Tuesday, 14 April 2026
Home Blog Page 6522

Pria Mirip Jokowi Asyik Berjoget dengan Biduan Jadi Sorotan

0

Bogordaily.net – Sebuah video seorang pria asyik berjoget bersama biduan dangdut menjadi perhatian. Pria tersebut disebut mirip Presiden Jokowi. Pria itu tampak asyik bergoyang bersama biduan dangdut.

Momen pria yang disebut mirip prediden Jokowi dibagikan oleh akun Tiktok @san_jaya22. Video tersebut ramai menjadi perbincangan lantaran wajah pria itu disebut mirip dengan Jokowi.Tak hanya wajah, penampilan pria tersebut disebut mirip dengan Jokowi.

Dalam video tersebut, pria itu tampil mengenakan kemeja lengan panjang berwarna putih. Dia juga mengenakan celana kain berwarna hitam serta sepatu senada.

Tampilan pria tersebut sekilas mirip presiden Jokowi yang kerap mengenakan kemeja putih. Pria tersebut terlihat lihai saat bergoyang bersama seorang wanita biduan dangdut.

Dirinya menggerakkan pinggul dan badannya. Sementara itu, biduan dangdut tersebut terlihat mengenakan gaun berwarna biru.

Mereka asyik berjoget di atas panggung dan diiringi oleh para pemusik. Penampilan pria yang tak diketahui namanya itu dinilai sangat mirip dengan Jokowi.

 

Jokowi KW

Bogordaily.net – Bahkan, potongan rambut pria tersebut dinilai hampir menyerupai Jokowi. Selain joget bareng, pria tersebut juga memberikan saweran kepada biduan dangdut itu. Dia tampak menggenggam sejumlah lembar uang yang diberikan kepada biduan dangdut.

Komentar Warganet

Warganet yang melihat video tersebut awalnya mengira sosok itu ialah Jokowi. Namun ternyata, sosok tersebut bukanlah Jokowi. Pria itu hanya memiliki gaya pakaian dan postur tubuh yang dinilai mirip presiden Jokowi.

“Jokowi versi lite,” kata warganet.

“Kirain Pak Jokowi dari samping mirip,” balas warganet.

“Sedikit bisa membayangkan bagaimana bapak Jokowi joget,” komentar warganet.

“Mirip presiden Jokowi,” ujar warganet.

“Mewakili bapak Jokowi joget,” imbuh warganet lain.***

Tim Verifikasi Dewan Pers Sambangi Redaksi bogordaily.net

bogordaily.net – Pokja Penelitian, Pendataan dan Ratifikasi menyambangi kantor redaksi bogordaily.net, untuk melakukan verifikasi faktual. Tiba di kantor redaksi bogordaily.net Tim yang dipimpin Dar Edi Yoga disambut Pemimpin Redaksi bogordaily.net Kentos Reza Artoko, Kamis 2 Desember 2021.

Pada kesempatan itu hadir Pokja Penelitian, Pendataan dan Ratifikasi Pers, Agusnia Ayu bersama Edi Yoga.

Kemudian, didampingi Staf Pendataan Sekretariat Dewan Pers, Syafitri Indah Kurnia.

Edi Yoga mengatakan, bahwa verifikasi faktual merupakan bagian penting bagi sebuah perusahaan Pers. Verifikasi kata Dar Edi, adalah proses konfirmasi melalui penyediaan bukti objektif bahwa semua persyaratan yang ditentukan telah terpenuhi.

“Verifikasi faktual diperlukan untuk membuat keputusan final bahwa sebuah perusahaan pers sepenuhnya dapat dipercaya dalam memproduksi berita,” tukas Dar Edi Yoga, Kamis 2 Desember 2021.

Dar Edi menjelaskan sebuah media akan disematkan sebagai ‘media terverifikasi’ jika sudah terbukti dijalankan sesuai dengan ketentuan sebuah perusahaan pers.

Ia menjelaskan Dewan Pers membagi proses verifikasi menjadi dua, yaitu verifikasi administrasi dan verifikasi faktual. Verifikasi administrasi meliputi pencatatan dan pemeriksaan atas dokumen-dokumen yang telah ada atau sudah diterima Dewan Pers.

