Thursday, 23 April 2026
Home Blog Page 6466

KemenKopUKM Dorong Peningkatan Kapabilitas Koperasi dan UKM Kabupaten Solok

0
Bogordaily.net – Kementerian Koperasi dan UKM melalui SMESCO Indonesia mendorong pemberdayaan dan peningkatan kapabilitas koperasi dan UKM Kabupaten Solok, Provinsi Sumatera Barat. Hal ini dilakukan melalui program peningkatan kapasitas dan kapabilitas jejaring pemasaran dalam ekosistem SMESCO Indonesia kepada 200 UMKM Kabupaten Solok.
Menteri Koperasi dan UKM Teten Masduki mengatakan bahwa pelaku UMKM di Kabupaten Solok dapat terus tumbuh, berkembang dan menjadi pemacu pemulihan ekonomi pasca pandemi melalui program ini.
“Saya berharap pelaku UMKM Kabupaten Solok, dapat semakin berdaya saing, baik di dalam maupun luar negeri,” ungkapnya dalam acara penandatanganan nota kesepahaman SMESCO Indonesia dengan Pemerintah Daerah Kabupaten Solok Provinsi Sumatera Barat dalam rangka Pemberdayaan dan Peningkatan Kapabilitas Koperasi dan Usaha Kecil Menengah guna mendukung pemulihan ekonomi, di Gedung SMESCO Indonesia, Jakarta, Senin (27/12)
Menurut Teten, untuk dapat tumbuh, berkembang dan berkontribusi dalan pemulihan ekonomi, pelaku UMKM harus bertransformasi dari informal ke formal.
Dia menambahkan, saat ini postur pekaku UMKM masih di dominasi usaha mikro dengan presentase sebesar 99,6%, dan menyerap tenaga kerja hingga 97%. Namun demikian, 97% tenaga kerja yang terserap masih berada di sektor informal, sektor rumah tangga, bukan ekonomi produktif.
Kementerian Koperasi dan UKM, terus berupaya mendorong pelaku UMKM untuk bertransformasi dari informal ke formal, untuk menciptakan lapangan kerja yang lebih baik.
“Pemerintah mendorong pelaku UMKM untuk mempercepat pengurusan jiin usaha atau NIB. Dengan memiliki NIB, pelaku UMKM dapat dengan mudah mendapatkan izin edar dari BPOM, sertifikasi halal, termasuk semakin mudah dalam mengakses pembiayaan,” ujar Teten.
Di tempat yang sama, Direktur Utama SMESCO Indonesia Leonard Theosabrata berharap bahwa kerja sama dengan Kabupaten Solok tidak berhenti hanya pada penandatanganan MoU saja, tapi ada pencapaian yang dapat direalisasikan.
“Kita yakin dengan kolaborasi dapat menghasilkan banyak hasil positif untuk UMKM. Kita sudah banyak lalukan MoU sampai 90 lebih dengan berbagai pihak dan harus ada inisiatif. Jadi harus menghasilkan produk dan investasi yang dapat dirasakan oleh masyarakat,” tutur Leo.
Lebih lanjut Leonard menjelaskan MoU ini adalah kali pertama SMESCO berkerjasama intensif dengan pemerintah setingkat kabupaten dalam kurun waktu panjang, selama satu tahun SMESCO dan Pemerintah Kabupaten Solok akan melakukan pelatihan kepada UMKM berbagai sektor khususnya agrobased dan herbal spa, indigenous local produk atau yang kita kenal sebagai produk kearifan local dan produk kuliner khas lokal.
Bupati Solok, Epyardi Asda menambahkan bahwa pihaknya memiliki beberapa komoditas unggulan yang dapat dikembangkan, di antaranya ialah nilam atau bahan untuk minyak atsiri, beras, rendang, kopi dan lainnya.
Dia pun meminta arahan kepada KemenKopUKM dan SMESCO Indonesia agar berbagai komoditas unggulan daerahnya dapat berkembang lebih lanjut.
“Kami sangat bangga dan punya potensi yang perlu dikembangkan. Kami mohon bimbingan dari bapak semua. Saya janjikan, ini nggak hanya sebagai MoU saja, saya tekankan bahwa saya jamin 100% agar MoU ini berjalan sebaik-baiknya,” tegas Asda.
Lebih lanjut, pokok yang menjadi ruang lingkup dari MoU ini di antaranya ialah pengembangan, peningkatakan promosi dan pemberdayaan serta sosialisasi kepada pelaku UMKM, termasuk pertukaran data dan informasi untuk mendukung pertumbuhan ekonomi di digital guna mempersiapkan program UMKM Kabupaten Solok bangkit.
Selain itu, MoU ini juga ingin menghadirkan sinergi dalam pemasaran online dan offline serta pendampingan dan inkubasi untuk pengembangan dan peningkatan kapabilitas bagi pelaku UMKM di Kabupaten Solok, Provinsi Sumatera Utara. Selanjutnya ialah pemberian layanan informasi pasar, sarana pemasaran promosi produk, serta distribusi produk UMKM dan Teknik pemasaran serta inkubasi pemasaran yang tepat sasaran.
Dengan misi meningkatkan perekonomian masyarakat melalui sektor pertanian, UMKM, perdagangan dan pariwisata, Pemerintah Daerah telah mengajukan proporsal manajemen usaha untuk meningkatkan UMKM kepada Pihak Smesco melalui fasilitas Center of Excelence yang dimiliki oleh Smesco diantaranya Smesco Labo untuk meningkatkan kualitas produksi dan product knowledge, Siren.ID yang merupakan akses perluasan pemasaran produk UMKM, Smesco Fulfillment Center, yang merupakan solusi jaringan logistic terintegrasi dengan tarif flat, BNI XPORA trading house UMKM yang merupakan pusat layanan ekspor serta program pemasaran lainnya yang akan dikolaborasikan antara Smesco dan Pemerintah Kabupaten Solok.
Kesepakatan yang akan dilaksanakan tersebut adalah sebagai upaya bersama untuk mendorong peningkatan sektor perekonomian, sekaligus menjalin kemitraan yang saling menguntungkan, berdasarkan azas saling membantu dan saling mendukung sesuai dengan kewenangan Pemerintah Daerah Kabupaten Solok dengan SMESCO Indonesia.***

