Tuesday, 14 April 2026
Home Blog Page 6669

Asiik! Taman Margasatwa Ragunan Siap Sambut Pengunjung

0

Bogordaily.net – Taman Margasatwa Ragunan (TMR), Jakarta Selatan menyatakan kesiapannya untuk menyambut pengunjung pada Sabtu, (23 Oktober 2021).

Menyusul penyesuaian Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) jadi level dua di wilayah ibu kota negara, DKI Jakarta.

Kepala Unit Pengelola Taman Margasatwa Ragunan Endah Rumiyati mengatakan ketentuan operasional Ragunan mengacu pada Keputusan Gubernur DKI Nomor 1245 tahun 2021 tentang PPKM level dua di Jakarta yang berlaku mulai Selasa (19 Oktober 2021).

“Insyaallah Sabtu (23 Oktober 2021) ini dibuka,” kata Endah, Rabu (20 Oktober 2021).

Ia mengatakan, pihaknya sudah menyiapkan fasilitas pendukung untuk mendukung penerapan protokol kesehatan di dalam kebun binatang tersebut.

“Terkait fasilitas protokol kesehatan kita sudah siapkan semua,” katanya.

Diketahui, Pemprov DKI Jakarta mulai membuka area publik, taman umum dan tempat wisata dengan kapasitas 25 persen pada penyesuaian PPKM level dua di Ibu Kota.

“Meski sudah turun levelnya, saya tegaskan untuk tidak terburu-buru menyikapi keadaan ini dengan kebahagiaan yang berlebih, apalagi sampai mengabaikan prokes,” kata Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan di Jakarta, Rabu.

Kebijakan membuat fasilitas umum tersebut tertuang dalam Keputusan Gubernur DKI Nomor 1245 tahun 2021 tentang PPKM level dua di Jakarta yang berlaku mulai Selasa (19 Oktober 2021).

Adapun pelonggaran di tempat wisata dan taman itu di antaranya jam operasional hingga pukul 21.00 WIB.

Sedangkan ketentuan yang harus dilaksanakan di antaranya mengikuti protokol kesehatan yang diatur Kementerian Kesehatan dan atau kementerian/lembaga terkait.

Wajib menggunakan aplikasi PeduliLindungi untuk pemeriksaan pegawai dan pengunjung.

Anak-anak berusia di bawah 12 tahun diperbolehkan memasuki tempat wisata yang sudah menggunakan aplikasi PeduliLindungi dengan syarat didampingi orang tua.

Tak hanya itu, ganjil genap diterapkan sepanjang jalan menuju dan dari lokasi tempat wisata mulai Jumat pukul 12.00 WIB sampai Minggu pukul 18.00 WIB.***

Menag: Santri Pemenang Kompetisi di Masa Depan

0

Bogordaily.net – Menteri Agama (Menag) Yaqut Cholil Qoumas menjadi pembicara pada Webinar Internasional dalam rangka memperingati Hari Santri 2021.

Acara ini digelar RMI-PBNU dengan tema Santri Membangun Negeri: Sudut Pandang Politi, Ekonomi, Budaya, dan Revolusi Teknologi.

Hadir selaku narasumber Wakil Presiden Republik Indonesia KH. Ma’ruf Amin, Rais Syuriah PCI NU Amerika Serikat Shalahudin Kafrawi.

Hadir juga PCI NU Australia Eva Fahrun Nisa, Ketua Sekolah Tinggi Al Anwar Abdul Ghafur Maimoen, Monash University Nadirsyah Hosein.

Dalam acara yang dihadiri banyak santri baik dari dalam dan luar negeri, Menag menyampaikan bahwa masa depan akan dimenangkan oleh para santri hari ini.

Hal ini sangat dimungkinkan dengan sistem pendidikan yang diterapkan oleh pesantren.

“Di masa depan, anak anak yang ada di pesantren ini yang akan memenangkan kompetisi. Mengapa? karena ketika santri masuk ke dalam pesantren, berinteraksi dengan santri dan para kiai, di situlah nilai pendidikannya,” tegas Menag di Jakarta, Rabu (20 Oktober 2021).

