Sunday, 26 April 2026
Home Blog Page 6802

Baru 25 Persen, Lansia Banyak yang Khawatir Vaksinasi Covid-19

0

Bogordaily.net – Menteri Kesehatan Budi Gunadi Sadikin mengatakan capaian vaksinasi Covid-19 untuk kelompok orang lanjut usia (lansia) masih rendah.

Menurut Budi, capaian vaksinasi lansia baru seperempat dari jumlah lansia secara keseluruhan di Indonesia sebanyak 20-21 juta.

“Jumlah lansia di Indonesia 20-21 juta, sampai sekarang baru 25 persen yang divaksinasi,” ujar Budi saat mendampingi Wakil Presiden Maruf Amin saat mengunjungi sentra vaksinasi di Bentara Budaya Jakarta, Kamis (23 September 2021).

Budi mengatakan, beberapa kendala yang membuat capaian vaksinasi terhadap kelompok lansia ini masih rendah.

Pertama, kata Budi, masih banyaknya lansia yang khawatir terhadap keamanan dari vaksinasi Covid-19.

Padahal, kata Budi vaksinasi Covid-19 aman untuk lansia. Hal ini sudah dibuktikan dengan para lansia yang sudah lebih dahulu melakukan vaksinasi dan tidak memiliki dampak yang mengkhawatirkan.

“Kalau nggak percaya, lihat contohnya Pak Wapres, Pak Wapres orang yang paling senior di kabinet, sudah divaksinasi dan aman,” kata Budi.

Karena itu, Budi berharap sosialisasi keamanan vaksin Covid-19 untuk lansia terus digencarkan demi melindungi dari lansia sebagai salah satu kelompok yang rentan terhadap Covid-19.

“Jadi ini yang muda saya minta tolong, mohon diyakinkan para lansia, orang tua kita, nenek-kakek agar aman divaksinasi. Itu penting sekali karena banyak yang merasa nggak nyaman, takut kalau ada apa-apa,” kata Menkes.

Selain itu, kendala lainnya dari para lansia adalah sulitnya akses para lansia untuk ke lokasi vaksinasi.

Sebab, lansia harus didampingi orang lain untuk mendatangi dan mengantre di lokasi vaksinasi.

“Vaksinasi ini kan susah di bawa ke sini. Jadi mungkin teman-teman bisa bantu memikirkan gimana caranya, selain mengajak beliau. Kan harus ditemenin sama anaknya. Karena sulit bagi orang tua keluar untuk vaksinasi,” ujar Budi.

Budi menegaskan, pentingnya perlindungan lansia melalui vaksinasi karena persentase lansia yang meninggal karena Covid-19 di rumah sakit sebesar 12 persen.

“Kalau orang rata-rata yang masuk ke RS wafat 1,6-1,7 (persen), lansia yang masuk RS wafat itu di atas 12 persen. Jadi ini rekan-rekan yang harus dilindungi,” ungkapnya.***

Dandim 0606/Kota Bogor Beri 1,5 Ton Beras untuk Pondok Pesantren di Bojongkerta

0

Bogordaily.net – Dandim 0606/Kota Bogor, Kolonel Inf Roby Bulan, S.I.P melakukan kegiatan Rakor Vaksin Forkopimda di Mapolresta, lalu dilanjut pemberian penghargaaan kepada 15 Lurah yang sudah mencapai 100 persen vaksin.

Selanjutnya Dandim 0606/Kota Bogor Kolonel Inf Roby Bulan, melakukan peninjauan Kampung Tangguh di wilayah Cikaret, Bogor Barat dan bersilaturahmi ke 9 Pondok Pesantren termasuk (Bakom) Mamah Oha, Mamah Encep dan Mamah Holidi di wilayah Bojongkerta, Kota Bogor.

