Thursday, 9 April 2026
Home Blog Page 6586

KemenkopUKM Bakal Tutup Koperasi Terindikasi Bermasalah dan Melanggar Hukum

0

Bogordaily.net – Deputi Bidang Perkoperasian Kementerian Koperasi dan UKM Ahmad Zabadi meminta kepada Pejabat Fungsional Pengawas Koperasi untuk berani mengambil sikap jika menemui koperasi simpan pinjam (KSP) yang terindikasi bermasalah atau melanggar hukum. Jangan lagi melihat status koperasi apakah koperasi tersebut menjadi otoritas provinsi atau kabupaten/kota.

“Jika terindikasi, segera ambil tindakan. Tutup dulu koperasinya. Bukan membekukan, sampai ada kejelasan. Jangan sampai abai karena merasa status koperasi bukan berada di wilayahnya. Tutup dulu baru laporkan ke otoritas yang berwenang,” tegasnya.

Ahmad Zabadi menegaskan hal itu saat memberikan arahan kepada 50 Pejabat Pengawas Koperasi dari 23 provinsi dalam Pelatihan bagi Pengawas Koperasi, Senin 8 November 2021 di Bogor, Jawa Barat.

Pelatihan ini diikuti Pejabat Pengawas Koperasi Ahli Madya, Ahli Muda dan Ahli Pertama. Kegiatan yang berlangsung selama 3 hari dari 8-10 November 2021 dan dipandu Kabid Jabatan Fungsional Pengawas Koperasi Siti Aedah.

bermasalah

Menurut Zabadi, tidak ada larangan Pejabat Pengawas Koperasi mengambil tindakan menutup operasional KSP jika ditemukan indikasi melanggar hukum. Yang tidak boleh itu, memproses lebih jauh karena itu menjadi kewenangan aparat kepolisian.

“Pejabat Pengawas Koperasi dituntut untuk berani menegakkan disiplin regulasi. Percuma sudah mengetahui suatu regulasi tapi tidak ada tindakan apapun. Seolah-olah itu bukan tugas kita. Kita abai dan merasa berdosa melakukan pembiaran. Buat apa jadi pengawas kalau hanya sekedar formalitas,” tegas Zabadi.

Ketika Pejabat Pengawas Koperasi mengetahui ada indikasi melanggar hukum wajib mengambil tindakan. Seandainya tidak ada undang-undang atau peraturan sekalipun, tetap wajib melindungi masyarakat dari praktik-praktik koperasi yang merugikan dan meresahkan masyarakat.

Berdasarkan Pemenkop UKM no. 9 tahun 2020 tentang Pengawasan Koperasi memberikan mandat Pejabat Pengawas Koperasi wilayah keanggotaan Koperasi lintas daerah provinsi dan kabupaten/kota. Jadi, tidak ada larangan buat menutup operasional koperasi jika terindikasi melakukan praktik ilegal.

“Jika ditanya mana bukti melanggar hukum, ya tidak ada ijin. Jika dijawab ijinnya sedang diproses, ya ditutup dulu koperasinya sampai ijinnya ke luar. Kalau sudah ke luar baru boleh beroperasi. Kita digaji negara untuk melindungi rakyat. Mari kita bawa jiwa karsa kita. Bagaimana, apakah berani? Apakah siap?” tanya Zabadi yang dijawab “berani” dan “siap”.

Tingkatkan Kualitas dan Kapasitas Pengawas Koperasi

Sementara itu, Asisten Deputi Pengembangan SDM Perkoperasian dan Jabatan Fungsional Nasrun Siagian, menyampaikan pelatihan ini menghadirkan narasumber dan pengajar dari Otoritas Jasa Keuangan, Pusat Analisis dan Pelaporan Transaksi Keuangan (PPATK), serta dosen/praktisi koperasi.

