Friday, 10 April 2026
Home Blog Page 6573

Penggunaan Ganja untuk Medis Diizinkan Menkes Malaysia

0

Bogordaily.net – Malaysia mengizinkan impor dan penggunaan produk yang mengandung ganja untuk medis. Asalkan, mengikuti aturan hukum sesuai undang-undang yang berlaku.

“Undang-undang saat ini seperti Undang-Undang Narkoba Berbahaya 1952, Undang-Undang Racun 1952, dan Undang-Undang Penjualan Narkoba 1952 – tidak melarang penggunaan produk yang mengandung ganja untuk tujuan pengobatan,” jelas Menteri Kesehatan Khairy Jamaluddin.

Dikutip dari Channel News Asia, penjelasan Menkes datang usai anggota parlemen Muar Syed Saddiq Syed Abdul Rahman bertanya soal sikap Malaysia, tentang penggunaan ganja medis sebagai alternatif pengobatan pasien, seperti yang telah diterapkan di banyak negara dan diakui oleh komunitas medis internasional.

Menurut Khairy, setiap produk yang mengandung ganja harus didaftarkan ke Drug Control Authority (DCA) seperti yang ditentukan oleh Control of Drugs and Cosmetics Regulation 1984.

“Importir juga harus memiliki lisensi dan izin impor di bawah Peraturan Pengawasan Obat dan Kosmetika, Undang-Undang Racun, serta Undang-Undang Narkoba Berbahaya,” lanjut dia.

“Penjualan atau pengadaan eceran untuk perawatan medis untuk pasien tertentu harus dilakukan oleh seorang praktisi medis yang terdaftar di bawah Medical Act 1971 atau apoteker terdaftar dengan lisensi Tipe A untuk individu tertentu berdasarkan resep yang dikeluarkan oleh praktisi medis terdaftar,” tambahnya.

Dia mengatakan bahwa setiap pihak yang memiliki bukti ilmiah yang cukup untuk menggunakan ganja, demi tujuan pengobatan apa pun dapat mengajukan aplikasi untuk mendaftarkan produk ke DCA, agar dievaluasi dan pendaftaran di bawah Peraturan Pengawasan Obat dan Kosmetik 1984.

Khairy melanjutkan, ganja juga diatur di bawah Konvensi Tunggal Narkotika tahun 1961 dan terdaftar di bawah Jadwal I konvensi. Konvensi ini berusaha membatasi kepemilikan, penggunaan, perdagangan, distribusi, impor, ekspor, pembuatan dan produksi obat-obatan secara eksklusif untuk tujuan medis dan ilmiah.

Melalui Twitter kemudian, Syed Saddiq mengatakan bahwa dia ‘sangat terkesan’ dengan jawaban yang diberikan oleh Khairy dan timnya di kementerian.

“Proses pengambilan keputusan yang didorong oleh data dan sains,” katanya.***

Dadang Iskandar Apresiasi Pemuda yang Membuka Usaha saat Pandemi

0

Bogordaily.net – Wakil Ketua ll DPRD Kota Bogor, Dadang Iskandar Danubrata mengapresiasi pemuda yang berjuang di tengah pandemi dengan membuka usaha. Menurutnya upaya itu sebagai bentuk kreatifitas anak muda, yang layak diacungi dua jempol.

Sebagai bentuk dukungan Ia mendatangi Kios Mie Ayam Andalan di Gg. Aut, Kecamatan Bogor Tengah, Kota Bogor.

Selain untuk menikmati seporsi mie ayam, Ketua DPC Partai PDIP Kota Bogor itu, berbincang dengan pemilik mie ayam Andalan Dadang Sanjaya.

Dengan menggunakan kaos merah, celana jeans dan sepatu hitam, Wakil Ketua ll DPRD Kota Bogor mendatangi kios mie ayam pada pukul 20.00 WIB.

Sempet menunggu agak lama karena banyak yang membeli, Dadang Iskandar tidak kecewa ketika menyantap mie ayam andalan. Walaupun tempatnya kaki lima, rasa mie ayamnya tidak kalah dengan Restoran mahal.

“Mie ayam andalan buatan Dudung sangat enak, saya harus mendukung UMKM yang ada di Kota Bogor supaya bisa bangkit dan tumbuh,” kata politisi PDIP, Dadang Iskandar Danubrata, Sabtu 13 November 2021.

Saat menyantap mie ayam andalan, ia mengatakan, rasa mie ayam andalan ini sangat mantap dan makyus. Saat menyentuh dilidah, sangat kerasa kaldu ayamnya dan berbeda dengan me ayam lainnya.

Dadang iskandar

“Saya sampai habis menyantap mie ayam ini,” ucapnya.

