Bogordaily.net – Penguntit yang melecehkan Nayeon Twice mengumumkan bahwa dirinya akan nekat dan kembali ke Korea Selatan untuk menemukan Nayeon.
Saat ini, ONCE dan netizen di komunitas online secara bersamaan menaikkan tagar #PROTECTNAYEON meminta untuk melarang orang gila ini masuk ke Korea.
Pastinya ONCE sudah tidak asing lagi dengan nama Josh1994. Pria ini adalah penggemar sasaeng Jerman.
Dia telah menunjukkan perilaku mesumnya terhadap Nayeon sejak akhir tahun 2019.
Setelah beberapa waktu di Jerman, pria ini berencana untuk kembali ke Korea untuk melecehkan Nayeon lagi.
Dia berulang kali pergi ke gedung JYP Entertainment dan bahkan memublikasikan nomor telepon Chaeyoung, dan menyebabkan Chaeyoung berada dalam banyak masalah.
JYP dan TWICE kemudian mengajukan gugatan terhadap Josh di Pengadilan Distrik Pusat Seoul dan Departemen Kediaman Korea.
Meski sudah meminta maaf, netizen tidak mudah percaya janji seorang psikopat dengan masalah dan penyimpangan parah seperti dia.
Karena baru kemarin pria ini memposting video di YouTube yang isinya sedang menunggu hasil tes Covid-19 agar bisa segera kembali ke Korea.***
Bogordaily.net – Bupati Bogor, Ade Yasin ajak para Camat, Kepala Desa dan Kepala Perangkat Daerah se-Kabupaten Bogor lakukan rembuk stunting di Kabupaten Bogor secara virtual di Aula Bawah Pendopo Bupati, Senin 6 September 2021.
Hal ini dilakukan sebagai upaya meningkatkan sinergi dan kolaborasi dalam mempercepat penurunan angka stunting di Kabupaten Bogor.
Hadir juga secara langsung Wakil Bupati Bogor, Iwan Setiawan, Ketua DPRD Kabupaten Bogor Rudy Susmanto, Sekretaris Daerah Kabupaten Bogor Burhanudin dan tenaga ahli Local Government Capacity Building Acceleretion of Stunting Reduction (LGCB-ASR) Regional 2 Ditjen Bina Bangda Kemendagri.
Sedangkan hadir secara virtual para Camat dan Kepala Desa se-Kabupaten Bogor, para tenaga gizi, bidan, dan Tim Penggerak PKK Kecamatan dan Desa se-Kabupaten Bogor.
Ade Yasin menjelaskan, gizi merupakan salah satu penentu kualitas sumber daya manusia.
Komitmen pemerintah untuk percepatan perbaikan gizi diwujudkan dengan ditetapkannya Peraturan Presiden Nomor 72 tahun 2021, tentang Percepatan Penurunan Stunting yang Mengintegrasikan Koordinasi, Sinergi, dan Sinkronisasi Antara Pemerintah Pada Semua Tingkatan dan Pemangku Kepentingan Secara Holistik, Integratif dan Berkualitas.
“Rembuk stunting ini dilaksanakan untuk memastikan sinergi lintas sektor dan integrasi pelaksanaan intervensi stunting antara perangkat daerah, penanggung jawab layanan, dengan sektor/lembaga non-pemerintah, masyarakat, juga pemerintah desa sebagai garda terdepan yang berhubungan erat dan langsung dengan masyarakat di lokasi fokus,” tandasnya.
Bupati Bogor, Ade Yasin saat rembuk stunting di Kabupaten Bogor secara virtual di Aula Bawah Pendopo Bupati, Senin 6 September 2021. (Istimewa/Bogordaily.net)
Lanjut Bupati Bogor menerangkan, pemerintah pusat juga telah menyusun Strategi Nasional Percepatan Pencegahan Stunting periode 2018-2024 (stranas stunting).
Dengan tujuan, memastikan pencegahan stunting menjadi prioritas pemerintah dan masyarakat di semua tingkatan, meningkatkan kesadaran publik dan perubahan perilaku masyarakat untuk mencegah stunting, memperkuat konvergensi melalui koordinasi dan konsolidasi program dan kegiatan pusat, daerah, dan desa.
