Monday, 13 April 2026
Home Blog Page 6654

Tulisan di Belakang Helm Ini Bikin Auto Ngakak

0

Bogordaily.net – Di media sosial kerap beredar video berisi momen pengguna jalan salah fokus dengan berbagai hal selama dalam perjalanan. Misalnya, salah fokus dengan aksi pengendara lain atau atribut mereka.

Baru-baru ini viral sebuah video yang berisi momen pengguna jalan mendapati tulisan unik di helm salah satu pemotor yang ada di depannya saat sedang lampu merah.

Tulisan di helm pemotor itu rupanya sempat membuat pengguna jalan ini terkecoh. Apalagi helm tersebut juga dihias dengan pola tertentu yang mendukung tulisan di dalamnya.

Helm pemotor yang tidak disebutkan namanya ini menjadi bahasan usai videonya dibagikan oleh akun TikTok @kudusviral pada 21 September 2021 lalu. Kendati begitu, video ini masih menjadi sorotan.

Dalam cuplikan itu, terlihat seorang pengendara motor tengah santai antre menunggu lampu merah. Penampilan pemotor ini sebenarnya nampak biasa saja, tapi tidak dengan helmnya.

Dari kejauhan terlihat pria ini memakai helm putih dengan pola kotak-kotak biru di bagian bawah. Sementara di tengahnya ada tulisan “Posisi lur?” yang juga ditulis dengan cat warna biru.

Rupanya tulisan tersebut sempat mengecoh pengendara lain yang merekam video ini. Dia mengira tulisan di helm pemotor itu adalah “Polisi”, bukan posisi.

“Tak kiro Polisi (Aku kira Polisi),” begitu bunyi keterangan yang dibubuhkan dalam video tersebut.

Bukan cuma pengguna jalan, warganet di TikTok juga sempat terkecoh dengan tulisan yang ada di helm pemotor itu. Mereka mengaku merasa deg-degan saat pertama kali melihat video tersebut.

“Gue udah deg-degan takut ditilang,” kata seorang warganet.

“AKBP. Aku Kira Bapak Polisi (emoji tertawa),” imbuh yang lain.

“Ketika liat dari kejauhan helm polisi, saya langsung putar balik,” tutur lainnya.

“Lihat dari jauh aja udah bingung/takut. Kalau gak deketin, penasaran juga, beneran polisi apa gak (emoji tertawa),” komentar akun lain.

“Bikin pengendara lain jantungan,” tulis lainnya.

“Jabindul, aku ketipu (emoji tertawa),” ujar yang lain.

“Gue belain balik kanan eh gak tahunya tulisannya posisi (emoji tertawa),” imbuh warganet.

Sementara itu, postingan akun @kudusviral ini sudah ditonton setidaknya sebanyak 3,1 juta kali sampai artikel ini dibagikan pada Sabtu 23 Oktober 2021. Simak video lengkapnya di sini.

Perbasi Dukung Menpora Bentuk Tim Akselerasi dan Investigasi Terkait Sanksi WADA

0

Bogordaily.net – PP Perbasi mendukung penuh langkah Menpora RI Zainudin Amali membentuk tim akselerasi dan investigasi.

Sebagaimana tugasnya, tim ini dibentuk untuk memperlancar komunikasi antara Badan Anti-doping Dunia (WADA) dengan Lembaga Anti-doping Indonesia (LADI).

Mengingat, keluarnya sanksi WADA kepada LADI lebih karena seretnya komunikasi antarkeduanya.

Imbasnya, bendera Indonesia tidak bisa berkibar saat kontingen Indonesia juara Piala Thomas di Denmark kemarin.

“Kami dukung respons cepat Pak Menpora. Dengan dibentuknya tim akselerasi dan investigasi diharapkan bisa menyelesaikan bekunya komunikasi sehingga LADI terbebas dari sanksi WADA. Bendera merah putih bisa berkibar lagi saat pahlawan olahraga Indonesia berjaya dan menjadi tuan rumah even internasional,” ujar Sekjen PP Perbasi Nirmala Dewi.