Pokja Penelitian, Pendataan dan Ratifikasi Dar Edi Yoga (Kanan), menyerahkan Buku Saku Wartawan kepada Pemimpin Redaksi bogordaily.net Kentos Reza Artoko, Kamis 2 Desember 2021.

“Sedangkan verifikasi faktual adalah upaya Dewan Pers untuk memeriksa semua persyaratan yang sudah diajukan. Verifikasi faktual menunjukkan bahwa baik administrasi maupun fakta-faktanya telah memenuhi semua persyaratan yang dipersyaratkan undang-undang maupun peraturan Dewan Pers,” tandasnya

Pimpinan Redaksi Bogordaily.net, Kentos Reza Artoko memberikan apresiasi terhadap kunjungan Dewan Pers yang melakukan peran aktifnya mendata dan memberikan edukasi tata kelola administrasi yang seyogyanya harus dilakukan oleh sebuah media.

“Sebagai salah satu perusahaan media online sangat penting mendapat predikat terverifikasi. Predikat itu sebagai bukti bahwa sebuah perusahaan media menjaga kepercayaan publik atas konten berita yang diproduksi,” ujarnya.

Kentos menyampaikan rasa terimakasihnya kepada Tim Verifikasi Faktual Dewan Pers atas kunjungannya ke kantor redaksi Bogordaily.net.

“Semoga dengan kedatangan Dewan Pers menjadi pemberi semangat kami dalam memajukan perusahaan Pers,” pungkas Kentos RA, sapaan akrabnya.

Pada kesempatan itu turut hadir Pemimpin Umum bogordaily.net Diki Sudrajat, Direktur Iklan dan Promosi Mohamad Soleh, Direktur Medsos Abdul Karim Amarulloh, Dir SDM Saleh dan Manager IT, Hilman Septian.

 

(Ibnu Galansa)

Urus Surat Domisili, Wanita Ini Malah Dihardik ASN Dukcapil Kota Bogor

0

Bogordaily.netMalang betul nasib SN (24), seorang ibu rumah tangga. Rabu, 1 Desember 2021 ia hendak mengurus surat domisili ke kantor Dinas Kependudukan dan Catatan Sipil (Dukcapil) Kota Bogor untuk memenuhi persyaratan mengurus perceraian dengan suaminya. Itu ia lakukan atas saran dari pengacaranya, R. Anggi Triana Ismail dari kantor hukum Sembilan Bintang & Partner.

SN mendatangi RT dan RW serta kelurahan untuk meminta surat pengantar, semuanya lancar-lancar saja pada awalnya. Akhirnya, SN mendatangi Kantor Dinas Kependudukan dan Catatan Sipil (Disdukcapil) Kota Bogor untuk mengurus surat domisili dan ditemui oleh seorang kepala seksi bernama Dedi.

Anggi mengatakan, sejak awal kliennya sudah dipersulit, misalnya dengan dimintai KTP atau KK dari pemilik kontrakkan.

“Akhirnya, dari surat pengantar tersebut klaen kita menghadap Disdukcapil Kota Bogor dengan bertujuan untuk meminta keterangan domisili. Namun, dalam faktanya klaen kita dipersulit (ada beberapa syarat yang kurang). Salah satunya adalah KTP atau KK yang memiliki kontrakan,” kata Anggi.

Tak cuma itu, SN juga mendapat hardikan dari Dedi yang bernada melecehkan profesi pengacara.

“Dengan menyatakan hal demikian, ‘Ngapain surat keterangan domisili, kalau cerai ya cerai saja. Emang pengacara kamu sekolah dimana. Masa harus ada syarat surat keterangan domisili?’,” kata pengacara SN, R. Anggi Triana Ismail dari kantor hukum Sembilan Bintang & Partner.

SN lalu melapor kepada pengacaranya, dan Anggi langsung mendatangi Kantor Disdukcapil untuk meminta penjelasan.