“Meningkatkan akses terhadap makanan bergizi dan mendorong ketahanan pangan, dan meningkatkan pemantauan dan evaluasi sebagai dasar untuk memastikan pemberian layanan yang bermutu, peningkatan akuntabilitas, dan percepatan pembelajaran,” tambah Ade Yasin.
Ia juga menyatakan bahwa, di Kabupaten Bogor, hasil bulan penimbangan Balita dari 321.787 Balita yang ditimbang dan ditentukan status gizinya, ada 264.820 Balita dengan status gizi normal.
Pemerintah Jawa Barat dan Kabupaten Bogor berkomitmen, di tahun 2023 prevalensi stunting kurang dari 20%.
Berdasarkan data diinput melalui aplikasi elektronik pencatatan pelaporan gizi berbasis masyarakat atau EPPGBM tahun 2021 diperoleh hasil prevalensi stunting sebesar 12,79%.
“Alhamdulillah ini lebih rendah 5,04% dari target 17,83% di tahun 2020,” tegas Bupati Bogor.
Menurutnya, untuk penajaman sasaran wilayah penanganan stunting, pada tahun 2020 telah ditetapkan 38 desa, di 14 kecamatan Kabupaten Bogor sebagai lokus fokus intervensi stunting.
Untuk tahun 2021, terdapat 68 desa dari 26 kecamatan di Kabupaten Bogor yang menjadi lokasi fokus intervensi, yaitu 9 desa di Kecamatan Cibungbulang, 5 desa di Kecamatan Pamijahan, 5 desa di Kecamatan Tanjungsari 4 desa di Kecamatan Leuwiliang.
Lalu 4 desa di Kecamatan Cijeruk 4 desa di Kecamatan Jasinga, dan sisanya tersebar di Kecamatan Parung Panjang, Tenjo, Cigudeg, Sukajaya, Rumpin, Leuwisadeng, Tenjolaya, Sukaraja, Babakan Madang, Tamansari, Caringin, Cigombong, Parung, Rancabungur, Bojonggede, Klapanunggal, Sukamakmur, Cileungsi, Cariu dan Jonggol.
“Bentuk intervensi pencegahan stunting dilakukan melalui intervensi spesifik langsung oleh Tenaga Kesehatan (Nakes) melalui imunisasi, pemberian makanan tambahan untuk ibu hamil dan Balita, pemantauan pertumbuhan dan sebagainya. Saya minta kepada seluruh kecematan untuk terus sosialisasikan ini, jangan sampai anak-anak diberikan menu yang tidak sesuai usianya sehingga menyebabkan kurang gizi, karena efeknya bukan hanya stunting tetapi ususnya juga terluka,” himbaunya.
Upaya lain pencegahan stunting juga dilakukan dengan tidak langsung atau intervensi sensitif melalui, penyediaan air bersih, perbaikan sanitasi, peningkatan pendidikan, penanggulangan kemiskinan, dan peningkatan kesetaraan gender.
Berbagai kajian menunjukan penerapan pola hidup bersih sehat khususnya kebiasaan mencuci tangan dengan sabun yang meningkat pesat, selama pandemi berkorelasi pada menurunnya angka kasus diare dan infeksi yang menjadi salah satu penyebab stunting, jadi kebiasaan hidup bersih juga jadi salah satu menghindari stunting.
Itu harus dipertahankan sebagai salah satu bentuk intervensi sensitif mengurangi tingkat stunting kedepan secara keseluruhan.
“Jadi pola hidup sehat juga dapat mencegah terjadinya stunting harus disosialisasikan secara massif. Saya harap seluruh stakeholder dalam rembuk stunting ini dapat menjalankan komitmen untuk bersinergi demi terwujudnya Bogor Bebas Stunting, tercapainya Karsa Bogor sehat dan terwujudnya visi Kabupaten Bogor Termaju, Nyaman Dan Berkeadaban,” imbuhnya.
Wakil Bupati Bogor, Iwan Setiawan menegaskan, rempuk stunting merupakan bukti Pemkab Bogor untuk mewujudkan Bogor Bebas Stunting 2024.
“Kegiatan ini adalah komitmen awal, saya sangat apresiasi kepada seluruh stakeholder atas komitmen dan kerjasama menangani stunting. Sesuai dengan Perbup ada 104 desa atau 124 ribuan Balita yang jadi lokus dan sasaran kita melalui rempug stunting, oleh karena itu kita fokus terhadap data ini,” tegas Wabup.