Tiba di Pondok Pesantren KH. Mama Oha (Bakom Pesantren Zahratul Muna) RT01/RW05, Kelurahan Bojongkerta, Kecamatan Bogor Selatan, Kota Bogor, Dandim 0606/Kota Bogor, Kolonel Inf Roby Bulan, menyaluran bantuan sosial dari Setpres RI secara simbolis sebanyak 1,5 ton paket beras, Jumat 24 September 2021.

Kolonel Inf Roby Bulan mengatakan, kegiatan hari ini bersilaturahmi ke tokoh-tokoh agama sekaligus memberikan bantuan sosial berupa beras 750 kg secara bertahap.

“Disini ada beberapa Pondok Pesantren dan kita melaksanakan sosialisasi tentang kegiatan vaksin, protokol kesehatan, masker di lingkungan pondok pesantren,” kata Dandim 0606/Kota Bogor, Kolonel Inf Roby Bulan.

Dirinya menambahkan, nanti pihaknya akan melaksanakan kegiatan vaksin di lokasi RT/RW dan di pondok-pondok pesantren. Supaya mempercepat herd immunity di lingkungan pondok pesantren.

“Kedepannya kita terus mengejar herd immunity sampai 100 persen. Baik dengan upaya terpusat maupun tersebar di titik-titik yang sudah disiapkan, lalu drivethue dan kegiatan vaksin secara door to door,” imbuhnya.

Selain itu, Dandim juga menyampaikan, bantuan beras ini akan continue, nanti pihaknya akan beri bantuan kepada pondok pesantren lainnya dan warga yang terdampak Covid-19 di seluruh wilayah Kota Bogor.

“Saat ini Kodim 0606 Kota Bogor sudah menyalurkan bantuan beras sebanyak 200 ton beras dari 250 ton beras. Kita masih ada stok 50 ton di Makodim. Ini lah yang kita berikan ke masyarakat,” ungkapnya.

Dalam kegiatan tersebut turut hadir Dandim 0606/Kota Bogor, Kolonel Inf Roby Bulan, Unit Intel Kodim 0606/Kota Bogor, Lettu Inf Sunari, H.Edi, Direktur PT Bui (Bumame Utama Indonesia), Dedi Bunyamin dan Babinsa, Ujang. ***

 

(Ibnu)

Cegah Kanker Usus Besar Bersama Bogor Senior Hospital

0

Bogordaily.net – Cegah dan kenali tanda-tanda kanker usus besar bersama dr David Widjaja dari Bogor Senior Hospital (BSH).

Biasanya tes deteksi kanker usus besar yang dimulai dari umur 45 tahun, dapat memperpanjang umur karena mencegah kematian usia muda akibat kanker tersebut.

“Lalu orang berusia 76-85 tahun yang belum pernah menjalani tes deteksi kanker usus besar bisa mendapatkan keuntungan bila menjalaninya,” ucapnya.

Kemudian akan diberikan Aspirin dosis kecil (80-100 mg/hari) untuk mencegah kanker usus besar bila pasien berusia 50-59 tahun.

“Resiko penyakit jantung dalam 10 tahun lebih besar dari 10% kalkulator. Untuk menghitung resiko penyakit jantung dapat dilakukan dengan menklik di link https://www.cvriskcalculator.com/,” ujar dr David.

Dipastikan juga tidak ada peningkatan resiko pendarahan (tukak lambung atau penggunaan obat pengencer darah lainnya).

“Selain itu, harapan hidup lebih dari 10 tahun, dan bersedia mengkonsumsi Aspirin selama 10 tahun,” ujarnya.

Berdasarkan pada data yang ada pada saat ini, derajat keuntungan tes deteksi tersebut substansial untuk orang berumur 50-75 tahun, sedang atau menengah untuk orang berumur 45-49 tahun.

“Adapun, yang renda untuk orang berumur 76-85 tahun yanh sudah pernah menjalani tes deteksi sebelumnya. Namun orang dengan golongan umur ini bisa mendapatkan keuntungan bila belum pernah menjadi tes deteksi sebelumnya,” jelasnya.