“Intinya saya meminta klarifikasi atas statemen atau ucapan itu. Apa substansi, kepentingan dan manfaatnya ketika Bapak Dedi ini selaku pegawai Dukcapil Kota Bogor menyatakan bahwa kuasa hukum saudari ‘sekolah dimana’,” kata dia.

Salah Paham

Bogordaily menghubungi Dedi untuk meminta klarifikasinya. Ia mengakui memang melontarkan kalimat tersebut kepada SN. Namun, ia mengaku itu hanyalah kekhilafannya semata, lantaran kondisinya yang sedang tidak sehat.

Menurutnya, kemarin ia sedang sakit tenggorokan sehingga harus berusaha keras untuk berbicara. Hal itu yang mungkin mengakibatkan kesalahpahaman bahwa ia sedang membentak SN.

“Kemarin saya sedang kurang sehat, saya menggunakan suara tinggi karena suara saya hampir hilang, mungkin ibu itu beranggapan saya berbicara seperti ngebentak padahal tidak saya sedang sakit tenggorokan pada waktu itu,” kata Dedi kepada Bogordaily.net pada Kamis 2 Desember 2021.

Terkait dengan permintaan untuk menyerahkan KTP dan Kartu Keluarga pemilik kontrakkan, menurutnya itu memang salah satu syarat untuk mengurus pendataan penduduk non-permanen alias surat domisili. Hal itu dilakukan sebagai jaminan untuk pemerintah.

Atas kejadian kemarin, Dedi mengungkapkan permintaan maafnya dan mengaku akan mendatangi kantor hukum Sembilan Bintang & Partner untuk meminta maaf langsung.

 

Mensos Risma Paksa Tuna Rungu untuk Bicara Walau Dikritik

0

Bogordaily.net – Menteri Sosial (Mensos) Tri Rismaharini menghadiri peringatan Hari Disabilitas Nasional Internasional pada Rabu 1 Desember 2021 di Gedung Aneka Bhakti Kemensos, Jakarta. Pada kesempatan itu, Risma memaksa seorang penyandang tuna rungu untuk berbicara.

Kejadian ini bermula kala seorang penyandang disabilitas rungu wicara dan autisme, Anfield Wibowo naik ke atas panggung bersama Risma. Anfield memang orang yang luar biasa, ia mampu melukis dan ia memamerkan kemampuannya di acara itu.

Di atas panggung, Anfield hendak memamerkan lukisannya. Dia memgang mikrofon dan mencoba berbicara.

“Apa? Yang mau disampaikan ke ibu apa?” tanya Risma ke Anfield.

“Selamat siang, Ibu dan Bapak, hadirin sekalian di sini. Semoga ibu menteri suka dengan lukisan Anfield. Terima kasih,” kata Anfield dibantu oleh juru bicara bahasa isyarat.

Selanjutnya Risma memanggil seorang disabilitas rungu lainnya bernama Aldi untuk naik ke atas panggung. Risma kemudian memaksa Aldi untuk berbicara.

“Aldi, ini ibu. Kamu sekarang harus bicara, kamu bisa bicara. Ibu paksa kamu untuk bicara,” kata Risma.

“Ibu nanam… eh melukis, tadi melukis pohon, ini pohon kehidupan. Aldi, ini pohon kehidupan. Ibu lukis hanya sedikit tadi dilanjutkan oleh temanmu Anfield. Nah, Aldi, yang ibu ingin sampaikan, kamu punya di dalam, apa namanya, pikiranmu, kamu harus sampaikan ke ibu, apa pikiranmu,” ucap Risma kepada Aldi lagi.

“Kamu sekarang, ibu minta bicara, nggak pakai alat. Kamu bisa bicara,” imbuh Risma.

Aldi tampak berusaha keras untuk berbicara tapi suaranya lirih. Meski begitu, Risma tak peduli dan terus meminta Aldi berbicara tanpa alat bantu.

Mensos Risma Dikritik

Melihat kejadian itu, aktivis dari Gerakan untuk Kesejahteraan tunarungu Indonesia (Gerkatin) bernama Stefanus naik ke panggung. Stefanus berkomunikasi langsung dengan Risma dengan menggunakan bahasa isyarat yang diterjemahkan langsung oleh juru bicara bahasa isyarat.

