Monday, 27 April 2026
Home Blog Page 6777

Waduh, Mantan Wakil Ketua Parlemen Bunuh Diri Saat Rapat

0

Bogordaily.net – Seorang mantan wakil ketua parlemen Malawi menembak dirinya sendiri di bagian kepala saat menghadiri rapat di gedung parlemen. Mantan wakil ketua parlemen itu tewas seketika.

Seperti dilansir AFP, Jumat 1 Oktomber 2021, Clement Chiwaya yang berusia 50 tahun melakukan bunuh diri di dalam gedung parlemen Malawi pada Kamis 29 September 2021 waktu setempat.

Chiwaya diketahui mendatangi gedung parlemen untuk menghadiri rapat membahas tunjangan kendaraan yang menjadi haknya setelah mengakhiri jabatannya sebagai Wakil Ketua Parlemen tahun 2019 lalu.

Juru bicara kepolisian setempat, Jamez Kadadzera, mengonfirmasi insiden ini. Namun dia menolak memberikan informasi detail hingga menerima laporan lengkap dari para penyidik setempat.

Parlemen Malawi menyatakan penyesalan atas insiden ini. “Parlemen dengan menyesal memberitahu publik bahwa mantan wakil ketua… melakukan bunuh diri di gedung parlemen,” demikian pernyataan Parlemen Malawi.

Disebutkan bahwa insiden ini berkaitan dengan ‘frustrasi atas penerapan kondisi layanan terhadapnya’.

Chiwaya diketahui membeli kendaraan dinasnya pada akhir masa jabatannya selama lima tahun pada tahun 2019, sebagaimana diatur dalam kontraknya. Namun dia berupaya meminta pihak parlemen untuk membayar kerusakan yang terjadi saat kecelakaan terjadi enam bulan kemudian.(dtk/sh)

 

Unjuk Rasa di Depan Pintu 1 KRB, Budayawan Kota Bogor Tolak Pertunjukan Glow

0

Bogordaily.net – Puluhan orang yang mengatas namakan diri budayawan Kota Bogor, menggelar aksi unjuk rasa menolak rencana pertunjukan Glow di dalam areal Kebun Raya Bogor, Jum’at 1 Oktober 2021.

Mengenakan pakaian Kampret serba hitam khas Sunda, para budayawan bergantian manyampaikan orasi penolakan. Sebagian diantara mereka membentangkan spanduk penolakan bertuliskan “Ulah ngaganggu komo bari ngarobah tatanan Kebon raya, Kebon raya nu sarerea” yang artinya jangan mengganggu apalagi mengubah tatanan Kebun Raya, Kebun Raya milik semua.

Para budayawan mendesak agar rencana wisata malam Glow dihentikan. Hal itu supaya habitan binatang malam di Kebun Raya Bogor tetap menjaga.

“Jangan diganggu untuk kepentingan yang lain,” ujar salah seorang pengunjuk rasa.

Salah seorang peserta aksi Heru menilai bahwa wisata malam Glow ini mengancam kelestarian tatanan tumbuhan, binatang yang ada di Kebun Raya Bogor.

“Wisata malam ini kan menggunakan lampu warna-warni serta pengeras suara, tentu akan mengganggu keberadaan tumbuhan dan hewan yang aktif di malam hari. Pasti akan menimbulkan kerusakan,” papar Heru.

Para budayawan membuka ruang dialog dengan pihak pengelola Kebun Raya Bogor. Namun jika tidak ada niat baik, para budayawan akan terus meralukan penolakan pertunjukan Glow di Kebun Raya Bogor.

Diberitakan sebelumnya,  sejumlah pihak di Kota Bogor, mulai menyuarakan ketidak puasannya terhadap PT. Mitra Natura Raya selaku pengelola Kebun Raya Bogor (KRB). Ketidak puasan semakin gencar disuarakan berbarengan dengan peluncuran program Visual Tree Projection Mapping, berupa proyeksi visual, yang didukung sorotan lampu dipadukan iringan musik serta narasi cerita, yang akan menjadi agenda pertunjukan pada malam hari di KRB.

Baru-baru ini di kalangan media serta akademisi beredar surat dari Kokolot Bogor, yang ditujukan kepada Presiden. RI, Kepala LIPI/BRIM, Menteri KLHK serta BAPPENAS dengan tembusan Walikota Bogor serta Bupati Bogor.