Resiko tinggi untuk menderita kanker usus besar biasanya dimiliki oleh orang-orang yang memiliki keluarga inti (First Degree Family, Ayah, Ibu, Kakak, Adik) yang menderita kanker ini atau polip adenoma derajat signifikan.

Terakhir, penderita penyakit inflamasi usus kronis (kolitis ulseratif atau penyakit Crohn’s). Adv

Taliban Ingin Menjelin Persahabatan dengan Dunia Internasional

0

Bogordaily.net – Pandangan masyarakat dunia, kalau Afghanistan di bawah Taliban akan jadi negara yang tertutup dan ekslusif, ternyata tidak benar, buktinya pasca berkuasa, kini Taliban tengah berupaya untuk menjalin hubungan persahabatan dengan dunia internasional, termasuk terhadap negara-negara tetangga.

“Emirat Islam ingin menjalin hubungan bersahabat dengan komunitas internasional dan hidup berdampingan dengan semua negara termasuk negara-negara tetangga. Ini adalah pesan kami,” kata Plt Menteri Luar Negeri (Menlu) Afghanistan Amir Khan Muttaqi saat berpidato dalam seremoni pengenalan Plt Menteri Perdagangan dan Perindustrian pada Kamis 23 Septembar waktu setempat.

Mutaqqi memastikan kepada dunia, kalau Afghanistan tidak akan digunakan Taliban untuk melawan negara mana pun. Dan pemerintah baru tidak akan izinkan siapa pun menggunakan tanah Afghantistan untuk melawan siapa pun.

“Afghanistan yang damai dan stabil menjadi keuntungan negara-negara tetangga, kawasan dan dunia pada umumnya,” cetusnya.

Ia menegaskan, memberikan tekanan terhadap Afghanistan tidak akan menguntungkan siapa pun. Untuk itu dia menyerukan kepada warga Afghanistan untuk bersatu dan membangun kembali negara, termasuk perekonomian, dengan niat baik, persaudaraan dan persatuan.

Setelah mengambil alih kekuasaan atas Afghanistan pada 15 Agustus lalu, Taliban mengumumkan pembentukan pemerintahan sementara pada 7 September lalu.

Berbicara dalam kesempatan yang sama, Plt Menteri Perdagangan dan Perindustrian, Nurudin Azizi, berjanji untuk mengerahkan seluruh upaya dalam meningkatkan hubungan perdagangan dengan negara-negara lain dan menstabilkan perekonomian.

“Dalam konsultasi dan kerja sama dengan entitas terkait, pakar-pakar ekonomi dan para pengusaha akan melakukan yang terbaik untuk menstabilkan perekonomian negara, mengentaskan kemiskinan dan membangun Afghanistan yang mandiri,” ucapnya.***

 

Bersama Warga Bojong Koneng Rizal Ramli Hadapi Agresi PT Sentul City

0

Bogordaily.net – Dalam peringatan Hari Tani Nasional DR. Rizal Ramli menyampaikan pidato kepada warga Desa Bojong Koneng, yang tengah berjuang mempertahankan tanah mereka yang hendak di gusur PT Sentul City.

DR. Rizal Ramli mengatakan konflik tanah sering menjadi penyebab gesekan sosial yang berujung kekerasan terhadap rakyat, serta menimbulkan pelanggaran Hak Asasi Manusi (HAM).

“Mari kita mulai dengan memperbaiki cara agar progres bisa terukur dan juga kita harus bertekad untuk persoalan pertanahan, konflik agraria secara Nasional harus turun” Kata Dr. Rizal Ramli dalam pidatonya Jumat 24 September 2021.

Tanah Rakyat
DR Rizal Ramli usai menyampaikan pidato Peringatan Hari Tani Nasional Villa Bukit Sentul, Bojong Koneng, Bogor, Jawa Barat Jumat, 24 September 2021.

Selai itu Dr. Rizal Ramli juga meminta kepada Kementerian Agraria dan Tata Ruang serta Badan Pertanahan Nasional (BPN) untuk lebih Memaklumatkan Moratorium Nasional penggusuran rakyat dari tanah yang dikelolanya.

