Sunday, 26 April 2026
Home Blog Page 6801

Hadiri Brand Masing-masing, Blackpink Datang ke “Paris Fashion Week”

0

Bogordaily.net – Telah dikonfirmasi bahwa anggota Blackpink (Lisa, Jennie, Jisoo, dan Rose) akan berangkat ke Paris, Prancis, untuk menghadiri Paris Fashion Week (PFW) Musim Semi/Musim Panas 2022 pada pukul 13.20 pada tanggal 25 September.

Namun, karena beberapa perubahan dalam jadwal Jennie, belum ada konfirmasi bahwa dia akan pergi ke negara tersebut bersamaan dengan anggota lainnya.

Paris Fashion Week Musim Semi/Musim Panas 2022, yang akan diadakan di Paris, Prancis dari tanggal 27 hingga 5 bulan depan, adalah peragaan busana paling bergengsi dan berpengaruh di dunia dan diadakan dua kali setahun.

Paris Fashion Week, yang telah dihadiri oleh idol k-pop setiap tahun, dianggap sebagai acara fashion paling bergengsi dan terkemuka di antara empat peragaan busana teratas dunia.

Blackpink sendiri saat ini adalah grup idol wanita terpanas di dunia. Setiap anggota adalah duta global untuk merek mewah terkemuka di dunia.

Jisoo dipilih oleh Dior, Lisa oleh Celine, Rose oleh Saint Laurent, dan Jennie oleh Chanel. Ini semua adalah duta global, bukan duta besar di setiap negara atau wilayah, yang mewakili brand di seluruh dunia.

Setiap anggota Blackpink diharapkan untuk menghadiri setiap jadwal brand di mana mereka aktif sebagai duta.

Koleksi Dior dijadwalkan pukul 14.30 pada tanggal 28 dan koleksi Saint Laurent untuk jam 8 malam di hari yang sama. Koleksi Chanel dijadwalkan pada 10.30 pada tanggal 5 Oktober, hari terakhir acara. Sebagian besar koleksi disiarkan langsung atau direkam karena pandemi Covid-19.

Pejabat fashion dan hiburan sangat memperhatikan pergerakan bintang K-pop ke Paris Fashion Week, yang dipimpin oleh Blackpink.

Secara khusus, perhatian publik diharapkan diberikan pada jadwal apa Jennie akan bekerja dengan G-Dragon, anggota BIGBANG, yang bekerja sebagai Duta Global Chanel yang sama.***

Jangan Lupa Aplikasi PeduliLindungi, Jika Ingin Nikmati Festival Kuliner

0

Bogordaily.net – Saat ini penggunaan aplikasi Peduli Lindungi makin diperluas ke seluruh sektor seperti di hotel, restoran, kafe, mal, juga festival kuliner.

Pelaksana tugas (Plt) Kepala Dinas Pariwisata dan Ekonomi Kreatif DKI Jakarta, Gumilar Ekalaya mengatakan, pihaknya terus mendorong penggunaan aplikasi PeduliLindungi kepada para pelaku usaha seperti rumah makan, restoran, kafe, dan mal.

“Setiap tamu dan karyawan wajib memindai barcode melalui aplikasi PeduliLindungi sebagai salah satu syarat untuk makan maupun masuk kerja di restoran, rumah makan, dan kafe. Bagi yang belum memiliki barcode PeduliLindungi, dapat mendaftarkan diri,” ujarnya belum lama ini.

Seiring dengan pembukaan aktivitas di pusat perbelanjaan, termasuk mal, rupanya Hublife juga menggelar festival kuliner di area Food MRKT.

Festival kuliner yang mengusung tema Local Heroes itu digelar mulai 1 September hingga 3 Oktober 2021.

Nazira C Noer, Deputy GM Business Development & Casual Leasing ASRI mengatakan, festival kuliner memang menyediakan ruang untuk UMKM kuliner lokal untuk berkreasi berbagai jenis makanan lezat di tengah pandemi.