Pelatihan ini dilaksanakan dalam rangka penguatan kualitas dan kapasitas, juga kompetensi Pejabat Fungsional Pengawas Koperasi (JFPK) sehingga, siap menghadapi maraknya kasus koperasi akhir-akhir ini. Sebut saja kasus gagal bayar KSP Indosurya, Koperasi Hanson Mitra Mandiri, dan Koperasi Sejahtera Bersama.

bermasalah

“Terbaru kasus pinjaman online (pinjol) illegal yang dilakukan dan mengatasnamakan KSP, bahkan pelakunya membuat 95 KSP fiktif. Hal ini menjadi tantangan besar bagi Kemenkop dan UKM,” ungkapnya.

Lemahnya pengawasan yang disinyalir oleh berbagai pihak baik dari sisi pengaturan maupun kapasitas SDM harus diatasi secara komprehensif. Dari sisi pengaturan, Kemenkop dan UKM telah mengubah Permenkop dan UKM Nomor 17 tahun 2015 menjadi Permenkop dan UKM nomor 9 tahun 2020 tentang pengawasan koperasi.

Perubahan pengaturan tersebut secara signifikan mengatur metode pengawasan koperasi, yang sebelumnya menggunakan nomenklatur eselon II sehingga pemeriksaan dilakukan secara parsial menjadi dilakukan secara terintegrasi dan berbasis risiko.

Peran Pemerintah Daerah juga harus ditingkatkan, karena dalam UU 23 tahun 2014 tetang Pemerintahan Daerah pada lampiran huruf Q, ada pembagian kewenangan dalam pengawasan koperasi.

“Kementerian Koperasi dan UKM bukan menghindar dari tanggungjawab, tetapi Pemerintah Daerah sebagai yang terdepan melakukan pengawasan lebih dini dan mendeteksi ketika ada hal-hal mencurigakan dan dikoordinasikan ke kami di Pusat, sehingga kita tidak kebobolan dalam mengantisipasi praktek-praktek bisnis keuangan yang megatasnamakan koperasi,” katanya.

Menurutnya, Fungsional Pengawas Koperasi dan Satgas Pengawas Koperasi merupakan ujung tombak kesuksesan pengawasan koperasi. Tantangan pengawasan koperasi yang semakin berat harus ditunjang dengan SDM Pengawas Koperasi yang handal.

Untuk itu, diklat bagi pengawas koperasi saat ini urgent dan mendesak. Pengawas koperasi harus meng-upgrade diri dan segera mengaplikasikan ilmu yang didapat untuk mengatasi permasalahan pengawasan koperasi.

Karakterikstik Investasi Bodong

Irhamsah, Analis Senior Departemen Penyidikan Sektor Jasa Keuangan Otoritas Jasa Keuangan (OJK), yang menjadi pemateri, memberikan pembekalan mengenai investasi bodong. Dia menyampaikan, ads lima karakteristik investasi bodong yang kerap berujung pada pelanggaran hukum.

Untuk dapat terhindar dari investasi bodong, OJK memaparkan lima karakter investasi yang perlu dicurigai. Pertama, biasanya menjanjikan manfaat investasi atau keuntungan yang besar dan tidak wajar. Kedua, ditawarkan secara online, tidak jelas domisili usaha, dan tidak dapat berinteraksi secara fisik.

Ketiga, mengelola atau menginvestasikan dana masyarakat pada proyek-proyek di luar negeri. Jika terdapat underlying berupa barang, maka harga barang tersebut tidak wajar jika dibandingkan dengan barang sejenis yang dijual di pasar.

Kelima, bersifat berantai atau member get member (MLM). Khususnya jika tidak terdapat atau tidak jelas underlying barang dari investasi tersebut atau hanya memutar uang antarnasabah investasi.

“Karena itu, pengawasan dari otoritas pasar modal dan pengetahuan masyarakat merupakan kunci terhindar dari investasi ilegal. Pengawas Koperasi juga perlu mengawasi agar koperasi tidak terjebak dalam investasi bodong ini,” katanya.***

Calon Ketua Umum BCP HIPMI Ikuti Seminar dan Sidang Makalah

0

Bogordaily.net – Panitia Musyawarah Cabang (Muscab) Himpunan Pengusaha Muda Indonesia (HIPMI) V 2021 Kota Bogor mengadakan seminar dan sidang makalah calon Ketua Umum Badan Pengurus Cabang (BPC) Himpunan Pengusaha Muda Indonesia (HIPMI) Kota Bogor di Universitas Bina Niaga Indonesia, Kecamatan Bogor Utara pada Selasa 9 November 2021 bertema Peran HIPMI dalam Pengembangan Ekonomi Pasca Pandemi Covid-19 di Kota Bogor.