Selanjutnya, Team Leader INEY Bangda Kemengadri Regional 2, Imam Al Muttaqin menuturkan, ada lima pilar dalam Strategi Nasional Percepatan Penurunan Stunting melalui 8 aksi konvergensi. Peran Kemendagri tedapat di pilar ke-1, 3 dan 5.
“Mulai dari peningkatan komitmen, peningkatan konvergensi, intervensi spesifik dan intervensi sensitif, dan penguatan dan pengembangan sistem, data, informasi, riset, dan inovasi di daerah,” imbuhnya.***
Bogordaily.net – Kasus dugaan pelecehan dan bully pegawai di Komisi Penyiaran Indonesia (KPI) masih diselidiki polisi. Namun, belum tuntas penyelidikan tersebut, terduga pelaku malah mengancam akan melaporkan balik korban ke polisi.
Hal itu disampaikan oleh pengacara terlapor berinisial RD dan EO. Tegar Putuhena menyebut kliennya telah menimbang akan mengambil langkah hukum atas pengakuan korban tersebut.
“Kalau klien saya dua orang ini kami akan pertimbangkan betul serius akan mengambil hukum melaporkan balik itu pelapor,” kata Tegar saat dihubungi, Senin 6 September 2021.
Tegar menyebut ada sejumlah pertimbangan mengapa pihaknya akan melaporkan balik korban. Sebab, menurutnya, kliennya mengalami bullying di dunia maya setelah korban membuat surat terbuka soal dugaan pelecehan dan perundungan.
EO dan RD keberatan identitasnya disebarluaskan dalam surat terbuka korban itu. Menurut Tegar, EO dan RD dirugikan atas hal tersebut.
“Ada cyber buIIying dari klien saya, keluarganya, anaknya, bahkan sampai keluarganya udah nggak berani keluar rumah,” terang Tegar.
Tegar menambahkan, selain kepada pelapor, ada sejumlah pihak yang akan dipolisikan balik oleh EO dan RD dalam dugaan kasus pelecehan dan perundungan ini.
“Kami akan pertimbangkan betul serius akan mengambil hukum melaporkan balik baik itu pelapor, kemudian pihak yang menyebarkan informasi yang belum tentu benar itu dan pihak-pihak yang ikut menyebarkan data pribadi itu semua akan kami laporkan,” ujar Tegar.
Terkait laporan balik itu akan dilakukan oleh tiga terlapor lainnya, Tegar enggan menjawab. Dia hanya mengatakan para terlapor akan berdiskusi terkait rencana laporan balik tersebut.
Dia menyebut laporan tersebut akan dilayangkan EO dan RD ke pihak kepolisian dalam waktu dekat ini.
“Dalam satu atau dua hari ini. (Laporan balik) kalau nggak ke Bareskrim atau Polda Metro,” jelasnya.***
Bogordaily.net – Banjir bandang telah terjadi di sungai Cidurian, Kabupaten Bogor, Jawa Barat hingga merobohkan jembatan dan merusak belasan rumah.
Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Bogor, Jawa Barat menyatakan bahwa banjir bandang itu terjadi akibat meluapnya Sungai Cidurian, pada Senin 6 September petang.
Kepala Seksi Kedaruratan BPBD Kabupaten Bogor, Adam Hamdani menyebutkan bahwa, banjir bandang tersebut mengakibatkan kerusakan infrastruktur di empat kecamatan, yakni Cigudeg, Nanggung, Jasinga, dan Sukajaya.
“Ada juga 50 orang santri dan guru di Ponpes Darussalam terisolasi karena jembatan utama yang membentang di atas Sungai Cidurian terbawa arus. Saat ini tim reaksi cepat (TRC) sudah berupaya masuk ke sana,” kata Adam 7 September 2021 dini hari.
Dia mengatakan bahwa khusus di Kecamatan Nanggung, jalan sepanjang delapan meter mengalami longsor, tepatnya di Desa Malasari.
Kemudian, di Kampung Cigowong, Desa Sukamaju, Kecamatan Cigudeg jembatan bambu ikut terbawa banjir bandang.
Selanjutnya, jembatan penghubung Desa Urug, Kecamatan Sukajaya dengan Desa Nanggung, Kecamatan Nanggung terbawa arus banjir bandang.
