Sunday, 19 April 2026
Home Blog Page 6702

KemenKopUKM dan Komisi VI DPR RI Sinergi Gelar Temu Bisnis Pedagang Pasar Kabupaten Sukoharjo

0

Bogordaily.net – Kementerian Koperasi dan UKM dengan Komisi VI DPR RI terus membangun sinergitas. Sinergi kali ini berupa kegiatan temu bisnis usaha mikro, dalam rangka pemberdayaan usaha mikro pedagang pasar di Kabupaten Sukoharjo.

Deputi Bidang Usaha Mikro Kementerian Koperasi dan UKM, yang dalam hal ini di wakili oleh Asisten Deputi Pengembangan Rantai Pasok, Sutarmo, mengapresiasi Komisi VI DPR RI dalam membantu mensukseskan berbagai program dan kegiatan KemenKopUKM.

Sutarmo menjelaskan, aktivitas dan kolaborasi berbagai pihak mutlak dilakukan. UMKM memegang peran penting dalam memulihkan ekonomi nasional, khususnya di era digital.

“Pengembangan pelaku usaha mikro melalui digitalisasi usaha, dapat menjadi salah satu solusi dalam meningkatkan penjualan produk ditengah pandemi Covid-19, seperti sekarang ini,” kata Sutarmo dalam acara Temu Bisnis Usaha Mikro Pedagang Pasar. Sukoharjo, Jumat, 15 Oktober 2021.

Sutarmo menuturkan, pihaknya terus mendorong UMKM agar dapat naik kelas. Yaitu dengan cara, pemberian literasi digital; mendorong dan membantu solusi untuk menyiapkan kapasitas produksi; mendorong peningkatan mutu dan kualitas produk; dan membuka akses pasar bagi para pelaku UMKM.

lebih jauh, Sutarmo menjelaskan, Kementerian Koperasi dan UKM telah bekerjasama dengan berbagai marketplace salah satunya Tokopedia, hal ini bertujuan untuk menjaga keberlangsungan usaha dan bahkan mengembangkan usaha.

“Melalui MoU yang sudah dilaksanakan dengan Tokopedia, pelaku usaha mikro khusunya pedagang pasar di Sukoharjo, diharapkan dapat di berikan pendampingan untuk terhubung kedalam ekosistem digital,” ungkap Sutarmo.

Sutarmo berharap, melalui agenda Temu Bisnis Pedagang Pasar Kabupaten Sukoharjo, dapat meningkatkan kapasitas dan juga penjualan baik secara online maupun offline sehingga usaha mikro dapat masuk dalam rantai pasok.

Diwaktu yang sama Wakil Ketua Komisi VI DPR RI Aria Bima menambahkan, disrupsi yang dihadirkan pandemi merubah cara pandang perilaku masyarakat, khususnya para pedagang tradisional dan juga pembeli.

“Cara pandang dari pedagang harus dirubah, di era new normal dengan pola hidup yang lebih sehat. Ada perubahan perilaku konsumen yang menginginkan barang yang murah dan sehat, dengan tempat yang bersih. Oleh karenanya, para pedagang harus mengubah pola pikir agar menjaga kebersihan pasar dan menjaga barang jualan untuk tetap higienis,” ungkap Aria Bima.

Aria menambahkan, di era digitalisasi konsumen lebih nyaman dalam berbelanja melalui platfrom digital.

Menurutnya, walaupun di pasar tradisional, literasi digital para pedagang harus ditingkatkan. Ini menjadi penting, dikarenakan perubahan perilaku konsumen, saat ini merasa lebih nyaman untuk berbelanja secara digital dalam mengakses barang yang ingin dimiliki.

“Kementerian Koperasi dan UKM tepat mengadakan sosialisasi kegiatan seperti ini, dengan menggandeng e-commerce dan stakeholder lainnya, untuk merubah pola pikir masyarakat khususnya para pedagang tradisional,” pungkas Aria Bima.

Pada kesempatan yang sama juga dihadirkan narasumber dari Dinas Perdagangan, Koperasi dan UKM Kabupaten Sukoharjo, Perum Bulog Cabang Surakarta, dan Tokopedia.

Pedagang Ikan Hias di Bogor Aquatic Center, Andalkan Medsos untuk Promosi

0

Bogordaily.net – Salah satu penjual ikan hias di Bogor Aquatic Center lantai 3 Blok F Pasar Kebon Kembang. Romy warga Ciapus, Kabupaten Bogor memberikan komentar soal cara pemasaran yang dilakukan kepada konsumen.