“Pendidikan dapat dilihat dan dirasakan secara langsung melalui tata krama yang dicontohkan langsung dari para kiainya,” lanjutnya.

Menurut Menag, tata krama dan adab akan membentuk karakter serta manusia yang akan menang itu adalah manusia yang memiliki karakter.

Di masa mendatang, santri akan semakin banyak berkiprah membangun bangsa Indonesia.

“Berdayaguna membangun bangsa Indonesia melalui berbagai peran, seperti: menjadi presiden, wakil presiden, menteri, dan komisaris BUMN. Dan itu bukan lamunan dan imajinasi saja,” ungkap Menag.

Tugas kita sekarang, menurut Menag, adalah mempersiapkan itu semua. Kemenag dengan tangan terbuka siap bekerja sama dengan seluruh pihak untuk agenda besar ini.

Menag melanjutkan, jasa masyarakat pesantren dan para santri untuk memerdekakan bangsa Indonesia sangat besar.

“Oleh karenanya, bangsa dan negara ini harus memberikan perhatian dan penghargaan lebih kepada pesantren dan para santri,” ungkap Menag.

“Walaupun mareka sama sekali tidak pernah memintanya,” tandasnya.

Sebelumnya, Ketua Lembaga RMI PBNU Abdul Ghofur Rozin, menyampaikan bahwa webinar ini adalah bagian dari peringatan Hari Santri 2021.

“Harapannya, bangsa Indonesia termasuk masyarakat dan para santri, dapat mengingat kembali peran penting dan strategis dalam membangun negara ini,” ujar Gus Rozin.***

Pembongkaran THM di Blok Yuli Ricuh, Petugas dan Warga Adu Mulut

Bogordaily.net – Pembongkaran Tempat Hiburan Malam (THM) di Blok Yuli Desa Pondok Udik, Kecamatan Kemang, Kabupaten Bogor, Kamis, 21 Oktober 2021, sempat diwarnai kericuhan dan adu mulut antar warga dan petugas.

Kericuhan itu berawal dari penolakan warga terhadap pembongkaran akses jalan dan jembatan dengan alat berat oleh Satpol PP Kabupaten Bogor.

Terlihat sebagian warga yang kebanyakan ibu-ibu di sekitaran lokasi THM melakukan protes dengan memasang badan di hadapan petugas saat alat berat kolbeco akan melakukan pembongkaran jalan menuju salah satu cafe.

Sementara itu beberapa pria merangsek ke kerumunan petugas untuk menghalangi pembongkaran tersebut, adu mulut pun terjadi.

Adapun protes yang dilakukan warga karena yang akan dibongkar oleh petugas adalah akses jalan dan jembatan yang menghubungkan wilayah pemukiman warga di Blok Yuli dengan wilayah Tonjong.

Bahkan hampir setiap hari jalan tersebut dilalui warga untuk beraktivitas dan juga untuk anak-anak mereka pergi ke sekolah.

Para warga sampai memohon kepada petugas agar alat berat kolbeco segera ditarik kembali dan tidak melakukan pembongkaran kepada akses jalan dan juga jembatan.

“Kalau jembatan ini dirusak kan ada warga, bukan bangunan THM saja, jembatan ini akses penghubung, ada anak anak yang sekolah, kalau jembatan ini dibongkar mau lewat mana,”kata Hendra warga Blok Yuli yang protes jembatan dibongkar.

Hendra lebih lanjut mengatakan ini sudah dua kali pembongkaran jembatan. Pada saat itu warga diam, namun untuk kali keduanya ini warga tidak akan diam dan menolak.

“Alhamdulillah akibat kekompakannya warga akses jembatan itu tidak jadi dibongkar,”katanya. (Irfan/Ruslan)

 

Di Suriah, Ada Makam Khalifah Pertama Dinasti Umayyah

0

Bogordaily.net – Suriah, sebuah negara yang masih saja dirundung konflik sampai saat ini, negara yang pernah jaya dan menjadi pusat peradaban.

Sayangnya, situs-situs bersejarah sebagai bukti dari masa kegemilangan tersebut terancam punah.

