ini rupanya sampai ke telinga Brian, pemilik Limau.

Brian menghubungi Willgoz melalui Instagram Limau. Ia mengaku keberatan dengan video kritik Willgoz dan meminta agar video tersebut dihapus.

Sebagai solusi, Brian juga bilang, “Mungkin lebih bijaksana komplain private dulu aja ya. Kita bersedia ganti kok.” Willgoz lantas memberi jawaban kalau dirinya hanya sekadar membagikan pengalaman yang ia dapat.

Tak terima akan hal ini, Brian mengaku sangat dirugikan. Namun Willgoz memberi jawaban yang isinya meminta agar Brian fokus saja membenahi produk Limau.

“Lu ada masalah apa sih? Gini aja den kita ketemuan diomongin, atau gw akan lapor UU ITE lewat jalur hukum,” tulis Brian. Pesan ini dibalas dengan pertanyaan buat apa mereka bertemu?

Ternyata keduanya membicarakan masalah ini di depan gerai Limau yang tidak diketahui di mana lokasinya. Tampak Willgoz dan Brian adu argumen hingga sempat saling dorong dan adu pukul.

Sebelumnya, Willgoz melalui Instagram Story juga bertanya pada pengikutnya (followers) soal cara komplain yang ideal. Ia mengatakan biasanya memang mengkritik sebuah tempat makan lewat jalur pribadi, namun saat mengkritik Limau ia mengaku khilaf dengan mengunggahnya ke media sosial.

“Tapi Mr. B ngegas, gw ikutan ngegas juga tadi. Biasanya juga gw DM (kritikan) kalau kecewa, tapi hari ini kayak pengin banget share (kritikan) entah kenapa,” tulisnya.

Dalam unggahan lain, Willgoz juga mengatakan kalau dirinya jadi pemilik restoran, ia memang lebih memilih mendapat kritikan langsung. “Tapi gw juga siap langsung (dikritik) online di sosmed karena menurut gw itu ruang untuk perbaikan segera,” katanya.

Ia juga mengatakan kadang dapat kritikan tak masuk akal saat jualan Sunny Fat Day, tapi setidaknya ia membalas dengan cara lebih ramah.***

SD Bosowa Bina Insani Adakan Pelatihan Implementasi Kurikulum Merdeka

0

Bogordaily.netSD Bosowa Bina Insani adakan pelatihan Implementasi Kurikulum Merdeka bersama Sekolah Dasar Gugus 7 Tanah Sereal Kota Bogor, di ruang kelas SD Bosowa Bina Insani, Selasa 28 Juni 2022.

Pantauan bogordaily.net dalam acara ini turut hadir perwakilan guru dari Sekolah Dasar Gugus 7 Tanah Sereal Kota Bogor.

Dengan tema “Belajar, Mengajar dan Berkarya”, kegiatan ini berjalan lancar dari awal hingga akhir dengan berbagai rangkaian acara mulai dari penyampaian materi hingga ice breaking yakni menyanyikan yel-yel dari setiap perwakilan sekolah.

Menurut perwakilan Sekolah Dasar Gugus 7 Tanah Sereal Kota Bogor, Asep Saepuloh, dalam penyampaian materi di Pelatihan Implementasi Kurikulum Merdeka, mengatakan, kurikulum merdeka merupakan kurikulum yang menyederhanakan dari kurikulum sebelumnya.

“Kurikulum merdeka adalah kurikulum yang menyederhanakan kurikulum sebelumnya, serta memberikan kebebasan kepada siswa agar dapat memilih apa yang dia suka, seperti itu, dan ini juga menjadi bahan evaluasi kami, langkah-langkah untuk menetapkan standarisasi yakni ialah, dengan menyederhanakan kurikukum 2013,” ucapnya.

Sementara itu, Kepala SD Bosowa Bina Insani, Ibu Eka mengatakan dalam kegiatan ini yakni sosialisasi sekaligus praktek pembuatan modul ajar.

“Jadi di sini sih intens, pertama kita sosialisasi, kemudian ada praktek juga, karena kan waktunya udah tinggal sedikit lagi ya, tanggal 18 Juli itu kan udah mulai sekolah, jadi selain ada sosialisasi juga ada praktek pembuatan modul ajar,” jelasnya.

Dia melanjutkan, untuk satu sekolah yang ada di gugus 7 di Kecamatan Tanah Sareal terdapat 7 sekolah dan kegiatan sosialisasi ini lebih dahulu dibandingkan sekolah lain.

“Jadi ini satu sekolah yang ada di gugus 7, di Kecamatan Tanah Sareal, kan kalau di Tanah Sareal ini ada 8 gugus. Nah kami di gugus 7 ini ada 7 sekolah, dan ini lebih dulu dibandingkan sekolah lain untuk mengadakan pelatihan ini,” pungkasnya.

Sementara, di Bina Insani sendiri bukan hal yang baru karena sebelumnya sejak 2018 sudah memakai kurikulum khusus integrasi, dan jika dilihat kurikulum merdeka merupakan penyederhanaan dari kurikulum sebelumnya tetapi lebih difokuskan untuk perkembangan siswa.

“Kalau untuk di Bina Insani bukan hal baru ya, karena sejak 2018 kita sudah pakai kurikulum yang khusus integrasi yang bina insani, jadi kalau dilihat dari kurikulum merdeka kita sebenernya sudah ada dari 2018, dan juga kalau negeri dan swasta ada perbedaan, kalau negeri ada aturan yang harus mereka ikuti, kalau kita di swasta diberi keleluasaan untuk menentukan kurikulum seperti apa, sebetulnya ini penyederhanaan tapi lebih fokusnya untuk perkembangan anak-anak,” tutupnya.

Albin.