Sunday, 26 April 2026
Home Blog Page 8759

Dinkes Bogor : Ada Bakteri di Tutut yang Dimakan 108 Korban Keracunan

 Bogor – 108 warga Bogor keracunan tutut atau keong air tawar. Hasil uji laboratorium Dinas Kesehatan Kota Bogor, Jawa Barat, sampel tutut tersebut positif mengandung bakteri.

“Hasil uji laboratorium Labkesda hasil pemeriksaan sampel keracunan, positif di keong mengandung Shigella, E.coli dan Salmonella,” kata Kepala Dinas Kesehatan Kota Bogor, Rubaeah, Selasa (29/5/2018).

Selain hasil uji lab pada tutut atau keong air tawar atau dikenal juga dengan nama keong sawah (pila ampullacea), air yang digunakan untuk memasak keong tersebut teruji mengandung coliform dan logam Mn (mangan). “Sampel tutut yang diuji lab itu dalam posisi sudah matang,” kata Rubaeah.

Rubaeah menjelaskan, bakteri seperti E.coli, Salmonella dan Shigella dapat berkembangbiak dengan cepat di dalam keong yang tidak diolah atau dimasak dengan baik.

“Jika pengolahan tidak memenuhi standar higienis dan sanitasi, menimbulkan kuman yang menyebabkan gejala-gejala keracunan itu, mual, muntah, diare dan panas demam,” katanya.

Sementara itu, air yang dipakai mengandung mangan (Mn) jenis mineral jika dikonsumsi berlebihan dapat berbahaya untuk fungsi ginjal. Ia mengatakan, gejala keracunan, mual, muntah, diare, demam dan panas tinggi apabila tidak ditangani dengan cepat bisa mengakibatkan seseorang meninggal dunia.

“Karena mual, muntah, diare memicu dehidrasi atau sepsis,” kata Rubaeah.

Rubaeah mengatakan, penyebab keracunan yang dialami warga RW 007, Kelurahan Tanah Baru berasal dari tutut yang mengandung bakteri E.coli, Salmonella dan Shigella.

“Bakteri-bakteri ini berasal dari pengolahan yang kurang baik. Makanya gejalanya hebat,” katanya.

Mudah Terkontaminasi

Rubaeah mengatakan, keong merupakan makanan yang mudah terkontaminasi kuman. Jika cara pengolahan tidak baik, dapat memicu gejala tersebut.

Apalagi hasil survei di lapangan, rumah tempat pengolahan tutut, jarak antara septic tank dan tempat pengolahan sangat dekat.

Saat ini Dinas Kesehatan masih menunggu hasil uji laboratorium untuk sampel rectal swab dari korban keracunan dan pemasak tutut serta sampel muntahan yang membutuhkan waktu lebih lama dari sampel tutut.

Rubaeah menambahkan, dengan adanya kasus ini, Dinas Kesehatan Kota Bogor mengintensifkan penyuluhan kepada masyarakat untuk menerapkan perilaku hidup sehat.

“Memastikan memilih makanan yang sehat sumbernya dan baik pengolahannya,” katanya. (ADV)

Marak Pencurian Meter Air, PDAM Imbau Pelanggan Waspada

BOGOR – PDAM Tirta Pakuan Kota Bogor menerima 21 laporan kasus kehilangan meter air sejak akhir pekan lalu. Sekretaris PDAM Kota Bogor Rinda Lilianti mengimbau pelanggan untuk lebih waspada dan menjaga alat untuk mengukur volume pemakaian air oleh pelanggan itu.

Rinda mengatakan, saat ini marak pencurian meteran PDAM yang dilaporkan oleh masyarakat atau pelanggan. Dia pun menyampaikan empati kepada pelanggan, karena akibat perbuatan tak bertanggungjawab itu pasokan air bersih ke pelanggan terhenti.