Dirinya akan mengajak rekan-rekan di DPRD Kota Bogor untuk makan ayam andalan yang berada di surken.

“Untuk sekarang saya mengajak staff saya dulu,” ujarnya.

Menurutnya, melihat anak muda membuka usaha kuliner (mie ayam) ini sangat bagus dan harus mandiri, tidak tergantung menjadi pegawai dan sebagainya. Harus menciptakan usaha sendiri dan membuka lapangan pekerjaan untuk orang lain.

“Saya salut dengan anak muda yang punya keberanian untuk membuka usaha sendiri karena membuka usaha sendiri pasti penuh dengan tantangan. Saya berharap, untuk anak muda lainnya harus bisa membuka usaha sendiri dan harus kreatif,” ungkapnya.

Menurutnya membuka usaha ditengah pandemi ini adalah tindakan berani yang memang harus dilakukan pemuda.

Kehadiran mie ayam andalan merupakan contoh untuk bagi pemuda lainnya di wilayah Kota Bogor, agar tetap semangat. (Ibnu Galansa Montazery)

Wabup Iwan: MTQ Jadi Sarana Membangun Generasi Qurani Kabupaten Bogor

0

Bogordaily.net – MTQ merupakan sarana membangun generasi Qurani Kabupaten Bogor, dengan meningkatkan ketaqwaan, pemahaman terhadap nilai-nilai Qur’ani khususnya kalangan generasi muda.

Hal itu diungkapkan Wakil Bupati Bogor, Iwan Setiawan saat membuka kegiatan Musabaqah Tilawatil Qur’an (MTQ) Ke-43 Tingkat Kabupaten Bogor, di Auditorium Sekretariat Daerah, Cibinong, Jumat 12 November 2021.

Iwan Setiawan menuturkan, MTQ merupakan sarana membangun generasi Qurani Kabupaten Bogor, dengan meningkatkan ketaqwaan, pemahaman terhadap nilai-nilai Qur’ani khususnya kalangan generasi muda.

Wabup Iwan menjelaskan, Musabaqoh Tilawatil Qur’an merupakan sarana untuk menumbuhkan kecintaan umat Islam khususnya generasi muda terhadap Al-Qur’an.

Mulai dari membaca atau tilawah, memahami atau fahmil, menghafal atau tahfidz, mensyarah atau syarhil, menulis karya ilmiah dan menulis indah atau khat, hingga mengaktualisasikan nilai-nilai luhurnya dalam kehidupan sehari-hari.

“Jadi, MTQ bukan sekedar formalitas atau rutinitas, atau sekedar menang kalah dalam seni membaca Al Qur’an. Namun sebagai syiar bagi umat Islam untuk membumikan Al Quran dalam kehidupan sehari-hari,” tandas Iwan.

Iwan menambahkan, di era 4.0 yang diikuti oleh akselerasi transformasi digital akibat pandemi Covid-19, menjadikan akitivitas masyarakat beralih menjadi serba online.

Di satu sisi ini baik namun di sisi lain kondisinya menimbulkan keprihatinan terkait indikasi kecanduan khususnya generasi muda terhadap gawai/gadget.

“Hasil survei Komisi Perlindungan Anak Indonesia (KPAI) kepada 25 ribu anak di 34 provinsi di awal 2021, menyatakan 79% anak tidak memiliki aturan penggunaan gawai, 35% anak menggunakan gawai 2-5 jam per hari dan sekitar 25% anak menggunakan gawai lebih dari 5 jam per hari. 52% anak menggunakan gawai untuk chatting bersama teman-temannya dan menonton youtube dan 42% untuk medsos.,” ungkap Iwan Setiawan.

Wabup berharap kepada para pendidik, asatidz/ustadzah dan para orang tua hendaknya lebih berhati-hati dan lebih serius dalam memantau pergerakan anak-anak di dunia maya dan menggunakan gawai, untuk hal yang bermanfaat misalnya untuk mempelajari Al Qur’an. Saat ini sangat banyak aplikasi Al Qur’an digital yang bisa dimanfaatkan oleh anak dan remaja.

Selanjutnya Iwan mengucapkan terima kasih yang sebesar-besarnya kepada panitia penyelenggara, LPTQ dan selamat berlomba kepada para peserta dan kafilah Musabaqah Tilawatil Quran (MTQ) dari seluruh kecamatan se-Kabupaten Bogor.

“Dengan mengikuti MTQ, dapat meningkatkan pemahaman dan kualitas tilawatil Qur’an, agar bermanfaat secara pribadi. Nantinya dapat mewakili Kabupaten Bogor dalam event tingkat provinsi, nasional dan internasional,” tutur Wakil Bupati Bogor, Iwan Setiawan.