“Sebentar lagi kepengurusan BPC HIPMI Kota Bogor, akan dilanjutkan, memang tidaklah mudah melanjutkan kepemimpinan di bawah Zulfikar Priyatna. Tapi Insya Allah dengan bimbingan dari pendahulunya bisa melanjutkan program-program. Empat hal yang perlu dibangun, inovasi, kolaborasi, sinergi dan berbagi,” kata Ketua DPRD Kota Bogor, Atang Trisnanto yang hadir di acara tersebut.

Atang melanjutkan, dirinya pernah merasakan berkecimpung di dunia bisnis, Non Government Organisation (NGO), human resource dan saat ini di dunia politik. Dalam berbagai bidang itu, harus ada semangat berbagi karena dengan berbagi memunculkan banyak rezeki.

“Nah, untuk berbagi sudah banyak dilakukan oleh HIMPI seperti ada program UMKM Connection, HIPMI Academy, dan lainnya,” beber Atang.

Ketua BPC HIPMI Kota Bogor, Zulfikar Priyatna menambahkan, dirinya berharap untuk ketua BPC HIPMI Kota Bogor selanjutnya bisa melahirkan banyak terobosan dan solusi serta berpartisipasi secara nyata dalam pembangunan ekonomi Kota Bogor.

“Saya berharap ketua selanjutnya harus bisa berkomunikasi dan berkolaborasi dengan berbagai pihak. Harus banyak bertanya dan belajar dari komunitas, tokoh masyarakat, teman-teman media atau dari siapapun agar bisa menjadi penghubung dan memberikan sumbangsih bagi pembangunan ekonomi Kota Bogor,” harap Zulfikar.

Ia meneruskan, di masa pandemi Covid-19 ini, BPC HIPMI Kota Bogor ditantang untuk berubah dengan harus bisa memanfaatkan perkembangan teknologi, pengetahuan dan keahlian ditingkatkan. Di masa pandemi Covid-19 ini, banyak sektor yang terdampak khususnya di sektor Usaha Mikro, Kecil dan Menengah (UMKM) Kota Bogor. Dari itu, HIPMI Kota Bogor perlu hadir membantu ekonomi recovery.

“Harus berperan aktif bagi masyarakat Kota Bogor. Kita bisa ikut berpartisipasi melalui program-program HIPMI seperti HIPMI UMKM Connection, HIPMI Academy dan lainnya,” ungkapnya.

Di tempat yang sama, Calon Ketua HIPMI Kota Bogor, Marwan Suherwan mengatakan, dirinya sangat perlu mengetahui peran HIPMI di masa pandemi Covid-19. Selain itu, dirinya akan melanjutkan program HIPMI sebelumnya seperti HIPMI UMKM Connection karena sudah ada ratusan anggotanya. Para UMKM ini, diberikan akses modal dan difasilitasi oleh HIPMI Kota Bogor.

“Kami juga akan gali potensi di setiap kecamatan dengan mengadakan bazaar dengan pesertanya pedagang sekitar wilayah kecamatan tersebut. Kemudian ada program HIPMI Academy untuk membina calon pengusaha. Alhamdulillah terakhir diwisuda beberapa sudah diberikan investasi modal usaha. Sehingga kami bisa mengurangi angka pengangguran. Program ini, sudah menghasilkan ratusan alumni,” jelasnya.

Marwan melanjutkan, HIPMI Kota Bogor juga siap bersinergi dan berkontribusi aktif dalam rangka pemulihan ekonomi Kota Bogor.