“Ibu. mohon maaf, saya mau berbicara dengan ibu sebelumnya,” kata Stefanus.

“Bahwasanya anak tuli itu memang menggunakan alat bantu dengar tapi tidak untuk kemudian dipaksa bicara. Tadi saya sangat kaget ketika ibu memberikan pernyataan. Mohon maaf, Bu, apa saya salah?” lanjut Stefanus.

“Enggak, enggak,” jawab Risma.

“Saya ingin menyampaikan bahwasanya bahasa isyarat itu penting bagi kami, bahasa isyarat itu adalah seperti mata bagi kami, mungkin seperti alat bantu dengar. Kalau alat bantu dengar itu bisa mendengarkan suara, tapi kalau suaranya tidak jelas itu tidak akan bisa terdengar juga,” kata Stefanus.

Risma Ngotot

Meski sudah melihat Aldi yang kesulitan dan protes Mensos Risma masih merasa tindakannya benar. Merespon pesan Stefanus, Risma mengakui ia memang memaksa Aldi untuk berbicara sebab menurutnya, itu berbicara adalah anugerah Tuhan kepada semua hambanya sehingga harus dimaksimalkan.

“Stefan, ibu tidak… ibu tidak mengurangi bahasa isyarat, tapi kamu tahu Tuhan itu memberikan mulut, memberikan telinga, memberikan mata kepada kita. Yang ingin ibu ajarkan kepada kalian terutama anak-anak yang dia menggunakan alat bantu dengar sebetulnya tidak mesti dia bisa, sebetulnya tidak mesti bisu. Jadi karena itu kenapa ibu paksa kalian untuk bicara? Ibu paksa memang, supaya kita bisa memaksimalkan pemberian Tuhan kepada kita, mulut, mata, telinga. Jadi ibu tidak melarang menggunakan bahasa isyarat tapi kalau kamu bisa bicara maka itu akan lebih baik lagi,” kata Risma.

Ia lantas membandingkannya dengan Staf Khusus Kepresidenan RI Angkie Yudistia yang merupakan penyandang disabilitas tunarungu. Menurutnya, pada saat pertama kali bertemu dengan Angkie kala ia masih menjadi Wali Kota Surabaya, Angkie tidak bisa berbicara dengan jelas.

Namun, Angkie terus berlatih untuk bicara sehingga bisa berbicara lancar.

“Saya belajar ini dari Mbak Angkie. Mbak Angki dulu pada waktu berapa tahun lalu waktu ibu awal jadi wali kota ketemu dengan Mbak Angkie. Saat itu Mbak Angkie bicaranya tidak jelas seperti sekarang tapi sekarang karena dilatih terus oleh Mbak Angkie, sekarang bicaranya sangat jelas. Mengerti ya Stefan?” kata Risma.

Namun, Stefan membantah itu. Menurutnya, kemampuan berbicara setiap warga tuna rungu memang berbeda-beda, demikian pun dengan kemampuan bahasa isyarat mereka.

“Jadi kemampuan bicara anak tuli itu bermacam-macam. Jadi ada yang memang tuli sejak kecil seperti Mbak Angkie. Kemampuan bahasa isyaratnya juga beragam-ragam, ada yang bisa berbahasa isyarat, ada yang tidak bisa berbahasa isyarat. Jadi itu yang harus dihargai. Plus bahasa isyarat itu bisa memberikan pemahaman pada orang tuli. Contohnya ada juru bicara bahasa isyarat, orang tuli bisa melihat juru bicara bahasa isyarat dengan jelas ketika situasi acara seperti ini. Itu juga sebuah akses bagi kami,” jawab Stefan.

Mendengar jawaban itu, Mensos Risma masih ogah kalah. Ia mengatakan warga tuna rungu harus selalu berusaha.

“Aku sangat setuju itu, tapi saya berharap kita harus mencoba. Setuju? Kita harus mencoba,” kata Risma kemudian.