Universitas Ibn Khaldun Beri Pelatihan dan Workshop Kepada Masyarakat di Ciampea

0

Bogordaily.net – Di Masa Pandemi Covid-19 yang masih terus berlangsung hingga saat ini, dampak pandemi ini mengharuskan kehidupan masyarakat yang lebih baik lagi baik dalam kehidupan sosial maupun dari sisi ekonomi masyarakat.

Melalui kegiatan Bantuan Pendanaan Program Penelitian Kebijakan MBKM dan Pengabdian Kepada Masyarakat Berbasis Hasil Penelitian dan Purwarupa Perguruan Tinggi Swasta Direktorat Jenderal Pendidikan Tinggi KEMENDIKBUDRISTEK yang dilaksanakan oleh Dosen Universitas Ibn KHaldun Bogor yang berlangsung pada 12 – 22 Desember 2021 di Kampung Pasar Salasa Desa Ciampea Udik Kecamatan Ciampea, Kabupaten Bogor, guna memberikan pelatihan dan Workshop kepada masyarakat khususnya siswa di lingkungan SMP Al-Ittihadiyah dan Pondok Pesantren As Salam melalui tema ‘Peningkatan Toleransi Masyarakat Berbasis Ekonomi, Nilai-Nilai Keagamaan, dan Teknologi Informasi’.

Kegiatan ini dilaksanakan oleh 3 Dosen Universitas Ibn Khaldun Bogor yang diketuai oleh Prof. Dr. H. E. Mujahidin, M.Si. bersama Dr. Renea Shinta Aminda, S.E., M.M. dan Novita Br. Ginting, S.Kom., M.Kom. sebagai Anggota Pengabdi. Kegiatan ini dilakukan secara luring dengan menerapkan protokol kesehatan ketat.

Selain menggunakan treatment metode pelatihan, KEMENDIKBUDRISTEK ini juga membangunkan green house dan Penyerahan peralatan pembuat roti untuk mendukung produktivitas dan pola entrepeneurship dalam persepektif peningkatan toleransi di masyarakat.

Kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini terdiri atas 7 rangkaian pelatihan, tema pelatihan, dimana hari pertama 13 Desember 2021 terkait topik toleransi dalam masyarakat bersama narasumber Ustadz Agus Tamami, M.Pd.I., dan Ustadz Muhammad Zaenal Mutaqin, M.E.

Tema pelatihan berikutnya di hari kedua 14 Desember 2021 berkaitan tentang teknologi informasi bagi Siswa SMP Al Ittihadiyah dan santri Pondok Pesantren As Salam dengan narasumber Yuggo Afrianto, S.T., M.Kom.

Kemudian dilanjutkan hari berikutnya hari ketiga 15 Desember 2021 pelatihan wirausaha dalam perspektif Islam bersama Erik Yuda Pratama, S.Pd., M.Pd.

Pada hari keempat 16 Desember 2021 Siswa dan Santri dilatih untuk dapat memahami dan bisa dalam proses produksi Roti dan tanaman Hidroponik-Greenhouse bersama narasumber ahli Dr. Siti Nurjanah, M.Si. di akhir pelatihan pada sesi ini siswa dan santri membuat berbagai macam produk roti dan mampu mengimplementasikan konsep tanaman hidroponik-greenhouse.

Di pekan selanjutnya, hari kelima 20 Desember 2021 dilanjutkan pelatihan dengan tema Pemasaran Islam, bersama Narasumber Hj. Leny Muniroh, S.E., M.Si.

Pada hari keenam 21 Desember 2021 siswa dilatih dengan pelatihan digital marketing bersama narasumber Sarah Cahirunissa.

Di akhir kegiatan ini, hari ketujuh 22 Desember 2021 siswa dilatih terkait manajemen keuangan yang berkaitan dengan marketing produk yang telah dipahami pada pelatihan sebelumnya, bersama Narasumber Dr. Hj. Immas Nurhayati, S.E., M.S.M.

Diharapkan dengan Kegiatan ini, dapat memberikan dampak yang signifikan terhadap masyarakat terutama siswa SMP Al Ittihadiyah dan Santri Pondok Pesantren As Salam.

Kegiatan ini memberikan dampak yang terus berkelanjutan karena potensi yang telah dikembangkan dapat diwujudkan dalam berupa produk yang bernilai di pasar dan menjadi nilai tambah bagi masyarakat dari segi kehidupan sosial dan sektor bisnis.

Sehingga dapat menumbuhkembangkan jiwa Entrepreneurship sejak dini pada siswa dan masyarakat sekitar.***

Jelang Final Piala AFF, Pelatih Thailand Mulai Ketar-Ketir

0

Bogordaily.net – Jelang final Piala AFF 2020, pelatih Thailand Alexandre Polking mulai ketar-ketir melihat kekuatan Timnas Indonesia. Kekuatan skuad Garuda dinilai berbahaya oleh pelatih skuad Gajah Perang itu.

Indonesia lolos ke partai puncak Piala AFF 2020 usai menyingkirkan tuan rumah Singapura di babak semifinal. Skuad asuhan Shin Tae-yong menang agregat 4-2.