“Namun kami juga mengajak pengunjung untuk tetap ke mal maupun ke acara festival dengan aman dan nyaman, yakni dengan mengikuti peraturan pemerintah, yaitu wajib menunjukkan sertifikat vaksin melalui aplikasi PeduliLindungi dan pembatasan pengunjung sebesar 50 persen,” ujarnya.

“Kami juga membuat sentra vaksin mini untuk warga,” ujarnya.

Selain menikmati berbagai kuliner favorit, pengunjung bisa menikmati berbagai aktivitas lainnya seperti menikmati demo masak, mencicipi makanan.***

Polri Akan Evaluasi Sistem Pengamanan Rutan

0

Bogordaily.net – Polri akan melakukan evaluasi sistem pengamanan di Rumah Tahanan (Rutan) seluruh kantor polisi yang ada di Indonesia.

Hal ini terkait dengan adanya kasus dugaan penganiayaan Muhammad Kece oleh Irjen Napoleon Bonaparte di balik jeruji beis.

Karo Penmas Divisi Humas Polri Brigjen Rusdi Hartono menjelaskan bahwa pihakya berusaha untuk menyelesaikan permasalahan tahanan tersebut secara menyeluruh.

“Polri ingin menyelesaikan secara komperhensif permasalahan-permasalahan penganiayaan antar sesama penghuni Rutan itu tidak boleh terjadi lagi. Tidak hanya di Rutan Bareskrim tapi seluruh Rutan yang ada di Kepolisian, di Polda, di Polres, Polres,” kata Rusdi di Gedung Bareskrim Polri, Jakarta Selatan, Kamis (23 September 2021).

Menurut Rusdi, Korps Bhayangkara akan memaksimalkan pengamanan di Rutan, sehingga kejadian serupa tak terulang lagi.

Selain itu, Rusdi juga mengatakan bahwa setiap Rutan dipastikan harus dapat menjamin hak-hak dari para tahanan yang mendekam.

Dalam hal ini, kata dia, termasuk hak para tahanan untuk mendapat keamanan juga harus dijaga.

“Polri akan lebih berhati-hati lagi dalam bagaimana menangani pihak-pihak yang sedang mendapatkan pemeriksaan di kepolsiian, dalam hal ini sebagai tahanan,” ujar Rusdi.

Tersangka kasus dugaan UU ITE dan penodaan agama Muhamad Kosman alias Muhammad Kece diduga dianiaya oleh eks Kadiv Hubinter Polri Irjen Napoleon Bonaparte.

Dalam hal ini, Kece telah melakukan pelaporan terhadap penganiayaan tersebut.

Laporan itu teregister dengan Nomor 0510/VIII/2021/Bareskrim pada 26 Agustus 2021.

Belakangan, Kece diketahui tak hanya dianiaya secara lewat pukulan. Namun, ia juga dilumuri oleh kotoran manusia.

Napoleon tak sendiri, ia diduga dibantu oleh tiga orang saat menganiaya Kece. Salah satunya adalah eks anggota FPI Maman Suryadi.***

Nadiem Makarim: 94 Ribu Guru Honorer Segera Diangkat Jadi PPPK

0

Bogordaily.net – Menteri Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi (Mendikbudristek) Nadiem Makarim mengatakan, hampir 100 ribu guru honorer akan segera diangkat menjadi guru Pegawai Pemerintah dengan Perjanjian Kerja (PPPK).

Jumlah tersebut merupakan 29 persen dari 326.476 formasi yang sudah diisi oleh pelamar.

“Berarti sekitar 94 ribu guru honorer dari seluruh Indonesia akan segera diangkat menjadi guru PPPK,” ujar Nadiem dalam rapat kerja dengan Komisi X DPR, Kamis (23 September 2021).

Jumlah guru honorer yang akan diangkat PPPK disebut Nadiem akan terus bertambah.

Sebab, 94 ribu yang akan segera diangkat barulah 29 persen dari total formasi yang dilamar.

“Lebih banyak lagi akan diangkat setelah ujian seleksi kedua dan ketiga,” ujarnya.

Bagi guru honorer yang tak lolos tahap pertama, disebut Nadiem dapat mengikuti seleksi tahap kedua dan ketiga.