Sementara itu, MTQ ke-43 tingkat Kabupaten Bogor diselenggarakan mulai tanggal 12 hingga 15 November di Kecamatan Cibinong, tema yang diusung adalah “Membangun Generasi Qur’ani Untuk Bogor Berkeadaban”.

Jumlah peserta pada MTQ tahun ini sebanyak 711 orang, dengan 23 cabang perlombaan. MTQ diselenggarakan dengan menerapkan Protokol Kesehatan ketat dan dilaksanakan tersebar di 11 lokasi mimbar.

Generasi qurani
Musabaqah Tilawatil Qur’an (MTQ) Ke-43 Tingkat Kabupaten Bogor. (Istimewa/Bogordaily.net)

Mimbar cabang MTQ yang diperlombakan yaitu, mimbar cabang tilawah dewasa dan qiraat sab’ah (pria dan wanita), mimbar cabang tilawah remaja dan tuna netra (pria dan wanita), dan mimbar cabang tilawah anak-anak dan murotal (putra dan putri).

Lalu mimbar cabang qira’ah sab’ah murottal remaja dan dewasa (putra dan putri), mimbar cabang tahfidz 1 dan 5 juz (putra dan putri), mimbar cabang tahfidz 10 sampai 20 juz (putra dan putri), mimbar cabang 30 juz dan tafsir (putra dan putri), serta mimbar cabang Musabaqah Menulis Ilmiah Qur’an (MMIQ).

Kemudian mimbar cabang syarhil Qur’an / MSQ (putra dan putri), mimbar cabang fahmil Qur’an / MFQ (putra dan putri), mimbar cabang khat Al Qur’an / MKQ (putra dan putri).

Hadir juga pada pembukaan MTQ ke-43 tersebut, Wakil Ketua DPRD, M. Romli, Ketua Umum MUI Kabupaten Bogor, Ketua Baznas Kabupaten Bogor, Ketua Umum Lembaga Pengembangan Tilawatil Qur’an (LPTQ) Kabupaten Bogor, perwakilan Forkopimda Kabupaten Bogor, jajaran Pemerintah Kabupaten Bogor, serta para pimpinan pondok pesantren dan ormas islam se-Kabupaten Bogor.***

Yuni Puspita Sari : Si Tangan Dingin Pengelola Pemancingan Galatama Hobbie-Roez

0

Bogordaily.net – Biasanya, tren di masyarakat cenderung cepat naik tetapi cepat juga turunnya. Lihat saja tren batu akik yang sempat digandrungi bapak-bapak seantero negeri tapi kini sudah tak seramai dulu lagi.

Namun, memancing bisa dikatakan sebagai sebuah tren yang awet bahkan minat masyarakat terhadap kegiatan ini tampak semakin besar setiap tahunnya. Bukan hal yang aneh, sebab memancing memiliki perpaduan yang tepat antara olahraga dan rekreasi.

Hal itu bisa dilihat langsung di seputaran Kabupaten Bogor, mulai banyak bermunculan usaha kolam pemancingan. Salah satu yang melegenda adalah Pemancingan Galatama Lele Hobbie Roez yang baru saja merayakan ulang tahunnya yang kelima.

Ada tangan dingin Yuni Puspita Sari di balik keberhasilan Pemancingan Hobbie Roez bertahan hingga hari ini, meskipun sempat diterpa krisis pandemi covid-19. Yuni mengatakan, sebagai usaha kecil dan menegah bisnis pemancingan sangat menjanjikan dan memiliki banyak potensi jika dikelola dengan benar.

Karenanya, meskipun hanya pemancingan, tapi Yuni menerapkan manajemen bak perusahan multi nasional untuk usahanya ini.

“Bila bicara margin, itu relatif, ya. Yang pasti, Hobbie Roez menerapkan strategi bisnis jangka panjang lewat pengaplikasian pada program branding, marketing serta corporate identity. Meskipun usaha kami ini, masih terbilang usaha kecil menengah”, ujar Wakil Sekretaris Jendral DPP Partai Gerindra di sela-sela merayakan hari jadi kolam Pemancingan Galatama Lele Hobbie Roez yang ke 5 pada Kamis,(11/11) malam.

Buktinya terlihat, meskipun diterpa krisis pandemi covid-19, Pemancingan Hobbie-Roez tidak tumbang. Padahal, menurut Yuni pada saat itu jumlah pemancing menurun hingga 50 persen.

Beberapa kali Pemancingan Hobbie-Roez menggelar perlombaan dan dimanfaatkan warga yang mengalami masalah ekonomi akibat pandemi untuk mencari pundi-pundi tambahan.