Menurut Romy, dirinya mulai berjualan sekitar satu minggu. Kondisinya belum terlalu banyak pengunjung yang datang ke tokonya.

Karena itu, ia terus gencar memanfaatkan sosial media seperti Facebook sebagai tempat pemasaran untuk menjual ikan hiasnya. Beragam jenis ikan hias yang ia jual antara lain, ikan Lohan, Arwana, dan lain-lain.

“Kita masih mengandalkan pemasarannya melalui media sosial Facebook” Kata Romy salah satu pedagang ikan hias di Bogor Aquatic Center kepada Bogordaily.net, Jumat 15 Oktober 2021.

Menurut Romy, masyarakat di Kota Bogor merasa senang dengan adanya sentra ikan hias. Karena sebelumnya, para pencari ikan hias di Kota Bogor jika mencari penjual lumayan susah. Keberadaan penjual ikan hias berada di wilayah Kabupaten Bogor.

“Cukup baik respon masyarakat ya, karena kita tahu sebelum ada di blok F ini kebanyakan sentra ikan ada di wilayah Kabupaten,” ujarnya.

Kedepannya Romy berharap dengan adanya tempat atau wadah sentra ikan hias di Kota Bogor memudahkan konsumen khususnya para pecinta ikan hias mencari jenis ikan yang mereka sukai.

“Ya untuk masyarakat yang mau membeli ikan hias langsung aja datang ke lantai 3 Blok F Pasar Kebon Kembang,” pungkasnya***

Sambut Maulid Nabi dan Hari Santri, Dandim 0606 Kota Bogor Lakukan Vaksinasi Santri serta Jamaah Pengajian

0

Bogordaily.net – Dandim 0606/Kota Bogor Kolonel Inf Roby Bulan, S.I.P, melakukan silaturahmi ke Yayasan Cleopatra Cendikia Karya Bogor, RT06/RW08, Kelurahan Kedung Halang, Kecamatan Bogor Utara, Kota Bogor, yang berbatasan dengan Desa Pasir Jambu, Kabupaten Bogor, Jumat 15 Oktober 2021

Pada pelaksanaan vaksinasi jamaah dan santri Dandim 0606/Kota Bogor Kolonel Inf Roby Bulan, juga menyerahkan bantuan sosial beras yang bersumber dari Setpres RI.

Pada kesempatan itu, Kolonel Inf Roby Bulan, melontarkan tantangan kepada para santri di Yayasan Cleopatra Cendikia Karya Bogor, supaya membacakan do’a atau hadist nabi. Bagi para santri yang bisa melakukannya,  mendapat hadiah berupa uang jajan.

Dandim 0606/Kota Bogor Kolonel Inf Roby Bulan, S.I.P, memantau pelaksanaan vaksinasi kepada santri dan jamaah di lingkungan Yayasan Cleopatra Cendikia Karya Bogor, RT06/RW08, Kelurahan Kedung Halang, Kecamatan Bogor Utara, Kota Bogor, Jumat 15 Oktober 2021. (Foto: Acun Nasrulloh)

Usai memberikan tantangan berhadiah, Dandim 0606 Kota Bogor secara simbolis menyerahkan bantuan beras kepada santri dan jamaah disertai bantuan uang tunai kepada santri-santri cilik.

Pada kesempatan itu Dandim 0606 Kota Bogor didampingi Pasiter Kodim Mayor Inf Jasmungin, Danramil Bogor Utara, Kapolsek Bogor Utara, Lurah serta Babinsa dan Bhabinkamtibmas Kelurahan Kedunghalang.

Selain fokus kepada para santri dan jamaah, vaksinasi juga menyasar warga di perbatasan kota yang berada di wilayah lingkungan Yayasan Cleopatra Cendikia Karya Bogor.

Selanjutnya Dandim 0606 Kota Bogor menyampaikan rasa terimakasih kepada Bumame Farmasi, yang telah membantu pelaksanaan vaksinasi jajaran Kodim 0606 Kota Bogor.

Dandim 0606/Kota Bogor Kolonel Inf Roby Bulan, S.I.P, bersilaturahmi dengan pimpinan Yayasan Cleopatra Cendikia Karya Bogor, RT06/RW08, Kelurahan Kedung Halang, Kecamatan Bogor Utara, Kota Bogor, Jumat 15 Oktober 2021. (Foto: Acun Nasrulloh)

“Diharapkan dalam waktu cepat, melalui pelaksanaan vaksinasi di perbatasan Kota Bogor, persentase vaksinasi bisa mencapai angka di atas 90 persen. Sehingga herd immunity dapat cepat terwujud,” ungkapnya.