“Menteri Agraria dan Tata Ruang serta BPN harus mengevaluasi, memeriksa bahkan mengaudit terhadap izin penggunaan tanah mulai dari SIPPT, HGU, HGB dan lain-lain” tambahnya

Bahkan dalam pidatonya Dr. Rizal Ramli sangat percaya dengan tekad serta semangat yang kuat bersama warga Desa Bojong Koneng untuk menyelesaikan konflik pertanahan yang terjadi dengan PT. Sentul City.

“Saya minta kepada kawan-kawan di Jaringan Aktivis Gerakan Pro Demokrasi serta para tokoh pergerakan Pembela Demokrasi untuk membuat surat resmi kepada Menteri Agraria dan Tata Ruang serta BPN agar konflik tanah bisa segera diselesaikan” pungkasnya.***

 

(Irvan)

Perjuangan Mengembalikan Tanah Kepada Rakyat

0

Bogordaily.net – Baru bulan lalu, tepatnya pada tanggal 17 Agustus, kita memperingati Hari Proklamasi Kemerdekaan Republik Indonesia yang ke-76. Dalam setiap memperingati Hari Kemerdekaan ada hal yang menarik, tepatnya ironi, karena pada saat yang bersamaan, bahkan saya rasakan sejak aktif dalam gerakan mahasiswa di ITB pertengahan tahun 70-an, pada hari kemerdekaan itu muncul pertanyaan sinis: Apakah kita sudah merdeka?

Makin ke sini, pertanyaan “Apakah kita sudah merdeka?” bukannya hilang, bahkan makin nyaring dan menggema di hati kebanyakan rakyat Indonesia.

Sebetulnya, kalau dilihat dari produk politik yang dilahirkan pemerintahan RI, terutama Undang-undang No 5 Tahun 1960 tentag Peraturan Dasar Pokok-Pokok Agraria (UUPA), bangsa ini sudah sangat merdeka.

Sebab inilah undang-undang yang benar-benar berpihak kepada rakyat. Inilah undang-undang yang secara revolusioner mengubah 180 derajat peraturan kepemilikan tanah dari versi penjajah Belanda yang memberikan keleluasaan kepada penjajah memiliki dan menguasai tanah sesuka-suka mereka.

Pada intinya, UUPA yang lazim disebut UU Reforma Agraria ini filosofinya “mengembalikan tanah kepada pemilik aslinya, kepada rakyat Indonesia!”

Karena pada dasarnya mayoritas rakyat Indonesia ini petani, maka tidak salah jika tiga (3) tahun kemudian Presiden Sukarno menetapkan tanggal disahkannya UUPA 24 September (1960) sebagai hari dikembalikannya hak (ekonomi) atas tanah kepada petani, yang kita kenal sebagai Hari Tani Nasional.

Saudara-saudara sebangsa dan seTanahair

Kita berkumpul di sini hari ini, untuk memperingati Hari Tani Nasional itu. Hari Tani Nasional yang ke-58 kalau dihitung sejak ditetapkan oleh Presiden Sukarno.

Akan tetap uniknya, atau tepatnya ironisnya, sebagaimana saat ketika kita memperingati Hari Tani Nasional pada tahun-tahun sebelumnya, alih-alih tanah sudah kembali menjadi milik petani, justru yang mengemuka pada setiap memperingati Hari Tani Nasional, yang diungkap teman-teman pejuang hak-hak masyarakat sipil, khususnya hak-hak para petani, justru angka konflik tanah yang terus membengkak, jumlah konflik agraria yang kian sulit menemukan titik penyelesaiannya.

Padahal pada 1960 itu, para pendiri bangsa segera membuat  UUPA begitu situasi politik relatif stabil, karena pasca gejolak politik yang tiada henti hingga muncul Dekrit 5 Juli 1959, pemerintahan waktu itu ingin agar rakyat, khususnya petani, benar-benar merasakan hidup di negeri yang merdeka. Karena pemerintah tidak ingin ada konflik soal tanah muncul ke permukaan.