“Kami pastikan, unit meter air itu dicabut dengan sengaja oleh pihak luar. Bukan oleh petugas resmi PDAM (yang mencabut meter karena alasan tunggakan pelanggan). Karena setelah kita lihat di sistem CIS (Costumer Information system), pelanggan yang kehilangan meter air itu tidak memiliki tunggakan,” ujar Rinda di ruang kerjanya, Senin (28/5/2018).

Untuk kehilangan meteran air, dia menandaskan bahwa PDAM tidak dapat menanggung kerugian, melainkan dibebankan kepada masyarakat dengan harga pembelian Rp 308 ribu untuk ukuran pipa setengah inch. Hal tersebut sesuai dengan amanah Perda No 2 tahun 2014 Pelayanan PDAM Kota Bogor bahwa pelanggan bertanggungjawab atas kerusakan meter air serta membayar biaya penggantian akibat kelalaian pelanggan.

Rinda mengimbau pelanggan yang merasa kehilangan meter airnya segera melapor ke Bagian Pelayanan Pelanggan PDAM Tirta Pakuan Kota Bogor di jalan Siliwangi No 121 Kota Bogor pada jam kerja. Sesuai Perda Pelayanan, pelanggan diharuskan melapor ke PDAM maksimal tujuh hari sejak diketahui hilangnya meter air.

“Pelanggan bisa mendapatkan penggantian meter jika sudah menandatangani surat pernyataan kehilangan meter dari pihak kepolisian, melunasi tunggakan rekening air dan/atau rekening non air, dan membayar meter air sesuai hara meter yang berlaku di PDAM,” kata mantan Kepala Bagian Produksi PDAM Kota Bogor itu.

Rinda menambahkan, jika pelapor melebihi batas waktu yang ditentukan, maka akan dikenakan biaya bukaan kembali (BBK) sebesar 10 persen dari biaya pemasangan baru pergolongan pelanggan. “Jadi kami imbau pelanggan yang mereka meter airnya hilang, segera melapor ke PDAM,” tutup Rinda.

(humas dan sosial)

ADV : Bogor Genah Tumaninah

Bogor Daily – Peringatan Hari Jadi Bogor (HJB) ke 536 pada tahun ini bersamaan dengan pelaksanaan bulan Ramadhan 1439 Hijriah. Juga berdekatan dengan penyelenggaraan Pemilihan Umum Kepala Daerah (Pilkada) Serentak Tahun 2018. Kondisi inilah yang menjadi pertimbangan Panitia HJB 536 dalam menetapkan tema dan logo HJB kali ini, Bogor Genah Tumaninah.

Di dalam makna tema itu terkandung semangat untuk mengajak dan mengingatkan semua pihak agar bersama-sama memelihara iklim dan suasana kehidupan bermasyarakat di Kota Bogor yang tetap aman, tenang dan damai sehingga tetap memberikan kenyamanan. Suasana seperti itu perlu diupayakan tetap terpelihara, walaupun Kota Bogor akan menyelenggarakan pilkada serentak. Juga memelihara kekhusuan umat Islam dalam melaksanakan ibadah puasa Ramadhan serta menghadapi Idul Fitri 1439 H.

Tema Genah Tumaninah yang diusung menjadi filosofi yang terkandung di dalam logo HJB tahun 2018. Genah dimaknai bahwa Kota Bogor dalam situasi dan kondisi apapun tetap aman dan nyaman, sehingga aparatur pemerintah tetap mampu memberikan pelayanan terbaik bagi masyarakat. Sedangkan Tumaninah dimaknai sebagai mampu memberikan kenyamanan bagi siapapun yang tinggal di Kota Bogor.

Begitupun di dalam merancang berbagai kegiatan yang akan dilaksanakan dalam rangka HJB. Menurut Ketua Panitia HJB 536, Herry Karnadi, kegiatan peringatan HJB kali ini lebih ditekankan pada semangat memelihara ketenangan, kekompakan dan kebersamaan serta menghidupkan suasana keagamaan.