Sejarawan Ahmad Faiz al-Humshi dalam bukunya yang berjudul Al-Udhama alladzina Matu wa Dufinu fi Dimasyq mengungkapkan, di Suriah.

Terutama Damaskus, terdapat makam tokoh-tokoh para sejarawan yang terdiri dari ulama, cendekiawan dan umara.

Ia menyebutkan misalnya, ada 26 sahabat, 11 tabiin, 55 sultan dan raja Dinasti Ayubiyah, 64 raja dan sultan Dinasti Mamluk, 10 khalifah Bani Umayah, 12 sultan Dinasti Saljuk dan sebagainya.

Salah satunya adalah makam khalifah pertama Dinasti Umayyah, Muawiyah bin Abi Sufyan (661-680 M).

Ia meninggal pada Rajab 60 H di usia 78 tahun. Makamnya berada di Komplek Pemakaman Bab as-Shagir yang berada di Damaskus.

Kompleks pekuburan ini satu dari sekian makam yang tersohor dan terkenal mahal.

Selain Muawiyah, di kompleks ini juga dimakamkan Sahabat Bilal bin Rabah, dan sejumlah ahli bait seperti Abdullah bin Ali bin al-Husein.

Peristirahatan terakhir Ibnu Qayyim al-Jauziyyah juga ternyata berada di kompleks ini.

Seperti situs-situs lainnya di Suriah, kompleks pemakaman ini pun terancam akibat perang.***

Launching Buku “Membangun Kemandirian Umat” Karya Prof. Dr. K. H. Didin Hafidhuddin, Semoga Bermanfaat Bagi Umat

0

Bogordaily.net – Universitas Ibn Khaldun Bogor melaunching buku yang berjudul “Membangun Kemandirian Umat” karya Prof. Dr. K. H. Didin Hafidhuddin, M.S.

Acara tersebut digelar di Aula Abdullah Siddig, Gedung Falkutas Hukum lantai 3, UIKA Bogor, Kamis (21 Oktober 2021).

Buku ini merupakan salah satu bentuk kontribusi dari penulis untuk menyumbangkan pikirannya kepada umat dan bangsa.

Buku

Pada bagian pertama buku ini dimulai dengan penguatan keimanan dan akhlak mulia serta disusul dengan pembahasan keislaman dan keIndonesiaan.

Buku setebal 555 halaman ini dibagi menjadi 8 BAB berisikan kumpulan tulisan yang merupakan percikan pikiran penulis selama beraktivitas, berdakwah dan berjuang bersama umat dalan kurun waktu lima sampai enam tahun terakhir.

Upaya penggalian potensi yang dimiliki umat yang dilakukan dengan penuh kesungguhan, baik dalam perencanaan, pelaksanaan, maupun evaluasi.

Serta dalam organisasi dan teratur akan melahirkan kekuatan juga kemandirian umat dalam berbagai bidang kehidupan.

Buku

Saat acara launcing buku ini, panitia melakukan protokol kesehatan ketat. Dimana saat tamu datang memasuki ruangan, mereka di cek suhu tubuh terlebih dahulu. Lalu di semprotkan handsanitizer ke tangan mereka.

Kemudian para tamu mengisi tempat yang sudah di sediakan. Terlihat di atas meja para tamu sudah di siapkan minuman air putih dan snack.

Semua meja tamu yang disediakan ada 14 meja, dimana satu meja di isi empat orang untuk menjaga prokes.

Terlihat juga yang hadir dalam lauching buku tersebut Dr. H. Malem Sambat Kaban S.E., M.Si merupakan mantan Menteri Kehutanan di Kabinet Indonesia Bersatu. Pada 1 Mei 2005.

Kemudian pada pukul 09:00 WIB, dalam sambutannya Ketua Tim Editor buku ‘Membangun kemandirian Umat’ sekaligus Dosen dan sekretaris program studi Magister Ekonomi Syariah Sekolah Pascasarjana UIKA Bogor, Dr. Hj. Qurroh Ayuniyyah, SE MEc menyampaikan, buku ini inisiasi dari Rektor UIKA Bogor yang memotivasi Prof. Dr. K. H. Didin Hafidhuddin, M.S.