 

 

Kecelakaan Beruntun Terjadi di Jalan Raya Tajur, 4 Orang Luka

0

Bogordaily.net – Kecelakaan beruntun antara dua unit truk, satu unit minibus umum dan satu sepeda motor terjadi Jalan Raya Tajur, Kecamatan Bogor Timur sekitar pukul 5 pagi tadi. Akibat kejadian ini, 4 orang luka-luka.

“Kejadiannya sekitar jam 4 sampai jam 5,” kata KBO Satlantas Polresta Bogor Kota, Ipda Susilo pada Kamis 2 Desember 2021.

Masih belum jelas kronologi atau penyebab kejadian ini, polisi masih mengumpulkan keterangan saksi-saksi mata dan melakukan olah tempat kejadian perkara. Empat orang korban kecelakaan itu pun dilarikan ke rumah sakit untuk perawatan lebih lanjut.

Akibat kecelakaan beruntun ini, lalu lintas di sekitar lokasi kejadian mengalami kemacetan hingga 500 meter.

“Dampaknya kemacetan saat evakuasi dengan derek tiga unit dan antrean kendaraan terjadi sekitar 500 meter,” pungkasnya

Gandeng DMI, BSI Optimalkan Peran Masjid

0

Bogordaily.net – PT Bank Syariah Indonesia Tbk (BSI) Area Bogor dan Dewan Masjid Indonesia (DMI) Kota Bogor bersinergi mengoptimalkan peran masjid untuk memperkuat ekonomi masyarakat.

Pimpinan Bank BSI area Bogor Fitria mengatakan, sebagai langkah awal, BSI dan DMI implementasikan layanan QRIS untuk memudahkan masyarakat melakukan transaksi Zakat, infak, shadaqah dan aktivitas keuangan lainnya untuk masjid.

Kerjasama tersebut dibuktikan dengan penandatanganan kesepahaman optimalisasi masjid oleh DMI kota Bogor dan Bank Syariah Indonesia (BSI) Area Bogor, dalam pelaksanaan tersebut manghadirkan 300 Peserta dari Pengurus Masjid di 6 Kecamatan se Kota Bogor, sekaligus diberikan pembekalan tentang pemberdayaan manajemen dan digitalisasi masjid.

“Tujuan dari kegiatan tersebut, agar pengurus Masjid di Kota Bogor senantiasa mempungsikan masjidnya tidak hanya digunakan sebagai tempat atau rumah ibadah saja akan tetapi masjid di jadikan juga sebagai pusat dakwah, dakwah yang menyejukan, sosial dan ekonomimi keumatan,” kata Fitria, Rabu 1 Desember 2021 di gedung Pusat Pengembangan Islam Bogor (PPIB) jalan Pajajaran, Kecamatan Bogor Timur.

Fitria menambahkan, selain itu, menurutnya, yang terpenting segala kegiatannya pengurus dapat mampu mengadaptasikan diri dengan digitalisasi menggunakan produk dari Bank Syariah Indonesia sebagai bagian dari ikhtiar, dalam memakmurkan Masjid akan tetapi ikhtiar dalam dakwah ekonomi syariah secara utuh,

Sementara itu Wakil Walikota Bogor Dedie A Rachim dalam sambutannya menyampaikan, saya mendorong MOU tersebut sebagai langkah untuk memajukan Masjid, sehingga akselerasi masjid sebagai mercusuar peradaban menjadi hidup kembali ditengah tengah masyarakat khusus ya masyarakat kota Bogor.

Pemkot akan mendukung MOU oleh DMI kota Bogor bersama BSI area Bogor untuk terus bersinergi untuk kebaikan umat.***

Motor Tabrak Truk Tronton di Parung, Pria 22 Tahun Tewas Seketika

Bogordaily.net— Tabrakan antara motor dan truk tronton terjadi di Jalan Parung – Lebak Wangi, Desa Pamegarsari, Kecamatan Parung, Kabupaten Bogor pada pukul 03.00 WIB 2 Desember 2021. Seorang pria berusia 22 tahun langsung tewas seketika di tempat kejadian.