“Kami berusaha menterjemahkannya dalam kegiatan yang dilaksanakan selama Ramadhan dan menjelang pelaksanaan Pilkada,” katanya. Berbagai kegiatan nantinya dikoordinasi oleh beberapa perangkat daerah, terutama Dinas Pariwisata dan Kebudayaan  dan Dinas Pendidikan serta perangkat wilayah dan berbagai komunitas.

“Selama Ramadhan kegiatan lebih difokuskan kepada keagamaan. Sedangkan pelaksanaan kegiatan yang membutuhkan fisik, seperti ngumbah tugu kujang yang diawali dengan prosesi Babakti di Plaza Balaikota Bogor kemungkinan akan dilakukan setelah ramadhan dan Pilkada Serentak,” tambah Herry yang jjuga menjabat sebagai Kepala Satpol PP Kota Bogor. Untuk itu panitia mencoba mengikuti saran Sekretaris Daerah Kota Bogor, Ade Sarip Hidayat, untuk menyelenggarakan tabligh akbar serentak di kelurahan dan kecamatan.

Sementara itu acara puncak peringatan tetap akan berlangsung pada tanggal 3 Juni 2018 mendatang. Terutama Rapat Paripurna DPRD yang tetap akan dilaksanakan sesuai jadwal. Meskipun demikian rapat tersebut akan diselenggarakan pada sore hari, mendekati saat berbuka puasa. Sedangkan acara pentas seni dan helaran akan bergeser ke bulan berikutnya.

Khusus mengenai helaran atau pawai budaya, kemungkinan akan bergeser ke bulan Agustus. Menurut Sekretaris Panitia, M. Taufik, hal itu terjadi karena pada bulan Juli mendatang, Kota Bogor akan menjadi bagian dari lintasan perjalanan Obor Asian Games 2018. “Untuk mendukung lancarnya perjalanan obor Asian Games, maka pelaksanaan helaran kemungkinan diundur waktunya,” kata Taufik.

Pegelaran wayang golek sebagai salah satu ageda acara budaya yang rutin diselenggarakan, juga akan disesuaikan waktunya. Hal itu bisa dimaklum karena bukan waktu yang tepat apabila pagelaran wayang berlangsung di bulan Ramadhan. Namun demikian dalam jadwal yang dikeluarkan panitia, pertunjukan wayang golek akan berlangsung di Kelurahan Bantarjati pada tanggal 29 Mei 2018. Masih banyak acara yang akan berlangsung dan untuk itu diharapkan masyarakat tetap mampu menjaga kondisi Kota Bogor agar tetap aman dan nyaman.

(Advertorial)

Dinkes pantau penyembuhan korban keracunan keong

Bogor Daily – Dinas Kesehatan (Dinkes) Kota Bogor, Jawa Barat mengawasi penyembuhan 108 warga Kelurahan Tanah Baru yang mengalami keracunan usai makan keong air tawar (pila ampullacea).

“Kita turunkan tim untuk memantau terus di lapangan,” kata Kepala Dinas Kesehatan Kota Bogor, Rubaeah di Bogor, Senin.

Korban sebanyak 108 orang mengalami gejala mual, muntah, diare, deman, dan panas tinggi usai mengkonsumsi hidangan keong yang disebut tutut oleh warga di daerah itu.

Berdasarkan catatan Dinas Kesehatan, dari 108 orang warga itu, sebanyak 70 orang dirawat di sejumlah fasilitas kesehatan, yakni 44 orang di lima puskesmas dan 26 orang di enam rumah sakit. Sisanya menjalani rawat jalan, dan perawat di rumah oleh tenaga bidan dan perawat puskesmas.

Dari 70 warga yang dirawat di berbagai fasilitas kesehatan tersebut 39 orang sudah diperbolehkan pulang, sisanya 31 masih dirawat.

Menurut Rubaeah, mereka yang sudah diperbolehkan pulang tetap harus dipantau proses penyembuhannya apakah masih terjadi mual dan muntah, atau benar-benar sudah pulih.

“Kalau sudah pulih, makannya juga harus diperhatikan, harus dicegah jangan memicu lagi timbulnya gejala, misalnya dengan menghindari makanan tertentu,” katanya.