“Sebab, jika tak bergerak cepat, berpotensi berimbas pada kegiatan internasional lainnya,” tambahnya.

Apalagi, Nirmala menyebut, dalam waktu dekat Indonesia akan menjadi tuan rumah even besar bola basket.

Diawali dengan dipercaya menyelenggarakan FIBA Asia Cup 2021 tahun depan.

Kemudian pada 2023, giliran Indonesia menjadi tuan rumah FIBA World Cup 2023.

Karena itu, Nirmala mengajak publik memberikan dukungan langkah yang diambil Menpora Zainudin Amali.

Bahwa langkah tersebut jangan jadi disalahartikan sebagai bagian dari  intervensi pemerintah.

Mengingat, dampak dari sanksi WADA berimbas pada lambang negara.

Sehingga wajar jika Menpora bergerak cepat mengkoordinasikan kepada semua pihak agar permasalahan segera selesai.

“Baned WADA dicabut, bendera merah putih kembali berkibar. Pembentukan tim menumbuhkan optimisme kami dalam mensukseskan FIBA Asia Cup dan FIBA World Cup 2023,” jelas Nirmala.***

Tim PHP2D BEM UIKA Tandatangani Kerjasama Mitra Bersama PT. Basuh Power Electric

0

Bogordaily.net – Ketua tim pelaksana PHP2D BEM UIKA, Shafira Yuandita menandatangani surat kerjasama mitra bersama dengan PT. Basuh Power Electric (BPE), pada Senin 18 Oktober 2021.

PT. Basuh Power Electric sendiri merupakan perusahaan yang bergerak di bidang otomasisasi sistem, sistem kontrol, pembangkit listrik energi alternatif, distribusi jaringan listrik dan bidang elektrikal lainnya.

PT. Basuh Power Electric yang berlokasi di Jl. Sholeh Iskandar KM 6,6 Ruko Bogor Indah Raya Blok C3 ini memiliki spesialisasi seperti, Panel Listrik, Desain dan Pemrograman PLC, dan Sistem Distribusi.

Memilikin pengalaman dalam bidang elektrikal sejak 2010, dinilai sangat cocok untuk dapat bermitra dengan tim PHP2D BEM UIKA, yang mengangkat program dalam penyediaan air bersih berteknologi panel surya di Desa Wangunjaya, Leuwisadeng, Kabupaten Bogor.

Adapun kerjasama yang dilakukan perusahaan adalah berkontribusi dan bekerja sama dengan tim dalam perakit.

Heboh! Dimasa Tua Sukmawati Pindah Agama

0

Bogordaily.net – Sukmawati Soekarnoputri diketahui pindah agama dari Islam ke Hindu di saat usianya yang sudah tua. Kabarnya Sukmawati Soekarnoputri akan melaksanakan ritual pindah agama dari Islam ke Hindu di Pulau Bali, Selasa 26 Oktober 2021 nanti.

Keluarga Besar Dadia Pasek Baleagung Buleleng mengatakan, tidak menyebarkan undangan untuk mengikuti upacara tersebut.

Keluarga Besar Dadia Pasek Baleagung Buleleng merupakan keluarga Rai Srimben yang akan menjadi penyelenggara rangkaian upacara Sudhi Wadani. Mereka sebagai penyelenggara Upacara Sudhi Wadani bagi putri Soekarno, Sukmawati Soekarnoputri.

“Atas pertimbangan penerapan protokol kesehatan guna mencegah penyebaran virus Corona Covid-19 dan menjaga kekhidmatan serta kesakralan upacara Sudhi Wadani, kami pihak keluarga tidak pernah mengedarkan surat undangan untuk menghadiri pelaksanaan upacara manusia yadnya sudhi wadani yang akan kami selenggarakan,” kata Kelian Dadia Pasek Baleagung Buleleng, Suadnyana Pasek, dalam laporan Beritabali.

Suadnyana Pasek meminta kepada semua pihak yang mendapatkan undangan dari The Sukarno Center dan mengaku sebagai Pengrajeg Karya Sudhi Wadani agar tidak menghadiri acara.