Dalam suratnya Kokolot Bogor menulis bahwa Kebun Raya merupakan hutan buatan koleksi tanaman keras yang berfungsi sebagai Musium Hidup untuk kepentingan pendidikan dan penelitian, yang akhirnya berfungsi juga menjadi Hutan Kota.

Memiliki luas 87 Ha, dibangun zaman Raffles, yang kebetulan letaknya ada di Kota Bogor, namun kewenangannya di luar kapasitas Pemkot Bogor. KRB tanggung jawab pemerintah pusat c/q LIPI (BRIN).

“Pengelolaan nya sekarang di serahkan ke pihak ketiga. PT. Mitra Natura Raya,” papar salah seorang pendiri Kokolot Bogor Jacky Wijaya, saat dihubungi bogordaily.net, Selasa 28 September 2021.

Sementara itu, dalam pesan whatsapp yang diterima bogordaily.net, salah seorang warga Bogor yang mengatas namakan Cicit Mbah Jepra, melontarkan keprihatinannya.  Ia merasa prihatin karena pengelolaan yang dilakukan pihak ketiga hanya berorientasikan mencari keuntungan semata.

“Prihatin, diuangin lagi-diuangin lagi, sangat ironis,” katanya menyatakan keprihatinannya atas apa yang terjadi terhadap Kebun Raya Bogor.

Ia mempertanyakan keberadaan LIPI selaku pihak yang berwenang serta memiliki banyak pakar di bidang Biologi. Ia juga menyampaikan bahwa di depan KRB juga terdapat IPB, gudangnya para profesor serta ahli Pertanian dan Biologi ternama. Namun, menurutnya tidak ada satupun yang bersuara, ketika KRB dikelola sedemikian rupa.

“Pengelolaan saat ini bertentangan dengan kaidah-kaidah ilmu, demi untuk memburu fulus yang tidak seberapa jika dibandingkan dengan nilai instrinsik yang terdapat di KRB,” ungkap Cicit Mbah Jepra.

Dirinya merasa kecewa degan LIPI, yang seharusnya menjaga dan mengelola KRB secara baik dan mempertahankan fungsi dari KRB sebagai sarana belajar masyarakat.

“Ini malahan ditenderkan ke pihak swasta untuk dikelola. Belanda aja yang bangun KRB nggak begitu. Kenapa nggak di swakelolakan saja, karena KRB itu perlu perlakuan khusus dan ada kepentingan publik di situ,” katanya.***

(Irvan/Diki Sudrajat)

Miris! 35 Tahun Mengabdi dan Diangkat Jadi Kepsek, Sekolahnya Tak Ada

0

Bogordaily.net – Seorang guru yang telah mengabdi 35 tahun bahagia saat akhirnya diangkat menjadi kepsek. Namun tak disangka, kekecewaan yang diterimanya karena ternyata sekolahnya tidak ada.

Guru berinisial RDBA diundang menghadiri acara pelantikan Kepala Sekolah di JG Center Kantor Bupati, Kabupaten Minahasa Utara (Minut), Sulawesi Utara, Senin (27 September 2021).

Tak disangka, sekolah yang diembannya kelak ternyata tidak ada. Sehingga disebut-sebut, RDBA menjadi kepsek untuk SD fiktif

Kisahnya pun viral dan mengundang penasaran warganet untuk menelusuri keganjilan tersebut. Simak ulasannya berikut ini, seperti dihimpun dari akun Instagram @memomedsos dan @azamwonggo, Jumat (1 Oktober 2021).

Azam Alfairzi Wonggo menceritakan kisah pelik yang dialami oleh ibunya, RDBA. Ia merupakan PNS dengan pangkat IV A/Pembina, yang telah mengabdi menjadi guru di Klabat, Dimembe, Kabupaten Minut, Sulut.

Kala itu ibunya menerima undangan ke JG Center Kantor Bupati pukul 19.30 WITA. Kemudian sekitar pukul 22.00 WITA pelantikan sebagai kepala sekolah. Namun penempatan sekolah yang dituju RDBA terdengar asing.

Azam mengunggah sejumlah foto dan video momen pelantikan sang ibu sebagai kepsek.

“Ketika nama ibu saya dipanggil, diberitahukan bahwa sekolah yang akan ditempati yaitu SD Negeri Kecil Warukapas. Pada saat bersamaan, ibu saya heran dengan nama sekolah tersebut, karena sangat asing,” tulis Azam dalam keterangan foto dan video.