Sementara itu, Thailand mengunci tiket ke final dengan membungkam jawara bertahan Piala AFF, Vietnam. Chanathip Songkrasin dkk menang agregat 2-0 atas The Golden Star.

Final Piala AFF 2020 menjadi kali keempat kedua kesebelasan bertemu di partai puncak. Thailand superior atas Indonesia dalam tiga final tahun 2000, 2002 dan 2016.

Thailand menang 4-1 atas Indonesia di final tahun 2000, lalu menang adu penalti 4-2 atas Garuda di partai puncak dua tahun berselang. Negeri Gajah Putih kembali menundukkan Skuad Merah-Putih dengan agregat 3-2 di tahun 2016.

Meski secara statistik Thailand lebih unggul ketimbang Indonesia di final, tapi rekor-rekor tersebut tak dianggap sebagai kelebihan oleh Alexandre Polking. Dia menganggap Garuda saat ini sebagai tim yang berbahaya dengan kecepatan dan agresivitasnya.

“Saya tidak berpikir siapa tim favorit. Saya telah menyaksikan 3 pertandingan Indonesia secara langsung dari tribun, mereka sangat berbahaya dan memiliki banyak pemain yang sangat cepat, bermain sangat ganas. Mereka selalu memberikan yang terbaik dalam duel,” kata Polking, dikutip dari Bongda 24h.

“Kami sangat menghormati mereka, dua pertandingan ke depan akan sulit tetapi penting. Kami harus menyiapkan strategi yang sama sekali berbeda untuk laga final, dengan persiapan hanya dua hari saja,” ujarnya.

Leg pertama final Piala AFF 2020 berlangsung pada 29 Desember 2021, sementara leg kedua digelar 1 Januari 2022. Seluruh duel Indonesia vs Thailand diselenggarakan di National Stadium, Singapura.***

Sumber: Detik.com

 

Dukung MotoGP Mandalika 2022, Menteri Johnny: Kominfo Siapkan Infrastruktur TIK Lebih Memadai

0

Bogordaily.net – Perhelatan MotoGP Mandalika 2022 akan berlangsung pada bulan Maret mendatang. Menteri Komunikasi dan Informatika Johnny G. Plate menyatakan dukungan penuh untuk menyukseskan event internasional yang dihadiri sekitar 900 pembalap dan official dari berbagai negara itu. Menurutnya, Kementerian Kominfo menyiapkan tambahan infrastruktur teknologi informasi dan komunikasi agar lebih memadai.

“Kami mendiskusikan bagaimana untuk menyiapkan infrastruktur TIK yang lebih memadai agar penyelenggaraan, baik secara teknis untuk MotoGP-nya sendiri termasuk penambahan spektrum frekuensi radio yang masih dibutuhkan,” jelas Menteri Johnny usai melakukan pertemuan dengan Komandan Sirkuit MotoGP Mandalika Marsekal (Purn) Hadi Tjahjanto, di Ruang Rapat Menkominfo, Jakarta Pusat, Senin 27 Desember 2021.

Dengan penambahan spektrum frekuensi, Menkominfo berharap penyelenggaraan pertandingan dan kompetisi MotoGP Mandalika 2022 akan bisa berlangsung dengan baik.

Menurut Menteri Johnny, Kementerian Kominfo juga telah menyediakan dukungan infrastruktur digital melalui jaringan tulang punggung telekomunikasi kabel serat optik untuk transmisi data dari Mandalika ke berbagai daerah di Indonesia dan dunia. Bahkan, menurutnya, jaringan tulang punggung itu juga menyempurnakan layanan telekomunikasi seluler.

“Tadi kami mendiskusikan bagaimana untuk melengkapi agar penyediaan bandwidth dan BTS (Base Transceiver Station) dari operator seluler yang lebih baik. Di sana kebetulan ada dua operator yang besar yang beroperasi di Mandalika yaitu Telkomsel dan XL,” ujarnya.

Sebelumnya, Menkominfo telah melakukan rapat dengan operator seluler untuk memastikan ketersediaan layanan telekomunikasi yang memadai saat penyelenggaraan MotoGP Mandalika 2022.

“Namun tidak saja itu, karena Mandalika juga kita harapkan akan ada multiplier effect bagi ekonomi masyarakat di lingkungan termasuk bagi penyelenggara homestay, dibutuhkan juga tambahan kualitas layanan dari telekomunikasi untuk masyarakat,” jelasnya.

Menteri Johnny G. Plate menyatakan pihaknya juga sedang mendiskusikan letak koordinat atau desa mana saja di Mandalika yang perlu ditambahkan untuk memperkuat sinyal penyelenggaraan layanan telekomunikasi.

“Jadi dua hal di bidang telekomunikasi, yang pertama tadi penyelenggaraan MotoGP itu sendiri dan yang kedua layanan komunikasi bagi masyarakat untuk memastikan dapat dicapainya multiplier effect bagi ekonomi masyarakat,” tandasnya.
Komunikasi Publik

Selain dukungan infrastruktur TIK, Kementerian Kominfo melalui Direktorat Jenderal Informasi dan Komunikasi Publik juga mendukung kesuksesan komunikasi publik untuk MotoGP.

“Kominfo memberikan dukungan melalui Ditjen IKP dalam kaitan dengan iklan layanan publik, talkshow, media komunikasi luar ruangan, advertising dan lain sebagainya untuk memberikan dukungan agar penyelenggaraan ini dapat berlangsung sukses,” ujar Menkominfo.

Menteri Johnny menyambut baik kunjungan Komandan Sirkuit MotoGP Mandalika Marsekal (Purn) Hadi Tjahjanto, untuk memberikan informasi terkini terkait perkembangan penyelenggaraan MotoGP Mandalika 2022.