Para pendiri bangsa sangat paham bila muncul konflik soal tanah akan menimbulkan keguncangan politik yang sulit diprediksi dan sulit dikendalikan.

Para pendiri bangsa sangat paham, perang besar berkepanjangan yang merugikan pemerintahan penjajahan Belanda terjadi gara-gara, atau dipicu oleh konflik soal tanah. Itulah Perang Diponegoro di Jawa (1825-1630) dan Perang Padri di Sumatera Barat (1803–1838).

Soal dua perang besar ini, saudara bisa mencari tahu kisah lengkapnya di internet. Tinggal googling saja.

Saudara-saudara sebangsa dan seTanahair,
khususnya kaum Tani dan kaum Buruh

Saya sangat memahami, karena terus mengikuti persoalan soal tanah. Bahwa yang paling banyak terdampak persoalan tanah adalah para petani dan kaum buruh. Ada yang semula petani, lalu sawahnya digusur, kemudian menjadi buruh, dan kesulitan memperoleh perumahan, bahkan yang paling sederhana sekalipun.

Itulah sebabnya, ujung dari persoalan tanah kemudian menjadi persoalan Hak Asasi Manusia, menjadi pelanggaran HAM.

Pendapat ini dikonfirmasi oleh Kantor Komisi Tinggi PBB untuk Hak Asasi Manusia/Office of the United Nations High Commissioner for Human Rights (OHCHR) yang menyatakan bahwa akses untuk menggunakan dan mengendalikan tanah berdampak secara langsung pada pemenuhan hak asasi manusia.

Sengketa tanah juga sering menjadi penyebab terjadinya konflik sosial, benturan horisontal, dan kekerasan terhadap rakyat yang berujung pelanggaran HAM.

Apa yang menjadi kekhawatiran Kantor Komisi Tinggi PBB untuk HAM memang terjadi di Indonesia. Menurut catatan Konsorsium Pembaruan Agraria (KPA), pada 2019 terjadi 279 Konflik Agraria, melibatkan tanah seluas 734.239 hektar dan berdampak pada 109.042 Kepala Keluarga.

Kemudian pada 2020 KPA mengungkapkan ada total 241 kasus Konflik Agraria. Terjadi di 359 daerah di Indonesia dengan korban terdampaknya 135.332 Kepala Keluarga (KK). Tertinggi terjadi pada sektor perkebunan (122 kasus).

Selama 5 tahun terakhir telah terjadi 2.047 konflik agraria di sektor perkebunan, kehutanan, pertambangan, pertanian, infrastruktur dan properti. Komnas HAM juga punya catatan tersendiri mengenai Konflik Agraria yang diadukan ke lembaga ini dan tak pernah menemukan penyelesaiannya.

Kenapa Konflik Agraria nyaris tak ada yang bisa diselesaikan secara proprosional, kecuali memberikan keuntungan kepada para pemilik modal? Intinya karena para pejabat kita, terutama yang terkait dengan soal tanah, yang memiliki otoritas di sektor tanah, mentalnya masih mental pejabat zaman penjajah. Jadi tidak kompatibel dengan UUPA produk zaman kemerdekaan.

Saudara-saudara sebangsa dan seTanahair

Kita harus bergerak maju. Kita harus memiliki perhitungan ke depan yang positif. Harus memiliki kemajuan untuk memperbaiki berbagai indikator kesejahteraan rakyat, memperbaiki catatan-catatan buruk bangsa ini di berbagai sektor.

Mari kita akhiri seremoni peringatan hari-hari bersejarah bangsa ini dengan ironinya sendiri-sendiri.

Mari kita mulai dengan memperbaiki cara memperingati Hari Tani Nasional ini dengan progres yang terukur. Kita harus bertekad agar tahun depan persoalan pertanahan, konflik-konflik agraria secara nasional harus turun.

