Sunday, 19 April 2026
Home Blog Page 5549

Iwan Setiawan Nilai, Program Merdeka Belajar Mampu Selamatkan Pendidikan

Bogordaily.net– Plt Bupati Bogor Iwan Setiawan, menilai terobosan Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset dan Teknologi (Kemendikbudristek) melalui program Merdeka Belajar telah mampu menyelamatkan dunia pendidikan di Indonesia, terkhusus di Kabupaten Bogor.

Hal itu ia ungkapkan saat memimpin upacara Hari Pendidikan Nasional (Hardiknas), di Lapangan Tegar Beriman, Cibinong, Jumat 13 Mei 2022.

“Kini kurikulum merdeka sudah diterapkan di 140.000 satuan pendidikan di seluruh indonesia. Itu artinya ratusan ribu anak indonesia sudah belajar dengan cara yang jauh lebih menyenangkan dan memerdekakan,” kata Plt Bupati Bogor Iwan Setiawan Jumat 13 Mei 2022.

Lanjutnya Iwan mengatakan, murid-murid tidak perlu lagi khawatir dengan tes kelulusan. Karena asesmen nasional yang digunakan saat ini tidak bertujuan untuk “menghukum” guru atau murid, tetapi sebagai bahan refleksi agar guru terus terdorong untuk belajar.

“Kurikulum program merdeka belajar lahir sebagai upaya untuk membantu para guru dan murid di masa pandemi. Ini terbukti mampu mengurangi dampak hilangnya pembelajaran,” jelasnya.

Politisi partai Gerindra tersebut menambahkan, semua perubahan positif yang telah diusung bersama, tidak hanya dirasakan oleh para orang tua, guru dan murid di Indonesia, tetapi sudah digaungkan sampai ke negara-negara lain melalui presidensi Indonesia di Konferensi Tingkat Tinggi G20.

Menurutnya, keterlibatan Indonesia dalam G20 bahkan menjadi bukti bahwa Indonesia tidak hanya menjadi pengikut tapi juga memimpin dunia.

“Langkah kita hari ini sudah semakin serentak, laju kita sudah semakin cepat. Namun, kita belum sampai di garis akhir. Untuk itu, tidak ada alasan untuk berhenti bergerak meski sejenak. Ke depan, masih akan ada rintangan yang jauh lebih tinggi. Kita akan terus memegang komando, memimpin pemulihan bersama, bergerak untuk merdeka belajar,” pungkasnya.

(Muhammad Irfan Ramadan)

Ditunjuk Jadi Tuan Rumah HUT APKASI 2022, Plt. Bupati Bogor : Panitia Sudah Siap

0

Bogordaily.net – Plt. Bupati Bogor Iwan Setiawan menyatakan bahwa Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Bogor siap jadi tuan rumah pelaksanaan kegiatan Hari Jadi Asosiasi Pemerintah Kabupaten Seluruh Indonesia (APKASI) ke-22, hal itu diungkapkan Iwan Setiawan usai menghadiri kegiatan halal bihalal tingkat Kabupaten Bogor, di Auditorium Sekretariat Daerah, Cibinong, Kamis 12 Mei 2022.

“Apkasi tetap jalan, panitia sudah siap dan semuanya sudah on progress. Tinggal siap-siap aja,” ungkap Plt Bupati Bogor.

Sebagai informasi bahwa, Pemerintah Kabupaten Bogor siap jadi tuan rumah pelaksanaan kegiatan Hari Jadi Asosiasi Pemerintah Kabupaten Seluruh Indonesia (APKASI) ke-22, yang akan di gelar pada 17-18 Juni 2022 mendatang, yang akan dihadiri oleh 416 Bupati sebagai Kepala Daerah Pemerintah Kabupaten se-Indonesia.

Beberapa rangkaian kegiatan akan dilaksanakan dalam kegiatan Peringatan Hari Jadi APKASI ke-22, yakni Mukernas, turnamen Golf Charity Cup, pertandingan sepak bola persahabatan antara tim APKASI Pusat dengan tim Pemerintah Kabupaten Bogor, serta Pemilihan Puteri Otonomi Daerah Tahun 2022.