Dikesempatan yang sama, Pimpinan Yayasan Cleopatra Cendikia Karya Bogor, H. Ahmad Baihaqi, LC., beserta istri Zakiyatul Fikriyah Al Aslamiyah S.Pd., M.Si., mengucapkan terima kasih kepada Dandim 0606/Kota Bogor, Kolonel Inf Roby Bulan yang sudah memberikan perhatian kepada jamaah dan santrinya.

“Ini merupakan gebrakan yang sangat menarik, dimana vaksinasi harus mencapai target paling tidak 90 persen untuk Kota Bogor. Ini langkah yang kongkrit yang dilakukan oleh Dandim untuk membuktikan kepada kita bahwa Dandim dan jajaran Kodim 0606 Kota Bogor dekat dengan rakyat,” ujarnya.

Dari Kiri ke Kanan Zakiyatul Fikriyah Al Aslamiyah S.Pd., Dandim 0606/Kota Bogor Kolonel Inf Roby Bulan, S.I.P, dan Pimpinan Yayasan Cleopatra Cendikia Karya Bogor, H. Ahmad Baihaqi, LC,. (Foto: Istimewa)

Dari pantaun tampak masyarakat sangat antusias mengikuti kegiatan vaksinasi disalah satu ruangan yang ada di lingkungan Yayasan Cleopatra Cendikia Karya Bogor. Kegiatan vaksinasi  melibatkan belasan tenaga medis dengan target mencapai 150 orang.

“Ini merupakan silaturahmi yang pertama kalinya ke yayasan kami. Kami berharap silaturahmi ini akan terus berlanjut dan memberikan manfaat bagi banyak orang,” ucap H. Ahmad Baihaqi.***

Keren! Deddy Corbuzier Ditunjuk Prabowo Jadi Duta Komcad

0

Bogordaily.net – Menteri Pertahanan (Menhan) Prabowo Subianto menjadikan Youtuber Deddy Corbuzier sebagai Duta Komponen Cadangan (Komcad).

Hal ini diumumkan langsung oleh Deddy lewat unggahan foto di akun Instagramnya @mastercorbuzier.

Foto yang diunggah Deddy, dikutip dari republika, menunjukkan Deddy dan Prabowo berhadapan saling hormat, Jumat (15 Oktober 2021)

Prabowo memakai baju berwarna cokelat sedangkan Deddy mengenakan pakaian berwarna hijau bermotif loreng.

Lalu, Deddy menuliskan penjelasan di fotonya dengan simbol love dan bendera Indonesia.

Unggahan Deddy mendapatkan banyak komentar dari netizen dan publik figur lainnya.

Salah satu yang berkomentar adalah ajudan Prabowo Subianto yaitu Rizky Irmansyah.

Ia berkata “Keren om! Duta Komcad, Merdeka!”.

Deddy pun membalasanya dengan ucapan terima kasih. “Thank u sir“.

Begitupun sahabatnya Ivan Gunawan mengucapkan selamat kepada Deddy. “Loe keren master,” katanya.***

Subway Diserbu, Varian Delta Mengintai

0

Bogordaily.net – Wabah Covid-19 memang sudah melandai, kendati demikian masyarakat tetap harus waspada dan tetap menghindari kerumunan.

Hal itu berkaitan dibukanya Subway yang resmi dibuka gerai pertamanya di Indonesia berlokasi di Cilandak Town Square (Citos), Jakarta Selatan. Kehadiran waralaba asal Amerika Serikat menimbulkan kerumunan karena ramai diserbu pengunjung.

Pantauan di lokasi gerai Subway rencananya baru akan dibuka pukul 12.00, namun sudah ada antrean sejak pagi. Pengunjung disebut mulai berdatangan dari pukul 10.00 WIB.

Terkait hal ini, Direktur Pencegahan dan Pengendalian Penyakit Menular Langsung (P2PML) Kementerian Kesehatan dr Siti Nadia Tarmizin tak henti-hentinya mengingatkan masyarakat untuk tetap patuh protokol kesehatan. Terlebih sudah ada prediksi gelombang ketiga yang akan melanda Indonesia.