Melalui unggahan akun Instagram @azamwonggo, tertulis bahwa RDBA dilantik menjadi kepsek di SD Negeri Kecil Warukapas. Tapi setelah ditelusuri, sekolahnya tidak ada.

Bahkan di desa tersebut hanya ada satu SD dengan nama SD Inpres Warukapas. Sehingga menambah kecurigaan.

“Yang menjadi masalah di sini, sekolah tersebut tidak ada sama sekali di daerah Warukapas kecamatan Dimembe, Kabupaten Minahasa Utara (sudah dikonfirmasi langsung ke Hukum Tua desa Warukapas),” tulisnya lagi.

Kian pilu, kala RDBA mengonfirmasi ke BKD (Badan Kepegawaian Daerah) Minahasa Utara, pihaknya pun mengaku tercengang. Tidak tahu bila SD Negeri Kecil Warukapas hanyalah SD fiktif.

“Kemudian, tadi pagi (Selasa, 28 September-2021) ibu saya pergi ke BKD untuk mengkonfirmasi hal tersebut, tetapi jawabannya sangat miris. Mereka mengatakan bahwa baru mengetahui bahwa sekolah itu tidak ada keberadaanya. Ibu saya harus menunggu 2-3 bulan kedepan untuk pelantikan selanjutnya,” terangnya.

Bahkan pihak BKD mengaku khilaf akan kejadian yang menimpa RDBA. Lantas memintanya untuk menunggu untuk pelantikan kepala sekolah di kloter selanjutnya.

“Kepala BKD meminta maaf atas kekhilafan yang dilakukan dan dia mengatakan ‘tunggu saja akan ada pelantikan berikutnya’,” tandasnya.***

Berbagi Senyum Lewat Jum’at Ceria, DPS Sambangi Anak-anak Rusunawa Menteng

0

Bogordaily.net – Mengambil tema Jum’at Ceria, Anggota DPRD Kota Bogor Komisi lV Fraksi Partai Nasdem, Devie Prihartini Sultani mendatangi UPTD Rusunawa Menteng Asri Bogor Blok D di Jalan Terapi ID No.6-1, RT02/RW16, Menteng, Kecamatan Bogor Barat, Kota Bogor, untuk berbagi senyum dengan memberikan makanan kepada anak-anak.

Devie Prihartini Sultani, biasa disapa DPS mengatakan, Partai Nasdem rutin melaksanakan kegiatan sosial setiap Jum’at. Pada Jum’at mengambil tema Jum’at Ceria, DPS berkeliling ke Rusunawa Menteng Asri Bogor Blok D.

“Tema hari ini adalah Jum’at Ceria di mana saya ingin memberikan senyum kepada anak-anak di Rusunawa Menteng Asri Bogor Blok D,” kata Anggota DPRD Kota Bogor Komisi lV Fraksi Partai Nasdem, Devie Prihartini Sultani kepada Bogordaily.net, Jumat, 1 Oktober 2021.

Dirinya turun ke wilayah Rusunawa Menteng Asri karena mendapatkan informasi dari Kepala UPTD Rusunawa Menteng Asri Bogor, bahwa banyak anak-anak usia 3 sampai 10 tahun yang tinggal di Rusunawa Menteng.

Maka dari itu, kata Devie, dirinya turun ke Rusunawa Menteng untuk melihat senyum anak-anak yang ada di sini dengan membagikan makanan kesukaan mereka ke 100 anak.

“Seperti snack, susu dan macam-macam lainnya. mudah-mudahan anak-anak menjadi senang,” terangnya.

“Semoga indahnya berbagi ini bisa terasa kepada semuanya dalam kegiatan Jumat Berkah, dalam program partai Nasdem,” tambahnya.

Devie Prihatin Sultani menambahkan, disetiap kegiatan hari Jumat, untuk temanya selalu berbeda-beda, nanti juga ada program untuk ibu-ibu, marbot dan lain sebagainya.***

 

(Ibnu/Diki Sudrajat)

Terungkap! Krisis Listrik China Akibat Kelangkaan Batu Bara

0

Bogordaily.net – China mengalami krisis listrik beberapa hari terakhir. Pabrik kecil yang terjebak dalam krisis energi berkepanjangan di China beralih ke generator diesel.