Di tunjuknya Pemkab Bogor sebagai tuan rumah Pelaksanaan Hari Jadi APKASI ke-22, diharapkan dapat meningkatkan geliat ekonomi di Kabupaten Bogor khususnya di sektor-sektor yang mendukung kegiatan tersebut, seperti sektor perhotelan, UMKM, Pariwisata, kuliner dan lainnya.***

Sebut Cuma Penjaga Tirani Kekuasaan, Rizal Ramli Minta MK Dibubarkan

0

Bogordaily.net– Politisi yang juga pakar ekonomi Rizal Ramli menilai Mahkamah Konstitusi (MK) saat ini tidak lagi mampu menegakkan konstitusi. Sehingga dia menyebut perlu menjadi pertimbangan MK dibubarkan setelah masa jabatan Presiden Joko Widodo (Jokowi) berakhir.

“Setelah Jkw berhenti, memang perlu dipikirkan untuk membubarkan Mahkamah Konstitusi @officialMKRI,” ujar Rizal Ramli dikutip dari akun media sosial, Jumat, 13, Mei 2022.

Mantan Menteri Keuangan ini melanjutkan, MK tidak lagi mampu menegakkan konstitusi dan bahkan justru menjadi penjaga tirani kekuasaan.

“Tidak mampu menegakkan konstitusi, malah menjadi Penjaga Tirani Kekuasaan. Cukup jadi salah satu Chamber di Mahkamah Agung ! PT 0 Persen Atau MK Bubar!,” sambungnya.

Sementara itu dikutip dari Fajar.co.id, pada 10 Juli 2018 lalu, Mahkamah Konsitusi (MK) bersidang untuk putuskan gugatan Presidential Threshold (PT) 20 persen yang digugat oleh Rocky Gerung dkk.

Koordinator GarPu (Gerakan Perubahan) Muslim Arbi dengan tegas menuntut agar memenangkan gugatan tersebut sebagai kemenangan demokrasi.

“Gugatan PT 0 persen adalah tuntutan yang demokratis dan sesuai dengan akal sehat dan konstitusional. MK tak perlu ragu memutuskan itu,” tegas Muslim Arbi dalam keterangannya di Jakarta kala itu.

Sebagai anak bangsa pemilik kedaulatan yang sah di negeri ini, kata Arbi, dirinya mengingatkan kepada MK agar bekerja sesuai dengan ilmu dan keyakinan dan membantu tumbuhnya iklim demokrasi dan kedaulatan rakyat.

“Adanya MK karena buah dari demokrasi dan reformasi. Tanpa adanya demokrasi dan reformasi niscaya tidak ada MK. Jadi saatnya MK berjuang untuk rakyat dan jangan menjadi alat parpol dan oligarki kekuasaan,” tegasnya.

Bagaimana jika MK kembali dengan putusan sebelumnya yang membatalkan penghapusan ambang batas pencalonan presiden itu?

“Rakyat menginginkan perubahan. Maka jangan salahkan rakyat dan tuntutan demokrasi agar MK segera dibubarkan,” ujar dia.***

Merdeka Belajar Digaungkan di Momentum Hardiknas 2022

0

Bogordaily.net – Pemerintah Kabupaten Bogor Gelar Upacara Peringatan Hari Pendidikan Nasional (Hardiknas) Tahun 2022 Tingkat Kabupaten Bogor, upacara dipimpin langsung oleh Plt. Bupati Bogor Iwan Setiawan didampingi Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda) dan Jajaran Pemkab Bogor yang berlangsung di Lapangan Tegar Beriman, Jumat 13 Mei 2022.

Saat membacakan sambutan Mendikbud Ristek RI, Plt. Bupati Bogor, Iwan Setiawan mengungkapkan, selama dua tahun terakhir dunia pendidikan diterpa banyak tantangan yang harus dihadapi terlebih ditengah pandemi Covid-19. Salah satu yang dilakukan dalam menghadapi tantangan berat itu melalui Program Merdeka Belajar.