Untuk dapat melaunching buku yang bermanfaat bagi umat bersamaan dengan penutupan Milad UIKA ke-60.

Buku

“Alhamdulillah atas kerjasama berbagai pihak, buku yang merupakan kumpulan tulisan Prof. Dr. K. H. Didin Hafidhuddin selama 5 hingga 6 tahun terakhir ketika beliau melakukan kegiatan ceramah, seminar dan webinar berbagai tempat,” kata Ketua Tim Editor buku ‘Membangun kemandirian Umat’ sekaligus Dosen dan sekretaris program studi Magister Ekonomi Syariah Sekolah Pascasarjana UIKA Bogor, Dr. Hj. Qurroh Ayuniyyah, SE MEc, Kamis (21 Oktober 2021).

Dirinya menambahkan, akhirnya buku ini launcing pada Kamis 21 Oktober 2021 juga bertepatan Milad Prof. Dr. K. H. Didin Hafidhuddin ke 70 tahun.

Selain itu, Dr. Hj. Qurroh Ayuniyyah menjelaskan, buku ini di terbitkan oleh UIKA Pres dan dicetak oleh gema insani pres.

Dan memiliki beberapa kontributor kata pengantar seperti Prof. Dr. KH Ma’ruf Amin (Wakil Presiden RI), Dr. Hidayat Nur Wahid, Lc. MA (Wakil Ketua MPR RI), Din Syamsuddin (Tokoh Muhammadiyah).

Sambungnya, Prof. Dr. Arif Satria, SP. Msi (Rektor IPB University), Dr. Didi Hilman, SH, MH, MPd.i (Ketua Badan Pengurus YPIKA), Dr. E. Muhajidin, Msi (Rektor UIKA Bogor) dan Dr. Adian Hussini, Msi (Ketua DDII dan Ketua Prodi Doktor PAI UIKA).

Tentang buku “Membangun Kemandirian Umat” adalah merupakan percikan pemikiran Prof. Dr. K. H. Didin Hafidhuddin yang dikemas dengan bahasa sederhana. Sehingga cocok untuk dibaca oleh siapa saja.

“Mudah-mudahan buku ini Hak Atas Kekayaan Intelektual (HAKI) di wakafkan kepada Universitas Ibn Khaldun Bogor. Semoga bermanfaat bagi umat.” ucapnya.

Buku

Sebagai penutup, Dr. Hj. Qurroh Ayuniyyah berharap dengan percikan pemikiran ini di ibaratkan seperti percikan air yang memberikan manfaat bagi tubuh, kesehatan untuk dapat menyejukan ketika kekeringan atau kehausan

“Semoga buku ini memberikan banyak manfaat bagi umat dan juga amal jariah bagi penulisnya yaitu Prof. Dr. K. H. Didin Hafidhuddin,” ungkapnya.***

Rizal Ramli Dapat Dukungan Masyarakat, Jerry: Sangat Layak Pimpin Indonesia

0

Bogordaily.net – Direktur Political and Public Policy Studies (P3S), Jerry Massie, menilai figur begawan ekonomi, Rizal Ramli sangat layak dipertimbangkan untuk dijagokan sebagai presiden pada Pilpres 2024.

Menurut Jerry, Rizal Ramli memiliki karakter yang kuat dan mempunyai segudang prestasi dalam melakukan perubahan.

Serta tak sedikit dukungan masyarakat terhadap Menko Ekuin era pemerintahan Abdurrahman Wahid alias Gus Dur itu.

Masalah Indonesia hari ini salah satunya adalah ekonomi. Saya rasa dengan pengalaman Rizal Ramli yang begitu banyak, seperti mengurangi utang dan menggenjot pertumbuhan ekonomi di era pemerintahan Gus Dur.

Menjadi bukti bahwa Rizal Ramli mampu menjadi pemimpin yang mampu membawa perubahan bagi Indonesia,” tutur Jerry, Rabu (20 Oktober 2021).

Bahkan, Jerry meyakini, Rizal Ramli bisa bersaing dengan nama-nama tokoh yang kerap dimunculkan lembaga survei.