Di mana seleksi tahap pertama akan digelar pada Oktober, sedangkan seleksi tahap ketiga akan digelar pada Desember mendatang.

“Ini menunjukkan komitmen pemerintah untuk serius dalam merekrut guru PPPK dan juga diimbangi dengan jaminan kualitas berdasarkan ujian seleksi,” ujar Nadiem.

Di samping itu, dia menjelaskan, semua guru honorer yang tak lolos tetap dapat mengikuti seleksi kembali pada 2022.

Lalu, guru honorer yang mengajar di daerah tanpa formasi juga dapat mendaftar di daerah lain.

“Guru yang melewati passing grade tahun ini, namun tidak mendapat formasi, dapat menggunakan nilai hasil tes tahun ini di tahun selanjutnya,” ujar Nadiem.***

Masih Bocah, Selca Tanaka Koki “Loud” Tuai Reaksi Negatif dari Penggemar K-Pop Asing

0

Bogordaily.net – Netizen Korea membahas selca trainee dari agensi PSY yang mendapat reaksi negatif dari penggemar K-Pop asing.

Tanaka Koki yang masih berada di bangku SD dan mengikuti “Loud” dari PNATION belum lama ini menjadi sorotan penggemar K-Pop asing. Hal tersebut karena Tanaka Koki yang dianggap masih terlalu kecil untuk mengikuti program survival idol.

Hal itu dimulai dari OP yang membuka topik diskusi mengenai hal ini di situs theqoo.

“Di luar negeri, persepsi mereka tentang pekerja anak lebih sensitif daripada kita. Faktanya, banyak bintang anak-anak telah dimanfaatkan dan dihancurkan oleh keserakahan orang dewasa,” ungkap netizen.

“Apa yang ingin dilakukan PSY dengannya? Apa yang sebenarnya dia lakukan dengan seorang anak?,” ucap netizen.

“Aku kaget saat pertama kali melihatnya.. Bagaimana mereka bisa mendebutkan seorang anak? Aku benar-benar tidak mengerti apa yang coba dilakukan PSY,” kaget netizen.***

Full Album Pertama “Crazy In Love”, ITZY Rilis Mv Title Track “Loco”

0

Bogordaily.net – Pukul 1 siang pada tanggal 24 September 2021, ITZY merilis full album pertama “Crazy In Love”. Album terdiri dari total 16 lagu, termasuk lagu utama “Loco”.

Lagu baru “Loco” adalah lagu yang mengungkapkan cinta intens Generasi Z dengan cara “ITZY”, dan diharapkan pesona seperti apa ITZY, yang telah menjadi mega hit untuk setiap lagu rilisnya, akan menarik penggemar kali ini.

ITZY muncul di <#OUT NOW> jam 12 Pm pada tanggal 24 (Jumat), satu jam lebih awal dari perilisan album, mengungkapkan perasaan mereka tentang perilisan full album pertama mereka, dan memperkenalkan unboxing album dan trek untuk berkomunikasi dengan penggemar.

Secara khusus, ITZY diperkirakan akan mengungkap penampilan pertama di dunia dari lagu barunya “Loco”, yang menarik perhatian besar dari penggemar K-POP global.

Pada saat yang sama, penggemar akan memiliki waktu untuk mengungkap cerita di balik layar pengerjaan album dan konsep individu dari kegiatan ini melalui pembicaraan TMI.

Acara spesial ini akan diisi dengan berbagai konten, seperti memperkenalkan point dance kepada para penggemar dan mengungkapkan janji mereka untuk memenangkan tempat pertama di acara musik.***

ITZY Rilis MV Title Track “Loco”. (Istimewa/Bogordaily.net)

Indonesia Terima Dua Juta Dosis Vaksin Dukungan Dari RRT dan Sinovac

0

Bogordaily.net – Sebanyak dua juta dosis vaksin dari Pemerintah Republik Rakyat Tiongkok (RRT) dan perusahaan Sinovac tiba di tanah air, melalui Bandar Udara (Bandara) Soekarno Hatta, Tangerang, Banten, Jumat (24/09/2021).