Jenis makanan yang harus dihindari selama penyembuhan adalah gorengan, pedas, dan berlemak tinggi.

“Tutut itu jenis makanan yang berlemak tinggi. Makannya pun tidak tahan lama, dalam waktu empat sampai enam jam harus dihabiskan, tidak bisa diolah lagi,” kata Rubaeah.

Dengan status kejadian luar biasa (KLB) ini, biaya perawatan seluruh korban keracunan ditanggung oleh Pemerintah Kota Bogor melalui anggaran tidak terduga.

“Ini jadi peringatan, pembelajaraan dan pembinaan buat kita. Kita saling berkoordinasi dan bergerak cepat membantu warga, mencegah jatuhnya korban jiwa,” kata Rubaeah.

Penumpang yang Buka Jendela Darurat Lion Air Dipolisikan

BOGOR DAILY-Lion Air akan mempolisikan penumpang yang membuka jendela darurat saat insiden di Bandara Supadio, Pontianak. Penumpang tersebut membuka jendela darurat di sebelah kanan tanpa instruksi awak kabin.

“Dalam penerbangan tersebut, ada seorang penumpang yang bergurau membawa bom, namun ini tidak serta merta dijadikan alasan untuk membuka jendela darurat,” kata Danang Mandala Prihantoro, Corporate Communications Strategic of Lion Air dalam keterangan persnya, Senin (28/5) malam.

Pihak Lion Air menjelaskan saat ini orang yang membuka pintu tersebut telah diperiksa oleh petugas kepolisian. “Lion Air mengharapkan perbuatan tersebut diproses sampai kepada tingkat pengadilan,” kata Danang.

Lion Air mengaku akan memberangkatkan para penumpang yang penerbangannya ke Jakarta sempat ditunda tadi gara-gara ada penumpang bercanda membawa bom dan menimbulkan kepanikan.

“Lion Air akan tetap menerbangkan penumpang JT687 menuju Cengkareng, namun harus menunggu pesawat pengganti datang dari bandar udara lain,” kata dia.

Dalam video yang beredar, tampak belasan penumpang lari ke sayap dari pintu darurat. Sebagian lagi memilih melompat. Ada juga yang berteriak-teriak histeris hingga membuat suasana mencekam.

Akhirnya, dipastikan kabar bom itu hanya candaan penumpang, yang diketahui bernama Frantinus Sigiri. Pria ini sudah diamankan ke Polres Pontianak.

sumber: Merdeka.com

Gara-gara Isu Bom di Lion Air, Penumpang Panik Sampai Berjatuhan

BOGOR DAILY-Akibat informasi palsu Frantinus Nirigi yang mengaku membawa bom di cabin pesawat Lion Air  JT 687 tujuan Jakarta dari Bandara Supadio Pontianak, sebelas penumpang mengalami luka-luka. Mereka dilarikan ke rumah sakit.

Adanya isu bom di Lion Air itu berawal saat Nirigi yang telah berada di dalam pesawat dengan penerbangan pukul 18.10 WIB, ditanyai pramugari bernama Cindy, apa isi tas bawaannya. Nirigi mengatakan ia membawa bom.

Ucapan Nirigi ini didengar penumpang lain, dan membuat mereka histeris. “Pramugari sudah berupaya menenangkan penumpang, tetapi kepanikan tidak dapat diatasi. Penumpang membuka pintu darurat di sayap pesawat,” kata kepala Bidang Humas Kepolisian Daerah Kalimantan Barat, Komisaris Besar Nanang Purnomo, 28 Mei 2018.

Penumpang yang luka dan dirawat di rumah sakit adalah Fikri Musanip, Suwarni, Hin Djap, Purnama Sari, Rusli dan Iyan Wijaya. Korban lainnya yang luka-luka adalah Dadang, Bao Yi, Jafar Alqadri, Ferdi dan seorang anak lainnya.