Akibat kejadian itu, sebuah truk bernomor polisi A 8905 NM dan Sopirnya berinisial A 35 tahu telah diamankan di unit Laka Lantas Pondok Udik, Polres Bogor.

“Iya itu kejadiannya subuh nabrak dari belakang, kata Kasubnit Laka Pondok Udik Polres Bogor, Aiptu Abdul Karim pada 2 Desember 2021. “Sopir dan truknya sudah diamankan.”

Sementara itu seorang warga bernama Asep, pria tersebut memacu motornya dengan kecepatan tinggi, diduga sedang balapan liar. Tiba-tiba dia menabrak sebuah truk tronton dari belakang.

“Infonya saya saya denger lagi balapan entah hilang kendali atau apa nanrak mobil truk tronton langsung meninggal di lokasi,”kata Asep.

Polisi mengatakan dirinya tetap mengimbau masyarakat sekitar harus lebih peduli agar tidak acuh ketika memang ada yang balapan liar.“Selain kita melakukan patroli kami pun mengimbau masyarakat disana agar tetap peduli dan tidak acuh,”kata Abdul Karim

[Ruslan]

Massa 212 Dapat Penyekatan di Stasiun Bojonggede

Bogordaily.net – Petugas Gabung TNI-Polri, Dinas Perhubungan dan Satpol PP melakukan penjagaan di area Stasiun Bojonggede, Kabupaten Bogor, Kamis 2 Desember 2021.

Penjagaan dan penyekatan yang dilakukan petugas gabungan sebagai antisipasi pergerakan massa yang ingin melakukan reuni 212 di Jakarta.

Kapolsek Polsek Bojonggede AKP Dwi Susanto mengatakan, antisipasi kali ini dilakukan untuk mengurangi potensi kerumunan disaat situasi dan kondisi masih melanda Tanah Air.

“Kami dari pagi bersama 3 pilar melakukan penyekatan, mengantisipasi kegiatan yang akan diselenggarakan di Jakarta, reuni 212,” ujarnya.

Dwi pun membeberkan bahwa dari hasil pengawasan yang dilakukan tidak terdapat indikasi mobilisasi massa yang ingin melakukan reuni 212 yang tidak mendapatkan ijin baik di Patung Kuda Jakarta dan Azzikra Sentul Bogor.

“Setelah kita periksa satu per satu belum ada pergerakan massa,” ungkapnya.

Sementara itu, Dwi menegaskan bahwa mayoritas warga yang naik KRL Commuterline merupakan warga yang ingin beraktifitas.

“Masyarakat yang ada di Stasiun Bojonggede itu mayoritas ingin melakukan aktifitas bekerja dan menggunakan jasa kereta api,”pungkasnya.(Ruslan)

PT Waluya Wijaya Farm Raih Gold Appreciation Electrifying Agriculture 2021 dari PLN

0

Bogordaily.net – CV Waluya Wijaya Farm (WWF) yang berlokasi di Cimande, Cipayung, Kabupaten Bogor, memenangkan penghargaan Gold Appreciation untuk kategori Wirausaha Tani Tangguh (Electrifying Agriculture) Penghargaan Wirausaha Tangguh 2021.

Penghargaan diserahkan langsung oleh Direktur Niaga dan Manajemen Pelanggan PT PLN (Persero) bapak Bob Saril di Auditorium PLN Kantor Pusat pada Selasa 30 November 2021.

Usaha peternakan yang dapat menghasilkan 800 – 1000 liter hasil perahan dari sapi ini menggunakan teknologi tepat guna dan didukung oleh listrik yang handal dan memadai.

Dalam hal ini di suplai oleh PLN UP3 Bogor melalui ULP Cipayung dengan daya yang dipakai adalah 105.000 VA dengan tarif Bisnis per Agustus 2020.

Pertumbuhan pemakaian listrik naik signifikan seiring hasil produksi yang diraih. Memaksimalkan penggunaan peralatan modern dengan dukungan pasokan listrik yang memadai, dapat meningkatkan produktifitas dan efektifitas waktu serta tenaga kerja.