“Hari ini telah tiba satu juta dosis Vaksin Sinovac bantuan Pemerintah RRT. Hari ini juga tiba satu juta dosis Vaksin Sinovac bantuan perusahaan Vaksin Sinovac yang diberikan secara gratis,” ungkap Menteri Luar Negeri (Menlu) RI, Retno LP Marsudi dalam keterangan persnya secara virtual, menyambut kedatangan vaksin Covid-19 tahap ke-78, Jumat (24/09/2021) pagi.

Sebelumnya, Selasa (21/09/201), Indonesia juga telah menerima sebanyak 200 ribu dosis Vaksin Sinopharm dukungan dari Palang Merah RRT. Menlu RI menyampaikan apresiasi kepada semua pihak yang telah memberikan dukungan tersebut.

“Saya sampaikan terima kasih dan penghargaan atas dukungan vaksin yang diberikan, baik oleh Pemerintah RRT, perusahaan Sinovac, dan juga Red Cross Society of China,” ucapnya.

Dengan kedatangan-kedatangan vaksin ini, ujar Retno, jumlah vaksin yang telah tiba di tanah air adalah sebanyak 273,6 juta, baik dalam bentuk vaksin jadi maupun bahan baku.

Menutup keterangan persnya, Menlu kembali menekankan bahwa solidaritas antarnegara merupakan kunci untuk mengakhiri pandemi global.

“Kerja sama adalah kunci. Mesin diplomasi kita terus bekerja menjalin kerja sama dalam berbagai bentuk agar kebutuhan vaksin kita tercukupi,” pungkasnya.

Pada kesempatan yang sama, Duta Besar RRT untuk Indonesia Xiao Qian mengatakan bahwa dukungan kali ini merupakan tambahan dukungan penanganan pandemi dari Pemerintah RRT, menyusul donasi 120 ventilator, 400 generator oksigen, dan alat-alat kesehatan lainnya yang telah diberikan pada Agustus yang lalu.

“Hingga saat ini, Sinovac dan Sinopharm telah mengirimkan 215 juta dosis vaksin ke Indonesia. Terhitung hampir 20 persen dari semua vaksin yang diekspor oleh Cina dalam periode waktu yang sama, dan lebih dari 80 persen dari total vaksin yang diperoleh Indonesia,” ucap Dubes RRT.

Xiao Qian menyampaikan bahwa sejak awal pandemi, Cina dan Indonesia telah saling mendukung upaya penanganan pandemi Covid-19 di masing-masing negara.

“Di bawah kepemimpinan yang kuat dari Presiden Joko Widodo dan upaya seluruh rakyat Indonesia, Cina percaya Indonesia akan mampu menangani pandemi dalam waktu dekat dan memulihkan pertumbuhan sosial ekonomi secepatnya. Cina akan terus berupaya mendukung Indonesia dan upayanya dalam menangani pandemi,” tandasnya.***

Pergi ke Sekolah, Tiga Bocah SD Nekat Naik Kotak Styrofoam Lewati Sungai

0

Bogordaily.net – Ketiga bocah ini benar-benar berani, tidak pedulikan bahaya mengancam mereka nekat menyebrangi sungai dengan hanya menaiki kotak styrofom.

Itu terlihat dalam video berdurasi 1 menit 59 detik, dimana tiga orang anak memakai seragam sekolah dasar menaiki kotak styrofoam untuk menyeberangi sungai viral di dunia maya.

Tampak dalam video, tiga anak yang diketahui duduk di kelas 3 sekolah dasar mendayung menggunakan serpihan styrofoam untuk menyeberangi sungai dikarenakan tidak adanya akses jembatan.

Pria yang merekam video tersebut berkata, “nanti kita akan masukan youtube, anak-anak pulang sekolah,” terangnya.

Saat menyeberangi sungai, ketiga anak tersebut nampak sudah biasa menggunakan kotak styrofoam. Karena terbiasa tidak ada rasa takut dimuka ketiga anak tersebut.(Ibnu)

Menteri PANRB: WFO Diprioritaskan Bagi Pegawai ASN yang Telah Divaksin

0

Bogordaily.net – Kementerian Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi (PANRB) kembali mengeluarkan pengaturan sistem kerja bagi pegawai aparatur sipil negara (ASN) di masa pemberlakuan pembatasan kegiatan masyarakat (PPKM).