“Atas dasar itu, nanti kami menyiapkan sehingga nanti praevent yang akan dilakukan pada pertengahan Februari 2022bisa dilakukan sebagai uji coba kesiapan Indonesia di sisi telekomunikasi dan informatika untuk suksesnya penyelenggaraan MotoGP,” jelasnya.

Menkominfo menegaskan arti penting menjaga ruang digital selama berlangsungnya MotoGP Mandalika 2022, termasuk menghindari beredarnya informasi hoaks.

“Marilah kita isi kegiatan MotoGP Indonesia ini dengan informasi yang bermanfaat untuk menggerakkan generasi muda kita lebih ikut di dalam mengambil bagian dalam MotoGP, apalagi MotoGP adalah bagian dari kesukaan dan kegemaran generasi milenial,” tandasnya.

Kesiapan MotoGP 2022

Komandan Sirkuit MotoGP Mandalika Marsekal (Purn) Hadi Tjahjanto menyatakan, event sebelumnya yang telah digelar yakni World Superbike (WSBK) 2021 menjadi salah satu pengalaman untuk penyelenggaraan MotoGP pada Maret 2022 mendatang,

“Bulan Februari 2022 nanti tanggal 11 sampai tanggal 13 ada pramusim yang dilaksanakan akan dihadiri 900 pembalap dan official, dan di situlah kita akan mensimulasi kekurangannya apa dalam penyelenggara maret nanti supaya sukses,” ujarnya.

Hadi Tjahjanto memastikan sarana dan prasarana menjelang MotoGP akan terus dibenahi, seperti membuka lima pintu masuk menuju Mandalika termasuk pintu pelabuhan.

“Di sana ada (pelabuhan) Gili Mas, pelabuhan Plangsang, pelabuhan Lembar dan pelabuhan Kayangan. Empat pelabuhan terus kita benahi supaya penonton nanti bisa merasa nyaman, bisa masuk dari pintu masuk empat pelabuhan tadi sampai dengan Mandalika dengan nyaman,” jelasnya.

Marsekal (Purn) Hadi Tjahjanto menjelaskan pada lima pintu masuk nanti juga akan disiapkan shuttle bus menuju Mandalika sejalan dengan pembenahan pada sirkuit Mandalika.

“Termasuk juga akan disiapkan untuk penonton adalah grand stand yang kapasitasnya kita siapkan 50 ribu. Jadi, baik untuk penonton yang premium maupun reguler kita siapkan itu,” paparnya.

Menurut Hadi Tjahjanto, pihaknya juga memastikan sarana dan prasarana di bandara Lombok baik untuk kedatangan internasional maupun domestik disiapkan dengan baik. Khusus kedatangan internasional, area bandara dapat menampung pesawat berbadan lebar di dengan jenis pesawat 777 maupun 747 sehingga untuk dukungan logistik tidak ada kendala.

“Dengan koordinasi yang ketat antara kementerian dan lembaga saya yakin semuanya bisa dilaksanakan dengan baik dan penyelenggaraan nanti bulan maret bisa sukses,” imbuhnya.

Dalam pertemuan itu, Menkominfo Johnny G. Plate didampingi Sekretaris Jenderal Mira Tayyiba; Direktur Jenderal Sumber Daya Perangkat Pos dan Telekomunikasi, Ismail; dan Direktur Jenderal Aplikasi Informatika, Semuel A. Pangerapan dan Direktur Utama Badan Aksesibilitas Telekomunikasi dan Informasi, Anang Latif.

Biro Humas Kementerian Kominfo

Presiden Dorong Penghentian Impor Obat dan Alat Kesehatan

0

Bogordaily.net – Presiden RI Joko Widodo (Jokowi) berharap agar Indonesia dapat menghentikan impor alat kesehatan, obat-obatan, maupun bahan baku obat serta memproduksi barang-barang tersebut di dalam negeri.

“Alat-alat kesehatan, obat-obatan, bahan baku obat, kita harus berhenti untuk mengimpor barang-barang itu lagi dan kita lakukan, kita produksi sendiri di negara kita,” ujar Presiden dalam sambutannya saat melakukan groundbreaking Rumah Sakit (RS) Internasional Bali yang terletak di Kawasan Wisata Sanur, Kota Denpasar, Provinsi Bali, pada Senin 27 Desember 2021.

Untuk menekan impor bahan baku obat, Menteri Badan Usaha Milik Negara (BUMN) Erick Thohir mengatakan bahwa pihaknya akan memfokuskan BUMN Indofarma, untuk pengembangan industri herbal untuk obat-obatan.

“Industri herbal sendiri kita punya kekuatan, memang kita mempunyai alam dan punya kultur mengenai industri herbal ini. Karena itu Indofarma kita akan fokus pengembangan industri herbal pengobatan,” ujar Erick dalam laporannya.

Sementara BUMN Kimia Farma, tetap akan fokus dalam penyediaan obat-obatan generik untuk memberikan akses obat yang terjangkau bagi masyarakat.

Produksi obat-obatan ini juga akan didorong untuk menggunakan bahan baku dalam negeri.

“Ini kalau digabungkan ya kita berharap ke depan, empat tahun ke depan kita bisa menekan impor bahan baku obat sampai 75 persen. Jadi yang 95 turun 20 persen,” ujarnya.

Lebih lanjut, Menteri BUMN mengungkapkan bahwa saat ini pihaknya telah mengonsolidasikan klaster kesehatan BUMN.

Ini merupakan bagian dari pembentukan ekosistem guna memperkuat ketahanan dan kemandirian kesehatan.

“Kita tahu, ekosistem ini menjadi kunci. Kalau kita berdiri sendiri-sendiri akhirnya tentu kita tidak punya kekuatan yang terpadu untuk menahan gelombang yang terjadi ke depannya,” ujarnya.

