Sunday, 19 April 2026
Home Blog Page 5713

MenkopUKM: Sudah Banyak Produk UMKM Berkualitas Berbasis Teknologi dan Inovasi

0

Bogordaily.net– Setelah Showcase dan Business Matching Tahap 2 dengan kategori produk alat kesehatan, K3 (Keselamatan, Keamanan, dan Kesehatan) dan Wellness, berjalan sukses, Kementerian Koperasi kembali menggelar tematik kedua dengan kategori produk alat pertanian, manufaktur, dan alat berat.

Ajang ini merupakan salah satu rangkaian acara aksi afirmasi peningkatan pembelian dan pemanfaatan Produk Dalam Negeri (PDN), dalam rangka Gerakan Nasional Bangga Buatan Indonesia (BBI), dan bentuk dukungan pemerintah kepada pelaku koperasi dan UMKM.

“Yang harus kita sadari, sudah banyak produk UMKM berkualitas yang berbasis teknologi dan inovasi. Kita memberikan referensi UKM yang memiliki produk unggulan bagi K/L pemda, dan BUMN,” ungkap Menteri Koperasi dan UKM Teten Masduki, saat menjadi pembicara dalam Diskusi Panel dalam acara Showcase dan Business Matching Tahap Kedua dengan tematik produk alat pertanian, manufaktur, dan alat berat, di Smesco Exhibition Hall, Jakarta, Kamis, 14 April 2022.

Bagi Menteri Teten, kegiatan Business Matching ini menjadi upaya percepatan penyerapan 40% produk dalam negeri dan UMKM oleh pemerintah. Tahun ini, potensi pembelian produk dalam negeri sangat besar, dengan belanja pemerintah sebesar Rp1.481 triliun, dan BUMN sebesar Rp420 triliun.

Dalam mensukseskan program ini, lanjut MenKopUKM, pihaknya melakukan program-program peningkatan kapasitas produksi. Mulai dari pendampingan SDM, pembiayaan, hingga mendorong dalam rantai pasok nasional dan perluasan pasar.

“Tentunya, dengan sinergi semua stakeholder,” tegas MenkopUKM.

Menteri Teten terus mengajak K/L dan Pemda untuk memperbaiki Rencana Umum Pengadaan (RUP) dan mempercepat kontrak pengadaan barang dan jasanya. Sehingga, target realisasi pengadaan barang/jasa pemerintah bagi UMKM dapat mencapai lebih dari Rp400 triliun pada tahun ini.

Oleh karena itu, MenkopUKM mendorong para asosiasi untuk mendorong UKM binaannya masuk dalam e-Katalog LKPP.

“Saya optimis kegiatan pameran dan temu bisnis ini akan berhasil, dan seluruh pihak berperan aktif dalam meningkatkan penggunaan produk dalam negeri,” kata Menteri Teten.

Sementara itu, Menteri Pertanian Syahrul Yasin Limpo menyebutkan bahwa kehadiran dirinya di ajang Business Matching Tahap Kedua ini untuk semakin memperkuat komitmen yang dibangun bersama MenkopUKM dalam meningkatkan kualitas SDM petani dan produk pertanian di Indonesia.

“Dalam tahapan budidaya pertanian, kita butuh banyak alat-alat pertanian dari UMKM,” kata Mentan.

Pasca panen, lanjut, Mentan, lebih banyak lagi yang membutuhkannya dalam rangka modernisasi alat-alat pertanian.

“Misalnya, buah-buahan, pasti butuh yang namanya Cold Storage. Cabai dan kopi butuh alat pengeringan, dan sebagainya,” tukas Syahrul.

Yang pasti, Mentan menegaskan bahwa pihaknya akan terus berkomitmen menggunakan produk UMKM dan dari dalam negeri.

“Menggunakan produk dan alat-alat dari dalam negeri sudah harus dimulai. Jika tidak, bagaimana kita bisa tahu apa kelebihan dan kekurangan dari produk dalam negeri,” kata Syahrul.