“Miris memang. Tapi itu sah-sah saja, saya kira. Sebab, saat ini kondisi ekonomi masyarakat alatan pandemi memang sedang goyah. Dan tentunya mesti memutar otak, sekedar untuk mengais tambahan rejeki bagi keluarga”, kata Wakil Sekjen DPP Partai Gerindra tersebut.

Selain untuk olahraga dan berkompetisi, memancing juga kegiatan yang menyenangkan untuk rekreasi. Tak sedikit pemancing yang membawa anak istrinya ke Pemancingan Hobbie-Roez untuk berekreasi, menikmati sensasi menaklukan liarnya induk-induk ikan lele dari dalam kolam.

“Boleh jadi, memancing bersama keluarga adalah alternatif jitu meningkatkan quality time sambil melepas penat alatan aktifitas bekerja”, kata YPS.

Adi, salah satu peserta yang ikut meramaikan lomba dalam rangka Hut ke 5 Pemancingan Galatama Lele Hobbie Roez mengatakan, memancing di Hobbie Roez ini menyenangkan. Selain hadiah perlombaan yang menarik minat pemancing, beragam juga paket-paket lomba yang disajikan oleh pengelolanya. Soal ikan, lele-lele di pemancingan Hobbie Roez ini juga tak kalah besar dibandingkan dengan pemancingan lele yang ada di seputaran Kabupaten Bogor ini.

“Memang, selepas kerja saya selalu menyempatkan waktu untuk memancing di pemancingan (Hobbie Roez) ini. Hadiahnya menarik dan ikan-ikannya pun agresif juga besar-besar. Sebagai pemancing, saya puas sekali dengan pelayanan yang diberikan oleh manajemen Hobbie Roez”, pungkas Adi yang sehari-gari bekerja sebagai driver ojek online.

Wisata Taman Air Wana Griya Mulai Menggeliat

0

Bogordaily.net – Selama PPKM pengunjung Wisata Taman Air Wana Griya di Desa Cogreg, Kecamatan Parung, turun hingga 90 persen.

Sebelum PPKM pengunjung perharinya bisa mencapai 8 ribu orang, tetapi saat ini kurang dari 200 orang.

Saat ini pengunjung mulai ramai, hari Sabtu dan Minggu, Wana Griya mulai dipadati wisatawan.

Wana Griya sendiri banyak obyek wisata yang tersedia, mulai dari kolam renang, taman anggur, taman ikan dan odong-odong.

“Mungkin orang orang sudah mendengar tempat kami sudah buming kan. Ini semua masih bertanya juga pantai buatan kita buat pribadi yang biasa disebut pantai Cogreg,” kata pihak Manajamen Ahmad Solehuddin.

Dia mengungkapkan, kalau wisata ini dibuat tahun 2018, sementara apresiasi dari warga setempat cukup antusias dan pedagang yang ada di sini pun orang asli Desa Cogreg. “Jadi 99 persen warga sini,” ungkapnya.

Bagi yang ingin berwisata di Wana Griya harga tiket masuk tidak mahal cukup hanya dengan Rp 7,500, Anda sudah bisa menikmati pesona keindahan Wana Griya. Sementara parkir mobil Rp 10,000 dan tiket masuk untuk motor Rp.5000 dan bus Rp.20,000.
“Harapannya setelah kembali normal, kami hanya ingin meningkatkan kesejahteraan masyarakat dan mengedukasi anak-anak,” pungkasnya.(Rifki Nasrullah)

Ini Aturan Operasional Kafe Tempat Hiburan Malam PPKM Level 1, 2 dan 3

0

Bogordaily.net – Pemerintah mengeluarkan aturan pemberlakuan pembatasan kegiatan masyarakat (PPKM), tentang kegiatan operasional kafe tempat hiburan malam untuk diterapkan sejumlah daerah. Namun masing-masing daerah memiliki aturan yang berbeda-beda. Seperti apa?

Hal yang membedakan adalah untuk aturan PPKM level 1, 2, dan 3 di wilayah Jawa dan Bali diatur di Inmendagri 57/2021. Sedangkan untuk daerah Sumatera, Nusa Tenggara, Kalimantan, Sulawesi, Maluku, dan Papua diatur di Inmendagri 58/2021.

Di dalam Inmendagri 57/2021 diatur tentang jam operasional kafe yang buka mulai pukul 18.00 WIB hingga 00.00 WIB. Sedangkan Inmendagri 58/2021 tidak mengatur jam operasional kafe yang buka pukul 18.00, hanya disebut jam operasional maksimal hingga pukul 21.00 WIB.