“Kepada semua pihak yang telah menerima undangan dari pihak The Sukarno Center yang ditandatangani oleh DR. Shri I Gusti Ngurah Arya Wedakarna MWS III dan mengaku selaku pengrajeg karya agar tidak menghadiri kegiatan dimaksud mengingat pelaksanaan upacara Sudhi Wadani merupakan upacara khusus di internal Keluarga Besar Dadia Pasek Baleagung Buleleng,” tambah Suadnyana Pasek.

Upacara pindah agama akan selenggarakan pada Selasa, 26 Oktober 2021, bertempat di Banjar Baleagung, Kelurahan Paket Agung Buleleng.(sc/sh)

Vaksin Pfizer Dosis Rendah 90 Persen Efektif untuk Anak-anak

0

Bogordaily.net – Penelitian baru menemukan dosis vaksin Pfizer yang dikhususkan untuk anak-anak mampu mencegah infeksi virus corona Covid-19 simtomatik pada anak usia 5-11 tahun hingga 90 persen.

Sebelumnya, Amerika Serikat telah mempertimbangkan untuk memberikan layanan vaksin Covid-19 pada anak-anak, yang akan dimulai pada awal November 2021 nanti.

Badan Pengawas Obat dan Makanan AS (FDA) pun diminta untuk memastikan kemanana dan efektivitas pemberian vaksin Covid-19 pada anak-anak.

Jika pemberikan vaksin Covid-19 pada anak-anak ini diizninkan, Pusat Pengendalian dan Pencegahan AS (CDC) akan membuat keputusan mengenai kelompok anak-anak yang harus menerimanya terlebih dahulu.

Pada September 2021 lalu, FDA memberikan izin penggunaan darurat vaksin Pfizer untuk orang usia 65 tahun ke atas, orang usia 18 hingga 64 tahun dengan risiko infeksi virus corona parah, dan orang usia 18 hingga 64 tahun.

Beberapa hari lalu, FDA juga mengizinkan penggunaan darurat suntikan booster vaksin Pfizer untuk orang yang memenuhi syarat, yakni sudah dua kali vaksin Covid-19.

Pfizer juga mendapatkan izin untuk memberikan suntikan vaksin Covid-19 buatannya kepada anak usia 12 tahun ke atas. Sementara itu, dokter masih menanti vaksin Covid-19 yang cocok untuk melindungi anak-anak di bawah 12 tahun dari virus corona Covid-19.

Kemudian, Pfizer melakukan studi yang melibatkan 2.268 anak-anak dalam kelompok usia 5-11 tahun yang mendapatkan dua suntikan vaksin Covid-19 dosis rendah dan plasebo.

Dilansir dari suara.com, Para peneliti menemukan bahwa vaksin Pfizer dosis prendah justru 91 persen efektif melindungi anak-anak kelompok usia tersebut dari virus corona. Tak ada anak-anak yang melaporkan gejala virus corona parah, melainkan gejala yang jauh lebih ringan dibandingkan anak-anak yang tidak vaksinasi.

Selain itu, anak-anak yang sudah mendapatkan suntikan vaksin Covid-19 dosis rendah juga mengembangkan tingkat antibodi penangkal virus corona yang sama kuatnya dengan orang dewasa ketika sudah vaksinasi.

Studi ini juga menemukan bahwa dosis rendah vaksin Pfizer terbukti anak pada anak-anak. Bahkan, efek samping yang ditimbulkan juga serupa dengan orang dewasa, yakni nyeri lengan, demam dan nyeri di tempat suntikan.

Tapi, penelitian ini masih perlu dilanjutkan dengan skala yang lebih besar guna mendeteksi efek samping langkanya pada anak-anak. Sementara itu, CDC menekankan bahwa anak-anak memiliki risiko menderita parah dan meninggal dunia akibat virus corona yang lebih rendah dibandingkan orang tua.***

Kodim 0606/Kota Bogor Salurkan Bantuan Beras Sebanyak 1,5 Ton untuk Pengason dan Agen Koran

0

Bogordaily.net – Kodim 0606/Kota Bogor menyalurkan bantuan 1,5 Ton beras dari Setpres RI kepada 300 pengasong dan agen koran. Penyerahan bantuan dilakukan di Gedung Graha Pena, Jalan KH. Abdullah Bin Nuh, No.30, Kelurahan Cujugmekar, Kecamatan Tanah Sareal, Kota Bogor, Sabtu 23 Oktober 2021.