Dirjen Bina Konstruksi Kementerian PUPR Yuda Mediawan juga memberikan apresiasi atas penyelenggaraan acara Business Matching Tahap Kedua untuk meningkatkan komitmen belanja pemerintah dan lembaga menyerap produk dalam negeri dan UMKM.

“Dari total belanja kami sebesar Rp97 triliun, sekitar Rp80 triliun atau 85,9% merupakan belanja produk dalam negeri berupa material dan peralatan,” ungkap Yuda.

Tahun 2022 ini, lanjut Yuda, pihaknya mentargetkan belanja impor tidak lebih dari 10% dan akan terus dikurangi setiap tahunnya.

“Belanja barang akan terus kita pantau,” tegas Yuda.

Sementara Staf Ahli Menteri Bidang ESB Kementerian KKP Darmadi Aries menegaskan bahwa pihaknya berkomitmen untuk meningkatkan belanja produk dalam negeri yang dihasilkan dari produksi UMKM.

“Sudah ada sekitar 200 lebih UMKM yang masuk ke e-Katalog,” kata Darmadi.

Hanya saja, Darmadi mengakui, produk kapal dan alat tangkap masih belum maksimal dihasilkan dari dalam negeri.

“Produk kapal dalam negeri masih sedikit. Bahan baku untuk alat tangkap juga masih banyak yang diimpor,” imbuh Darmadi.

Seperti diketahui, Kegiatan Business Matching Tahap Kedua dimulai dari 11-21 April 2022 di Gedung Smesco Exhibition Hall, dan akan dilanjutkan pada puncak acara tanggal 22-23 April 2022, di Jakarta Convention Center (JCC) dengan diikuti peserta sebanyak ±400 UKM dari seluruh Indonesia.

Sebelumnya, Business Matching Tahap Pertama diadakan di Bali pada 22-24 Maret 2022 lalu.

Permudah Proses e-Katalog

Dalam kesempatan yang sama, Kepala Lembaga Kebijakan Pengadaan Barang dan Jasa Pemerintah, Abdullah Azwar Anas, mengungkapkan bahwa pihaknya kini telah melakukan transformasi besar-besaran dalam sistem e-katalog atau sistem pengadaan barang dan jasa.

Dalam rangka percepatan pengadaan barang dan jasa, dulunya membutuhkan delapan proses sehingga banyak menjadi kendala bagi UMKM untuk terdaftar dalam laman LKPP. Akibatnya, barang dan jasa produk UMK tidak banyak masuk ke K/L.

“Nah, sekarang ini prosesnya hanya tinggal dua saja,” kata Azwar.

Selain itu, lanjut Kepala LKPP, pihaknya juga sedang perbaiki sistem dibantu Telkom untuk memperkuat sistemnya agar bisa beradaptasi dengan pengadaan barang dan jasa yang sekarang ini semakin besar.

“Kemudian, kami juga melakukan integrasi dengan e-katalog lokal, sehingga UMKM tidak harus ke Jakarta tapi bisa masuk ke e-katalog pemda,” kata Azwar.

Azwar Anaz berharap kolaborasi antar kementerian dan lembaga terus ditingkatkan agar tujuan ini bisa berjalan sesuai harapan bersama, yaitu meningkatkan belanja produk dalam negeri dan UMKM.

Menurut Kepala LKPP, ada beberapa sektor yang saat ini sedang berjalan. Yaitu, e-Katalog Nasional, e-Katalog Sektoral dan e-Katalog Lokal.

“Kalau dulu teman-teman pemda susah untuk hidup atau menghidupkan e-Katalog Lokal karena syaratnya yang banyak, atas saran dari Presiden bahwa drop beberapa syarat ini, sehingga teman-teman daerah semua otomatis bisa mengelola e-Katalog Lokal,

Jika kurang jelas seperti apa, Kepala LKPP menyebutkan bahwa nanti bisa ada booth yang disediakan LKPP.

“Sehingga, produk-produk lokal bisa dimasukan dalam e-Katalog Lokal, serta belanjanya dapat dimonitor oleh BPKP, Kemendagri dan LKPP,” pungkas Azwar Anas.***

Gandeng DPP Astekindo, PS Teknik Sipil FTS UIKA Bogor Gelar Webinar

0

Bogordaily.net – PS Teknik Sipil Fakultas Teknik dan Sains UIKA Bogor Adakan Webinar bersama Dewan SDA Nasional dan Astekindo via Zoom Meet pukul 08.30 WIB, Kamis 14 April 2022.