Untuk itu, dari tempat yang bersejarah ini, saya meminta kepada Saudara Menteri Agraria dan Tata Ruang/Badan Pertanahan Nasional (ATR/BPN) untuk

1. Memaklumatkan Moratorium Nasional penggusuran rakyat dari tanah yang dikelolanya, baik di sektor perkebunan, kehutanan, pertambangan, pertanian, infrastruktur maupun properti.

2. Mengevaluasi, memeriksa dan mengaudit terhadap semua izin peruntukan penggunaan tanah baik itu SIPPT, HGU, HGB, dll yang telah diberikan, baik masa berlakukanya maupun cara mendapatkan izin-izin tersebut.

3. Mewajibkan semua pemilik SIPPT, HGU, HGB, dll untuk mengumumkan a) jenis dan nomer surat izin, b) luas wilayah yang diberikan izin, c) peta (denah) lokasi lahan yang diizinkan dikelola, dan memasangnya di atas plang (billboard) atau yang sejenisnya di tempat strategis agar diketahui masyarakat, khususnya penduduk/pengelola lahan yang menjadi obyek surat izin tersebut.

Dengan cara ini persoalan pertanahan menjadi lebih transparan, dan apabila masyarakat setuju dengan izin-izin tersebut bisa mempersiapkan diri secara lebih seksama, sehingga tidak menjadi korban mafia tanah atau persekongkolan jahat antara pemilik modal dan para preman atau penguasa yang menyalahgunakan kekuasaannya untuk membela para pemilik modal.

Setuju?

Kalau setuju, saya minta kepada Bung Iwan Sumule dan kawan-kawan di Jaringan Aktivis Gerakan Pro Demokrasi (ProDEM) serta para tokoh pergerakan pembela demokrasi, untuk membuat surat resmi kepada Menteri Agraria dan Tata Ruang/Badan Pertanahan Nasional (ATR/BPN).

Jangan lupa, tembusannya dikirim ke seluruh Kepala Daerah (Bupati, Walikota dan Gubernur) di seluruh Indonesia. Tembuskan juga kepada Panglima TNI dan Kapolri, agar diteruskan ke pejabat di bawahnya, Kodam, Kodim, Polda dan Polres di seluruh Indonesia.

Saya percaya, dengan tekad yang kuat, dan pengawalan yang serius dari seluruh rakyat Indonesia atas permintaan “Tiga Hal” di atas, 1. Moratorium penggusuran secara nasional, 2. Mengaudit semua jenis surat izin, dan 3. Transparansi penguasaan pengelolaan lahan, persoalan pertanahan di negeri ini, Konflik Agraria, tahun depan akan berkurang secara signifikan.

DR RIZAL RAMLI
Pidato Peringatan Hari Tani Nasional
Villa Bukit Sentul, Bojong Koneng, Bogor, Jawa Barat
Jumat, 24 September 2021, Pk 13.30 s/d Pk 14.30

Horee! Pemkab Bogor Terima 219 Bidang Aset dari BPN

0

Bogordaily.net – Kantor Agraria dan Tata Ruang Badan Pertanahan Nasional (ATR/BPN) menyerahkan 219 bidang aset kepada Pemerintah Kabupaten Bogor, Jumat 24 September 2021.

Bupati Bogor Ade Yasin mengungkapkan, 219 bidang aset terdiri dari 190 bidang aset pendidikan, rusunawa, jalan dan PSU, 13 aset desa dan 16 aset PLN.

“Aset yang diterima ini tentunya akan sangat membantu Pemkab Bogor mendorong percepatan ekonomi. Termasuk memberikan kepastian hukumnya,” kata Ade Yasin.

Menurutnya, nilai beberapa aset itu pun berbeda-beda. Untuk 190 aset yang diterima Dinas Perumahan Kawasan Pemukiman dan Pertanahan (DPKPP) nilainya mencapai Rp59 miliar. Sementara 13 bidang aset desa yang diterima Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa (DPMD) nilainya sebesar Rp7 miliar.