Di Shenyang, staf di pabrik suku cadang baja yang telah ditutup selama beberapa hari terakhir mengatakan mereka belum menyewa generator tetapi mungkin akan melakukannya.

Gao Lai, yang menjalankan layanan binatu industri di Shenyang, ibu kota Liaoning, mengatakan dia kehilangan uang setelah pemadaman listrik. Dia pun terpaksa menyewa generator diesel.

“Kami mampu membelinya hanya untuk empat hari, tetapi jika lebih lama, maka biayanya terlalu banyak, sehingga kami tidak dapat bertahan,” katanya kepada Reuters dikutip Jumat (1 Oktober 2021).

“Jika (pembatasan listrik berlanjut) dalam jangka panjang, kami harus memikirkan jalan keluar,” imbuhnya.

Pembatasan tersebut dipicu oleh kelangkaan batu bara, yang menjadi bahan bakar sekitar dua pertiga pembangkit listrik China.

Di sisi lain, pemerintah Beijing berebut mengirimkan lebih banyak batu bara ke utilitas demi memulihkan pasokan.

Saat ini China mengalami krisis listrik terburuk dalam beberapa tahun, khususnya tiga provinsi Liaoning, Heilongjiang dan Jilin, yang menampung hampir 100 juta orang.

Zhai Junwang, manajer perusahaan yang menyewakan generator berbahan bakar diesel, mengatakan bisnis yang cepat dalam beberapa hari terakhir telah menyebabkan kenaikan tarif dua kali lipat.

“Stok sangat terbatas,” katanya, menambahkan bahwa dia tidak mengharapkan situasi ini bertahan lama, karena sebagian besar pabrik kecil yang menggunakan generatornya merugi.

Pemerintah mengatakan prioritasnya adalah untuk menjamin pasokan listrik dan pemanas rumah tangga selama musim dingin, karena perusahaan energi milik negara Sinopec berjanji untuk meningkatkan impor gas alam cair.

Namun analis Citi mengatakan, mereka memperkirakan kekurangan listrik akan bertahan di puncak musim dingin untuk pemanas, sebagian besar berbahan bakar batu bara. Para ahli juga mendesak reformasi mendasar untuk sistem energi China.

“Krisis itu bukan disebabkan oleh kekurangan pasokan tetapi sistem jaringan yang tidak fleksibel,” kata Zhang Boting dari kelompok riset industri Masyarakat China untuk Rekayasa Tenaga Air.

“Solusinya… tidak hanya mengandalkan peningkatan kapasitas pembangkit listrik, tetapi meningkatkan kemampuan jaringan untuk menyesuaikan puncak dan memecahkan ketidaksesuaian serius antara beban energi dan pasokan energi,” katanya lagi.

Batu bara termal berjangka ditutup naik 4,2% pada Kamis (30/9) di Zhengzhou Commodity Exchange setelah mencapai level tertinggi sepanjang masa 1.408 yuan (USD218) per ton.

Kontrak melonjak 96% pada periode Juli hingga September karena pasokan yang ketat dan permintaan yang kuat, lompatan kuartalan terbesar sejak kuartal I-2017, memacu bursa untuk mengadopsi batas perdagangan.

Data resmi secara terpisah menunjukkan aktivitas pabrik China mengalami kontraksi pada bulan September untuk pertama kalinya sejak Februari 2020.

Sejak pekan lalu, lebih dari 100 perusahaan dari produsen komponen elektronik hingga penambang emas telah memberi tahu pasar saham tentang penangguhan produksi. Beberapa mengatakan mereka melanjutkan produksi dalam dua hari terakhir.

Ketegangan muncul ketika Asosiasi Industri Batubara China memperingatkan ‘tidak adanya optimis’ tentang pasokan menjelang musim dingin yang musim puncak permintaan, dan menambahkan bahwa persediaan pembangkit listrik sekarang jelas rendah.

Hal ini justru mendesak perusahaan tidak berusaha untuk meningkatkan pasokan dan fokus pada penjualan ke konsumen energi tinggi yang lebih kecil, yang belum menandatangani kontrak pasokan jangka panjang.

Meskipun produksi batu bara mencapai rekor pada bulan Agustus, analis bank investasi China CICC mengatakan serentetan kecelakaan tambang baru-baru ini telah membuat regulator lebih berhati-hati dalam menyetujui ekspansi produksi.