“Kalau lihat kompetensi, kredibilitas, dan integritas Rizal Ramli sudah jelas banyak kontribusinya untuk bela kepentingan rakyat. Namanya tidak masuk survei dari surveyoRp atau polsteRp ya karena bukan tipe orang yang ketika di dalam pemerintahan manfaatin jabatan untuk cari kekayaan untuk modal politik,” imbuh Jerry.

Diketahui, sejak beberapa bulan terakhir, Rizal Ramli kerap menyampaikan minatnya menjadi Presiden Indonesia berikutnya.

Pada suatu kesempatan, ia mengatakan bahwa Tanah Air bakal terbebas dari utang saat berada di bawa komandonya.

Jerry merasa, keinginan Rizal menjadi presiden sebenarnya bukan sekadar mimpi atau harapan kosong belaka.

Sebab, mantan pejabat negara tersebut didukung Raja Ternate dan organisasi Islam besar seperti Nahdlatul Ulama.

“Dia itu didukung juga oleh Nahdatul Ulama (NU), dulu pernah juga dia didukung oleh raja Ternate. Organisasi di Sumatera Utara itu memang sempat mendukung beliau,” kata Jerry.

Meski demikian, dirinya keheranan melihat hasil survei nasional yang tak mencantumkan nama Rizal Ramli.

Padahal, menurutnya, banyak orang berharap pada sosok mantan menteri koordinator perekonomian tersebut.

“Nama Rizal Ramli hanya muncul di survei-survei tertentu saja seperti KedaiKopi. Saya juga bingung di tempat lain tidak ada,” terangnya.

Jerry menganggap, hingga saat ini, calon presiden Indonesia masih didominasi nama-nama dari Pulau Jawa.

Bukan hanya itu, Jerry juga mengaku ragu para ketua partai politik besar akan memilih orang-orang yang berasal di luar Pulau Jawa tersebut.

“Menurut saya, 2 atau 3 pimpinan partai politik tidak akan mengarahkan targetnya ke luar Jawa. Kendati demikian, mungkin juga akan ada kejutan calon presiden dari luar Jawa,” kata Jerry.

Itulah mengapa, meski terbilang kuat, Rizal Ramli yang berasal dari Pulau Sumatera masih tertinggal di belakang.

“Memang dominasi dan hegemoni Jawa masih kental dan kuat. Barangkali Capres dari luar Jawa itu hanya sekian persen,” pungkasnya.***

 

Selamatkan Hutan, Plt. Camat Lumbis Pansiangan Ajak Masyarakat Menanam Pohon

0

Bogordaily.net – Berdasarkan data yang dihimpun Walhi, yang diambil dari rekapitulasi data Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan (KLHK).

Telah dilakukan pelepasan kawasan hutan seluas 418.750 hektare untuk konsesi kelapa sawit dan 99 hektare untuk pabrik kelapa sawit selama tahun 2014 sampai 2019.

Dalam unggahan Facebooknya, Plt. Camat Lumbis Pansiangan mengenakan kaos coklat, celana pendek hitam dengan memakai topi koboy dan sendal jepit.

Kehutanan

Dirinya tampak semangat menanam kelapa pandan supaya hutan tidak gundul.

“Bagus nanam kelapa pandan,” kata Plt. Camat Lumbis Pansiangan dalam postingan Facebooknya, Kamis (21 Oktober 2021).

Daerah sebelumnya, kata Lumbis, juga diakhir periodenya rajin main tanam-tanaman tetapi ratusan ribu hektar hutan diberi ijin untuk digundul.

Kehutanan

Dirinya menjelaskan, untuk Izin Usaha Pemanfaatan Hasil Hutan Kayu dan Hutan Tanaman Industri (IUPHHK-HTI), luasnya mencapai 5,1 juta hektare pada 2019.

“Tahun 2014 luasnya mencapai 5,9 juta,” jelasnya.

Jaringan Advokasi Tambang (Jatam) mencatat hingga awal tahun 2019 KLHK telah menerbitkan 651 Izin Pinjam Pakai Kawasan Hutan (IPPKH) dengan total luas 474.859 hektare.