“Sinergitas antara Pemkab Bogor dengan BPN ini akan terus berlanjut untuk mengamankan semua aset bagi kepentingan banyak orang,” pungkasnya.***

Heboh! Siswa Sampai Pingsan Dengar Guru Ceramah Berjam-jam

0

Bogordaily.net – Seorang guru SMP Negeri 3 Dua Boccoe di Kabupaten Bone, Sulawesi Selatan (Sulsel), bernama Usman viral di media sosial (medsos).

Dia berceramah selama berjam-jam di kelas hingga membuat kebanyakan siswa lemas.

Peristiwa itu menjadi viral setelah diunggah oleh akun Facebook yang diduga milik orang tua salah satu murid.

Menurut akun tersebut, tindakan guru tersebut membuat para siswa kelaparan.

Peristiwa terjadi pada pekan lalu tanggal 16 September 2021. Dari informasi yang disampaikan bahwa para siswa berada di dalam kelas mendengerkan ceramah dari pukul 07.00 hingga 15.00.

“Semoga saja bisa sampe ke Telinga Kadis Pendidikan Kabupaten Bone, bahwa seorang guru mengurung muridnya dari jam 7 sampai jam 3 sore sehingga para murid kelaparan bahkan ada yang hampir pingsan, tanpa ada alasan yang jelas. Tepatnya SMP Mario,” tulis akun Facebook Eddha Sikki pada Jumat (17 September 2021).

Sekretaris Dinas Pendidikan Bone, Nursalam mengatakan Usman bukan mengurung siswanya.

Menurutnya, Usman hanya mengumpulkan para murid dan memberikan ceramah. Namun, ceramah yang disampaikan terlalu panjang.

“Bukan penyekapan, karena guru dan siswa itu sama-sama di dalam kelas. Guru itu mengaku ceramah,” kata Nursalam seperti dikutip dari umma, Jumat (24 September 2021).

Nursalam menjelaskan Usman saat itu masuk ke kelas VII saat para siswa hendak pulang sekitar pukul 11.00 WITA.

Kemudian Usman meminta para siswa di kelas VII, VIII dan IX untuk tetap di dalam kelas.

“Bukan jam tujuh, melainkan guru itu ceramah dari jam sebelas hingga jam tiga sore,” ujarnya.

Lebih lanjut, Nursalam menyebut beberapa orang tua murid yang cemas karena anaknya belum pulang.

Kemudian mendatangi sekolah dan mereka melihat anaknya masih di dalam kelas bersama Usman.

Namun, kata Nursalam, pintu kelas yang terkunci membuat orang tua siswa mengira anaknya disekap Usman.

“Kan istrinya guru itu kebetulan kerja di kantin sekolah. Dia sempat tegur guru agar murid dipulangkan. Tapi, guru ini malah marah dan membanting pintu,” katanya.

Menurutnya, para siswa akhirnya dipulangkan setelah mengeluh kelaparan hingga beberapa siswa pingsan karena sudah sangat kelelahan sekitar pukul 15.00 Wita.

“Mungkin murid ini kelelahan dan lapar. Bahkan ketakutan sehingga ada pingsan,” ujarnya.

Usman diduga memiliki riwayat penyakit kelainan kejiwaan. Guru tersebut merupakan pindahan dari Sulawesi Tengah pada tahun 2016 lalu.

Nursalam menjelaskan Usman dipindahkan ke Bone karena melakukan hal sama di sekolah lamanya.

Usman pun telah dipanggil pihak sekolah untuk menjelaskan persoalan itu.

“Guru yang bersangkutan memiliki gejala tidak normal. Jadi sebagian besar dari orang tua murid maklumi kejadian tersebut,” katanya.***

ProDem Turun Tangan Bantu Warga Desa Bojong Koneng Perangi Sentul City

0

Bogordaily.net – Ketua majelis jaringan aktivis pro Demokrasi (ProDem) Iwan Sumule, menyatakan siap berjuang bersama warga Desa Bojong Koneng, Kecamatan Babakanmadang, Kabupaten Bogor, akan memperjuangkan tanah rakyat yang dirampas PT. Sentul City.