Dampaknya terlebih ke impor yang turun 10,3% pada tahun ini pada periode Januari hingga Agustus, tidak mungkin meningkat secara signifikan selama sisa tahun 2021 dan lebih banyak produksi lokal harus ‘dibebaskan’.***

Meski Banyak Ditentang, Mitra Pengelola Kebun Raya Bogor Ngotot Pertunjukan Glow Tetap Berlangsung

0

Bogordaily.net – Meski ditolak berbagai pihak, mitra pengelola Kebun Raya Bogor bersikukuh menggelar pertunjukan Glow yang menggunakan lampu sorot serta musik di Kebun Raya Bogor. Menurutnya, sebelum pertunjukan telah dilakukan kajian-kajian serta penelitian dan riset yang mendalam terhadap flora di Kebun Raya Bogor.

Pimpinan Mitra Pengelola Michael Bayu A. Sumarijanto mengatakan area yang di gunakan Glow hanya 10 persen atau setara 8,7 hektar dari luas Kebun Raya Bogor yang mencapai 87 hektar. Lokasi pertunjukan tidak jauh dari jalan yang berada di lingkungan Kebun Raya Bogor, hal itu dimaksudkan untuk tetap menjaga kelestarian serta keamanan.

“Dengan hadirnya eduwisata ini, masyarakat lebih peduli kepada Kebun Raya yang merupakan benteng terakhir konservasi flora” Kata Pimpinan Mitra Pengelola Michael Bayu A. Sumarijanto Kamis 30 September 2021, malam.

Selain itu Michael juga menjelaskan bahwa Glow ini sama sekali tidak menghilangkan marwah dari Kebun Raya Bogor sendiri, justru dengan adanya program eduwisata ini, masyarakat jadi lebih peduli terhadap keberlangsungan flora dan mengetahui spesies-spesies flora itu sendiri.

“Glow ini justru edukasi kepada masyarakat, dengam mereka berwisata sekaligus belajar jadi pengetahuan dan rasa kepedulian terhadap kebun raya bogor semakin tinggi” Tambahnya

Selain itu harapan kedepannya dari eduwisata Glow ini, Michael ingin bersama-sama masyarakat khususnya Bogor tetap menjaga rumah bagi ribuan spesies tumbuhan di Kebun Raya Bogor agar tidak mengalami kepunahan dan tetap lestari.

“Mari bersama menjaga kelestarian flora di kebun raya ini dari kepunahan untuk penerus kita di masa depan” Pungkasnya.

Diketahu sebelumnya sejumlah pihak melontarkan keberatannya terhadap rencana pertunjukan wisata malam di dalam area Kebun Raya.

Keberatan itu disebabkan penggunaan lampu sorot ber watt besar, dengan pengeras suara akan menggangu kehidupan hewan-hewan nocturnal atau hewan yang terjaga malam hari.

Selain itu jika pertunjukan Glow tetap berlangsung, ada kemungkinan penetapan Kebun Raya Bogor sebagai Warisan Dunia, bisa dibatalkan.***

Pembunuhan Osama Bin Laden Dituding sebagai Operasi Fiktif, Osama Masih Hidup?

0

Bogordaily.net – Operasi Amerika Serikat membunuh dedengkot Al-Qaeda, Osama bin Laden disebut sejumlah pihak sebagai sebuah rekayasa.

Mengutip dari Sputnik, pengakuan itu dibeberkan sejumlah orang yang mengaku sebagai saksi jelang 11 tahun kematian Bin Laden.

Salah satu saksi yang juga seorang jurnalis, Suhail Abbas, mengatakan bahwa Operasi Neptune Spear untuk memburu Bin Laden tak lebih dari pencitraan AS.

Abbas menilai AS yang kala itu di bawah pemerintahan Barack Obama ingin menyelamatkan muka di mata internasional dengan merekayasa seolah Bin Laden berhasil dibunuh.

Bin Laden sendiri merupakan orang yang paling dicari intelijen AS karena dinyatakan sebagai dalang teror penabrakan dua pesawat komersial ke Menara Kembar Gedung WTC, AS pada 11 September 2001.

Setelah melakukan perburuan, 10 tahun kemudian AS melaporkan telah mengetahui persembunyian Bin Laden di Pakistan. Obama kemudian memerintahkan militer AS melakukan pembunuhan Bin Laden pada Mei 2011.