Kementerian BUMN telah berhasil menggabungkan Bio Farma sebagai perusahaan induk atau holding company yang membawahi Kimia Farma, Indofarma, dan sejumlah rumah sakit BUMN yang berada di bawah Indonesia Healthcare Corporation (IHC).

Secara bisnis, ujar Erick, Bio Farma diharapkan dapat membuka peluang-peluang baru dalam industri kesehatan seperti vaksinasi.

“Kita coba sekarang bekerja sama dengan berbagai pihak, apakah mengembangkan vaksin mRNA atau protein rekombinan yang hari ini memang masih terus kita jajaki,” ujarnya.

Menteri BUMN mengungkapkan, vaksin produksi Bio Farma telah mulai diuji klinis pada tanggal 13 Desember lalu.

Dengan dimulainya tahapan uji klinis ini Erick berharap Indonesia dapat segera memproduksi vaksin secara mandiri.

“Kita harapkan dengan uji klinis ini ke-1, lalu ke-2, dan ke-3, kita juga bisa menekan impor vaksin di tahun depan. Kita siap memproduksi 77 juta (vaksin) untuk langkah awal yang bisa mulai insyaallah di bulan Juli,” pungkasnya.***

Kolaborasi KemenKopUKM Indonesia-Korsel, Ciptakan Startup Inovatif Sekaligus Pendukung SDGs

0

Bogordaily.net – Kolaborasi antara Kementerian Koperasi dan UKM (KemenKopUKM) dan Kementerian UMKM dan Startup Republik Korea (Ministry of SMEs and Startups Republic of Korea), sukses menciptakan para startup yang tak hanya kreatif, tetapi juga berorientasi pada bisnis hijau (green economy), yang mendukung Sustainable Development Goals (SDGs).

“Kita tahu, Korea maju dalam hal teknologi, dan Indonesia tidak hanya merupakan pasar yang besar, namun bangsa kita memiliki sumber daya dan banyak anak muda potensial dengan ide kreatif yang luar biasa,” ucap Menteri Koperasi dan UKM Teten Masduki saat memberikan arahan dalam acara Temu Wicara Pemenang Kompetisi Wirausaha Inovatif 2021 di Gedung KemenKopUKM, Jakarta, 27  Desember 2021.

Hadir dalam kesempatan tersebut, Deputi Bidang Kewirausahaan KemenKopUKM Siti Azizah, Sekretaris KemenKopUKM Arif Rahman Hakim, Para Pemenang dan Top 10 Korea-ASEAN Business Model Competition 2021 dan Para Pemenang Ecothon Indonesia 2021.

Menteri Teten melanjutkan, Korsel juga termasuk negara yang menjadi bagian dari rantai pasok industri global. Pihaknya percaya, dengan kolaborasi ini, Indonesia mampu menyiapkan masa depan UMKM yang punya daya saing.

“Dalam kerja sama ini yang ingin kita targetkan persentase kewirausahaan untuk naik,” imbuh Teten.

Selanjutnya, Menteri Teten juga memberikan apresiasi kepada pihak-pihak yang terlibat aktif baik perwakilan pemerintah Korea maupun Indonesia. Dalam hal ini para stakeholder baik dari lembaga incubator, dunia usaha dan industri, dan akademisi. “Era industri 4.0 adalah era kolaborasi, pemerintah tidak lagi bekerja sendiri. Kolaborasi menjadi kunci untuk bangkit dan pulih,” kata MenKopUKM.

Diakuinya, saat ini kondisi global telah mengalami perubahan, pandemi Covid-19 dan dinamika perekonomian dunia yang sangat cepat, memaksa para pelaku usaha untuk berpikir kreatif menangkap semua ini sebagai peluang dan berinovasi untuk tetap bertahan dan menjaga keberlanjutan (sustainability) baik ekonomi, lingkungan maupun sosial.

Kementerian Koperasi dan UKM sendiri saat ini fokus dalam peningkatan jumlah pelaku usaha skala kecil dan menengah untuk memperkuat struktur ekonomi. Dibutuhkan pertumbuhan wirausaha berbasis inovasi (innovation-driven enterprises) sehingga menjadi UKM unggul dan berkelanjutan (high-growth enterprises).

Menteri Teten menegaskan, kerja sama Indonesia-Korea ini, juga mendorong para pelaku usaha untuk meningkatan kesadaran akan bisnis hijau (green economy) yang mendukung Sustainable Development Goals (SDGs) dengan prinsip usaha yang menerapkan dimensi people, profit dan planet.

Dalam kaitannya dengan UMKM Naik Kelas, Kementerian Koperasi dan UKM  mendorong startup untuk mendukung UMKM Naik Kelas. Keberadaan startup diharapkan dapat menjadi katalis dan akselerator majunya UMKM Indonesia. “Startup juga diharapkan dapat menjadi enabler dan aggregator bagi pelaku usaha mikro, sehingga mampu menjadi jembatan bagi usaha mikro untuk dapat naik kelas,” tegas Teten.

Menteri Teten berpesan, untuk menciptakan startup yang berdampak bagi perekonomian nasional, peran serta para stakeholder agar membantu mengakselerasi startup ini menjadi Future SMEs sangat dibutuhkan. Saya mengajak seluruh stakeholder disini untuk dapat menciptakan ekosistem keterhubungan rantai nilai hulu hilir dalam skala ekonomi.

“Kami juga membuka pintu seluas-luasnya untuk menerima masukan maupun sumbangsih ide dan inisiatif kerja sama dari berbagai pihak,” katan Teten.