Acara Webinar kali ini bertemakan Kebijakan Pengelolaan Sumber Daya Air, Nasional dan Tantangan Pemenuhan Kebutuhan Air Minum Berkualitas.

Kegiatan webinar ini menghadirkan beberapa narasumber dari Kementerian PUPR seperti Dr. Ir Happy Mulya ME, selaku Ka Sekretariat Dewan SDA Nasional Kementerian PUPR, dan Ir Anang Muchlis, selaku Dirut Air Minum Kementerian PUPR.

Acara ini dihadiri juga oleh para Dosen Fakuktas Teknik dan Sains UIKA Bogor seperti Dr Idi Namara ST, MT selaku Dosen Prodi Teknik Sipil FTS UIKA Bogor, dan Feril Hariati M.Eng Dosen Prodi Teknik Sipil UIKA Bogor.

Adapun yang bertugas dalam memandu jalanya kegiatan webinar ini yakni Ketua Umum DPP ASTEKINDO, Ir Imam Purwoto, ST, MT, IPM, selaku Moderator dalam Acara Webinar ini.

Dengan ini diharapkan para audiens dan civitas akademika yang hadir dapat memahami terkait Kebijakan Pengelolaan Sumber Daya Air, Nasional dan Tantangan Pemenuhan Kebutuhan Air Minum Berkualitas dari para narasumber.*

(Albin Pandita Febriyantama)

Berbagi Takjil, DKDM Kota Bogor Berikan Manfaat Kehadirannya untuk Masyarakat

0

Bogordaily.net – Kelompok relawan yang tergabung dalam wadah DKDM Kota Bogor atau Dulur Kang Dedi Mulyadi mulai memperlihatkan kehadirannya di Kota Bogor.

Kelompok relawan yang diketuai oleh Adrian Khasogi, SE untuk Korwil kota Bogor ini mulai dirasakan manfaatnya oleh masyarakat Kota Bogor.

Mereka aktif turun ke jalan untuk membagikan takjil dengan sasaran ojek online (Ojol) dan sopir angkutan umum (Angkot), Minggu, 10 April 2022.

Salah satu ojol mengapresiasi kegiatan DKDM ini, dia senang sekali dan merasa terbantu dengan takjil yang diterimanya.

“Bangga dengan kegiatan DKDM, bisa berbagi tepat sasaran. Kami pas bedug masih di jalan dan belum ketemu warung,” ujar ojol yang tidak mau disebutkan namanya itu.

Adapun salah satu relawan mengungkapkan bahwa kegiatan ini adalah intruksi dari ketua umum DKDM Bogor Raya, H Allung CSA.

“Kami berbagi sekitar 100 boks takjil dengan pendanaan dari swadaya mandiri anggota DKDM Korwil kota Bogor dan DKDM Bogor Raya,” tuturnya.

Relawan DKDM akan terus bergerak dengan kekompakan agar dirasakan kehadirannya dan juga bermanfaat untuk masyarakat.***

Hilang Kendali, Emak-emak Trobos Toko Buah Jalan Brigjen Saptadji

0

Bogordaily.net – Emak-emak yang sedang membawa anaknya hilang kendali sehingga menerobos toko buah di pinggir Jalan Brigjen Saptadji Hadiprawira, Kamis 14 April 2022.

Pantauan Bogordaily.net di lokasi, emak-emak tersebut diduga oleng kendali saat menyalip mobil di depannya.

Akibatnya, motor berwarna merah merk Yamaha X-Ride jumping dengan posisi tegak.

Tak lama, warga sekitar dengan sigap membantu menurunkan motor yang menabrak atap toko buah di pinggir jalan.

Kondisi motor yang dikendarai emak-emak tersebut terlihat hancur pada bagian bumper belakang.

Kaget dengan kejadian kecelakaan yang menimpannya, ia terlihat menenangkan sang anak yang menangis kejer.