Mayat Bin Laden pun disebut dibuang ke laut agar makamnya tak dijadikan sebagai sumber inspirasi teroris lainnya.

Saksi lainnya, Raja Harun mengatakan kepada Sputnik bahwa ia yakin betul Bin Laden sebenarnya tidak ada di kediamannya di Abbottabad, Pakistan, ketika Operasi Tombak Neptunus itu berlangsung.

“Hanya ada keluarganya yang tinggal di area itu selama bertahun-tahun,” ujar Harun.

Ia mengklaim mengamati dengan seksama seluruh operasi yang berlangsung saat itu hingga pemerintah Pakistan mengeluarkan pernyataan yang disebut Komisi Abbottabad.

Harun mengaku tinggal hanya beberapa meter dari gedung tempat Bin Laden diduga bersembunyi.

Pada mulanya, ia melanjutkan keterangan, tak ada satu pun informasi yang menyebut seseorang tewas dalam operasi penyergapan oleh pasukan elite AS.

“Sejurus kemudian kami terkejut, sama seperti orang-orang di dunia, dengan laporan dari Amerika dan media-media Barat bahwa Osama bin Laden telah dibunuh di kota kami,” ujar Harun.

“Berita itu diikuti dengan pernyataan dan ucapan selamat dari (Presiden AS saat itu, Barack) Obama atas pembunuhan gembong teroris paling berbahaya di dunia. Kabar bahwa mayatnya (Bin Laden) dibuang ke laut adalah bodoh dan konyol,” tutur Harun lagi.

Sejak akhir 1990-an, Bin Laden disebut bersembunyi di Afghanistan dan dilindungi Taliban setelah masuk dalam daftar teroris versi AS.

Setelah teror serangan World Trace Center pada 11 September 200 yang menewaskan sekira 3.000 orang, AS meminta penguasa Afghanistan itu mengekstradisi Bin Laden. Namun, Taliban menolak permintaan AS itu.

Sikap Taliban itu yang memicu agresi AS ke Afghanistan. Osama disebut-sebut kabur dari negara itu setelah AS melakukan invasi dan menumbangkan Taliban.

 

Pakar UI Ungkap DKI Jakarta Sudah Herd Immunity Covid-19

0

Bogordaily.net – Epidemiolog dari Fakultas Kesehatan Masyarakat Universitas Indonesia Tri Yunis Miko menilai herd immunity atau kekebalan komunal terhadap virus corona (Covid-19) sudah terjadi di DKI Jakarta lantaran separuh warga DKI sudah terinfeksi Covid-19.

Miko menjelaskan, herd immunity dapat terjadi melalui dua faktor, yakni infeksi alami dan vaksinasi. Ia menambahkan, cakupan vaksinasi Covid-19 yang tinggi di DKI juga mendorong herd immunity cepat terjadi di Ibu Kota.

“Pada Maret 2021 kalau surveinya di DKI orang yang terinfeksi 45 persen. Nah, pada Juli, pada waktu badai Covid-19 dan Jakarta terserang oleh varian delta dan alfa prevalensi infeksi meningkat menjadi 60 persen,” kata Miko saat dihubungi CNNIndonesia.com, Jumat 1 Oktober 2021.

Miko menyebut, banyaknya orang yang sudah terinfeksi Covid-19 di Ibu Kota menunjukkan bahwa mereka memiliki antibodinya sendiri. Selain itu, ia menilai vaksinasi di DKI memang lebih progresif dibandingkan provinsi lainnya.

Pemerintah Provinsi DKI Jakarta per 30 September mencatat sebanyak 10.455.315 orang telah menerima suntikan dosis pertama vaksin virus corona. Sementara 7.744.545 orang telah rampung menerima dua dosis suntikan vaksin Covid-19 di DKI Jakarta,

Dengan demikian, target vaksinasi pemerintah provinsi DKI Jakarta dari total sasaran 8.941.211 orang telah menyentuh 116,9 persen dari sasaran vaksinasi yang menerima suntikan dosis pertama. Sedangkan suntikan dosis kedua sudah berada di angka 86,6 persen.

“Jadi iya, Juli itu kemungkinan sudah herd immunity,” imbuhnya.

Namun demikian, Miko mewanti-wanti bahwa meski warga sudah menerima vaksin Covid-19 maupun memiliki antibodi sendiri pasca terpapar Covid-19, kemungkinan untuk kembali terpapar Covid-19 masih tetap ada. Dengan begitu, ia menilai lonjakan kasus Covid-19 di DKI masih bisa terjadi kapan saja, kendati saat ini kasus Covid-19 dan kematian mulai menurun.