“Ada kata motivasi yang saya buat, ‘jadikan kekurangan masa lalumu menjadi motivasi dan kekuatan untuk kemajuan di masa depan’. Dari itu, ketika saya jadi pengusaha saya berjanji akan berbuat untuk kepentingan orang banyak,” tegasnya.***

Target Vaksinasi Baru 50 Persen, Camat Gunung Sindur Yakini Akhir Tahun Rampung

0

Bogordaily.net – Sekitar 45 ribu jiwa atau 50 persen warga di wilayah Kecamatan Gunung Sindur sudah melakukan vaksinasi. Data tersebut berdasarkan jumlah penduduk maupun data sasaran target peserta vaksinasi dari dua puskesmas.

Camat Gunung Sindur, Dace Hatomi menceritakan lebih lanjut bahwa, saat ini pihaknya sedang melakukan pendataan lebih aktual dan rinci sampai ketingkat RT dan RW.

Hal tersebut dilakukan untuk mendapatkan angka yang valid terkait warga yang sudah divaksin atau yang belum divaksin di wilayah.

“Pendataan tersebut dilakukan agar ada sinkronisasi data jumlah warga yang sudah maupun belum divaksin. Karena banyak warga Gunung Sindur yang sudah vaksinasi diluar namun tidak terdata di Desa maupun puskesmas disini,” ungkap Camat Gunungsindur Dace Hatomi, Selasa 9 November 2021.

Dalam kesempatannya itu Dace lebih detail menjelaskan bahwa, mayoritas warga Gunung Sindur yang bekerja diperusahaan Jakarta telah melakukan vaksinasi mandiri ditempat ia bekerja.

“Makannya saya telah kumpulkan semua kepala Desa dan meminta mereka untuk segera mendata secara detail setiap keluarga di lingkup RT. Sehingga data validnya bisa sinkron. Minggu ini mereka mulai bergerak melakukan pendataan,” tambahnya Dace.

Tak hanya itu, Dace juga menerangkan pelaksanaan vaksinasi di wilayahnya akan terus dilakukan. Vaksinasi akan dilakukan secara rutin di Puskesmas Gunung Sindur dan Puskesmas Suliwer.

Ditambah kegiatan vaksinasi massal oleh pihak Polri dan TNI diwilayah Polsek Gunung Sindur dan Koramil Gunung Sindur sangat membantu dalam percepatan target vaksinasi.

“Kami berterimakasih kepada TNI dan Polri yang terus membantu percepatan vaksinasi di Gunung Sindur. Kami juga akan terus melakukan vaksinasi rutin hingga ketingkat RT dan RW. Jadi kami sangat yakin target capaian vaksinasi akan tercapai hingga akhir tahun ini,”pungkasnya.(Irfan Ramadhan)

Pemerintah Targetkan Vaksinasi Covid-19 Capai 300 Juta Dosis di Akhir Tahun 2021

0

Bogordaily.net – Di penghujung tahun 2021, ditargetkan cakupan vaksinasi mencapai 300 juta dosis. Hal tersebut disampaikan oleh Menteri Kesehatan (Menkes) Budi Gunadi Sadikin dalam keterangan pers, usai menghadiri Rapat Terbatas mengenai Evaluasi Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) yang dipimpin oleh Presiden RI Joko Widodo (Jokowi), Senin 8 November 2021.

“Dengan laju seperti ini, kita estimasi di akhir tahun akan bisa kita berikan 290-300 juta dosis. Untuk orangnya, dosis pertama bisa 168 juta, perkiraan kami 80 persen dari target, dan untuk lengkap dua dosis 124 juta orang atau 60 persen dari target populasinya kami,” ujar Menkes.

Berdasarkan data dari Kementerian Kesehatan (Kemenkes), hingga Senin 8 November 2021 pukul 18.00 WIB, capaian vaksinasi dosis pertama nasional sebesar 125,47 juta dosis atau 60,24 persen dari target, dan untuk dosis kedua mencapai 79,34 juta dosis atau 38,10 persen.

“Kita menembus 200 juta itu di minggu lalu. Sudah 125 juta orang mendapat vaksinasi dosis pertama atau 60 persen dari target, dan 80 juta mendapatkan lengkap dosis kedua atau 38 persen dari target,” ujar Budi.