Demikian juga dengan jembatan menuju Pondok Pesantren Darussalam, Desa Kalong Sawah, Kecamatan Jasinga serta jembatan Citalahab, Desa Malasari, Kecamatan Nanggung yang ikut terbawa arus.
“Ini masih laporan ringkas kaji cepat. Pasti data dinamis dan masih bisa berubah,” kata Adam.
Menurutnya data sementara menyatakan bahwa penghuni 10 rumah di bantaran Sungai Cidurian yang berlokasi di Desa Nanggung, Kecamatan Nanggung, terpaksa diungsikan.
Adam menjelaskan bahwa banjir bandang ini disebabkan curah hujan tinggi sejak sore, hingga menjelang malam di wilayah barat Kabupaten Bogor.
Sementara itu Camat Cigudeg, Pardi menyebutkan bahwa luapan air Sungai Cidurian berangsur surut pada malam hari.
Tapi ia tetap meminta warga di bantaran sungai mengungsi ke tempat yang relatif lebih aman.
“Alhamdulillah sudah mulai surut. Warga yang ada di bantaran Sungai Cidurian, sementara diungsikan ke tempat yang lebih aman karena khawatir terjadi banjir susulan,” katanya.***
Bogordaily.net – Pemerintah memutuskan untuk melanjutkan kebijakan Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) di luar Jawa-Bali yang berlaku mulai dari tanggal 7 September hingga 20 September 2021.
Pada periode ini, cakupan wilayah yang berada di Level 4 kembali mengalami penurunan yaitu dari 34 kabupaten (kab)/kota menjadi 23 kab/kota.
Hal tersebut disampaikan oleh Menteri Koordinator Bidang (Menko) Perekonomian Airlangga Hartarto dalam Keterangan Pers mengenai Perkembangan PPKM Terkini, Senin 6 September 2021 malam.
“Di luar Jawa-Bali ini dilakukan perpanjangan PPKM, yaitu PPKM Level 4 diterapkan di 23 kabupaten/kota, yang sebelumnya adalah di 34 kabupaten/kota,” ujar Airlangga.
Adapun rincian daerah yang menerapkan PPKM Level 4 tersebut adalah Kota Banda Aceh, Aceh Tamiang, dan Aceh Besar di Aceh, Kota Medan, Kota Sibolga, dan Mandailing Natal di Sumatra Utara, Kota Padang di Sumatra Barat, Kota Jambi di Jambi, serta Bangka di Kep. Bangka Belitung.
Kemudian Kota Banjarbaru, Kota Banjarmasin, dan Kotabaru di Kalimantan Selatan, Kota Palangkaraya di Kalimantan Tengah, Kota Balikpapan, Kutai Kartanegara, dan Mahakam Ulu di Kalimantan Timur, Kota Tarakan di Kalimantan Utara, Kota Makassar di Sulawesi Selatan, Kota Palu dan Poso di Sulawesi Tengah, Bolaang Mongondow di Sulawesi Utara, Kupang di Nusa Tenggara Timur, serta Manokwari di Papua Barat.
“Untuk PPKM Level 3 diterapkan di 314 kabupaten/kota, ini naik dari sebelumnya di 303 kabupaten/kota. PPKM Level 2 diterapkan pada 49 kabupaten/kota, ini sama dengan yang sebelumnya,” imbuhnya.
Pada kesempatan itu, Airlangga juga menjelaskan bahwa evaluasi PPKM luar Jawa-Bali dilakukan setiap dua pekan sekali, meski asesmen dilakukan setiap pekan.
Berdasarkan hasil evaluasi, hingga 5 September 2021 jumlah kasus aktif nasional mencapai 155.519 kasus, dengan luar Jawa-Bali berkontribusi sebanyak 60 persen.
Kasus aktif di luar Jawa-Bali mengalami penurunan dengan penurunan tertinggi dicatatkan oleh Nusa Tenggara sebesar minus 73,76 persen.
“Dari segi kesembuhan di luar Jawa-Bali [sebesar] 90 persen, sedikit di bawah nasional yang 92,94 persen. Kemudian kasus kematian di luar Jawa-Bali 2,99 persen, di bawah nasional yang sedikit lebih baik yaitu 3,29 persen,” pungkasnya.***
Bogordaily.net – Pemerintah Kota (Pemkot) Bogor bekerja sama dengan Gojek menggelar vaksinasi Covid-19 khusus komorbid di tiga sentra vaksinasi, yakni Rumah Sakit PMI, Rumah Sakit Ummi dan Rumah Sakit Melania dengan menggunakan vaksin Moderna.