Katanya, kurikulum merdeka lahir sebagai upaya untuk membantu para guru dan murid di masa pandemi, kurikulum merdeka ternyata terbukti mampu mengurangi dampak hilangnya pembelajaran.

“Kini kurikulum merdeka sudah diterapkan di 140.000 satuan pendidikan di seluruh indonesia. Itu artinya ratusan ribu anak indonesia sudah belajar dengan cara yang jauh lebih menyenangkan dan memerdekakan,” terang Iwan Setiawan, saat memimpin upacara Hardiknas Tingkat Kabupaten Bogor.

Lanjut Iwan Setiawan menerangkan, bahwa kini murid-murid tidak perlu lagi khawatir dengan tes kelulusan, karena asesmen nasional kini digunakan tidak bertujuan untuk “menghukum” guru atau murid, tetapi sebagai bahan refleksi agar guru terus terdorong untuk belajar.

Hal itu upaya kepala sekolah termotivasi untuk meningkatkan kualitas sekolahnya menjadi lebih inklusif dan bebas dari ancaman tiga dosa besar pendidikan.

“Semangat yang sama juga sudah kita dengar dari para seniman dan pelaku budaya, yang sekarang mulai bangkit lagi, mulai berkarya lagi dengan lebih merdeka. Itu semua berkat kegigihan kita untuk melahirkan terobosan dana abadi kebudayaan dan kanal budaya pertama di indonesia. Dampaknya, sekarang tidak ada lagi batasan ruang dan dukungan untuk berekspresi, untuk terus menggerakkan pemajuan kebudayaan,” ungkap Plt. Bupati Bogor.

Ia menambahkan, bahwa semua perubahan positif yang telah diusung bersama, tidak hanya dirasakan oleh para orang tua, guru dan murid di Indonesia, tetapi sudah digaungkan sampai ke negara-negara lain melalui presidensi Indonesia di Konferensi Tingkat Tinggi G20.

Hardiknas 2022

“Tahun ini kita membuktikan diri bahwa kita tidak lagi hanya menjadi pengikut, tetapi pemimpin dari gerakan pemulihan dunia. Langkah kita hari ini sudah semakin serentak, laju kita sudah semakin cepat. Namun, kita belum sampai di garis akhir. Untuk itu, tidak ada alasan untuk berhenti bergerak meski sejenak. Ke depan, masih akan ada rintangan yang jauh lebih tinggi. Kita akan terus memegang komando, memimpin pemulihan bersama, bergerak untuk merdeka belajar,” jelasnya.***

Mantan Teroris Pelaku Penculikan Ngaku Pernah Huni Lapas Gunungsindur, Ini Kata Kalapas

Bogordaily.net– Mantan narapidana (napi) teroris yang ditangkap lantaran diduga menjadi pelaku penculikan 12 anak di Bogor, Jakarta Selatan, Tanggerang Selatan, Abi Rizal Afif atau ARA (27) telah mendekam di balik jeruji Polres Bogor. Ia disebut pernah mendekam di Lapas Khusus Kelas II Gunungsindur.

Menanggapi hal tersebut Kepala Lapas Khusus Kelas IIA Gunungsindur, Mujiarto angkat bicara.

“Gak ada atas nama Abi Rizal Afif kasus terorisme ada memang nama yang sama tapi itu kasus 378 penipuan dia bebas dari Lapas Gunungsindur pada awal Januari 2022,” kata Mujiarto.

Lebih lanjut Mujiarto mengaku tidak mengetahui kalau pelaku anak buah Habib Bahar. Hanya saja yang jelas kata dia, Abi Rizal Afif pernah mendekam di Lapas Gunungsindur atas kasus penipuan.