Berikut aturan tentang tempat kegiatan di kafe jam operasional malam di Inmendagri 57/2021:

Secara garis besar, jam operasional restoran atau kafe dalam aturan ini sama saja. Hanya yang membedakan kapasitas pengunjung di level 3 maksimal kapasitas 25 persen, level 2 maksimal 50 persen, sedangkan di level 1 kapasitasnya 75 persen.

Level 3;
Restoran/rumah makan, kafe dengan jam operasional dimulai dari malam hari dapat beroperasi dengan ketentuan sebagai berikut:
a) Dengan protokol kesehatan yang ketat dan jam operasional Pukul 18.00 sampai dengan maksimal Pukul 00.00 waktu setempat;
b) Dengan kapasitas maksimal 25%
c) Satu meja maksimal 2 orang;
d) Waktu makan maksimal 60 menit
e) Wajib menggunakan aplikasi PeduliLindungi untuk melakukan skrining terhadap semua pengunjung dan pegawai.

Level 2;
Restoran/rumah makan, kafe dengan jam operasional dimulai dari malam hari dapat beroperasi dengan ketentuan sebagai berikut:
a) Dengan protokol kesehatan yang ketat dan jam operasional Pukul 18.00 sampai dengan maksimal Pukul 00.00 waktu setempat;
b) Dengan kapasitas maksimal 50%
c) Waktu makan maksimal 60 menit; dan
d) Wajib menggunakan aplikasi PeduliLindungi untuk melakukan skrining terhadap semua pengunjung dan pegawai.

Level 1;
Restoran/rumah makan, kafe dengan jam operasional dimulai dari malam hari dapat beroperasi dengan ketentuan sebagai berikut:
a) Dengan protokol kesehatan yang ketat dan jam operasional Pukul 18.00 sampai dengan maksimal Pukul 00.00 waktu setempat;
b) Dengan kapasitas maksimal 75%
c) Wajib menggunakan aplikasi PeduliLindungi untuk melakukan skrining terhadap semua pengunjung dan pegawai.

Sementara itu, bunyi tempat restoran atau kafe di Inmendagri 58/2021 adalah:

Level 3;
Restoran/rumah makan dan kafe dengan skala kecil, sedang atau besar baik yang berada pada lokasi tersendiri maupun yang berlokasi pada pusat perbelanjaan/mall dapat melayani makan di tempat/dine in dibatasi jam operasional sampai Pukul 21.00 waktu setempat dengan kapasitas pengunjung 50%, 2 orang per meja dan menerima makan dibawa pulang/delivery/take away dengan penerapan protokol kesehatan secara lebih ketat.

Level 2 dan level 1;
Rumah makan/restoran kafe, baik yang berada pada lokasi tersendiri maupun yang berlokasi pada pusat perbelanjaan/mall:
a) Makan/minum di tempat sebesar 50% dari kapasitas;
b) Jam operasional dibatasi sampai dengan Pukul 21.00 waktu setempat;
c) Untuk layanan makanan melalui pesan antar/dibawa pulang tetap diizinkan sampai dengan jam 21.00 waktu setempat;
d) Untuk restoran yang hanya melayani pesan antar/dibawa pulang dapat beroperasi selama 24 jam;
e) Pelaksanaan ketentuan sebagaimana dimaksud pada huruf a sampai dengan huruf d dilakukan dengan penerapan protokol kesehatan secara lebih ketat.

Punya Alat Baru, RSUD Bogor Bisa Deteksi 4 Penyakit Mematikan

0

Bogordaily.net – Wakil Menteri Kesehatan (Wamenkes) Dante Saksono Harbuwono menyambangi RSUD Kota Bogor, Menteng, Bogor Barat pada Sabtu 13 November 2021. Kedatangan Dante guna meresmikan 3 alat kesehatan baru, yakni MRI 3 Tesla, CT Scan 128 slice dan ESWL.

“Mudah-mudahan diharapkan angka kematian akibat empat penyakit terbesar tersebut menjadi lebih optimal dan lebih baik. Semoga ini diikuti daerah-daerah lainnya yang melakukan stratifikasi, identifikasi kebutuhan dan pengembangan yang lebih optimal, sehingga RSUD menjadi salah satu rumah sakit rujukan paling tinggi di daerah,” kata Dante di lokasi.

Dante mengatakan, 3 alat tersebut bukanlah alat sederhana. Tiga alat itu mampu mendeteksi 4 penyakit mematikan seperti serangan jantung, penyakit kardiovaskular, stroke, dan kanker. Menurutnya, alat itu bisa berperan signifikan dalam pelayanan kesehatan di Kota Bogor sebab selama ini 4 penyakit itulah yang jadi penyebab utama kematian di Kota Bogor.