Vaksinasi massal khusus warga komorbid ini berlangsung Senin 6 September hingga Kamis 9 September 2021 mendatang, dengan kuota peserta 600 orang per hari.
Warga Kota Bogor yang ingin disuntik vaksin dapat mengisi link https://loket.com/e/jabarvaksin?utm_source=Organic&utm_medium=landingpage&utm_campaign=2021vaksinminisite
Selain itu, Pemkot Bogor juga bekerja sama dengan Good Doctor dan Grab membuka sentra vaksinasi dengan vaksin Moderna di empat rumah sakit, yakni RSUD Kota Bogor, Bogor Senior Hospital Bogor, RS Hermina Bogor dan RS BMC.
Persyaratannya peserta berusia 18 tahun ke atas dan memiliki KTP Kota Bogor, belum pernah mendapatkan vaksin Covid-19 sebelumnya, memiliki Komorbid dan membawa surat rekomendasi dokter.
Serta hanya untuk yang sudah mendaftar melalui aplikasi, hanya berlaku untuk yang melaksanakan vaksinasi pertama (1), tidak menerima akseptor yang terdaftar dalam Vaksinasi Gotong Royong.
Cara skrining dan penjadwalannya melalui Aplikasi Good Doctor:
1. Unduh aplikasi Good Doctor – https://gooddoctor.onelink.me/Cmiw/456ce6c3
2. Pilih menu Vaksinasi Covid-19
Atau bisa juga melalui aplikasi Grab:
1. Buka Aplikasi Grab, pilih menu Kesehatan atau akses layanan melalui link ini:
https://gdoctr.co/VaksinasiCovid19
2. Klik Banner Vaksinasi Covid-19
3. Isi kuesioner skrining kesehatan sefaktual mungkin.
4. Bila Anda lolos skrining kesehatan tersebut, silahkan langsung pilih menu ‘Bogor’. Lalu pilih ‘RSUD/BSH/RS Hermina Bogor/RS BMC’’.
5. Pilih hari dan jam vaksinasi dari slot yang tersedia
“Hari ini kuota peserta di RS PMI 162 orang namun sampai siang ini yang datang baru sedikit padahal sudah disosialisasikan di media sosial PMI, Pemkot dan Gojek,” ujar Kepala Bidang Sekretariat RS PMI Kota Bogor, Niken Churniadita, Senin 6 September 2021.
Niken sapaannya mengatakan, pihaknya akan mencoba kembali menyampaikan informasi ini di poliklinik Rumah Sakit PMI, agar semakin banyak peserta yang hadir.
Ia mengingatkan, khusus peserta vaksin dengan komorbid wajib membawa surat rekomendasi dari dokter yang merawat, surat ini turut dilampirkan dengan persyaratan lainnya seperti KTP dan kartu kendali.
“Selebihnya sama, termasuk dosis vaksinnya tapi untuk komorbid dipilih jenis vaksin yang keampuhannya tinggi dan efek sampingnya lebih rendah seperti Moderna,” imbuhnya.
Rumah Sakit PMI Kota Bogor kata dia, turut serta memfasilitasi gelaran vaksinasi ini tak lain agar Pandemi Covid-19 lekas selesai dengan lebih banyak dibukanya sentral vaksin.
Apalagi bagi peserta komorbid akan lebih nyaman jika melakukan vaksinasi di rumah sakit, karena di sini tidak sepadat sentral vaksin lainnya mengingat peserta komorbid lebih berisiko.
“Insya Allah kami bisa berlanjut memfasilitasi tempat vaksin selama antusiasme masyarakatnya. Mungkin karena jam pelayanan sampai pukul 15.00 sore jadi yang datang satu-satu, nanti akan kami evaluasi,” katanya.
Salah satu peserta vaksinasi, Michael Susilo (51) mengatakan, ia merupakan peserta vaksin dengan komorbid yakni penyakit autoimun Guillain Barre Syndrome (GBS).
Hingga selesai observasi 30 menit ia tidak mengalami efek samping apapun dan diizinkan pulang.
Ia menuturkan, keinginan untuk vaksinasi meski memiliki komorbid diakuinya sudah ada sejak awal digelarnya vaksinasi Covid-19.