Waspadai Peningkatan Kasus di Lima Provinsi Pemerintah juga terus melakukan pemantauan terutama daerah yang menunjukkan indikasi peningkatan kasus. Menkes menyampaikan, terdapat sekitar 155 kabupaten/kota yang menunjukkan tren peningkatan kasus Covid-19.

“Ada beberapa kabupaten/kota di Jawa dan Bali dan juga ada yang di luar Jawa dan Bali, totalnya sekitar 155 yang sudah ada gejala kenaikan [kasus] walaupun masih sedikit dan masih terkontrol,” ujarnya.

Terdapat lima provinsi yang perlu diwaspadai peningkatan kasusnya, yaitu DKI Jakarta, Jawa Barat, Jawa Tengah, Jawa Timur, dan Kalimantan Timur. “Kami, atas arahan Bapak Presiden diminta agar segera memperhatikan kabupaten/kota terutama di lima provinsi.

Tadi (DKI) Jakarta, Jabar, Jateng, Jatim, dan Kaltim, itu diminta oleh Bapak Presiden diperhatikan dan kalau ada kenaikan yang lebih cepat, itu harus segera ditangani,” kata Menkes.

Lebih lanjut Budi menyampaikan, pemerintah juga terus memastikan penerapan protokol kesehatan pada penyelenggaraan kegiatan berskala besar dan pendidikan tatap muka (PTM) terbatas.

“Persiapan untuk event-event internasional, terutama berkaitan dengan G20 di Bali juga sudah dipersiapkan. Juga kami mempersiapkan juga pendidikan tatap muka untuk memastikan bahwa jalannya kedua acara besar ini tidak mengganggu atau menimbulkan risiko untuk terjadinya peningkatan kasus,” ujarnya.

Dalam Ratas, ungkap Menkes, Presiden Jokowi meminta jajarannya untuk tetap berhati-hati dan waspada terutama terhadap penyebaran varian Delta AY.4.2 yang berkontribusi terhadap kenaikan kasus di beberapa negara di Eropa.

“Arahan Bapak Presiden, khususnya kota-kota yang akan menjadi host-nya G20 itu harus dijaga dengan benar-benar, harus diperhatikan dengan sangat hati-hati,” ujarnya.

Budi menyampaikan, untuk mengantisipasi masuknya varian yang sudah terdeteksi di Malaysia ini pihaknya terus mengintensifkan pelaksanaan genome sequencing. Selain itu, pemerintah juga meningkatkan protokol kesehatan di pintu-pintu masuk kedatangan internasional.

“Kita melakukan genome sequencing antara 1.500-1.800 tes per bulan. Kita tetap jaga, perbatasan-perbatasan kita dijaga. Apalagi ini sudah (terdeteksi di) Malaysia, banyak orang Indonesia pulang pergi dari Malaysia, baik darat, laut, dan udara. Ini nanti akan kita tingkatkan penjagaannya, agar kita bisa menahan potensi masuknya varian baru ini ke Indonesia,” tandasnya.***

Sah! Bima Arya Lantik Pengurus Asosiasi LPM Kota Bogor

0

Bogordaily.net – Wali Kota Bogor, Bima Arya Sugiarto dengan resmi melantik pengurus Asosiasi Lembaga Pemberdayaan Masyarakat (LPM) Kota Bogor periode 2020-2025 di Bigland Hotel Bogor, Kecamatan Bogor Tengah, Selasa 9 November 2021.

Pada kesempatan itu, Bima mengatakan, LPM memiliki peran strategis untuk menjembatani antara program-program pemerintah kota dengan warga, agar warga terlibat dan berdaya.

“LPM bukan saja bisa membantu dalam pelaksanaan, tetapi diharapkan LPM juga bisa memberikan input atau masukan bagi program-program yang memang perlu di prioritaskan,” ucapnya.

Bima berharap, LPM bisa membangun harmoni kebersamaan mulai dengan lurah, ormas, OKP, pemuda, PKK dan semuanya.

“Semoga Asosiasi LPM bisa menjadi saluran komunikasi yang lebih baik kedepan, termasuk membantu menyelesaikan persoalan-persoalan yang ada di wilayah,” ungkapnya.