Sebelumnya diberitakan, Kapolres Bogor AKBP Iman Imanuddin mengatakan Abi Rizal Afif mengaku sebagai mantan napiter. Kepada polisi, Rizal juga mengaku baru keluar dari Lapas Khusus Kelas IIA Gunung Sindur.

“Terhadap yang bersangkutan, kami masih lakukan pendalaman. Karena, berdasarkan pengakuan tersangka, tersangka sudah tiga kali menjalani hukuman pidana. Dua kali (di antaranya) menjalani pidana kasus terorisme,” kata Kapolres Bogor AKBP Imam Imanuddin dalam jumpa pers di Mapolres Bogor, Jl Tegar Beriman, Kabupaten Bogor, Kamis 12 Mei 2022.

Polres Bogor terus menyelidiki kasus penculikan yang kini terungkap korban berjumlah 12 orang. Tersangka ditangkap Satreskrim Polres Bogor dibantu Intel Brimob Kedung Halang, Kota Bogor. Anak yang menjadi korban dugaan penculikan  berasal dari Kabupaten Bogor, Kota Tanggerang Selatan, Jakarta Selatan dan Jakarta Pusat.

Iman mengatakan, pihakanya masih melakukan pendalaman terhadap pelaku  karena berdasarkan pengakuannya sudah pernah menjalani hukuman pidana sebanyak tiga kali akibat kasus terorisme.(Ruslan)

Soal Asuransi Vanessa Angel, Doddy Sudrajat Akan Somasi Haji Faisal

0

Bogordaily.net – Haji Faisal mempertanyakan keberadaan uang asuransi Vanessa Angel sebesar Rp530 juta yang diduga telah dicairkan. Doddy Sudrajat pun menanggapi hal tersebut.

Doddy Sudrajat membenarkan uang asuransi Vanessa Angel yang telah cair sejak beberapa bulan lalu. Namun dia mengaku telah menyerahkan uang tersebut kepada Profesor Bambang, pria yang pernah dikabarkan dekat dengan mendiang.

“Benar, uang asuransi Rp530 juta itu sudah cair dan sudah sama saya. Dan saya menyerahkan uang itu semuanya kepada Profesor Bambang. Saya tidak menyentuh seperak pun itu uang,” katanya dikutip dari Lambe Turah, Jumat 13 Mei 2022.

Diungkapkan Doddy, uang itu dikelola oleh Profesor Bambang dalam bentuk tabungan.

“Singkat cerita, marketing asuransi tersebut datang ke lapas dan diteken lah surat polisnya. Presmi asuransi itu sudah dibayar penuh oleh Profesor Bambang. Jadi tidak dicicil,” ujarnya.

Ditegaskan Doddy Sudrajat ini tidak ada peran keluarga Haji Faisal dalam asuransi tersebut karena bukan porsinya jika mempertanyakan uang asuransi tersebut.

“Tidak ada kaitannya dengan mereka. Karena saat itu pun, saya belum mengenal Pak Faisal,” katanya.

Tak senang dengan pernyataan Haji Faisal yang dinilai sudah mencemarkan nama baiknya,

Doddy Sudrajat menilai pernyataan Haji Faisal sudah mencemarkan nama baiknya, ia pun berencana melayangkan somasi untuk besannya tersebut. Jika tak diindahkan, maka dia siap bawa masalah itu ke ranah hukum.***

Penjambret HP Pelajar Masuk Bui, Terancam 9 Tahun Penjara

0

Bogordaily.net – Pelaku penjambret handphone (HP) pelajar SMK yang terjadi di Jalan E. Sumawijaya, Kavling Duku Baru, Desa Pasir Eurih, Kecamatan Tamansari, akhirnya masuk bui dan kini berada di Polres Bogor, Jalan Pemda, Cibinong, Kabupaten Bogor.

Kapolres Bogor, AKBP Iman Imanuddin mengungkapkan, pelaku di tangkap oleh tim unit reskrim Polsek Tamansari, Kamis malam sekitar pukul 22.00 WIB.