Mewakili Dandim 0606/Kota Bogor, Kolonel Inf Roby Bulan, S.I.P yang tidak bisa hadir karena tengah berkegiatan di luar kota, penyaluran beras kemasan 5 Kg dilakukan Pasiter Kodim 0606/Kota Bogor, Mayor Inf Jasmungin.

Pada pukul 10:00 WIB dalam cuaca sejuk, Mayor Inf Jasmungin menyerahkan bantuan beras dan masker secara simbolis kepada agen dan pengasong koran di halaman parkir belakang Gedung Graha Pena. Usai menyerahkan bantuan secara simbolis mereka berfoto bersama.

“Bantuan ini diharapkan mampu dan bisa meringankan beban rekan-rekan pengasong koran dan agen koran,” kata Pasiter Kodim 0606/Kota Bogor, Mayor Inf Jasmungin usai menyerahkan bantuan beras.***

(Ibnu Galansa)

PKB Minta Pemerintah Segera Realisasikan Dana Abadi Pesantren

0

Bogordaily.net – Ketua DPP PKB Daniel Johan menilai peringatan Hari Santri, Jumat (22 Oktober 2021) menjadi momentum pemerintah merealisasikan dana abadi pesantren.

Hal ini yang diatur dalam UU nomor 18/2019 tentang Pesantren dan Peraturan Presiden No. 82/2021 tentang Pendanaan Penyelenggaraan Pesantren.

Dia mengatakan bahwa PKB sebagai pencetus dan ‘lokomotif’ di parlemen atas dibuatnya peraturan tersebut.

Mengapresiasi kebijakan Presiden Joko Widodo yang telah memberikan perhatian terhadap pesantren dan santri.

“Peraturan tersebut adalah warisan yang akan menghasilkan sumber daya manusia Indonesia yang berkualitas. Karena itu PKB meminta agar alokasi dana abadi pesantren dapat segera direalisasikan,” kata Daniel kepada wartawan, Jumat (22 Oktober 2021).

Menurut dia, dana abadi pesantren sangat penting agar pesantren dapat terus dan semakin fokus melahirkan generasi-generasi berkualitas bangsa.

Dia menilai sudah banyak pejuang negeri lahir dari kalangan pesantren termasuk yang telah ditetapkan sebagai pahlawan nasional antara lain KH Hasyim Asy’ari dan KH Wahid Hasyim.

“Termasuk sosok Gus Dur (Abdurrahman Wahid) yang dikenal sebagai Bapak Bangsa yang dicintai seluruh golongan rakyat Indonesia dari berbagai suku, ras, maupun agama,” ujarnya.

Anggota Komisi IV DPR RI itu menilai masyarakat pesantren memiliki tradisi yang kuat dalam berpikir, bertindak, dan bersikap dalam kehidupan bermasyarakat serta berbangsa.

Karena itu dia berharap agar dana abadi pesantren segera direalisasikan karena pesantren terus berupaya agar tidak terjadi “lost generation” akibat pandemi Covid-19.***

Satpol PP Kota Depok Segel Ulang Masjid Jamaah Ahmadiyah

0

Bogordaily.net – Aparat Satpol PP Depok melakukan penyegelan ulang Masjid Al-Hidayah milik jamaah ahmadiyah. Penyegelan ini merupakan perintah Wali Kota Depok Mohammad Idris.

“Kami hadir di sini juga sudah sesuai dengan SOP dan prosedur yang kami punya. Ada perintah dari Wali Kota Depok, kemudian diturunkan kepada Kasatpol PP mewakili tim penanganan (jamaah Ahmadiyah) untuk mengganti papan segel,” ujar Kepala Bidang Penegakan Perda Satpol PP Kota Depok, Taufiqurakhman di Kantor Satpol PP Kota Depok, Jumat (22 Oktober 2021).