Pada periode 1-7 September misalnya, jumlah kumulatif kematian Covid-19 di DKI berjumlah 80 kasus, atau rata-rata 11 kasus kematian dalam sehari. Kemudian selama kurun 8-14 September, kumulatif kasus kematian Covid-19 dalam sepekan turun menjadi 74 kasus, atau rata-rata 10 orang meninggal dalam sehari.

Selanjutnya pada 15-21 September, jumlah warga di DKI yang meninggal akibat Covid-19 turun menjadi 41 orang, atau apabila dirata-rata 5 orang per hari. Lalu pada periode 22-28 September kembali turun menjadi 24 kasus dalam sepekan, dan pada dua hari terakhir kasus kematian Covid-19 di DKI berjumlah 9 orang.

“Jadi tetap ada potensi penularan yang masif ya. Kalau kemudian kematian 10 kasus dalam sehari misalnya, itu menunjukkan seharusnya kasus positifnya 1.000 kasus, karena menurut saya tes dan tracing belum optimal, sehingga masih banyak kasus tidak ditemukan,” ujar Miko.

Presiden Joko Widodo (Jokowi) pada Juni lalu memberi target kepada Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan untuk mewujudkan herd immunity terhadap Covid-19 di Ibu Kota pada Agustus 2021. Jokowi kala itu meminta Anies meningkatkan kapasitas vaksinasi di Jakarta hingga 100 ribu orang per hari.

Amanat Jokowi tak dibantah, Anies menyanggupi dan menargetkan 7,5 juta warga DKI akan mendapatkan vaksinasi Covid-19 selama Juli-Agustus. Anies kala itu juga menyanggupi rencana untuk menyuntikkan vaksin Covid-19 kepada 100 ribu orang per hari.***

(cnn)

Miris! SDN Parigi Kondisinya Rusak Parah

Bogordaily.net – Masih banyak sekolah dasar negeri di Kecamatan Nanggung, Kabupaten Bogor kondisinya memprihatinkan. Gedung serta sarana penunjang kegiatan belajar mengajar yang rusak belum ada perbaikan, seperti yang dialami SDN Parigi yang ada di Desa Cisarua.

Kepala sekolah dari SDN Parigi, Juju Juhairiyah menuturkan bahwa SDN Parigi saat ini kondisinya memprihatinkan.

Dirinya sudah beberapa kali mengusulkan pembangunan ruang belajar melalui Musyawarah rencana pembangunan Desa (MusrenbangDes), tapi sampai saat ini belum ada realisasi.

“Di SDN kami ada 15 lokal dan 10 ruang yang mengkhawatirkan terutama juga ada 2 ruang yang dinyatakan membahayakan karena gedung sekolah keadaannya rusak berat,” bebernya.

Juju berharap, usulannya segera dilaksanakan agar siswa/siswi nyaman saat belajar dan tidak merasa khawatir.

“Kami harap perbaikan itu segera dilaksanakan karena menyangkut siswa juga, khawatir ada kejadian yang tidak diinginkan.”pungkasnya.

Penulis Ruslan

 

Pembangunan Harus Bikin Rakyat Sejahtera, Bukan Jadi Miskin

0

Bogordaily.net – Pembangunan, baik itu real estate, pertambangan, dan perkebunan seharusnya berorientasi memakmurkan dan mensejahterakan rakyat. Bukan sebaliknya, pembangunan malah menjadikan rakyat semakin miskin.

“Pembangunan, di bidang real estate, pertambangan, dan lain-lain itu justru alat untuk membuat rakyat lebih makmur, bukan sebaliknya, menjadi proses untuk memiskinkan rakyat secara struktural,” ujar ekonom senior, Rizal Ramli saat menjadi narasumber diskusi bertajuk “Pembangunan untuk Apa dan Siapa?” yang disiarkan kanal YouTube Bravos Radio Indonesia.

Menko Perekonomian era Presiden Abdurrahman Wahid alias Gus Dur itu-pun mencontohkan pembangunan pada tahun 1990-an. Yaitu, pembangunan real estate Mega Kuningan.

Saat itu, ungkap Rizal Ramli, rakyat setempat dipindahkan ke tempat lain dan diberi ganti yang menguntungkan dan membuat mereka senang.