“Tetap menghimbau masyarakat untuk selalu waspada, pandemi belum selesai, varian Delta terus mengintai dan bermutasi, prediksi gelombang berikutnya sudah ada,” katanya saat dihubungi Jumat 15 Oktober 2021.

“Untuk Satgas daerah juga harus tegas menegakkan aturan prokes demi keselamatan dan keamanan kita semua. Aktivitas sosial dan ekonomi yang sudah mulai pulih harus kita pertahankan dengan prokes yang ketat,” sambungnya.(dtk/sh)

 

Mantan Pegawai KPK Berencana Dirikan Parpol

0

Bogordaily.net – Para mantan pegawai Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) berencana untuk mendirikan partai politik (parpol)

Eks Kepala Biro Hukum KPK, Rasamala Aritonang, mengungkapkan nama parpol yang didirikan itu adalah Partai Serikat Pembebasan.

“Namanya “Partai Serikat Pembebasan”, tulis Rasamala Aritonang dalam akun twitternya @RasamalaArt seperti dikutip, Kamis (14 Oktober 2021).

Rasamala menjelaskan bahwa serikat bermakna kebersamaan dan kekuatan kolektif sebagai suatu gerakan untuk membebaskan dari belenggu penderitaan.

Dia melanjutkan bahwa penderitaan utama adalah akibat dari kejahatan korupsi.

“Ideologinya: Pancasila yang hakiki bukan sekedar jargon,” ucapnya.

Dia melanjutkan, masyarakat memerlukan ruang strategis untuk mendorong perubahan yang lebih besar dan Indonesia yang lebih maju.

Namun, dia menegaskan bahwa hal tersebut dapat diraih dengan syarat yakni bebas dari korupsi.

Niatan untuk mendirikan partai tersebut lantas diapresiasi oleh mantan ketua wadah pegawai (WP) KPK, Yudi Purnomo Harahap.

Dia mengaku mendukung niatan Rasamala untuk mendirikan partai politik tersebut.

Dia menjamin bahwa integritas Rasamala juga tidak perlu diragukan lagi.

Menurutnya, partai yang akan didirikan Rasamala diharapkan juga akan mendapatkan sambutan dari publik luas.

“Saya pribadi selaku mantan ketua WP KPK tentu dukung impian dari setiap 57 ini, yang penting berkontribusi buat rakyat Indonesia, termasuk bang Rasamala yang ingin bikin parpol,” katanya.

Dia mengingatkan Rasamala agar partai politik yang didirikannya harus tetap idealis.

Tetap menjaga konsistensi atas kebenaran, jangan kompromis dan terus menggelorakan semangat antikorupsi.

“Karena rakyat memang menanti pemimpin muda dan alternatif yang masih bersih dari korupsi,” katanya.***

Selebgram Kabur dari Karantina, Wiku: Proses Hukum Berjalan

0

Bogordaily.net – Juru Bicara (Jubir) Pemerintah untuk Penanganan Covid-19, Wiku Adisasmito angkat bicara terkait kaburnya selebgram Rachel Vennya dari karatina di Wisma Atlet.

Wiku menegaskan, proses hukum berlaku untuk warga negara Indonesia (WNI) yang tidak menyelesaikan karantina sesuai ketentuan waktu.

“Terkait dengan WNI yang meninggalkan masa karantina di Wisma Atlet sebelum waktunya, maka pemerintah memastikan bahwa proses hukum sedang berjalan,” ujarnya dalam konferensi pers secara daring, Kamis (14 Oktober 2021).

Wiku menegaskan, Satgas menjunjung tinggi penerapan aturan yang berlaku dan menegakkan kedisiplinan dalam proses karantina kesehatan.

Hal ini dilakukan untuk melindungi keselamatan masyarakat, karenanya Wiku mengimbau masyarakat yang melakukan perjalanan internasional untuk mematuhi aturan tersebut.

“Kepada seluruh pelaku perjalanan internasional, kami minta untuk menaati peraturan yang telah ditetapkan dan jangan melanggar karena akan dikenakan sanksi yang tegas,” ungkapnya.

Sebelumnya, Selebgram Rachel Vennya diduga kabur dari karantina kesehatan di RSDC Wisma Atlet Pademangan setelah melakukan perjalanan dari Amerika Serikat.***

Karpet Merah bagi Pelaku UMKM untuk Ikut Pengadaan Barang Jasa Pemerintah

0

Bogordaily.net – Pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) kini memiliki kesempatan menjadi peserta lelang pengadaan barang dan jasa (PJB) dengan hadirnya Undang-Undang Nomor 11 Tahun 2020 tentang Cipta Kerja.