Sementara itu, Ketua Asosiasi LPM Kota Bogor, Elfian Sory Sagala menambahkan, pembentukan Asosiasi LPM yang terdiri ada 16 pengurus dan 68 anggota yang ada di setiap kelurahan menjadi wadah untuk lebih memperkuat koordinasi antar LPM.

“Dengan adanya Perwali yang ditandatangani langsung oleh Walikota, jelas bahwa LPM yang berada di forum kelurahan dan forum kecamatan itu semua dibawah koordinasi Asosiasi LPM Kota Bogor. Kedepan kita akan melakukan pembimbingan, arahan dan sebagainya,” ujarnya.

Setelah pelantikan ini, lanjutnya, berbagai program akan disusun mulai dari penataan PKL dimasing-masing kecamatan sampai mengawal program-program yang sudah masuk di Musrenbang.

“Kita akan mengecek setiap program yang sudah berjalan dari hasil Musrenbang, agar bisa terealisasi dengan baik termasuk dapat melibatkan warga dalam program tersebut,” jelas Sagala didampingi Sekretaris Rudi Yuniardi Saleh dan Bendahara Hendriyanto.

Sagala sapaan akrabnya ini menegaskan, pihaknya akan terus membangun komunikasi yang baik mulai dari tingkat bawah sampai atas dan melakukan pengabdian penuh kepada masyarakat.

“Jadi peran LPM ini mengawasi disetiap program maupun bantuan yang dilakukan agar berjalan dengan baik dan lancar. Jangan sampai ada anggapan cuma datang, foto, terus makan-makan,” pungkasnya.

Acara pelantikan dihadiri enam Camat di Kota Bogor, Ketua KNPI Kota Bogor Sapta Bela Alfaraby, Ketua Karang Taruna Kota Bogor dan pengurus asosiasi di 68 Kelurahan se-Kota Bogor.***

Komisi VI DPR RI Desak BUMN Upayakan Harga PCR dan Antigen Terjangkau

0

Bogordaily.net – Wakil Ketua Komisi VI DPR RI Aria Bima mengatakan bahwa Komisi VI DPR RI mendesak PT. Bio Farma (Persero), PT. Kimia Farma Tbk, PT. Indofarma Tbk dan PT. Pharos Tbk untuk dapat mengupayakan agar harga tes PCR dan Antigen yang terjangkau oleh seluruh lapisan masyarakat.

“Supaya dapat menggerakkan aktivitas ekonomi di bidang transportasi, akomodasi dan pariwisata serta aktivitas lainnya,” papar Aria saat membacakan kesimpulan dalam Rapat Dengar Pendapat dengan Direktur PT. Bio Farma (Persero), PT. Kimia Farma Tbk, PT. Indofarma Tbk dan PT. Pharos Tbk, di Gedung Nusantara I, Senayan, Jakarta, Selasa 9 November 2021.

Lebih lanjut, Aria menambahkan keempat perusahaan milik Badan Usaha Milik Negara (BUMN) tersebut diminta untuk dapat bekerjasama dengan pemerintah pusat dan daerah untuk mendapatkan kebutuhan riil jumlah vaksin,yang dibutuhkan, serta tepat distribusi sehingga dapat mendukung target vaksinasi untuk masyarakat yang masuk kriteria wajib vaksinasi.

Selain itu, untuk mengantisipasi lonjakan Covid-19 gelombang ketiga yang diperkirakan akan terjadi pada akhir tahun 2021 atau awal tahun 2022, legislator dapil Jawa Tengah V ini menekankan kepada keempat perusahaan tersebut untuk dapat memproduksi obat-obatan, vitamin maupun kebutuhan medis lainnya, sehingga nantinya tidak terjadi lagi kelangkaan seperti sebelumnya.

“Kita antisipasi bagaimana ketersediaan entah itu antivirusnya, entah vitaminnya, entah yang lainnya itu dipersiapkan sekarang. Pengalaman yang kemarin menjadi sesuatu yang lebih antisipatif terhadap kondisi saat ini, kalau memang itu nanti gelombang ketiga itu muncul,” imbuh politisi fraksi PDI-Perjuangan tersebut.