Sebelum vaksinasi hari ini, ia sudah terlebih dahulu berkonsultasi dengan dokter syaraf yang merawatnya dan setelah diperbolehkan dokter ia tidak khawatir mengikuti vaksin.
“Dokter memperbolehkan dan menyarankan agar saya di vaksin jenis Moderna. Saya senang ada pelayanan vaksinasi di RS PMI, karena prokesnya juga bagus, ia berharap dosis vaksin keduanya Oktober mendatang juga bisa dilakukan di RS PMI dan dosis kedua membuat imunitasnya lebih terjaga tentunya dengan tetap menjaga prokes,” imbuhnya.
Sementara itu, peserta vaksinasi lainnya, Sari Nurjanah (40) mengatakan, meski memiliki alergi terhadap obat-obatan, antibiotik dan makanan ia tetap melaksanakan vaksinasi Covid-19 dosis pertamanya.
Sebelum melakukan vaksinasi ia melakukan terapi terlebih dahulu dan kemudian diperbolehkan vaksin dari dokter penyakit dalam yang merawatnya.
“Saya datang kondisinya sehat tidak sedang alergi tapi sesaat setelah di suntik vaksin alergi obat-obatan saya mulai kambuh, awalnya tangan kiri saya gatal, lalu ke punggung, ke seluruh badan dan ke muka terasa kebas,” ujar Warga Cikaret tersebut.
Sari menjelaskan, efek ini terjadi karena memang tubuhnya menolak hampir semua jenis obat-obatan dan antibiotik.
Ia pun segera mendapatkan penanganan dari dokter RS PMI dengan diberikannya obat anti alergi dan setelah berbaring sekitar 30 menit lebih kondisinya berlangsung membaik.
“Dokter saya pun memang menyarankan agar vaksinnya di rumah sakit agar jika ada efek atau alergi kambuh bisa segera ditangani, saya harap di rumah sudah tidak ada efek samping apa-apa lagi,” pungkasnya.***
Bogordaily.net – Sejumlah wilayah di Indonesia akan mengalami fenomena hari tanpa bayangan mulai dari 6 September hingga 21 Oktober 2021.
Di Indonesia, fenomena ini berlangsung dua kali dalam setahun. Periode pertama adalah pada Februari hingga April 2021.
Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) menjelaskan, hari tanpa bayangan atau kulminasi adalah fenomena saat matahari berada di posisi paling tinggi di langit.
“Saat deklinasi Matahari sama dengan lintang pengamat, fenomenanya disebut sebagai Kulminasi Utama. Pada saat itu, Matahari akan tepat berada di atas kepala pengamat atau di titik zenit,” tulis BMKG dalam akun Instagram resminya @infoBMKG, dikutip pada Senin (6 September 2021).
Karena kondisi tersebut, bayangan benda bakal tampak seperti menghilang disebabkan bertumpuk pada benda tersebut.
“Akibatnya, bayangan benda tegak akan terlihat “menghilang”, karena bertumpuk dengan benda itu sendiri. Karena itu, hari kulminasi utama dikenal juga sebagai hari tanpa bayangan,” ujarnya.
Sementara itu, peneliti Pusat Sains dan Antariksa Lembaga Penerbangan dan Antariksa Nasional (LAPAN), Andi Pangerang menjelaskan cara untuk mengecek terjadinya fenomena hari tanpa bayangan dan menikmati detik-detik itu dengan menggunakan beberapa cara yang terbilang mudah.
“Masyarakat dapat menggunakan benda tegak seperti tongkat, spidol atau benda lain yang disimpan dengan posisi tegak,” katanya dikutip dari situs Lapan.
Andi menjelaskan, agar masyarakat dapat menyaksikan fenomena hari tanpa bayangan, disarankan untuk melakukan langkah berikut ini:
– Siapkan benda tegak seperti tongkat, spidol atau benda lain yang dapat berposisi tegak berdiri,
– Letakkan di permukaan yang rata
– Amati bayangan pada jadwal yang sudah ditentukan
– Jika sudah, masyarakat dapat mengabadikan fenomena itu menggunakan penangkap gambar seperti kamera.