Kepala Biro Hukum dan Kerja Sama Kementerian Koperasi dan UKM (Kemenkop UKM) Henra Saragih menyampaikan, sekurang-kurangnya 40 persen anggaran PJB yang digelar pemerintah harus dialokasikan kepada pelaku UMKM.

“Pengadaan barang jasa 40 persen harus pakai UMKM,” kata Henra dalam acara bertajuk “Muda Bergerak: Kemudahan Berusaha melalui UU Cipta Kerja” di Rumah BUMN Yogyakarta, Kamis 14 Oktober 2021.

Adapun acara tersebut digelar oleh Kantor Staf Presiden (KSP), Staf Khusus Presiden Putri Tanjung, Kemenkop UKM, dan BRI untuk mensosialisasikan berbagai kemudahan bagi pelaku UMKM yang diberikan pemerintah melalui UU Cipta Kerja dan Peraturan Pemerintah Nomor 7 Tahun 2021 tentang Kemudahan, Perlindungan, dan Pemberdayaan Koperasi dan UMKM.

Deputi Hukum dan Penyelesaian Sanggah Lembaga Kebijakan Pengadaan Barang dan Jasa Pemerintah (LKPP) Setya Budi Arijanta berujar, untuk mengikuti lelang pengadaan barang dan jasa, pelaku UMKM harus memiliki legalitas usaha atau berizin. Oleh karena itu, melalui UU Cipta Kerja juga, pemerintah mempermudah proses perizinan usaha.

“Pengadaan pemerintah tidak harus dari badan usaha apalagi badan hukum, boleh perorangan tapi tetap harus berizin, kalau perorangan harus punya NIB (nomor induk berusaha) saja,” kata Setya dalam acara yang sama.

Setya kemudian menjelaskan skema yang bisa ikuti pelaku UMKM dalam lelang PJB. Pertama, pelaku UMKM bisa mengikuti tender melalui program Bela (Belanja Langsung) Pengadaan.

Pelaku UMKM yang bergabung di 12 marketplace yang telah bekerja sama dengan LKPP bisa mengikuti lelang PJB.

“Keterlibatan UKM bisa lewat program Bela Pengadaan, transaksi lewat marketplace yang terintegrasi dengan LKPP, sementara ini ada 12 marketplace. Ini untuk transaksi sampai Rp 200 juta,” tutur Setya.

Selain itu, pelaku UMKM bisa mengikuti lelang PJB dengan mendaftar online di kanal Sistem Informasi Kinerja Penyedia (SIKaP).

LKPP juga sedang mendorong kementerian-kementerian dan pemerintah daerah untuk menginput produk barang dan jasa pelaku UMKM binaannya ke katalog LKPP.

“Kalau produk UMKM sudah bisa masuk katalog LKPP, nanti dibeli melalui katalog tanpa batasan nilai. LKPP akan memberikan karpet merah kepada UMKM,” ujar Setya.

Tips memperluas pasar bagi pelaku UMKM di marketplace

Mengingat pelaku UMKM bisa mengikuti lelang pengadaan barang dan jasa melalui marketplace, Founder sekaligus CEO Titipku Henri Suhardja memberikan sejumlah tips agar pelaku UMKM sukses bersaing di dunia digital.

Henri menjelaskan, pelaku UMKM harus punya mindset go digital. Pengusaha yang memiliki bisnis puluhan tahun secara offline belum tentu produknya laku dijual di marketplace.

Kedua, pelaku UMKM perlu memiliki pemahaman bahwa berbisnis di dunia digital juga tidak bisa instan, tetapi memerlukan proses.

“Go online tidak berarti kita sudah go digital. Bisnis go digital tidak serta merta buka toko di marketplace sekali, itu sudah masuk, tidak seperti itu. Kita harus bikin tokonya bagus, menarik, sehingga orang perlahan tahu bisnis yang kita bangun,” ucap Henri.

Henri menyarankan pelaku UMKM memiliki situs web sendiri, selain membuka toko di marketplace dan memiliki media sosial.

Selain itu, untuk bisa bersaing, pelaku UMKM harus mempunyai segmen konsumen yang jelas dan nilai (value) produk.

“Kita harus menyasar target pembeli yang spesifik. Kemudian, setiap segmen itu punya value berbeda, misalkan pembeli memiliki kebanggaan dengan memakai produk kita,” kata Henri.