Karenanya, lanjut Dante, alat itu harus dijaga dan digunakan oleh tangan terampil. Terlebih, harganya pun tak bisa dibilang murah sehingga akan sulit mencari gantinya.

Dalam kesempatan yang sama, Wali Kota Bogor Bima Arya pun mengapresiasi peresmian alat kesehatan itu. Menurutnya, saat ini tantangan terbesar layanan kesehatan di Kota Bogor adalah perencanaan yang matang,  terintegrasi, dan selaras.

“RSUD Kota Bogor menjadi satu-satunya RSUD di Kota Bogor, dalam keseharian ikut melayani warga Kabupaten Bogor, tercatat ada 40 persen,” katanya.

Persoalan yang ada lanjut Bima Arya bukan hanya menambah kapasitas, tetapi juga meningkatkan kualitas pelayanan. Apa yang dilakukan RSUD Kota Bogor tidak hanya business as usual, berusaha melayani dengan yang ada tapi ada lompatan-lompatan ke depan dengan kolaborasinya.

“Sudah pasti apa yang diresmikan ini, bukan yang terakhir dan pasti ke depan banyak rencana-rencana yang lainnya,” kata Bima Arya.

Kepala Dinkes Provinsi Jawa Barat Nina Susana Dewi turut mengungkapkan rasa bangga dan menyambut baik fasilitas baru yang menjadi pelayanan baru di RSUD Kota Bogor.

Pasalnya, kata dia, tersedianya alat kesehatan tersebut merupakan salah satu faktor penunjang para tenaga medis dalam meningkatkan kinerja bagi masyarakat Kota Bogor.

Dengan fasilitas yang lebih lengkap, RSUD Kota Bogor diharapkan menjadi rumah sakit yang lebih unggul dalam memberikan pelayanan secara maksimal dan terbaik bagi masyarakat.

“Penambahan fasilitas ini tentunya menjadi ikhtiar yang sangat baik dari RSUD Kota Bogor dalam mendukung dan meningkatkan taraf kesehatan warga Kota Bogor, mewujudkan sehat negeriku tumbuh Indonesiaku, sesuai tema Hari Kesehatan Nasional ke-57,” kata Nina.

Selain acara peresmian alat kesehatan, pada kesempatan tersebut RSUD Kota Bogor pun menerima bantuan berupa 1 unit ambulans dalam rangka HUT ke-44 Pasar Modal. Bantuan itu diserahkan secara simbolis diserahkan Panitia HUT Pasar Modal kepada Wali Kota Bogor Bima Arya dan disaksikan Kepala Eksekutif Pengawas Pasar Modal OJK Hoesen.

Resmi! Dani Alves Kembali ke Barcelona

0

Memasuki bursa transfer musim dingin musim 2021-2022, Barcelona di bawah asuhan Xavi Hernandez mulai bergeliat. Teranyar, Blaugrana resmi memulangkan salah satu mantan bek kanannya, Dani Alves. Hal itu diumumkan di laman resmi FC Barcelona.

“Pada dasarnya, FC Barcelona dan Dani Alves telah menemui kata sepakat bahwa sang pemain akan bergabung dengan tim utama untuk sisa musim ini,” demikian tertulis di siaran pers Barcelona pada Jumat 12 November 2021.

Rencananya, punggawa asal Brazil itu akan mulai latihan minggu depan. Meski begitu, Dani baru bisa menjalani debutnya kembali pada Januari mendatang.

“Sang pemain Brazil akan bergabung latihan mulai minggu depan tapi tak akan bisa bermain sampai Januari,” demikian ditulis di laman FC Barcelona.

Dani Alves pertama kali mendarat di klub asal catalan itu pada 2008 setelah menjalani musim yang luar biasa di Sevilla. Selama di Barcelona, Dani berhasil mencatatkan tinta emas.

Total ia bermain di 391 pertandingan resmi Blaugrana dan mencetak 23 gol. Karena catatan gemilangnya, ia selalu menjadi pilihan utama pelatih-pelatih Barcelona mulai dari Pep Guardiola, Tito Vilanova, Tata Martino and Luis Enrique.

Pada musim panas 2016, Dani akhirnya meninggalkan Barcelona menuju klub Italia Juventus. Ia melanjutkan petualangannya ke klub ibu kota Perancis Paris Saint German, dan terakhir pulang kampung untuk membela Sao Paulo.

Saat ini Barcelona memang tengah terpuruk dan terdampar di posisi 9 klasemen La Liga. Dari 12 kali main, tim ibu kota Catalan itu hanya mencatatkan 4 kali kemenangan, 5 kali imbang, dan 3 kali kekalahan. Barcelona pun hanya mampu menyarangkan 19 gol dan kemasukan 5 gol.