“Mega Kuningan. Pada waktu itu arsiteknya si Nugroho anak ITB. Dia cari beking lah, dia cari Bambang Soeharto waktu itu. Nah, Mega Kuningan itu kan padat sekali. Rakyat direlokasikan dengan luas tanah diganti dua kalinya di Bintaro Selatan. Terus dapat uang tunai pula, di samping dapat tanah dua kali lebih luas. Ya rakyat senang luar biasa,” tukas Rizal Ramli.

Menurut mantan Anggota Tim Panel Ekonomi PBB ini, pemerintah selaku pemegang kendali regulasi semestinya belajar dari pengalaman seperti itu. Termasuk para pemodal atau pengusaha yang ingin melakukan pembangunan. Bukan justru menggunakan logika terbalik, sehingga rakyat semakin termarjinalkan

“Rakyat direlokasikan dengan luas tanah diganti dua kalinya. Dia bisa pindah ke lingkungan lebih hijau walaupun agak di luar kota yang airnya udaranya lebih bersih, dapet uang pula. Nah, ini kan contoh bagaimana pembangunan atau pengembangan real estate bisa bikin makmur rakyat,” ujar Rizal Ramli.

Lebih lanjut, Rizal Ramli memaparkan, ketika menjadi Menko Bidang Kemaritiman di Kabinet Jokowi, dirinya pernah meminta tanah seluas 500 hektare di Bukit Manoreh, sekitar setengah jam dari Candi Borobudur, Jawa Tengah, kepada Menteri Lingkungan Hidup dan Kehutanan, Siti Nurbaya Bakar. Menteri LHK pun menyetujuinya.

“Waktu saya Menko-nya Jokowi, kita rapat di Borobudur, saya minta tanah 500 hektare di Bukit Manoreh setengah jam dari Borobudur dari Menteri Kehutanan Ibu Siti Nurbaya. Dia langsung tanda tangan, dia percaya kalau mas Rizal pasti betul-betul buat rakyat,” kata Rizal Ramli.

Rizal Ramli menjelaskan, waktu itu tujuan dirinya ialah mau merelokasi penduduk di dalam area Borobudur yang padat ke Bukit Manoreh. Dan, rakyat menyambut dengan baik rencana tersebut.

“Karena, rakyat terima tanah dua kali dari yang aslinya, yang kedua kota-nya di desain yang bener supaya lebih bagus dan nyaman. Ketiga rakyatnya secara bersama-sama memiliki 10 persen saham di Borobudur supaya kalau Borobudur maju pariwisatanya rakyat mendapat keuntungan,” tuturnya.

Menurut Rizal Ramli, Presiden Joko Widodo juga sangat menyetujui rencana itu. Dari situ, Rizal Ramli mengaku mengetahui, ternyata jika orang-orang disekelilingnya berpandangan bahwa pembangunan untuk rakyat, Jokowi pasti menyetujui. Sayangnya, tidak untuk saat ini.

“Waktu kita rapat kabinet di Borobudur Presiden Jokowi senang banget setuju. Ada notulen kabinetnya. Jokowi ternyata begini, kalau orang sekitarnya nggak neko-neko bekerja hanya untuk rakyat, dia juga setuju. Tapi hari ini kan banyak yang ngaco-ngaco di sekitarnya yang punya kepentingan. Sayangnya ketika saya tidak jadi Menko, tidak lagi dilanjutkan rencana itu,” sesal Rizal Ramli.

Rizal Ramli juga menjelaskan, dirinya pernah meminta tanah kepada Menteri Kehutanan, Siti Nurbaya, seluas 500 hektare atau 5 juta meter persegi di pinggir Danau Toba, Sumatera Utara untuk Ecotourism bagi rakyat. Tujuannya ialah untuk mengembangkan pariwisata Ecotourism Danau Toba. Sayangnya, sebagian tanah untuk rakyat itu oleh LBP diberikan kepada Apeng

“Tujuannya itu untuk dikembangkan menjadi ecotourisme untuk rakyat. Ternyata saya bingung sama teman saya Pak Luhut Pandjaitan, sebagian malah dikasih sama temennya si Apeng. Tujuannya pengembangan itu harusnya buat rakyat, bukan buat Apeng yang sudah kaya raya, pengusaha Medan yang sudah kaya raya,” tandasnya. ***