Sebagai bukti kalau pada momentum itu bayangan pada benda peraga benar-benar tidak ada.***
Bogordaily.net – Panglima TNI Marsekal TNI Hadi Tjahjanto menerima laporan korps kenaikan pangkat sebanyak 25 Perwira Tinggi (Pati), Senin (6 September 2021).
Salah satu Pati yang pangkatnya naik satu tingkat adalah Danpaspampres Tri Budi Utomo. Dia kini resmi menjabat pangkat bintang dua atau Mayjen TNI.
Kenaikan pangkat ini berdasarkan Surat Perintah Panglima TNI Nomor Sprin/1925 /VIII/2021 tertanggal 31 Agustus 2021. Pati yang mendapat kenaikan pangkat terdiri dari 13 Pati TNI AD, 3 Pati TNI AL dan 9 Pati TNI AU.
Sebelumnya, jenderal Kopassus ini menjabat sebagai Wakil Komandan Jenderal (Wadanjen) Kopassus.
Dilansir dari okezone, kurang lebih selama satu tahun, mulai dari 27 Agustus 2020 hingga 2 Agustus 2021 jabatan itu didapuknya.
Pengalamannya di bidang Paspampres tidak diragukan lagi. Pada Tahun 2018 sampai dengan 2019 dia menjabat sebagai Komandan Grup A Paspampres.
Selain dia, ada nama Pangkogabwilhan III Jeffery Poly Rahawarin yang sekarang mempunyai bintang tiga di pundaknya atau Letjen TNI. Sebelumya, Jeffery merupakan Pangdam XVI/Pattimura.
Selama tujuh bulan Jeffery menjabat sebagai Pangdam XVI/Pattimura menggantikan posisi Agus Rohman yang saat itu ditunjuk sebagai Pangkogabwilhan III.***
Bogordaily.net – Mohamed Salah disebut meminta gaji sangat tinggi pada Liverpool pada kontrak barunya. Pandit sepak bola Inggris, Perry Groves, menilai tidak ada yang salah dari permintaan pemain asal Mesir itu.
Kontrak Salah bersama Liverpool akan habis pada Juni 2023 nanti. Liverpool tak ingin mengambil resiko kehilangan jasa sang bomber dan siap menawarkan kontrak baru.
Hanya saja, beberapa media di Inggris menyebut kubu Salah meminta gaji yang sangat tinggi. Salah meminta 500 ribu pounds per pekan (sekitar Rp9,8 miliar). Salah ingin mendapatkan gaji setara dengan Cristiano Ronaldo.
Menurut Perry Groves, merujuk besarnya kontribusi Salah pada Liverpool, tidak ada yang salah dengan permintaan gaji itu. Namun, Groves tidak yakin pemain 29 tahun bakal mendapatkan nilai yang diinginkan tersebut.
“Salah pantas mendapatkan lebih tetapi dia tidak akan mendapatkan 500 ribu pounds per pekan,” kata Groves kepada talkSPORT.
“Saya pikir ini adalah yang pertama dalam duel negosiasi, tetapi jika dia ingin bertahan, dia harus turun sedikit,” katanya.
Saat ini, Salah menerima gaji 200 ribu pounds per pekan. Nilai tersebut termasuk tinggi jika dibanding pemain Liverpool lain. Namun, gaji yang didapat Salah masih berada di bawah Anthony Martial atau Jadon Sancho.
Perry Groves menambahkan, Salah layak mendapat apresiasi lebih dari sisi finansial. Statistik membuktikan bahwa Salah selalu bisa diandalkan Liverpool untuk menjadi mesin gol walau performa klub tidak optimal.
“Angkanya luar biasa. Dia masih mencetak 22 gol di Premier League bersama tim yang tidak pada performanya tahun lalu.”
“Salah memang pantas mendapatkan kontrak lain tetapi Liverpool tidak dalam ranah membayar pemain 500 ribu pounds per pekan,” tegas Groves.
Liverpool punya kebijakan yang ketat dalam hal finansial. Liverpool bukan hanya sangat cermat di bursa transfer, tapi juga teliti dalam membayar gaji para pemain. Salah pun diminta lebih realistis.
“Salah mungkin harus sedikit lebih realistis dalam tuntutannya. Apakah ini berarti dia akan berkata ‘benar, saya bisa pergi’? Siapa tahu? Dia pasti tidak mendapatkan 500 ribu pounds, tidak ada kesempatan untuk itu,” kata Groves.***