Deputi Bidang Kewirausahaan KemenKopUKM Siti Azizah menambahkan, KemenKopUKM memberikan apresiasi wirausaha muda,  berbasis inovasi, berkelanjutan yang merupakan hasil dua kompetisi bertaraf internasional hasil kerja sama KemenKopUKM Kementerian UMKM dan Startup Republik Korea.

Kompetisi pertama adalah Ecothon Indonesia, dengan tema Sustainable Consumption and Production (SCP), yang merupakan kompetisi bisnis model dengan level wirausaha. Yaitu calon wirausaha (masih berbentuk ide bisnis/ prototype) hingga wirausaha pemula (sudah diterima pasar dan butuh diakselerasi lebih lanjut).

Kompetisi kedua adalah Korea-ASEAN Business Model Competition (BMC), dengan tema Digital Economy for SDGs, yang merupakan kompetisi bagi wirausaha pemula dan mapan yang telah siap produk/jasa nya, diterima pasar dan usahanya telah berbadan hukum/ terdaftar, namun butuh akselerasi lebih lanjut untuk menjadi usaha kecil dan menengah (omzet di atas Rp 2-50 miliar).

“Lesson learned dari kedua kegiatan ini selain kompetisi startup, terjadi proses pembelajaran, networking dan mentoring dari mentor skala internasional,” kata Azizah.

Menurut Azizah, para pemenang telah melewati serangkaian tahapan, terkurasi dari 140 tim eco-entreprenuer untuk kegiatan Ecothon Indonesia, dan 173 startup ASEAN dan Korea untuk kegiatan Business Model Competition.

Tiga dari empat pemenang Business Model Competition merupakan startup berasal dari Indonesia, dan satu pemenang startup berasal dari Korea Selatan. Hal ini menunjukkan, potensial talenta muda Indonesia yang usahanya berbasis Research dan Development (R&D), Digital, Industri 4.0, Bisnis Hijau (Green Business) yang ramah lingkungan, serta berbasis energi terbarukan serta mendukung Sustainable Development Goals (SDGs).

KemenKopUKM turut mengundang berbagai stakeholder seperti Nexus Indonesia, Astra Internasional, Yayasan Dharma Bhakti Astra, Fundex, Investree, dan ANGIN. “Sesuai arahan MenKopUKM agar tercapai dampak nyata bagi perekonomian nasional, diperlukan peran stakeholder untuk mengawal akselerasi para pemenang hingga menjadi future SMEs dengan menciptakan ekosistem keterhubungan rantai nilai hulu hilir dalam skala ekonomi,” ujar Azizah.

Pihaknya berharap, agar kolaborasi ini terus berlanjut. Semoga inisiasi baik ini bisa memberikan dampak yang positif bagi perkembangan startup dan perekonomian nasional serta hubungan Indonesia-Korea.

Di waktu yang sama Sekretaris Jenderal ASEM-Eco-Innovation Center (ASEIC) Cho Choong-lai secara daring menyampaikan pilot project kerjasama antara kedua pemerintah yaitu KemenKopUKM bersama Kementerian UKM dan Startup Korea memiliki Green Business Center (GBC).

“Perusahaan rintisan pemenang penghargaan telah menunjukkan bahwa mereka membawa dunia kita menuju pemulihan dengan menggunakan metode digital yang sesuai dengan slogan SDGs ‘No one leave behind’,” ucapnya.

Cho Choong-lai berharap kesempatan ini dijadikan sebagai batu loncatan untuk menjadi Unicorn, perusahaan Decacorn di masa depan.

Wajah Baru, Kantah Kota Depok Usung Tema “Universal Coworking Space”

0

Bogordaily.net – Miliki Wajah baru, kini loket Kantor Pertanahan (Kantah) Kota Depok mengusung tema “Universal Coworking Space” yang membuat area pelayanan menjadi lebih terbuka, transparan dan nyaman.

Hadir dengan berbagai fasilitas, seperti antrian online, mesin antrian, Kios K, TV informasi Pertanahan, area untuk mengisi formulir, free carger, free coffee & tea yang disediakan untuk pengguna layanan.

Universal Coworking Space
Mesin antrian di Kantah Kota Depok. (kantahkotadepok/Bogordaily.net)

Kepala Kantor Pertanahan Kota Depok, Erry Juliani Pasoreh, SH, M. Si, M. Kn mengatakan, Kantah Kota Depok akan terus berinovasi memberikan pelayanan terbaik bagi masyarakat dengan melakukan pembagian loket.

Coffee Maker di Kantah Kota Depok. (kantahkotadepok/Bogordaily.net)

“Pembagian loket ini diantaranya ada, Loket Pemetaan, Loket Penyerahan Sertipikat, Loket Online, Loket Pelayanan Pertanahan, Loket Informasi dan Loket Prioritas,” ucapnya.

Universal Coworking Space
Tv Informasi di Kantah Kota Depok. (kantahkotadepok/Bogordaily.net)

“Kami melakukan upaya peningkatan pelayanan yang prima, dengan melakukan manajemen perubahan, regulasi kebijakan, penataan organisasi, penataan tata laksana, penataan SDM Aparatur, penguatan akuntabilitas, penguatan pengawasan menuju Reformasi Birokrasi,” pungkasnya.

Dengan “Universal Coworking Space” ini Kantor Pertanahan Kota Depok berkomitmen untuk melayani, profesional dan terpercaya.***

Libur Nataru, Penumpang di Terminal Barangsiang Naik 8,3 Persen

0

Bogordaily.net – Pasca Natal dan jelang Tahun Baru penumpang bus Antar Kota Antar Provinsi di terminal Baranangsiang Kota Bogor mengalami kenaikan sekitar 8,3 persen. Pada sepekan menjelang berlangsungnya Natal terdapat sekitar 233 penumpang per hari.