“Izin ini salah satunya digunakan untuk pertambangan,” bebernya.

Mengutip Buku Basis Data Spasial Kehutanan KLHK 2019, terdapat total 10,2 juta hektare kawasan hutan yang memiliki Izin Usaha Pemanfaatan Hasil Hutan Kayu dalam Hutan Alam (IUPHHK-HA) di Kalimantan.***

ICCN 2021: Akselerasi Jejaring Kreatif Bangkit Lebih Kuat Pascapandemi

0

Bogordaily.net – Indonesia Creative Cities Network (ICCN) menggelar Rapat Koordinasi Nasional (Rakornas) 2021 dengan Kota Pontianak dan Singkawang menjadi tuan rumah kali ini.

“Dengan simpul jejaring kreatif di 210+ se-Indonesia, ICCN senantiasa aktif mewujudkan cita-cita besar dari para pelaku Ekonomi Kreatif melalui penguatan jejaring forum lintas komunitas hingga memajukan berbagai potensi kreativitas lokal sampai mendunia,” kata Ketua Umum ICCN Fiki Satari.

Fiki menambahkan, ICCN sejak awal merespons pandemi Covid-19 dengan secara langsung membantu jejaring komunitas kreatif agar mampu bertahan dan bangkit melalui situasi pandemi, dengan program dan gerakan nasional ‘Aksi Bersama Bantu Sesama’.

“Kolaborasi bersama berbagai pihak dalam upaya pemulihan ekonomi nasional yang begitu terdampak situasi pandemi Covid-19 terus dilaksanakan demi bersama-sama tangkas mempercepat progres kemajuan Bersama,” ujar Fiki.

Rakornas yang merupakan program tahunan ICCN sempat terkendala pandemi, hingga akhirnya kini dapat terlaksana pada 20-24 Oktober 2021 di Pontianak dan Singkawang, Kalimantan Barat.

Tema Rakornas kali ini adalah “Besehe, Bekrenah, Kite Kincah!” yang dapat diartikan sebagai: ‘Semangat (Bergerak), Berkarya (Kreativitas dan Inovasi), Kita Lakukan Bersama (Berkolaborasi)’.

“Rakornas ini dimanfaatkan pula untuk menajamkan koordinasi seluruh jejaring kreatif atas peran-peran strategis untuk dapat bangkit lebih kuat hingga bersiap menjalani era pascapandemi,” lanjut Fiki.

Ketua Dewan Pengarah ICCN Wishnutama Kusubandio beserta Ketua Umum ICCN Fiki Satari, para Pengurus Nasional, Koordinator Daerah (Korda), Koordinator Wilayah (Korwil).

Serta anggota jejaring, akan menghadiri Rakornas ICCN 2021 ini secara hybrid (mayoritas online dan sebagian kehadiran offline tetap menerapkan Protokol Kesehatan).

Sederet tokoh nasional juga akan turut berperan pada Rakornas ICCN 2021, seperti Menteri Koperasi dan UKM (MenKopUKM) Teten Masduki, Wakil Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif (Wamenparekraf) Angela Tanoesoedibjo, Direktur Jenderal Pendidikan Tinggi, Riset, dan Teknologi Prof. Ir. Nizam, M.Sc., DIC, Ph.D., IPU, Asean Eng.

Wakil Gubernur Kalimantan Barat Ria Norsan, Wali Kota Pontianak Edi Rusdi Kamtono, Wali Kota Singkawang Tjhai Chui Mie, Kepala Perwakilan Bank Indonesia Kalimantan Barat Agus Chusaini.

Serta para seniman pelaku Ekonomi Kreatif lokal Kalimantan Barat termasuk Romy Hernadi dan Assyifa S. Arum (Webtoonis), serta M. Taufan dan Nabilla Syafani (Manjakani).

Rangkaian kegiatan Rakornas ICCN 2021 pada hari pertama di Pontianak akan dimulai dengan Pontianak Creative Tour

Dengan menyusuri Sungai Kapuas dan wisata Tugu Khatulistiwa, kemudian malam harinya akan dilaksanakan sesi perdana Rakornas.