Kecelakaan itu membuat arus jalan ke arah supermarket Tiptop macet, karena banyaknya warga dan pengendara yang berhenti untuk melihat keadaan emak-emak yang mengalami laka lantas.***

Waktu yang Tepat Untuk Menyikat Gigi Saat Puasa Beserta Hukumnya

0

Bogordaily.net – Menyikat gigi setiap hari sangat penting untuk menjaga kebersihan dan kesehatan gigi, termasuk untuk menjaga bau mulut. Namun, sejumlah orang ragu untuk menyikat gigi saat puasa Ramadan, karena takut membatalkan puasa.

Lalu, apakah hukum sikat gigi saat puasa, benarkah kebiasaan ini membuat puasa menjadi batal? Yuk simak dulu rangkuman informasi dari Bogordaily.net yang dirangkum dari berbagai sumber berikut ini:

Kebanyakan dari kita pasti masih ada yang bertanya-tanya perihal boleh tidaknya menyikat gigi saat puasa. Ada perbedaan pendapat mengenai hukum sikat gigi saat puasa.

Beberapa ulama ada yang menyatakan bahwa menyikat gigi saat puasa diperbolehkan, sementara beberapa yang lain menyatakan hal sebaliknya.

Meski demikian, sejumlah sumber yang memperbolehkan menyikat gigi saat puasa memberikan satu syarat mutlak, yakni jika sama sekali tidak ada air atau pasta yang masuk ke tenggorokan, maka puasanya tidak batal.

Sedangkan jika ada air atau pasta yang masuk ke tenggorokan, meski jumlahnya sangat sedikit, baik yang sengaja maupun tanpa sengaja, puasanya akan batal.

Hal ini tentu kembali lagi kepada niat awal yang melakukannya. Jika kamu memiliki niat mutlak untuk membersihkan gigi dan bukan beralasan ingin terkena air dengan harapan akan sedikit tertelan, maka sah-sah saja.

Waktu yang Pas Untuk Sikat Gigi

Dilansir situs Nadhlatul Ulama (NU) Online, Imam Nawawi dalam al-Majmu’ syarah al-Muhadzdzab menjelaskan bahwa jika ada orang yang memakai siwak basah. Kemudian airnya pisah dari siwak yang ia gunakan, atau cabang-cabang (bulu-bulu) kayunya itu lepas kemudian tertelan, maka puasanya batal tanpa ada perbedaan pendapat ulama.

Oleh karena itu, orang yang berpuasa kemudian sikat gigi menggunakan pasta, jika tidak ada air atau pasta yang masuk tenggorokan sama sekali, puasanya tidak batal.

Namun apabila ada sedikit saja dari air atau pasta gigi yang tertelan walaupun tanpa sengaja, maka puasanya batal.

Solusinya, bagi orang yang berpuasa, demi kehati-hatian hendaknya menggosok gigi dahulu sebelum waktu imsak tiba. Jika sudah siang, cukup gosok gigi dengan kayu siwak (arok) atau dengan sikat gigi tanpa menggunakan pasta.

Mengutip website resmi Nahdlatul Ulama, yakni NU Online, jika setelah sikat gigi ingin dibilas dengan air, maka kamu dapat melakukannya beriringan dengan berkumur sebelum wudhu sebanyak tiga kali.***

Beri Kenyamanan Saat Mudik Lebaran, Pemkab Bogor Siapkan 18 Titik Pos Pam

Bogordaily.net-Guna memberikan kelancaran dan rasa nyaman kepada masyarakat saat mudik lebaran tahun 2022, Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Bogor berencana akan menyiapkan 18 titik pos pengamanan (Pos Pam) dalam operasi ketupat lodaya.

Bahkan, Pemkab Bogor sudah membahas rencana tersebut dengan pihak Polres Bogor dalam Rapat Koordinasi (Rakor) lintas sektoral Operasi Ketupat Lodaya 2022, di Ruang Command Center Polres Bogor, Cibinong, pada Kamis 14 April 2022.

Wakil Bupati Bogor Iwan Setiawan menjelaskan bahwa, semua persiapan sudah disampaikan oleh para menteri dan pimpinan TNI Polri dalam rakornya.