Masjid Al-Hidayah sudah mengantongi IMB rumah ibadah sejak 24 Agustus 2007, dengan nomor izin: 648.12/4448/IMNB/DTB/2007.

“Mudah-mudahan ini bisa terselesaikan dengan baik tidak diselesaikan dengan cara-cara yang tidak baik, anarkis, apalagi sampai hal-hal yang sifatnya pengerusakan terhadap sarana ibadah jemaah Ahmadiyah,” jelas Taufiqurakhman.

Dia mengatakan, penyegelan masjid ini bukan karena Masjid Al-Hidayah tidak ber-IMB, melainkan karena peraturan yang ada tak mengizinkan kegiatan warga Ahmadiyah.

Rujukan pertama adalah SKB 3 Menteri 2008 yang melarang jamaah Ahmadiyah menyebarluaskan atau menyiarkan paham terhadap warga negara yang sudah memiliki keyakinan.

SKB ini kemudian diturunkan menjadi Peraturan Gubernur Jawa Barat Nomor 12 Tahun 2011 dan Peraturan Wali Kota Depok Nomor 9 Tahun 2011 yang justru melarang total seluruh aktivitas warga Ahmadiyah.

“Satpol PP hanya bagian dari pemerintah kota untuk melakukan eksekusi,” ucapnya, seperti dikutip dari repjabar.

Menurut Taufiqurakhman, penyegelan ulang dilakukan karena papan segel lama yang terpasang pada 2017 dianggap perlu diganti lantaran tidak terbaca.

“Kami menuruti desakan massa yang beroposisi kepada jamaah Ahmadiyah untuk memasang papan segel baru tepat di tengah gerbang masjid,” pungkasnya.***

Karyawati Basarnas, Tewas Ditangan Begal di Jakpus

0

Bogordaily.net – Seorang karyawati Basarnas, Mita Nurkhasanah (22), menjadi korban begal di Kemayoran, Jakarta Pusat. Korban meninggal dunia akibat dibacok kawanan begal.

Korban dibegal di Jalan Angkasa, Kecamatan Kemayoran, Jakarta Pusat. Insiden itu terjadi saat korban sekitar pukul 02.00 WIB memesan ojek online untuk teman laki-lakinya, Yahya.

Korban yang kost di dekat Wisma BHK Kemayoran itu selanjutnya bersama saksi berjalan menuju lokasi penjemputan ojek online (ojol) di pertigaan Jalan Angkasa, Kemayoran, yang berjarak sekitar 100 meter dari Kantor Pusat Basarnas. Saat berjalan itulah, korban dan temannya berpapasan dengan 4 pelaku yang mengendarai 2 sepeda motor.

Dalam keterangan humas Basarnas disebut salah seorang pelaku menghardik dan menuduh saksi yang merupakan teman korban telah menganiaya adiknya. Kemudian, para pelaku mengeluarkan senjata tajam, saat itulah para pelaku menyerang korban yang ada di dekat saksi dengan tebasan bertubi-tubi.

Setelah korban terluka para pelaku mengambil tas dan handphone milik korban. Saat kejadian itu saksi histeris dan berusaha minta tolong. Sesaat kemudian, pengemudi ojol yang mereka pesan datang. Saksi bersama ojol itu kemudian membawa korban ke RS Hermina Kemayoran.

Sayangnya, nyawa korban tidak tertolong. Korban meninggal dunia pukul 02.47 WIB. Akibat peristiwa ini, Basarnas melaporkan kejadian ini ke Polsek Kemayoran.

Kabasarnas Minta Polisi Usut Kasus

Jenazah korban juga diautopsi di RS Cipto Mangunkusumo (RSCM), Jakarta. Akibat kejadian ini, Kabasarnas Marsdya TNI Henri Alfiandi meminta polisi mengusut peristiwa ini dan menemukan pelaku begal itu.