Para calon penumpang yang akan melakukan perjalanan, diwajibkan menunjukan surat rapid antigen dengan hasil negatif 1X24 Jam. Selain itu juga penumpang harus menggunakan aplikasi peduli lindungi.

Hal itu di ungkapkan oleh Kepala Satuan Pelayanan Terminal Baranangsiang Moses. Dirinya menjelaskan, jumlah keberangkatan bus Angkutan antar Kota antar Provinsi (AKAP) menunjukan peningkatan tetapi tak signifikan.

“Kenaikan penumpang sebelum hari natal, namun penurunan terlihat pada tangg 23-24 Desember 2021 kembali normal,” Kepala Satuan Pelayanan Terminal Baranangsiang Moses kepada Bogordaily.net, Senin 27 Desember 2021.

Lebih lanjut Moses mengatakan, khusus bagi penumpang dibawah usia 12 tahun wajib menunjukan hasil negatid RT-PCR maksimal 3X24 jam sebelum keberangkatan dan dikecualikan syarat kartu vaksinasi.

Terminal Baranangsiang. (Foto: Ibnu Galansa)

“Sementara itu khusus bagi pelaku perjalanan rutin di wilayah aglomerasi tidak diwajibkan menunjukkan kartu vaksin dan surat keterangan negatif rapid test antigen,” ucapnya.

Tak hanya itu, rata-rata penumpang sebelum menjelang libur Natal dan Tahun Baru di Terminal Baranangsiang sepanjang Desember 2021 tercatat sebanyak 215 orang.

“Rata-rata penumpang harian yang berangkat dark terminal Baranangsiang sebelum menjelang libur Nataru sebangak 215 orang,” tandasnya.*

Tips Aman Merayakan Tahun Baru 2022 di Masa Pandemi

0

Bogordaily.net – Pergantian tahun menuju 2022 dalam hitungan hari akan menjadi tahun kedua kita merayakan tahun baru dalam situasi pandemi. Meskipun situasi pandemi mulai membaik dan terkontrol dari jumlah kasus yang stabil dan tingkat vaksinasi yang mencapai target, hadirnya varian baru COVID-19 membuat banyak orang khawatir dengan kondisi pandemi di tahun depan.

Rencana perayaan tahun baru pun perlu dipikirkan ulang. Apakah sebaiknya ditunda atau dilanjutkan. Pemerintah sebenarnya sudah melonggarkan berbagai aturan dan pembatasan kegiatan masyarakat. Perayaan tahun baru di tempat umum pun mulai diadakan kembali dalam skala kecil atau sedang.

Meskipun demikian, merayakan tahun baru di tempat umum mungkin masih kurang bijak untuk dilakukan. Selain harus berbaur dengan orang asing dalam jumlah banyak yang tidak tahu kondisi kesehatannya, merayakan tahun baru di tempat umum terlalu berisiko.

Dalam situasi pandemi yang tidak menentu ini, merayakan tahun baru di rumah masih menjadi pilihan yang masuk akal. Anda dan keluarga akan dikelilingi orang-orang terdekat dan terpercaya yang lebih mudah diatur dan diajak menerapkan protokol kesehatan.

Keamanan dan kebersihan lokasi pun juga bisa dipastikan sehingga Anda dan tamu tidak perlu takut atau khawatir. Merayakan tahun baru di rumah juga tidak akan kalah menyenangkan dan mengasyikan.

Kalau berencana untuk mengadakan pesta kecil-kecilan di rumah dalam menyambut tahun 2022, Dekoruma punya beberapa tips untuk membuat perayaan tahun baru lebih terasa aman dan nyaman bagi setiap orang yang hadir.

1. Merayakan Tahun Baru di Rumah Masih Jadi Pilihan Terbijak
Meskipun pemberlakuan pembatasan kegiatan masyarakat (PPKM) sudah dilonggarkan dan berbagai acara tahun baru di restoran, kafe, kelab malam, atau tempat-tempat umum lainnya sudah diizinkan, merayakan tahun baru di rumah menjadi pilihan yang terbaik, bijak, dan pastinya lebih aman.

Merayakan tahun baru di tempat umum dengan jumlah orang yang besar hanya akan meningkatkan risiko terpapar COVID-19. Seberapa pun kita patuh terhadap penerapan protokol kesehatan.

Daripada malah khawatir dan tidak nyaman ketika merayakan tahun baru di tempat umum, rayakanlah tahun baru di rumah bersama keluarga, sahabat, dan orang-orang terdekat yang tetap bisa membuat suasana meriah dan menyenangkan.

2. Lakukan Tindakan Preventif Sebagai Langkah Pencegahan
Merayakan tahun baru di rumah berarti membuat Anda bisa merencanakan semuanya dengan matang. Daftar tamu, jumlah tamu yang diundang, makanan dan minuman yang perlu disiapkan, beragam aktivitas yang akan dilakukan bersama-sama, dan tentunya tindakan preventif untuk mencegah risiko penularan COVID-19.

Dimulai dari mewajibkan tamu yang datang untuk melakukan tes COVID-19, minimal rapid antigen, sekalipun sudah divaksin. Bila mau lebih yakin dan aman, gunakan home service yang disediakan laboratorium tes COVID-19 untuk melakukan swab test sebelum masuk ke area pesta.

Juga terapkan serangkaian aturan yang diperlukan. Melepas alas kaki di luar, menyediakan wastafel di pintu masuk, menyemprotkan disinfektan, mengurangi kontak fisik, dan tidak segan-segan meminta tamu pulang bila dalam keadaan sakit.

3. Batasi Jumlah Tamu dan Durasi Acara
Sebelum menerapkan protokol kesehatan, membatasi jumlah tamu dan durasi acara juga menjadi cara pencegahan yang bijak dan mudah dikontrol. Tentukan orang-orang yang benar-benar spesial dan diinginkan untuk hadir secara langsung pada perayaan tahun baru.