“Pada prinsipnya kita sudah siap untuk melaksanakan pengamanan dan pengaturan mudik lebaran, mulai dari pengaturan lalu lintas, kemacetan, dan lain sebagainya. InsyaAllah di Kabupaten Bogor kita ada 18 Pos Pam untuk melaksanakan operasi Ketupat Lodaya,” kata Iwan Setiawan.

Selain itu, Iwan juga menyebutkan, operasi ketupat lodaya tahun ini, melibatkan juga TNI dan jajaran instansi Kabupaten Bogor, seperti Satpol PP dan Dinas Perhubungan.

“Kami akan segera melakukan survey lokasi 18 titik Pos Pam yang kami rencanakan dalam waktu dekat,” jelasnya.

Untuk aturan mudik sendiri, Iwan menyebut jika hal itu sudah dijelaskan oleh pemerintah pusat. Dimana semua wajib sudah melaksanakan Vaksinasi Booster atau vaksinasi ketiga. Jika belum, maka pemudik harus PCR terlebih dahulu sebelum pulang kampung.

“Intinya semua tetap utamakan protokol kesehatan sesuai dengan apa yang telah diatur,” tutup Iwan.*

(Muhammad Irfan Ramadan)

Percepat Vaksinasi Booster, Kodim 0606 Sasar Pengunjung Mal di Margajaya

0

Bogordailly.net – Komando Distrik Militer (Kodim) 0606 terus geber percepatan vaksinasi booster dengan cara jemput bola ke wilayah-wilayah di Kota Bogor. Kali ini, menyasar para pengunjung di salah satu pusat perbelanjaan, Jalan Raya Dramaga, Kelurahan Margajaya, Kecamatan Bogor Barat.

Bintara Pembina Desa TNI (Babinsa) Kelurahan Margajaya, Peltu Kusnali mengatakan, vaksinasi booster ini merupakan program dari Kodim 0606 yang bekerja sama dengan Rumah Sakit Salak.

“Ya, hari ini di wilayah kami mendapat jadwal vaksinasi booster yang diselenggarakan oleh Kodim 0606. Untuk lokasinya di mal Yogya,” kata Peltu Kusnali kepada Bogordailly.net di lokasi, Kamis, 14 April 2022.

Lanjut Kusnali, untuk pesertanya ini terbuka untuk umum. Artinya bukan hanya warga Margajaya saja, tetapi setiap pengunjung yang datang ke sini untuk di vaksin. “Jadi kita tanya, dan apabila belum di vaksin ya kita ajak warga untuk vaksin,” terangnya.

Sementara untuk targetnya sendiri, kata Kusnali, per hari ini sebanyak 120 dan berharap bisa tercapai target tersebut. “Kita buka tadi pukul 13.00 WIB sampai 16.00 WIB. Kalau persediaannya, kita perpanjang hingga 16.30 WIB,” jelasnya.

Di tempat yang sama, Lurah Margajaya Yadi Maryudi Somiki mengatakan, selain vaksin yang dilakukan oleh Kodim 0606, pihak kelurahan juga melakukan vaksin di lokasi yang tidak jauh dengan kantor.

“Kita memang ditargetkan dalam satu hari itu 120 dan ini sudah berjalan selama satu minggu. Alhamdulillah capaian khusus untuk warga Margajaya sudah 100 persen. Sehingga yang terlaksana hari ini mayoritas warga di luar Margajaya,” ucapnya.

Masih kata Yudi, kegiatan yang dilakukan oleh Kodim ini merupakan bentuk kolaborasi, dan pihaknya sangat mendukung program tersebut.

“Kita akan selalu mendukung dan mengajak warga untuk segera di vaksin, untuk meningkatkan herd immunity,” pungkasnya.

(Heri Supriatna)

BRI Dorong Keberlanjutan UMKM Naik Kelas Melalui Digitalisasi

0

Bogordaily.net – PT. Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk atau BRI senantiasa mengoptimalkan digitalisasi untuk mendorong pelaku UMKM naik kelas. Selain itu, ketahanan dan keberlanjutan usaha para pelaku usaha juga diharapkan dapat mempercepat pemulihan ekonomi.