“Kami mengutuk keras atas perbuatan keji para pelaku, dan berharap aparat kepolisian dapat sesegera mungkin mengungkap dan menangkap para pelaku untuk mempertanggungjawabkan kebiadaban mereka sesuai hukum yang berlaku,” kata Kabasarnas Marsdya TNI Henri Alfiandi melalui Koordinator Substansi Humas, Anjar Sulistiyono, dalam keterangan pers, Jumat 22 Oktober 2021.

Kabasarnas dan seluruh keluarga besar Basarnas juga mengucapkan belasungkawa kepada keluarga korban.

“Semoga almarhumah husnul khotimah dan keluarga yang ditinggalkan diberikan kesabaran dan ketabahan menghadapi cobaan ini,” ucapnya.

Mita merupakan Pegawai Pemerintah Non Pegawai Negeri (PPNPN) Basarnas yang bertugas sebagai operator call center 115 (Emergency Call Basarnas).

Adapun saat ini jenazah korban sudah dibawa ke rumah duka di Desa Jayawinangun, Kecamatan Kedokanbunder, Kabupaten Indramayu, Jawa Barat. Jenazah tiba di rumah duka pukul 20.00 WIB dan langsung dimakamkan.(dtk/sh)

 

PHRI Kota Bogor Catat Okupansi Hotel Capai Lebih dari 85 Persen

0

Bogordaily.net – Perhimpunan Hotel dan Restoran Indonesia (PHRI) Kota Bogor mencatat adanya kenaikan okupansi hotel di Kota Bogor sejak adanya pelonggaran di masa PPKM Level 2.

Untuk saat ini, telah tercatat okupansi hotel di Kota Bogor sudah mencapai lebih dari 85 persen.

Ketua PHRI Kota Bogor, Yuno Abeta Lahay menyebutkan, kenaikan itu terlihat pada dua hari setelah pemberlakuan PPKM Level 2.

Hal ini terlihat tepatnya pada hari libur perayaan Maulid Nabi Muhammad SAW.

“Hotel-hotel di Kota Bogor mulai merangkak normal, sekarang sudah lebih dari 85 persen dari 75 persen batas PPKM level 2, kami tetap ingatkan ke teman-temen pengusaha jaga protokol kesehatan,” kata Yuno, Jumat (22 Oktober 2021).

Lebih lanjut, Yuno mengatakan bahwa dengan adanya pelonggaran tersebut, sejumlah reservaso penginapan mulai hampir berjalan normal.

Seperti sebelum pandemi Covid-19. Begitu juga pada pemesanan ruang rapat instansi pemerintah, kementerian, dan komunitas.

Yuno menyebutkan, pesanan untuk penginapan dan ruang rapat sudah datang dari wilayah sekitar Kota Bogor.

Seperti Bandung, Sukabumi, Cianjur dan Jakarta baik dari instansi dan perusahaan, dengan jumlah lebih dari 85 persen.

Sementara, sambung dia, pesanan untuk penginapan pada akhir pekan sudah banyak dari masyarakat yang senang traveling.

Atau sekadar membawa keluarga mencari suasana penginapan karena jenuh di rumah.

“Pengamatan saya dan posisi saya sebagai pelaku usaha hotel, sejujurnya sulit untuk mengukur atau membatasi kunjungan dan penginap,” ujarnya.

Menurutnya, yang bisa dilakukan pengusaha hotel dalam lingkaran PHRI Kota Bogor yakni menjaga poin-poin aturan yang tertera dalam sertifikat CHSE.

Sebanyak 75 persen dari karyawan pun sudah kembali bekerja dengan protokol kesehatan sesuai CHSE.

Yakni kebersihan (cleanliness), kesehatan (health), keamanan (safety), dan keberlangsungan lingkungan (environmental sustainability) dalam memberikan layanan kepada sekedar pengunjung atau penginap.

Bahkan pengusaha hotel telah banyak juga yang berinisiatif memakai QR code aplikasi Pedulilindungi.

“Kepentingannya juga sebagai syarat nanti kalau sudah PPKM level 1, jadi pengusaha mulai apply aplikasi Pedulilindungi, tidak ingin omset turun lagi karena kurang bisa jaga syarat prokes,” pungkasnya.***