Nirigi pun diamankan petugas keamanan bandara, sementara pesawat diperiksa. Hasilnya, petugas keamanan tidak mendapatkan adanya barang-barang yang mencurigakan atau bom. Nirigi pun digiring ke markas komando Kepolisian Resor Kota Pontianak untuk menjalani pemeriksaan.

Mahasiswa Universitas Tanjung Pura, Ilmu Sosial dan Ilmu Politik Program Sarjana S1 Prodi Ilmu Administrasi Negara, sedianya akan terbang ke Jayapura. Saat pemeriksaan, Nirigi mengaku barang bawaannya hanya laptop.

Nirigi terancam pidana penjara akibat candaannya itu. Berdasarkan UU Nomor 1 tahun 2009 tentang penerbangan, Pasal 437 ayat 1 yang berbunyi setiap orang yang menyampaikan informasi palsu yang membahayakan keselamatan penerbangan sebagaimana dimaksud pasal 344 huruf e dipidana dengan pidana penjara paling lama 1 (satu) tahun.

Apabila candaan itu kemudian mengakibatkan matinya seseorang, sesuai ayat 3 pasal tersebut, pelaku bisa dipidana maksimal 15 tahun penjara. Peristiwa ini seketika langsung menjadi viral di media massa. Seorang warga net berhasil mengambil rekaman video saat penumpang histeris keluar dari dalam pesawat Lion Air, dan berdiri di atas sayap pesawat.

sumber: Tempo.com

Geger Lagi Video Syur Mirip Anggota DPR, Ini Kata Bamsoet

BOGOR DAILY-DPR digegerkan dengan beredarnya video porno berjudul ‘aryodj di apartemen’. Penyebabnya, video porno itu diperankan pria yang disebut mirip dengan salah satu wakil rakyat dari fraksi Gerindra, Aryo Djojohadikusumo.

Dalam video berdurasi 2 menit 35 detik itu ada seorang pria mirip Aryo dan 2 orang wanita yang tak menggunakan pakaian. Si pria melakukan adegan syur dengan salah satu wanita, sementara satu wanita lainnya diminta merekam.

Ketua DPR Bambang Soesatyo (Bamsoet) pun angkat bicara soal video tersebut. Ia berharap video itu tak benar-benar diperankan oleh Aryo. “Soal itu, saya berharap itu hanya mirip-mirip saja. Saya nggak yakin ada anggota DPR seperti itu. Saya hanya berdoa dan berharap itu hanya mirip-mirip saja,” ujar Bamsoet di kompleks Istana Kepresidenan, Jakarta Pusat, Senin (28/5/2018).

Selanjutnya, Wakil Ketua DPR Taufik Kurniawan meminta masyarakat menjaga prasangka baik selama tak ada bukti kalau video itu benar-benar diperankan Aryo. Dia mempersilakan masyarakat melaporkan video tersebut ke Mahkamah Kehormatan Dewan (MKD) DPR agar kemudian ditelusuri.

“Itu nanti kalau ada laporan dari masyarakat. Saya tidak bisa berkomentar banyak karena saya belum menyaksikan dan tidak akan menyaksikan itu, sehingga tentunya ini menjadi kewenangan penuh dari masyarakat untuk menilai,” ujar Taufik.

“Tapi kita husnuzan saja. Sepanjang tidak ada alat bukti yang jelas, ya kita tidak boleh banyak berkomentar,” sambungnya. Berikutnya, Wakil Ketua DPR Agus Hermanto mengatakan MKD punya kewajiban memeriksa kasus video porno yang disebut mirip Aryo tersebut. Agus sendiri enggan berkomentar lebih jauh karena mengaku belum melihat video itu.

“Namun sekali lagi, saya belum pernah melihat. Jadi coba nanti kita lihat, saya utik-utik di sosmed saya. Kalau yang ini saya belum tahu,” ujar Agus.