Terakhir, pelaku UMKM juga harus punya perhitungan budget agar bisnis bisa berkembang dan menguntungkan.***

Cologne Jerman, Izinkan Kumandang Adzan Hari jumat Lewat Pengeras Suara

0

Bogordaily.net – Walikota kota Cologne di Jerman barat telah mengumumkan bahwa adzan akan diizinkan setiap hari Jumat dikumandangkan lewat pengeras suara.

Panggilan untuk shalat, yang dikenal dalam bahasa Arab sebagai Adzan, akan dilakukan di bawah proyek percontohan dua tahun.

“Banyak penduduk Cologne adalah Muslim. Dalam pandangan saya, ini adalah tanda penghormatan untuk mengizinkan panggilan shalat dari muadzin,” tulis walikota Henriette Reker di Twitter, The Local melaporkan.

Adzan adalah panggilan untuk mengumumkan bahwa sudah waktunya untuk Shalat wajib tertentu dalam agama Islam.

Karena adzan sudah menjadi ciri utama kota yang terkenal dengan katedral abad pertengahannya, Reker mengatakan bahwa adzan Muslim akan menunjukkan keragaman kota.

“Siapa pun yang tiba di stasiun pusat Cologne disambut oleh katedral dan suara lonceng gerejanya,” katanya.

“Warga Muslim kami adalah bagian integral dari kota kami. Mendengar adzan di sebelah lonceng gereja di kota kami menunjukkan bahwa keragaman dihargai di Cologne dan keragaman itu ada di sini, ” Anadolu mengutip Reker.

Jerman sendiri memiliki lebih dari 900 masjid milik Persatuan Islam Turki saja.

Cologne bukanlah kota pertama di Rhine-Westphalia Utara yang mengizinkan masjid untuk mengumandangkan suara adzan.

Di wilayah dengan komunitas imigran Turki yang besar, masjid-masjid di Gelsenkirchen dan Düren telah menyiarkan seruan keagamaan itu sejak tahun 1990-an.

Islam di Jerman telah ada sejak abad ke-17. Tercatat ada 4,4 hingga 4,7 juta jiwa Muslim yang ada di Jerman atau setara dengan 5,4 hingga 5,7 persen dari keseluruhan jumlah penduduk Jerman (2016).

Hal ini menjadikan Jerman sebagai negara kedua setelah Prancis dengan jumlah Muslim terbanyak di Benua Eropa. Prancis sendiri memiliki populasi muslim sebanyak 4,7 juta jiwa.

Dari jumlah populasi Muslim di Jerman, mayoritas merupakan pendatang dan keturunan migran generasi kedua atau ketiga.

Dengan jumlah sebanyak 1,5 juta jiwa, Turki merupakan negara asal Muslim Jerman terbanyak.

Di antara seluruh negara bagian di Jerman, Nordrhein-Westfalen (NRW) merupakan negara bagian dengan jumlah penduduk Muslim terbanyak di Jerman, yakni sebanyak sekitar 1.343.000 jiwa.***

Diduga Korsleting Listrik, Toko Furniture di Cengkareng Dilahap Si Jago Merah

0

Bogordaily.net – Sebuah toko usaha furniture dilahap si jago merah di Jalan Kosambi Baru Utara Raya RT.015 RW.01, Kelurahan Duri Kosambi, Kecamatan Cengkareng, Jakarta Barat, Jumat (15 Oktober 2021) pukul 05.28 WIB.

Kasis Ops Penanggulangan Kebakaran dan Penyelamatan (Gulkarmat) Jakarta Barat Sjukri Bahanan mengatakan, penyebab kebakaran diduga karena korsleting listrik.

“Dugaan sementara korsleting listrik,” ungkapnya dikonfirmasi, Jumat (15 Oktober 2021).

Sebelumnya, sebanyak 13 unit mobil pemadam kebakaran (Damkar) yang diisi sebanyak 65 personel ke lokasi kejadian.

“Waktu mulai lokalisir sekitar pukul 05.50 WIB,”

Adapun api mulai berhasil dipadamkan sekitar pukul 06.50 WIB. Kendati demikian, ia memastikan tak ada korban jiwa ataupun luka-luka dalam kejadian pagi itu.

Namun, dengan kejadian tersebut total kerugian yang ditaksir pemilik toko furniture tersebut sekitar Rp270 juta.

“Saat ini status kebakaran hijau,” pungkasnya.***