Kali ini, pelaksanaan tugas kedinasan di kantor atau work from office (WFO) diprioritaskan bagi pegawai ASN yang telah memperoleh vaksin Covid-19, baik di yang berada di dalam maupun luar wilayah Jawa dan Bali.

“Dua puluh lima persen WFO diprioritaskan bagi pegawai yang telah divaksinasi (untuk pegawai ASN yang berada di sektor non-esensial di wilayah luar Jawa dan Bali dengan PPKM Level 4 dan 3),” ujar Menteri PANRB Tjahjo Kumolo, sebagai tertuang di dalam lampiran pada Surat Edaran (SE) Menteri PANRB Nomor 23 Tahun 2021 tentang Penyesuaian Sistem Kerja Pegawai ASN Selama PPKM pada Masa Pandemi Corona Virus Disease 2019.

Bagi instansi di wilayah luar Jawa dan Bali yang berada di sektor non-esensial pada PPKM Level 2 dan 1, diberlakukan WFO 50 persen pegawai jika daerahnya berada di zona hijau dan kuning.

Sedangkan bagi instansi yang daerahnya berada di zona oranye dan merah, diberlakukan WFO 25 persen. Untuk instansi pemerintah di sektor esensial pada PPKM Level 4 di luar wilayah Jawa dan Bali, WFO maksimal dilakukan oleh 50 persen pegawai.

Jika berada di PPKM Level 3, WFO dapat dilakukan dengan maksimal 100 persen. Tentu dengan memperhatikan bahwa WFO tersebut diprioritaskan bagi pegawai yang telah divaksin Covid-19.

Sedangkan untuk instansi di sektor kritikal, WFO diberlakukan maksimal 100 persen. Sementara itu, pada instansi pemerintah non-esensial yang ada di wilayah Jawa dan Bali dengan PPKM Level 4, diberlakukan work from home (WFH) secara penuh.

Jika berada di Level 3, WFO dilakukan kepada 25 persen pegawai. Sedangkan jika berada di Level 2, WFO diberlakukan kepada 50 persen pegawai. Bagi instansi pemerintah di sektor esensial yang ada di PPKM Level 4 dan 3 dalam wilayah Jawa dan Bali, WFO dilakukan maksimal oleh 50 persen pegawai.

Sedangkan pada PPKM Level 2, WFO dilakukan maksimal oleh 75 persen pegawai. Perlu diperhatikan bahwa di sektor esensial dan non-esensial, pegawai yang WFO adalah yang telah divaksin Covid-19.

Sementara bagi instansi pemerintah di sektor kritikal, diberlakukan WFO dengan maksimal 100 persen bagi setiap level PPKM yang dihadapi. Sebagaimana diketahui, pemerintah telah membagi layanan pemerintahan menjadi tiga bagian, yakni sektor non-esensial, sektor esensial, dan sektor kritikal.

Sementara level PPKM terdiri dari Level 1 hingga Level 4. Penetapan mengenai level wilayah PPKM dan sektor-sektor tersebut berpedoman pada Instruksi Menteri Dalam Negeri (Inmendagri) mengenai PPKM.

Tjahjo menegskan, pelaksanaan WFO dilakukan dengan penerapan protokol kesehatan yang lebih ketat sebagaimana yang tertera dalam SE Menteri PANRB Nomor 17 dan 21 Tahun 2021.

Pejabat Pembina Kepegawaian (PPK) harus memastikan pegawai ASN di lingkungannya telah mendapatkan vaksinasi Covid-19, mengunduh dan menggunakan aplikasi PeduliLindungi sebagai sarana pemantauan jumlah pegawai dan pengunjung dalam kantor, serta disiplin menerapkan protokol kesehatan. SE yang ditandatangani pada 22 September 2021 ini, berlaku sampai dengan berakhirnya kebijakan PPKM pada masa pandemi Covid-19.