Di Liga Champions posisi Barcelona pun masih belum aman kendati berada di posisi 2 klasemen grup E. Barcelona hanya mampu mengumpulkan 6 poin dari 4 pertandingan, terpaut jauh dari Bayern Munchen yang digdaya dengan 12 poin. Sementara di posisi ketiga ada Benfica yang masih membayangi dengan 4 poin.

Untuk mengatasi krisis itu, manajemen Barcelona memecat Ronald Koeman dan merekrut mantan pemainnya, Xavi Hernandez.

Dengan Dani Alves yang kembali ke Barcelona maka persaingan di sisi kanan pertahanan Barcelona akan memanas. Saat ini, posisi itu menjadi milik Sergiño Dest dan Moussa Wagué menjadi pelapisnya.

 

Wamenkes Resmikan Alat Kesehatan Deteksi 4 Penyakit Mematikan di RSUD Kota Bogor

0

Bogordaily.net – Wakil Menteri Kesehatan (Wamenkes), Dante Saksono Harbuwono meresmikan alat kesehatan RSUD Kota Bogor berupa MRI 3 Tesla, CT Scan 128 slice dan ESWL di RSUD Kota Bogor, Jalan DR. Semeru, Menteng, Kecamatan Bogor Barat, Kota Bogor, Sabtu 13 November 2021.

Selain acara peresmian alat kesehatan, pada kesempatan tersebut RSUD Kota Bogor menerima bantuan berupa 1 unit ambulans dalam rangka HUT ke-44 Pasar Modal yang secara simbolis diserahkan Panitia HUT Pasar Modal kepada Wali Kota Bogor, Bima Arya, disaksikan Kepala Eksekutif Pengawas Pasar Modal OJK, Hoesen.

Apresiasi diungkapkan Bima Arya kepada pihak-pihak terkait yang hadir dalam peresmian tersebut, di antaranya Wakil Menteri Kesehatan (Wamenkes), Dante Saksono Harbuwono, Wakil Ketua DPRD Provinsi Jawa Barat, Achmad Ru’yat, Kepala Dinas Kesehatan Provinsi Jawa Barat, Nina Susana Dewi yang hadir mewakili Gubernur Jawa Barat, Ridwan Kamil.

Saat ini dan ke depan kata Bima Arya, banyak sekali tantangan yang dihadapi RSUD Kota Bogor dan tantangan terbesar adalah perencanaan yang matang, terintegrasi dan semuanya selaras.

“RSUD Kota Bogor menjadi satu-satunya RSUD di Kota Bogor, dalam keseharian ikut melayani warga Kabupaten Bogor, tercatat ada 40 persen,” katanya.

Persoalan yang ada lanjut Bima Arya bukan hanya menambah kapasitas, tetapi juga meningkatkan kualitas dan kemudian naik kelas. Apa yang dilakukan RSUD Kota Bogor tidak hanya business as usual, berusaha melayani dengan yang ada tapi ada lompatan-lompatan ke depan dengan kolaborasinya.

“Sudah pasti apa yang diresmikan ini, bukan yang terakhir dan pasti ke depan banyak rencana-rencana yang lainnya,” kata Bima Arya.

Wamenkes, Dante Saksono Harbuwono menyatakan apa yang dilakukan Pemkot Bogor melalui RSUD Kota Bogor merupakan inovasi dalam rangka mengembangkan sistem kesehatan di daerah menjadi optimal dan mumpuni.

Alat kesehatan yang diresmikan kata dia, bukan alat sederhana. Sebab, dengan harga yang cukup mahal harus dikerjakan dengan tenaga terampil guna mendukung sistem kesehatan di Kota Bogor.

Pada kesempatan itu, Wamenkes menjelaskan tingginya angka kematian di Indonesia yang disebabkan Penyakit Tidak Menular (PTM), seperti jantung, kardiovaskular, stroke dan kanker. Keberadaan alat kesehatan yang baru diresmikan mampu mendeteksi keempat penyakit tersebut.

“Mudah-mudahan diharapkan angka kematian akibat empat penyakit terbesar tersebut menjadi lebih optimal dan lebih baik. Semoga ini diikuti daerah-daerah lainnya yang melakukan stratifikasi, identifikasi kebutuhan dan pengembangan yang lebih optimal, sehingga RSUD menjadi salah satu rumah sakit rujukan paling tinggi di daerah,” jelasnya.

Kepala Dinkes Provinsi Jawa Barat, Nina Susana Dewi turut mengungkapkan rasa bangga dan menyambut baik fasilitas baru yang menjadi pelayanan baru di RSUD Kota Bogor.