Hal tersebut diungkapkan Direktur Bisnis Mikro BRI Supari pada acara Diskusi Taman BRI yang mengambil tema “Peran Digitalisasi dalam Mendorong UMKM Naik Kelas, Rabu, 13 April 2022.

Acara diskusi Taman diselenggarakan oleh BRI Research Institute (BRIRINS) bekerja sama dengan BRI di Kantor Pusat BRI.

Supari mengungkapkan, “peluang digital ini perlu dimanfaatkan dengan baik agar hasilnya dapat diperoleh dengan optimal. Contohnya pelaku Usaha Ultra Mikro (UMi) nasabah PNM Mekaar. Data BRI menunjukkan, hampir 89% sudah memiliki smartphone. Hal ini menjadi wadah untuk akses pemberdayaan sekaligus improve usaha”, ungkapnya.

BRI sendiri telah memiliki framework pemberdayaan yang dilakukan secara simultan, yakni melalui pengembangan ekosistem usaha dan kapabilitas pelaku UMKM.

Upaya tersebut dioptimalkan dengan digitalisasi melalui platform digital Bisnis to customer (B2C) yang menghubungkan pelaku usaha UKM dengan para pembeli secara langsung melalui aplikasi jual-beli komoditas secara daring, kemudian ada platform Localoka, dan platform Pasar.id.

Platform digital Bisnis to Customer (B2C) yang tengah dikembangkan menjadi aplikasi penghubung seluruh pelaku multikomoditas secara terintegrasi dalam closed system BRI service. Sementara platform Localoka, menyajikan journey dari program pemberdayaan Kelompok Usaha Binaan BRI.

Adapun Pasar.id menjadi terobosan yang memfasilitasi aktivitas jual beli secara daring bagi pedagang pasar.

Kami ingin melayani semua ekosistem sesuai journey-nya. Sekarang ini, bisnis memperebutkan customer experience. Maka siapa yang cepat mengenali, membangun dan mendefinisikan experience nasabah, itulah yang akan jadi pemenangnya, ungkapnya.

Upaya BRI tersebut memiliki alasan yang sangat kuat. Mengutip data Kementerian Koperasi dan UKM, jumlah pelaku UMKM khususnya segmen mikro mendominasi 98,7% dari total unit usaha di Tanah Air.

Maka, pemberdayaan UMKM dan upaya inklusi keuangan menjadi peran microfinance yang penting untuk mengentaskan kemiskinan pemerataan ekonomi.

Hal ini juga sesuai dengan fokus Presidensi G20 di Indonesia yang salah satunya mengangkat financial inclusion.

Dorong UMKM Melompat Jauh
Dalam acara yang sama, Komisaris eFishery yang juga menjabat Wakil Ketua Umum Bidang Kewirausahaan KADIN Aldi Haryopratomo mengatakan, skala usaha UMKM dapat dinaikkan melalui optimalisasi digitalisasi.

Teknologi, kata dia, menjadi jembatan untuk mengurangi struktur biaya sehingga lebih efisien. Contohnya proses pembayaran utama yang dulu menggunakan mesin EDC, sekarang bisa menggunakan QR Code sehingga lebih mudah.

Di eFishery, misalnya, untuk meningkatkan produktivitas dan menekan biaya produksi, kami menggunakan sebuah robot atau mesin yang bisa mengetahui kapan ikan dalam keadaan lapar, ujarnya.

Mesin robot ini pun dapat memberikan makan pada ikan saat lapar secara merata. Dengan demikian, secara produktivitas pengeluaran budidaya ikan bisa turun 30% serta pendapatannya naik hingga 45%.

“Intinya, inovasi melalui optimalisasi digitalisasi dapat menekan biaya dan meningkatkan akses pasar, ujarnya. Teknologi dapat menjadi perubahan fundamental dari segi biaya maupun dari pasar.***

Pria Ini Dicurigai Berbuat Aneh dan Dikromas Warga Ciampea, Ternyata ODGJ

Bogordaily.net—Nahas, seorang pria dicurigai hendak berbuat aneh hingga diikat dan sempat dikromas oleh warga Kampung Tegal Waru, Desa Tegal Waru Kecamatan Ciampea Pada Kamis siang, 14 April 2022. Ternyata, pria tersebut orang dalam gangguan jiwa (ODGJ).