Dengan tema “Tanah Untuk Rakyat” Iwan menjelaskan bahwa tanah rakyat yang dirampas harus dikembalikan, terlebih tanah tersebut sudah turun menurun dari karuhun warga Desa Bojong Koneng terdahulu, kepada anak cucu mereka yang sekarang masih hidup.

“Masyarakat di sini harus kita bantu agar tidak digusur dari tanahnya sendiri, untuk itu prodem hadir membela rakyat” Kata Ketua majelis jaringan aktivis pro Demokarasi Iwan kepada BogorDaily.net Jumat 24 September 2021

Menurut Iwan, kehadiran prodem di Desa Bojong Koneng disambut baik warga, dengan semangat yang tinggi dan berapi-api warga bersama prodem akan melawan sampai titik darah penghabisan untuk mempertahankan tanah yang akan dirampas oleh PT. Sentul City.

“Negara hadir menjamin tanah-tanah leluhur untuk tidak dirampas oleh para cukong, supaya warga tidak tergusur dari tanah kelahiran mereka sendiri” tambahnya iwan

Harapan kedepan, prodem ingin warga Desa Bojong Koneng tetap bersatu mempertahankan tanah mereka, jangan sampai ada pengkhianat hanya karena uang semangat untuk melawan ketidakadilan jadi redup.

“Tanah rakyat ini harus dikembalikan, jangan sampai dirampas, dan juga untuk warga harus tetap bersatu melawan para cukong-cukong” pungkasnya.***

 

(Irvan)

Widih! MU Bakal Boyong Haaland dan Rice Tahun Depan

0

Bogordaily.net – Sahwat Manchester United untuk mendatangkan Erling Braut Haaland pada tahun depan sulit terbendung. Buktinya musim kompetisi baru berjalan beberapa pekan, Setan Merah sudah bersiap-siap membidik penyerang Borussia Dortmund itu.

MU ngebet merekrut Erling Haaland karena penyerang Timnas Norwegia ini, selama dua musim terakhir di Dortmund menunjukkan penampilan yang moncer. Tak ayal striker berbadan jangkung ini, kini direbutkan sejumlah klub elit eropa.

Rencana Manchester United

Kendati demikian, muncul isu kalau target United di pada jendela transfer musim panas tahun depan bulanlah Haaland melainkan Declan Rice

Tapi belakangan terungkap jurnalis Munchester Eventing News, Samuel Lackhurst mengklaim kalau MU akan memboyong sekaligus Haaland dan Rice.

Declan Rice (Instagram@declanrice/Bogordaily.net)

Menurut Luckhurst bahwa pendapatan dari tiket penonton selama semusim, keuntungan dari sponsor, serta perekrutan yang mencengangkan tahun ini membuat United bisa merekrut Haaland dan Rice sekaligus pada tahun depan.

Situasi Haaland dan Rice

Tahun depan, klausul rilis Haaland dalam kontraknya bersama Dortmund senilai 80 juta euro bakal mulai berlaku. Manchester United sepertinya bakal bersedia untuk menebus nilai tersebut.

Nilai plus bagi United adalah Solskjaer dan Haaland memiliki hubungan dekat mengingat keduanya sama-sama berasal dari Norwegia dan sempat berkolaborasi di Molde.

Sementara itu, Rice sempat gencar dihubungkan dengan United pada musim panas kemarin. Namun, pemain 22 tahun itu akhirnya bertahan di West Ham yang diklaim memasang banderol 100 juta poundsterling.

Kontrak Rice bersama West Ham sendiri masih tersisa tiga tahun lagi. Namun, musim depan Rice diyakini ingin bermain untuk klub yang tampil di Liga Champions.***