Hari kedua di Pontianak akan diisi oleh Sesi Seminar Nasional, Acara Kumpul Kreatif, serta kelanjutan sesi Rakornas yang terdiri dari beragam talkshow serta workshop.

Hari ketiga, para peserta Rakornas ICCN 2021 akan melakukan perjalanan ke Singkawang, menyelenggarakan rangkaian kegiatan berikutnya di sana.

Termasuk Welcome Dinner bersama Wali Kota, Singkawang Creative Tour, serta Community Gathering.

Seluruh rangkaian kegiatan Rakornas ICCN 2021 akan diliput serta ditayangkan secara live oleh berbagai media nasional dan media sosial.

Kita dapat turut menghangatkan tagar #ICCNRakornas2021 dengan posting konten kegiatan serta informasi mengenai jejaring komunitas kreatif ICCN dari seluruh Indonesia.

Selamat menjadi bagian dari Rakornas ICCN 2021 di Pontianak dan Singkawang, Kalimantan Barat! Besehe, Bekrenah, Kite Kincah! Semangat, Berkarya, Kita Lakukan Bersama! Padamu Negeri, Kami Berkolaborasi!.***

Film Kabayan Milenial, Ditargetkan Dorong Pemuda Mau Bertani

0

Bogordaily.net – Menurut Wakil Ketua DPD PDI Perjuangan Jawa Barat, Noor Rafiqa, generasi muda atau milenial harus terus didorong agar mau terlibat dalam dunia pertanian.

Hal ini harus dilakukan karena jumlah petani di Kabar yang terus berkurang, serta kelangkaan pangan menjadi hal lain yang harus diantisipasi agar tidak mengancam Indonesia.

“Kalangan muda milenial, harus bisa semangat untuk berperan di pertanian,” ujar Noor, mengutip repjabar, Rabu (20 Oktober 2021).

Noor mengatakan, masih banyak potensi pertanian yang bisa dikembangkan di dalam negeri.

Terutama karena masih tersedianya lahan dengan tingkat kesuburan yang tinggi.

“Masih sangat terbuka sekali,” katanya.

Noor pun mengapresiasi program petani milenial yang digagas oleh Pemerintah Provinsi Jawa Barat karena program ini penting untuk menggugah minat warga muda agar mau bertani.

“Sekarang sarjana pertanian, hanya sebagai sarjana, ya sudah sarjana saja. Tapi dia lebih memilih di kota,” katanya.

Kepedualian ini, kata dia, yang mendorong dirinya untuk mau terlibat dalam pembuatan Kabayan petani Milenial.

Film yang digarap Aria Production ini merupakan cara Pemerintah Provinsi Jawa Barat dalam menyosialisasikan program Petani Milenial khususnya untuk menarik pemuda agar mau bertani.

“Bagian dari film ini kita memberikan pesan-pesan positif, terutama bagi kalangan milenial,” katanya.

Di tempat yang sama, menurut CEO Aria Production, Pamriadi, pihaknya mengambil lokasi di kawasan Cisarua, Lembang, Kabupaten Bandung Barat.

Kawasan ini merupakan lahan pertanian yang subur dengan produksi yang sudah berjalan cukup lama.

Dia menjelaskan, melalui film ini Pemerintah Provinsi Jawa Barat terus berusaha meningkatkan minat warganya untuk bertani.

“Kami bekerjasama dengan Dinas Komunikasi dan Informatika Jawa Barat dalam pembuatan film televisi bertemakan pertanian,” katanya.

Sinematografi yang digarapnya ini, kata dia,  bertujuan untuk kembali menarik minat warga agar mau menjadi petani.

Menurutnya, film yang disutradarai Rolly Januar ini akan mengangkat cerita tentang keberhasilan Kabayan menjadi petani.

“Ini juga bertujuan menyukseskan program Petani Milenial yang sudah diluncurkan Kang Emil. Semoga ini bisa menginspirasi masyarakat agar mau menjadi petani,” katanya.