Tunda dulu mengundang orang lanjut usia, orang dengan penyakit bawaan atau komorbid, ibu hamil, atau orang-orang dengan kondisi yang membuatnya lebih rentan terpapar COVID-19.

Begitu juga dengan membatasi durasi acara. Apabila Anda menginginkan adanya hitung mundur menuju tahun baru, mulai acara lebih malam sekitar jam 21.00 atau 22.00. Setelah pukul 00.00, tamu-tamu diharapkan bisa langsung pulang ke rumah masing-masing.

4. Tetap Patuh dan Tegas dalam Menerapkan Protokol Kesehatan
Sekalipun bersama keluarga, sahabat, rekan kerja, dan orang-orang yang dekat dan terpercaya, bukan berarti mereka terjamin bebas dari COVID-19. Oleh karena itu, protokol kesehatan tetap perlu diterapkan dengan patuh dan tegas.

Wajib memakai masker kecuali ketika makan dan minum, memakai masker ganda, meminimalisir kontak fisik, menjaga jarak satu sama lain, dan cuci tangan dengan rutin. Vaksin bukan menjadi alasan untuk tidak menerapkan protokol kesehatan dalam acara perayaan tahun baru bersama keluarga sekalipun.

5. Menjaga Kebersihan Makanan dan Tidak Berbagi Alat Makan
Protokol kesehatan selanjutnya berkaitan dengan makanan dan minuman yang dikonsumsi selama pesta. Sangat krusial untuk menjaga kebersihan dan keamanan makanan dan minuman yang akan dikonsumsi.

Anda bisa memesan makanan dari restoran atau vendor terpercaya supaya tidak perlu menyiapkan makanan dan memasak. Namun, bila memutuskan untuk memasak atau melakukan aktivitas barbeque, pastikan ikuti langkah-langkah preventif.

Menentukan orang yang bertanggungjawab terhadap makanan supaya mengurangi orang yang bersentuhan dengan makanan dan minuman, area dapur yang steril dan bebas dari orang keluar-masuk, serta menyediakan tempat sampah yang terpisah dari area dapur dan tempat masak.

Yang tak kalah penting, tidak berbagi alat makan seperti sendok, garpu, piring, dan gelas. Bila perlu, gunakan alat makan sekali pakai yang dibuang setelah dipakai. Jika tidak, pastikan alat makan sudah dicuci dan disterilisasi dengan sempurna.

6. Rayakan di Luar Ruangan atau Ruangan Berventilasi
Walaupun tidak menghilangkan risiko penularan COVID-19 sama sekali, merayakan pesta tahun baru di luar ruangan atau ruangan berventilasi baik akan mengurangi risikonya.

Merayakan tahun baru di halaman samping atau belakang rumah yang luas dan terbuka menjadi lokasi yang ideal dan relatif lebih aman. Jika merayakan di dalam ruangan, pastikan ventilasi seperti jendela memadai dan dibuka untuk pertukaran udara yang optimal.

Di luar ruangan sekalipun, memakai masker tidak bisa ditawar lagi dan harus selalu dipakai. Begitu juga dengan menjaga jarak, mengurangi kontak fisik, dan protokol-protokol kesehatan lain yang perlu diterapkan.

Setelah acara usai, tidak ada salahnya untuk mengecek kondisi kesehatan dengan melakukan tes COVID-19 selang dua sampai tiga hari setelahnya. Kunci utamanya adalah tetap melakukan tindakan preventif dan protokol kesehatan untuk memastikan semuanya berjalan dengan lancar dan aman.***

Sumber: suara.com

 

Survey Membuktikan! 46,9 Persen Masyarakat Pertimbangkan Ikut Pilihan Jokowi di Pilpres 2024

0

Bogordaily.net – Presiden Joko Widodo (Jokowi) sempat memberi arahan kepada para relawannya jelang 2024. Sebuah kapal besar relawan Jokowi bakal dilabuhkan sang kepala negara pada waktunya nanti. Namun, seberapa besar pengaruh Jokowi untuk Pilpres 2024?

Lembaga survei Politika Research and Consulting (PRC) berkolaborasi dengan Parameter Politik Indonesia (PPI) mencoba menilik kekuatan pengaruh Jokowi di Pilpres 2024. Lewat survei yang dilakukan pada 12 November-4 Desember 2021, mereka bertanya, ‘Seandainya Presiden Joko Widodo mendukung salah satu calon presiden, Bagaimana sikap Bapak/Ibu?’.

Survei ini melibatkan 1.600 responden berusia minimal 17 tahun yang tersebar secara proporsional di 34 provinsi yang diwawancarai secara tatap muka. Pengambilan sampel dalam penelitian ini menggunakan metode multistage random sampling.

Dalam survei ini, ada tiga indikator soal pengaruh Jokowi atau ‘Jokowi effect’ di Pilpres 2024. Mereka memilih ‘akan mengikuti’, ‘tidak akan mengikuti’, dan ‘akan mempertimbangkan’.

Hasilnya, 14,3% responden akan mengikuti pilihan Jokowi di Pilpres 2024, sebanyak 27,6% tidak akan mengikuti dan 46,9% akan mempertimbangkan. Berikut ini hasilnya:

Akan mengikuti
1. Desember 2020: 11,0%
2. Oktober 2021: 14,3%
3. Desember 2021: 14,3%

Tidak akan mengikuti
1. Desember 2020: 23,0%
2. Oktober 2021: 28,2%
3. Desember 2021: 27,6%

Akan mempertimbangkan
1. Desember 2020: 46,2%
2. Oktober 2021: 42,0%
3. Desember 2021: 46,9%

Sumber: Detik.com