Pasalnya kata dia, tersedianya alat kesehatan tersebut merupakan salah satu faktor penunjang para tenaga medis dalam meningkatkan kinerja yang profesional sesuai dengan pelayan yang diharapkan, khususnya bagi masyarakat Kota Bogor.

Dengan fasilitas yang lebih lengkap, RSUD Kota Bogor diharapkan menjadi rumah sakit yang lebih unggul ke depan dalam memberikan pelayanan secara maksimal dan terbaik bagi masyarakat.

“Penambahan fasilitas ini tentunya menjadi ikhtiar yang sangat baik dari RSUD Kota Bogor dalam mendukung dan meningkatkan taraf kesehatan warga Kota Bogor, mewujudkan sehat negeriku tumbuh Indonesiaku, sesuai tema Hari Kesehatan Nasional ke-57,” kata Kadinkes.

Usai peresmian, Bima Arya bersama Wamenkes, Kepala Dinkes Jawa Barat, perwakilan Pasar Modal, Wakil Ketua DPRD Provinsi Jawa Barat dan tamu undangan lainnya menuju ruangan MRI dan CT-Scan dipandu Dirut RSUD Kota Bogor, Ilham Chaidir.***

SMK Ibnu Sina Terapkan Prokes Ketat Selama Pembelajaran Tatap Muka

0

Bogordaily.net – Pada tahap pertama terdapat 44 SMP, 115 SMA/SMK/ 30 madrasah, dan 11 Sekolah Luar Biasa di Kota Bogor yang diperkenankan melaksanakan pembelajaran tatap muka. Salah satunya adalah  SMK Ibnu Sina yang berlokasi Jalan Curug Induk No.31, RT.05/RW.10, Semplak, Kecamatan Bogor Barat, Kota Bogor.

Sudah berjalan sejak Oktober 2021 SMK Ibnu Sina melaksanakan pembelajaran tatap muka dan itu terus berlanjut hingga bulan November 2021 ini.

Wakil Kepala Sekolah Bidang Kurikulum SMK Ibnu Sina Ma’mun Darmadi menyampaikan, dalam PTMT ini pihaknya sudah melengkapi semua fasilitas protokol kesehatan sesuai arahan Pemkot Bogor.

“Mulai dari gerbang utama para siswa-siswi akan di cek suhu, cuci tangan, pakai Handsanitizer dan masker,” kata Ma’mum kepada Bogordaily.net, Sabtu 13 November 2021.

Ma’mun menambahkan, pihak sekolah pun selalu mendata para siswa yang datang ke sekolah, salah satunya data suhu siswa yang dikumpulkan setiap masuk sekolah. Hal ini dilakukan untuk memenuhi standar dari Pemerintah. Jika ada siswa yang sakit nantinya ketahuan.

Selain itu, para siswa-siswi sekolah ini pun telah menjalani vaksinasi covid-19 seluruhnya

“Perlu diingat, semua siswa-siswi SMK Ibnu Sina sudah melaksanakan vaksin semua,” ujarnya.

Dalam pelaksanaan pembelajaran tatap muka, SMK Ibnu Sina mengatur jadwal masuk sedemikian rupa agar protokol kesehatan bisa berjalan efektif. Contohnya, pembelajaran tatap muka tidak dilakukan satu minggu pemuh, tetapi hanya tiga hari, sementara tiga hari lainnya siswa belajar di rumah.

Selain itu, karena ruang kelas yang cukup luas maka SMK Ibnu Sina mampu menggelar pembelajaran tatap muka untuk para siswa kelas 10 dan siswa kelas 11. Di samping itu juga bisa terjadi karena kelas 12 sedang melaksanakan praktik kerja lapangan.

“Untuk kelas 12, dari Bulan Oktober sampai November kebetulan semua siswanya sedang PKL di luar. Jadi, kelas 10 dan 11 di sekaligus kan untuk PTM dengan prokes ketat,” jelasnya.

“Saat pembelajaran, satu kelas di isi 20 siswa dengan jarak 1,5 meter. Karena ruang kelas yang kami punya cukup luas,” tambahnya.

Durasi pembelajaran pun dikurangi agar kerumunan siswa tidak berlangsung lama. Kini, satu mata pelajaran hanya berdurasi 30 menit saja, dan jadi 25 menit pada hari Jumat.

“Jadi siswa itu belajar dari pukul 07:00 WIB sampai pukul 12:00 WIB,” terangnya.

Ma’mun Darmadi berharap dengan berjalannya pembelajaran tatap muka ini para siswa-siswi nya selalu semangat dalam mengikuti pembelajaran. Sebab selama daring banyak siswa-siswi nya terkendala dengan handphone dan kouta.

“Semoga dengan PTMT ini siswa-siswi nya akan terbentuk karakternya di sekolah,” ungkapnya***