Selain itu, kata dia, melalui film inipun diharapkan masyarakat tidak ragu menjadi petani meski memiliki pendidikan tinggi.

“Dalam film ini Kabayan seorang sarjana, tapi dia tidak malu untuk menjadi petani,” katanya.

FTV inipun, kata dia,  diharapkan mampu mengangkat lokasi pariwisata khususnya di Kabupaten Bandung Barat yang menjadi lokasi syuting.

Rolly Januar mengatakan bahwa  ftv ini akan ditayangkan di televisi nasional.

Menurutnya, film ini akan dibintangi pemain muda seperti Farihin sebagai Kabayan dan Adinda Indah Permatasari sebagai Nyi Iteung.

“Semoga ini bisa menginspirasi generasi muda kita agar mau kembali ke kampungnya masing-masing meski sudah mengenyam pendidikan tinggi di kota,” katanya.***

Penyelam Temukan Pedang yang Dipakai Saat Perang Salib

0

Bogordaily.net – Seorang penyelam bernama Sholomi Katzin menemukan benda bersejarah saat menyelam di Laut Tengah.

Benda itu yakni sebuah pedang yang digunakan saat Perang Salib dan ditaksir berusia 900 tahun.

Khawatir temuan bersejarah itu terkubur di dasar laut, Sholomi membawa pedang ke daratan.

Dia kemudian memberikannya kepada inspektur Unit Pencegahan dan Perampokan Distrik Utara Otoritas Barang Antik Israel.

Penyelam itu berenang sekitar 150 meter dari lepas pantai dekat pelabuhan Haifa beberapa hari yang lalu.

Kemudian dia melihat sebuah pedang di dasar laut, yang berada sekitar empat sampai lima meter dari permukaan

“Itu ditemukan bertatahkan organisme laut tetapi tampaknya terbuat dari besi. Sangat menyenangkan untuk menemukan objek pribadi seperti itu, membawa Anda 900 tahun yang lalu ke era yang berbeda, dengan ksatria, baju besi, dan pedang,” kata pihak Inspektur di Unit Pencegahan Perampokan Otoritas, Nir Distelfeld dikutip dari foxnews, seperti Bogordaily kutip dari umma, Kamis (20 Oktober 2021).

Pedang yang ditemukan menjadi yang paling lengkap dan berada dalam kondisi paling utuh yang pernah dilihatnya.

Ia juga menggambarkan bahwa pedang tersebut berukuran besar, berat dan terbuat dari besi.

Ditambahkannya, pedang sepanjang satu meter itu memiliki gagang yang unik dan terlihat jelas setelah arus di dasar laut berhasil memindahkan pasir yang menutupinya.

Daerah di mana pedang itu ditemukan dilaporkan menyediakan tempat berlindung bagi kapal-kapal kuno dan merupakan asal dari banyak harta arkeologi yang berusia ribuan tahun.

Sementara itu, Direktur Unit Arkeologi Kelautan Otoritas Barang Antik Israel Kobi Sharvit mengatakan penemuan arkeologi di situs menunjukkan itu berfungsi sebagai jangkar alami kecil sementara untuk kapal yang mencari perlindungan.

“Identifikasi berbagai temuan menunjukkan bahwa jangkar digunakan pada zaman perunggu akhir, 4.000 tahun yang lalu. Penemuan baru-baru ini dari pedang menunjukkan kalau teluk alami juga digunakan pada periode tentara salib sekitar 900 tahun yang lalu,” katanya.

Sharvit mengatakan, karena pedang itu ditemukan di sebuah teluk kecil, tidak jauh dari kastil Tentara Salib Atlit di pesisir utara Israel.

Pedang tersebut diasumsikan adalah milik seorang tentara dari era Perang Salib.

Diketahui, Perang Salib berlangsung dari akhir abad ke-11 hingga akhir abad ke-13.

Sementara itu, Pedang bertatahkan cangkang akan dibersihkan dan dianalisis lebih lanjut.

Untuk penyelam Katzkin dianugerahi sertifikat penghargaan untuk kewarganegaraan yang baik.

Hukum Israel mengharuskan setiap artefak yang ditemukan dikembalikan ke negara itu.***