Gold Appreciation.

Pemanfaatan mesin dapat mempercepat 4 kali lipat dibandingkan dengan menggunakan tenaga manusia. Jika manual dengan tenaga manusia, membutuhkan 10 sampai 15 orang pekerja.

Namun, dengan penggunaan mesin hanya membutuhkan 3 sampai 5 orang. Secara anggaran lebih efisien 40% dibandingkan dengan cara tradisional.

Septian Jasiah Wijaya, pemilik CV Waluya Wijaya Farm, mengungkapkan rasa terima kasihnya atas jaringan listrik yang andal.

“Terimakasih untuk PLN Bogor yang udah dukung kita, wilayah kita jauh dari kota. Kita di kebon tapi alhamdulillah kita dapat listrik yang baik. Peternakan kita sudah menerapkan peternakan yang modern, banyak sekali mesin-mesin yang sudah bisa didukung dengan listrik dengan baik. Dua belas tahun saya menjadi seorang peternak, alhamdulillah hari ini saya bangga menjadi peternak Indonesia,” pungkasnya.

PT PLN (Persero) khususnya PLN UP3 Bogor terus berkomitmen untuk memberikan pelayanan yang terbaik untuk seluruh pelanggan PLN.

PLN siap untuk mendukung petani, peternak, nelayan, UMKM dan seluruh jenis kegiatan usaha masyarakat.***

Capai Rp7,76 Triliun, APBD Kabupaten Bogor 2022 Disahkan

Bogordaily.net – Setelah serangkaian pembahasan, akhirnya Anggaran Pendapatan Belanja Daerah (APBD) Kabupaten Bogor Tahun 2022 disahkan. DPRD bersama Pemkab Bogor menetapkan APBD tersebut sebesar RpRp7,76 triliun.

Penetapan anggaran itu disahkan dalam Rapat Paripurna pada Selasa malam 30 November 2021.

“Alhamdulillah kami bisa selesaikan pembahasan tepat waktu dan mengikuti aturan yang sehinga dalam rapat paripurna hari ini kita setujui bersama APBD Tahun Anggaran 2022,” ujar Ketua DPRD Kabupaten Bogor, Rudy Susmanto.

Selain penetapan APBD, paripurna tersebut juga telah menetapkan
target pendapatan sebesar 7,194 triliun naik sebesar 16,63 persen atau Rp1,53 triliun dari rancangan awal sebesar Rp6,144 triliun.

Begitu juga dengan belanja daerah ditargetkan sebesar Rp7,776 triliun, defisit ditutup dari pembiayaan netto yang ditargetkan sebesar Rp627,26 miliar.

Rudy mengatakan, pembahasan APBD 2022 dilakukan secara teliti dan mengedepankan kepentingan publik dalam mendorong pertumbuhan ekonomi yang terdampak pandemi. Dia berharap pengelolaan anggaran nantinya mengedepankan efisiensi, efektifitas dan produktifitas.

“Intinya harus bisa mendorong percepatan pemulihan ekonomi,” katanya

Sementara itu, Bupati Bogor Ade Yasin mengatakan target pendapatan daerah sebesar Rp 7,149 triliun bersumber dari target pendapatan asli daerah (PAD) sebesar Rp 3,146 triliun dan target pendapatan transfer sebesar Rp4,3 triliun. “Target PAD kita proporsinya sebesar 44 persen dari total target pendapatan daerah,” katanya

Adapun target belanja daerah sebesar Rp7,776 triliun sudah mencakup alokasi belanja untuk fungsi pendidikan sebesar 26,55 persen, alokasi belanja sektor kesehatan 17,73 persen untuk penanganan covid-19 dan stunting. “Pemulihan ekonomi daerah (PED) dialokasikan ke beberapa SKPD seperti Diskop UKM, Dinas PUPR, Dinas Ketahana Pangan, Dinas Perdagangan dan Perindustrian, serta tranfer dana ke desa dalam meningkatkan ekonomi masyarakat seperti Samisade, bonus produksi, serta bagi hasil pajak retribusi daerah,” pungkasnya.***