“Pada saat SE ini mulai berlaku, SE Menteri PANRB Nomor 19/2021 tentang Penyesuaian Sistem Kerja Pegawai ASN Selama PPKM Pada Masa Pandemi Covid-19, dicabut dan dinyatakan tidak berlaku,” pungkas Tjahjo dalam SE tersebut.***

KemenkopUKM Siap Dampingi UMKM Desa Bakung Kidul Cirebon Go Internasional

0

Bogordaily.net – Kementerian Koperasi dan UKM (KemenkopUKM) memberikan perhatian yang lebih bagi produk-produk UMKM di berbagai wilayah di Indonesia yang memiliki potensi untuk ekspor. Salah satu produk unggulan UMKM yang dinilai memiliki nilai jual tinggi dan potensial dikembangkan untuk pasar ekspor adalah produk UMKM dari desa Bakung Kidul, Jamblang, Cirebon. Produk-produk unggulan UMKM dari wilayah ini adalah produk rotan, jangkrik dan Tape Bakung.

Sekretaris Kementerian Koperasi dan UKM, Arif Rahman Hakim, mengatakan bahwa Cirebon memang sejak dulu dikenal sebagai penghasil produk rotan berkualitas. Sekitar 80 persen produk rotan yang dieskpor berasal dari Cirebon dimana Desa Bakung Kidul menjadi salah satu desa penyuplai produk rotan. Arif menyatakan pihaknya siap mengadvokasi hasil kerajinan rotan dari Cirebon agar pangsa pasarnya semakin besar terutama untuk pasar ekspor.

“Pasar untuk industri olahan rotan memang luar biasa, nanti kita bisa hubungkan dengan ekosistem yang saat ini sudah kita bangun melalui Smesco. Mudah-mudahan dengan sinergi bersama bisa mendukung pengembangan UMKM di sini,” kata Arif Rahman Hakim saat melakukan kunjungan kerja ke Desa Bakung Kidul, Kecamatan Jamblang Cirebon, Jumat 24 September 2021.

Dia juga berharap agar produsen rotan dari wilayah ini dapat mendaftarkan diri di Aplikasi Bela Pengadaan Lembaga Kebijakan Pengadaan Barang Jasa Pemerintah (LKPP). Dengan teregistrasi dalam aplikasi ini, kesempatan UMKM untuk memasarkan produknya untuk memenuhi kebutuhan belanja pemerintah. Di saat yang sama saat ini juga telah tersedia Pasar Digital (PaDi) untuk UMKM yang digagas oleh Kementerian BUMN. Melalui PaDi ini UMKM juga bisa menawarkan produk-produknya kepada BUMN .

“Jadi kan pemerintah dan BUMN punya kewajiban membeli produk UMKM melalui laman LKPP dan PaDi, jadi saya harap bapak – ibu bisa masuk ke situ agar bisa memperluas pemasaran. Mudah – mudahan ini bisa dimanfaatkan. Untuk perluasan pemasaran khusus untuk ekspor kita bisa fasilitasi lewat Smesco agar ada pendampingan,” papar Arif.

Arif Rahman Hakim juga mengapresiasi inovasi usaha yang dilakukan oleh kelompok UMKM di desa Bakung Kidul tersebut lantaran dapat membaca peluang usaha dengan sangat baik yaitu dengan membuat usaha budidaya jangkrik. Diketahui jangkrik menjadi salah satu komoditas unggulan yang memiliki demand yang sangat tinggi. Namun jumlah produsen secara nasional sangat terbatas. Akibatnya permintaan yang tinggi tersebut kerap tidak sebanding dengan pasokan yang ada.

Menurutnya inisiasi dari Kuwu Desa Bakung Kidul dengan budidaya jangkrik dan menjadikan sebagai bahan pangan olahan akan membuka kesempatan bagi UMKM di wilayahnya tumbuh lebih agresif. Terlebih dari sisi permintaan jangkrik hidup untuk pakan ikan hias, burung dan lainnya di Jawa saja sangat tinggi.