Terakhir, Aria mendorong BUMN-BUMN yang bekerja di bidang kesehatan, untuk bekerjasama dengan pemerintah pusat dan daerah untuk terus mengkampanyekan pentingnya vaksinasi dalam mengatasi pandemi.

Untuk itu, menurutnya program vaksinasi gratis dan tersedianya gerai PCR di seluruh jaringan apotek dan klinik di Indonesia perlu didorong, untuk mempercepat Program Vaksinasi Nasional dalam upaya mengentaskan pandemi Covid-19.***

RSJMM Usir Kurnia dari Rumahnya, Devie P. Sultani Turun Tangan

0

Bogordaily.net – Anggota DPRD Kota Bogor Komisi lV Fraksi Partai Nasdem, Devie Prihartini Sultani mendatangi kediaman seorang petugas kebersihan di Rumah Sakit Jiwa Marzuki Mahdi (RSJMM), yang diusir dari kediamannya oleh pihak RSJMM.

Sebelumnya Kurnia, petugas kebersihan di RSJMM, telah mendapat izin dari Direktur RSJMM terdahulu, untuk menempati lahan milik RSJMM. Namun sekarang ia harus angkat kaki dari rumah itu.

Hal itu membuat Kurnia bersama keluarganya dilanda kebingungan, karena sampai saat ini dirinya dan keluarga belum mendapatkan rumah pengganti.

Devie P. Sultani menyampaikan, Kurnia diberi waktu 10 hari untuk segera pindah dari rumah yang saat ini dia tempati.

“Pak Kurnia sudah 18 tahun tinggal di situ, memang pada mulanya diberikan izin oleh direktur RS yang lama untuk memakai lahan di belakang RSJMM tepatnya di area perbatasan lingkungan Menteng Asri, RW 17,” kata Anggota DPRD Kota Bogor Komisi lV Fraksi Partai Nasdem, Devie P. Sultani, Senin 8 November 2021.

“Pak Kurnia saat ini memiliki enam anak yang harus dinafkahi, dia bukan tidak mau keluar, dia mau keluar, tapi saat ini dia sedang membangun rumah, namun terkendala oleh pandemi dan harus membagi dengan biaya anak-anaknya sekolah,” tambahnya.

Untuk itu DPS langsung berkoordinasi dengan Pemkot Bogor melalui Dinas terkait untuk memberikan solusi yang di hadapi Kurnia.

“Apakah Kurnia bisa ditampung sementara di Rumah Susun Sederhana Sewa (Rusunawa), Saya berharap kepada pihak Pemkot Bogor untuk mencarikan solusi yang terbaik, agar pak Kurnia dan keluarganya tidak terbengkalai,” ungkapnya.***

Vaksinasi di Wilayah Capai 70 Persen, Polsek Ciampea Masuk 10 Besar Percepatan Vaksinasi

Bogordaily.net – Vaksinasi di wilayah  hukum Polsek Ciampea  saat ini sudah mencapai 70 persen. Hasil itu menempatkan Polsek Ciampea saat ini berada di peringkat sepuluh besar percepatan vaksinasi  yang dilakukan oleh jajaran polsek bekerjasama  dengan Indonesia Pastu Bisa.

Kapolsek Ciampea Kompol Beben Susanto mengatakan pihaknya masih tetap melakukan kegiatan vaksinasi sampai saat ini, bener-benar semuanya bisa tervaksin hingga seratus persen warga ada di wilayah hukum Polsek Ciampea.

“Sampai saat ini  kita tetap mendekati warga dengan membuka gerai vaksin di kantor desa berpindah pindah untuk melakukan vaksinasi terhadap warga,” kata Beben.

Tidak hanya itu saja, jika antusiasme warga di desa sudah mulai berkurang pihaknya akan membuka gerai vaksinasi ditingkat RW maupun RT.

“Kemungkinan kita membuka gerai vaksin hingga ke tingkat RW supaya terjaring semua. Perhari 300 target, kita secara keseluruhan masuk 10 besar di polres kegiatan vaksinasi bersama Indonesia Pasti Bisa,” katanya.