“Pelaku ini nekat melakukan perbuatan pidana pencurian dengan kekerasan karena faktor ekonomi, karena untuk bayar hutang,” kata Iman kepada wartawan di Mapolres Bogor, Jumat, 13 Mei 2022.

Berdasarkan keterangan dari tersangka, pelaku ini baru melakukan aksi satu kali, karena terlilit hutang yang harus dibayar.

Penjambret HP Pelajar

Aksinya pun terekam kamera CCTV milik warga yang terpasang di lokasi kejadian, sehingga dalam pengungkapan kasus ini terbantu dengan adanya bukti CCTV.

“Kejadiannya hari Selasa 10 Mei 2022 lalu, sekitar pukul 06.30 WIB, saat korban tengah berangkat sekolah. Dan aksi pelaku terekam CCTV hingga sempat viral di media sosial (medsos) beberapa hari ini,” terang Kapolres.

Saat ini, kata Iman, tersangka sudah dilakukan penahanan oleh Unit Reskim Polsek Tamansari dengan Pasal 365 KUH.

“Ancaman pidana yang disangkakan terhadap yang bersangkutan adalah 9 tahun penjara,” tegasnya.

Atas kejadian tersebut, Kapolres Bogor menghimbau kepada masyarakat untuk sama-sama meningkatkan kesadaran terhadap lingkungan yang ada di wilayahnya masing-masing.

“Dan kami juga mengucapkan terima kasih kepada seluruh masyarakat, yang sudah turut berpartisipasi di dalam mengelola keamanan ketertiban di lingkungan ini,” ucapnya.

Ia menyampaikan, dari peristiwa menjadi pembelajaran bagi semuanya untuk meningkatkan keamanan di lingkungan masing-masing.

“Mudah-mudahan ini menjadi pembelajaran buat lainnya untuk lingkungan, untuk sama-sama meningkatkan keamanan,” tutupnya.*

(Heri Supriatna)

Brukkk!!! Pengendara Motor Tabrak Tukang Parkir yang Hendak Menyebrang

0

Bogordaily.net – Bogordaily.net – Viral video detik-detik pengendara motor tabrak tukang parkir ketika sedang menyebrang jalan. Kejedian itu terjadi di Kebon Jati, Kota Bandung, Kamis 12 Mei 2022.

Diketahui kronologi penabrakan tersebut yang diunggah melalu akun @infobdgbaratcimahi.

Nampak dalam video seorang pria yang diduga tukang parkir ketika sedang menyebran, tiba-tiba dari arah kanan sebuah motor dengan kecepatan tinggi langsung menubruk tubuh sang tukang parkir.

Pengendara motor MX dan tukang parkir sama-sama terpelanting ke arah aspal.

Sedangkan motor yang menambrak tukang parkir itu, mental kearah motor yang diparkir di pinggir jalan.

Atas kejadian pengendara motor tabrak tukang parkir ini, tukang parkir mengalami luka ringan, sedangkan si pengendara motor MX alami luka yang cukup parah hingga harus dioperasi saat dilarikan ke RS Kebon Jati.

Dengan kejadian laka tersebut, dihimbau agar para pengendara dan pejalan kaki lebih berhati-hati. Utamakan keselamatan dengan tidak mengendarai kendaraan dengan kecepatan yang tinggi.

Begitupula bagi pengguna jalan, dihimbau agar selalu waspada ketika menyebrang jalan.

Diharuskan untuk melihat kanan dan kiri, untuk memastikan keadaan sekitar jalan raya sudah aman dari kendaraan motor yang melintas.

Beredarnya video pengendara menubruk tukang parkir inipun, tak luput dari komentar warganet.

“Serba salah dua” na salah…nyebrang tidak di zebracross n tdk brhti”, si pemotor ngebut blinspot tdk brhti”, tdk bsa melihat penyebarang..** tulis @budiharxxxxx

“Nyebrang na rusuh. Nyieun batur susah,” komen @fazarxxxx

“Salfok nu bapa2 jln kaki kalah nulungin helm lain jea na heula tulungan teh,” tulis lainnya.***

Polri Musnahkan Hewan Ternak yang Terkena Wabah PMK

0

Bogordaily.net – Polri ikut turun tangan dalam membantu penanganan wabah penyakit mulut dan kuku (PMK) pada sejumlah hewan ternak di beberapa wilayah. Salah satunya dengan memastikan hewan yang terkena wabah segera dimusnahkan.