Wakil Ketua DPR lainnya, Fadli Zon mengatakan video yang diperankan pria mirip Aryo adalah isu yang didaur ulang. Ia membantah video porno itu diperankan oleh Aryo, yang merupakan keponakan Ketum Gerindra Prabowo Subianto. “Saya kira itu ini ya isu-isu daur ulang yang saya kira nggak bener lah,” kata Fadli Zon di kantor Gubernur DIY.

Hingga saat ini, Aryo belum memberi keterangan apapun soal video porno tersebut. Sementara, Gerindra telah kalau Aryo memerankan video itu. Ketua DPP Gerindra Habiburokhman menepis tudingan bahwa laki-laki dalam video itu mirip Aryo. “Kasus ini isu daur ulang, sudah pernah diributkan sejak April 2017 lalu. Menurut kami, orang dalam video tersebut tidak mirip dengan Pak Aryo, zaman sekarang teknologi maju bisa saja semua itu sengaja direkayasa,” kata Habiburokhman

Uji Lab Keong Beracun Baru Keluar Hari Ini

BOGOR DAILY-Meski polisi telah menetapkan tiga penjual keong beracun sebagai tersangka, Dinas Kesehatan (Dinkes) Kota Bogor masih menunggu hasil uji laboratorium terhadap sampel tutut (keong sawah) yang diambil paska kejadian keracunan yang terjadi di tiga RT di Kampung Sawah, Kelurahan Tanah Baru, Kecamatan Bogor Utara, Kota Bogor.

Kepala Bidang Pelayanan Kesehatan Dinas Kesehatan (Dinkes) Kota Bogor, Budi Santoso, menyebut, hasil uji lab akan keluar pada Selasa (29/5/2018). “Besok, baru ketahuan hasilnya. Uji lab dilakukan di dua tempat, pertama di Laboratorium Kesehatan Daerah (Labkesda) Kota Bogor dan di Bandung,” kata Budi.

Budi menambahkan, dugaan sementara, warga diduga keracunan karena terserang bakteri escherichia coli atau e-coli setelah mengonsumsi tutut saat berbuka puasa. Dirinya menyebut, gejala yang paling umum jika terserang bakteri tersebut adalah mual, pusing, dan muntah-muntah. Bahkan bisa mengalami demam tinggi. “Kami terus mengantisipasi dengan memberikan pelayanan kesehatan terhadap warga, baik yang dirawat di puskesmas, rumah sakit, ataupun yang ada di rumah,” sebut dia. “Sekarang, ada beberapa warga yang sudah diperbolehkan pulang karena kondisinya berangsur membaik,” sambungnya.

Sebelumnya, warga dari tiga RT di Kampung Sawah, Kelurahan Tanah Baru, Kecamatan Bogor Utara, Kota Bogor, diduga mengalami keracunan usai mengonsumsi tutut (olahan dari keong sawah) yang disantapnya saat berbuka puasa. Mereka kemudian dilarikan ke rumah sakit dan puskesmas setempat pada Jumat (25/5/2018). Seluruh korban keracunan itu berasal dari RT 01, RT 02, dan RT 05 dan masih dalam satu lingkup RW 07.

sumber: Kompas.com

Tiga Penjual Keong Beracun di Bogor Resmi Tersangka

BOGOR DAILY-Satreskrim Polresta Bogor Kota menetapkan tiga tersangka dalam kasus keracunan makanan olahan tutut (keong sawah) di Kampung Sawah, Kelurahan Tanah Baru, Bogor Utara, Kota Bogor.

Kasatreskrim Polresta Bogor Kota Kompol Didik Purwanto mengatakan, ketiga tersangka tersebut merupakan pembuat dan penjual makanan olahan tutut yang berinisial J (54), Y (52) dan S (55).

“Pembuat dan penjual sudah kita tetapkan sebagai tersangka,” kata Didik, Senin (28/5/2018).

Kepada polisi, mereka mengaku sudah sering memasak dan menjual makanan olahan berbahan dasar keong sawah ini dan tidak ada masalah yang berarti dalam penjualan mereka di wilayah tersebut.