Kapolsek berharap warga yang belum divaksinasi untuk melakukan vaksinasi agar terhindar dari penyebaran covid.

“Berharap semua warga bisa tervaksin sehingga terbentuk Herd Immunity yang kuat,” pungkas Beben.

Ruslan

Bikin Haru! Momo Twice Bikin Kejutan untuk Penggemarnya

0

Bogordaily.net – Tepat 09 November 2021, Anggota Twice dengan nama lengkap Hirai Momo ini berusia 25 Tahun. Untuk merayakan hari ulang tahunnya, ONCE (nama Fandom Twice) membanjiri ucapan selamat ulang tahun kepadanya melalui hastag di twitter dengan hastag #OurBestFriendMomo yang sudah lebih dari 100 ribu tweet.

Penggemar Twice juga memasang ucapan selamat ulang tahun kepada sang idola, di berbagai macam papan iklan yang tersebar di beberapa lokasi di Korea Selatan.

Mengetahui hal tersebut, untuk menunjukkan rasa terimakasihnya. sang idola pun memberikan kejutan dengan mengunggah video berupa cover lagu “Back To The Beginning” milik Lee Bo Ram, yang menjadi salah satu OST drama Full House di kanal Youtube Twice.

Momo
Momo cover lagu “Back To The Beginning” milik Lee Bo Ram. (Istimewa/Bogordaily.net)

Melihat video yang di unggahnya itu, banyak penggemar maupun selain penggemar yang memuji dan mengakui kemampuan vokal Momo Twice.

Tak hanya itu, dalam video yang di buatnya itu, Momo Twice juga terlihat mengunjungi hampir setiap Birthday Ads yang di buat penggemar untuk nya.

“ONCE, Terima kasih telah mengucapkan ulang tahunku dan memberiku cinta setiap tahun. Aku sangat tersentuh. Aku membuat video ini dan mengeditnya sendiri untuk menghargai ONCE tercinta. Itu tidak cukup dibandingkan dengan cinta kalian telah memberi saya, tapi saya harap Anda menyukainya. Terima kasih banyak karena selalu memberi saya begitu banyak cinta,” tulis Momo di akhir video covernya. (Arini)

Bikin Anak Orang Trauma, Ayah Ojak dan Umi Kalsum Diadukan ke KPAI

0

Bogordaily.net – Ayah Ojak dan Umi Kalsum diadukan ke Komisi Perlindungan Anak Indonesia (KPAI). Sebab, orang tua Ayu Ting Ting itu dianggap telah membuat trauma anak rivalnya, Kartika Damayanti (KD).

“Hari ini kami dari Kongres Pemuda Indonesia menerima kuasa dari Bu Suwarning selaku orang tua dari Kartika Damayanti buat laporan pengaduan di KPAI terkait dengan kondisi anak dari ibu KD,” ujar Pitra Romadoni Nasution, di Menteng, Jakarta Pusat, Selasa 9 November 2021.

“Di mana terlapor ini AR dan UK datang pada Juli 2021 ke Bojonegoro. Kita proses ini karena adik Rendy (anak KD) mengalami sakit dan trauma terhadap permasalahan yang kemarin di Bojonegoro. Maka dari itu hari ini kami resmi melaporkan dan kami sudah dimintai keterangan dari KPAI,” sambungnya.

Pitra menyebut, Ayah Ojak dan Umi Kalsum sempat melontarkan kata-kata yang tidak pantas ketika datang ke rumah KD.

Hal itu membuat Rendy, anak KD ketakutan hingga enggan keluar rumah karena dirundung oleh teman-temannya.

“Rendy pertama mengalami sakit selama 4 hari berturut dan itu sudah dibawa ke dokter. Terus selama 2 minggu sejak itu dia takut ke luar rumah, dia mengurung diri. Karena apa? Karena dia malu. Apalagi ke teman-temannya, sehingga dia mengurung diri di rumah dan nggak mau ke luar. Karena memang untuk menjaga psikis anak ini kami membuat aduan,” tutup Pitra Romadoni Nasution.***