“Hewan ternak yang terkena wabah PMK itu sudah tidak bisa digunakan. Maka dari itu, untuk menghindari penyebaran (virus) akan dilakukan pemusnahan,” kata Karo Penmas Divisi Humas Polri, Brigjen Pol Ahmad Ramadhan, dikutip dari PMJ, Jumat 13 Mei 2022.

Ramadhan mengatakan, hewan yang terpapar virus PMK dan masih hidup maka akan dipotong secara paksa. Pemotongan dilakukan di tempat jagal hewan yang ada di wilayah tersebut.

Adapun Ramadhan menegaskan, Polri akan terus berkoordinasi dengan stakeholder terkait untuk melakukan pengawasan dan pendataan hewan ternak yang sudah terkena virus tersebut agar tak menyebar ke hewan lainnya.

“Paling tidak kalau ada suatu wabah yang kita lakukan pendataan. Sehingga hewan ternak yang terindikasi terkena wabah tersebut tidak dibawa ke luar daerah. Jadi kita lakukan pengawasan juga,” tukas Ramadhan.

Sebelumnya, temuan wabah penyakit mulut dan kuku terhadap hewan ternak sapi ini dilaporkan pertama kali terjadi di Gresik, Sidoarjo, Mojokerto dan Lamongan.

Virus PMK yang menyerang beberapa bagian tubuh hewan, seperti mulut dan kuku dari hewan ternak. Maka dari itu, masyarakat disarankan untuk tidak mengonsumsi daging di bagian Mulut, dan Kaki Sapi.***

Bertemu Guru Semasa Sekolah, Iwan Setiawan Bagikan Momen Haru

Bogordaily.net– Plt Bupati Bogor Iwan Setiawan membagikan momen haru saat bertemu dengan para guru yang mengajar sewaktu ia duduk di bangku sekolah. Momen haru Iwan Setiawan dan para gurunya itu terjadi usai dirinya memimpin upara Hari Pendidikan Nasional di Lapangan Tegar Beriman, Cibinong, Jumat, 13 Mei 2022

Dalam video berdurasi kurang lebih 1 menit tersebut, Iwan tampak berbincang dengan para gurunya semasa mengenyam pendidikan di SMP Negeri 1 Megamendung,  Kabupaten Bogor.

Tawa kecil terlihat dari balik masker. Mereka pun berbincang sekaligus mengingat momen-momen saat Iwan masih duduk di bangku SMP dulu dan telah mengantarkannya menjadi seseorang yang sukses seperti sekarang.

Seolah tak ingin melewatkan momen emas tersebut, Iwan juga langsung mencium tangan sang guru dan tak lupa juga memeluknya.

Iwan bahkan memperkenalkan gurunya tersebut kepada Komandan Kodim (Dandim) 0621 Kabupaten Bogor Letkol Kav. Gan Gan Rusgandara saat gurunya sedang bersiap menyantap makanan yang sudah disediakan.

“Pak Dandim, punteun iye guru abdi di SMP. Pak Hilman, Pak Yusuf, Pak Anang (Pak Dandim, permisi, ini guru saya di SMP, Pak Hilman, Pak Yusuf, Pak Anang),” kata Iwan Setiawan, Jumat, 13 Mei 2022.

Kemudian tak lama setelah dikenalkan oleh Iwan, sang Dandim tersebut langsung menyalami para guru tersebut.

Iwan juga mengajak ketiga gurunya berfoto bersama. Tampak para guru itu senyum tersipu malu, seolah tak percaya muridnya kini menjadi pemimpin di Kabupaten Bogor.(Muhammad Irfan Ramadan)