“Ia sudah kita amankan itu baru dicurigai aja gak ada barang bukti, setelah diperiksa sama anggota gak nyambung itu Orang Dengan Gangguan Jiwa (ODGJ) ngamuk ngamuk kita sudah berkoordinasi dengan TKSK untuk dibawa ke RS Marzuki Mahdi dilakukan pemriksaan kejiwaan,”kata Kapolsek Ciampea Kompol Beben Santoso kepada waratwan.

Pihak kepolisian pun sampai saat ini masih menunggu keluarga pria yang diduga ODGJ itu

“Belum saya cek juga itu keluarga orang mana belum ada yang datang, kalau gak ada terpaksa dibawa ke RS Marzuki Mahdi,”katanya.

Kejadian itu pun dibenarkan pihak Desa Tegal waru itu bukan warga Desa Tegal Waru sempat di bawah ke Desa namun massa banyak akhinya langsung di bawa Polisi.

“Ia tadi kejadiannya bukan warga Desa Tegal waru gak kenal katanya diteriaki maling lalu ditangkap sempat dibawa ke desa karena massa banyak akhinya dibawa ke kantor Polsek Ciampea,”kata Staff Desa Tegal Waru, Ella Monica. Kepada wartawan.

(Ruslan)

Mengenal Tempe Mendoan Makan Khas Asal Banyumas

0

Bogordaily.net – Salah satu kuliner khas yang ada di kawasan Banyumas, Jawa Tengah adalah tempe kemul atau tempe mendoan. Tempe ini memiliki tekstur yang kenyal dan empuk karena digoreng setengah matang.

Keunikan dari tempe mendoan makanan khas Banyumas ini adalah ukuran yang besar dan dimasak dengan balutan adonan tepung terigu dan beras yang sudah dibumbui dengan aneka rempah.

Tempe mendoan khas Banyuman cenderung memiliki lapisan tepung yang lebih tebal, yaitu sekitar 3 inchi.

Teksturnya pun tidak krispi melainkan lebih empuk dan kenyal dari adonan tepung yang digoreng setengah matang. Namun di balik ciri khasnya yang unik, bukan tanpa alasan tempe mendoan digoreng setengah matang.

Di balik tekstur tempe mendoan yang kenyal dan empuk ini, ada sejarah yang menarik yang patut diketahui.

Mendoan jika ditilik dalam bahasa Jawa berasal dari kata mendho yang berarti ungkapan untuk mengatakan “di antara kata mendhak (ke bawah) dan juga mendhuwur (ke atas).

Sehingga secara keseluruhan berarti kata medhoan memiliki definisi tanggung atau di tengah-tengah.

Maka mendoan adalah asli Banyumas ditilik dari cara membuat dan memasaknya, serta penamaan bahasanya.

Mendoan digoreng setengah matang karena dulunya dibuat sebagai olahan cepat saji. Hal ini bertujuan untuk mempersingkat waktu pembuatan dan tidak menghabiskan waktu untuk menunggu tempe goreng menjadi sangat kering.

Mendoan muncul bersamaan dengan tempe yang merupakan makanan berbahan baku kedelai yang banyak tumbuh di seputar Asia Tengah wilayah China dan Indocina. Lalu kedelai dibawa oleh masyarakat Asia Tengah ketika bermigrasi ke tenggara.

Mendoan juga sudah lama disantap oleh masyarakat Banyumas. Makanan khas Banyumas tersebut ternyata sudah ada sejak lebih dari satu abad lalu.

Namun mulai menjadi komuditas ekonomis dan dikelola secara komersial dalam dunia kepariwisataan sejak awal 1960-an. Makanan ini bukan sekadar kudapan nikmat untuk menemani minum teh, tetapi juga sebagai ujung tombak pariwisata Kabupaten Banyumas.***