Dari dua jenis bisnis UMKM yang banyak dikembangkan di Desa tersebut, Arif Rahman Hakim menegaskan bahwa pihaknya komitmen untuk terus melakukan pendampingan usaha agar dari Desa tersebut muncul UMKM Champion yang bisa menembus pasar ekspor. Dukungan lain yang bisa diberikan oleh KemenkopUKM pada UMKM di wilayah ini adalah dari sisi pendanaan untuk penambahan modal kerja. Untuk itu dia berharap agar UMKM-UMKM di desa Bakung Kidul dapat terkonsolidasi dalam satu wadah koperasi agar Kementerian UMKM bisa membantu dari sisi permodalan.

“Kami punya lembaga namanya LPDB (Lembaga Pengelola Dana Bergulir) untuk membiayai UMKM dengan biaya yang sangat murah yaitu 3 persen. Namun syaratnya bisa akses ke lembaga ini harus dalam wadah koperasi. Sebagai UMKM bapak-ibu perlu membentuk satu organisasi berbentuk koperasi agar bisa akses pembiayaan, agar usaha kita bisa semakin berkembang,” pungkasnya.

Sementara itu Kuwu Desa Bakung Kidul, Bambang Setiawan, mengatakan bahwa memang UMKM yang memproduksi rotan di wilayahnya beberapa sudah berhasil menembus pasar ekspor. Namun belakangan permintaan sedikit mengalami penurunan akibat pandemi Covid-19. Sebelum pandemi rata-rata pasokan produk ekspor rotan dari Cirebon mencapai 1.500 kontainer dan diantaranya adalah produk olahan rotan dari wilayahnya.

Dia berharap pemerintah dapat membantu para UMKM rotan lebih mudah mendapatkan bahan baku serta dukungan pembiayaan untuk tambahan modal kerja. Diakui hingga kini bahan baku menjadi salah satu masalah yang sepenuhnya aman. Sebab bahan baku rotan masih mengandalkan pasokan dari wilayah Kalimantan dan Sumatra sehingga biaya logistik cukup tinggi. Sementara pandemi yang berkepanjangan mengakibatkan modal usahanya tergerus.

“Kita ingin dibantu dari sisi penguatan SDM dan dari sisi permodalan untuk mengembangkan usaha kami. Selain itu juga perlu dukungan teknologi untuk memaksimalkan potensi yang ada di wilayah kami,” ucap Bambang.

Terkait dengan hasil budidaya jangkrik, diakuinya bahwa saat ini permintaan pasar ekspor sangat tinggi. Namun pihaknya tidak berani mengambil kesempatan tersebut lantaran keterbatasan produksi. Sementara untuk memenuhi kebutuhan dalam negeri saja masih sangat kurang. Di Jawa sendiri pangsa pasarnya mencapai Rp50 miliar dalam sebulan.

“Kalau kita terima tawaran ekspor itu, dipastikan itu akan habis dan kebutuhan untuk wilayah Jawa saja tidak bisa ditutupi. Jadi jangan sampai jangkrik saja kita harus impor apa jadinya nanti,” pungkasnya.

Sementara itu Camat Kecamatan Jamblang, Tarsidi membenarkan bahwa potensi di wilayahnya adalah Rotan dan jangkrik. Namun di masa pandemi permintaannya memang sempat mengalami penurunan. Menurutnya hasil budidaya jangkrik dari desa Bakung Kidul tersebut dapat juga diolah menjadi aneka pangan olahan dan produk suplemen kesehatan.

“Jangkrik dulu tidak dilirik namun berkat kreatifitas dari UMKM kita sekarang ini  sering kehabisan stok,” ulasnya.

Dia berharap pemerintah pusat melalui KemenkopUKM dapat membantu UMKM di wilayahnya bisa lebih inovatif dan daya saing produknya unggul. Diakui kemampuan pemerintah daerah sangat terbatas untuk mendampingi seluruh UMKM di Kecamatan Jamblang.

“Kedatangan pak Sesmen ini kami harap bisa melihat langsung potensi apa yang ada di desa Bakung kidul. Kami akui ketidakberdayaan pemerintah daerah untuk suport UMKM secara keseluruhan, kalau hanya sebatas diklat (pelatihan) bisa diatasi namun untuk hal permodalan kami jujur belum bisa,” pungkasnya.***