Selain tiga tersangka, pihaknya juga mengamankan beberapa barang bukti terkait kasus di antaranya, peralatan yang digunakan memasak makanan olahan tutut dan sampel masakan dari rumah tersangka.

“Sampel makanan itu masih dilakukan pengecekan bersama Dinas Kesehatan Kota Bogor,” ujarnya.

Atas perbuatannya, ketiga tersangka dapat dijerat dengan Pasal 62 Undang-Undang (UU) Ayat (1) Jo Pasal 8 Ayat (1) UU Perlindungan Konsumen dan UU Pangan dengan ancaman pidana maksimal lima tahun penjara.

“Sekarang masih kita lakukan pendalaman terkait bahan-bahan dan mereka cara masak,” pungkasnya.

Seperti diketahui, sekira 89 warga di Kampung Sawah, Kelurahan Tanah Baru, Kecamatan Bogor Utara, Kota Bogor, Jawa Barat diduga mengalami keracunan makanan tutut pada Jumat 25 Mei 2018.

Rata-rata, mereka mengalami gejala seperti mula, muntah hingga diare hebat. Pemerintah Kota (Pemkot) Bogor pun telah menetapkan status kasus keracunan ini sebagai Kejadian Luar Biasa (KLB).

sumber Okezone

ADV : Marak Pencurian Meter Air, PDAM Imbau Pelanggan Waspada

BOGOR – PDAM Tirta Pakuan Kota Bogor menerima 21 laporan kasus kehilangan meter air sejak akhir pekan lalu. Sekretaris PDAM Kota Bogor Rinda Lilianti mengimbau pelanggan untuk lebih waspada dan menjaga alat untuk mengukur volume pemakaian air oleh pelanggan itu.

Rinda mengatakan, saat ini marak pencurian meteran PDAM yang dilaporkan oleh masyarakat atau pelanggan. Dia pun menyampaikan empati kepada pelanggan, karena akibat perbuatan tak bertanggungjawab itu pasokan air bersih ke pelanggan terhenti.

“Kami pastikan, unit meter air itu dicabut dengan sengaja oleh pihak luar. Bukan oleh petugas resmi PDAM (yang mencabut meter karena alasan tunggakan pelanggan). Karena setelah kita lihat di sistem CIS (Costumer Information system), pelanggan yang kehilangan meter air itu tidak memiliki tunggakan,” ujar Rinda di ruang kerjanya, Senin (28/5/2018).

Untuk kehilangan meteran air, dia menandaskan bahwa PDAM tidak dapat menanggung kerugian, melainkan dibebankan kepada masyarakat dengan harga pembelian Rp 308 ribu untuk ukuran pipa setengah inch. Hal tersebut sesuai dengan amanah Perda No 2 tahun 2014 Pelayanan PDAM Kota Bogor bahwa pelanggan bertanggungjawab atas kerusakan meter air serta membayar biaya penggantian akibat kelalaian pelanggan.

Rinda mengimbau pelanggan yang merasa kehilangan meter airnya segera melapor ke Bagian Pelayanan Pelanggan PDAM Tirta Pakuan Kota Bogor di jalan Siliwangi No 121 Kota Bogor pada jam kerja. Sesuai Perda Pelayanan, pelanggan diharuskan melapor ke PDAM maksimal tujuh hari sejak diketahui hilangnya meter air.

“Pelanggan bisa mendapatkan penggantian meter jika sudah menandatangani surat pernyataan kehilangan meter dari pihak kepolisian, melunasi tunggakan rekening air dan/atau rekening non air, dan membayar meter air sesuai hara meter yang berlaku di PDAM,” kata mantan Kepala Bagian Produksi PDAM Kota Bogor itu.

Rinda menambahkan, jika pelapor melebihi batas waktu yang ditentukan, maka akan dikenakan biaya bukaan kembali (BBK) sebesar 10 persen dari biaya pemasangan baru pergolongan pelanggan. “Jadi kami imbau pelanggan yang mereka meter airnya hilang, segera melapor ke PDAM,” tutup Rinda.

(humas dan sosial)